Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM FISIKA ENERGI II MODUL 3 PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP MINI

Nama NPM Nama Partner NPM Hari / Tanggal Waktu Asisten

: Brain Aulia Biandika : 140310100016 : Arry Wahyudi : 140310100018 : Selasa / 15 April 2014 : 13.30-16.00 :

LABORATORIUM FISIKA ENERGI JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PADJADJARAN 2014

LEMBAR PENGESAHAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP MINI

Nama NPM Nama Partner NPM Hari / Tanggal Waktu Asisten

: Brain Aulia Biandika : 140310100016 : Arry Wahyudi : 140310100018 : Selasa / 15 April 2014 : 13.30-16.00 :

Jatinangor, 15 April 2014 Asisten

()

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Listrik merupakan salah satu kebutuhan yang paling pokok untuk menunjang kehidupan manusia. Listrik membantu manusia untuk melakukan segala sesuatunya menjadi lebih mudah. Saat ini hampir semua aspek kehidupan memerlukan tenaga listrik. Oleh karena itu diperlukan lebih banyak penyediaan tenaga listrik dengan menggunakan berbagai macam mesin pembangkit listrik. Salah satunya yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Sistem pembangkit ini memanfaatkan panas buangan dengan menggunakan sebuah turbin yang dapat mengkonversi energi kinetik dari uap untuk menghasilkan energi listrik.

1.2 Identifikasi masalah Dalam praktikum ini masalah masalah yang dapat diidentifikasi : Memahami prinsip dan cara kerja dari pembangkit listrik tenaga uap dalam skala kecil. Memahami hal-hal yang berkaitan dengan pembangkit listrik tenaga uap seperti bolier, turbin, dan komponen-komponen lainnya yang berskala mini dan dapat menghasilkan energi listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari.

1.3 Tujuan percobaan Mempelajari dan memahami cara kerja pembangkit listrik tenaga uap berskala kecil.

1.4 Metode percobaan Pada praktikum kali ini menggunakan alat-alat diantaranya tungku, ketel /boiler, turbin, gearbox, generator, serta beberapa alat ukur. Adapun hal-hal yang diamati yaitu tekanan, temperatur, waktu, laju alir uap, arus, dan tegangan. Pengamatan dilakukan sebanyak dua kali dengan prosedur yang sama.

1.5 Sistematika penulisan Adapun sistematika penulisannya adalah sebagai berikut : Bab I Pendahuluan 1.1 Latar belakang 1.2 Identifikasi masalah 1.3 Tujuan percobaan 1.4 Metodologi percobaan 1.5 Sistematika penulisan 1.6 Waktu dan tempat percobaan Bab II Tinjauan Pustaka Bab III Metoda Percobaan 3.1 Alat dan bahan percobaan 3.2 Prosedur Percobaan Daftar Pustaka

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

'Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) adalah pembangkit yang mengandalkan energi kinetik dari uap untuk menghasilkan energi listrik. Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah Generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari uap panas/kering. Pembangkit listrik tenaga uap menggunakan berbagai macam bahan bakar terutama batu bara dan minyak bakar serta MFO untuk start up awal.

SEJARAH PLTU Pada tahun 1831, setelah sebelas tahun melakukan percobaan, Michael Faraday dapat membuktikan prinsip pembangkitan listrik dengan induksi magnet. Dengan peragaan dijelaskan, bahwa bila kumparan atau penghantar memotong medan magnet yang berubah-ubah akan terinduksi suatu tegangan listrik padanya. Kini rancangan semua mesin listrik adalah didasarkan pada bukti nyata tersebut.

Kemudahan membangkitkan listrik secara induksi memunculkan perkembangan pembuatan dynamo dan pada tahun 1882 tersedia pasok listrik untuk publik di London. Pasokan ini diperoleh dari generator DC yang digerakkan dengan mesin bolak balik (reciprocating) yang di catu dengan uap dari boiler pembakaran manual. Permintaan tenaga listrik tumbuh berkembang dan pembangkit kecil muncul di seluruh negeri. Hal ini memberikan keinginan untuk bergabung agar menjadi ekonomis.

Pada tahun 1878 generator pertama dibuat oleh Gramme, tetapi tidak menghasilkan listrik sampai tahun 1888 ketika Nikola Tesla memperkenalkan sistem banyak fasa (poly phase) medan berputar. Pada tahun 1882 Sir Charles Parson mengembangkan Turbin generator AC pertama dan pada 1901 dibuat generator 3 fasa 1500 kW untuk pusat pembangkit Neptune di Tyne Inggris.

Inilah mesin awal dengan kumparan yang berputar didalam medan magnet, tetapi

ternyata bahwa semakin besar output yang diinginkan akan lebih mudah mengalirkan arus listrik pada medan magnet berputar didalam kumparan yang diam atau stator. Rancangan mesin secara bertahap berkembang sehingga pada 1922, generator 20 MW yang berputar pada 3000 rpm beroperasi.

Sementara itu karena tuntutan permintaan kebutuhan rancangan unit pembangkit juga berkembang dan kapasitasnyapun meningkat sehingga dibentuk organisasi untuk mengoperasikan sistem transmisi interkoneksi yang disebut pusat Penyalur danpengaturanbeban.

PLTU adalah jenis pembangkit listrik tenaga termal yang banyak digunakan, karena efisiensinya baik dan bahan bakarnya mudah didapat sehingga menghasilkan energi listrik yang ekonomis. PLTU merupakan mesin konversi energi yang merubah energi kimia dalam bahan bakar menjadi energi listrik.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PLTU

Dibanding jenis pembangkit lainnya PLTU memiliki beberapa keunggulan. Keunggulan tersebut antara lain : Dapat dioperasikan dengan menggunakan berbagai jenis bahan bakar (padat, cair, gas). Dapat dibangun dengan kapasitas yang bervariasi Dapat dioperasikan dengan berbagai mode pembebanan Kontinyuitas operasinya tinggi Usia pakai (life time) relatif lama

Namun PLTU mempunyai bebrapa kelemahan yang harus dipertimbangkan dalam memilih jenis pembangkit termal. Kelemahan itu adalah : Sangat tergantung pada tersedianya pasokan bahan bakar Tidak dapat dioperasikan (start) tanpa pasok listrik dari luar

Memerlukan tersedianya air pendingin yang sangat banyak dan kontinyu Investasi awalnya mahal Skema Proses PLTU

PLTU menggunakan fluida kerja air uap yang bersirkulasi secara tertutup. Siklus tertutup artinya menggunakan fluida yang sama secara berulang-ulang. Urutan sirkulasinya secara singkat adalah sebagai berikut : 1. Pertama air diisikan ke boiler hingga mengisi penuh seluruh luas permukaan pemindah panas. Didalam boiler air ini dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran bahan bakar dengan udara sehingga berubah menjadi uap. 2. Kedua, uap hasil produksi boiler dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk memutar turbin sehingga menghasilkan daya mekanik berupa putaran. 3. Ketiga, generator yang dikopel langsung dengan turbin berputar menghasilkan energi listrik sebagai hasil dari perputaran medan magnet dalam kumparan, sehingga ketika turbin berputar dihasilkan energi listrik dari terminal output generator 4. Keempat, Uap bekas keluar turbin masuk ke kondensor untuk didinginkan dengan air pendingin agar berubah kembali menjadi air yang disebut air kondensat. Air kondensat hasil kondensasi uap kemudian digunakan lagi sebagai air pengisi boiler.

5. Demikian siklus ini berlangsung terus menerus dan berulang-ulang. Sekalipun siklus fluida kerjanya merupakan siklus tertutup, namun jumlah air yang terdapat dalam siklus akan mengalami pengurangan. Pengurangan air ini disebabkan oleh kebocoran-kebocoran baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Untuk mengganti air yang hilang, maka perlu adanya penambahan air kedalam siklus. Kriteria air penambah (make up water) ini harus sama dengan air yang teradapat dalam siklus.

Siklus Rankine Siklus Rankine adalah siklus ideal untuk siklus tenaga uap. Dalam bentuk sederhana Siklus Rankine terdiri dari empat komponen: pompa, boiler, turbin dan kondensor .

Siklus rankine dan grafik T (suhu) vs s (entropi)

Siklus Rankine ideal tidak terdiri dari 4 tahapan proses : 1 2 merupakan proses kompresi isentropik dengan pompa. 2 3 Penambahan panas dalam boiler pada P = konstan. 3 4 Ekspansi isentropik kedalam turbin. 4 1 Pelepasan panas didalam kondenser pada P = konstan.

Air memasuki pompa pada kondisi 1 sebagai cairan jenuh dan dikompresi sampai tekanan operasi boiler. Temperatur air akan meningkat selama kompresi isentropik ini melalui sedikit pengurangan dari volume spesifik air. Air memasuki boiler sebagai cairan terkompresi pada kondisi 2 dan akan menjadi uap superheated pada kondisi 3. Panas yang diberikan oleh boiler ke air pada T (suhu) tetap. Boiler dan seluruh bagian yang menghasilkan steam ini disebut sebagai steam generator. Uap superheated pada kondisi 3 kemudian akan memasuki turbin untuk diekspansi secara isentropik dan akan menghasilkan kerja untuk memutar shaft yang terhubung dengan generator listrik sehingga dihasilkanlah listrik. P (tekanan) dan T (suhu) dari steam akan turun selama proses ini menuju keadaan 4 dimana steam akan masuk kondensor dan biasanya sudah berupa uap jenuh. Steam ini akan dicairkan pada P konstan didalam kondensor dan akan meninggalkan kondensor sebagai cairan jenuh yang akan masuk pompa untuk melengkapi siklus ini. Data dibawah kurva proses pada diagram T s (entropi) menunjukkan transfer panas untuk proses reversibel internal. Area dibawah kurva proses 2 3 menunjukkan panas yang ditransfer ke boiler, dan area dibawah kurva proses 4 1 menunjukkan panas yang dilepaskan di kondensor. Perbedaan dari kedua aliran ini adalah kerja netto yang dihasilkan selama siklus.

Analisis Energi pada Siklus Rankine Analisa energi ini dilihat dari tiap komponen yang terdapat pada siklus Rankine. Persamaan energi untuk masing-masing komponen dapat ditulis sebagai berikut : 1. Pompa (Q = 0) WP = (h2-h1) = v(P2-P1) (2.1) 2. Boiler (W = 0) Qin = (h3 h2) (2.2) 3. Turbin (Q = 0) WT, out = (h3 h4) (2.3) 4. Kondensor (W = 0) Qout = (h4 h1) (2.4)

Efisiensi termal siklus Rankine dapat ditulis :

Komponen-komponen Utama pada PLTU Pompa Fungsi pompa adalah memindahkan air dari tangki air pengisi ke boiler dengan tekanan yang cukup. Umumnya pompa ini berupa multi stage pompa sentrifugal yang digerakkan oleh motor listrik atau turbin. Rotor harus dalam keseimbangan yang sempurna dan menahan daya dorong dari bearing. Boiler Boiler berfungsi untuk mengubah air (feed water) menjadi uap panas lanjut (superheated steam) yang akan digunakan untuk memutar turbin. Bagian pemindah panas dari boiler terdiri dari pemanas mula (Low Pressure Heater dan High Pressure Heater) , economizer, pemanas lanjut (Superheater), dan pemanas ulang (Reheater). Turbin Uap Turbin uap berfungsi untuk mengkonversi energi panas yang dikandung oleh uap menjadi energi putar (energi mekanik). Poros turbin dikopel dengan poros generator sehingga ketika turbin berputar generator juga ikut berputar. Secara umum komponen-komponen utama dari sebuah turbin uap adalah : Nosel, sebagai media ekspansi uap yang merubah energi potensial menjadi energi kinetik. Sudu, alat yang menerima gaya dari energi kinetik uap melalui nosel. Cakram, tempat sudu-sudu dipasang secara radial pada poros. Poros, sebagai komponen utama tempat dipasangnya cakramcakram sepanjang sumbu. Bantalan, bagian yang berfungsi uuntuk menyokong kedua ujung poros dan banyak menerima beban. Kopling, sebagai penghubung antara mekanisme turbin uap dengan mekanisme yang digerakkan.

Kondensor Kondensor berfungsi untuk mengkondensasikan uap bekas dari turbin (uap yang telah digunakan untuk memutar turbin). Batas antara air laut sebagai pendingin dan air kondensat di dalam kondensor adalah pipa kondensor. Karena itu kebocoran pipa kondensor sangat membahayakan sekali, mengotori air pengisi. Ada instalasi mesin uap yang tidak memanfaatkan kondensor, disebut non condensing system steam power plant.

Perumusan

Turbin Uap Uap dari boiler pada keadaan 1 yang memiliki suhu dan tekanan tinggi berekspansi melalui turbin sehingga menghasilkan kerja dan sebagian dibuang ke kondensor pada keadaan 2 dengan tekanan relatif rendah.Dengan mengabaikan perpindahan panas ke lingkungan,energy kinetik dan perubahan energi potensial ,maka berlaku persamaan berikut:

Hasil diatas menyatakan tingkat kerja per unit massa uap yang melewati turbin.

Kondensor

Dalam kondensor terjadi perpindahan panas dari uap ke air pendingin yang mengalir dalam aliran terpisah. Uap mengembun dan suhu air pendingin meningkat. Pada keadaan tunak berlaku persamaan berikut:

Hasil diatas menyatakan tingkat energi yang ditransfer oleh panas dari fluida kerja kependingin air per satuan massa fluida kerja yang melewati kondensor. Energi transfer ini bernilai positif. Pompa Air yang meninggalkan kondensor pada keadaan 3 dipompa ke boiler tekanan tinggi. Dengan asumsi tidak ada panas yang ditransfer ke lingkungan,maka berlaku persamaan berikut:

Persamaan diatas menyatakan tingkat daya input per unit massa yang melewati pompa. Transfer energi ini bernilai positif.

Boiler Fluida kerja (air) melengkapi siklus pompa pada keadaan 4 memasuki boiler untuk kembali dipanaskan dan diuapkan.Pada keadaan ini berlaku :

Persamaan tersebut menyatakan laju transfer panas dari sumber energi ke fluida kerja per satuan massa yang melewati boiler.

Efisiensi Thermal Ukuran efisiensi thermal dari energi input menuju fluida kerja yang melewati boiler adalah net work output. Dengan menggunakan kuantitas dan persamaan yang telah ada, maka efisiensi thermal dari powert cycle adalah

Karena kerja output sama dengan panas masukan maka, efisiensi termal dapat dinyatakan sebagai:

Parameter lain yang digunakan adalah dengan back work ratio (bwr), yang didefinisikan sebagai rasio dari kerja yang dilakukan oleh pompa dengan kerja yang dihasilkan oleh turbin.

Performa kerja yang dianggap baik adalah jika kerja yang dilakukan oleh pompa jauh lebih kecil dari kerja yang dihasilkan oleh turbin.

Keunggulan dan Kelemahan PLTU Keunggulan PLTU antara lain : 1. Dapat dioperasikan menggunakan berbagai jenis bahan bakar (padat, cair dan gas). 2. Dapat dibangun dengan kapasitas yang bervariasi. 3. Dapat dioperasikan dengan berbagai mode pembebanan. 4. Kontinyuitas operasinya tinggi. 5. Usia pakai (life time) relatif lama.

Kelemahan PLTU antara lain: 1. Sangat tergantung pada tersedianya pasokan bahan bakar 2. Tidak dapat dioperasikan (start) tanpa pasokan listrik dari luar 3. Memerlukan tersedianya air pendingin yang sangat banyak dan kontinyu 4. Investasi awalnya mahal

BAB III METODE PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan Percobaan 1. Tungku 2. Ketel / Boiler 3. Turbin 4. Gearbox sebagai pengubah frekuensi 5. Generator sebagai pembangkit tenaga listrik 6. Alat ukur tekanan 7. Alat ukur temperatur 8. Laju alir 9. Katup pengaman

3.2 Prosedur Percobaan 1. Memastikan alat-alat ukur berada pada posisinya. 2. Mengisi boiler dengan air sampai volume yang ditentukan. 3. Menghidupkan tungku, mengamati tekanan dan temperatur di dalam boiler setiap selang waktu tertentu sampai air mendidih. 4. Melakukan prosedur seperti nomor 3, sampai turbin mulai berputar. 5. Mengukur laju aliran uap menggunakan flow meter pada pipa uap yang masuk ke turbin. 6. Mengamati lampu indikator, ketika indikator mulai menyala, mengukur arus dan tegangannya. 7. Melanjutkan pengukuran arus dan tegangan untuk setiap selang waktu tertentu sampai tegangan dan arus yang terukur relatif konstan. 8. Mematikan tungku. 9. Melakukan prosedur yang sama dari nomor 2 s/d 8 untuk pengamatan kedua.

DAFTAR PUSTAKA

http://repository.ui.ac.id/dokumen/lihat/1809.pdf http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21965/7/Cover.pdf http://rakhman.net/2013/04/fungsi-dan-prinsip-kerja-pltu.html http://www.scribd.com/document_downloads/direct/49431944?extension=docx&ft=1 397529295&lt=1397532905&user_id=69932215&uahk=G3k7okCUJcqp21mVj+Ar UKoiZJ0

TUGAS PENDAHULUAN
1. Jelaskan fungsi dari masing masing alat pada pembangkit listrik tenaga uap mini seperti pada gambar diatas 2. Jelaskan prinsip kerja dan cara kerja pembangkit listrik tenaga uap 3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan siklus rankine, bagaimana rumusan efisiensi siklus tersebut menurut termodinamika 4. Bagaimana cara untuk memperkirakan daya listrik yang dihasilkan PLTU 5. Hitung debit aliran uap yang masuk ke dalam turbin 6. Hitung entalpi uap saat masuk ke dalam turbin dan saat keluar turbin 7. Hitung daya listrik yang dihasilkan Jawab : 1. Terdapat pada teori dasar 2. Terdapat pada teori dasar 3. Terdapat pada teori dasar 4. Terdapat pada teori dasar