Anda di halaman 1dari 2

Strukrur Organisasi Rohis Nurul ilmi 2012

Pembukaan Insan Gaufuan Bismillahirrahmanirrahim..... Assalamualaikum Wr.Wb

. .

Segala Puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita masih diberikan kenikmatan baik nikmat Iman ataupun nikmat kesehatan fisik sehingga kita senantiasa diberi kemudahan dalam segala urusan . Shalawat serta Salam semoga selalu tercurah kemuda Qudwah kita yakni Baginda Rasulullah SAW yang telah Umat Islam dari kegelapan menuju Cahaya terang benderang. Warga Muslim FMIPA UNPAD yang sungguh sangat luar biasa, Alhamdulillah Kepengurusan Rohis Nurul ilmi periode 2012 sudah terbentuk. Walaupun memang terlambat dalam pelaksanaannya, mudah-mudahan tidak menjadi penghalang bagi kami dalam memberikan pelayanan umat dan memfasilitasi setiap kebutuhan rohani keislaman yang dibutuhkan . Pada tahun ini, Lembaga Dakwah Fakulatas MIPA sudah resmi berganti nama sesuai yang telah disebutkan diatas yakni dari DKM Nuril menjadi Rohis Nuril FMIPA Unpad. Tentu ini merupakan suatu tantangan bagi kami dalam mewujudkan suasana Kesilaman yang dinamis di lingkungan MIPA Unpad. Buletin ini merupakan salah satu media kami dalam memberikan kebutuhan rohani dengan cara yang begitu berbeda dan memberikan Informasi penting supaya menambah wawasan keislaman khususnya untuk seluruh warga Muslim yang ada di Lingkungan FMIPA UNPAD. Akhirnya , saya ucapkan banyak terima kasih atas segala bentuk dukungan yang diberikan pada kami. Dan tentunya segala saran dan kritik akan selalu kami tunggu agar kepengurusan kami menjadi lebih baik. Akhirul Kalam.., Wassalamualaikum Wr.Wb

Open recruitment kaka asuh PAA (pembinaan adik asuh) rohis nurul ilmi ceria 2012 Mengajar pengetahuan agama islam dan umum pada adik-adik SD, Menjadi donatur PAA

Hadiri grand opening pada tanggl 19 mei 2012 di SD Cikeruh 2 Sayang Tema Mangembangkan kreatifitas dengan memanfaatkan barang bekas Be there and dont miss it, mari beramal untuk generasi penerus bangsa yang lebih baik Info lebih lanjut hubungio CP085794704815 (sari banon)

Islam dan Pendidikan


Sumber : http://caspershaft.blogspot.com/2007/02/islam-dan-pendidikan.html
Pada dasarnya, sistem pendidikan Islam didasarkan pada sebuah kesadaran bahwa setiap Muslim wajib menuntut ilmu dan tidak boleh mengabaikannya. Rasulullah saw telah bersabda: "Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Adi dan Baihaqi). Sabda Rasulullah saw di atas menggambarkan bahwa umat Islam adalah umat yang mencintai ilmu pengetahuan. Banyak nash al-Qur'an maupun hadits Nabi yang menyebutkan juga keutamaan mencari ilmu dan orang-orang yang berilmu. Allah Swt antara lain berfirman: "Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat." (TQS al-Mujadalah [58]: 11). Nabi saw juga antara lain bersabda: "Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan baginya untuk menuju surga." (HR. Muslim dan atTurmudzi). Motivasi Mencari Ilmu Kata ilman yang berasal dari bahasa Arab bersifat nakirah (umum), artinya mencakup segala macam ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, tidak ada larangan dalam Islam untuk mempelajari pengetahuan apapun selama tidak bertentangan dengan aqidah Islam. (lihat: Sistem Pendidikan di Masa Khilafah, Dr. Abdurrahman alBaghdadi). Sesungguhnya motivasi seorang Muslim untuk mencari ilmu adalah dorongan ruhiyah, bukan untuk mengejar faktor duniawi semata. Seorang Muslim yang giat belajar karena terdorong oleh keimanannya, bahwa Allah Swt sangat cinta dan memuliakan orang-orang yang mencari ilmu dan berilmu di dunia dan di akhirat. Hal itulah yang tampak jelas pada kehidupan generasi para sahabat, tabi'in serta tabi' at-tabi'in. Ketika Imam Syafi'i rahimahullah ditanya orang tentang ikhtiarnya dalam mencari ilmu, ia menjawab, "Seperti seorang perempuan yang kehilangan anaknya, padahal ia tidak mempunyai anak selainnya." (KH. Moenawar Chalil, Biografi Empat Serangkai Imam Madzhab). Dengan demikian, seorang Muslim yang tidak meluangkan waktunya untuk mencari ilmu telah berdosa (karena menuntut ilmu adalah wajib, sama seperti kewajiban menegakkan sholat dan ibadah lainnya), dan secara pasti ia telah menutup diri dari kemuliaan yang akan dilimpahkan Allah Swt kepadanya. Pendidikan Dalam Lintasan Sejarah Islam Pengelolaan pendidikan dalam lintasan sejarah Islam telah dimulai oleh Rasulullah saw dan para Khulafa ar-Rasyidin. Rasulullah saw misalnya telah menjadikan mengajar baca-tulis bagi 10 orang penduduk Madinah sebagai syarat pembebasan bagi setiap tawanan perang Badar. Harta tebusan tawanan perang adalah milik Baitul Mal (kas negara). Dalam hal ini, ternyata Rasulullah saw menjadikannya sebagai 'anggaran' bagi pendidikan masyarakat. Hal serupa dilakukan pula pada masa Khalifah Umar ibn al-Khaththab ra. Beliau menugaskan tiga orang guru untuk mengajar penduduk kota Madinah baca-tulis, dengan gaji yang dikeluarkan dari Baitul Mal. Dan gaji yang diberikan kepada ketiga orang guru tersebut untuk setiap orangnya adalah 15 dinar setiap bulannya (1 dinar = 4,25 gram emas). Para khalifah sepeninggal Khulafa ar-Rasyidin juga dikenal sebagai negarawan yang amat menghargai orang-orang yang berilmu. Pada masa al-Makmun (Khalifah dari Bani Abbasiyah), misalnya, berdiri lembaga ilmiah pertama di dunia yang dinamakan Darul Hikmah. Kemudian didirikan pula lembaga ilmiah yang kedua yang diberi nama dengan Lembaga Ilmiah an-Nizhamiah. Tiga abad berikutnya, di kota Baghdad didirikan pula lembaga pendidikan lain bernama al-Mustansiriyah. Lembaga ini dibangun oleh Khalifah al-Mustansir al'Abasi pada tahun 640 H. Lembaga ini memiliki keistimewaan dengan adanya rumah sakit untuk mata kuliah kedokteran. Di kawasan Andalusia (daerah Spanyol), yang pernah menjadi pusat pemerintahan Islam, juga banyak dibangun banyak perguruan tinggi terkenal seperti Universitas Cordoba, Sevilla, Malaga, Granada dan yang lainnya. Orang-orang Eropa yang pertama kali belajar sains dan ilmu pengetahuan banyak tertarik untuk belajar di berbagai perguruan tinggi di Andalusia. Sehingga, lahirlah kemudian murid-murid yang menjadi para pemikir dan filosof terkenal Eropa. Sejak itu, dimulailah zaman Renaissance-nya Eropa. Perguruan tinggi Oxford dan Cambridge di Inggris merupakan tiruan dari lembaga pendidikan di daerah Andalusia yang menggabungkan pendidikan, pusat riset, dan perpustakaan. Walhasil, dari sejak pembentukan Daulah Islam di Madinah yang dibangun oleh Rasulullah saw sampai runtuhnya pada tanggal 3 Maret 1924 pada masa Khalifah Abdul Majid II di Turki, pendidikan masyarakat sangat diperhatikan sekali. Lalu, bagaimana mungkin kaum Muslim saat ini tidak merasakan kepedihan dan kerugian yang teramat besar dengan runtuhnya Daulah Islam, yang selama berabad-abad membuktikan perhatian dan kepeduliannya yang amat besar bagi pendidikan dan kesejahteraan masyarakat?. Wallahu a'lam bi ashshawab.