Anda di halaman 1dari 10

PENILAIAN MALOKLUSI BERDASARKAN HANDICAPPING MALOCCLUSION ASSESSMENT INDEX (HMA) PADA PASIEN ORTODONTIK DI RSGM FKG UNHAS

SKRIPSI Widya Febrianti R !ani " ### $% #&$

UNI'ERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI MAKASSAR ($##

Abstrak T)*)an: untuk menilai tingkat keparahan maloklusi pada pasien ortodontik di RSGM FKG UNHAS berdasarkan indeks Handicapping Malocclusion Assessment Index (HMA) Met de+ enelitian ini menggunakan metode deskripti!" dengan #umlah sampel seban$ak %&& model studi pasien dari tahun '&&()'&%&" *ilakukan pengamatan terhadap model pasien dengan menggunakan indeks HMA. enilaian HMA berdasarkan pen$impangan gigi dalam satu rahang $ang meliputi gigi absen+ gigi ber#e#al+ gigi rotasi+ dan gigi renggang" HMA #uga menilai kelainan hubungan gigi kedua rahang dalam keadaan oklusal $akni untuk segmen anterior meliputi overjet (#arak gigit)+ overbite (tumpang gigit), crossbite (gigitan silang)+ openbite (gigitan terbuka) sedangkan untuk segmen posterior menilai kelainan antero) posterior" Ha!i, + ersentase maloklusi terbesar adalah gigi ber#e#al segmen anterior rahang atas $aitu ,&- kemudian gigi absen segmen posterior rahang ba.ah sebesar //-" Kelainan hubungan gigi dalam keadaan oklusi segmen anterior overjet memiliki persentase $ang terbesar $aitu ,&- sedangkan $ang terke0il $aitu crossbite sebesar 1-" Kelainan hubungan gigi dalam oklusi segmen posterior kelainan hubungan gigi oklusi posterior memiliki persentase tertinggi pada kelainan antero)posterior pada gigi premolar kedua ke arah distal sebesar %(- dan gigi kaninus $ang bergeser ke arah mesial sebesar %,-" 2erdasarkan distribusi maloklusi pada pasien ortodontik RSGM FKG UNHAS persentase keparahan tertinggi $akni /&- pada maloklusi berat $ang memerlukan pera.atan dan $ang terendah pada maloklusi ringan $ang tidak memerlukan pera.atan seban$ak 3-" Kata Kun0i : maloklusi+ Handicapping Malocclusion Assessment Index (HMA)

Abstract Ai-: to assess the se4erit$ o! malo00lusion in orthodonti0 patients in RSGM FKG UNHAS b$ Handicapping Malocclusion Assessment Index (HMA) Materia, and -et. d!: 5his stud$ uses des0ripti4e methods b$ the number o! samples o! %&& patients !rom the stud$ o! model $ears '&&()'&%&" 6bser4ation o! the patient model b$ using the HMA inde7" HMA assessments based on the teeth in one #a. irregularities .hi0h in0lude missing+ 0ro.ding+ rotation+ and spa0ing" HMA also assess abnormalities o! #a. relationships in a state o! the se0ond tooth o00lusal to the anterior segment in0lude o4er#et+ o4erbite+ 0rossbite+ openbite .hile to assess the posterior segment antero)posterior abnormalities" Re!),t!+ 5he stud$ sho.ed persentse dental malo00lusion is the largest o! ma7illar$ anterior: 0ro.ding is ,&- then the teeth missing mandibular posterior segment b$ //-" Abnormalities o! the teeth in a state o! o00lusion relationship o! anterior o4er#et segment has the largest per0entage is ,&- .hile the smallest is 1- 0rossbite" Abnormalities o! the teeth in o00lusion relationships posterior segment abnormalities o! the posterior o00lusion tooth relationships had the highest per0entage in the antero)posterior abnormalities o! the se0ond premolars distal dire0tion b$ %(- and the 0anines are shi!ted to.ard the mesial o! %,-" 2ased on the distribution o! malo00lusion in orthodonti0 patients RSGM FKG se4erit$ UNHAS highest per0entage ie /&- in se4ere malo00lusion that re8uire the lo.est maintenan0e and minor malo00lusion not re8uiring treatment as mu0h as 3-" Ke$ .ords: Malo00lusion+ Handi0apping malo00lusion Assessment 9nde7 (HMA)

BAB I

PENDAHULUAN #/# LATAR BELAKANG 6rtodontik merupakan salah satu 0abang ilmu kedokteran gigi $ang

mempela#ari pertumbuhan struktur #aringan gigi+ perkembangan oklusi gigi geligi serta mempela#ari 0ara pen0egahan dan pera.atan kelainan dento!asial+ termasuk maloklusi untuk mendapatkan oklusi $ang sehat+ seimbang+ stabil+ dan estetik" % Maloklusi merupakan oklusi $ang men$impang dari normal" en$impangan

tersebut berupa 0iri)0iri maloklusi $ang #umlah dan ma0amn$a sangat ber4ariasi baik dari tiap indi4idu maupun sekelompok populasi"' ada umumn$a manusia lebih mudah mengenal keadaan $ang abnormal daripada $ang normal" Untuk bisa menilai maloklusi harus mengetahui oklusi normal"% 6klusi dikatakan normal+ #ika susunan gigi dalam lengkung geligi teratur baik serta terdapat hubungan $ang harmonis antara gigi atas dengan gigi ba.ah+ hubungan seimbang antara gigi+ tulang rahang terhadap tulang tengkorak dan otot sekitarn$a $ang dapat memberikan keseimbagan !ungsional sehingga diperoleh estetik $ang baik"' Menurut Angle $ang dikutip oleh *e.anto oklusi normal adalah apabila ton#ol mesiobukal gigi molar pertama permanen maksila berkontak dengan lekuk bukal gigi molar pertama permanen mandibula dan apabila disertai lengkung gigi maksila da mandibula dalam keadaan baik maka didapatkan oklusi ideal"

Kemungkinan besar tak seorang pun memiliki oklusi $ang ideal"

Hal ini sesuai dengan pendapat Sal:mann $ang dikutip oleh *e.anto men$atakan bah.a oklusi ideal adalah sebuah !ormula hipotesis (dugaan) $ang tidak ada dan tidak akan ter#adi pada seseorang" *alam pera.atan ortodontik semaksimal mungkin dilakukan pera.atan untuk men0apai oklusi $ang normal maupun $ang ideal"% 2eberapa tahun terakhir ini+ pera.atan ortodontik untuk mengatasi maloklusi semakin diminati berbagai golongan usia" Hal ini disebabkan karena tinggin$a pre4alensi maloklusi $ang ter#adi di mas$arakat" ; Maloklusi dapat dinilai se0ara klinis dan epidemiologis" <ara sederhana untuk mengelompokkan maloklusi ialah dengan klasi!ikasi Angle" Angle mengelompokkan maloklusi men#adi tiga klas $aitu klas 9+ klas 99 dan klas 999" 5iap)tiap kelompok maloklusi tersebut memiliki keparahan $ang berbeda)beda" % enilaian seberapa #auh pen$impangan $ang ter#adi atau menilai keparahan suatu maloklusi tidaklah mudah" Untuk itu diperlukan pengalaman klinik dan pengetahuan $ang luas mengenai oklusi" Meskipun demikian perbedaan persepsi antar indi4idu tetap sa#a ada disebabkan adan$a perbedaan kriteria penilaian+ sehingga kemungkinan tetap ada unsur sub$ekti! dalam menilai suatu keparahan maloklusi", enilaian $ang sederhana tentang !rekuensi dari suatu kondisi dapat din$atakan dengan rasio+ tetapi untuk sur4ei populasi $ang lebih ke0il biasan$a digunakan sistem indeks" 2eberapa indeks maloklusi telah diusulkan" 9ndeks) indeks tersebut se0ara kuantitati! dapat dikelompokkan sebagai berikut: penilaian

terhadap gigi $ang

letakn$a tidak teratur dengan Malignment Index+ penilaian

tentang 0iri)0iri maloklusi dengan H=* index+ 6F9 index+ HMA Index+ dan penilaian hubungan antara tiap)tiap 0iri maloklusi dengan Treatment Priority Index (5 9)"% Salah satu teknik untuk mengukur keadaan maloklusi adalah Handicapping Malocclusion Assessment Index (HMA)" enilaian HMA berdasarkan

pen$impangan gigi dalam satu rahang $ang meliputi gigi absen+ gigi ber#e#al+ gigi rotasi+ dan gigi renggang" HMA #uga menilai kelainan hubungan gigi kedua rahang dalam keadaan oklusal $akni untuk segmen anterior meliputi overjet (#arak gigit)+ overbite (tumpang gigit), crossbite (gigitan silang)+ openbite (gigitan terbuka) sedangkan untuk segmen posterior menilai kelainan antero)posterior"% ada bagian 6rtodonsia Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Uni4ersitas Hasanuddin (RSGM FKG UNHAS) ban$ak ditemukan berbagai ma0am kasus maloklusi" era.atan maloklusi dilakukan dengan alat ortodontik lepasan" *engan menggunakan indeks HMA dapat ditentukan 0iri maloklusi sehingga dapat mengarahkan dalam pera.atan ortodontik" Untuk saat ini dalam menentukan tingkat keparahan pasien maloklusi di RSGM FKG UNHAS tidak menggunakan suatu indeks" 6leh karena itu dianggap penting untuk melakukan penilaian maloklusi dengan indeks HMA"

1.2 RUMUSAN MASALAH

2erdasarkan latar belakang $ang telah diuraikan+ maka dapat dibuat rumusan masalah sebagai berikut bagaimana tingkat keparahan maloklusi pada pasien ortodontik di RSGM FKG UNHAS $ang dinilai berdasarkan indeks HMA>
1.3 TU"UAN PENELITIAN

2erdasarkan rumusan masalah+ maka tu#uan dari penelitian ini adalah untuk menilai tingkat keparahan maloklusi pada pasien ortodontik di RSGM FKG

UNHAS berdasarkan indeks HMA"

1.4 MANFAAT PENELITIAN

Man!aat $ang dapat diperoleh dari penelitian $ang dilakukan adalah sebagai berikut: #/&/# Man0aat i,-ia. %" Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan in!ormasi tentang 0ara menilai tingkat keparahan pasien ortodontik di RSGM FKG UNHAS dengan indeks HMA" '" Memberikan in!ormasi mengenai tingkat keparahan pasien

ortodontik dengan alat ortodontik lepasan di bagian 6rtodonsia RSGM FKG UNHAS" #/&/( Man0aat Pra1ti!/ Hasil penelitian diharapkan dapat di#adikan sebagai bahan

pertimbangan pengambilan kebi#akan pengembangan klinik di bagian 6rtodonsia RSGM FKG UNHAS"

BAB ' PENUTUP


2/# Ke!i-3),an 2erdasarkan hasil penelitian $ang dilakukan peneliti pada model studi pasien ortodontik di RSGM FKG UNHAS dengan sampel seban$ak %&& model dengan menggunakan Handicapping Malocclusion Assessment index (HMA)+ maka dapat disimpulkan sebagai berikut: %" 5ingkat keparahan maloklusi $ang diperoleh $aitu: a) b) 0) d) e) 6klusi normal Maloklusi ringan (tidak perlu pera.atan) Maloklusi ringan (perlu pera.atan) Maloklusi berat (perlu pera.atan) Maloklusi berat (sangat perlu pera.atan) : &: 3: ;& : /& : ';-

'" Kelainan gigi terban$ak terdapat pada gigi ber#e#al dan gigi absen posterior" ;" Kelainan oklusi segmen anterior terban$ak pada kasus overjet dan terendah pada kasus crossbite" /" Kelainan oklusi segmen posterior terdapat pada kelainan antero)posterior $akni pada gigi premolar (distal) dan gigi kaninus (mesial)"

2/( Saran

erlu dilakukan penelitian lebih lan#ut lagi dalam menilai tingkat keparahan maloklusi sebab penggunaan indeks HMA memiliki

kekurangan $akni gigi absen memiliki pengaruh besar dalam penentuan tingkat keparahan" ) ada penelitian ini han$a mengunakan model studi pasien ortodontik tanpa alat pengukuran" 6leh karena itu diharapkan pada penelitian selan#utn$a digunakan alat pengukuran sehingga hasil $ang diperoleh dapat lebih akurat

10