Anda di halaman 1dari 11

Peranan pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi danKualitas sumber daya manusia aparatur Dr. Ir.

Dharma Setyawan Salam, M.Ed

PERANAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR Oleh Dr. Ir. Dharma Setyawan Salam, M.Ed Abstrak Manajemen sumber daya manusia (aparatur) pemerintah terutama dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat) dapat dinilai kurang efektif, karena pada kenyataannya belum mampu menghasilkan sumber daya aparatur yang profesional serta bersih dari kegiatan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Padahal diklat seharusnya memeliki peran strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur, yaitu sumber daya manusia aparatur yang profesional baik memiliki kompetensi, sikap dan perilaku yang diharapkan sesuai dengan tugas dan peranan dalam jabatan tertentu. Dan materi pelajaran baik diklat pimpinan, fungsional, dan teknis lebih menonjolkan ranah koginitif dan psikomotor ketimbang ranah afektif. Kaledoskop permasalahan iklat seharusnya m em iliki peran strategis u ntu k m eningkatkan kualitas su m ber d aya m anu sia aparatur, yaitu sum ber d aya manusia aparatur yang profesional baik m em iliki kompetensi, sikap dan perilaku yang d iharapkan sesu ai d engan tu gas d an peranan d alam jabatan tertentu . Di negara-negara berkem bang termasuk Ind onesia peran birokrasi m asih sangat d om inan baik sebagai agen pelayanan, agen peru bahan, d an agen pem bangu nan. Keberhasilan birokrasi m enjalankan ketiga peran itu d ipengaruhi oleh ku alitas aparaturnya. Sayangnya birokrasi pem erintah ku rang optim al d alam m enjalankan ketiga peran d iatas sehingga memicu bangsa Ind onesia jatu h d alam kubangan m u ltikrisis yang berkepanjangan. Sed angkan ku rang optimalnya birokrasi d alam m enjalankan perannya d iakibatkan sikap d an perilaku aparatur pem erintah yang cend eru ng m elakukan koru psi, kolu si, d an nepotism e (KKN ), red tape, serta

12

Jurnal Administrasi Publik/Volume 1/No.1/2005

Peranan pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi danKualitas sumber daya manusia aparatur Dr. Ir. Dharma Setyawan Salam, M.Ed

berbagai bentuk patologi birokrasi lainnya. Meskipu n sikap d an perilaku KKN aparatur pem erintah itu bekerja sam a d engan pihak lain (m asyarakat), nam u n d em ikian karena aparatur pem erintah yang seharu snya lebih d apat d ikend alikan m aka sebenarnya ad a sesu atu yang salah (atau kurang efektif) d alam m anajem en su m ber d aya m anu sia (aparatu r) pem erintah teru tam a d alam penyelenggaraan pend id ikan dan pelatihan (diklat). Pad ahal d iklat seharu snya memiliki peran strategis u ntuk meningkatkan kualitas sum ber d aya manusia aparatur, yaitu su m ber d aya m anu sia aparatu r yang profesional baik m em iliki kompetensi, sikap dan perilaku yang d iharapkan sesu ai d engan tu gas d an peranan dalam jabatan tertentu. Beberapa hasil penelitian d an fakta-fakta di lapangan menunju kkan bahw a kurikulum, program, dan m ateri pelajaran baik d iklat pim pinan, fu ngsional, d an teknis lebih m enonjolkan ranah koginitif d an psikom otor ketim bang ranah afektif. Akibatnya d iklat banyak m enghasilkan orang pintar, tetapi belu m tentu m enjunju ng tinggi nilai-nilai kejuju ran d an kead ilan. Pad ahal orang pintar d apat m enjerumuskan suatu organisasi ke ju rang kenistaan tanpa d ibarengi sikap d an perilaku ju jur dan adil.

Belum tergarapnya ranah afektif ini m aka d alam hal pem binaan m oral d an etika serta internalisasi d an sosialisasi nilai-nilai pem erintahan yang baik (good governance) d an pem erintahan yang bebas KKN kepad a aparatur pem erintah m enjad i ku rang optim al d an ku rang efektif. Im plikasi d ari penyelenggaraan d iklat yang lebih m enonjolkan ranah kognitif d ari pad a ranah psikom otor d an afektif, m etod e belajar m engajar yang sering digunakan adalah ceramah. Karena itu d i m asa d epan perlu d ipikirkan u ntu k m eningkatkan proporsi ranah afektif d alam penyelenggaraan d iklat. Secara kuantitatif d iharapkan perband ingan antara ranah afektif : ranah kognitif : ranah psikom otor ad alah 50 : 25 : 25. Dem ikian ju ga harus d icari m etod e proses belajar m engajar yang efektif sehingga d apat m eningkatkan d aya serap, d aya internalisasi, d an d aya sosialisasi peserta diklat. Perm asalahan ked ua yang sering m encuat d alam penyelengaraan d iklat ad alah m asalah kom petensi lu lu san peserta d iklat yang tid ak sesuai kebu tu han m asyarakat d an d inam ika lingkungan. H al ini d isebabkan lu lu san d iklat m em iliki kreativitas yang rend ah, pengetahuan d an ketram pilan yang d im iliki tid ak m am pu m engatasi tantangan zam an serta tid ak m am pu m em anfaatkan peluang yang ad a,
13

Jurnal Administrasi Publik/Volume 1/No.1/2005

Peranan pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi danKualitas sumber daya manusia aparatur Dr. Ir. Dharma Setyawan Salam, M.Ed

pad ahal birokrasi pem erintah Ind onesia terutam a aparaturnya harus mem iliki kreativitas yang tinggi d alam menghad api lingkungan global yang d itand ai dengan hiperkom petisi d an tuntu tan pelayanan m asyarakat yang teru s berubah dan beraneka. Karena itu u ntu k d apat m eningkatkan kualitas sum ber d aya m anu sia sehingga d apat m enghasilkan aparatu r birokrasi pemerintah yang kreatif, profesional, d an m enju nju ng tinggi prinsipprinsip pem erintahan yang kreatif, profesional, d an m enju nju ng tinggi prinsip-prinsip pem erintahan yang baik serta bebas KKN m aka ad a beberapa hal yang haru s d iperhatikan d alam penyelenggaraan d iklat. Pertam a, tujuan penyelenggaraan su atu d iklat harus jelas, spesifik, teru kur, d an d apat d iobservasi. Ked u a, kom petensi lu lu san d iklat haru s jelas, tepat, dan dapat terukur. Ketiga, setiap penyelenggaraan d iklat haru s m em iliki stand ar d an kriteria kom petisi yang jelas d an d apat teru kur sesuai d engan tu juan penyelenggaraan d iklat d an hasil belajar (kom petisi lu lu san d iklat). Keem pat, evaluasi belajar peserta d iklat haru s m em iliki stand ar d an kriteria yang jelas, tepat, d an d apat terukur sehingga m am pu m engevalu asi kom petensi, sikap, d an perilaku peserta d iklat sesuai d engan stand ar kom petensi yang
14

telah d itentukan d an tu juan penyelenggaraan diklat. Perm asalahan ketiga ad alah penyeleksian peserta d iklat yang d id asarkan pad a prestasi m asa lalu d an tes kem am puan m asih bersifat u m um . Pad ahal lu lu san d iklat (terutam a d iklat pim pinan) d iharapkan m engem ban tu gas baru , d engan pelu ang, tantangan, keku atan d an kelem ahan baru yang sam a sekali berbed a d engan pelu ang, tantangan, keku atan, d an kelemahan tugas yang lama. Karena itu m u lai ke d epan harus d ipikirkan bahw a seleksi peserta d iklat m enjad i bagian integral seleksi alam u ntuk m end apatkan kepem im pinan d i jajaran birokrasi pem erintah. Artinya penyelenggaraan d iklat haru s m am pu m end apatkan orang-orang terpilih baik secara intelegensia m au pu n u ntu k m end ud u ki jabatan eselon IV, III, II dan I. Baik faktu al m aupu n teoritis m enu nju kkan bahw a pem im pin m eru pakan faktor u tam a u ntuk m end ayagu nakan sum ber d aya organisasi d an lingku ngannya u ntuk m encapai tu juan secara efektif d an efisien. Pem im pin m enggerakkan, m engend alikan rod a organisasi term asu k orang-orang yang d i baw ah bim bingannya. Su atu peru bahan, reform asi atau inovasi ju ga harus d im u lai d ari pem im pin, tanpa political will dan political action pem im pin su atu peru bahan,

Jurnal Administrasi Publik/Volume 1/No.1/2005

Peranan pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi danKualitas sumber daya manusia aparatur Dr. Ir. Dharma Setyawan Salam, M.Ed

reformasi atau inovasi m ustahil dapat dijalankan. Untuk itu seleksi calon peserta d iklat kepem im pinan haru s m engu ji kem am puan intelegensia d an kecerd asan em osional aparatur birokrasi pem erintah serta m engu ji apakah calon peserta d iklat m em iliki sense of good governance teru tam a m enyeleksi kem am pu an d an kecerd asan em osional aparatur birokrasi pem erintah d alam m end ud uki d an m enjalankan tu gastu gas pad a jabatan baru kelak sehingga tes yang d igu nakan m am pu m em ilih peserta d iklat yang d ipred iksikan m em iliki kem am puan u ntu k m enjalankan tugas-tugas pad a jabatan yang lebih tinggi atau yang bakal d iem bannya kelak; m am pu m engeluarkan inisiatifinisiatif untuk meningkatkan kinerja organisasi atau u nit kerjanya bu kan hanya m enjalankan ru tinitas d an perintah atasan saja. Seleksi d iklat jangan sam pai m em ilih peserta yang hanya m engejar posisi sehingga m engiku ti d iklat hanya u ntuk m em enu hi syarat m end ud uki jabatan saja tetapi d iklat harus mampu memilih peserta yang benarbenar ingin m eningkatkan kom petensi d an kualitas d irinya u ntu k m eningkatkan kinerja organisasinya. Perm asalahan keem pat ad alah penem patan aparatu r pem erintah setelah m engiku ti d iklat. Ju m lah jabatan eselon relatif lebih kecil

ketim bang pegaw ai yang telah m engiku ti d iklat. Im plikasinya lu lu san peserta d iklat pim pinan tid ak otom atis m end ud u ki jabatan. Tidak sed ikit aparatu r pem erintah yang m engalam i fru stasi. H al ini perlu m end apat perhatian d ari segenap pihak agar aparatur yang telah m engikuti d iklat m em berikan kontribu si kepad a peran d an fu ngsi birokrasi pem erintah bu kan sebaliknya m enjad i m and u l atau bahkan m enjad i benalu atau parasit bagi organisasi. Permasalahan lain kom petensi w id yaisw ara yang secara kontinyu m asih perlu d itingkatkan teru tam a berkaitan d engan pengaru h lingku ngan global yang beru bah sangat cepat d an penyelenggaraan otonom i u ntu k d aerah kota atau kabu paten. Ked ua hal d iatas m ew ajibkan bad an atau lem baga penyelenggara d iklat haru s m am pu m eningkatkan kom petensi w id yaisw ara. Dem ikian ju ga w id yaisw ara harus m em iliki sense of self reliance sehingga beru paya m em baca d an m em pelajari perkem bangan ilm u yang d igelu tinya d engan m em baca literatur-literatur terbaru. Tid ak bisa tid ak, bad an atau lem baga peyelenggara d iklat haru s menjadi learning organization yang d apat m enciptakan situasi kond u sif u ntu k setiap w id yaisw ara m engem bangkan kom petensi d iri

Jurnal Administrasi Publik/Volume 1/No.1/2005

15

Peranan pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi danKualitas sumber daya manusia aparatur Dr. Ir. Dharma Setyawan Salam, M.Ed

secara berkelanjutan d an seu m u r hidup.

Kompetensi lulusan Diklat Penyelenggaraan d iklat bagi karyaw an m eru pakan salah satu u paya penting d alam rangka m eningkatkan kom petensi d an kualitas su m ber d aya aparatur. Penyelenggaraan d iklat akan bed am pak pad a peningkatan pengetahuan d an ketram pilan sehingga d apat m eru bah sikap d an perilaku sum ber d aya aparatu r kearah yang lebih baik, lebih profesional, lebih bertanggungjaw ab, lebih d em okratis, lebih transparan, bebas KKN , serta m em iliki integritas pribad i tinggi d an prestasi kerja sumber daya aparatur. N am u n d em ikian, penyelenggaraan d iklat d apat m eningkatkan kinerja organisasi d an prestasi kerja su m ber d aya aparatur secara efektif m anakala d iklat m em eiliki stand ar d an kriteria kom petensi yang jelas sesuai d engan kebutu han pem akai (pelanggan) baik pelanggan antara (lem baga atau instansi pengirim ) m au pu n pelanggan akhir (masyarakat). Karena itu stand ar kom petensi jabatan baik u ntu k struktural, fu ngsional m au pu n staf m enjad i sesuatu yang u rgen u ntuk segera ditetapkan.

Secara teoritis kom petensi pegaw ai d apat d ilihat d ari knowledge, Skills, dan A ttitude (KSA). Proporsi know led ge d an attitud e lebih peroleh seorang pegaw ai m elalu i d iklat kepem im pinan, sed angkan proporsi lebih besar d iperoleh seorang pegaw ai m elalu i diklat fungsional dan teknis. H ersey d an Blanchard (1993:8) m enyatakan , It is generally aggreed that th ere at least three of skill necessary for carrylng out the process of management: technical, human and conceptual. Karena itu seorang pegaw ai u ntu k m enjad i bagian d ari proses m anajem en haru s m em iliki ketiga kom petensi itu , yaitu kom petensi teknikal, kom petensi hu bu ngan d engan m anu sia d an kompetensi konseptual. Namun d em ikian, setiap tingkatan kepem im pinan d alam birokrasi pem erintah, kepem ilikan ketiga kom petensi itu proporsinya tid ak seragam atau sam a. Dalam sistem m anajem en su m ber d aya m anu sia aparatur pemerintah d i Ind onesia, sekarang d an kedepan kepem im pinan birokrasi akan d ibagi m enjad i em pat tingkatan, yaitu:
(1)

Tactical leaders . Tingkatan ini disebut tingkat pem bentukan kepem im pinan. Untuk m end ud uki jabatan tactical leaders seorang pegaw ai d isyaratkan su d ah m engikuti d iklat

16

Jurnal Administrasi Publik/Volume 1/No.1/2005

Peranan pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi danKualitas sumber daya manusia aparatur Dr. Ir. Dharma Setyawan Salam, M.Ed

kepem impinan IV. Karena kepemimpinannya bersifat tactical m aka seharu snya porsi m ateri d an program pengajaran technical skills haru s lebih banyak d iband ing d engan human skills dan conceptual skill. Demikian juga human skills harus m end apat porsi lebih banyak d ari conceptu al skills. Sed angkan conceptual skills d alam d iklat kepem im pinan IV ini seharu snya hanya m end apat porsi sed ikit. Karena itu teori-teori yang d ikem bangkan d alam d iklat kepem im pinan IV ini sebaiknya m engenai ind ivid ual team w ork, komunikasi, pendelegasian kew enangan d an tanggu ng jaw ab, good governance d an aplikasinya, m otivasi kerja, pengam bilan kepu tu san d an pemecahan m asalah, m anajem en SDM, kecerdasan emosional.
(2)

IV. Karena itu d alam d iklat kepem im pinan III ini p atut mengembangkan teori-teori operational d ecision m aking, kepem im pinan d alam keragaman, m anajem en kebijakan operasional.
(3)

(4)

Operational leaders. Tingkatan ini d isebut tingkat peningkatan kepem im pinan. Untuk m end ud uki jabatan operational leaders seorang pegaw ai d isyaratkan su d ah m engiku ti d iklat kepem im pinan III. Materi d an program pengajaran yang berkaitan d engan technical skills hend aknya sud ah m u lai d ikurangi, sed angkan human skills dan conceptual skills porporsinya haru s lebih banyak d ari pad a d iklat kepem im pinan

Strategic leaders. Tingkatan ini d ikenal d engan tingkat pem antapan kepem im pinan. Untuk m end ud uki jabatan strategic leaders seorang pegaw ai disyaratkan su d ah m engiku ti d iklat kepem im pinan II. Materi d an program d iklat haru s sud ah m engu rangi porsi technical skills dan conceptual skills. Karena itu d alam d iklat kepem im pinan II ini perlu d iberikan kepad a peserta d iklat teori-teori strategic m aking, strategic lead ership, d an management strategic. V isionary Leaders. Tingkatan ini d ikenal d engan tingkat pengoptim alan. Untuk m end ud uki jabatan visionary leaders seorang pegaw ai d isyaratkan telah m engiku ti d iklat kepem im pinan I. Materi d an program d iklat porsi conceptu al skills harus lebih besar d ari technical skills. Karena itu m ateri d an program d iklat yang perlu d ikem bangkan d an d iberikan kepad a peserta d iklat kepem im pinan I ad alah teoriteori visionary leadership, long

Jurnal Administrasi Publik/Volume 1/No.1/2005

17

Peranan pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi danKualitas sumber daya manusia aparatur Dr. Ir. Dharma Setyawan Salam, M.Ed

range planning, leading through vision and values. Hay dan Mc. Ber m engid entifikasi beberapa kom petensi yang d apat berpengaru h kepad a kinerja yang baik, yaitu: 1. Achievement Orientation 2. Analytical Thinking 3. Conceptual Thinking 4. Customer Service Orientation 5. Developing Other 6. Directiveness 7. Flexibility 8. Impact and Influence 9. Information seeking 10. Initiation 11. Integrity 12. Interpersonal Understanding 13. Organizational Awareness 14. Organizational Commitment 15. Relationship Building 16. Self-Confidence 17. Team Leadership 18. Teamwork and Cooperation Di sam ping itu ad a beberapa hal yang haru s d iperhatikan baik oleh instansi pengend ali d iklat m au pu n penyelenggara d iklat. Pertam a, d iklat haru s m am pu m em bangu n nilai kreatif bagi pesertanya. Untuk mengantisipasi dan m engad aptasikan d iri d engan peru bahan lingku ngan d u nia yang cepat serta tingkat kebu tu han m asyarakat yang cepat m aka

aparatu r pem erintah haru s m em iliki d aya kreativitas tinggi. Kreativitas d apat m em buat sesuatu yang d u lu nya tid ak m u ngkin d ikerjakan menjadi mungkin dikerjakan. Kreativitas terjad i m anakala su m ber d aya aparatu r m em eiliki kom petensi baik d alam hal insight, im ajinasi, d an inovasi (Alf Chattell, 1998). Karena itu stand ar kom petensi jabatan haru s m enekankan d an m engu tam akan pemilikan d aya insight, im ajinasi d an inovasi. Untuk m end apatkan hasil belajar seperti ini m aka tid ak hanya m enekankan ranah kognitif yang pad a tingkatan hafalan belaka. Menu rut Cow an, pribad i kreatif m eru pakan interface (jalinan sinergis) antara ranah kognitif, efektif, d an psikom otor. Karena itu proses belajar m engajar d alam penyelenggaraan d iklat haru s selaras, seim bang, d an harm onis antara pengem bangan kem am puan m anu sia d alam ranah kognitif d an psikom otor serta pengu sahaan d an pembangkitan ranah efektif. Diharapkan d engan program diklat yang m am pu m enghasilkan lu lu san d iklat yang kreatif sehingga lu lu san d iklat m am pu m engebangkan p end ekatanpend ekatan ad m inistratif yang inovatif d an cost-effective; m em aham i peru bahan d inam ik d an networking d engan organisasiorganisasi lain; m enyu su n strategic vision u ntu k m eningkatkan kinerja

18

Jurnal Administrasi Publik/Volume 1/No.1/2005

Peranan pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi danKualitas sumber daya manusia aparatur Dr. Ir. Dharma Setyawan Salam, M.Ed

yang d iinginkan; serta memformulasikan program program atau strategi jangka panjang secara integratif. Ked ua, stand ar kom petensi jabatan harus dihasilkan dari analisis kem am puan yang sekarang d im iliki calon peserta d engan kem am puan yang d iharapkan d im iliki ketika peserta telah m end ud uki jabatan tertentu . Ku riku lum d iklat seharu snya d apat m engisi ru ang kosong antara dua kemampuan itu. Ketiga, secara um u m program d iklat d iharapkan m am pu memberikan pengetahuan d an keteram pilan u ntuk m eningkatkan kinerja; m em persiapkan para pegaw ai m enghad api ku antitas d an kualitas tu gas yang teru s m eningkat seiring d engan peningkatan kebutu han m asyarakat yang teru s berkem bang d i m asa m end atang; m em bekali peserta d iklat u ntu k belajar sepanjang hayat teru tam a u ntu k m enghind ari penguasaan ilm u d an pengetahuan yang ou t to d ate d an m enciptakan learning organization serta m am pu mengaplikasikan good governance. Keem pat, peyelenggaraan d iklat paling tid ak (m inim al) membantu para pegaw ai m em buat kepu tu san yang lebih baik d alam m enyelesaikan berbagai m asalah; m em berikan lingku ngan kond u sif bagi internalisasi d an sosialisasi faktor-faktor m otivasional d an nilainilai positif organisasi; m end orong

pegaw ai u ntu k m eningkatkan prestasi kerjanya; m eningkatkan pengelolaan d iri pegaw ai sehingga pegaw ai m am pu m engatasi stres, fru stasi, d an konflik; m eningkatkan kem am puan pegaw ai d alam m engakses inform asi u ntuk m enam bah ilm u d an pengetahuan secara kontinyu ; m eningkatkan penguasaan pegaw ai; m em perbesar pengakuan atas kem am puan pegaw ai; m em perbesar tekad pegaw ai u ntu k m elaksanakan pekerjaan d engan baik; serta m engu rangi ketaku tan pegaw ai d alam m enghad api tu gas-tugas baru.

Profesionalisme widyaiswara

dan

kompet ensi

Di sam ping peserta diklat, w id yaisw ara sebagai fasilitator proses belajar m engajar m erupakan kom ponen u tam a d alam m enentu kan keberhasilan penyelenggaraan d iklat. Karena itu w id yaisw ara harus d apat m enjalankan tu gasnya secara profesional. Artinya w id yaisw ara harus m em iliki sejum lah kom petensi agar d apat m enjalankan tugasnya d engan baik, yaitu m enjad i jalan bagi peserta d iklat m enguasai sejum lah kom petensi seperti yang telah d itentu kan d alam tu juan penyelenggaraan diklat. Lantas kom petensi apa yang harus dimiliki seorang widyaiswara?
19

Jurnal Administrasi Publik/Volume 1/No.1/2005

Peranan pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi danKualitas sumber daya manusia aparatur Dr. Ir. Dharma Setyawan Salam, M.Ed

Wid yaisw ara harus m enguasai ilm u yang menjad i pegangan m ata kuliahnya sekaligus m enguasai d an m am pu m enggunakan m etod em etod e m engajar. Untuk itu w id yaisw ara harus m engikuti perkem bangan ilmu yang m enjad i bid ang garapannya d engan m em baca literatur-literatur terbaru. Dem ikian juga w id yaisw ara harus m elakukan penelitian d an pengem bangan m etod e-metode m engajar u ntuk m end apatkan m etod e yang tepat sesuai d engan perkem bangan zam an d alam penyelenggaraan diklat. Sebagai seorang profesional, w id yaisw ara haru s m em iliki integritas pribad i yang tinggi. Artinya w id yaisw ara m em iliki sikap ju jur, bijaksana, ad il membela kebenaran, m enju nju ng tinggi hu kum , m am pu m em bed akan kepentingan tugas d engan kepentingan pribad i, d em okratis, serta tidak diskriminatif. Sebagai seorang profesional, w id yaisw ara haru s m em iliki kesad aran akan tugas d an perannya sebagai seorang fasilitator yang m am pu m em bantu peserta d iklat m eningkatkan d aya serap, d aya internalisasi, d an d aya sosialisasi; perencana proses belajar m engajar; motivator yang m am pu m enciptakan suasana segar d an m erangsang sehingga m em bangkitkan sem angat peserta d iklat u ntu k belajar; m anajer yang
20

m am pu m enangani, m engelola serta m engu asai kelasnya; rew ard er yang m am pu m eningkatkan m otivasi d an kepuasan peserta d iklat; serta ad m inistrator yang m am pu m engelola ad m inistrasi akad em ik peserta diklat. Berkaitan d engan perm asalahan yang m u ncu l d alam peneyelenggaraan d iklat, kom petensi kelu aran d iklat, serta profesionalism e d an kom petensi w id yaisw ara sehingga peyelenggaraan d iklat d apat optim al, ad a beberapa hal yang perlu m end apatkan perhatian terutam a perbaikan d an penajam an langkah-langkah yang haru s ditempuh yaitu; (1) Penyu su nan ped om an Diklat terutam a id entifikasi kebu tu han m anfaat, d an pelaksanaan program diklat . (2) Bim bingan d alam pengembangan ku riku lum d iklat, terutam a penentu an sasaran d iklat, penetapan isi program d iklat, pengem bangan d an penetapan stand ar kom petensi jabatan, pengaw asan stand ar kom petensi jabatan. (3) Bim bingan d alam penyelenggaraan d iklat termasuk id entifikasi prinsip-prinsip belajar, penelitian d an pengembangan metode mengajar. (4) Standarisasi dan akreditasi diklat.

Jurnal Administrasi Publik/Volume 1/No.1/2005

Peranan pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi danKualitas sumber daya manusia aparatur Dr. Ir. Dharma Setyawan Salam, M.Ed

(5) Stand arisasi d an akred itasi widyaiswara. (6) Pengem bangan sistem inform asi d iklat term asuk pengend alian pemanfaatan lulusan diklat. (7) Pengaw asan terhad ap program dan penyelenggaraan diklat. (8) Pem binaan bantu an teknis m elalu i konsu ltasi, bim bingan d i tem pat kerja, kerja sam a d alam pengem bangan penyelenggaraan evalu asi d iklat term asu k d i d alam nya penilaian d an evalu asi pelaksanaan program diklat.

Jurnal Administrasi Publik/Volume 1/No.1/2005

21

This document was created with Win2PDF available at http://www.daneprairie.com. The unregistered version of Win2PDF is for evaluation or non-commercial use only.