Anda di halaman 1dari 16

PERANAN POKOK WORLD TRADE ORGANISATION (WTO) DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL (Makalah)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kebutuhan suatu negara akan barang semakin bertambah pesat diikuti dengan pertambahan jumlah penduduk yang ada di negara tersebut. Hal ini mengakibatkan negara akan melakukan suatu tindakan yaitu mengimpor kebutuhan daripada rakyatnya dalam memenuhi kebutuhan hidup di negara tersebut. Begitu juga dengan negara-negara lain yang kebutuhannya tidak terdapat di negara asalnya, maka darinya negara itu akan mengimpor kebutuhan negaranya dari negara lain. Mengenai kelebihan akan suatu produk baik itu barang, biasanya setiap negara akan mengekspor terhadap negara lain yang membutuhkannya. Kegiatan ekspor impor dapat berlangsung secara berkala apabila tidak ada pihak/ negara yang dirugikan. Untuk menjaga kegiatan ekspor impor secara berkala maka diperlukanlah suatu aturan yang tidak memberatkan kedua belah pihak. Dalam hal ini, hukum ekonomi internasional mempunyai peranan penting. erkembangan

hukum dalam ekonomi mengalami tingkat kemajuan serta peranannya sekarang semakin diperhatikan seiring dengan arus globalisasi ekonomi yang cepat.

World Trade Organisation "#$%& merupakan salah satu organisasi dunia yang mengatur transaksi bisnis perdagangan antarnegara. %rganisasi ini dibentuk pada tahun '(() dan merupakan kelanjutan dari General Agreement on Tariffs and Trade "*+$$& yang dibentuk setelah erang Dunia ,,. #$% dapat dipandang sebagai organisasi internasional yang paling penting bila dibandingkan dengan organisasi internasional lainnya karena mempunyai misi yang sangat jelas dan tindakan serta aturan yang dikeluarkannya berlaku sama untuk semua anggotanya. -ungsi utama dari organisasi perdagangan dunia ini adalah untuk memastikan bah.a perdagangan antarnegara anggota dapat dilakukan dengan lacar, dapat dipercaya, dan sebebas mungkin. Dengan demikian kesejahteraan yang dicitacitakan dapat tercapai dengan baik.' /ima puluh tahun terakhir menampakkan suatu perkembangan yang luar biasa di bidang perdagangan di dunia. $ransaksi perdagangan merchandise bertumbuh pada kisaran 01 per tahun. $otal perdagangan pada tahun !222 telah lebih maju !! kali dari perdagangan yang dilakukan pada tahun '()2. $ak dapat disangkal bah.a #$% telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan ini. Kendatipun telah memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan perdagangan antarbangsa demi ter.ujudnya cita-cita kesejahteraan yang diidamkan, #$% tidak luput dari kecurigaan negati3 bah.a #$% adalah 4.ajah baru5 penjajahan bangsa-bangsa "neokolonialisme&. 6ekretariat #$% mencatat ada beberapa kesalahpahaman mendasar terhadap #$%, antara lain7 '. #$% dianggap mendikte kebijakan perdagagan bangsa-bangsa8 !. #$% dibentuk semata-mata untuk perdagangan bebas8
$he #orld $rade %rganisation, diakses dari http7//.....to.org/, pada tanggal !0 9anuari !2':.
'

:. ,nterese komersil lebih dipentingkan daripada pembangunan, lingkungan kesehatan, dan keselamatan8 ;. #$% menghancurkan lapangan kerja dan memperburuk kemiskinan8 ). <egara-negara miskin yang menjadi anggota #$% tidak berdaya di dalam organisasi #$%8 0. #$% me.akili kepentingan pihak-pihak yang memiliki lobby yang kuat8 =. <egara-negara lemah dipaksa untuk bergabung di dalam #$%8 dan >. #$% tidak demokratis.! enulisan makalah singkat ini merupakan suatu upaya untuk memberikan gambaran umum mengenai #$% dan peranan pentingnya di dalam transaksi perdagangan internasional. 6ecara pribadi penulis mempunyai concern yang besar terhadap dunia perdagangan sambil berharap bah.a #$% dapat memainkan perannya secara intens untuk menghantarkan cita-cita kesejahteraan kepada dunia internasional, khususnya kepada negara-negara angotanya. B. Per ! "an Ma"alah $ujuan yang hendak dicapai melalui #$% adalah kesejahteraan bangsa-bangsa. Untuk itu, #$% mengatur hal-hal pokok mengenai kebijakan perdagangan bagi negara anggotanya. Mula-mula, #$% yang merupakan kelanjutan dari *+$$, bertujuan untuk menciptakan situasi perdagangan yang kondusi3 dengan menurunkan tari3 perdagangan barang antar negara anggota. Kini, kebijakan #$% mencakup beberapa hal penting dalam dunia perdagangan, antara lain, anti-

$en ?ommon Misunderstandings +bout #$%, diakses dari http7//.....to.org/ pada tanggal !0 9anuari !2':.

dumping dan penyelesaian sengketa perdagangan "Trade Dispute Settlement& antar negara. Melalui tulisan ini, penulis bermaksud memberikan gambaran umum tentang #$%, dengan harapan bah.a kecurigaan negati3 terhadap #$% dapat dikurangi dan #$% sendiri dapat memainkan peran pentingnya untuk memajukan negaranegara anggotanya. Untuk menguraikan permasalahan yang diangkat di dalam makalah ini, penulis mengacukan diri pada sejumlah pertanyaan, sebagai berikut7 '. Mengapa #$% diperlukan di dalam perdagangan internasional@ !. +pa man3aat #$% bagi negara-negara berkembang@ :. Bagaimana peranan World Trade Organization "#$%& dalam mengatur perdagangan terhadap negara berkembang@

BAB II PEMBAHASAN

A. WTO Se#aga$ Organ$"a"$ Per%agangan D n$a #$% merupakan organisasi perdagangan dunia yang berkedudukan di *ene.a, 6.iss. %rganisasi ini dibentuk pada tanggal ' 9anuari '(() sebagai hasil perundingan putaran Uruguay/Uruguay Aound "'(>0-'((;& dan pada saat ini telah beranggotakan ')2 negara. $erkait dengan perdagangan antar negara, #$% memiliki sejumlah 3ungsi, antara lain7 '. Mengatur agreement&. !. 6ebagai 3orum negosiasi perdagangan "forum for trade negotiations&. :. Menyelesaikan sengketa perdagangan "handling trade dispute&. ;. Memonitor kebijakan perdagangan suatu negara "monitoring national trade policies&. ). Memberikan bantuan teknis dan pelatihan bagi negara-negara berkembang "technical assistance and training for de elopment countries&. 0. Bekerjasama dengan organisasi internasional lainnya " cooperation !ith other international organizations&.: #$% mengambil alih peranan *+$$ yang bertujuan untuk memelihara sistem perdagangan internasional yang terbuka dan bebas. #$% bertanggung ja.ab atas implementasi ketentuan multilateral tentang perdagangan internasional yang perjanjian perdagangan #$% "administering WTO trade

Understanding the #$%, judul asli 4$rading to the -uture5, edisi ,,, "reBised -ebruary !22=&, diakses dari http7//.....to.org/ pada tanggal !0 9anuari !2':.

terdiri atas tiga perangkat hukum yang utama dan mekanisme penyelesaian sengketa. Berikut ini adalah pemaparan lebih lanjut dari keempat hal dimaksud. '. General Trade on Tariff and Trade "*+$$& dan perjanjian terkait. *+$$ sebagai principal terbentuknya #$% sejak semula memiliki regulasi yang mengatur hanya mengenai perdagangan barang "trade in goods&. 6ejak terbentuknya #$% pada tahun '((), *+$$ hanya merupakan salah satu pokok perjanjian yang mengatur tentang perdagangan barang. +nneC dari pokok perjanjian ini menjabarkan ketentuan perdagangan pada sejumlah sektor penting, antara lain, pertanian dan tekstil. +nneC *+$$ pun mengatur tentang isu spesi3ik tertentu, yaitu mengatur tentang perdagangan negara, standar produk yang diperdagangkan, subsidy dan antidumping" !. General Agreement on Trade and Ser ices "*+$6&. Berbeda dengan *+$$, *+$6 mengatur tentang perdagangan jasa "trade in goods&. Umumnya prinsip pengaturan *+$$ dan *+$6 memiliki kesamaan, perbedaannya terletak pada content perdagangan. Dengan demikian, perusahaan asuransi, perusahaan telekomunikasi, operator tour, perusahaan transportasi, dan perhotelan yang bergerak di bidang pelayanan jasa internasional mendapatkan perlindungan hukum atas dasar perjanjian internasional tersebut. :. Agreement on Trade-#elated Aspects of $ntellectual %roperty #ights "$A, 6&. erjanjian ini mengatur tentang perdagangan dan inBestasi di

bidang ide "idea&, dan daya cipta "creati ity&. engaturan ini mencakup hak cipta, paten, merek dagang, nama geogra3is untuk mengidenti3ikasi produk, desain indutri, lay-out desain sirkuit terintegrasi, dan rahasia dagang.

;. Dispute Settlement &nderstanding "D6U&.

enting bagi #$% untuk tetap

menjaga kelancaran arus perdagangan antar negara. Untuk itu, perselisihan perdagangan harus diselesaikan melalui suatu badan tertentu, yaitu Dispute Settlement 'ody "D6B&. +dapun metode penyelesaian yang ditempuh adalah melalui konsultasi, panel, dan alternati3 lain.; erjanjian-perjanjian ini merupakan anneC dari perjanjian pendirian #$% yang telah dirati3ikasi dengan UU <o. = tahun '((; sehingga telah menjadi hukum nasional. B. Pr$n"$&'Pr$n"$& U! ! WTO Dalam mengatur persoalan perdagangan internasional, #$% berpegang pada sejumlah prinsip, sebagai berikut7 '. erdagangan $anpa Diskriminasi "Trade Without Discrimination&

Menurut perjanjian #$%, perdagangan yang dilakukan oleh sesama anggota #$% harus setara. erlakuan khusus yang diberikan oleh suatu negara anggota Dhanya kepadaE negara anggota tertentu, akan menimbulkan protes dari negara anggota lainnya. $erkait dengan hal ini ada sejumlah ketentuan #$% yang harus diperhatikan, yaitu7 '& (ost-)a ored-*ation "M-<& Menurut perjanjian #$%, negara anggota tidak boleh mendiskriminasikan negara anggota lainnya. 9ika diberikan perlakuan khusus kepada suatu negara "misalnya dengan menurunkan bea masuk dari salah satu produknya&, maka

Fulkarnain 6itompul, (asih %erlukah WTO 'agi *egara 'erkembang , diakses dari http7//Gulsitompul.3iles..ordpress.com/, pada tanggal !0 9anuari !2':, hlm. !.

>

perlakuan yang sama juga harus diberikan kepada negara anggota lainnya. rinsip ini berlaku bagi perdagangan barang, jasa, dan kekayaan intelektual. 6ekalipun menuntut adanya perlakuan yang sama di antara negara anggotanya, perjanjian #$% memberikan pengecualian pada beberapa hal khusus. 6uatu negara dapat dibenarkan untuk melakukan perjanjian bebas tertentu dengan negara anggota khusus untuk barang dagang tertentu, dan memberikan akses khusus kepada negara berkembang tertentu ke pasarnya. Maksud dari M-< adalah supaya semakin hari, negara-negara anggota semakin mengurangi halangan perdagangan dan membuka pasarnya. +, *ational Treatment Menurut ketentuan perjanjian ini, barang lokal dan barang impor mendapatkan perlakuan yang sama, sekurang-kurangnya ketika barang impor tersebut telah memasuki pasar suatu negara. Ketentuan ini berlaku bagi perdagangan barang "*+$$&, jasa "*+$6&, dan kekayaan intelektual "$A, 6&. !. erdagangan Hang /ebih Bebas 6ecara Bertahap berkurangnya halangan perdagangan "trade barrier& semakin

6emakin

meningkatkan transaksi perdagangan. Halangan dimaksud misalnya terkait dengan bea masuk, pembatasan kuota, dan seleksi kualitas barang dagang "the -uality of merchandise&. ada prinsipnya, pengenaan tari3 terhadap barang import harus menurun secara gradual mendekati nol persen, bukan malah semakin meningkat.

:. Dapat diprediksi "predictability& Kadang-kadang perjanjian untuk tidak menaikkan halangan perdagangan sama pentingnya dengan persoalan menurunkan halangan perdagangan, karena dengan janji tersebut partner bisnis mendapatkan kepastian tentang kesempatan perdagangan mereka di kemudian hari. Melalui prinsip predictability ini, perusahaan-perusahaan asing, inBestor, dan pemerintah harus yakin bah.a halangan masuk tidak akan ditingkatkan secara se.enang-.enang. Di dalam #$%, jika suatu negara telah menyepakati untuk membuka pasarnya, maka hal itu harus ditepati. ;. Mempromosikan ersaingan Hang +dil ")airer .ompetition& Umumnya orang menganggap #$% sebagai organisasi perdagangan bebas. andangan ini tidak selamanya benar. Hendak diciptakan oleh #$% adalah situasi perdagangan yang terbuka, adil, dan kompetiti3 secara sehat. Melalui pengaturan terhadap M-<, dumping "mengekspor barang dengan harga yang rendah untuk mendapatkan pasar&, dan subsidi, diharapkan agar situasi perdagangan yang lebih adil dapat tercipta. ). Mendorong embangunan dan embaharuan Ikonomi 6istem #$% memberikan kontribusi bagi pembangunan " de elopment&. erjanjian perdagangan internasional ini memberikan kemudahan kepada negara kurang berkembang. Kemudahan dimaksud misalnya dengan memberikan .aktu yang cukup kepada negara kurang berkembang untuk mengadaptasikan dirinya dengan ketentuan #$%, mendapatkan 3leksibiitas yang lebih tinggi, dan mendapatkan preBilese tertentu.

'2

(. Peranan WTO Dala! Per%agangan Barang Kh " "n)a #ag$ Negara Berke!#ang 6ebagaimana diuraikan di atas bah.a #$% memiliki komitmen untuk memajukan negara berkembang melalui perlakuan khusus. erlakuan khusus

terhadap negara berkembang telah dikenal sejak *+$$ '(;= sampai dengan pertengahan '()2-an. erlakuan khusus dimaksud adalah dengan memberikan

akses kepada pasar negara-negara kaya dengan pengenaan tari3 yang relati3 rendah dan mendapatkan pengecualian tertentu dari ketentuan perjanjian *+$$. Kendatipun demikian, kemajuan dan kesejahteraan yang diharapkan tidak selalu mudah untuk dicapai. Menurut &nited *ations .onference on Trade and De elopment , ada sejumlah 3aktor penting yang memainkan peranan penting dalam menentukan respons suatu perekonomian terhadap kesempatan pasar, antara lain7 '& makro ekonomi dan kebijakan sektoral, !& dukungan sumber daya alam dan tenaga kerja, :& in3rastruktur keuangan, teknologi, dan 3isik, dan ;& institusi, penegakkan hukum, dan etika. Kurangnya 3aktor-3aktor pendukung inilah yang membuat negara berkembang susah untuk berubah menjadi negara maju. Manakala terjadi sengketa perdagangan dengan negara maju, negara berkembang berada di dalam posisi ta.ar yang sulit, sekalipun dispute tersebut dimenangkan olehnya. Keterbatasan sumber daya yang dimilikinya membuatnya harus tetap memberikan ruang yang lebih besar bagi negara-negara maju tersebut.

''

World Trade Organization "#$%& yang mengambil alih peranan *+$$ bertujuan memelihara sistem perdagangan internasional yang terbuka dan bebas. %rganisasi ini dalam perdebatannya merupakan organisasi paling penting jika dibandingkan dengan organisasi internasional lainnya. +lasannya adalah #$% mempunyai misi yang sangat jelas tindakan serta aturan yang dikeluarkan berlaku sama bagi setiap negara anggota, tanpa membedakan negara berkembang atau maju. ) Disamping itu #$% bertanggung ja.ab atas implementasi ketentuan multilateral tentang perdagangan internasional yang terdiri dari tiga perangkat hukum utama dan mekanisme penyelesaian sengketa yaitu 7 '. General Agreement on Tariffs and Trade "*+$$& yang berlaku untuk perdagangan barang "trade in goods&. !. General Agreement on Trade in Ser ices "*+$6& yang berlaku untuk perdagangan jasa "trade in ser ices&. :. Agreement on Trade-#elated Aspects of $ntellectual %roperty #ights "$A, 6&. ;. Dispute Settlement &nderstanding "D6U&.0 erjanjian-perjanjian ini merupakan anneC dari perjanjian pendirian #$% yang telah dirati3ikasi melalui Undang-Undang <o = $ahun '((; sehingga telah menjadi hukum nasional. Konsep pemberian perlakuan khusus bagi negara berkembang telah dimulai sejak mulai berdirinya *+$$ '(;= dan mencapai puncaknya pada pertengahan '()2-an pada saat banyak negara-negara jajahan memperoleh kemerdekaannya. +da dua jenis perlakuan khusus yaitu 7
) 0

ertama, akses atas pasar negara-negara kaya

$rade ost, The /conomist, March ''-'= '((), hlm. ') ,bid

'!

melalui perlakuan tari3 khusus. Kedua, pengecualian terhadap ketentuan *+$$.= 6elanjutnya banyak studi memperlihatkan bah.a beberapa 3aktor berikut memainkan peranan penting dalam menentukan respon suatu perekonomian terhadap kesempatan pasar. ertama, makro-ekonomi dan kebijakan sektoral.

Kedua, dukungan sumber daya alam dan tenaga kerja. Ketiga, in3rastruktur keuangan, teknologi, dan 3isik. Keempat, institusi, penegakan hukum dan etika. Kelemahan-kelemahan tersebut tentunya dapat menghambat negara-negara berkembang beradaptasi dengan sistem multilateral.> Dalam mengkaji

kepentingan negara berkembang terhadap sistem perdagangan multilateral yang diatur dalam #$% dikaitkan dengan pandangan Duta Besar Uni Iropa $ran Ban $inh yang menyatakan bah.a negara maju yang telah bergabung dalam Uni Iropa masih dapat berkembang tanpa sistem multilateral. +merika 6erikat dan 9epang juga memiliki sikap yang sama dengan Uni Iropa.( 6ementara itu, man3aat bagi negara berkembang yang diberikan oleh sistem hukum perdagangan multilateral dapat dilihat dari dua perspekti3. ertama, dilihat dari kacamata eksportir dan kedua, dilihat dari sudut pandang importir. '2 Bagi eksportir, pada perdagangan barang, hampir seluruh tari3 di negara-negara maju dan sebagian besar tari3 di negara berkembang dan negara transisi ekonomi dipastikan tidak akan mengalami kenaikan. Kepastian tidak akan adanya kenaikan tari3 ini akan memperluas akses pasar dan terdapat jaminan bah.a akses pasar
Bernard Hoekman dan Michel Kostecki, The %olitical /conomy of the World Trading System )rom GATT to WTO, %C3ord UniBersity ress, '((0, hlm. !:) > United <ations ?on3erence on $rade and DeBelopment, Strengthening the %articipation of De eloping .ountries in World Trade and the (ultilateral Trading System , *eneBa, '((0, hlm. !2 ( H. 6. Kartadjoemena, GATT WTO dan 0asil &ruguay #ound, U, ress, 9akarta, '((=, hlm.::> '2 Fulkarnain 6itompul, op"cit, hlm. )0
=

':

tersebut tidak akan dirusak oleh pembatasan yang diterapkan secara mendadak oleh negara pengimpor. #$% juga memberikan stabilitas bagi pasar eksportir dengan me.ajibkan setiap negara anggota menerapkan ketentuan yang seragam tentang perbatasan "border&. <egara-negara juga .ajib menjamin bah.a aturan main tentang kepabeanan seperti aturan tentang pemeriksaan barang atau iGin impor. +danya keseragaman dimaksud menimbulkan e3isiensi bagi eksportir karena mengurangi banyaknya perbedaan persyaratan diperlakukan oleh masingmasing negara. Bagi importir, yang mengimpor bahan mentah atau setengah jadi untuk diekspor, adanya ketentuan yang membolehkan melakukan impor tanpa adanya pembatasan kecuali tari3 dan adanya keseragaman aturan akan menjamin kelangsungan usaha mereka. +turan ini juga memberikan kepastian bagi importir bah.a mereka akan menerima barang pada .aktunya dan dengan harga yang kompetiti3. Disamping itu, adanya aturan tentang tari3 yang mengikat membuat importir juga mengetahui dengan jelas berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mengimpor suatu barang. Disamping itu, #$% menciptakan hak-hak tertentu yang berguna bagi anggota. Hak tersebut dapat dibagi dalam dua kategori. ertama, hak produsen domestik dan importir terhadap pemerintah. Kedua, hak eksportir mempertahankan kepentingannya terhadap tindakan yang diambil oleh negara pengimpor yang merugikan.

';

BAB III PENUTUP

A. Ke"$!& lan World Trade Organisation "#$%& merupakan salah satu organisasi internasional yang berperan untuk mengatur transaksi perdagangan yang dilakukan oleh negaranegara anggotanya. 6ekalipun belum lama terbentuk "'(()&, #$% sebenarnya sudah memiliki dasarnya pada General Agreement on Tariffs and Trade "*+$$& pada tahun '(;=. #$% mengatur beberapa hal mengenai perdagangan barang "goods&, jasa "ser ice& dan kekayaan intelektual "property rights&. Untuk mengatur lancarnya perdagangan #$% menganut sejumlah prinsip umum sebagai pegangan, yaitu non-diskriminati3, mengurangi trade barriers, persaingan yang sehat, berorientasi pada kemajuan, dan mendorong pembangunan dan

pembaharuan ekonomi. Untuk menyelesaikan sengketa perdagangan di antara negara-negara anggota #$%, #$% sendirin menyiapkan mekanisme

penyelesaian sengketa yang ditangani oleh Dispute Settlement 'ody "D6B&. $ujuan #$% untuk memajukan anggotanya tidak selalu mudah untuk dipenuh, khususnya oleh negara-negara yang sedang berkembang. Keterbatasan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan in3rastruktur yang mendukung pembangunan selalu menjadi penghambat bagi negara berkembang, termasuk ,ndonesia, untuk bersaing dengan negara maju.

')

B. Saran Berdasarkan pembahasan makalah di atas, berikut ini penulis memberikan sejumlah saran untuk memajukan dunia ekonomi dan perdagangan ,ndonesia7 '. emerintah harus memberikan kemudahan usaha bagi pengusaha muda bangsa untuk bersaing dengan pengusaha asing di kancah perdagangan nasional maupun internasional. !. Komite +nti Dumping ,ndonesia "K+D,& harus terus mengusut kemungkinan terjadinya dumping oleh pengusaha asing atau negara asing tertentu, yang berpotensi menghancurkan industri dalam negeri. :. 6etiap rati3ikasi perjanjian internasional harus diperhitungkan dengan matang oleh presiden dan lembaga legislati3. roduk hukum asing, manakala itu

diterima untuk dirati3ikasi, harus diterjemahkan ke dalam sistem hukum nasional.

'0

DA*TAR PUSTAKA

$he #orld $rade %rganisation, diakses dari http7//.....to.org/, pada tanggal : +gustus !2'2. $en ?ommon Misunderstandings +bout #$%, diakses dari http7//.....to.org/ pada tanggal : +gustus !2'2. Understanding the #$%, judul asli 4$rading to the -uture5, edisi ,,, "reBised -ebruary !22=&, diakses dari http7//.....to.org/ pada tanggal : +gustus !2'2. 6itompul, Fulkarnain. (asih %erlukah WTO 'agi *egara 'erkembang, diakses dari http7//Gulsitompul.3iles..ordpress.com/, pada tanggal : +gustus !2'2. Bernard Hoekman dan Michel Kostecki, The %olitical /conomy of the World Trading System )rom GATT to WTO, %C3ord UniBersity ress, '((0. United <ations ?on3erence on $rade and DeBelopment, Strengthening the %articipation of De eloping .ountries in World Trade and the (ultilateral Trading System, *eneBa, '((0. H. 6. Kartadjoemena, GATT WTO dan 0asil &ruguay #ound , U, ress, 9akarta, '((=.