Anda di halaman 1dari 16

TUGAS MAKALAH

HIDRODINAMIKA LAUT



Disusun oleh :
TRI MITA RESTI UTAMI
26020211130044
OSEANOGRAFI A



PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI
JURUSAN ILMU KELAUTAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2013
PENDAHULUAN
Kata hidrodinamika pertama dikenalkan oleh Daniel Bernoulli pada tahun 1700-1783
untuk mengenalkan dua macam ilmu hidrostatik dan hidraulik. Beliaupun mengeluarkan teori
yang terkenal dengan nama teori Bernoulli. Kemudian dAlembert pada tahun 1717-1783
melakukan penelitian mengenai tahanan, dan menghasilkan paradox atas nama dirinya dan
mengenalkan teori hukum konservasi massa, persamaan kontinyuitas pada aliran fluida. Euler
pada tahun 1707-1783 menghasilkan persamaan gerak fluida ideal dan mengembangkan teori
matematisnya dan dilanjutkan oleh Lagrange pada tahun 1736-1813. Navier pada tahun 1785-
1836 menyatakan penemuan tentang persamaan gerak untuk fluida berviskositas berdasarkan
interkasi molekul. Stokes pada tahun 1819-1903 juga menemukan persamaan gerak untuk
fluida berviskositas, beliau terkenal dengan penemuan teori mdern hidrodinamika. Rankine
pada tahun 1820-1872 mengembangkan teori sumber (source) dan sumur (sinks). Helmholtz
pada tahun 1821-1894 mengenalkan teori potensial kecepatan (velocity potential) dan
menemukan teori vortex dan pergerakan yang tidak berlanjut. Kirchhhof pada tahun 1824-
1887 dan Rayleigh pada tahun 1842-1919 melanjutkan penelitian mengenai pergerakan yang
tidak berlanjut suatu fluida dan tahanannya. Osborne Reynolds pada tahun 1842-1912
melakukan penelitian tentang pergerakan fluida berviskositas, mengenalkan konsep aliran
laminar dan turbulent dan mengenalkan perubahan yang tiba-tiba pada fluida dari satu regime
keregime lainnya. Joukowski pada tahun 1847-1921 mengembangkan teori dari perencanaan
aerofoil dan teori tersebut terkenal dengan namanya sendiri. Lanchester pada tahun 1868-
1945 mengembangkan dua teori modern tentang penerbangan, pertama ide sirkulasi yang
mnyebabkan gaya angkat dan kedua ide adnya ulekan diujung foil yang menghasilkan gaya
drag. Prandtl pada tahun 1875-1953 mengenalkan teori lapisan batas (boundary layer)
sehingga mengenalkan ide fluida viscous dan inviscid.






PEMBAHASAN
Hidrodinamika merupakan salah satu cabang ilmu yang berhubungan dengan gerak liquid
atau lebih dikhususkan pada gerak air. Skala atau lingkup analisis ilmu ini adalah pada gerak
partikelir air atau dapat disebut dalam skala makroskopik. Skala makroskopik disini memiliki
maksud air tersusun dari partikel-partikel fluida. Mengapa makroskopik karena partikel fluida
bukan skala terkecil air yakni atom. Lebih penting lagi bidang ini merupakan aplikasi
matematik bukan fisika. Karena berhubungan dengan perlakuan matematik dari persamaan-
persamaan dasar fluida kontinyu berbasis hukum-hukum newton. Jadi objek yang dijadikan
bahan analisa merupakan fluida newton.
Dalam pikiran kita mungkin terlintas pertanyaan mengapa kita harus mempelajari
hidrodinamika? Ada beberapa alasan kita harus mempelajari hidrodinamika yang berkaitan
dengan keilmuan oseanografi, yaitu untuk:
1. Mengetahui dan memahami kejadian atau fenomena-fenomena fisis yang terjadi di
laut, seperti terbentuknya arus, gelombang, ombak, pasang surut, dan sebagainya.
2. Memahami dasar gerak fluida yang melibatkan gerak fluida yang kompleks seperti
ombak.
3. Membangun daya analisa dan berpikir logis dalam meneliti mengapa suatu fenomena
itu terjadi. Hal ini sangat-sangat dibutuhkan oleh seorang peneliti untuk menganalisa
fenomena yang kompleks.
Kata Hidrodinamika mempunyai pengertian bahwa suatu ilmu yang mempelajari
tentang phenomena yang terjadi pada fluida dimana fluida diasumsikan incompressible dan
inviscid (zero viscosity). Analisa aliran fluida dapat menggambarkan bentuk dari aliran
dimana sesuai perkiraan dari aliran sebenarnya pada daerah di luar lapisan batas (boundary
layer). Pada umumnya fluida akan mengalami deformasi, elastis, plastis dan mengalir akibat
adanya gaya. Fluida terbagi menjadi gas (gases) dan air (liquid), untuk gas (gases) pada
umumnya diklasifikasikan pada fluida kompresibel (compressible fluid) dan air (liquid)
diklasifikasikan sebagai aliran yang tidak mengalami perubahan tekanan (incompressible
fluids). Di dalam analisa hidrodinamika maka secara keseluruhan fluida dianggap
incompressible. Dalam hal ini pengertian liquid dapat diartikan sebagai air meskipun sedikit
mempunyai viskositas. Untuk mempermudah didalam perhitungan matematisnya maka
digunakan pengertian ilmu mekanika dan memprmudah assumsi dengan menganggap bahwa
fluida adalah inviscid atau fluida ideal.
Inviscid fluid adalah fluida tidak mengalami perubahan viskositas, viskositasnya
kontinyu dan gesekan antar partikelnya relatif kecil. Lebih jauh lagi, apabila fluida mengalir
dalam suatu pipa maka tangential stress pada fluida sama dengan nol, sehingga tidak ada
energi dan fluida dapat mengalir bebas tanpa adanya hambatan.
Satuan yang sering digunakan didalam analisa hidrodinamika adalah panjang, massa,
waktu, temperature, kecepatan, percepatan, gaya, tekanan dan energi. Dalam perhitungan
matematisnya satuan tersebut dalam besaran dan arah, sebagai contoh dalam sistem dinamika
maka suatu penurunan dapat diartikan mempunyai panjang, massa dan waktu, dan berubah
unit satuannya dari foot, pound, detik ke mile, ton dan jam.
Dalam mempelajari hidrodinamika, kita akan mengenal istilah hidrolika. Hidrolika
berasal dari bahasa Yunani hyidraulikos yang bila dipecah persuku kata menjadi hydro yang
berarti air dan aulos berarti pipa. Secara sederhana hidrolika adalah salah satu topik dalam
cabang ilmu yang berurusan dengan sifat fisis fluida (hidrodinamika) yang mempelajari
aliran air secara mikro dan secara makro. Hidrodinamika akan meletakkan dasar-dasar teori
hidrolika yang difokuskan pada rekayasa sifat-sifat fluida (seperti densitas, viskositas,
tegangan permukaan, kemampumampatan) serta perilaku fluida (kecepatannya).
Dalam pemanfaatannya, hidrolika digunakan untuk kontrol, pembangkit, dan
perpindahan energi melalui fluida yang mampu dimampatkan. Ditinjau dari mekanika
alirannya, terdapat dua macam aliran untuk hidrolika. Pertama adalah aliran saluran terbuka,
dan kedua aliran saluran tertutup. Kedua aliran tersebut pada hakikatnya adalah sama, namun
ada sedikit perbedaan diantara keduanya. Perbedaannya yaitu pada saluran terbuka ia akan
memiliki permukaan bebas, sedangkan aliran saluran tertutup tidak memiliki permukaan
bebas akibat air yang akan langsung mengisi seluruh penampang saluran. Dengan kata lain,
saluran terbuka berhubungan langsung dengan atmosfer dan saluran tertutup tidak
berhubungan langsung dengan atmosfer.
Sebenarnya hidrodinamika yang dipelajari dalam kelautan itu bermacam-macam. Ada
hidrodinamika arus laut, hidrodinamika pasang surut, hidrodinamika gelombang,
hidrodinamika transport sedimen, dan hidrodinamika polutan.

Hidrodinamika laut adalah cabang ilmu kelautan yang mempelajari parameter hidrologi
(fisika dan kimia air laut) yang berinteraksi terhadap lingkungan. Komponen-komponen
hidrodinamika laut yang penting adalah:

- HIDRODINAMIKA ARUS
Arus laut adalah proses pergerakan massa air laut yang menyebabkan
perpindahan horizontal dan vertikal massa air laut tersebut yang terjadi secara terus
(Gross,1972). Pergerakan massa air ini ditimbulkan oleh beberapa gaya sehingga
Herunadi (1996) dalam Kurniawan (2004) mengemukakan bahwa sinyal arus
merupakan resultan dari berbagai sinyal yang mempunyai frekuensi tertentu yang
dibangkitkan oleh beberapa gaya yang berbeda-beda. Sedangkan menurut Hutabarat
dan Evans (1984) arus merupakan gerakan air yang terjadi pada seluruh lautan di
dunia.
Arus laut mampu mengalir mengarungi ribuan kilometer dan sangat penting
untuk menentukan iklim dari sebuah benua, khususnya wilayah yang berbatasan
dengan laut. Contohnya arus Gulf Stream yang menyebabkan daerah Barat Laut
Eropa lebih hangat dibandingkan wilayah lain yang memiliki lintang yang sama
(Wikipedia, 2009).

Faktor Penyebab Terjadinya Arus

Pergerakan massa air ini ditimbulkan oleh beberapa gaya sehingga Herunadi (1996)
dalam Kurniawan (2004) mengemukakan bahwa sinyal arus merupakan resultan dari
berbagai sinyal yang mempunyai frekuensi terstentu yang dibagkitkan oleh beberapa
gaya yang berbeda-beda. Ada dua jenis gaya utama yang penting dalam proses gerak
(motion) yakni gaya primer dan sekunder. Gaya primer merupakan gaya yang
menyebabkan gerak (motion) antara lain: gravitasi, wind stress, tekanan atmosfer, dan
seismic. Sedangkan gaya sekunder merupakan gaya yang muncul akibat adanya gerak
(motion) antara lain : gaya Coriolis dan gesekan (friction) (Pond dan Pickard,
1983).Menurut Gross (1990), terjadinya arus di lautan disebabkan oleh dua faktor
utama, yaitu faktor internal dan faktor internal. Faktor internal seperti perbedaan
densitas air laut, gradien tekanan mendatar dan gesekan lapisan air. Sedangkan faktor
eksternal seperti gaya tarik matahari dan bulan yang dipengaruhi oleh tahanan dasar
laut dan gaya coriolis, perbedaan tekanan udara, gaya gravitasi, gaya tektonik dan
angin.
Jenis-jenis Arus Berdasarkan gaya-gaya yang menimbulkannya, arus dibagi
kedalam berbagai kelompok. Gross (1990), membagi menjadi empat macam yaitu :

1. Arus Ekman, merupakan arus yang disebabkan oleh gesekan angin
2. Arus Pasang Surut (Pasut), merupakan arus yang disebabkan adanya gaya
pembangkit pasut
3. Arus termohalin, merupakan arus yang disebabkan oleh adanya perbedaan densitas
air laut
4. Arus Geostrofik, merupakan arus yang disebabkan karena adanya gradien tekanan
mendatar dan coriolis

Sedangkan Brown et al. (1989) membagi arus atau gerak berdasarkan gaya
penyebabnya sebagai berikut :
1. Arus Thermohalin
2. Arus yang digerakkan angin (wind driven current)
3. Arus Pasang Surut
4. Arus Inersia
5. Arus Geostrofik
Pond dan Pickard (1983) melakukan pembagian arus berdasarkan komponen
gesekan (Friction) yaitu:
1. Arus tanpa gesekan (current without friction)
2. Arus dengan gesekan (current with friction)

Berdasarkan penguraian Pond dan Pickard (1983) serta Gross (1990) di mana arus
pasang surut merupakan arus yang polanya dipengaruhi oleh pasang surut, maka
secara umum arus juga dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu arus pasang surut
dan arus nir pasang surut.

- HIDRODINAMIKA GELOMBANG
Gelombang laut adalah pergerakan naik dan turunya air laut yang tegak lurus dengan
permukaan air laut membentuk kurva /grafik sinusoidal.
Gelombang di laut dapat dibedakan berdasarkan gaya pembangkitnya yaitu:
1. Angin
2. Tsunami
3. Penyebab lain seperti kapal
Bentuk gelombang di alam sulit digambarkan secara tepat ,oleh karena suatu
gelombang selalu berubah.para ahli hanya dapat menggambarkan grafik sinusoidal
yang terdiri dari arah gerak,tinggi,puncakdan lembah suatu gelombang.


- HIDRODINAMIKA PASANG SURUT
Pasang surut laut merupakan suatu fenomena pergerakan naik turunnya
permukaan air laut secara berkala yang diakibatkan oleh kombinasi gaya gravitasi dan
gaya tarik menarik dari benda-benda astronomi terutama oleh matahari, bumi dan
bulan.
(Dronkers, 1964)
Pasang surut merupakan perubahan gerak relatif dari materi planet, bintang
dan benda-benda angkasa lainnya yang diakibatkan oleh aksi gravitasi benda-benda di
luar materi itu berada. Pasut di bumi dapat terjadi dalam tiga jenis: pertama, pasut
atmosfer (atmospheric tide); kedua, pasut laut (ocean tide) dan di danau-danau besar
meskipun sangat kecil; ketiga, pasut bumi padat (bodily tide).
(Mihardja dan Setiadi, 1989)
PEMBANGKIT PASANG SURUT
Gaya-gaya pembangkit pasang surut disebabkan oleh gaya tarik menarik antara bumi,
bulan dan matahari. Bulan memberikan gaya tarik (gravitasi) yang lebih besar
dibandingkan matahari dikarena kan posisi bulan lebih dekat ke bumi, walaupun
massa bulan jauh lebih kecil dari pada matahari. Gaya tarik gravitasi menarik air laut
ke arah bulan dan matahari dan menghasilkan dua tonjolan (bulge) pasang surut
gravitasional di laut. Lintang dari tonjolan pasang surut ditentukan oleh deklinasi,
sudut antara sumbu rotasi bumi dan bidang orbital bulan dan matahari . Perbedaan
vertikal antara pasang tinggi dan pasang rendah disebut rentang pasang surut (tidal
range). Periode pasang surut adalah waktu antara puncak atau lembah gelombang ke
puncak atau lembah gelombang berikutnya. Periode pasang laut adalah waktu antara
puncak atau lembah gelombang ke puncak atau lembah gelombang berikutnya.
Panjang periode pasang surut bervariasi antara 12 jam 25 menit hingga 24 jam 50
menit.



TIPE-TIPE PASANG SURUT
Secara umum terdapat empat tipe dasar pasang surut yang didasarkan pada periode
dan keteraturannya, pasang-surut di Indonesia dapat dibagi menjadi empat jenis yakni
pasang-surut harian tunggal (diurnal tide), harian ganda (semidiurnal tide) dan dua
jenis campuran.
1. Pasang surut harian ganda (semi diurnal tide)
Dalam satu hari terjadi dua kali pasang dan dua kali air surut dengan tinggi yang
hamper sama dan pasang surut terjadi secara berurutan secara teratur. Periode
pasang surut rata-rata adalah 12 jam 24 menit. Jenis harian tunggal misalnya
terdapat di perairan sekitar selat Karimata, antara Sumatra dan Kalimantan.
2. Pasang surut harian tunggal (diurnal tide)
Dalam satu hari terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut. Periode pasang
surut adalah 24 jam 50 menit. Pada jenis harian ganda misalnya terdapat di
perairan Selat Malaka sampai ke Laut Andaman.
3. Pasang surut campuran condong ke harian ganda (mixed tide
prevailing semidiurnal
Dalam satu hari terjadi dua kali air pasang dan dua kali air surut, tetapi tinggi dan
periodenya berbeda. Pada pasang-surut campuran condong ke harian ganda
(mixed tide, prevailing semidiurnal) misalnya terjadi di sebagian besar perairan
Indonesia bagian timur.
4. Pasang surut campuran condong ke harian tunggal (mixed tide prevailing diurnal)
Pada tipe ini dalam satu hari terjadi satu kali air pasang dan satu kali air surut,
tetapi kadang-kadang untuk sementara waktu terjadi dua kali pasang dan dua kali
surut dengan tinggi dan periode yang sangat berbeda. Sedangkan jenis campuran
condong ke harian tunggal (mixed tide, prevailing diurnal) contohnya terdapat di
pantai selatan Kalimantan dan pantai utara Jawa Barat.

- KECEPATAN
Pada fluida dimana alirannya kontinyu maka dapat diartikan bahwa fluida
diasumsikan suatu partikel yang kecil yang mempunyai volume sangat kecil, sehingga
dimensi liniernya diabaikan. Kemudian dapat dianggap partikel fluida tersebut
sebagai titik geometri untuk dapat digunakan dalam analisa hidrodinamis kecepatan
dan percepatan.

Gambar 1.2.1. Pergerakan partikel.
Dari gambar 1.2.1. terlihat bahwa partikel dengan waktu t pada titik P dapat
ditulis dalam bentuk vector :

= OQ r
1

pada waktu t
1
partikel akan bergerak ke titik Q, dan dalam bentuk vector ditulis :
P
Q
O
r
1
r
2

= OP r
2

Kecepatan partikel pada P dapat ditulis:

dt
dr
t t
r r
q
t t
=

=

1
1
1
lim , sehingga kecepatan q sebagai fungsi r dan t, menjadi:
) , ( t r f q =
Jika fungsi f diketahui maka dapat diketahui pula pergerakan dari fluida.
Untuk setiap titik dapat digambarkan suatu garis yang mewakili vector q. Pada fluida
- Streamlines dan Pathlines
Streamlines adalah suatu garis yang digambarkan dalam suatu fluida dimana
selalu membuat sudut tangensial setiap titiknya pada arah dengan kecepatan tertentu.
Apabila kecepatan partikel pada suatu titik tertentu tidak tergantung dari pada
posisinya dan juga waktu, maka streamlines tersebut akan berubah dari keadaan
sesaatnya. Apabila kecepatan pada setiap titik tidak tergantung waktu maka bentuk
aliran akan sama setiap waktu dan pergerakannya disebut steady. Setiap pergerakan
fluida dikatakan steady apabila superposisi dari sistem mempunyai kecepatan konstan.
Kurva yang menggambarkan pergerakan suatu partikel fluida disebut path line. Untuk
aliran steady path line sejajar dengan streamlines.
Displacement elemen ds dari partikel fluida dapat didefinisikan dengan
persamaan vector ds = v dt, dimana valid baik untuk besaran maupun arahnya, dan
ditulis:
dt w dz
dt v dy
dt u dx
=
=
=

Pada waktu t
o
, persamaan dx = u dt, dy = v dt dan dz = w dt menjadi

) , , , ( ) , , , ( ) , , , (
o o o
t z y x w
dz
t z y x v
dy
t z y x u
dx
= = , ini adalah definisi matematis dari
streamline. Untuk 2-D ditulis
v
dy
u
dx
= atau v dx u dy = 0.

Gambar1.3.1.Streamlines.

dt
t z y x w
dz
t z y x v
dy
t z y x u
dx
o o o
= = =
) , , , ( ) , , , ( ) , , , (
adalah bentuk matematis dari pathline.
- Stream Tubes dan Filaments.
Apabila digambarkan kumpulan dari garis streamline maka akan didapatkan apa
yang disebut dengan stream tube. Stream filament adalah stream tube yang
mempunyai penampang melintang dengan dimensi tidak terbatas. Apabila aliran
fluida pergerakannya tergantung pada waktu maka konfigurasi dari stream tubes dan
filament berubah setiap saat.
Sebuah fluida dengan stream filament bergerak pada aliran steady, maka luas
penampang melintang dari filament relative kecil, sehingga dianggap kecepatan
partikelnya sama setiap saat pada luasan tersebut, dimana tegak lurus terhadap arah
kecepatannya. Lihat q
1
, q
2
adalah kecepatan dari luasan melintang o
1
, o
2
.

Gambar 1.4.1. Stream filament.
Apabila fluida incompressible maka influx = efflux, sehingga q
1
o
1
= q
2
o
2
.
Dengan kata lain bahwa konservasi massa atau persamaan kontinyuitas (equation of
q
1
q
2
o
1
o
2
Vector
kecepatan
Streamlines
V
y
x
O
dy
dx
ds
V
continuity), menyatakan bahwa massa fluida influx dalam suatu volume fluida selalu
sama dengan efflux.
Fluida terbagi menjadi dua bagian utama sehubungan dengan fungsi waktunya,
yaitu :
1. Aliran Steady : suatu aliran yang tidak tergantung oleh waktu (time-
independent flow), jadi streamlines. Streakline dan pathnya adalah identik.
2. Aliran Unsteady : suatu aliran yang tergantung oleh waktu (time-dependent
flow), aliran berubah untuk stiap saat.
- Densitas
Jika M adalah massa dari suatu fluida didalam suatu volume V, maka dapat
ditulis M = V
1
, dimana
1
adalah densitas rata-rata dari fluida didalam volume.
Dalam matematika dikatakan densitas
1
sebagai limit dari
1
apabila V0, kecuali
untuk fluida sesungguhnya, dimana molekulnya masih mepunyai kecepatan.

- Tekanan
Sebuah luasan do dengan pusat pada titik P (pada fluida), sehingga garis
normal PN pada Gambar 1.6.1. mempunyai arah positif, dan pada arah berlawanan
disebut negatif.

Gambar 1.6.1. Tekanan positive dan negative pada luasan do.
Jadi fluida pada bagian positive menekan fluida pada bagian negativenya
dengan gaya tekan sebesar p do. Pada fluida yang diassumsikan inviscid (tidak ada
perubahan viskositas), dimana tidak ada tangensial stress, p disebut tekanan pada titik
P. Dengan kata lain pada fluida inviscid tekanan pada titip P tidak mempunyai arah.

P
pdo
pdo
N
- Teori Bernoulli.
Pada aliran steady pada fluida inviscid mempunyai jumlah K
p
+

mempunyai
harga yang sama pada setiap titik pada garis streamline, dimana p adalah tekanan,
adalah densitas dan K adalah energi perunit massa dari fluida. Pembuktiannya dapat
dilIhat PADA uraian dibawah ini. Pada Gambar 1.7.1. suatu aliran filament yang
dibatasi oleh luas penampang melintang AB, CD dari luas o
1
dan o
2
, dimana p
1
,

q
1
, K
1

merefer pada AB, sehingga p
2
,

q
2
, K
2
pada CD.

Gambar 1.7.1. Aliran fluida.
Pada waktu ot f;uida ABCD akan bergerak keposisi ABCD dimana
AA= q
1
ot dan CC= q
2
ot .
Massa m dari fluida antara AB dan AB, atau antara CD dan CD adalah
m = o
1
q
1
ot
1
= o
2
q
2
ot
2
.
Kerja yang disebabkan oleh tekanan karena fluida bergerak mengenai benda dari
ABCD ke ABCD adalah :
|
|
.
|

\
|
=
2
2
1
1
2 2 2 1 1 1

o o o o
p p
m t q p t q p
Kerja (work done) sehubungan dengan energi menjadi :
2
2
2
1
1
1
K
p
K
p
+ = +


A
A
B
B
D D
C C
h
1
h
2
Pada kasus fluida pada aliran steady dengan adnya gravitasi dan konstan dan
K adalah penjumlahan energi potensial dan kinetik per unit massa, gh q K + =
2
2
1
,
dimana h adalah tinggi dari datum dan g percepatan gravitasi bumi, sehingga
persamaan Bernoulli menjadi : tan
2
1
2
cons gh q
p
= + +

sepanjang streamline. Untuk


fluida dimana setiap garis streamlinenya mendapat gaya garvitasi maka teori
Bernoullinya menjadi : tan 0 kons gh
p
= = +

. Bentuk umum teori Bernoulli dapat


ditulis : O + +
2
2
1
q
p

, dimana O adalah energi potensial per unit massa.
























KESIMPULAN
Mempelajari hidrodinamika memiliki beberapa fungsi yang berkaitan dengan
keilmuan oseanogarafi. Fungsi pertama adalah untuk mengetahui dan memehami
kejadian atau fenomena-fenomena fisis yang terjadi di laut. Lalu juga dapat digunakan
untuk memprediksi gerak fluida karena didalamnya dipelajari tentang unsur-unsur
penggeraknya. Yang ketiga untuk membangun daya analisa bagi seorang peneliti. Daya
analisa ini sangat bergantung pada riset yang dilakukan. Riset bukan hanya mencari
tahu tentang apa yang belum kita ketahui. Karena ika hanya itu batasan riset maka
orang yang tidak berpendidikan pun dapat melakukan riset yang sangat-sangat
sederhana. Riset juga bukan hanya kegiatan untuk menambah kecerdasan peneliti. Dan
riset tidak hanya menjabarkan fakta-fakta empiris namun juga menyajikan hasil analisa
yang mendalam serta komprehensif. Disanalah dibutuhkan ahli-ahli yang mampu
membuat hasil analisa untuk melakukan sebuah riset.












DAFTAR PUSTAKA
Brown, J, A. Colling, D. Park, J. Philips, D. Rothery, dan J. Wright. 1989. Ocean Circulation.
The Open University. Published In Assosiation with Pergamon Press.
Dronkers, J. J. 1964. Tidal Computations in rivers and coastal waters. North-Holland
Publishing Company. Amsterdam
Gross, M. 1990. Oceanography sixth edition. New Jersey : Prentice-Hall.Inc.
Hutabarat, S dan SM. Evans. 1985. Pengantar Oseanografi. Universitas Indonesia-
Press. Jakarta
Kurniawan, Mujib.2004. Studi Fluktuasi Arus Permukaan Frekuensi Rendah (Low
Frequency) Di Perairan Utara Papua Pada Bulan Oktober 2001-Agustus 2002. Skripsi.
Ilmu dan Teknologi Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut
Pertanian Bogor
Mihardja, D. K. dan R. Setiadi. 1989. Analisis Pasang Surut di Daerah Cilacap dan
Surabaya, in Pasang Surut (editor: Otto R Ongkosongo dan Suyarso).Pusat Penelitian
dan Pengembangan Oseanologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Pond, S dan G.L Pickard. 1983. Introductory Dynamical Oceanography, 2th edition.
Pergamon Press.
http://www.ilmusipil.com/pengertian-hidrolika
http://yazidridla.blogspot.com/2011/02/hidrodinamika-pengenalan.html