Anda di halaman 1dari 14

TUGAS AUDITING 2 MENYELESAIKAN AUDIT

Oleh :

(KELOMPOK 2) 1. CHATRINE YASINTA 2. MARIANA F. PARHUSIP 3. KRISTINA SUANDINI (1202110123) (1202110136) (1202114134)

TELKOM EKONOMICS AND BUSINESS SCHOOL BANDUNG TECHNOPLEX 2014

BAB 24 MENYELESAIKAN AUDIT


MELAKSANAKAN PENGUJIAN TAMBAHAN UNTUK PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
Tujuan yang berhubungan dengan transaksi, tujuan yang berhubungan dengan saldo, dan tujuan pengujian dan pengungkapan. Akan dibahas tiga tahap pertaman proses audit menjelaskan bagaimana auditor merancang dan melaksanakan pengujian audit untuk memperoleh bukti yang kuat untuk mendukung setiap kategori dari tujuan tujuan audit, auditor melakukan pendekatan untuk memperoleh bukti untuk tujuan audit yang berhubungan penyajian dan pengungkapan, konsisten dengan bagaimana mereka melakukan pendekatan untuk memperoleh bukti untuk tujuan audit yag berkaitan dengan transaksi saldo. Melaksanakan prosedur untuk memahami pengendalian yang berkaitan dengan tujuan

penyajian dan pengungkapan sebagai bagian dari prosedur penilaian risiko. Melakukan uji pengendalian dan hubungan dengan pengungkapan ketika penilaian awal

atas risiko pengendalian berada di bawah maksimum. Melaksanakan prosedur substantive untuk memperoleh assurance bahwa semua tujuan

audit dicapai untuk informasi dan jumlah yang disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan. Salah satu ke khawatiran utama auditor berkenaan dengan tujuan penyajian danpengungkapan adalah menentukan apakah manajemen telah mengungkapkan semua informasi yang diperlukan (tujuan kelengkapan penyajian dan pegungkapan). Untuk menilai risiko bahwa tujuan kelengkapan untuk penyajian dan pengungkapan tidak dipenuhi, auditor mempertimbangkan informasi yang diperolehnya selama tiga tahap pertama pengujian audit untuk menentukan apakah mereka menyadari fakta dan situasi yang seharusnya diungkapkan.

Review Kewajiban kontinjen dan komitmen Kewajiban Kontinjensi adalah potensi utang di masa depan kepada pihak luar atas jumlah yang belum dapat ditentukan yang dihasilkan dari aktivitas yang telah dilakukan. Terdapat tiga kondisi yang diperlukan atas munculnya kewajiban kontijensi, yaitu : 1. Terdapat potensi pembayaran di masa mendatang kepada pihak luar atau penurunan nilai asset yang dihasilkan dari kondisi sekarang. 2. Terdapat ketidakpastian jumlah pembayaran atau penurunan nilai di masa mendatang. 3. Hasilnya akan diperoleh dari kejadian di masa mendatang. Ketidakpastian atas pembayaran di masa mendatang dapat bervariasi dari sangat mungkin terjadi sampai kemungkinan besar tidak terjadi. Adapun menurut PSAK 57 dijelaskan tiga tingkatan kemungkinan keterjadian dan perlakuan atas laporan keuangan yang dapat digunakan sebagai standard evaluasi dalam mempertimbangkan dan melakukan penilaian secara profesional bagi auditor terhadap kondisi pelaporan klien. Standar audit mensyaratkan bahwa manajemen, bukan auditor, bertanggung jawab atas identifikasi dan penetuan perlakuan akuntansi yang tepat untuk kewajiban kontinjensi dan pada dasarnya dalam pengungkapan atas kontijensi dapat dilakukan atas kerjasama pihak manajemen dengan auditor. Tujuan utama auditor dalam melakukan verifikasi kewajiban kontijensi adalah : Mengevaluasi perlakuan akuntansi atas kewajiban kontinjensi yang diketahui untuk menentukan apakah manajemen telah mengklasifikasikan kontijensi dengan benar (tujuan penyajian dan pengungkapan untuk klasifikasi). Mengidentifikasi praktek kontinjensi yang belum diidentifikasi manajemen (tujuan penyajian dan pengungkapan untuk kelengkapan). Komitmen sangat berkaitan erat dengan kewajiban kontinjensi. Komitmen meliputi hal-hal seperti perjanjian untuk membeli bahan baku atau melakukan sewa guna usaha suatu fasilitas

pada harga tertentu dan penjualan barang dagangan pada harga yang sudah ditentukan. Karakteristik dalam komitmen yaitu perusahaan setuju berada dalam kondisi tertentu di masa mendatang, tanpa memperhatikan apa yang terjadi dengan laba perusahaan atau perekonomian keseluruhan. Perusahaan biasanya menjelaskan seluruh komitmen, baik dalam penjelasan tambahan terpisah maupun digabungkan, dengan sebuah catatan mengenai kontinjensi.

Perhatian auditor terhadap kewajiban kontinjensi *Tuntutan yang tertunda untuk pelanggaran paten, kewajiban produk, dan lainnya *Perselisihan pajak penghasilan *Garansi produk *Diskonto wesel tagih *Jaminan untuk kewajiban orang lain *Saldo letter of credit yang beredar yang tidak digunakan 1. Prosedur Audit Untuk Menemukan Kontijensi

Langkah pertama dalam melakukan audit kontijensi adalah menentukan apakah terdapat kontijensi (tujuan penyajian dan pengungkapan atas keterjadian). Seperti pada kenyataannya lebih sulit menemukan transaski yang tidak tercatat daripada melakukan verifikasi atas informasi yang tercatat. Saat auditor mengetahui terjadi kontijensi mereka akan melakukanevaluasi Materialitas dan Pengungkapan Penjelasan Tambahan. Berikut adalah prosedur audit yang biasa digunakan oleh para auditor dalam mengaudit kewajiban kontijensi *Melakukan Tanya-Jawab dengan pihak manajemen (langsung / tertulis) tentang tercatatnya kontijensi.

*Menelaah laporan agen penerimaan internal pada tahun berjalan dan tahun sebelumnya atas penentuan PPh. *Menelaah notulensi pertemuan direktur dan pemegang saham bila ada indikasi tuntutan hukum atau kontijensi lainnya. *Menelaah kondisi hukum untuk periode audit dan menelaah tagihan dan pernyataan dari penasihat hukum atas terjadinya kewajiban kontijensi. *Memperoleh surat dari penasihat hukum atas status kewajiban kontijensi *Menelaah dokumentasi audit bila terdapat informasi yang mengindikasikan terjadinya kontijensi. *Memeriksa perjanjian kredit tanggal neraca dan meminta konfirmasi saldo yang terpakai atau tidak. 2. Evaluasi Kewajiban Kontijensi Yang Telah Diketahui

Jika auditor menyimpulkan bahwa terdapat kewajiban kontijensi, maka harus mengevaluasi signifikansi potensi utang dan sifat pengungkapan yang diperlukan dalam laporan keuangan untuk memperoleh bukti atas keterjadian atas hak dan kewajiban dalam tujuan penyajian dan pengungkapan. Untuk kontijensi yang membutuhkan pengungkapan , auditor juga menelaah konsep penjelasan tambahan untuk memastikan bahwa informasi yang diuangkapkan dapat dipahami dan dinyatakan dengan wajar sesuai kondisi kontijensi. 3. Prosedur Audit Untuk Menemukan Komitmen

Penelitian untuk mencari komitmen yang belum diketahui biasanya dilakukan sebagai bagian dari audit atas masing-masing area audit. Misalkan, dalam melakukan verifikasi penjualan, auditor seharusnya waspada atas adanya komitmen penjualan. 4. Tanya Jawab Dengan Pengacara Klien

Pennyelidikan standar terhadap pengacara klien,yg disiapkan di kertas surat yang berkop suratperusahaan klien dan ditandandatangani oleh pejabat perusahaan harus mencantumkan halhal berikut :

a. suatu daftar yang mencantumkan: * penundaan tuntutan hukum yang mungkin diajukan * klaim yang telah dinilai atau belumdinilai atau penilaian dimana pengacara memiliki keterlibatan yang signifikan b. permintaan dimana pengacara memberi masukan informasi atau komentar mengenai kemajua dari setiap item yang terdaftar c. permintaan biro hukum untuk mengidentiikasi setiap penundaan yang tidak disebutkan d. pernyataan yang memberitahukan pengacara mengenai tanggung jawab pengacara unuk memberitahu manajemen mengenai persoalan hukum yang memerlukan pengungkapan dalam laporan keuangan. REVIEW TERHADAP PERISTIWA KEMUDIAN Auditor harus mereview transaksi dan peristiwa yang muncul setelah tanggal neraca untuk menentukan apakah terdapat transaksi atau peristiwa yang muncul yang mungkin mempengaruhi penyajian dan pengungkapan wajar dari laporan periode saat ini. Prosedur audit yang disyaratkan oleh SAS 1 (AU 560) untuk memverifikasi transaksi dan peristiwa tersebut sering kali disebut review untuk peristiwa kemudian atau review pasca tanggal neraca. Periode yang Tercakup dalam Review Terhadap Peristiwa Kemudian Tanggal akhir neraca klien Audit Report Tanggal klien menerbitkan date laporan keuangan

31-12-07 Periode di mana review terhadap peristiwa kemudian dilakukan

11-3-08

26-3-08

periode untuk memproses laporan keuangan

Auditor bertanggung jawab untuk mereview peristiwa selanjutnya yang terjadi antara tanggal 31-12-07 dan 11-3-08 tetapi tidak untuk peristiwa setelah tanggal pelaporan audit. Kebanyakan prosedur audit terhadap peristiwa dilakukan berdekatan dengan tanggal pelapora audit. Jenis Peristiwa Kemudian Terdapat dua jenis peristiwa kemudian yang memerlukan pertimbangan manajemen : 1. Peristiwa yang memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan dan memerlukan penyesuaian Peristiwa periode kemudian, seperti berikut ini, memerlukan penyesuaian terhadap saldo akun pada laporan keuangan tahun ini jika jumlahnya material : Pernyataan kebangkrutan oleh pelanggan dengan saldo piutang usaha yang beredar karena kondisi keuangan pelanggan yang memburuk Penyelesaian tuntutan hukum dengan jumlah yang berbeda dari jumlah yang dicatat di dalam pembukuan Penyingkiran peralatan yang tidak digunakan dalam operasi dengan harga di bawah nilai buku saat ini Penjualan investasi dengan harga di bawah biaya yang tercatat

2. Peristiwa yang tidak memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan tetapi memerlukan pengungkapan Peristiwa atau transaksi yang muncul di periode selanjutnya yang mungkin memerlukan pengungkapan dan bukan penyesuaian di laporan keuangan termasuk : Penurunan dalam nilai pasar sekuritas yang dipegang untuk investasi sementara atau untuk dijual kembali Penerbitan obligasi atau sekuritas Penurunan dalam nilai pasar dari persediaan sebagai konseskuensi dari tindakan pemerintah yang menghalangi penjualan lebih lanjut dari suatu produk Kerugian persediaan yang tidak diasuransikan akibat dari kebakaran Merger atau akuisisi

Pengujian Audit Terdapat dua kategori prosedur audit untuk review peristiwa kemudian : 1. Prosedur yang biasanya diintegrasikan sebagai bagian dari verifikasi saldo akun akhir tahun 2. Prosedur yang dilaksanakan terutama untuk tujuan mengungkapkan peristiwa atau transaksi yang harus diakui sebagai peristiwa lanjutan

Kategori pertama memasukkan pengujian pisah batas dan penilaian yang dilakukan sebagai bagian dari pengujian atas rincian saldo. Kategori kedua dari pengujian dilaksanakan secara khusus untuk memperoleh informasi yang akan dimasukkan ke dalam saldo akun tahun berjalan atau catatan kaki sebagai pengujian dari tujuan kelengkapan penyajian dan pengungkapan.

Pengungkapan tersebut mencakup hal berikut : Pengajuan Pertanyaan kepada Manajemen . Pengajuan pertanyaanbervariasi dari klien ke klien tetapi biasanya berkaitan dengan potensi kewajiban atau komitmen kontinjen, perubahan signifikan dalam aktiva atau struktur modal perusahaan, status saat ini dari item yang tidak sepenuhnya diselesaikan pada tanggal neraca dan penyesuaiannya tidakbiasa yang dibuat setelah tanggal neraca. Pengajuan pertanyaan kepada manajemen mengenai peristiwa kemudian harus dilakukan dengan personel klien untuk memperoleh jawaban yang berarti.

Berkorespondensi dengan Pengacara. Auditor biasanya meminta pengacara untuk member tanggal dan mengirimkan surat pada tanggal penyelesaian pekerjaan lapangan yang diharapkan untuk memenuhi tanggung jawab auditor terhadap peristiwa kemudian.

Mereview Laporan internal yang disiapkan pada tanggal neraca. Dalam mereview auditor seharusnya menekankan perubahan dalam bisnis dibandingkan dengan hasil untuk periode yang sama di tahun yang diaudit dan perubahan setelah akhir tahun.

Mereview Catatan yang disiapkan setelah tanggal neraca. Auditor harus mereview jurnal dan buku besar untuk menentukan keberadaan dan sifat dari transaksi signifikan yang berhubungan dengan tahun berjalan.

Memeriksa Risalah yang diterbitkan pada tanggal neraca. Auditor harus memeriksa risalah pertemuan pemegang saham dan direktur setelah tanggal neraca untuk peristiwa kemudian yang mempengaruhi laporan keuangan periode saat ini.

Memperoleh Letter of Representation. Letter of Representataion ditulis oleh manajemen klien kepada auditor mengesahkan laporan yang dibuat manajemen mengenai persoalan yang berbeda sepanjang audit, termasuk diskusi mengenai peristiwa kemudian.

Penanggalan Ganda Kadang-kadang, auditor menentukan bahwa peristiwa kemudian yang mempengaruhi laporan keuangan periode berjalan terjadi setelah pekerjaan lapangan diselesaikan tetapi sebelum laporan audit diterbitkan. Auditor memiliki dua pilihan sebanding yang dapat diterima untuk memperluas pengujian peristiwa kemudian : 1. Memperluas semua pengujian peristiwa kemudian hingga ke tanggal yang baru 2. Membatasi review peristiwa kemudian pada persoalan yang berhubungan dengan peristiwa lanjutan yang baru

Untuk pilihan pertama, auditor hanya mengubah tanggal laporan audit ke tanggal yang baru. Untuk pilihan yang kedua, auditor menerbitkan laporan audit dengan tanggal ganda ,yang berarti laporan audit tersebut memasukkan dua tanggal : tanggal yang pertama pada saat pekerjaan lapangan selesai, kecuali untuk pengecualian tertentu, dan tangga;l kedua, yang selalu lebih lambat untuk pengecualian.

AKUMULASI BUKTI AKHIR Lima jenis pengumpulan bukti akhir dibahas di bab ini adalah : melaksanakan prosedur analitis akhir, mengevaluasi asumsi going concern, memperoleh surat representasi dari

manajemen, mempertimbangkan informasi yang menemani laporan keuangan dasar, dan membaca informasi lain dalam laporan tahunan. Maing-masing dari hal tersebut dilakukan belakangan dalam audit.

Melaksanakan Prosedur Analitis Akhir Ketika melaksanakan prosedur analitis selama tahap review akhir, yang diharuskan oleh standar audit, partner pada umumnya membaca laporan keuangan, termasuk catatan kaki, dan mempertimbangkan : 1. Kecukupan dari bukti yang dikumpulkan mengenai saldo akun yang tidak biasa atau tidak diharapkan atau hubungan yang teridentifikasi selama perencanaan atau ketika melaksanakan audit 2. Saldo akun yang tidak biasa atau tidak diharapkan atau hubungan yang sebelumnya tidak teridentifikasi.

a. Mengevaluasi Asumsi Going- Concern SAS 59 (AU 341) mengharuskan auditor untuk mengevaluasi apakah terdapat keraguan substansial mengenai kemampuan klien untuk terus berjalan sebagai going concern untuk setidaknya satu tahun setelah tanggal neraca. Auditor melakukan penilaian awalnya sebagai bagian dari perencanaan akan tetapi mungkin merevisinya jika memperoleh informasi yang baru. b. Memperoleh Surat Representasi Manajemen SAS 85 (AU 333) mengharuskan auditor untuk memperoleh surat representasi yang mendokumentasikan representasi lisan yang paling penting selama audit. Tiga tujuan dari surat representasi klien adalah : 1. Untuk menekankan kepada manajemen tanggung jawabnya atas asersi dalam laporan keuangan 2. Untuk mengingatkan manajemen potensi salah saji atau penghapusan dala laporan keuangan 3. Untuk mendokumentasikan respons dari manajemen untuk mengajukan pertanyaan mengenai berbagai aspek dari audit.

SAS 85 menyarankan empat kategori persoalan khusus yang harus dimasukkan. Keempat kategori tersebut, dengan contoh dari masing-masing adalah : 1. Laporan keuangan 2. Kelengkapan informasi 3. Pengakuan, pengukuran dan pengungkapan 4. Peristiwa kemudian

c. Mempertimbangkan informasi yang menyertai laporan keuangan dasar SAS 29 (AU 551) merujuk pada informasi tambahan tersebut sebagai informasi yang menyertai laporan keuangan dasar dalam dokumen yang diserahkan auditor. Auditor harus membedakan dengan jelas tanggung jawab auditnya dan tanggung jawab pelaporan untuk laporan keuangan utama dan untuk informasi tambahan.

Informasi yang menyertai laporan keuangan dasar Neraca Laporan keuangan Laporan laba rugi Laporan arus kas Catatan kaki Laporan komparatif terinci Data Statistik Skedul perlindungan asuransi Informasi yang menyertai laporan dasar keuangan paragraph terpisah pendapat wajar tanpa pengecualian, dengan pengecualian atau menolak memberikan pendapat dasar Laporan standar audit

d. Membaca informasi lain dalam laporan tahunan SAS 8 (AU 550) mengharuskan auditor untuk membaca informasi lain yang dimasukkan dalam laporan tahunan yang berhubungan secara langsung dengan

laporan keuangan. SAS 8 hanya berkaitan dengan informasi yang bukan merupakan bagian dari laporan keuangan tapi diterbitkan bersama laporan keuangan. MENGEVALUASI HASIL Setelah melaksanakan semua prosedur audit dalam setiap bidang audit, termasuk mereview kontinjensi dan peristiwa kemudian serta mengumpulkan bukti akhir, auditor harus mengintegrasikan hasilnya menjadi satu kesimpulan secara keseluruhan mengenai laporan keuangan. Bukti yang Tepat yang Mencukupi Untuk melakukan evaluasi akhir menyangkut apakah bukti yang tepat yang mencukupi telah dikumpulkan, auditor mereview dokumentasi audit untuk menentukan apakah semua kelas transaksi yang material, akun dan pengungkapan telah diuji secara memadai, dengan mempertimbangkan semua situasi audit. Bukti yang Mendukung Pendapat Auditor Bagian yang penting ketika mengevaluasi apakah laporan keuangan telah dinyatakan secara wajar meliputi review auditor terhadap ikhtisar salah saji yang ditemukannya dalam audit. Selain setiap salah saji yang material tersebut, sering kali juga ada beberapa salah saji yang tidak material yang belum disesuaikan oleh klien. Jika auditor meyakini cukup bukti tetapi menyimpulkan bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar, mereka kembali memiliki dua pilihan: Laporan harus direvisi untuk memenuhi keinginan auditor atau harus memberikan baik pendapat wajar dengan pengecualian maupun pendapat tidak wajar.

Pengungkapan Laporan Keuangan Sebagai bagian dari review akhir terhadap pengungkapan laporan keuangan, banyak kantor akuntan publik mengharuskan penyelesaian daftar pemeriksaan pengungkapan laporan keuangan atas setiap audit. Kuisioner tersebut dirancang untuk mengingatkan auditor akan masalah pengungkapan umum dalam laporan keuangan dan untuk memfasilitasi review akhir atas keseluruhan audit oleh partner yang independen.

Mengaudit Review Dokumentasi

Ada tiga alsan mengapa seorang anggota kantor akuntan publik yang berpengalaman harus meneliti dengan seksama review dokumentasi audit pada tahap penyelesaian audit: 1. Untuk mengevaluasi kinerja personil yang belum berpengalaman. 2. Untuk memastikan bahwa audit memenuhi standar kinerja kantor akuntan publik. 3. Untuk mengatasi bias yang sering kali merecoki pertimbangan auditor.

Review Indpenden Riviewer ini sering kali mengambil posisi berlawanan untuk memastikan pelaksanaan audit sudah memadai. Tim audit harus mampu menjustifikasi bukti yang telah dikumpulkan dan kesimpulan yang dicapai berdasarkan situasi aduit.

Ikhtisar Evaluasi Bukti Auditor mengevaluasi kecukupan dan kelayakan bukti dengan pertama kali mengevaluasi risiko audit yang dicapai, menurut akun dan siklus, dan kemudian melakukan evaluasi yang sama atas laporan keuangan secara keseluruhan.

MENERBITKAN LAPORAN AUDIT Auditor akan menerbitkan laporan tanpa pengecualian dengan kata-kata standar. Kantor akuntan biasanya memiliki template elektronik untuk laporan ini danhanya mengubah nama klien, judul laporan keuangan, dan tanggal. Sebagian besar kantor akuntan publik memiliki petunjuk manual pelaporan audit yang komprehensif untuk membantunya memilih kata-kata yang tepat dalam laporan yang akan diterbitkan.

BERKOMUNIKASI DENGAN KOMITE AUDIT DAN MANAJEMEN Tiga komunikasi yang pertama diwajibkan oleh standar auditing untuk memastikan bahwa pihak yang berhak, yang sering kali adalah komite audit dan manajemen senior, diberi informasi mengenai temuan audit dan rekomendasi auditor. Ada empat tujuan utama: 1. Untuk mengkomunikasikan tanggung jawab auditor dalam audit atas laporan keuangan. 2. Untuk menyediakan tinjauan mengenai lingkup dan penetapan waktu audit.

3. Untuk menyediakan pihak yang berhak temuan yang signifikan yang diperoleh selama audit. 4. Untuk memperoleh informasi yang relevan dengan audit dari pihak yang berhak atau yang terlibat dalam tata kelola.

Surat Manajemen Surat manajemen ditujukan untuk memberi tahu personil klien mengenai rekomendasi akuntan publik untuk memperbaiki setiap bagian bisnis klien. Sebagian besar rekomendasi itu berfokus pada saran agar operasi berjalan lebih efisien. Beberapa auditor memadukan surat manajemen dengan surat mengenai defisensi yang signifikan dan kelemahan yang material. Pada audit yang lebih kecil, sudah umum bagi auditor untuk mengomunikasikan sara tentang operasi secara lisan dan bukan melalui surat manajemen.

PENEMUAN FAKTA-FAKTA LEBIH LANJUT Ketika penemuan fakta-fakta lebih lanjut ini terjadi, auditor berkewajiban untuk memastikan bahwa para pemakai yang mengandalkan laporan keuangan diberi tahu mengenai salah saji tersebut. Jika auditor menemukan bahwa laporan keuangan ternyata menyesatkan setelah diterbitkan, tindakan yang harus ditempuh adalah meminta klien untuk segera menerbitkan laporan keuangan yang telah direvisi yang mencantumkan penjelasan mengenai alasan revisi tersebut.