Anda di halaman 1dari 2

Remaja dgn atau tanpa asma dilakukan pengukurannya yang sama, yg diukur aktifitas fisik yg biasa dan keras,

ketebalan lipatan kulit, tinggi, Fev,TLC, dan rv/tlc. Namun, remaja dgn asma memiliki nilai FEV lebih rendah dan massa tubuh lebih tinggi dari yang tidak dgn asma. (tabel 1). Itu sudah termasuk pria 69% dan 54 wanita, dan hasilnya antara pria dan wanita tdk terlalu berbeda. Factor yg berhubungan dgn asma seperti obat , jumlah asthma exacerbations tahun lalu dgn batasan aktifitasnya karena asma dapat dilihat pada tabel 1. Satu remaja dgn asma dilaporkan aktif merokok dibandingkan dengan tidak ada anak tanpa asma yang merokok. Monitor mencatat aktifitas dilakukan selama berjam-jam lebih selama satu minggu dan selama akhir pekan (angka) sama dgn 2 grup lainnya, dgn pencatatat, dlm 4 hari pada 95 % subjek . Remaja dgn asma ataupun tdk tidak terlalu berbeda pengukuran VEpeak, rer peak, rpe peak, HR peak, dan VO2peak table 2

VO2peak lebih tinggi pada remaja dgn asma yg mengunakan inhale corticosteroids !!! tahun lalu walau tdk terlalu tinggi sekali. Remaja dgn asma dilaporkan mengalami 4x atau lebih asma exacerbations dgn VO2peak yg rendah dibandingkan dgn remaja yang memiliki ciri2 seakan asma !!!. Pada rmeaja dgn asma, penggunaan ingale dan asma exacerbations tdk memiliki hubungan antara VO2peak . Text ndk keliatan jelas aku lanjut ke halaman berikutnya

ada penelitian kali ini, aktifitas fisik yang kuat dan ketebalan lipatan kulit berpengaruh dgn VO2peak pada remaja asma.Pada remaja tanpa asma, Ketebalan lapisan kulit dgn aktifitas fisik yg tdk terlalu kuat tdk berpengaruh thd VO2Peak , Vo2 peak juga tdk berpengaruh thd penggunaan inhale dan fungsi paru serta terjadinya asma exacerbations di beberapa bulan terakhir pada remaja dgn asma.

Asosiasi positif antara aktifitas fisik dan vo2peak telah di bahas sebelumnya ,(acuan jurnal lain) tidak menemukan hubungan lainnya. Namun, kita tdk membahasstudi lain termasuk pengukuran secara objektif aktifitas fisik dan pengukuran langsung VO2peak.(jurnal lain) menggunakan monitor untuk mencatat aktifitas fisiknya namun cardiorespiratory diperkirakan dari output power maksimal selama test ergometer sepeda maksimal

Pada review yang sistematik, aktifitas atau latihan dgn intensitas yg tinggi menjadi point penting untuk meningkatkan cardiorespiratory fitness pada anak-anak. Penelitian ini juga membuktikan pentingnya aktifitas fisik yang keras untuk meningkatkan VO2peak pada remaja dgn asma. 60 min aktifitas fisik yang keras tiap hari mampu menambah sekurangnya 2ml . Kg-1 .min -1 VO2peak pada anak-anak dgn asma dan menambah ketebalan lapisan kulit, jenis kelamin serta aktifitas lain.

Kelelahan fisik setelah latihan -induced bronchoconstriction merupakan salah satu alasan menurunnya aerobic fitness pada remaja dgn asma. Laporan sebelumnya, juga mengindikasikan bahwa anak-anak dengan asma parah dan juga tidak terkontrol dengan tingkat kebugaran rendah cardiorespiratory dapat mencapai kebugaran normal setelah ber partisipasi dalam program rehabilitasi fisik di bawah kendali optimal asma mereka. Hubungan antara asma dan rendahnya cardiorespirat Tingginya nilai FEV1 merupakan ory fitness atau level aktifitas fisik dilaporkan dalam beberapa penelitian disebabkan karena kurangnya kontrol untuk penyakit asma atau anak2 yang tidak mau terlibat aktifitas fisik untuk mengantisipasi EIB. Sebagaimana yang dilaporkan oleh lainnya kami tidak menemukan adanya hubungan antara fungsi paru dgn VO2peak ketika melakukan aktifitas fisik dan pengukuran ketebalan lapisan kulit. Dilain pihak, Wong ,melaporkan adanya hubungan negatif antara FEC1 dan VO2peak. Ketidakkonsistenan antar penelitian bs saja disebabkan oleh perbedaan objek yang jadi bahan penelitian dan metode pengukuran aerobic fitness. Mayoritas remaja dgn asma pada penelitian ini memiliki nbilai fungsi paru yang dpt dibandingkan dgn remaja tanpa asma, dan hanya fev dan FEF yang berkurang. Tingginya nilai Fev1 akibat dari obat anti inflamasi asma dan kontrol asma yang optimal. Bagaimanapun juga tidak ada remaja dgn asma yang termasuk kategori asma parah . Ketebalan lapisan kulit, lemak tubuh atau kapasitas tubuh sudah dijelakan merupakan salah satu faktor negatif yang berhubungan dgn VO2peak atau aerobic fitness pada anak2 atau remaja dgn asma atau tanpa asma. Lemak yang tinggi dikombinasikan dgn massa otot yang rendah merupakan salah satu penyebab 50% variabel di VO2peak dikonfirmasi dalam penelitian ini Vo2peak disebabkan oleh ktebalan lapisan kulit. Kekuatan utama dari studi ini Pengukuran secara langsung dan objektif dari aktifitas fisik subjek dan percobaan maximall cardiorepiratory fitness. Monitor aktifitas fisik memberikan langkah-langkah reliabel aktivitas fisik dan memiliki keunggulan dibandingkan dengan laporan diri sendiri. Kekuatan setiap faktor yng berhubungan tergantung dari tingginya Qualitas antara fitness dgn tugas aktifitas fisik. Sayangnya kurang dari 50% subjek menghadiri studi ini. Bagaimanapun juga VO2peak Tampaknya berpengaruh terhadap aktifitas fisik level pada Remaja norwegia penderita asma dan bukan karena faktor lain asma seperti penggunaan inhale, fungsi paru maupun jumlah asma exacerbations