Anda di halaman 1dari 24

ANALISIS KUALITAS AUDIT TERHADAP MANAJEMEN LABA AKUNTANSI: STUDI PENDEKATAN COMPOSITE MEASURE VERSUS CONVENTIONAL MEASURE

MEUTIA LAYLI 20110420294

Latar Belakang
Manajemen Laba Oportunis

Gatekeeper

Ronen & Yaari, 2008 dalam Herusetya

Kualitas Pelaporan Keuangan

Latar Belakang
Pengkritikan Akuntan (Levitt 1998; Jenkins et al 2006 dalam Herusetya)
Kasus Enron Kasus Kimia Farma Kasus PT KAI

Audit Quality (De Angelo 1981 dalam Herusetya)

Multidimensi (Bamber 2009 dalam Herusetya)

Latar Belakang
Penelitian Sebelumnya Penelitian Sekarang

Kualitas Audit Konvensional

Kualitas Audit yang Komprehensif

Pendekatan Multidimensi

Kurang valid

Manajemen Laba

Latar Belakang
Pengkuran Kualitas Audit Multidimensi Composite Measure Skor

Audit Quality Metric Score (AQMS)

Kompetensi

Independensi

Latar Belakang
Replikasi Antonius Herusetya (2012)

Variabel

Kualitas Audit Manajemen laba

Sampel

Perusahaan yang ada di BEI Laporan opini audit Tahun sampel perusahaan BEI 2008-2012 Laporan Opini Audit perusahaan tahun 2008-2012

Perbedaan

Model Penelitian
Ukuran KAP Composite Measure Spesialisasi Industri Masa Penugasan (Tenure) Client Important Keakuratan Opini Going Concern Kualitas Audit

Conventional Measure

Perilaku Manajemen Laba Akrual

Rumusan Masalah
Apakah? Composite Measure Kualitas Audit Perilaku Manajemen Laba Akrual Conventional Measure

Manfaat Penelitian
Memberikan pengembangan ilmu pengetahuan

Operasionalisasi pengukuran kualitas audit

Menambah literatur mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit terhadap manajemen laba

Landasan Teori
Kualitas Audit
Fungsi (penilaian pasar) kompetensi dan independensi auditor (De Angelo 1981 dalam Adi)

Manajemen Laba

Intervensi manajemen dengan sengaja (Scipper, 1989 dalam Subramanyam)

Pengukuran kualitas audit dengan pengukuran kualitas laba (Balsam et al. 2003; Krishnan 2003; Gul et al 2009 dalam Adi)

Manajemen Laba

Akrual Diskresioner

Landasan Teori
Ukuran KAP Ukuran KAP adalah salah satu faktor penentu kualitas audit (DeAngelo 1981 dalam Junius) Auditor spesialis memiliki pengetahuan yang lebih dalam (Hogan 1999 dalam Junius) Jangka waktu yang terjalin antara KAP dengan auditee yang sama (Johnson 2002 dalam Suci) Kecenderungan auditor memiliki economic dependence (Reynold 2001 dalam Herusetya) Pengujian akurasi pelaporan opini going concern (Herusetya 2012) Akrual yang dapat dikendalikan oleh manajer (Scott 2009 dalam Junius)

Spesialisasi Industri Masa Penugasan Audit (Tenure) Client Important

Keakuratan Opini Audit Going Concern


Akrual Diskresioner

Hipotesis 1
Ukuran KAP KAP Big 6/5/4 KAP non Big 6/5/4

Akrual Diskresioner (Becker et al 1998)

Pengaruh negatif ukuran KAP terhadap Manajemen laba (Krishnan 2003 dalam Adi)

H1 : Ukuran KAP berpengaruh negatif terhadap manajemen laba akrual

Hipotesis 2
Industri Audit Konsentrasi Prosedur Audit Klien

KAP dengan Spesialisasi Industri bekerja lebih efektif (Watts & Zimmerman 1986 dalam Herusetya)

KAP dengan Spesialisasi Industri mengurangi manajemen laba (Krishnan 2005, Balsam et al 2003 dalam Adi)

H2 : Spesialisasi Industri KAP berpengaruh negatif terhadap manajemen laba akrual

Hipotesis 3
Penugasan Audit Pendek (Gut et al 2009 & Johnson et al 2002 dalam Herusetya)

Panjang (Ghosh & Moon 2005 dalam Herusetya)

Masa Penugasan Audit panjang = Independensi

Kualitas Audit menurun (Nasser et al. 2006 dalam Arfan)

H3 : Masa penugasan KAP berpengaruh positif terhadap manajemen laba akrual

Hipotesis 4
Client Important auditor/KAP

Ketergantungan Ekonomi

Chi et al., 2011 dalam Wahyuni

Klien Utama / Klien terbesar

Waktu yang lama

Sumber pendapatan

Independensi

Reynolds & Francis, 2000 dalam Rohman H4 : Client Important berpengaruh positif terhadap manajemen laba akrual

Hipotesis 5
Laporan Opini Audit Going Concern Kualitas laporan keuangan
Manajemen laba Setiawan 2006 dalam Ferima

Opini Audit modifikasi Going Concern

Resiko dalam bisnis

Manajemen laba

Ferima 2010

H5 : Kesediaan melaporkan dan keakuratan pelaporan opini audit Going Concern berpengaruh positif terhadap manajemen laba akrual

Hipotesis 6
Kualitas audit dari sisi kompetensi dan independensi (Francis, 2004 dalam Herusetya)

Kualitas audit secara komprehensif (Bamber dan Bamber, 2009 dalam Herusetya)

H6: Kualitas audit dengan pendekatan multidimensi berpengaruh negatif terhadap manajemen laba akrual

Hipotesis 7
Pendekatan Multidimensi Manajemen laba akrual oportunis Pengukuran Konvensional Herusetya (2012)

H7 : Kualitas audit dengan pendekatan multidimensi memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengukuran kualitas audit secara konvensional

Metode Penelitian
Data dan Sampel Sekunder Semua Laporan Keuangan perusahaan yang terdaftar di BEI tahun 2008-2012 Laporan Opini Audit tahun 2008-2012 Metode Purposive Sampling

Teknik Pengambilan Sampel

Variabel Independen

Kualitas Audit dengan 5 proksi

Variabel Dependen

Manajemen Laba Akrual Tingkat pertumbuhan, Leverage, Rugi Bersih, Ukuran Perusahaan, & total akrual absolut Model regresi linier berganda

Variabel Control

Pengujian Hipotesis

Kriteria Purposive Sampling

Model Regresi
Pengaruh kualitas audit terhadap Manajemen Laba Pendekatan Konvensional H1 H5
ABSDACit = 0 + 1 BIG4it + 2 SPCL + 3 TENURE + 4 CI + 5 RQA + 6 SALESGRWit + 7 MTBit + 8 LEVit + 9 LOSSit + 10 SIZEit + 11 ABSTACC it + it ..... (Model 1) Variabel Dependen ABSDAC : Nilai Akrual Diskresioner Variabel Independen BIG4 : Variabel dummy (1,0) = berafiliasi dengan KAP Big4 SPCL : Variabel dummy (1,0) = Industri Share TENURE: Variabel dummy (1,0) = > 3 tahun & < 9 tahun CI : Variabel dummy (1,0) = Rasio CI KAP RQA: Variabel dummy (1,0)

Variabel Control SALESGRW MTB LEV LOSS SIZE ABSTACC

Model Regresi
Pengaruh kualitas audit terhadap Manajemen Laba Pendekatan Multidimensi H6 dan H7
ABSDACit = 0 + 1 AQMSit + 2 SALESGRWit + 3 MTBit + 4 LEVit + 5 LOSSit + 6 SIZEit + 7 ABSTACC it + it............ (Model 2)
Variabel Dependen ABSDAC : Nilai Akrual Diskresioner Variabel Indepeden AQMS : Penjumlahan skor Variabel Control SALESGRW MTB LEV LOSS SIZE ABSTACC

Model Regresi
Manajemen Laba Akrual (ABSDAC)
Kothari et al. (2005)
TACCit/Ait-1 = 0 + i [1/ Ait-1] + 1i [REVit - ARit/ Ait-1] + 2i [PPEit/Ait1] + 1ROAi, t-1 + it....... (1)

Terima Kasih