Anda di halaman 1dari 7

PENETRAN TEST

13.11 MECHANICAL ENGINEERING No comments

Die Penetran Test atau Color check Dari berbagai macam pengujian tidak merusak salah satunya adalah dengan penetran test. Cara pengujian yang tanpa menggunakan alat bantu electronic ataupun semacamnya namun menggunakan media chemical penetran dan defeloper. Prinsip kerja Prinsip kerja penetran test adalah memanfaatkan metoda sifat kapilaritas cairan. Apabila terdapat celah kecil apabila diberi cairan maka celah tersebut akan menyedot cairan sehingga celah tersebut akan berisi cairan. Dengan memanfaatkan cara inilah penetran test sebagai metoda pengujian dilakukan. Color check banyak digunakan untuk memeriksa material stenlles steel, besi, carbon steel dan lain sebagainya. Ada 2 jenis pemeriksaan menggunakan penetran test, yaitu: 1. Penetran fluoresen yaitu pengujian penetran test yang dilakukan dengan bantuan sinar ultraviolet. Cairan ini mengandung zat warna yang akan berfluorensi bila disinari dengan sinar ultraviolet. Sama halnya dengan phosphor apabila kena cahaya makan bersinar atau menimbulkan cahaya yang akan menunjukan letak retakkan material. Cara ini biasanya digunakan untuk material atau barang-barang yang lebih membutuhkan sensitifitas lebih tinggi, missal: baling-baling pesawat. 2. Penetran non Fluoresen yaitu pengujian ini dapat dilakukan langsung secara visual langsung tanpa bantuan sinar ultraviolet. Cairan ini mengandung zat warna yang memiliki sifat kontras yang tinggi pada ruangan terang. Dan cara kedua ini yang paling banyak digunakan karena dalam pemakaiannya paling mudah dan efisien. Metode ini biasanya digunakan untuk mendeteksi permukaan terbuka di non-ferromagnetic material. I. Chemically cleaned Untuk membersihkan permukaan dari material tersisa misal, gemuk, kotoran dll. Dari permukaan yang akan diuji. I. Penetrant Dengan sistem capillarity pentrant akan masuk ke celah yang terbuka (crack) I. Bersihkan kelebihan Penetrant II. Developer powder

Untuk mengaplikasikan penetrant bisa digunakan dengan cara: 1. Disemprot (spray) 2. Dikuas 3. Dicelup

Jika kita akan menggunakan teknik semprot sebaiknya jarak penyemprotan adalah 25 30 cm dari benda kerja. Lamanya waktu penetrasi harus sesuai dengan tabel T-672

Pembersihan cairan penetrant

Setelah waktu pentrasi telah cukup, kemudian penetrant dibersihkan. Cara-cara pembersihannya bisa dengan menyeka dengan kertas penyerap secara berulang-ulang, atau dengan menyeka menggunakan majun yang telah diolesi solvent (cleaner). Untuk menjaga agar penetrant yang masuk ke dalam crack tidak ikut terbawa cleaner maka perlu kehati-hatian saat membersihkan sisa penetrant. Hal-hal yang tidak boleh dilakukan adalah menguras benda kerja dengan cleaner untuk membersihkan sisa penetrant. Tunggu sampai kering untuk kemudian dilakukan penyemprotan developer.

Aplikasi developer

Setelah sisa penetrant bersih dan kering kemudian dilakukan penyemprotan developer dari jarak 25-30 cm. Hal ini dimaksudkan agar indikasi crack tetap bisa terbaca, jika terlalu dekat kemungkinan indikasi crack bisa tertutupi oleh warna dari developer. Jangan melakukan evaluasi saat developer masih basah karena indikasi crack masih kurang jelas, tunggulah sampai developer kering baru kemudian melakukan evaluasi. Waktu yang dibutuhkan untuk evaluasi setelah diaplikasikan developer bisa dilihat pada tabel T-672.

Evaluasi

Crack bisa teridentifikasi dari perbedaan warna, biasanya warna merah akan keluar dari dalam crack ketika setelah diangkat oleh developer. Bentuk crack yang biasanya memanjang. Jika penerangan selama pengetesan kurang memadai maka hal tersebut bisa menyebabkan indikasi crack tidak terbaca, tingkat keterangan cahaya minimal adalah 100 fc. Apabila ada permukaan yang tidak sempurna dari machining dan permukaan benda kerja yang kurang bersih bisa menimbulkan indikasi palsu, pengalaman dan ketelitian sangat dibutuhkan dalam pengetesan ini

Ket : A > Pada gambar A terlihat bahwa material yang sudah dibersihkan disemprot secara merata dengan penetran dipermukaan materian tersebut, biarkan penetran masuk kedalam celah material biarkan selama 5 -10 menit (Dwell Time). B > Setelah itu bersihkan penetran dengan kain, namun semprotkan terlebih dahulu cleaner pada kain agar penetran yang menempel pada permukaan lebih bersih. Jadi penetran yang

tersisa hanya pada celah apabila terdapat retak. C > Kemudian setelah itu semprotkan developer pada permukaan material tersebut dan diamkan beberapa saat. D > Apabila terdapat indikasi keretakan maka cairan penetran yang yang masuk kedalam celah tersebut akan terlihat dikarenakan daya kapilaritas, dalam hal ini berat jenis developer lebih ringan dari pada penetran jadi cairan developer akan mengisi pada celah tersebut sedangkan cairan penetran akan naik keatas permukaan. PROSEDUR ASME V ARTICLE 6 T-621 Written Procedure Requirements Table T-621 T-642 Surface Preparation / Cleaning T-643 Drying after Cleaning - T-671 Penetrant Application T-672 Dwell Time Table T-672 T-673 Excess Penetrant Removal T-674 Drying after Excess Penetrant Removal T-675 Developing T-676 Interpretation T-680 Evaluation T-690 Documentation T-652 Technique Standard Temperature T-653 Technique Standard Temperature T-654 Restriction Kelebihan Pengoperasiannya mudah Metode terbaik untuk surface breaking cracks di non-ferrous metals. Quantative. Kekurangan Terbatas hanya untuk cacat permukaan terbuka. Kurang sensitivity NOTE : Tingkat kebersihan dari permukaan benda kerja berpengaruh terhadap daya desak penetrant. Untuk permukaan yang kasar seperti pada casting bisa terlebih dahulu digerinda agar rata. Area permukaan benda kerja kurang lebih sejauh 25.4 mm dari tempat pengetesan harus bebas dari semua kotoran, grease, sisa benang kain, scale, welding flux, spatter las, cat, oli, dan bahanbahan lain yang dapat mempengaruhi indikasi adanya crack

http://khairulamriengineering.blogspot.com/2012/01/penetran-test.html

Dye penetrant Check / Penetrant Test (PT)


Artikel ini dibuat berdasarkan ASME Sec. V article 6 edisi 2007 Jika kita seorang inspekstor maka kita akan sering berjumpa dengan penetrant test (PT). Penetrant test (PT) adalah salah satu teknik Non-Destructive Testing (NDT) untuk mengetahui adanya crack dipermukaan benda. Metode ini ada dua cara yaitu menggunakan perbedaan warna atau fluoresensi (berpendar), pada bahasan kali ini saya akan membahas mengenai metode perbedaan warna. Penetrant yang digunakan adalah jenis solvent removable. Dalam persiapan untuk melakukan penetrant kita memerlukan: 1. Removal/Cleaner. Cleaner digunakan untuk membersihkan benda kerja sekaligus menghilangkan sisa penetrant ketika akan diaplikasikan developer. 2. Penetrant. Penetrant adalah zat yang mempenetrasi crack.

3. Developer. Developer adalah zat yang mengangkat penetrant dari dalam crack menuju ke permukaan.

Tata cara pelaksanaan:

Berishkan benda kerja sebelum dilakukan penetrant.

Tingkat kebersihan dari permukaan benda kerja berpengaruh terhadap daya desak penetrant. Untuk permukaan yang kasar seperti pada casting bisa terlebih dahulu digerinda agar rata. Area permukaan benda kerja kurang lebih sejauh 25.4 mm dari tempat pengetesan harus bebas dari semua kotoran, grease, sisa benang kain, scale, welding flux, spatter las, cat, oli, dan bahan-bahan lain yang dapat mempengaruhi indikasi adanya crack. Pembersihan permukaan benda kerja bisa menggunakan cleaner (solvent) yang disemprotkan ke benda kerja kemduian dilap dengan majun sampai bersih, tetapi harus mengacu pada tabel dibawah ini. Tunggu sampai kering untuk kemudian dilakukan penetrant. Pengeringan bisa dengan pengeringan normal (evaporasi normal) atau dihembus udara hangat. Pembersih lain yang diijinkan untuk pembersihan sebelum dilakukan penetrant adalah deterjen, organic solvent, descaling solution, penghilang minyak, dan pembersihan dengan metode ultrasonic + degreasing juga diijinkan. [caption id="attachment_389" align="aligncenter" width="640" caption="Requirement of a liquid penetrant examination procedure"]

[/caption]

Aplikasi penetrant

Ada berbagai macam penetrant, penetrant yang kita bahas kali ini adalah penetrant untuk suhu normal (10 - 52 C). Untuk mengaplikasikan penetrant bisa digunakan dengan cara: 1. 2. 3. Disemprot (spray) Dikuas Dicelup

Jika kita akan menggunakan teknik semprot sebaiknya jarak penyemprotan adalah 25 - 30 cm dari benda kerja. Lamanya waktu penetrasi harus sesuai dengan tabel dibawah ini:

Pembersihan cairan penetrant

Setelah waktu pentrasi telah cukup, kemudian penetrant dibersihkan. Cara-cara pembersihannya bisa dengan menyeka dengan kertas penyerap secara berulang-ulang, atau dengan menyeka menggunakan majun yang telah diolesi solvent (cleaner). Untuk menjaga agar penetrant yang masuk ke dalam crack tidak ikut terbawa cleaner maka perlu kehati-hatian saat membersihkan sisa penetrant. Hal-hal yang tidak boleh dilakukan adalah menguras benda kerja dengan cleaner untuk membersihkan sisa penetrant. Tunggu sampai kering untuk kemudian dilakukan penyemprotan developer.

Aplikasi developer

Setelah sisa penetrant bersih dan kering kemudian dilakukan penyemprotan developer dari jarak 2530 cm. Hal ini dimaksudkan agar indikasi crack tetap bisa terbaca, jika terlalu dekat kemungkinan indikasi crack bisa tertutupi oleh warna dari developer. Jangan melakukan evaluasi saat developer masih basah karena indikasi crack masih kurang jelas, tunggulah sampai developer kering baru kemudian melakukan evaluasi. Waktu yang dibutuhkan untuk evaluasi setelah diaplikasikan developer bisa dilihat pada tabel T-672.

Evaluasi

Crack bisa teridentifikasi dari perbedaan warna, biasanya warna merah akan keluar dari dalam crack ketika setelah diangkat oleh developer. Bentuk crack yang biasanya memanjang. Jika penerangan selama pengetesan kurang memadai maka hal tersebut bisa menyebabkan indikasi crack tidak terbaca, tingkat keterangan cahaya minimal adalah 100 fc. Apabila ada permukaan yang tidak

sempurna dari machining dan permukaan benda kerja yang kurang bersih bisa menimbulkan indikasi palsu, pengalaman dan ketelitian sangat dibutuhkan dalam pengetesan ini. Contoh indikasi crack: [caption id="attachment_385" align="aligncenter" width="480" caption="Contoh indikasi crack (warna merah)"][/caption] Setelah selesai melakukan pengetesan benda kerja harus dibersihkan kembali seperti sedia kala. Artikel ini hanya berlaku untuk tipe pentrant pada suhu normal, Teknik color contrast, jenis penetrant solvent removable, dan developer tipe basah. Posted by Bangkit Widayat at Wednesday, December 15, 2010