Anda di halaman 1dari 6

PRIA ADHI YAKSA 2010730085

ANTITUSIF
Secara umum berdasarkan tempat kerja obat, antitusif dibagi atas antitusif yang bekerja di perifer dan antitusif yang bekerja di sentral. Antitusif yang bekerja di sentral dibagi atas golongan narkotik dan nonnarkotik

Antitusif yang bekerja di perifer Obat golongan ini menekan batuk dengan mengurangi iritasi lokal di saluran napas, yaitu pada reseptor iritan perifer dengan cara anestesi langsung atau secara tidak langsung mempengaruhi lendir saluran napas Antitusif yang bekerja sentral Obat ini bekerja menekan batuk dengan meninggikan ambang rangsang yang dibutuhkan untuk merangsang pusat batuk

INGUS
sel mukosa dalam hidung dan saluran napas mengeluar lendir untuk menghangatkan udara yang masuk ke dalamnya. di hidung lendir atau mukus ini juga berfungsi untuk membantu memerangkap partikel udara agar tidak langsung masuk lebih dan memberikan efek buruk pada kesehatan. ingus terjadi karena produksi mukus berlebih sebagai reaksi terhadap stimulus tertentu, misalnya partikel alergen, atau karena kondisi penyakit lainnya, misalnya flu.

SPUTUM
Jika pembentukan mukus yang berlebihan, proses normal pembersihan mungkin akan terganggu, bila hal ini terjadi, membran mukosa akan terangsang, dan mukus dibatukkan keluar sebagai sputum.

SALIVA
Air liur atau saliva sebagian besar diproduksi oleh tiga kelenjar utama yakni kelenjar parotis, kelenjar sublingual dan kelenjar submandibula. Terbagi dua dalam pengeluaran Sekresi serus,ptyalin, berperan dalam pencernaan Sekresi mukus, musin, berperan dalam pelumasan dan perlindungan