Anda di halaman 1dari 18

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang

Dalam mendiagnosa suatu penyakit di dalam tubuh pasien dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan melakukan uji laboratorium. Bagi tenaga kesehatan, uji laboratorium harus dilakukan dengan tepat sehingga perlu adanya ilmu untuk menunjang kinerja kesehatan. Berikut beberapa specimen yang dapat digunakan untuk uji laboratorium, yaitu : 1. 2. 3. 4. Specimen Darah Specimen Urine Specimen Feses Specimen Secret / Cairan

B. 1.

Tujuan Tujuan Umum Mahasiswa mampu melaksanakan Persiapan dan Pengambilan Specimen untuk uji laboratorium dengan baik dan benar.

2.

Tujuan Khusus Mahasiswa mampu mengambil specimen darah, urine, feses dan secret/cairan dalam rangka menambah pengetahuan bagi mahasiswa.

BAB II PEMBAHASAN A. Pengambilan Specimen

1.

Pengertian Pengambilan specimen merupakan slah satu dari serangkaian proses yang dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan laboratorium. Supaya specimen memenuhi syarat untuk diperiksa, maka proses pengambilan specimen harus dilakukan dengan mengikuti kaidah yang benar. Specimen yang memenuhi syarat yaitu jenisnya sesuai dengan pemeriksaan yang akan dilakukan, volumenya mencukupi untuk tiap jenis pemeriksaan, kondisinya layak untuk diperiksa (segar / tidak kadaluwarsa, tidak berubah warna, steril, tidak menggumpal), antikolagen yang digunakan sesuai, dan ditampung dalam wadah yang memenuhi syarat.

2.

Persiapan Sebelum Pengambilan Specimen Sebelum melakukan pengambilan specimen, lakukan persiapan-persiapan seperti berikut ini :

a.

Persiapan Pasien

1. Beritahukan kepada pasien tentang hal-hal apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh pasien sebelum dilakukan pengambilan specimen. a. Persiapan secara umum, seperti : puasa selama 8-10 jam sebelum pengambilan specimen (untuk pemeriksaan glukosa darah puasa, profil lipid, profil besi), tidak melakukan aktifitas fisik yang berat, tidak merokok, tidak minum alkohol, dsb. b. Jika pasien harus melakukan pengambilan specimen sendiri (urine, dahak, feses), jelaskan tata cara pengambilannya. Misalnya : kapan harus diambil, bagaimana menampung specimen dalam wadah yang disediakan, mencuci tangan sebelum dan setelah mengambil specimen, membersihkan daerah genital untuk pengambilan sampel urine, dsb.

b.

Persiapan Peralatan Sampling Pastikan semua peralatan sampling telah disiapkan sesaat sebelum sampling. Penting untuk diperhatikan bahwa semua peralatan memenuhi persyaratan sebagai berikut :

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Bersih Kering Tidak mengandug detergent atau bahan kimia Terbuat dari bahan yang tidak mengubah zat-zat dalam spesimen Steril, apalagi jika specimen akan diperiksa biakan (kultur) kuman Sekali pakai buang (disposable)

7. Wadah specimen tidak retak atau pecah, mudah dibuka atau ditutup rapat, besar / ukurannya sesuai dengan volumespecimen yang diambil.

c.

Antikoagulan Antikoagulan adalah bahan kimia yang dipergunakan untuk mencegah pembekuan darah. Umumnya yang digunakan adalah EDTA (Ethylendiamin Tetraaceticacid), natrium citrat, heparin dan natrium fosfat. Pemilihan antikolagen harus sesuai dengan jenis pemeriksaan dan takaran volumenya harus tepat.

d.

Lokasi sampling Sebelum melakukan sampling, tetapkan lokasi pengambilan sesuai dengan jenis specimen yang diperlukan. Misalnya, pengambilan specimen darah.

1. Darah vena umumnya diambil dari vena median cubiti pada daerah lengan di lipatan siku bagian dalam. Vena ini besar, cukup terlihat, paling sedikit dan kecil kemungkinan memarnya. 2. Darah arteri umumnya diambil dari arteri radialis di daerah pergelangan tangan.

3. Darah kapiler diambil dari ujung jari tangan, yaitujari tengah atau jari manis. Pada bayi diambil pada tumit 1/3 bagian tepi telapak kaki. 4. Specimen untuk biakan kuman diambil pada daerah yang sedang infeksi, kecuali darah dab cairan otak. 5. Sumsum tulang orang dewasa diambil pada tulang dada dan crista iliaca anterior dan posterior. Pada anak-anak diambil pada bagian proksimal tibia. 6. Lokasi pengambilan specimen tiak boleh terdapat luka, hematoma, infeksi, oedema. Untuk pengambilan specimen darah, selain tidak dilakukan pada tempat-tempat tersebut, juga tidak boleh dilakukan pada daerah dimana darah sedang ditranfusikan dan intervena lines (infus). B. Jenis specimen Darah

Pemeriksaan darah merupakan pemeriksaan dengan bahan atau specimen darah. Beberapa pemeriksaan berikut ini menggunakan specimen darah, antara lain : a. Serum Glutamik Piruvat Transaminase (SGPT) atau alanin amonio transferse. Pemeriksaan SGPT dilakukan untuk mendeteksi adanya kerusakan hepatoseluler. Cara pengambilan : 1. 2. 3. 4. Ambil darah kurang lebih 5-10 ml dari vena Masukan pada tabung atau botol Hindari hemolisis Berikan label nama dan tanggal

Albumin Pemeriksaan albumin dilakukan untuk mendeteksi kemampuan albumin yang disintesis oleh hepar. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan adanya gangguan hepar seperti Sirosis, luka bakar, gangguan ginjal atau kehilangan protein dalam jumlah yang banyak. Cara pengambilan : 1. 2. 3. Ambil darah kurang lebih 5-10 ml dari vena Masukkan pada tabung atau botol Barikan nama dan tanggal Asam Urat Pemeriksaan asam urat dilakukan untuk mendeteksi penyakit pada ginjal, anemia asam folat, luka bakar, dan kehamilan. Terjadi peningkatan asam urat dapat diindikasikan penyakit seperti leukimia, kanker, eklampesia berat, gagal ginjal, mal nutrisi, dll. Cara pengambilan: 1. 2. 3. Ambil darah kurang lebih 5-7 ml dari vena Masukkan pada tabung atau botol Berikan label nama dan tanggal Bilirubin (totol, direct dan indirect) Pemeriksaan bilirubin dilakukan untuk mendeteksi kadar bilirubin. Pemeriksaan pada bilirubin direct dilakukan untuk mendeteksi adanya ikterik obstruktif oleh karena

batu atau neoplasma, hepatitis, dan sirosis. Pada bilirubin indirect, pemeriksaan dapat mendeteksi adanya anemia, malaria dan lain-lain. Cara pengambilan : 1. 2. 3. 4. Ambil darah kurang lebih 5-10 ml dari vena Masukkan pada tabung atau botol Hindari hemolisis Berikan label nama dan tanggal

Estrogen Pemeriksaan estrogen dilakukan untuk mendeteksi disfungsi ovarium, gejala menopause dan pasca menopause, serta stress psikogenik. Peningkatan nilai estrogen ini dapat menunjukan indikasi adanya tumor ovarium, adanya kehamilan, dan lain-lain. Cara pengambilan : 1. 2. 3. Ambil darah kurang lebih 5-10 ml dari vena Masukkan pada tabung atau botol Berikan label nama dan tanggal Gas darah arteri Pemeriksaan gas darah arteri dilakukan untuk mendeteksi gangguan keseimbangan asam basa yang disebabkann oleh karena gangguan respiratorik atau gangguan metabolic. Cara pengambilan : 1. 2. Ambil darah kurang lebih 1-5 ml dari arteri, dengan spuit dan jarum berisikan heparin Berikan label nama dan tanggal Gula darah puasa Pemeriksaan gula darah puasa dilakukan untuk mendeteksi adanya diabetes atau reaksi hipogiklemik. Kadar Normal Gula Darah Puasa Sebuah gula darah normal puasa (yang juga merupakan gula darah orang normal akan melihat tepat sebelum makan) adalah 83 mg / dl (4,6 mmol / L) atau kurang. Banyak

orang normal puasa gula darah pada pertengahan dan tinggi 70 mg / dl (3,9 mmol / L). Meskipun kebanyakan dokter akan memberitahu Anda setiap gula darah puasa di bawah 100 mg / dl (5,6 mmol / L) adalah "normal", ada beberapa studi yang menunjukkan bahwa pengujian dengan gula darah puasa di pertengahan 90 mg / dl (5 mmol / L) kisaran sering memprediksi diabetes yang didiagnosis satu dekade kemudian. Cara pengambilan : 1. 2. 3. Ambil darah kurang lebih 5-10 ml dari vena Masukkan ke dalam tabung atau botol Puasakan makan dan minum 12 jam sebelum pemeriksaan

Gula darah postprandial Pemeriksaan gula darah postprandial bertujuan untuk mendeteksi adanya diabetes atau reaksi hipoglikemik. Pemeriksaan dilakukan setelah makan. Kadar normal Gula darah sesudah makan (Postprandial) Kadar normal gula darah seseorang sesudah makan, tergantung apa yang mereka makan, gula darah orang yang benar-benar normal adalah Di bawah 120 mg / dl (6,6 mmol / L) satu atau dua jam setelah makan. Kebanyakan orang normal berada di bawah 100 mg / dl (5,5 mmol / L) dua jam setelah makan. Cara pengambilan : 1. 2. Ambil dari kurang lebih 5-10 ml dari vena 2 jam setelah makan pagi atau siang Masukkan ke dalam tabung atau botol Gonadotropin korionik manusia (Human Chronic Gonadptropin HCG) Pemeriksaan HCG dilakukan untuk mendeteksi adanya kehamilan karena HCG adalah hormon yang diproduksi oleh plasenta. Cara pengambilan : 1. 2. 3. 4. Ambil darah kuranng lebih 5-10 ml dari vena Masukkan ke dalam tabung atau botol Hindari hemolisis Berikan label nama dan tanggal

Hematokrit Pemeriksaan hematokrit dilakukan untuk mengukur konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi adanya anemia, kehilangan darah, gagal ginjal kronis, serta defisiensi vitamin B dan C. Apabila terjadi peningkatan kadar hematrokit dapat diindikasikan adanya dehidrasi, asidosis, trauma, pembedahan, dan lainlain. Cara pengambilan : 1. 2. 3. Ambil darah kurang lebih 7 ml dari vena Masukkan ke dalam tabung atau botol Berikan label nama dan tanggal

Hemoglobin Pemeriksaan hemoglobin dilakukan untuk mendeteksi adanya anemia dan penyakit ginjal. Peningkatan hemoglobin dapat menunjukkan indikasi adanya dehidrasi, penyakit paru-paru obstruksi menahun, gagal jantung kongestif, dan lain-lain. Kadar normal hemoglobin Kadar hemoglobin menggunakan satuan gram/dl. Yang artinya banyaknya gram hemoglobin dalam 100 mililiter darah. Nilai normal hemoglobin tergantung dari umur pasien : 1. Bayi baru lahir : 17-22 gram/dl 2. Umur 1 minggu : 15-20 gram/dl 3. Umur 1 bulan : 11-15 gram/dl 4. Anak anak : 11-13 gram/dl 5. Lelaki dewasa : 14-18 gram/dl 6. Perempuan dewasa : 12-16 gram/dl 7. Lelaki tua : 12.4-14.9 gram/dl 8. Perempuan tua : 11.7-13.8 gram/dl Nilai diatas dapat berbeda pada masing masing laboratorium namun tidak akan terlalu jauh dari nilai diatas. Ada pula laboratorium yang tidak membedakan antara lelaki atau perempuan dewasa dengan lelaki atau perempuan tua. Cara pengambilan : 1. 2. Ambil darah kurang lebih 5-10 ml dari vena Masukkan ke dalam tabung atau botol

3. 4.

Hindari hemolisis Berikan label nama dan tanggal

Trombosit Pemeriksaan trombosit dilakukan untuk mendeteksi adanya trombositopenia yang berhubungan dengan pendarahan, dan trombositosis yang menyebabkan peningkatan pembekuan darah. Cara pengambilan : 1. 2. 3. Ambil darah kurang lebih 5 ml dari vena Masukkan ke dalam tabung atau botol Berikan label nama dan tanggal

Masa Tromboplastin Parsial (Partial Tromblopastin Time PPT), masa tromboplastin parsial teraktivasi (Actional Partial, masa tromboplastin parsial teraktivasi (Actional Partial Tromboplastin Time APPT). Pemeriksaan PPT / APPT bertujuan untuk mendeteksi variasi trombosit, memonitor terapi heparin, mendeteksi defisiensi faktor pembekuan kecuali faktor VII dan VIII. Cara pengambilan : 1. 2. 3. 4. Ambil darah kurang lebih 7-10 ml dari vena Lakukan pengambilan 1 jam sebelum pemberian dosis heparin Maukkan ke dalam tabung atau botol Berikan label nama dan tanggal

Pemeriksaan lain yang menggunakan specimen darah antara lain pemeriksaan kadar elektrolit dalam darah, masa protombin, progesterone, prolaktin, serum keratin, kortisol, kolesterol, T3, T4, dan lain-lain. Urine Pemeriksaan urine merupakan pemeriksaan yang menggunakan bahan atau specimen urine. Adapun pemeriksaannya dapat dilakukan antara lain :

Asam urat Pemeriksaan ini dilakukan untk mendeteksi berbagai kelainan pada penyakit ginjal, eklamsia, keracunan timah hitam, leukimia dengan diet tinggi purin, unseratif colitis, dan lain-lain. Cara pengambilan : 1. 2. Tampung urine 24 jam dan masukkan ke dalam botol atau tabung Berikan label nama dan tanggal pengambilan Bilirubin Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi penyakit obstruktif saluran empedu, penyakit hepar, kanker hepar, dan lain-lain. Cara pengambilan : 1. 2. 3. 4. 5. Gunakan lctotet atau bili-labstex untuk pemeriksaan bilirobirua Teteskan urine kurang lebih 5 tetes pada tempat pemeriksaan asbestos-cellulosa Memasukkan tablet dan tambahkan 2 tetes air Hasil positif jika warna biru atau ungu Hasil negatif jika berwarna merah

Human Choronic Gonadotropin (HCG) Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya kehamilan karena HCG adalah hormone yang diproduksi oleh plasenta. Cara pengambilan : 1. 2. 3. Anjurkan puasa (tidak makan dan minum) selama 8-12 jam Ambil urine 60 ml, kemudian lakukan pengumpulan selama 24 jam Berikan label nama dan tanggal

Pemeriksaan lain yang menggunakan specimen urine antara lain pemeriksaan urobilinogen untuk menentukan kadar kerusakan hepar, penyakit hemolisis, dan infeksi berat. Pemeriksaan urinealisis digunakan untuk menentukan adanya berat jenis, kadar glukosa, keton, dan lain-lain. Pemeriksaan kadar protein dalam urine untuk menentukan kadar kerusakan glomerulus. Pemeriksaan pregnadion dalam urine untuk menentukan

adanya gangguan dalam menstruasi dan menilai adanya ovulasi serta pemeriksaan lainnya. Feses

Pemeriksaan dengan bahan feses dilakukan untuk mendeteksi adanya kuman seperti : Salmonella, Shigella, Escherichia coli, Staphylococcus, dan lain-lain. Persiapan dan pelaksanaannya, yaitu: a. b. c. Tampung bahan dengan menggunakan spatel steril Tempatkan feses dalam wadah steril dan ditutup Feses jangan dicampur dengan urine

d. Jangan diberikan Barium atau minyak mineral yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri e. Berikan label nama dan tanggal pengambilan bahan pemeriksaan

Bahan Secret atau Sputum

Pemeriksaan bahan secret atau sputum dilakukan untuk mendeteksi adanya kuman seperti tuberculosis pulmonal, pneumonia bakteri, bronkhitis kronis, bronkhietaksis. Persiapan dan pelaksanaannya, yaitu: a. b. c. d. Siapkan wadah tertutup dan dalam keadaan steril Dapatkan sputum pada pagi hari sebelum makan pagi Anjurkan pasien untuk batuk agar mengeluarkan sputum Pertahankan agar wadah dalam keadaan tertutup

e. Bila kultur untuk pemeriksaan BTA (Bakeri Tahan Asam), ikuti instruksi yang ada pada botol penampung. Biasanya diperlukan 5-10 cc sputum, yang dilakukan selama 3 hari berturutturut.

Specimen cairan vagina (pap smear)

Pap smear adalah pemeriksaan sitologi yang digunakan untuk mendeteksi adanya kanker serviks atau sel prakanker, mengkaji efek pemberian hormone seks, serta respon terhadap kemotherapi dan radiasi.

a. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. b. 1. 2. 3. 4.

Persiapan pengambilan specimen cairan vagina, alat dan bahan: Kapas lidi steril Obyek gelas Bengkok berisi larutan chlorine 0,5 % Sarung tangan Speculum Kain kassa, kapas sublimat Perlak Prosedur pelaksanaan Memberitahukan dan menjelaskan kepada pasien tindakan yang akan dilakukan Menyiapkan alat dan bahan Membawa alat ke dekat pasien Memasang sampiran

5. Membuka atau menganjurkan pasien menanggalkan pakaian bawah (tetap jaga privasi pasien) 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. Memasang pengalas di bawah bokong pasien Mengatur posisi pasien dengan kaki ditekuk (dorsal recumbent) Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir mengeringkan dengan handuk bersih Memakai sarung tangan Buka labia mayora dengan ibu jari, dan jari telunjuk tangan yang tidak dominan Mengambil secret vagina dengan kapas lidi dan tangan yang dominan sesuai kebutuhan Menghapuskan secret vagina pada gelas obyek yang disediakan Membuang kapas lidi dalam bengkok Memasukkan gelas obyek dalam piring petri atau ke dalam tabung kimia yang ditutup Memberi label dan mengisi formulir pengeriman specimen untuk dikirim ke laboratorium Mebereskan alat Melepas sarung tangan

18. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan mengeringkannya dengan handuk bersih

19.

Melakukan dokumentasi tindakan yang telah dilakukan.

c.

Hasil pemeriksaan Hasil pap smear normal menunjukkan hasil negatif, yaitu tidak adanya sel-sel serviks yang abnormal. Sedangkan hasil pap smear abnormal dibagi menjadi 3 hasil utama :

1.

Bukan kanker Kebanyakan hasilnya adalah infeksi kemudian pasien diminta untuk berobat dan melakukan kontrol ulang dalam 4-6 bulan untuk mengulang pap smear.

2.

Prekanker Menunjukkan beberapa perubahan sel abnormal, biasanya dilaporkan sebagai sel atipik atau displasia serviks. Pasien akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kolposkopi dan biopsi. Kurang dari 5% hasil pap smear menemukan dysplasia serviks.

3.

Ganas ( kanker) Pasien langsung diminta berobat ke dokter.

C.

Persiapan pemeriksaan secara keseluruhan

Hasil suatu pemeriksaan laboratorium sangat penting dalam membantu diagnosa, memantau perjalanan penyakit serta menentukan prognosa. Karena itu perlu diketahui faktor yang mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kesalahan hasil laboratorium yaitu pra instrumentasi. Pada tahap pra instrumentasi sangat penting diperlukan kerja sama antara petugas, pasien dan dokter. Hal ini karena tanpa kerja sama yang baik akan mengganggu / mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium. Yang termasuk dalam tahapan pra instrumen meliputi : 1. Pemahaman instruksi dan pengisian formulir Pada tahap ini perlu diperhatikan dengan benar apa yang diperintahkan oleh dokter dan dipindahkan ke dalam formulir. Hal ini penting untuk menghindari pengulangan pemeriksaan yang tidak penting, membantu persiapan pasien sehingga tidak merugikan pasien dan menyakiti pasien. Pengisian formulir dilakukan secara lengkap meliputi identitas pasien, yaitu nama, alamat, umur, jenis kelamin, data klinis / diagnosa, dokter pengirim, tanggal dan kalau diperlukan pengobatan yang sedang diberikan. Hal ini penting untuk menghindari tertukarnya hasil ataupun dapat membantuinterpretasi hasil terutama pada paien yang mendapat pengobatan khusus dan jangka panjang.

2. a.

Persiapan penderita Puasa Dua jam setelah makan sebanyak kira-kira 800 kalori akan mengakibatkan peningkatan volume plasma, sebaliknya setelah berolahraga volume plasma akan berkurang. Perubahan volume plasma, akan mengakibatkan perubahan susunan kandungan bahan dalam plasma dan jumlah sel darah.

b.

Obat Penggunaan obat dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan hematologi. Misalnya asam folat, Fe, vitamin B12 dan lain lain. Pada pemberian kortikosteroid akan menurunkan jumlah eosinofil, sedang adrenalin akan meningkatkan jumlah leukosit dan trombosit. Pemberian tranfusi darah akan mempengaruhi komposisi darah sehingga menyulitkan pembacaan morfologi sediaan apus darah tepi maupun penilaian hemostasis. Antikoagulan oral atau heparin mempengaruhi hasil pemeriksaan hemostasis.

c.

Waktu pengambilan Umumnya bahan pemeriksaan laboratorium diambil pada pagi hari ini terutama pada pasien rawat inap. Kadar beberapa zat terlarut dalam urine akan menjadi lebih pekat pada pagi hari sehingga lebih mudah diperiksa bila kadarnya rendah. Kecuali ada instruksi dan indikasi khusus atas perintah dokter. Selain itu juga ada pemeriksaan yang tidak melihat waktu berhubung dengan tingkat kegawatan pasien dan memerlukan penanganan segera yang disebut pemeriksaan sito. Beberapa parameter hematologi seperti jumlah eosinofil dan kadar besi serum lebih tinggi pada pagi hari dan lebih rendah pada sore hari dengan selisih 40-100 ug/dl. Jumlah eosinofil akan lebih tinggi antara jam 10 pagi sampai malam hari dan lebih rendah dari tengah malam sampai pagi.

d.

Posisi pengambilan Posisi berbaring kemudian berdiri mengurangi volume plasma 10% demikian pula sebaliknya. Hal lain yang penting pada persiapan penderita adalah menenangkan dan memberitahu apa atau etika sehingga membuat penderita atau keluarganya tidak merasa asing atau menjadi obyek. Dan memperhatikan hal lain seperti :

1.

Persiapan alat Dalam mempersiapkan alat yang akan digunakan selalu diperhatikan intruksi dokter sehingga tidak salah persiapan dan berkesan profesional dalam bekerja.

2.

Pengambilan darah Yang harus dipersiapkan antara lain : kapas alkohol 70%, karet pembendung (torniket) semprit sekali pakai umumnya 2,5 ml atau 5 ml, penampung kering tertutup dan berlabel. Penampung dapat tanpa anti koagulan atau mengandung anti

koagulan tergantung pemeriksaan yang diminta oleh dokter. Kadang-kadang diperlukan pula tabung kapiler polos atau mengandung anti koagulan. 3. Penampungan urine Digunakan botol penampung urine yang bermulut lebar, berlabel, kering, bersih, bertutup rapat dapat steril (untuk biakan) atau tidak steril. Untuk urine kumpulan dipakai botol besar kira-kira 2 liter dengan memakai pengawet urine. 4. Penampung khusus Biasanya diperlukan pada pemeriksaan mikrobiologi atau pemeriksaan khusus yang lain. Yang penting diingat adalah label harus ditulis lengkap identitas penderita seperti pada formulir termasuk jenis pemeriksaan sehingga tidak tertukar. 3. Cara pengambilan sampel Pada tahap ini perhatikan ulang apa yang harus dikerjakan, lakukan pendekatan dengan pasien atau keluarganya sebagai etika dan sopan santun, beritahukan apa yang akan dikerjakan. Selalu tanyakan identitas pasien sebelum bekerja sehingga tidak tertukar pasien yang akan diambil bahan dengan pasien lainnya. Karena kepanikan pasien akan mempersulit pengambilan darah karena vena akan konstriksi. Darah dapat diambil dari vena, arteri ataubkapiler. Syarat mutlak lokasi pengambilan darah adalah tidak ada kelainankulit di daerah tersebut, tidak pucat dan tidak sianosis. Lokasi pengambilan darah vena, umumnya di daerah fossa cubiti yaitu vena cubiti atau di daerah dekat pergelangan tangan. Selain itu salah satu yang harus diperhatikan adalah vena yang dipilih tidak di daerah infus yang terpasang / sepihak harus kontra lateral. Daerah arteri dilakukan di daerah lipat paha (arteri femoralis) atau daerah pergelangan tangan (arteri radialis). Untuk kapiler umumnya diambil pada ujun jari tangan yaitu telunjuk, jari tengah atau jari manis dan anak pada daun telinga. Khususnya bayi dapat diambil pada ibu jari kaki atau sisi lateral tumit kaki. 4. Penangan awal sampel dan transportasi Pada tahap ini sangat penting diperhatikan karena sering terjadi sumber kesalahan ada disini. Yang harus dilakukan : a. Catat dalam buku expedisi dan cocokan sampel dengan label dan formulir. Kalau sistemnya memungkinkan dapat dilihat apakah sudah terhitung biayanya (lunas) b. c. d. Jangan lupa melakukan homogenisasi pada bahan yang mengandung antikoagulan Segera tutup penampung yang ada sehingga tidak tumpah Segera dikirim ke laboratorium karena tidak baik melakukan penundaan

e. Perhatikan persyaratan khusus untuk bahan tertentu seperti darah arteri untuk analisa gas darah, harus mengunakan suhu 4-8 C dalam air es bukan es batu sehingga tidak terjadi hemolisis. Harus segera sampai ke laboratorium dalam waktu sekitar 15-30menit.

Perubahan akibat tertundanya pengiriman sampel sangat mempengaruhi hasil laboratorium. Sebagai conoth penundaan pengiriman darah akan mengakibatkan penurunan kadar glukosa, peningkatan kadar kalium. Hal ini dapat mengakibatkan salah pengobatan pasien. Pada urine yang ditunda akan terjadi pembusukan akibat bakteri yang berkembang biak serta penguapan bahanb terlarut misalnya keton. Selain itu nilai pemeriksaan hematologi juga berubah sesuai dengan waktu.

D.

Prosedur Pelaksanaan

Prosedur pelaksanaan ada 4 tahap yaitu tahap pra interaksi, tahap orientasi, tahap kerja, dan tahap terminasi. Berikut ini adalah salah satu prosedur pelaksanaan pengambilan specimen, yakni specimen darah vena. 1. a. b. c. 2. a. b. c. 3. a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Tahap pra interaksi Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada Mencuci tangan Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar Tahap orientasi Memberi salam sebagai pendekatan terapeutik Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga / klien Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan Tahap kerja Mengatur posisi pasien dan pilih vena dari arah distal Memasang perlak dan pengalasnya Membebaskan daerah yang akan diinjeksi Meletakkan torniquet 5 cm proksimal yang akan ditusuk Memakai handscoen Membersihkan kulit dengan kapas alkohol (melingkar dari arah dalam keluar) Mempertahankan vena pada posisi stabil Memegang spuit dengan sudut 30 dan lubang jarum menghadap ke atas Melakukan aspirasi dan pastikan darah masuk spuit dan diambil sesuai kebutuhan Membuka torniquet

k. l. m. n. 4. a. b. c. d. e.

Mencabut spuit sambil menekan daerah tusukan dengan kapas Menutup daerah tusukan dengan plester luka Memasukkan darah ke dalam botol spesimen Merapikan pasien Tahap terminasi Melakukan evaluasi tindakan Berpamitan dengan pasien Membereskan alat-alat Mencuci tangan Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

A.

Kesimpulan

Pengambilan specimen merupakan salah satu dari serangkaian proses yang dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan laboratorium. Supaya specimen memenuhi syarat untuk diperiksa, maka proses pengambilan specimen harus dilakukan dengan mengikuti kaidah yang benar. B. Saran

Untuk tenaga kesehatan diharapkan lebih memperhatikan prosedur yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan pengambilan specimen. Agar tidak terjadi kesalahan yang fatal.

DAFTAR PUSTAKA

Uliyah,Musrifatul,dkk.2006.Keterampilan Dasar Praktek Klinik.Surabaya: Salemba Medika http://www.guladarah.com/2011/04/apakah-gula-darah-normal.html http://labkesehatan.blogspot.com/2010/03/tes-glukosa-urin.html http://www.blogdokter.net/2008/06/13/hemoglobin/