Anda di halaman 1dari 3

BAB III LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

A. Landasan Teori Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang perlu diperhatikan, hal ini terlihat bahwa penyakit gigi dan mulut masih diderita oleh 90% penduduk Indonesia. Penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita masyarakat Indonesia adalah karies gigi. Karies gigi adalah penyakit jaringan keras gigi yang ditandai oleh rusaknya email dan dentin secara progresif yang disebabkan oleh keaktifan metabolisme plak bakteri. Karies dinyatakan sebagai penyakit multifaktorial yang melibatkan gigi (host), substrat, agen atau mikroorganisme dan ditambah faktor waktu (22,14,19). Selain keempat faktor di atas, faktor malnutrisi juga cukup berpengaruh terhadap tingkat keparahan karies pada anak. Dari penelitian yang dilakukan oleh Andriany dkk (2008) didapatkan adanya korelasi positif antara gizi kurang dan tingkat keparahan karies dimana pada anak dengan gizi kurang memiliki karies gigi susu dan gigi tetap yang lebih tinggi daripada anak dengan gizi baik. Faktor yang paling berperan pada perbedaan keparahan karies adalah pH saliva. Skor karies anak dengan gizi kurang lebih tinggi karena pada anak gizi kurang perkembangan kelenjar saliva mengalami atropi sehingga menyebabkan aliran saliva menurun, kemudian mengurangi buffer saliva dan self cleansing yang akhirnya dapat meningkatkan resiko terjadinya karies (7). Komponen-komponen yang dihasilkan oleh kelenjar saliva merupakan hal yang sangat berperan di dalam sistem imun dalam rongga mulut. Dalam saliva tidak hanya terdapat antibody
16

17

berupa immunoglobulin A sekretori (sIgA) yang beperan dalam melindungi gigi geligi, juga terdapat komponen komponen alamiah non spesifik seperti protein kaya prolin, laktoferin, laktoperoksidase, lisozim, serta factor-faktor agregasi dan aglutinasi bakteri yang juga memiliki peranan dalam melindungi gigi dari karies (8). Apabila jumlah saliva yang disekresikan sedikit maka seluruh komponen yang terdapat dalam saliva juga sedikit, sehingga resiko terjadinya karies lebih tinggi. Berdasarkan landasan teori di atas, maka dapat digambarkan kerangka teori penelitian sebagai berikut :

Gizi Pendek (stunting) (TB/U) Sekresi Saliva

Gizi Normal (TB/U) Sekresi saliva Normal Self Cleansing Normal

Jumlah IgA & Komponen lainnya

Self Cleansing

Resiko karies

Resiko karies Normal

def-t

Gambar 3.1 Skema kerangka teori, sumber: Andriany 2008 (perbedaan pola kurva keparahan karies gigi susu dan gigi tetap serta faktor yang berperan, pada anak dengan status gizi kurang dan baik), Alvarez 1995 (nutrition, tooth development, and dental caries) (7,23).

18

Berdasarkan uraian landasan teori, maka kerangka konsep penelitian ini adalah:

Stunting (Gizi Pendek)

Karies

Indeks def-t

SANGAT RENDAH 0,0 1,1

RENDAH 1,2 2,6

SEDANG 2,7 4,4

TINGGI 4,5 6,5

SANGAT TINGGI 6,6 >

Gambar 3.2 Skema kerangka Konsep. Hubungan Status Gizi Pendek (stunting) dengan Tingkat Keparahan Karies pada taman kanak kanak di Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.

B. Hipotesis Hipotesis yang diajukan adalah anak dengan status gizi pendek (stunting) memiliki tingkat keparahan karies yang lebih tinggi daripada anak dengan status gizi normal.