Anda di halaman 1dari 7

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Data dan Perhitungan Data Percobaan Tabung 1 ! 3 4 5 % " % # 10 11 1!

13 14 1' Perhitungan Indeks (ias sampel ) 1,3#3" *ange + antara tabung ke ' dan $ (1,3%#4 1,40"4) ,omposisi sampel se-ara per-obaan 1. Sirup / komposisi ) 0 / 0.komposisi /kesala3an ) )0/ ) 14 m2 ) 0 m2 ) Aquades (ml) 4 3 ! 1 0 0 0 0 0 1 ! 3 1 ! 1 Etilen glikol (ml) 0 1 ! 3 4 ! ! 1 0 0 0 0 ! 1 1 Sirup (ml) 0 0 0 0 0 1 ! 3 4 3 ! 1 1 1 ! Indeks bias 1,3330 1,34"# 1,3$1% 1,3"$" 1 !"#4 1 40&4 1,4!03 1,44$! 1,4$1% 1,434$ 1,400# 1,3$40 1,3%%$ 1,3"!% 1,410$ Warna

$ ' && &&& &&&& &&& && & & & &&

!.

Aquades / komposisi )

) ) ',3 /
/ komposisi ) '0 / ',3 / ) 44,$#% / 0.komposisi ) ) 1,"%"# m2 ) )0/ 3. Etilen 4likol / koposisi 0.komposisi ) 100 / (!' / &44,$#% /) ) 30,30! / ) 14 m2 ) 1,!1! m2 ( ) $#,$# / / kesala3an rata rata ) ) !3,!3 / / kesala3an )

/ kesala3an )

4.) Pe*baha+an 5alam praktikum kali analisis tiga -ampuran kali ini, kami menggunakan -ampuran dari sirup, aquades, dan etilen glikol '0/. 5alam proses pen-ampuran ini dilakukan 6ariasi 6olume dari masing masing sampel. 7em6ariasian ini dilakukan agar didapatkan range data 3asil dari per-obaan. 5an dapat 8uga mempermuda3 kita dalam menentukan sampel 9ang diberikan. 5alam penentua sampel, dilakukan dua bua3 8enis pengu8ian, 9aitu + 1. 7engu8ian :arna !. 7engu8ian indeks bias 5alam pengu8ian :arna, dilakukan pen9amaan :arna dari sampel dengan :arna dari deretan satandar 9ang tela3 dibuat. ;al ini dapat dilakukan karena dari :arna

9ang sama atau mendekati sama kita dapat menentukan kandungan -ampuran dari sampel tersebut. 5alam 3al ini, sampel 9ang didapat terdapat dalam range standar no.' dan no.$. ;al ini menun8ukkan ba3:a kemungkinan kandungan -ampuran dari sampel berada dalam range -ampuran tersebut. 5alam 3al ini, standar 9ang digunakan memliki perbedaan :arna antara satu dengan 9ang lainn9a. ;al ini dapat ter8adi karena pengaru3 6olume sirup 9ang ada didalam standar. <ika 6olume sirup tersebut besar maka :arna 9ang di3asilkan makin pekat. ;ali ini membuktikan ba3:a 6olume sirup dalam standar berbanding lurus dengan kepekatan :arna 9ang di3asilkan. Selan8utn9a adala3 pengu8ian indeks bias, pengu8ian indeks bias ini dilakukan dalam alat spektro=otometer A((E. 5alam penggunaann9a, sebelum kita meneteskan sampel pada sistim prisma, prisma tersebut kita bersi3kan dengan tisu. 4unan9a adala3 agar prisma tersebut tidak ada pengotorn9a, karna 8ika tidak dibersi3kan maka kemungkinan debu debu atau nekas dari pengu8ian sebelumn9a masi3 menempel dan dapat meng3alangi sinar 9ang akan mele:atin9a, akibatn9a 3asil 9ang diperole3 dapat beruba3 dari 9ang semestin9a. 5ari data 9ang didapatkan, dapat terli3at ba3:a semakin ban9ak 6olume sirup dalam sampel maka nilai dari indeks biasn9a 8uga akan semakin tinggi. ,emungkinan 3al ini disebabkan karna 6olume sirup dalam standar akan mempengaru3i kepekata standar. <adi 8ika 6olume sirup dalam standar semakin ban9ak maka semakin kental pula standar tersebut. 5apat disimpulkan ba3:a semakin kental standar 9ang digunakan maka akan semakin besar pula nilai dari indeks bias 9ang idapatkan.

1. ,ESIMP-LAN DAN SA.AN 5.1 ,e+i*/u0an 5alam analisa tersebut dapat diambil kesimpulan antara lain + Indeks bias larutan sampel 9aitu 1,3#"' 1. 0olume sirup berbanding lurus dengan kekentalan standar !. 0olume sirup berbanding lurus dengan indeks bias '.! Saran >ntuk mendapatkan 3asil 9ang lebi3 baik maka disarankan pada praktikan selan8utn9a agar +

Memahami dengan baik dan benar cara kerja dari praktikum Teliti dalam melihat skala yang tertera pada buret dan refraktometer 2ebi3 teliti dalam meli3at sinar

ANALISA 1-.NAL <udul Tu8uan Teori + Analisis komponen kimia min9ak atsiri pada tanaman nilam 3asil destilasi uapair dengan menggunakan ,4 S? + ?engeta3ui komponen kimia min9akatsiri pada tanaman nilam + Tanaman nilam merupakan sala3 satu tanaman peng3asil min9ak atsiri utama di Indonesia dan memiliki nila ekonomi tinggi. Indonesia merupakan @egara pensupla9 min9ak nilam terbesar di pasaran dunia, 3amper "0/ dari total

kebutu3an min9ak nilam dunia berasal dari Indonesia. Sedangkan @egara peng3asil nilam lainn9a adala3 dari Aina (2uton9, 1##4 dalam ;erlina, !00$). 2ebi3 8au3 8enis tanman nilam 6arietas pogostemon cablin (ent3, sebenarn9a dari Bilipina 9ang kemuudian berkembang ke ?ala9sia dan Indonesia. 7roses pengola3an min9ak atsiri dari tanaman nilam 9ang dikembangkan ole3 petani di 5esa malango, ,e-. Taluditi, ,ab. 7o3u:ato masi3 sangat seder3ana 9aitu dengan menggunakan metode distilasi uap air sebagaimana terlampir pada (lampiran #). ;al ini sangat dimungkinkan berpengaru3 pada mutu min9ak nilam 9ang di3asilkan. Isolasi min9ak nilam dengan konsentrasi pat-3ouli alko3ol perna3 dilakukan ole3 ;ernani dan Wi8a9a (!00!) dengan ekstraksi menggunakan pelarut organik, dengan kemurnian sebesar %!,1/. 5isamping itu, Can9an et al (!004) tela3 melakukan isolasi min9ak nilam dengan konsentrasi pat-3ouli alko3ol melalui tiga ta3apan 9aitu metode distilasi =raksinasi dengan tekanan renda3, dilan8utkan dengan larutan @aD; 1 ?, kemudian metode kromatogra=i -air 6akum. Ta3apan metode tersebut dapat meningkatkan kadar pat-3ouli alko3ol sebesar 3',""/ ?in9ak nilam 9ang masing mengadung molekul air dikeringkan dengan ?gSD4 9ang tela3 dipreparasi sebelumn9a. Isolasi ini men3asilkan min9ak ber:arna kuning dengan rendemen !,4/. Analisis menggunakan ,4 S? menun8ukkan ba3:a terdapat !$ komponen pen9usun min9ak atsiri, dengan % pun-ak dominan 9ang nerupakan sen9a:a+ 7at-3ouli alko3ol (!0,3$/), 5elta guaiene (14,'0/), Alp3a guaiene (1!,%#/), 7ogostol (3,'%/), 7alustrol (1,$4/), (eta pinene (0,3'/), dan Alp3a pat-3oulena (",'4/). ,omponen utama pen9usun min9ak atsiri 9aitu sen9a:a pat-3ouli alko3ol dengan kadar 9ang diperole3 !0,3$/.