Anda di halaman 1dari 2

Definisi dan Karakteristik Liabilitas (bahasa Inggris: liability) adalah utang yang harus dilunasi atau pelayanan yang

harus dilakukan pada masa datang pada pihak lain. Liabilitas adalah kebalikan dari aset yang merupakan sesuatu yang dimiliki. Liabilitas adalah kewajiban kini entitas yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya dapat mengakibatkan arus arus keluar sumber daya keluar sumber daya entitas entitas yang mengandung manfaat ekonomi. Contoh liabilitas adalah uang yang dipinjam dari pihak lain, giro atau cek yang belum dibayarkan, dan pajak penjualan yang belum dibayarkan ke negara. Provisi adalah liabilitas yang waktu dan jumlahnya belum pasti. Istilah liabilitas diadopsi dari bahasa Inggris liability untuk menggantikan istilah sebelumnya, kewajiban. Kini kata kewajiban digunakan untuk merujuk pada istilah bahasa Inggris obligation. Liabilitas dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal kredit, dan biasanya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: 1. Liabilitas jangka pendek - liabilitas yang dapat diharapkan untuk dilunasi dalam jangka pendek (satu tahun atau kurang). Biasanya terdiri dari utang pembayaran (hutang dagang, gaji, pajak, dan sebagainya), pendapatan ditangguhkan, bagian dari utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam tahun berjalan, obligasi jangka pendek (misalnya dari pembelian peralatan), dan lain-lain. 2. Liabilitas jangka panjang - liabilitas yang penyelesaiannya melebihi satu periode akuntansi (lebih dari satu tahun). Biasanya terdiri dari utang jangka panjang, obligasi pensiun, dan lainlain. Suatu laibilitas diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka pendek jika: a. Entitas mengharapkan akan menyelesaikan laibilitas tersebut dalam siklus operasi normalnya; b. Entitas memiliki laibilitas tersebut untuk tujuan diperdagangkan; c. Liabilitas tersebut jatuh tempo untuk diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulan setelah periode pelaporan; atau d. Entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menunda penyelesaian laibilitas selama sekurangkurangnya 12 bulan setelah periode pelaporan. Entitas mengklasifikasi laibilitas yang tidak termasuk kategori tersebut sebagai laibilitas jangka panjang.

Pengakuan dan Pengukuran Provisi diakui jika: a. entitas memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu; b. kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumberdaya yang mengandung manfaat ekonomi; yang mengandung manfaat ekonomi; dan c. estimasi estimasi yang andal yang andal mengenai mengenai jumlah jumlah kewajiban ter sebut dapat dibuat.

Jika kondisi di atas tidak terpenuhi maka kondisi di atas tidak terpenuhi, maka kewajiban diestimasi tidak diakui. Dalam kasus kewajjiban kini Present Obligation tidak dapat ditentukan secara jelas: a. setelah mempertimbangkan semua bukti tersedia, b. terdapat kemungkinan lebih besar terjadi daripada tidak terjadi terjadi bahwa bahwa kewajiban kini telah ada, pada akhir periode pelaporan. Pengukuran 1. Estimasi terbaik Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan. 2. Risiko dan Ketidakpastian Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan. 3. Nilai Kini Jika Jika dampak nilai waktu uang cukup material maka jumlah dampak nilai waktu uang cukup material, maka jumlah provisi adalah nilai kini dari perkiraan pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban. 4. Peristiwa Masa Depan Peristiwa masa depan yang dapat mempengaruhi jumlah yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu kewajiban harus tercermin tercermin dalam jumlah provisi jika ada bukti obyektif bahwa dalam jumlah provisi jika ada bukti obyektif bahwa peristiwa itu akan terjadi. 5. Rencana Pelepasan Aset Keuntungan sehubungan dengan rencana pelepasan aset tidak boleh dipertimbangkan dalam menghitung suatu provisi.