Anda di halaman 1dari 21

PORTOFOLIO KASUS GAWAT DARURAT CHRONIC RENAL FAILURE, CONGESTIVE HEART FAILURE, HIPERTENSI EMERGENCY

Disusun oleh : dr. Vika Roosiana Lindrati

Pendamping : dr. Farah Heniyati

DINAS KESEHATAN KABUPATEN BANJARNEGARA RSUD BANJARNEGARA

2013
PORTOFOLIO KASUS GAWAT DARURAT Bor !" Por#o$o%&o No' ID ( ! N ) P*+*r# No' ID ( ! N ) W , ! To-&. T !"" % /. +0+1 P*!( )-&!" : dr. Vika Roosiana Lindrati : RSUD Banjarnegarra

: hroni! Renal Failure" ongesti#e Heart Failure" Hipertensi $mergen!y : %& 'gustus ()%* : dr. Farah Heniyati

O23*.#&$ Pr*+*!# +& : +eilmuan Diagnostik 0eonatus D*+.r&-+&: Laki1laki (2 tahun" sesak na3as. T040 !: -enegakkan diagnosis dan menetapkan manajemen 4agal 4injal +ronik. B , !2 , + ! C r )*)2 , + DATA PASIEN 0ama Usia 6enis +elamin 'lamat Pekerjaan 0o. R: ,n. 5 : (2 tahun : Laki1laki : Sampang R, )%7 R5 )% +arangko8ar : Buruh : 9:;:(2 : : ,injauan Pustaka Diskusi Riset +asus $mail 'udit Pos Presentasi dan Diskusi +eterampilan -anajemen Bayi 'nak Penyegaran -asalah Remaja ,injauan Pustaka , .stime/a De/asa Lansia Bumil

,anggal -asuk : %& 'gustus ()%* Pukul )).*& D # U# ) 0!#0. B , ! D&+.0+& 5 %. Diagnosis 7 4am8aran +linis : +eluhan Utama +eluhan ,am8ahan : Sesak 0a3as : +edua +aki Bengkak" Batuk Darah HF. Pasien

Ri/ayat Penyakit Sekarang : Pasien datang rujukan Puskesmas +arangko8ar dengan mengeluh sesak na3as sejak pukul %9.)) <%: 'gustus ()%*=. Sesak na3as a/alnya mem8erat saat 8erjalan" dan 8erakti#itas. Pasien tidur dengan * 8antal. +edua kaki 8engkak sejak ( tahun terakhir. Saat di Puskesmas +arangko8ar" pasien 8atuk darah % kali" darah se8anyak % telapak tangan. (. Ri/ayat pengo8atan: Bero8at di RS -argono Soekarjo *. Ri/ayat kesehatan7 penyakit: Ri/ayat Hipertensi Ri/ayat Penyakit 6antung Ri/ayat Penyakit 4injal Ri/ayat Penyakit Paru :. Ri/ayat keluarga: Ri/ayat keluhan serupa <1= &. Ri/ayat pekerjaan: Buruh ?. +ondisi lingkungan sosial dan 3isik: Lingkungan sosial 8aik" Status ekonomi !ukup dan lingkungan rumah 8aik. ;. Ri/ayat .munisasi: Lengkap H +&% P*)2*% 4 r ! 5 : ,idak ,erkontrol : ( tahun terakhir : : tahun terakhir" !u!i darah rutin (> seminggu di RS -argono Soekarjo : <1=

%. Diagnosis 4agal 4injal +ronik melalui anamnesis" pemeriksaan 3isik maupun pemeriksaan penunjang. (. Pilihan terapi 4agal 4injal +ronik : konser#ati3. *. Prognosis 4agal 4injal +ronik 8eserta komplikasinya. :. $dukasi mengenai pen!egahan dari komplikasi Syok Hemoragik. R !".0) ! H +&% P*)2*% 4 r ! Por#o$o%&o 5 %. S023*.#&$ +eluhan Utama +eluhan ,am8ahan : Sesak 0a3as : +edua +aki Bengkak" Batuk Darah HF. Pasien

Ri/ayat Penyakit Sekarang : Pasien datang rujukan Puskesmas +arangko8ar dengan mengeluh sesak na3as sejak pukul %9.)) <%: 'gustus ()%*=. Sesak na3as a/alnya mem8erat saat 8erjalan" dan 8erakti#itas. Pasien tidur dengan * 8antal. +edua kaki 8engkak sejak ( tahun terakhir. Saat di Puskesmas +arangko8ar" pasien 8atuk darah % kali" darah se8anyak % telapak tangan. Ri/ayat Penyakit Dahulu: Ri/ayat Hipertensi Ri/ayat Penyakit 6antung Ri/ayat Penyakit 4injal Ri/ayat Penyakit Paru Ri/ayat Penyakit +eluarga: Ri/ayat keluhan serupa <1= 'namnesis Sistem: @ @ @ @ Demam <1= Sistem ere8rospinal Sistem ardio#askular Sistem Respirasi : kejang <1= : keringat dingin <1=" nyeri dada <1= : sesak na3as <A=" 8atuk <1=" pilek <1= : ,idak ,erkontrol : ( tahun terakhir : : tahun terakhir" !u!i darah rutin (> seminggu di RS -argono Soekarjo : <1=

@ @ @ @

Sistem 4astrointestinal : B'B <A=" mual <1=" muntah <1= Sistem 4enitourinari Sistem .ntegumen : B'+ <A=" nyeri supra pu8ik <1= : U++ <1= Sistem -uskuloskeletal : de3ormitas <1=

(. O23*.#&$ K* ( ! U)0) : omposmentis" tampak sesak na3as : ()) 7 %:) mmHg : %)) kali7menit" reguler" kuat : *) kali7menit : *; ! F&+&. : konjungti#a anemis A7A" sklera ikterik 171" pupil isokor B * mm 7 * mm Leher ,hora> : 6VP meningkat : or : ardiomegali" S%1( murni" reguler #esikuler A7A" ronkhi A7A /heeDing A7A '8domen : datar" supel" timpani" peristaltik <A= normal" nyeri tekan<1= Hepar tera8a * !m di 8a/ah ar!us !ostae de>tra" ujung tumpul" nyeri ketok !osto#erte8ra A7A $kstremitas 'nogenital : 'kral hangat" nadi kuat" per3usi jaringan 8aik" R,E( detik" edema tungkai A7A : R, tidak dilakukan. P*)*r&.+ ! P*!0!4 !" La8oratorium <%& 'gustus ()%*= Darah Rutin : H8 'L Ht : %) g7dL F H F %*.( G %;.* *.9 G %).? :).) G &(.) : (*":. %)*7L : (2": I Pulmo : simetris kanan C kiri" retraksi <1=" sonor A7A" T !( V&# % ,ekanan Darah 0adi Pernapasan Suhu P*)*r&.+ +epala

', '$

: 9;. %)*7L : *"&*. %)?7L

F F

%&).) G ::).) :.: G &.2

holesterol ,rigliserid Ureum +reatinin S4J, S4P, 'sam Urat

: (** mg7%))ml H : ()? mg7%))ml H : %)9"& mg7%))ml H : %)"? mg7%))ml H : ?( U7L" t *; H : 2( U7L" t *; H : ?"( mg7%))ml

Foto ,hora> : $dema Pulmo" ardiomegali *. A++*++)*!# /-*! % r ! .%&!&+1 +eluhan gagal ginjal dapat 8erupa keluhan yang 8erasal dari kondisi anemia seperti lemas" pu!at" dapat juga keluhan dari saluran pen!ernaan seperti mual" atau muntah. Pada pasien keluhan menyerupai gagal jantung kongesti3. ,erjadinya gagal jantung kongesti3 pada gagal ginjal kronik sangat kompleks. Be8erapa 3aktor seperti anemia" hipertensi" aterosklerosis" kalsi3ikasi sistem #askular" sering dijumpai pada pasien gagal ginjal kronik terutama pada stadium terminal dan dapat menye8a8kan kegagalan 3aal jantung. :. P% !5 D& "!o+&+ 5 hroni! Renal Failure" ongesti#e Heart Failure" Hipertensi $mergen!y P*!"o2 # ! 5 J( : liter7menit .VFD 0a l lini Pasang D .nj. atapres .nj. Furosemid ( amp79 jam

P*!(&(&. ! 5 Perlu dijelaskan kepada pasien dan keluarga pasien mengenai penye8a8" kondisi pasien" dan pengo8atan yang akan di8erikan. Perlu juga di jelaskan mengenai komplikasi yang mungkin akan terjadi. Ko!+0%# +& 5 +onsultasi ditujukan kepada dr. Sp.PD untuk mendapatkan penanganan le8ih lanjut" hal ini guna men!egah terjadinya kompikasi dari 4agal 4injal +ronik. R040. ! 5 Rujukan di tujukan kepada dokter spesialis penyakit dalam. Ko!#ro% 5 K*"& # ! -engo8ser#asi tanda #ital" tanda klinis pasien -engo8ser#asi tanda #ital" klinis <8alan!e !airan= dan la8oratorium <Ureum dan +reatinin= -engo8ser#asi tanda #ital dan klinis Pemantauan kondisi klinis Pukul )*.)) Pukul )*.*) P*r&o(* Pukul )%.*) Pukul )(.)) H +&% 3 !" (&, r -. ! ,anda #ital mem8aik" tanda klinis mem8aik Hasil J8ser#asi : ,anda #ital mem8uruk" klinis menurun" Ureum %)9"& mg7%))ml dan +reatinin %)"? mg7%))ml. Urin ) !! Hasil o8ser#asi : sesak na3as 8ertam8ah 8erat Resusitasi tidak ada respon Pupil midriasis maksimal A7A $+4 3lat dinyatakan meninggal dunia Banjarnegara" %& 'gustus ()%* -engetahui"

dr. Farah Heniyati

TINJAUAN PUSTAKA

A. D*$&!&+&

4agal ginjal kronik adalah kerusakan ginjal yang terjadi selama le8ih dari * 8ulan" 8erdasarkan kelainan patologis atau petanda kerusakan ginjal seperti proteinuria. 6ika tidak ada tanda kerusakan ginjal" diagnosis penyakit ginjal kronik ditegakkan jika nilai laju 3iltrasi glomerulus kurang dari ?) ml7menit7%";*mK.
B. S# (&0)

,a8el (.% Batasan penyakit ginjal kronik %. +erusakan ginjal L * 8ulan" yaitu kelainan struktur atau 3ungsi ginjal" dengan atau tanpa penurunan laju 3iltrasi glomerulus 8erdasarkan: 1 +elainan patologik 1 Petanda kerusakan ginjal seperti proteinuria atau kelainan pada pemeriksaan pen!itraan (. Laju 3iltrasi glomerulus E ?) ml7menit7%";*mK selama L * 8ulan dengan atau tanpa kerusakan ginjal Pada pasien dengan penyakit ginjal kronik" klasi3ikasi stadium ditentukan oleh nilai laju 3iltrasi glomerulus" yaitu stadium yang le8ih tinggi menunjukkan nilai laju 3iltrasi glomerulus yang le8ih rendah. +lasi3ikasi terse8ut mem8agi penyakit ginjal kronik dalam lima stadium. Stadium % adalah kerusakan ginjal dengan 3ungsi ginjal yang masih normal" stadium ( kerusakan ginjal dengan penurunan 3ungsi ginjal yang ringan" stadium * kerusakan ginjal dengan penurunan yang sedang 3ungsi ginjal" stadium : kerusakan ginjal dengan penurunan 8erat 3ungsi ginjal" dan stadium & adalah gagal ginjal. Hal ini dapat dilihat pada ta8el (.( 8erikut :

,a8el (.( Laju 3iltrasi glomerulus <LF4= dan stadium penyakit ginjal kronik Stadium ) % ( * : &
C. E#&o%o"&

Deskripsi Risiko meningkat 3aktor risiko +erusakan ginjal

LF4<mL7menit7%.;* mK= dengan M 2) disertai M 2) ?)192 *)1&2 %&1(2 E %& atau dialisis

LF4 normal atau meninggi Penurunan ringan LF4 Penurunan moderat LF4 Penurunan 8erat LF4 4agal ginjal

Berdasarkan .ndonesian Renal Registry <.RR= tahun ());1())9 didapatkan urutan etiologi ter8anyak se8agai 8erikut glomerulone3ritis <(&I=" dia8etes melitus <(*I=" hipertensi <()I= dan ginjal polikistik <%)I=.
4lomerulone3ritis

.stilah glomerulone3ritis digunakan untuk 8er8agai penyakit ginjal yang etiologinya tidak jelas" akan tetapi se!ara umum mem8erikan gam8aran histopatologi tertentu pada glomerulus. Berdasarkan sum8er terjadinya kelainan" glomerulone3ritis di8edakan primer dan sekunder. 4lomerulone3ritis primer apa8ila penyakit dasarnya 8erasal dari ginjal sendiri sedangkan glomerulone3ritis sekunder apa8ila kelainan ginjal terjadi aki8at penyakit sistemik lain seperti dia8etes melitus" lupus eritematosus sistemik <L$S=" mieloma multipel" atau amiloidosis. 4am8aran klinik glomerulone3ritis mungkin tanpa keluhan dan ditemukan se!ara ke8etulan dari pemeriksaan urin rutin atau keluhan ringan atau keadaan darurat medik yang harus memerlukan terapi pengganti ginjal seperti dialisis.

10

Dia8etes melitus Dia8etes melitus merupakan suatu kelompok penyakit meta8olik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin" kerja insulin atau kedua1duanya. Dia8etes melitus sering dise8ut se8agai the great imitator" karena penyakit ini dapat mengenai semua organ tu8uh dan menim8ulkan 8er8agai ma!am keluhan. 4ejalanya sangat 8er#ariasi. Dia8etes melitus dapat tim8ul se!ara perlahan1lahan sehingga pasien tidak menyadari akan adanya peru8ahan seperti minum yang menjadi le8ih 8anyak" 8uang air ke!il le8ih sering ataupun 8erat 8adan yang menurun. 4ejala terse8ut dapat 8erlangsung lama tanpa diperhatikan" sampai kemudian orang terse8ut pergi ke dokter dan diperiksa kadar glukosa darahnya.
Hipertensi

Hipertensi adalah tekanan darah sistolik M %:) mmHg dan tekanan darah diastolik M 2) mmHg" atau 8ila pasien memakai o8at antihipertensi. Berdasarkan penye8a8nya" hipertensi di8agi menjadi dua golongan yaitu hipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penye8a8nya atau idiopatik" dan hipertensi sekunder atau dise8ut juga hipertensi renal.
4injal polikistik

+ista adalah suatu rongga yang 8erdinding epitel dan 8erisi !airan atau material yang semisolid. Polikistik 8erarti 8anyak kista. Pada keadaan ini dapat ditemukan kista1kista yang terse8ar di kedua ginjal" 8aik di korteks maupun di medula. Selain oleh karena kelainan genetik" kista dapat dise8a8kan oleh 8er8agai keadaan atau penyakit. 6adi ginjal polikistik merupakan kelainan genetik yang paling sering didapatkan. 0ama lain yang le8ih dahulu dipakai adalah penyakit ginjal polikistik de/asa <adult poly!ysti! kidney disease=" oleh karena se8agian 8esar 8aru 8ermani3estasi pada usia di atas *) tahun. ,ernyata kelainan ini dapat ditemukan pada 3etus" 8ayi dan anak ke!il" sehingga istilah dominan autosomal le8ih tepat dipakai daripada istilah penyakit ginjal polikistik de/asa.

11

D. F .#or R*+&.o

Faktor risiko gagal ginjal kronik" yaitu pada pasien dengan dia8etes melitus atau hipertensi" o8esitas atau perokok" 8erumur le8ih dari &) tahun" dan indi#idu dengan ri/ayat penyakit dia8etes melitus" hipertensi" dan penyakit ginjal dalam keluarga.
E. P #o$&+&o%o"&

Penurunan 3ungsi ginjal yang progresi3 tetap 8erlangsung terus meskipun penyakit primernya telah diatasi atau telah terkontrol. Hal ini menunjukkan adanya mekanisme adaptasi sekunder yang sangat 8erperan pada kerusakan yang sedang 8erlangsung pada penyakit ginjal kronik. Bukti lain yang menguatkan adanya mekanisme terse8ut yaitu adanya gam8aran histologik ginjal yang sama pada penyakit ginjal kronik yang dise8a8kan oleh penyakit primer apapun. Peru8ahan dan adaptasi ne3ron yang tersisa setelah kerusakan ginjal yang a/al akan menye8a8kan pem8entukan jaringan ikat dan kerusakan ne3ron yang le8ih lanjut. Demikian seterusnya keadaan ini 8erlanjut menyerupai suatu siklus yang 8erakhir dengan gagal ginjal terminal.
F.

G )2 r ! K%&!&. 4am8aran klinik gagal ginjal kronik 8erat disertai sindrom aDotemia sangat kompleks" meliputi kelainan1kelainan 8er8agai organ seperti kelainan hemopoeisis" saluran !erna" mata" kulit" selaput serosa" kelainan neuropsikiatri dan kelainan kardio#askular.
+elainan hemopoeisis

'nemia normokrom normositer dan normositer <- V ;912:

U="

sering ditemukan pada pasien gagal ginjal kronik. 'nemia yang terjadi sangat

12

8er#ariasi" 8ila ureum darah le8ih dari %)) mgI atau 8ersihan kreatinin kurang dari (& ml per menit.

+elainan saluran !erna -ual dan muntah sering merupakan keluhan utama dari se8agian pasien gagal ginjal kronik terutama pada stadium terminal. -ual dam muntah diduga mempunyai hu8ungan dengan dekompresi oleh 3lora usus sehingga ter8entuk amonia. 'monia inilah yang menye8a8kan iritasi atau rangsangan mukosa lam8ung dan usus halus. +eluhan1keluhan saluran !erna ini akan segera mereda atau hilang setelah pem8atasan diet protein dan anti8iotika.
+elainan mata

Visus hilang <aDotemia amaurosis= hanya dijumpai pada se8agian ke!il pasien gagal ginjal kronik. 4angguan #isus !epat hilang setelah 8e8erapa hari mendapat pengo8atan gagal ginjal kronik yang adekuat" misalnya hemodialisis. +elainan sara3 mata menim8ulkan gejala nistagmus" miosis dan pupil asimetris. +elainan retina <retinopati= mungkin dise8a8kan hipertensi maupun anemia yang sering dijumpai pada pasien gagal ginjal kronik. Penim8unan atau deposit garam kalsium pada !onjun!ti#amenye8a8kan gejala red eye syndrome aki8at iritasi dan hiper#askularisasi. +eratopati mungkin juga dijumpai pada 8e8erapa pasien gagal ginjal kronik aki8at penyulit hiperparatiroidisme sekunder atau tersier.
+elainan kulit

4atal sering mengganggu pasien" patogenesisnya masih 8elum jelas dan diduga 8erhu8ungan dengan hiperparatiroidisme sekunder. +eluhan gatal ini akan segera hilang setelah tindakan paratiroidektomi. +ulit 8iasanya kering

13

dan 8ersisik" tidak jarang dijumpai tim8unan kristal urea pada kulit muka dan dinamakan urea 3rost.
+elainan selaput serosa

+elainan selaput serosa seperti pleuritis dan perikarditis sering dijumpai pada gagal ginjal kronik terutama pada stadium terminal. +elainan selaput serosa merupakan salah satu indikasi mutlak untuk segera dilakukan dialisis.

+elainan neuropsikiatri

Be8erapa kelainan mental ringan seperti emosi la8il" dilusi" insomnia" dan depresi sering dijumpai pada pasien gagal ginjal kronik. +elainan mental 8erat seperti kon3usi" dilusi" dan tidak jarang dengan gejala psikosis juga sering dijumpai pada pasien 44+. +elainan mental ringan atau 8erat ini sering dijumpai pada pasien dengan atau tanpa hemodialisis" dan tergantung dari dasar kepri8adiannya <personalitas=.
+elainan kardio#askular

Patogenesis gagal jantung kongesti3 <46+= pada gagal ginjal kronik sangat kompleks. Be8erapa 3aktor seperti anemia" hipertensi" aterosklerosis" kalsi3ikasi sistem #askular" sering dijumpai pada pasien gagal ginjal kronik terutama pada stadium terminal dan dapat menye8a8kan kegagalan 3aal jantung.

G. D& "!o+&+

Pendekatan diagnosis gagal ginjal kronik <44+= mempunyai sasaran 8erikut :

14

-emastikan adanya penurunan 3aal ginjal <LF4= -engejar etiologi 44+ yang mungkin dapat dikoreksi -engidenti3ikasi semua 3aktor pem8uruk 3aal ginjal <re#ersi8le 3a!tors= -enentukan strategi terapi rasional -eramalkan prognosis Pendekatan diagnosis men!apai sasaran yang diharapkan 8ila dilakukan

pemeriksaan yang terarah dan kronologis" mulai dari anamnesis" pemeriksaan 3isik diagnosis dan pemeriksaan penunjang diagnosis rutin dan khusus.
a. 'namnesis dan pemeriksaan 3isik

'namnesis harus terarah dengan mengumpulkan semua keluhan yang 8erhu8ungan dengan retensi atau akumulasi toksin aDotemia" etiologi 44+" perjalanan penyakit termasuk semua 3aktor yang dapat memper8uruk 3aal ginjal <LF4=. 4am8aran klinik <keluhan su8jekti3 dan o8jekti3 termasuk kelainan la8oratorium= mempunyai spektrum klinik luas dan meli8atkan 8anyak organ dan tergantung dari derajat penurunan 3aal ginjal. Pemeriksaan la8oratorium ,ujuan pemeriksaan la8oratorium yaitu memastikan dan menentukan derajat penurunan 3aal ginjal <LF4=" identi3ikasi etiologi dan menentukan perjalanan penyakit termasuk semua 3aktor pem8uruk 3aal ginjal.
1)

Pemeriksaan 3aal ginjal <LF4= Pemeriksaan ureum" kreatinin serum dan asam urat serum sudah !ukup memadai se8agai uji saring untuk 3aal ginjal <LF4=.

2)

$tiologi gaga l ginjal kronik <44+=

15

'nalisis urin rutin" mikro8iologi urin" kimia darah" elektrolit dan imunodiagnosis.
3)

Pemeriksaan la8oratorium untuk perjalanan penyakit Progresi#itas penurunan 3aal ginjal" hemopoiesis" elektrolit" endoktrin" dan pemeriksaan lain 8erdasarkan indikasi terutama 3aktor pem8uruk 3aal ginjal <LF4=.

b. Pemeriksaan penunjang diagnosis

Pemeriksaan penunjang diagnosis harus selekti3 sesuai dengan tujuannya" yaitu :


1)

Diagnosis etiologi 44+ Be8erapa pemeriksaan penunjang diagnosis" yaitu 3oto polos perut" ultrasonogra3i <US4=" ne3rotomogram" pielogra3i retrograde" pielogra3i antegrade dan -i!turating ysto Urography <- U=.

2)

Diagnosis pem8uruk 3aal ginjal Pemeriksaan radiologi dan radionuklida <renogram= dan pemeriksaan ultrasonogra3i <US4=.

H. P*!6*" , !

Upaya pen!egahan terhadap penyakit ginjal kronik se8aiknya sudah mulai dilakukan pada stadium dini penyakit ginjal kronik. Ber8agai upaya pen!egahan yang telah ter8ukti 8erman3aat dalam men!egah penyakit ginjal dan kardio#askular" yaitu pengo8atan hipertensi <makin rendah tekanan darah makin ke!il risiko penurunan 3ungsi ginjal=" pengendalian gula darah" lemak darah" anemia" penghentian merokok" peningkatan akti#itas 3isik dan pengendalian 8erat 8adan.

16

I.

P*! # % .+ !
a.

,erapi konser#ati3 ,ujuan dari terapi konser#ati3 adalah men!egah mem8uruknya 3aal ginjal se!ara progresi3" meringankan keluhan1keluhan aki8at akumulasi toksin aDotemia" memper8aiki meta8olisme se!ara optimal dan memelihara keseim8angan !airan dan elektrolit.
1)

Peranan diet ,erapi diet rendah protein <DRP= menguntungkan untuk men!egah atau mengurangi toksin aDotemia" tetapi untuk jangka lama dapat merugikan terutama gangguan keseim8angan negati3 nitrogen.

2)

+e8utuhan jumlah kalori +e8utuhan jumlah kalori <sum8er energi= untuk 44+ harus adekuat dengan tujuan utama" yaitu mempertahankan keseim8angan positi3 nitrogen" memelihara status nutrisi dan memelihara status giDi.

3)

+e8utuhan !airan Bila ureum serum L %&) mgI ke8utuhan !airan harus adekuat supaya jumlah diuresis men!apai ( L per hari.

4)

+e8utuhan elektrolit dan mineral +e8utuhan jumlah mineral dan elektrolit 8ersi3at indi#idual tergantung dari LF4 dan penyakit ginjal dasar <underlying renal disease=.

b.

,erapi simtomatik
1)

'sidosis meta8olik 'sidosis meta8olik harus dikoreksi karena meningkatkan serum kalium <hiperkalemia=. Untuk men!egah dan mengo8ati asidosis meta8olik
17

dapat di8erikan suplemen alkali. ,erapi alkali <sodium 8i!ar8onat= harus segera di8erikan intra#ena 8ila pH N ;"*& atau serum 8ikar8onat N () m$O7L.
2)

'nemia ,rans3usi darah misalnya Paked Red ell <PR = merupakan salah satu

pilihan terapi alternati3" murah" dan e3ekti3. ,erapi pem8erian trans3usi darah harus hati1hati karena dapat menye8a8kan kematian mendadak.
3)

+eluhan gastrointestinal 'noreksi" !egukan" mual dan muntah" merupakan keluhan yang sering dijumpai pada 44+. +eluhan gastrointestinal ini merupakan keluhan utama <!hie3 !omplaint= dari 44+. +eluhan gastrointestinal yang lain yaitu ulserasi mukosa mulai dari mulut sampai anus. ,indakan yang harus dilakukan yaitu program terapi dialisis adekuat dan o8at1o8atan simtomatik.

4)

+elainan kulit ,indakan yang di8erikan harus tergantung dengan jenis keluhan kulit.

5)

+elainan neuromus!ular Be8erapa terapi pilihan yang dapat dilakukan yaitu terapi hemodialisis reguler yang adekuat" medikamentosa atau operasi su8total paratiroidektomi.

6)

Hipertensi Pem8erian o8at1o8atan anti hipertensi.

7)

+elainan sistem kardio#askular

18

,indakan yang di8erikan tergantung dari kelainan kardio#askular yang diderita.


c.

,erapi pengganti ginjal ,erapi pengganti ginjal dilakukan pada penyakit ginjal kronik stadium &" yaitu pada LF4 kurang dari %& ml7menit. ,erapi terse8ut dapat 8erupa hemodialisis" dialisis peritoneal" dan transplantasi ginjal.

1)

Hemodialisis ,indakan terapi dialisis tidak 8oleh terlam8at untuk men!egah gejala toksik aDotemia" dan malnutrisi. ,etapi terapi dialisis tidak 8oleh terlalu !epat pada pasien 44+ yang 8elum tahap akhir akan memper8uruk 3aal ginjal <LF4=. .ndikasi tindakan terapi dialisis" yaitu indikasi a8solut dan indikasi elekti3. Be8erapa yang termasuk dalam indikasi a8solut" yaitu perikarditis" ense3alopati7neuropati aDotemik" 8endungan paru dan kele8ihan !airan yang tidak responsi3 dengan diuretik" hipertensi re3rakter" muntah persisten" dan Blood Uremi! 0itrogen<BU0= L %() mgI dan kreatinin L %) mgI. .ndikasi elekti3" yaitu LF4 antara & dan 9 mL7menit7%";*mK" mual" anoreksia" muntah" dan astenia 8erat. Hemodialisis umumnya dipergunakan ginjal 8uatan yang

kompartemen darahnya adalah kapiler1kapiler selaput semipermia8el <hollo/ 3i8re kidney=. +ualitas hidup yang diperoleh !ukup 8aik dan panjang umur yang tertinggi sampai sekarang %: tahun. +endala yang ada yaitu 8iaya yang mahal.
2)

Dialisis peritoneal <DP=

19

'khir1akhir ini sudah populer

ontinuous 'm8ulatory Peritoneal

Dialysis < 'PD= di pusat ginjal di luar negeri dan di .ndonesia. .ndikasi medik 'PD" yaitu pasien anak1anak dan orang tua <umur le8ih dari ?& tahun=" pasien1pasien yang telah yang menderita !enderung penyakit akan sistem kardio#askular" pasien1pasien mengalami

perdarahan 8ila dilakukan hemodialisis" kesulitan pem8uatan 'V shunting" pasien dengan stroke" pasien 44, <gagal ginjal terminal= dengan residual urin masih !ukup" dan pasien ne3ropati dia8etik disertai !o1mor8iditydan !o1mortality. .ndikasi non1medik" yaitu keinginan pasien sendiri" tingkatintelektual tinggi untuk melakukan sendiri <mandiri=" dan di daerah yang jauh dari pusat ginjal.

3)

,ransplantasi ginjal ,ransplantasi ginjal merupakan terapi pengganti ginjal <anatomi dan 3aal=. Pertim8angan program transplantasi ginjal" yaitu :
a)

angkok ginjal <kidney transplant= dapat mengam8il alih seluruh <%))I= 3aal ginjal" sedangkan hemodialisis hanya mengam8il alih ;)19)I 3aal ginjal alamiah

b) c) d)

+ualitas hidup normal kem8ali -asa hidup <sur#i#al rate= le8ih lama +omplikasi <8iasanya dapat diantisipasi= terutama 8erhu8ungan dengan o8at imunosupresi3 untuk men!egah reaksi penolakan

e)

Biaya le8ih murah dan dapat di8atasi

20

21