Anda di halaman 1dari 17

1

BAB I LAPORAN KASUS


I. IDENTITAS Nama Alamat Umur Kelamin Pekerjaan Status anggal periksa II. : Nn. W : Gondanglegi : 22 tahun : Perempuan : Pelajar : Belum Menikah : ! No"em#er 2$%&

RIWAYAT KASUS Keluhan Utama : ingin mem#ersihkan karang gigi atas se#elah kiri Riwayat penyakit eka!an" : Pasien datang dengan keluhan terdapat karang gigi atas se#elah kiri sejak % #ulan 'ang lalu Riwayat pe!awatan a. Gigi : Pem#ersihan karang gigi #a(ah se#elah kiri pada % minggu 'ang lalu #. )aringan lunak rongga mulut dan sekitarn'a : Belum pernah melakukan pera(atan rongga mulut se#elumn'a. Riwayat ke ehatan Kelainan darah Kelainan endokrin Gangguan nutrisi Kelainan jantung Kelainan kulit- kelamin Gangguan pen.ernaan Gangguan respiratori Kelainan imunologi : *+, : *+, : *+, : *+, : *+, : *+, : *+, : *+,

Gangguan M) ekanan darah /ia#etes mellitus 0ain+lain

: *+, : *+, : *+, : *+,

O#at$%#atan yan" telah & e'an" 'i(alani : *+, Kea'aan % ial&ke#ia aan ) - Pasien #erasal dari keluarga dengan sosial ekonomi menengah ke atas - Sikat gigi 21 sehari saat mandi pagi dan sore

Riwayat Kelua!"a ) a. Kelainan darah #. Kelainan endokrin .. /ia#etes melitus d. Kelainan jantung e. Kelainan s'ara2 2. Alergi g. lain+lain : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan :+

III. PE*ERIKSAAN KLINIS +. EKSTRA ORAL ) a. Muka #. Pipi kiri Pipi kanan .. Bi#ir atas #i#ir #a(ah d. Sudut mulut : Simetris : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan kanan : tidak tera#a- tidak ada kelainan 2. Kelenjar su#mentalis g. Kelenjar leher h. Kelenjar su#lingualis : tidak tera#a- tidak ada kelainan : tidak tera#a- tidak ada kelainan : tidak tera#a- tidak ada kelainan

e. Kelenjar su#mandi#ularis kiri : tidak tera#a- tidak ada kelainan

i. Kelenjar parotis

: tidak tera#a- tidak ada kelainan

,. INTRA ORAL ) a. Mukosa la#ial atas Mukosa la#ial #a(ah #. Mukosa pipi kiri Mukosa pipi kanan .. Bukal 2old atas Bukal 2old #a(ah d. 0a#ial 2old atas 0a#ial 2old #a(ah e. Ginggi"a rahang atas 2. 0idah g. /asar mulut h. Palatum i. onsil j. Phar'n1 k. 0ain 3 lain
BT 8 2 7 1 6 5 SA 4 3

: tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan : tidak ada kelainan
P KG 1 7 III II I I I BT2 8 8 3 KG 4 5 P 6

Ginggi"a rahang #a(ah kiri : tidak ada kelainan

V I

IV I

II III IV II III IV

V V

V IV III II

8 1 BT

6 SA

1 8 BT

Keterangan : 4 : 4 5 Sondase *6,7 Perkusi *+,7 palpasi *+,7 89 *6, 5 Sondase *6,7 Perkusi *+,7 palpasi *+,7 89 *6, 5 Sondase *6,7 Perkusi *+,7 palpasi *+,7 89 *6, 5 Sondase *6,7 Perkusi *+,7 palpasi *+,7 89 *6,

4 P KG SA B ! : !: 4:4 ;4 ! : !: 4:4 ;4

5 Sondase *6,7 Perkusi *+,7 palpasi *+,7 89 *6, 5 polip pulpa 5 karang gigi 5 sisa akar 5 #elum tum#uh

I-. DIA.NOSE SE*ENTARA ) 5 Sisa Akar 5 Polip pulpa 5 .aries medial 5 karang gigi

4!;:4

-. REN/ANA PERAWATAN ) 5 Pro ekstraksi 5 Pro eksisi 5 pro tom#al 5 Pro pem#ersihan karang gigi

4!;:4

+. Pen"%#atan ) 0$1 ,. Peme!ik aan Penun(an" ) 0a#.<ontgenologi mulut- <adiologi : + 0a#.Patologi anatomi 2. Ru(ukan ) Poli Pen'akit /alam Poli = Poli Kulit > Kelamin -I. DIA.NOSE AK3IR ) ! : !: 4:4 ;4 5 sisa akar 5 polip pulpa 5 hiperemi pulpa 5 karang gigi :+ :+ :+ Sitologi Biopsi Bakteriologi )amur :+ :+ :+ :+ :+ :+ :+

0a#.Mikro#iologi

0a#.Patologi Klinik

4!;:4

LE*BAR PERAWATAN
Tan""al !+%%+2$%& Elemen Dia"n% a Sisa Akar 6 polip pulpa 6 hiperemi pulpa 6 karang gigi Pro 9ksisi Pro tam#al Pro Pera(atan Saluran Akar Pro 91traksi The!api K?9: Menjaga ke#ersihan rongga mulut dengan menggosok gigi 2 1 sehari sesudah makan dan se#elum tidur Periksa ke dokter gigi : #ulan sekali Kete!an"an

! : !: 4!;:4 4:4 ;4

BAB II

PE*BA3ASAN II.+ Pulpiti Re4e! i#le II.+.+ De5ini i Pulpitis re"ersi#el adalah suatu kondisi in2lamasi pulpa ringan+sampai+sedang 'ang dise#a#kan oleh stimuli noksius7 tetapi pulpa mampu kem#ali pada keadaan tidak terin2lamasi setelah stimuli ditiadakan. <asa sakit 'ang #erlangsung se#entar dapat dihasilkan oleh stimuli termal pada pulpa 'ang mengalami in2lamasi re"ersi#el7 tetapi rasa sakit hilang segera setelah stimuli dihilangkan. % II.+., 3i t%pat%l%"i. Pulpitis re"ersi#el dapat #erkisar dari hiperemia ke peru#ahan in2lamasi ringan+sampai+ sedang ter#atas pada daerah di mana tu#uli dentin terli#at7 seperti misaln'a karies dentin. Se.ara mikroskopis7 terlihat dentin reparati27 gangguan lapisan odonto#las7 pem#esaran pem#uluh darah7 ekstra"asasi .airan edema7 dan adan'a sel in2lamasi kronis 'ang se.ara imunologis kompeten. Meskipun sel in2lamasi kronis menonjol7 dapat dilihat juga sel in2lamasi akut. % II.+.2 6akt%! Penye#a# Pulpitis re"ersi#el dapat dise#a#kan oleh apa saja 'ang mampu melukai pulpa. egasn'a7 pen'e#a#n'a dapat salah satu 'ang tertulis #erikut : trauma7 misaln'a suatu pukulan atau hu#ungan oklusal 'ang terganggu@ s'ok termal7 seperti 'ang ditim#ulkan pada (aktu melakukan preparasi ka"itas dengan #ur tumpul7 atau mem#iarkan #ur terlalu lama #erkontak dengan gigi7 atau karena panas 'ang #erle#ihan pada (aktu memoles tumpatan@ dehidrasi ka"itas dengan al.ohol atau kloro2orm 'ang #erle#ihan7 atau rangsangan pada leher gigi 'ang dentinn'a ter#uka@ penempatan tumpatan amalgam 'ang #aru #erkontak7 atau #eroklusi dengan suatu restorasi emas@ stimulus kimia(i7 misaln'a dari #ahan makanan manis atau masam atau dari iritasi tumpatan silikat atau akrilik s(a+polimerisasi@ atau #akteri7 misaln'a dari karies. Setelah insersi suatu restorasi7 pasien sering mengeluh tentang sensiti"itas ringan terhadap peru#ahan temperatur7 terutama dingin. Sensiti"itas ma.am itu dapat #erlangsung 2 sampai & hari atau seminggu atau #ahkan le#ih lama7 tetapi #erangsur+angsur akan hilang. sensiti"itas ini adalah gejala pulpitis re"ersi#el.%

II.+.7 .e(ala$"e(ala Pulpitis re"ersi#el simptomatik ditandai oleh rasa sakit tajam 'ang han'a se#entar. 0e#ih sering diaki#atkan oleh makanan dan minuman dingin daripada panas dan oleh udara dingin. idak tim#ul se.ara spontan dan tidak #erlanjut #ila pen'e#a#n'a telah ditiadakan. Per#edaann'a klinis antara pulpitis re"ersi#el dan irre"ersi#el adalah kuantitati2@ rasa sakit pulpitis irre"ersi#el adalah le#ih parah dan #erlangsung le#ih lama. Pada pulpitis re"ersi#el7 pen'e#a# rasa sakit umumn'a peka terhadap suatu stimulus7 seperti air dingin atau aliran udara7 sedangkan pulpitis irre"ersi#el rasa sakit dapat datang tanpa stimulus 'ang n'ata. Pulpitis re"ersi#el asimptomatik dapat dise#a#kan karena karies 'ang #aru mulai dan menjadi normal kem#ali setelah karies dihilangkan dan menjadi normal kem#ali setelah karies dihilangkan dan gigi direstorasi dengan #aik. % II.+.8 Dia"n% i /iagnosis #erdasarkan suatu studi mengenai gejala pasien dan #erdasarkan tes klinis. <asa sakitn'a tajam7 #erlangsung #e#erapa detik7 dan umumn'a #erhenti #ila stimulus dihilangkan. /ingin7 manis7 atau masam #iasan'a men'e#a#kan rasa sakit. <asa sakit dapat menjadi kronis. Meskipin masing+masing paroksisme *serangan he#at, mungkin #erlangsung se#entar7 paroksisme dapat #erlanjut #erminggu+minggu atau #ahkan #er#ulan+#ulan. Pulpa dapat sem#uh sama sekali7 atau rasa sakit dapat tiap kali dapat #erlangsung le#ih lama dan inter"al keringanan dapat menjadi le#ih pendek7 sampai akhirn'a pulpa mati. % Karena pulpa sensiti2 terhadap peru#ahan temperatur7 terutama dingin7 aplikasi dingin merupakan suatu .ara 'ang #agus untuk menemukan dan mendiagnosis gigi 'ang terli#at. Se#uah gigi dengan pulpitis re"ersi#el se.ara normal #ereaksi terhadap perkusi7 palpasi7 dan mo#ilitas7 dan pada pemeriksaan radiogra2i jaringan periapikal adalah normal. %
Anamnesa : !

Biasan'a n'eri #ila minum panas7 dingin7 asam dan asin N'eri tajam singkat tidak spontan7 tidak terus menerus <asa n'eri lama hilangn'a setelah rangsangan dihilangkan Pemeriksaan A#jekti2 : ! 9kstra oral : idak ada pem#engkakan

?ntra oral : Perkusi *+, Karies mengenai dentin-karies pro2unda Pulpa #elum ter#uka Sondase *6, 8hlor etil *6,

II., Pulpiti I!!e4e! i#el II.,.+ De5ini i Pulpitis irre"ersi#el adalah suatu kondisi in2lamasi pulpa 'ang persisten7 dapat simptomatik atau asimptomatik 'ang dise#a#kan oleh stimulus noksius. Pulpitis irre"ersi#el akut menunjukkan rasa sakit 'ang #iasan'a dise#a#kan oleh stimulus panas atau dingin7 atau rasa sakit tim#ul se.ara spontan. <asa sakit #ertahan untuk #e#erapa menit sampai #erjam+jam7 dan tetap ada setelah stimulus termal dihilangkan. % II.,., 3i t%pat%l%"i Gangguan ini mempun'ai tingkatan in2lamasi kronis dan akut di dalam pulpa. Pulpitis irre"ersi#el dapat dise#a#kan oleh suatu stimulus #er#aha'a 'ang #erlangsung lama seperti misaln'a karies. Bila karies menem#us dentin dapat men'e#a#kan respon in2lamasi kronis. Bila karies tidak diam#il7 peru#ahan in2lamasi di dalam pulpa akan meningkat keparahann'a jika kerusakan mendekati pulpa. % II.,.2 6akt%! Peye#a# Se#a# paling umum pulpitis irre"ersi#el adalah keterli#atan #akterial pulpa melalui karies7 meskipun 2a.tor klinis7 kimia(i7 termal7 atau mekanis7 'ang telah dise#ut se#agai pen'e#a# pen'akit pulpa7 mungkin juga men'e#a#kan pulpitis. Se#agai 'ang din'atakan se#elumn'a7 pulpitis re"ersi#el dapat mem#uruk menjadi pulpitis irre"ersi#el. % II.,.7 .e(ala$"e(ala Pada tingkat a(al pulpitis irre"ersi#el7 suatu paroksisme rasa sakit dapat dise#a#kan oleh hal+hal #erikut : peru#ahan temperatur7 terutama dingin@ #ahan makanan manis atau masam@

10

tekanan makanan 'ang masuk ke dalam ka"itas atau pengisapan 'ang dilakukan oleh lidah atau pipi@ dan sikap #er#aring 'ang men'e#a#kan kongesti pem#uluh darah pulpa. <asa sakit #iasan'a tetap #erlangsung meski pen'e#a#n'a dihilangkan7 dan dapat dating dan pergi se.ara spontan7 tanpa pen'e#a# 'ang jelas. Pasien dapat melukiskan rasa sakit se#agai menusuk7 tajam+menusuk7 atau men'entak+n'entak7 dan umumn'a adalah parah. <asa sakit dapat se#entar+se#entar atau terus+menerus tergantung pada tingkat keterli#atan pulpa dan tergantung pada hu#ungann'a dengan ada tidakn'a suatu stimulus eksternal. % II.,.8 Dia"n% i Pemeriksaan #iasan'a menemukan suatu ka"itas dalam 'ang meluas ke pulpa atau karies di #a(ah tumpatan. Pulpa mungkin sudah ter#uka. Waktu men.apai jalan masuk ke lu#ang pem#ukaan akan terlihat suatu lapisan kea#u+a#uan 'ang men'erupai #uih meliputi pulpa ter#uka dan dentin sekitarn'a. Pro#ing ke dalam daerah ini tidak men'e#akan rasa sakit pada pasien hingga di.apai daerah pulpa 'ang le#ih dalam. Pada tingkat ini dapt terjadi sakit dan perdarahan. Bila pulpa tidak ter#uka oleh proses karies7 dapat terlihat sedikit nanah jika di.apai jalan masuk ke kamar pulpa. % Pemeriksaan radiogra2ik mungkin tidak menunjukkan sesuatu 'ang n'ata 'ang #elum diketahui se.ara klinis7 mungkin memperlihatkan suatu ka"itas proksimal 'ang se.ara "isual tidak terlihat7 atau mungkin mem#eri kesan keterli#atan suatu tanduk pulpa. Suatu radiogra2i dapat juga menunjukkan pem#ukaan pulpa7 karies di #a(ah suatu tumpatan7 atau suatu ka"itas dalam atau tumpatan mengan.am integritas pulpa. Pada tingkat a(al pulpitis irre"ersi#el7 tes termal dapat mendatangkan rasa sakit 'ang #ertahan setelah penghilangan stimulus termal. Pada tingkat #elakangan7 #ila pulpa ter#uka7 dapat #ereaksi se.ara normal. =asil pemeriksaan untuk tes mo#ilitas7 perkusi dan palpasi adalah negati2. % Anamnesa : ! B B N'eri tajam spontan 'ang #erlangsung terus+menerus menjalar ke#elakang telinga Penderita tidak dapat menunjukkan gigi 'ang sakit

Pemeriksaan A#jekti2 : ! B 9kstra oral : tidak ada kelainan B ?ntra oral :

11

Ka"itas terlihat dalam dan tertutup sisa makanan Pulpa ter#uka #isa juga tidak Sondase *6, Khlor ethil *6, Perkusi #isa *6, #isa *+,

II.2 Pulpiti hipe!pla tik k!%ni II.2.+ De5ini i Pulpitis hiperplastik kronis atau polip pulpa adalah suatu in2lamasi pulpa produkti2 'ang dise#a#kan oleh suatu pem#ukaan karies luas 'ang kadang+kadang tertutup oleh epithelium dan dise#a#kan karena iritasi tingkat rendah 'ang #erlangsung lama. % II.2., 3i t%pat%l%"i Se.ara histopatologis7 permukaan polip pulpa ditutup epithelium skuamasi 'ang #ertingkat+tingkat. Polip pulpa gigi sulung le#ih mungkin tertutup oleh epithelium skuamasi 'ang #ertingkat+tingkat-#erstrata daripada polip pulpa gigi permanen. 9pithelium sema.am itu dapat #erasal dari gingi"al atau dari sel epithelial mukosa atau lidah 'ang #aru saja mengalami deskuamasi. )aringan di dalam kamar pulpa sering #eru#ah menjadi granulasi7 'ang menonjol dari pulpa masuk ke dalam lesi karies. )aringan granulasi adalah jaringan penghu#ung "askuler7 muda dan #erisi neutro2il PMC7 lim2osit7 dan sel+sel plasma. )aringan pulpa mengalami in2lamasi kronis. Sera#ut sara2 dapat ditemukan pada lapisan epithelial. % II.2.2 6akt%! Penye#a# er#ukan'a pulpa karena karies 'ang lam#at dan progresi2 merupakan pen'e#a#n'a. Untuk pengem#angan pulpitis hiperplastik diperlukan suatu ka"itas #esar 'ang ter#uka7 pulpa muda 'ang resisten7 dan stimulus tingkat rendah 'ang kronis. ?ritasi mekanis 'ang dise#a#kan karena pengun'ahan dan in2eksi #a.terial sering mengadakan stimulus. % II.2.7 .e(ala$"e(ala Pulpitis hiperplastik kronis tidak mempun'ai gejala7 ke.uali selama mastikasi7 #ila tekanan #olus makanan men'e#a#kan rasa tidak men'enangkan. %

12

II.2.8 Dia"n% i Gangguan ini umumn'a han'a terlihat pada gigi anak+anak dan orang muda. Penampilan jaringan polipoid se.ara klinis adalah khas : suatu massa pulpa 'ang kemerah+merahan dan seperti daging mengisi se#agian #esar kamar pulpa atau ka"itas atau #ahkan meluas mele(ati per#atasan gigi. )aringan polipoid kurang sensiti2 daripada jaringan normal daripada jaringan pulpa normal dan le#ih sensiti2 daripada jaringan gingi"al. Pemotongan jaringan ini tidak men'e#a#kan rasa sakit. )aringan ini mudah #erdarah karena suatu an'aman pem#uluh darah 'ang su#ur. )ika jaringan pulpa hiperplastik meluas mele(ati ka"itas atau gigi7 maka akan terlihat seolah+olah jaringan gusi tum#uh di dalam ka"itas. % idak #egitu sukar untuk mendiagnosi pulpitis hiperplastik kronis dengan han'a pemeriksaan klinis. )aringan pulpa hiperplastik di dalam kamar pulpa atau ka"itas gigi adalah khas dalam penampilann'a. <adiogra2i umumn'a menunjukkan suatu ka"itas #esar 'ang ter#uka dengan pem#ukaan kamar pulpa. Gigi #ereaksi lemah atau sama sekali tidak terhadap tes termal7 ke.uali jika digunakan dingin 'ang ekstriem7 seperti etil klorida. /iperlukan le#ih #an'ak arus daripada gigi normal untuk mendapatkan suatu reaksi dengan menggunakan tester pulpa listrik. % II.2.9 Penatalak anaan Pera(atan pada pulpitis hiperplastik kronis 'aitu dilakukan pem#uangan jaringan polipoid diikuti dengan ekstirpasi pulpa jika gigi terse#ut masih dapat direstorasi. Massa pulpa hiperplastik diam#il dengan kuret periodontal atau ekska"ator. Selanjutn'a7 perdarahan 'ang terjadi dapat dikendalikan dengan tekanan. Kemudian jaringan 'ang terdapat pada kamar pulpa diam#il seluruhn'a7 dan suatu dressing 2ormokresol ditempatkan #erkontak dengan jaringan pulpa radikular. Pulpa radikular diekstirpasi pada kunjungan selanjutn'a. Bila memungkinkan7 seluruh prosedur dilakukan pada satu kali kunjungan. Selain pera(atan terse#ut7 pilihan tindakan klinis lain 'ang dapat dilakukan pada pulpitis hiperplastik kronis adalah dengan melakukan ekstraksi gigi terse#ut.

II.2.: P!%"n% i

13

Prognosis untuk pen'akit ini tergantung dari kondisi gigi dan keadaan #isa atau tidakn'a gigi terse#ut direstorasi.

II.7 .an"!en pulpa II.7.+ De5ini i Gangren Pulpa adalah keadaan gigi dimana jarigan pulpa sudah mati se#agai sistem pertahanan pulpa sudah tidak dapat menahan rangsangan sehingga jumlah sel pulpa 'ang rusak menjadi semakin #an'ak dan menempati se#agian #esar ruang pulpa. Sel+sel pulpa 'ang rusak terse#ut akan mati dan menjadi antigen sel+sel se#agian #esar pulpa 'ang masih hidup. Proses terjadin'a gangren pulpa dia(ali oleh proses karies. Karies dentis adalah suatu penghan.uran struktur gigi *email7 dentin dan sementum, oleh akti"itas sel jasad renik *mikro+organisme, dalam dental plak. )adi proses karies han'a dapat ter#entuk apa#ila terdapat ! 2aktor 'ang saling tumpang tindih. Adapun 2aktor+2aktor terse#ut adalah #akteri7 kar#ohidrat makanan7 kerentanan permukaan gigi serta (aktu. Perjalanan gangrene pulpa dimulai dengan adan'a karies 'ang mengenai email *karies super2isialis,7 dimana terdapat lu#ang dangkal7 tidak le#ih dari %mm. selanjutn'a proses #erlanjut menjadi karies pada dentin *karies media, 'ang disertai dengan rasa n'eri 'ang spontan pada saat pulpa terangsang oleh suhu dingin atau makanan 'ang manis dan segera hilang jika rangsangan dihilangkan. Karies dentin kemudian #erlanjut menjadi karies pada pulpa 'ang didiagnosa se#agai pulpitis. Pada pulpitis terdapat lu#ang le#ih dari %mm. pada pulpitis terjadi peradangan kamar pulpa 'ang #erisi sara27 pem#uluh darah7 dan pempuluh lim2e7 sehingga tim#ul rasa n'eri 'ang he#at7 jika proses karies #erlanjut dan men.apai #agian 'ang le#ih dalam *karies pro2unda,. Maka akan men'e#a#kan terjadin'a gangren pulpa 'ang ditandai dengan peru#ahan (arna gigi terlihat #er(arna ke.oklatan atau kea#u+a#uan7 dan pada lu#ang per2orasi terse#ut ter.ium #au #usuk aki#at dari proses pem#usukan dari toksin kuman. ;
II.4.2

.e(ala klinik Gejala 'ang didapat dari pulpa 'ang gangren #isa terjadi tanpa keluhan sakit7 dalam

keadaan demikian terjadi peru#ahan (arna gigi7 dimana gigi terlihat #er(arna ke.oklatan atau kea#u+a#uan Pada gangrene pulpa dapat dise#ut juga gigi non "ital dimana pada gigi terse#ut sudah tidak mem#erikan reaksi pada .a"it' test *tes dengan panas atau dingin, dan pada lu#ang

14

per2orasi ter.ium #au #usuk7 gigi terse#ut #aru akan mem#erikan rasa sakit apa#ila penderita minum atau makan #enda 'ang panas 'ang men'e#a#kan pemuaian gas dalam rongga pulpa terse#ut 'ang menekan ujung sara2 akar gigi se#elahn'a 'ang masih "ital. ; II.7.2 Dia"n% i /iagnosis ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan o#jekti2 *e1traoral dan intraoral,. Berdasarkan pemeriksaan klinis7 se.ara o#jekti2 didapatkan : ; + + Karies pro2unda *6, Pemeriksaan sonde *+,7 dengan menggunakan sonde mulut7 lalu ditusukkan #e#erapa kali ke dalam karies7 hasiln'a *+,. Pasien tidak merasakan sakit. + Pemeriksaan perkusi *+,7 dengan menggunakan ujung sonde mulut 'ang #ulat7 diketuk+ketuk kedalam gigi 'ang sakit7 hasiln'a *+,.pasien tidak merasakan sakit. + Pemeriksaan pen.iuman7 dengan menggunakan pinset7 am#il kapas lalu sentuhkan pada gigi 'ang sakit kemudian .ium kapasn'a7 hasiln'a *6, akan ter.ium #au #usuk dari mulut pasien. + Pemeriksaan 2oto rontgen7 terlihat suatu karies 'ang #esar dan dalam7 dan terlihat juga rongga pulpa 'ang telah ter#uka dan jaringan periodontium memperlihatkan pene#alan. Untuk menentukan apakah pulpa masih dapat diselamatkan7 #isa dilakukan #e#erapa pengujian: ; + /i#eri rangsang dingin7 rangsang dihentikan7 n'eri hilang artin'a pulpa sehat. Pulpa dipertahankan dengan men.a#ut #agian gigi 'ang mem#usuk dan menam#aln'a. )ika n'eri tetap7 meskipun rangsang n'eri sudah dihilangkan atau jika n'eri tim#ul se.ara spontan7 maka pulpa tidak dapat dipertahankan. + Penguji pulpa elektrik7 alat ini digunakan untuk menunjukkan apakah pulpa masih hidup7 #ukan untuk menentukan apakah pulpa masih sehat7 jika penderita merasakan aliran listrik pada gigin'a7 #erarti pulpa masih hidup. + Mengetuk gigi dengan se#uah alat7 jika dengan pengetukan gigi tim#ul n'eri7 #erarti peradangan telah men'e#ar ke jaringan tulang dan sekitarn'a. + <ontgen gigi7 dilakukan untuk mengetahui adan'a pem#usukan gigi dan menunjukkan apakah pen'e#aran peradangan telah men'e#a#kan pengeroposan tulang disekitar akar gigi.

15

II.7.7 Pat%5i i%l%"i Bagan pati2isiologi terjadin'a gangren pulpa Bakteri 6 kar#ihidrat makanan 6 Kerentanan permukaan gigi 6 (aktu *Saling tumpang tindih,

Karies super2isialis Karies Media Karies Pro2unda <adang pada pulpa *Pulpitis, Pem#usukan jaringan pulpa *ditemukan gas+gas indol7 skatol7 putresin, Bau Mulut Keluar Gas =2S7 N=& Gigi non "ital *Gangren pulpa, II.7.8 Penatalak anaan
Pera(atan gigi pada gangrene pulpa terdiri dari preparasi dan o#turasi saluran akar. Preparasi saluran akar %. Preparasi akses 2. 9kstirpasi pulpa &. /e#ridement !. /r'ing ;. A#turasi :. <estorasi : disesuaikan dengan kondisi jaringan gigi 'ang masih ada.

16

BAB III PENUTUP Kesimpulan Pulpitis hiperplastik kronis atau polip pulpa adalah suatu in2lamasi pulpa produkti2 'ang dise#a#kan oleh suatu pem#ukaan karies luas 'ang kadang+kadang tertutup oleh epithelium dan dise#a#kan karena iritasi tingkat rendah 'ang #erlangsung lama. Pen'e#a# pulpa polip pada pasien ini kemungkinan adalah karena adan'a karang gigi 'ang luas se#elumn'a sehingga memungkingkan pertum#uhan polip.

17

DA6TAR PUSTAKA
%. Grossman ?07 Aliet S7 <io 89/. ?lmu endodontik dalam praktik. 9d.%%. )akarta : 9G87 %DD; : hal %+%D7 4%+%$D.

2. Andla( <)7 <o.k WP. Pera(atan gigi anak. 9d.2. )akarta : Wid'a Medika7 %DD2 : hal &+%!.

3. Anonim. Karies gigi. A"aila#le at http://id.wikipedi .!"#/wiki/k "ie$#i#i . /iakses pada

tanggal E juli 2$%$.

4. )ulianti <7 /harma MS7 9rdaliFa7 Anggia /7 Cahmi C7 dkk. Gigi dan mulut. Pekan#aru : CK UN<?7 2$$E. A"aila#le at (http://% % & kh% ".w!"dp"e$$.'!(. /iakses pada tanggal E )uli

2$%$.,

5. Kartini A. Gangren pulpa. A"aila#le at http:// &iek "t.)*!#$p!t.'!(/2009/07/)p+#i#i+"$,+

d"+$* (et.ht(*. /iakses pada tanggal E )uli 2$%$. :. Walton <97 ora#inejad M. Prin.iples and pra.ti.e o2 endodonti.. Philadelphia : W.B. Saunders 8ompan'7 2$$2 : p.:;.