Anda di halaman 1dari 29

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Dalam dunia pendidikan, berkat adanya pemanfaatan metode ilmia Namun keadaan #eperti itu tampaknya belum diikuti ole banyak ma#ala , lalu merumu#kan ma#ala ole para pakar pendidikan, ilmu pendidikan mengalami kema!uan yang "ukup menggembirakan. para pelak#ana pendidikan #eperti guru. $alaupun dalam kegiatan #e ari% arinya guru #ering di adapkan pada ter#ebut dengan "aranya #endiri dan mengata#inya dengan "ara #endiri pula, namun mereka belum terbia#a menuangkan bua pikirannya itu ke dalam bentuk tuli#an, #e ingga orang lain akan #ulit mempela!ari atau meniru "ara%"ara yang tela ditemukannya itu. Ada beberapa faktor yang menyebabkan belum terbia#anya guru menuli# karya tuli# atau melakukan penelitian pada bidang peker!aan yang ditekuninya. &aktor ter#ebut diantaranya adala ba 'a kemampuan guru dalam meneliti dan menuli# ma#i renda . Pada al, informa#i yang diperole dari a#il penelitian berguna #ebagai da#ar yang logi# dalam pengambilan keputu#an. Akan tetapi tentu tidak #emua keputu#an yang diambil harus berda#arkan pada a#il penelitian. Penelitian pada akekatnya men"ari !a'aban ata# ma#ala yang menuntut !a'aban yang benar, #etidak%tidaknya mendekati kebenaran yang logi# menurut penalaran manu#ia dan didukung ole fakta empiri#. Perkembangan penelitian banyak dilakukan dalam bidang ilmu pengeta uan Alam untuk mengembangkan teori%teori dan kon#ep%kon#ep di#iplin ilmunya. Penelitian%penelitian pengeta uan Alam kemudian berkembang dan dipraktekkan dalam ilmu%ilmu #o#ial terma#uk ilmu pendidikan. (eori dalam ilmu #o#ial tidak #eakurat dengan ilmu%ilmu alam #e ingga pengukuran #e"ara kuantitatif belum dapat diper"aya #epenu nya. )le #ebab itu penelitian dalam ilmu #o#ial untuk megu!u ipote#i# yang diturunkan dari teori%teori ilmu #o#ial belum tentu meng a#ilkan ke#impulan% ke#impulan #eperti dalam ilmu%ilmu Alam. Hakikat penelitian dipandang #ebagai upaya men!a'ab perma#ala an #e"ara #i#tematik dengan metode%metode tertentu melalui pengumpulan data empiri# mengola dan menarik ke#impulan ata# !a'aban ma#ala ter#ebut. Ata# da#ar itu penelitia diartikan #uatu kegiatan yang dilakukan #e"ara #i#tematik untuk mengumpulkan, mengola dan menyimpulkan data, dengan menggunakan metode dan te nik tertentu dalam rangka men"ari !a'aban ata# perma#ala an yang di adapi. Penelitian adala #emua kegiatan pen"arian, penyelidikan, dan per"obaan #e"ara ilmia dalam #uatu bidang tertentu, untuk mmedapakan fakta%fakta atau prin#ip%prin#ip
1

baru yang bertu!uan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikkan tingkat ilmu dan tek nologi. (ela diketa ui ba 'a #eorang guru pada ta apan pendidikannya untuk #ampai pada tingkatan ter#ebut tela terlebi da ulu melalui ta ap pendidikan keguruan yang notabene aru# menamatkan pendidikannya dengan menyu#un #ebua karya tuli#nya #endiri yang di#ebut #krip#i #ebagai #yarat menamatkan pendidikannya. *elalui ta apan inila , #aat ma#i berada dita apan !en!ang pendidikan tinggi #ebagai #eorang ma a#i#'a dituntut agar dapat melak#anakan penelitiannya #ebagai karya #endiri berda#arkan ma#ala yang diangkat #ebagai foku# yang dianali#i# dan diteliti untuk ter"apainya peme"a an ma#ala ter#ebut. Dalam kenyataannya, dalam penuli# dan menyu#un karya tuli# dalam bentuk #krip#i ter#ebut membutu kan pedoman%pedoman penuli#an, tetapi tidak lepa# !uga dari bagaimana penelitian ter#ebut terlak#ana agar ter"apai peme"a an ma#ala nya. (erutama bagi ma a#i#'a Pendidikan +&,IP-, di mana dalam pelak#anaan penyu#unan #krip#i diketa ui terdapat dua ma"am penelitian, yaitu penelitian pendidikan dan penelitian non% pendidikan. .eringkali dikalangan pendidikan keguruan memandang #ebela mata pada penelitian pendidikan, pada al penenlitian pendidikan tidak kala keguruan- lebi penting dibanding pendidikan non%pendidikan. /u#tru dalam ruang lingkup dunia pendidikan +!uru#an ditekankan pada penelitian pendidikan guna kema!uan pendidikan di Indone#ia. ,arena ma a#i#'a #endiri kurang mema ami apa fung#i dari penelitian pendidikan, bagaimana pendekatan penelitian pendidikan dan un#ur%un#urnya yang ter"akup dalam kon#ep penelitian pendidikan, maka dari itu pentingnya penelitian pendidikan #ering dipandang #ebela mata. *engingat ba 'a pendidikan berkembang pe#at #eiring dengan perkembangan 0aman dan teknologi, maka penelitian itupun aru# teru# dilakukan agar mampu mengimbangi perkembangan kema!uan teknologi di dunia ini agar tidak tertinggal, dan penelitian ter#ebut !uga dilakukan dalam dunia pendidikan, mengingat ba 'a arapan pendidikan di Indone#ia dapat men"apai taraf pendidikan dunia, maka penelitian pendidikan Indone#ia. 1.1 2umu#an *a#ala Berda#arkan latar belakang ter#ebut, dapat diketa ui ba 'a ma#ala yang akan diba a# adala #ebagai berikut3
2

#angatla

penting

untuk

#e"ara

kontinu

dilak#anakan

agar

dapat

mengembangkan ilmu pendidikan dan menun!ang pembangunan bang#a dan negara

1. Apaka fung#i dari penelitian pendidikan4 1. Apa#a!aka pendekatan penelitian pendidikan4 5. Apa#a!aka un#ur%un#ur dari penelitian pendidikan4 1.5 (u!uan Penuli#an Penyu#unan makala ini dilakukan dengan tu!uan #ebagai berikut3 1. Dapat mengeta ui fung#i dari penelitian pendidikan. 1. Dapat mengeta ui apa #a!a pendekatan penelitian pendidikan. 5. Dapat mengeta ui apa #a!a un#ur%un#ur penelitian pendidikan. 1.6 Bata#an *a#ala Berda#arkan dari tu!uan penuli#an makala ini, maka anya akan diba a# mengenai fung#i, pendekatan dan un#ur%un#ur penelitian pendidikan ter#ebut. *aka pokok ba a#an #etela penba a#an ter#ebut yang ada diluar "akupan dari ma#ala yang diangkat tidak akan diba a# dalam makala ini. 1.7 *anfaat Penuli#an *elalui penuli#an makala *etodologi Penelitian ini mengenai ,on#ep Penelitian tamba an informa#i mengenai Pendidikan, di arapkan pemba"a dapat memperole penelitian pendidikan.

fung#i penelitian pendidikan, pendekatan penelitian pendidikan, dan un#ur%un#ur

BAB II I.I .ala #atu "ara untuk mendapatkan ilmu adala melalui penelitian. Banyak defini#i tentang penelitian tergantung #udut pandang ma#ing%ma#ing. Penelitian dapat
3

didefinisikan sebagai upaya mencari jawaban yang benar atas suatu masalah berdasarkan logika dan didukung oleh fakta empirik. Dapat pula dikatakan bahwa penelitian adalah kegiatan yang dilakukan secara sistematis melalui proses pengumpulan data, pengolah data, serta menarik kesimpulan berdasarkan data menggunakan metode dan teknik tertentu. Penelitian pada da#arnya merupakan #uatu kegiatan ilmia untuk memperole pengeta uan yang benar tentang #uatu ma#ala . Pengeta uan yang diperole dari penelitian terdiri ata# fakta, kon#ep, generali#a#i, dan teori yang memungkinkan manu#ia dapat mema ami fenomena dan meme"a kan ma#ala yang di adapinya. Penelitian Pendidikan adala kegiatan #i#temati# untuk men"ari !a'aban yang benar atau mendekati kebenaran tentang perma#ala an pendidikan berda#arkan penalaran yang logi# dan ra#ional, #erta didukung ole fakta empirik. Pengertian ter#ebut di ata# menyiratkan ba 'a penelitian adalah langkah sistematis dalam upaya memecahkan masalah. Penelitian merupakan penelaahan terkendali yang mengandung dua hal pokok yaitu logika berpikir dan data atau informasi yang dikumpulkan secara empiris +.ud!ana, 1881-. Logika berpikir tampak dalam langka %langka #i#temati# mulai dari pengumpulan, pengola an, anali#i#, penaf#iran dan pengu!ian data #ampai diperole nya #uatau ke#impulan. Informa#i dikatakan empiri# !ika #umber data mengambarkan fakta yang ter!adi bukan #ekedar pemikiran atau rekaya#a peneliti. Penelitian menggabungkan "ara berpikir ra#ional yang dida#ari ole logika9penalaran dan "ara berpikir empiri# yang dida#ari ole fakta9 realita. Penelitian #ebagai upaya untuk memperole kebenaran aru# dida#ari ole proses berpikir ilmiah yang dituangkan dalam metode ilmia . *etode ilmia adala kerangka landa#an bagi ter"iptanya pengeta uan ilmia . Penelitian yang dilakukan menggunakan metode ilmia mengandung dua un#ur penting yakni pengamatan + observation- dan dida#ari ole pemikiran ba 'a apabila #uatu penalaran +reasoning-. *etode ilmia

pernyataan ingin diterima #ebagai #uatu kebenaran maka pernyataan ter#ebut aru# dapat di:erifika#i atau diu!i kebenarannya #e"ara empirik +berda#arkan fakta-. (erdapat empat langka langka penelitian yaitu3 1. Merumuskan masalah; menga!ukan pertanyaan untuk di"ari !a'abannya. (anpa adanya ma#ala tidak akan ter!adi penelitian, karena penelitian dilakukan untuk meme"a kan ma#ala . 2umu#an ma#ala dalam bentuk pertanyaan..
4

pokok metode ilmia

yang akan menda#ari langka %

penelitian pada umumnya dia!ukan

1. Mengajukan hipotesis; mengemukakan !a'aban #ementara +ma#i ber#ifat dugaanata# pertanyaan yang dia!ukan #ebelumnya. Hipote#i# penelitian dapat diperole dengan mengka!i berbagai teori berkaitan dengan bidang ilmu yang di!adikan da#ar dalam perumu#an ma#ala . Peneliti menelu#uri berbagai kon#ep, prin#ip, generali#a#i dari #e!umla literatur, !urnal dan #umber lain berkaitan dengan ma#ala yang diteliti. ,a!ian ter adap teori merupakan da#ar dalam merumu#kan kerangka berpikir #e ingga dapat dia!ukan ipote#i# #ebagai alternatif !a'aban ata# ma#ala . 5. Verifikasi data; mengumpulkan data #e"ara empiri# kemudian mengola dan menganali#i# data untuk mengu!i kebenaran ipote#i#. /eni# data yang diperlukan diara kan ole makna yang ter#irat dalam rumu#an ipote#i#. Data empiri# yang diperlukan adala data yang dapat digunakan untuk mengu!i ipote#i#. Dalam al ini, peneliti aru# menentukan !eni# data, dari mana data diperole , #erta teknik untuk memperole data. Data yang terkumpul diola dan dianali#i# dengan "ara% "ara tertentu yang memenu i ke#a i an dan keterandalan #ebagai ba an untuk mengu!i ipote#i#. 6. Menarik kesimpulan; menentukan !a'aban%!a'aban definitif ata# #etiap pertanyaan yang dia!ukan +menerima atau menolak temuan penelitian atau ipote#i#-. Ha#il u!i ipote#i# adala a#il penelitian. (emuan penelitian diba a# dan

di#inte#i#kan kemudian di#impulkan. ,e#impulan merupakan adala !a'aban ata# rumu#an ma#ala penelitian yang di#u#un dalam bentuk propo#i#i atau pernyataan yang tela teru!i kebenarannya. Dengan mengikuti langka %langka di ata#, penelitian ilmia merupakan kegiatan yang dilak#anakan untuk mengka!i dan meme"a kan #uatu ma#ala menggunakan pro#edur #i#temati# berlanda#kan data empirik. Berda#arkan pro#e# ter#ebut di ata#, mulai dari langka ka!ian teori #ampai pada perumu#an ipote#i# terma#uk berpikir ra#ional atau berpikir deduktif. .edangkan dari :erifika#i data #ampai pada generali#a#i merupakan pro#e# berpikir induktif. Pro#e# ter#ebut adala 'u!ud dari pro#e# berpikir ilmia . Itula #ebabnya penelitian dikatakan #ebagai opera#ionali#a#i metode ilmia . Untuk mendapatkan kebenaran ilmia , penelitian penelitian dida#arkan pada karakeri#tik keilmuan yaitu3 1. 2a#ional3 penyelidikan ilmia adala #e#uatu yang ma#uk akal dan ter!angkau ole penalaran manu#ia.
5

aru# mengandung un#ur

keilmuan dalam akti:ita#nya. Penelitian yang dilak#anakan #e"ara ilmia berarti kegiatan

1. Empiri#3 menggunakan "ara%"ara tertentu yang dapat diamati orang lain dengan menggunakan pan"a indera manu#ia. 5. .i#temati#3 menggunakan pro#e# dengan langka %langka tertentu yang ber#ifat logi#. Penelitian dikatakan tidak ilmia !ika tidak menggunakan penalaran logi#, tetapi menggunakan prin#ip kebetulan, "oba%"oba, #pekula#i. <ara%"ara #eperti ini tidak tepat digunakan untuk pengembangan #uatu profe#i ataupun keilmuan tertentu. .uatu penelitian dikatakan baik +dalam arti ilmia - !ika mengikuti "ara%"ara yang tela ditentukan #erta dilak#anakan dengan adanya un#ur ke#enga!aan bukan #e"ara kebetulan. ,egiatan ilmia ter#ebut bertu!uan untuk memperole pengeta uan yang benar +yang ber#ifat relatif- #ebagai penyempurnaan pengeta uan #ebelumnya tela dilak#anakan ole para peneliti dan ilmu'an dalam bidang ilmunya ma#ing%ma#ing. .e"ara akumulatif a#il penelitian memberikan #umbangan penting bagi perkembangan ilmu pengeta uan dan teknologi dalam berbagai bidang. Di #amping itu, memungkinkan manu#ia dapat lebi di adapi dalam idupnya. Untuk memperole a#il penelitian !uga tela prakti# yang baik meme"a kan ma#ala %ma#ala

pengeta uan dapat dilakukan dengan

berbagai "ara, baik #e"ara lang#ung maupun tidak lang#ung melalui berbagai #umber #ekunder. <ara%"ara memperole pengeta uan di antaranya melalui "ara pengalaman pribadi, penalaran deduktif, dan penalaran induktif. Dalam melak#anakan penelitian, peneliti menggunakan penalaran deduktif= induktif. Penalaran deduktif dimulai dari al% al yang ber#ifat umum menu!u ke al% al yang k u#u#. .edangkan penalaran induktif adala pen"arian pengeta uan yang dimulai dengan ob#er:a#i ter adap al% al yang k u#u# +fakta kongkrit-, dari ka!ian ata# fakta kongkrit ini diperole ke#impulan umum. Dengan demikian penalaran deduktif=induktif, yaitu kegiatan berpikir ulang% alik antara penalaran deduktif dan penalaran induktif. Dalam melak#anakan penelitian, peneliti menggunakan metodologi penelitian, >ang dimak#ud metodologi penelitian adala ka!ian tentang metode%metode tertentu yang digunakan dalam penelitian. *etode diartikan #ebagaii #uatu "ara berpikir dan "ara melak#anakan a#il berpikir untuk melakukan #e#uatu peker!aan #e"ara baik dan benar. <ara melak#anakan a#il berpikir untuk melakukan #uatu peker!aan #e"ara benar dan baik di#ebut teknik. Dengan demikian dalam i#tila metode terkandung i#tila teknik. .e ingga metodologi penelitian merupakan ka!ian tentang "ara berpikir dan teknik untuk menger!akan penelitian #e"ara benar dan baik.
6

(a apan pemikiran dalam malak#anakan penelitian pendidikan memiliki langka % langka berpikir ilmia #ebagai berikut3 1. (a apan pemikiran ,egiatan%kegiatan yang dilakukan dalam #uatu penelitian #eperti di#ebut dalam defini#i ini #e#uai dengan langka %langka berfikir ilmia . Adapun langka %langka berpikir ilmia iala 3 a. (era#a ke#ukaran (era#a ke#en!angan antara alat%alat untuk men"apai #uatu tu!uan atau tera#a ke#ulitan menemukan "iri%"iri atau pola dari #uatu obyek atau tera#a ke#ukaran menerangkan #uatu peri#ti'a. b. *enega#kan per#oalan .etela mera#a ke#ulitan, perlu ditega#kan apa per#oalan #ebenarnya. ,ita aru# mampu mampu merumu#kan inti per#oalan atau permala an. Atau menega#kan obyek, atau peri#ti'a #ebenarnya. ". *enyu#un ipote#i# Bila #uda merumu#kan peroalan, di#u#unla kemungkinnan peme"a an per#oalan, atau menerangkan obyek atau peri#ti'a itu. U#a a menyu#un pem"a an atau u#a a menerangkanper#oalan peri#ti'a itu berda#arkan teori% teori, atau dugaan%dugaan anya peri#t'a #ementara. d. *engumpulkan data Data adala ba an informa#i untuk pro#e# berpikir gamblang +ek#pli#it-. ,emungkinan%kemungkinan peme"a an per#oalan, atau keterangan%keterangan #ementar yang #uda di#u#un aru#la diu!i melalui pengumpulan data%data yang rele:an atau bergayut. e. *engambil ke#impulan Dari data%data yang #uda diola diambil ke#impulan untuk menerima atau menolak ipote#i#i yang dirumu#kan pada langka berpikir ketiga di ata#. f. *enentukan kegunaan atau nilai umum dari ke#impulan.

/ika peme"a an per#oalan itu dapat diterima maka dipertanyakan apa kegunaan untuk ma#a mendatang atau apa nilai peme"a an per#oalan itu untuk kepentingan yang akan datang. 1. (a ap penelitian .e#uai dengan ta apan%ta apan berpikir itula ta apan%ta apan kegiatan yang dilakukan dalam #uatu penelitian. Dapat pula dikkatakan dengan kegiatan%kegiatan penelitian maka daya nalar akan ditingkatkan men!adi kemampuan berpikir ilmia yang baik. Dengan demikian langka %langka utama dalam #uatu penelitian akan #e#uai dengan defini#i dan ta apan berpikir tadi, maka ta apan penelitian iala 3 a. *enentukan adanya #uatu obyek penelitian atau ma#ala . Pertama ditentukan #uatu obyek penelitian atau ditentukan #uatu permala an. Pada #aat ini #uda dapat ditentukan ara kegiatan dan metedologi peme"a an yang bergayut dengan perma#ala an. b. *embata#i perma#ala an .uatu perma#ala n mungkin men!adi bagian dari perma#ala an yang lua#. ,emampuan untuk meme"a kan #uatu perma#ala an bia#anya !uga terbata#. )le #ebab itu perlu ditetapakan lebi da ulu bata#%bata# permala an yang menurut kemampuan dapat di#ele#aikan. Pembata#an atau pendefini#ian perma#ala an amat perlu agar pokok per#oalan #ebenarnya tidak kabur. ". *engumpulkan data ,arena penelitian itu adala upaya pema aman atau penelaa an terkendalli maka ba an informa#i yang diperlukan bukan diperole dengan "oba%"oba, #e ingga ba an%ba an atau data yang akan dikumpulkan #uda ditentukan lebi da ulu. Dengan demikian kegiatan penelitian yang dilakukan dapat di!alankan dengan efektif dan efe#ien. ,e"endrungan penelitian #ekarang agar data%data yag akan dikumpulkan itu dapat dinyatkan denga bilangan. Artinya data%data yang #ifatnya kualitatif dapat dinyatakan #e"ara kuantitatif. d. *engola data dan mengambil ke#impulan
8

Bila data yang dikumpulkan #uda

merupakan data kuantitatif maka

mengola data dilakukan dengan anali#i# #tati#tik tertentu. e. *erumu#kan dan melamporkan a#il penelitian )le karena ilmu pengeta uan adala milik umum, obyektif dan terbuaka, demikian !uga alna akan a#il penelitian. .upaya a#il itu men!adi milik ma#yarakat aru#la dipublika#ikan. f. *enga!ukan implika#i%implika#i Dari ke#impulan a#il penelitian dikemukakan implika#i%implika#i atau akibat% akibat penting bila ke#impulan%ke#impulan itu digunakan untuk meme"a kan per#oalan #erupa yang di adapi. 2ekomenda#i%rekomend#i dia!ukan bagi mereka yang akan menggunakan a#il itu dalam praktek. /eni#%!eni# penelitian dan metodologi yang diketa ui adala #ebagai berikut3 . !erdasarkan pengukuran dan analisis data penelitian a. Penelitian kuantitatif, yaitu penelitian yang datanya dinyatakan dalam angka dan dianali#i# dengan teknik #tati#tik. Penelitian yang #ering menggunakan "ara ini adala penelitian ek#perimen dan #ur:ey. b. Penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang datanya dinyatakan dalam bentuk :erbal dan dianali#i# tanpa menggunakan teknik #tati#tik. Penelitian yang #ering dilakukan dengan "ara ini "onto nya adala #tudi ka#u# dan penelitian #e!ara . ". !erdasarkan tingkat kedalaman analisis data penelitian a. Penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang anali#i# datanya anya #ampai pada de#krip#i :ariabel #atu demi #atu. De#krip#i berarti pemerian #e"ara #i#tematik dan faktual tentang #ifat%#ifat tertentu popula#i tertentu. b. Penelitian eksplanatori, yaitu penelitian yang anali#i# datanya #ampai pada menentukan ubungan :ariabel. c. ?ariabel dengan :ariabel lainnya. #. !erdasarkan penggunaan sampel atau populasi a. Penelitian sensus, yaitu penelitian yang datanya bera#al dari #emua #ub!ek dalam popula#i, tidak anya dari #ampel. b. Penelitian sampel $inferensial-, yaitu penelitian yang datanya bera#all dari #ampel dan ke#impulannya diberlakukan bagi #eluru popula#ii
9

yang di'akili ole #ampel penelitian itu. 6. !erdasarkan rancangan penelitian a. Penelitian eksperimental, yaitu penelitian yang #ub!eknya diberii perlakuan +treatment% kemudian diukur akibat dari perlakuan ter#ebut pada diri #ub!ek penelitian. b. Penelitian non eksperimental, yaitu penelitian yang #ub!eknya tidak dikenai perlakuan, tetapi diukur #ifat%#ifatnya +:ariabel- tertentu. <onto penelitian ini adala penelitian #ur:ei dan penelitian #tudi ka#u#. 7. Berda#arkan perma#ala annya /eni# Penelitian Penelitian (u!uan Penelitian 9 <onto /udul

*embuat rekon#truk#i ma#a lampau #e"ara #itemati#. <onto /udul3 &sal'usul sistem belajar menghafal di Pondok Pesantren.

Hi#tori# Penelitian De#kriptif

*eluki#kan #e"ara #i#temati#, faktual, dan akurat mengenai fakta%fakta tertentu. <onto /udul 3 (ecenderungan )iswa Memilih *enis !acaan di Perpustakaan dan *enis Makanan *ajanan di (antin.

Penelitian Perkembangan

*eneliti

pola%pola

dan

urutan%urutan

pertumbu an9peruba an #ebagai fung#i 'aktu. <onto /udul 3 Perkembangan Penguasaan !ahasa +nggris )iswa (elas + )elama )atu ,ahun.

Penelitian Lapangan atau .tudi ,a#u# Penelitian ,orela#ional

*empela!ari #e"ara inten#if tentang latar belakang keadaan #ekarang dan interak#i dengan lingkungan #uatu unit #o#ial +indi:idu, kelompok, lembaga-. <onto /udul 3 )tudi kasus terhadap yang antara *enyelidiki #ampai #e!au mana anak ubungan faktor yang #atu dengan faktor yang lainnya. <onto /udul 3 -ubungan &ntara ,ingkat (ehadiran )iswa dengan )kor .langan.
10

Penelitian ,au#al ,omparatif

*enyelidiki kemungkinan ubungan #ebab%akibat. <onto /udul 3 Pengaruh Metode /eramah ,erhadap -asil !elajar )iswa.

Penelitian Ek#perinmental

*enyelidiki kemungkinan #aling ber ubungan #ebab% akibat dengan "ara memberi perlakuan tertentu pada #atu kelompok dan membandingkannya dengan #atu atau lebi kelompok kontrol. <onto /udul 3 0fektivitas Metode 1ole Playing dan Metode Diskusi Pengajaran !ahasa +nggris (elas + )M&.

Penelitian (indakan ,ela#

*engembangkan keterampilan = keterampilan baru, metode baru, atau pendekatan baru untuk meme"a kan ma#ala dengan penerapan lang#ung di dalam kela#. <onto <onto /udul 2 Penggunaan Model 3earning /udul 2 .paya Mengurangi (emalasan )iswa

/ycle dalam Pembelajaran 4isika. Mengerjakan P1.

1.1 &ung#i Penelitian Pendidikan Pendidikan #ebagai ilmu, relatif ma#i baru dibandingkan dengan Ilmu%Ilmu .o#ial lainnya #eperti .o#iologi, Antropologi, P#ikologi dan lain%lain. Dalam perkembangannya #ebagai ilmu, Ilmu Pendidikan memerlukan bantuan ilmu lain terutama ilmu tentang perilaku. .umbangan yang paling be#ar diperole dari P#ikologi, terutama P#ikologi Bela!ar, P#ikologi Anak, P#ikologi ,epribadian dan P#ikologi .o#ial. )le #ebeb itu banyak teori%teori pendidikan, kon#ep%kon#ep dan prin#ip yang digunakan dalam pendidikan, pada da#arnya merupakan aplika#i dari teori, kon#ep dan prin#ip dalam P#ikologi. Pendidikan #enantia#a berkenaan dengan manu#ia. Dalam pengertian upaya #adar untuk membina dan mengembangkan kemampuan da#ar manu#ia #eoptimal mungkin #e#uai dengan kapa#ita#nya. Pendidikan ter!adi dalam #itua#i #o#ial, yakni interak#i antar manu#ia, dan interak#i manu#ia dengan lingkungannya. Itula #ebabnya Ilmu Pendidikan tidak dapat berkembang tanpa dukungan dan #umbangan dari ilmu
11

lain, k u#u#nya ilmu tentang perilaku manu#ia. Ata# da#ar pemikiran ter#ebut maka penelitian pendidikan pada akikatnya tidak berbeda dengan penelitian ilmu%ilmu perilaku manu#ia pada umumnya, terutama dari #egi metodologi#nya. Pendidikan ter!adi dalam #itua#i #o"ial yaitu interak#i manu#ia dan interak#i antara manu#ia dengan lingkungannya. Itula ma#ala #ebabnya ilmu pendidikan tidak dapat berkembang tanpa dukungan dan #umbangan dari ilmu lain. Perbedaan anya dalam bidang ka!ian, dan :ariabel yang diteliti, tu!uan dan manfaatnya. .e"ara umum fung#i penelitian pendidikan dapat dibedakan men!adi3 1. Pengembangan Ilmu Penelitian >akni penelitian%penelitian pendidikan yang ditu!ukan untuk kepentingan pengembangan ilmu pendidikan itu #endiri terma#uk ilmu%ilmu bantunya. Penelitian untuk pengembangan ilmu #ering di#ebut penelitian murni. *a#ala dan :ariabel yang diteliti digali dan diangkat berda#arkan teori%teori yang ada dalam ilmu pendidikan. Hipote#i# di"oba diturunkan dari teori yang tela ada, diu!i #e"ara empirik dengan tu!uan mun"ul teori baru atau ada. *engu!i #uatu ipote#i# yang penyempurnaan dari teori yang tela

dirumu#kan ata# da#ar teori keilmuan banyak ditemukan dalam penelitian untuk pengembangan ilmu bidang ka!ian ilmu pendidikan #ebagai da#ar dalam menentukan penelitian pendidikan untuk pengembangan ilmu #eperti pada bidang kurikulum, pro#e# bela!ar menga!ar9penga!aran, bidang e:alua#i9peniaian pendidikan, bidang admini#tra#i #uper:i#e pendidikan, bidang bimbingan penyulu an, bidang pendidikan luar #ekola , bidang pendidikan k u#u#, bidang teori dan fil#afat pendidikan. 1. Peme"a an *a#ala Pendidikan >akni penelitian pendidikan yang ditu!ukan untuk meme"a kan ma#ala =ma#ala pendidikan terutama ma#ala yang berkenaan dengan kualita# pro#e# pendidikan dan penga!aran atau mutu a#il pendidikan efi#ien#i dan efekti:ita# pendidikan, rele:an#i pendidikan. Penelitian ini tidak dimak#udkan untuk mengembangkan ilmu, tetapi untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan praktek pendidikan. )le karena itu terma#uk kedalam penelitian terapan. Bidang ka!ian yang bi#a diteliti berkenaan dengan kurikulum dan #y#tem pendidikan, ketenagaan, anak didik, #i#tem penga!aran, lingkungan
12

pendidikan, #arana dan pra#arana pendidikan, penilaian pendidikan, admini#tra#i #ekola , pelak#anaan bimbingan penyulu an, dan perpu#takaan #ekola . 5. Penelitian ,ebi!ak#anaan Pendidikan Penelitian ini amper #ama dengan penelitian peme"a an ma#ala . dan pemanfaatannya. Beberapa perbedaan terletak dalam lingkup ma#ala

,ebi!ak#anaan pendidikan ini antara lain kurikulum muatan lo"al, pendidikan da#ar @ ta un, penga'a#an melekat, mono#i#tem pendidikan guru, pendidikan guru di uni:er#ita#, pendidikan politeknik, dan pendidikan multi#trata. Ha#il penelitian dapat digunakan #ebagai ba an ma#ukan bagi para pengambil keputu#an pendidikan baik pada tingkat na#ional, regional maupun lokal. 6. Penelitian Pendidikan yang dapat *enun!ang Pembangunan Di#amping 5 fung#i di ata#, penelitian pendidikan dapat !uga dilak#anakan untuk kepentingan #ektor pembangunan, k u#u#nya berkenaan dengan peranan, po#i#i, tuga# dan tanggung !a'ab pendidikan dalam pembangunan na#ional. *i#alnya, penelitian mengenai peranan pendidikan dalam ubungannya dengan #ektor ketenagaan, produkti:ita# ker!a, program keluarga beren"ana dan kependudukan, lingkungan idup. *a#ala dan :ariabel yang diteliti berkenaan dengan dimen#i manu#ia #eperti 'a'a#an, #ikap, perilaku manu#ia dan ubungannya dengan #ektor%#ektor pembangunan di ata#. ,eempat fung#i dan tu!uan penelitian pendidikan dapat dilak#anakan ole para tenaga kependidikan #eperti tenaga guru, admini#trator, #uper:i#or ba kan ole para "alon guru dalam penuli#an karya ilmia . 1.1 Pendekatan Penelitian Pendidikan Dalam perkembangannya, penelitian Ilmu .o#ial terma#uk penelitian pendidikan, dikenal ada dua pendekatan, yakni pendekatan po#iti:i#tik dan pendekatan naturali#tik. .e"ara lebi terin"i, "iri dari ma#ing%ma#ing pendekatan dapat diuraikan #ebagai berikut3 a. Pendekatan Po#iti:i#tik Pendekatan po#iti:i#tik adala pendekatan penelitian yang dalam men!a'ab penrma#ala an penelitian memerlukan penukuran yang "ermat ter adap :ariabel%
13

:ariabel dari ob!ek yang diteliti, guna meng a#ilkan ke#impulan%ke#impulan yang dapat digenerali#a#ikan, lepa# dari kontek# 'aktu dan #itua#i. ,arena itu pendekatan ini lebi banyak digunakan dalam penelitian Ilmu%ilmu Alam, dan penelitian% penelitian tertentu dibidang Ilmu%ilmu .o#ial, terutama dalam rangka pengembangan kon#ep9teori dalam di#iplin ilmu yang ber#angkutan +penelitian da#ar-. Pendekatan ini memandang kenyataan +realita#- #ebagai #uatu yang berdimen#i tunggal, fragmental, dan "enderung ber#ifat tetap +fiAed-. ,erana itu, #ebelum dilakukan penelitian dapat di#u#un ran"angan yang terin"i dan tidak akan beruba % uba #elama penelitian berlang#ung. Peneliti dan ob!ek yang diteliti terpi#a #atu #ama lain. ,arena itu, pro#e# penelitian dilakukan dari BluarC melalui pengukuran%pengukuran dengan bantuan "ara9alat%alat yang ob!ektif dan baku. Penggunaan pengukuran di#ertai anali#i# #e"ara #tati#tik #e ingga penelitian mengimplika#ikan ba 'a pendekatan ini menggunakan metoda kuantitatif. )b!ek penelitian dika!i lepa# dari kontek# 'aktu9#itua#i #e ingga penelitian "enderung berlang#ung dalam #etting9lingkungan buatan +artifi#ial- #eperti dalam laboratorium, yang ber#ifat Banti#eptikC. Ha#il penelitian merupakan generali#a#i dan predik#i berda#arkan a#il% a#il pengukuran. ,ebenaran digunakan. b. Pendekatan Naturali#tik Pendekatan naturali#tik adala pendekatan penelitian yang dalam men!a'ab perma#ala an memerlukan pema aman #e"ara mendalam dan menyeluru mengenai ob!ek yang diteliti guna meng a#ilkan ke#impulan%ke#impulan penelitian dalam kontek# 'aktu dan #itua#i yang ber#angkutan. ,erana itu, pendekatan ini lebi tepat digunakan dalam #ebagian be#ar penelitian dibidang Ilmu%ilmu .o#ial%Budaya #etra penelitian%penelitian terapan untuk meme"a kan ma#ala prakti#. Pendekatan ini memandang kenyataan #ebagai #uatu yang berdimen#i !amak, utu 9merupakan ke#atuan, dan beruba 9openended. ,arena itu tidak mungkin di#u#un ran"angan penelitian yang terin"i dan fiAed. 2an"angan penelitian berkembang #elama pro#e# penelitian berlang#ung. Peneliti dan ob!ek yang diteliti #aling berinteak#i, yang pro#e# penelitiannya dilakukan dari BluarC maupun dari BdalamC dengan banyak melibatkan !udgment.
14

a#il penelitian didukung ole

:alidita# "ara9alat yang

Dalam pelak#anaannya, peneliti #ekaligu# berfung#i #ebagai Balat penelitianC yang tentunya tidak bi#a melepa#kan diri #epenu nya dari un#ur #ub!ekti:ita#. Dengan kata lain, dalam penelitian ini tidak ada alat penelitian baku yang tela #ebelumnya. Penggunaan !udgment dalam penelitian mengimplika#ikan ba 'a metode yang digunakan adala metode kulaitatif #ekalipun tidak #epenu nya. )b!ek yang diteliti tidak lepa# dari kontek# 'aktu9#itua#i #e ingga penelitian "enderung berlang#ung dalam #etting9lingkungan nyata yang alamia +natural-. Ha#il penelitian lebi merupakan de#krip#i interpreta#i yang ber#ifat tentatif dalam kontek# 'aktu9#itua#i tertentu. ,ebenaran pi ak%pi ak yang diteliti. Pendekatan naturali#tik #ering !uga di#ebut #ebagai pendekatan kualitatif, po#t% po#iti:i#ti", etnografik, umani#tik, atau "a#e #tudy. .e"ara #ingkat perbandingan "iri antara kedua pendekatan penelitian di ata# dapat digambarkan #ebagai berikut3 <iri % % Pandangan tentang realita# Hubungan peneliti dengan ob!ek % % Pro#edur penelitian Alat penelitian % % Pengukuran BluarC )b!ektif dan baku % dari % /udgment, dari BluarC dan dari BdalamC Peneliti #ekaligu# alat yang % % .etting penelitian Ha#il penelitian % Denerali#a#i kontek# dan % De#krip#i interpreta#i dan dalam predik#i, lepa# dari % Buatan9arti:i#ial % mengandung un#ur #ub!ektif Alamia 9natural % Po#iti:i#tik Naturali#tik % Berdimen#i tunggal, % Berdimen#i fragmental, tetap (erpi#a % utu , beruba .aling berinterak#i !amak, a#il penelitian lebi banyak didukung melalui keper"ayaan +tructworthiness- berda#arkan konfirma#i a#il ole di#iapkan

kontek# 'aktu9#itua#i

'aktu9#itua#i. tertentu. Dari uraian mengenai kedua pendekatan penelitian di ata# dapat di#impulkan ba 'a dalam perkembangan yang terak ir, dapat digunakan penelitian kuantitatif dan
15

penelitian kualitatif. ,edua bentuk penelitian ter#ebut dapat digunakan untuk pengembangan ilmu dan atau untuk peme"a an ma#ala prakti# dalam ke idupan manu#ia. Penelitian kuantitatif lebi ber#ifat Blogiko% ipotetiko :erifikatifC, #edangkan penelitian kuantitatif lebi mengutamakan pema aman makna tindakan manu#ia dalam #aling tindaknya dengan #e#ama anggota ma#yarakat. Penelitian kuantitatif lebi banyak menggunakan #t#ti#tika dalam mengu!i ipoteti#, #edangkan penelitian kualitatif tidak banyak memerlukan #tati#tika. Dalam penelitian kuantitatif in#trumen penelitian di arapkan dapat mengungkap data dalam bentuk #kala pengukuran tertentu, #e ingga dapat membuat generali#a#i. .edangkan dalam penelitian kulaitatif, data a#il penelitian diperole #e"ara lang#ung, mi#alnya 'a'an"ara dan ob#er:a#i parti#ipa#i, #e ingga dapat di#impulkan #ebagaimana adanya. ,e#impulan penelitian kualitatif ma#i terbata# dalam kontek# ruang dan 'aktu tertentu #e ingga #ulit membuat generali#a#i, #ekalipun untuk kondi#i yang relatif #ama. ,elebi an dan kelema an dari kedua bentuk penelitian ter#ebut #elalu ada. )le #ebab itu penggunaan kedua bentuk penelitian dalam meme"a kan ma#ala akan memperkuat dan memperkaya !a'abannya. ". Pendekatan Non%ilmia Beberapa pendekatan non ilmia yang banyak digunakan dalam ke idupan #e ari% ari di antaranya3 i. &kal sehat +common sense-. Akal #e at adala adala #erangkaian kon#ep dan bagan kon#eptual yang al% al memua#kan untuk penggunaan prakti# bagi kemanu#iaan. ,on#ep itu #endiri kata yang menyatakan ab#tark#i yang digenerali#a#ikan dari k u#u#. Bagan kon#ep adala #eperangkat kon#ep yang dirangkaikan dengan

dalil%dalil ipote#i# dan teoriti#. *e#kipun akal #e at yang berupa kon#ep dan bagan kon#ep itu dapat menun!ukan kebenaran akan tetapi dapat pula mengandung ke#ala an. .ebagai "onto , akal #e at mengenai ukuman +punishment- dan gan!aran +reward- dalam pendidikan. Pada a'alnya, akal #e at yang diyakini ole banyak pendidik, ba 'a ukuman merupakan alat utama dalam pendidikan. Penemuan ilmia ternyata menolak kebenaran akal #e at

ter#ebut. Ha#il penelitian dalam bidang p#ikologi menun!ukan ba 'a gan!aranla yang merupakan alat utama di dalam pendidikan. <onto prakti# yang #ering digunakan ole orang a'am dalam menggunakan akal #e at, mi#alnya untuk
16

menentukan apaka di daera tertentu yang ber!arak beberapa km #edang u!an atau tidak adala dengan mengamati apakan di daera ter#ebut mendung atau tidak, atau dapat !uga dengan meli at kendaraan yang bera#al dari daera ter#ebut, ba#a atau kering. ii. Prasangka *erupakan akal #e at yang di'arnai ole kepentingan orang yang men!adi melakukannya. )le karena itu pra#angka ini banyak mengandung un#ur%un#ur #ubyektif. Hal #eperti ini #ering menyebabkan akal #e at berali pra#angka. )rang #ering tidak dapat mengendalikan keadan yang #ebenarnya dapat !uga ter!adi pada keadaan lain. Dengan akal #e at orang "enderung ke ara pembuatan generali#a#i yang terlalu lua#, yang ak irnya merupakan pra#angka. iii. +ntuitif Dalam pendekatan ini, #e#eorang menentukan pendapat mengenai #e#uatu berda#arkan ata# pengeta uan yang lang#ung atau didapat dengan "epat melalui pro#e# yang tidak di#adari atau tidak dipikirkan lebi yang #i#temati# dan terkendali. Namun #uatu da ulu. Pen"apaian al yang perlu pengeta uan #eperti itu #ukar diper"aya, karena tidak dida#ari langka %langka diper atikan, ba 'a pendekatan intuitif #ering kali dida ului ole adanya pro#e# #ebelumnya. *i#alkan #a!a #e#eorang yang #uda begitu lama memiliki #uatu perma#ala an, me#kipun #uda di"oba namun !uga dapat terpe"a kan. Akan tetapi #uatu ketika, pada #aat dia #edang merenung tiba%tiba #a!a di dalam otaknya dia menemukan !a'abannya. i:. Penemuan (ebetulan dan /oba'coba Pendekatan ini #ering ter!adi pada ke idupan manu#ia, ba kan banyak di antaranya yang ak irnya men!adi #e#uatu yang #angat berguna. Penemuan ini diperole tanpa ren"ana, tidak pa#ti, dan tidak melalui langka %langka ilmia . .uatu "onto , ditemukannya kina #ebagai obat malaria. Hal ter#ebut ditemukan #e"ara kebetulan ole #eorang penderita malaria yang men!adi #embu karena meminum air kolam yang ra#anya pa it. .etela diteliti ternyata ke dalam kolam ter#ebut ada po on kina yang tumbang. Penemuan "oba%"oba +trial and error- !uga merupakan #uatu ke!adian yang #angat umum terdapat di ma#yarakat. Penemuan ini pada a'alnya diperole tanpa kepa#tian akan diperole nya #e#uatu kondi#i tertentu untuk meme"a kan
17

ma#ala . Peme"a an ter!adi #e"ara kebetulan #etela dilakukan #erangkaian u#a a. Namun #etela itu u#a a berikutnya akan lebi terkontrol, menu!u ke ara langka %langka yang lebi ma!u dan terkontrol. :. Pendapat otoritas ilmiah )torita# ilmia merupakan orang%orang yang bia#anya tela menempu pendidikan formal tertinggi atau mempunyai pengalaman ker!a ilmia diterima orang tanpa diu!i, karena #uda pendapat #eorang dokter #ering dianggap Namun #eringkali ter!adi dalam #uatu bidang tertentu "ukup banyak dan lama. Pendapat orang ter#ebut #ering dianggap benar. .ebagai "onto , #ebabagi #e#uatu yang benar kalau ter#ebut tidak tepat. Hal ini

diminta pendapatnya mengenai penyakit atau yang terkait dengan ke#e atan. ba 'a pendapat dimungkinkan karena pendapatnya itu tidak dida#arkan pada penelitian, namun anya dida#arkan ata# pemikiran logi#. d. Pendekatan Ilmia Penelitian ilmia penelitian ilmia pada da#arnya akan meng a#ilkan pengeta uan yang teori tertentu. Penelitian ilmia ilmia . Pengeta uan yang diperole dengan pendekatan ilmia diperole melalui dan dibangun di ata# merupakan penelitian yang #i#tematik dan terkontrol berda#ar ata# data empiri#. (eori ter#ebut dapat diu!i dalam kon#i#ten#i +kea!egan- dan :alidita# +kemantapaninternalnya. Artinya, a#il penelitian yang tela dilakukan ole #e#eorang apabila dilakukan penelitian ole orang lain dengan langka %lan ka yang #erup pada kondi#i yang #ama akan meng a#ilkan a#il yang #ama. Pendekatan ilmia tidak di'arnai ole keyakinan pribadi, ole karena itu #enantia#a akan meng a#ilkan ke#impulan yang #erupa, bia#, dan pera#aan. *e#kipun banyak metode yang dikembangkan ole para sainstist dalam meme"a kan ma#ala , akan tetapi pola da#ar dari mlangka %langka ditempu dalam menggunakan metode ilmia adala #ama. Langka%langka digunakan ole para #ain#ti#t ter#ebut dikenal dengan langka %langka adala yang yang ilmia

dan metodenya itu #endiri di#ebut dengan metode ilmia . *etode ilmia ##uatu pro#edur penyelidikan yang teratur dan logi# yang dalam kenyataannya merupakan langka %langka #i#temati# #e"ara deduktif berda#arkan akal #e at.
18

Beberapa buku tek# mengemukakan ada enam #ampai tu!u

langka

metode ilmia . *enurut para #ain#ti#, de#krip#i formal ter#ebut tidak reali#ti#. (idak ada #ain#ti# yang #e"ara formal mengikuti urutan ritual langka %langka metode ilmia di dalam melakukan ek#perimen. Pernyataan ter#ebut #uda tentu anya untuk menyatakan ba 'a apa yang diker!akan ole para #ain#ti# dalam meme"a ka ma#ala tidak aru# #eragam.
Akan tetapi sebagai petunjuk umum dan di sini akan dikemukakan langkah-langkah pokok metode ilmiah yang se a!a umum dilakukan oleh pa!a sainstist" sebagai be!ikut#

/a"k 2. &raenkel +1@@8Identifika#i ma#ala *erumu#akan ma#ala *erumu#kan ipote#i# *emproyek#ikan kon#ekuen#i%kon#ekuen#i *engu!i Hipote#i#

Dideon E. Nel#on +1@E1Informa#i a'al Hipote#i# Ek#perimen Pengamatan Hipote#i# diterima atau ditolak

Namun #e"ara rin"i langka %langka a. *enentukan ma#ala b. *erumu#kan ma#ala

yang digunakan ole

para

#ain#ti#t dalam menggunakan metode ilmia adala #ebagai berikut3

". *engumpulkan Informa#i9data, menyelek#inya, dan mengkla#ifika#ikannya d. *erumu#kan ipote#i# e. *elakukan ek#perimen dan mengob#er:a#inya f. *engambil ke#impulan Perlu dikemukakan ba 'a langka %langka di ata# tidak aru# #elalu diikuti #epenu nya, karena ada kemungkinan beberapa langka diperlukan tergantung pada !eni# penelitiannya. 1.5 Un#ur%Un#ur Penelitian /eni# dan metode penelitian mana pun mempunyai karakteri#tik yang #ama, yakni adanya un#ur%un#ur da#ar penelitian. Penelitian #ebagai per'u!udan dari
19

metode ter#ebut tidak

kegiatan ilmia

dalam pengertian metode ilmia , terikat +#ekalipun lu'e# dalam dan

penggunaannya- dengan langka %langka berpikir ilmia , yakni berpikir ra#ional dan berpikir empiri#. Ada tiga un#ur pokok dalam penelitian, yakni +a- ma#ala :ariabel penelitian, +b- ipote#i#, +"- metodologi penelitian. Un#ur%un#ur lain bi#a dikembangkan ata# da#ar ke!ela#an dati tiga un#ur ter#ebut. Artinya, kegiatan penelitian lebi lan!ut bi#a dilakukan #etela adanya ma#ala yang !ela# terma#uk :ariabel%:ariabel yang ditelitinya, kerangka teoritik #ebagai landa#an berpi!ak dalam merumu#kan ipote#i# dan menetapkan pro#edur dan teknik memperole data empirik +metodologi- untuk men!a'ab ma#ala dan mengu!i ipote#i#. a. *a#ala dan ?ariabel Penelitian Penelitian dapat dilak#anakan #etela !ela# ma#ala nya. Dengan perkataan lain langka pertama yang aru# dilakukan ole penelitian adala mengidentifika#i dan merumu#kan ma#ala penelitian. *a#ala adala per#oalan yang mengganggu pikiran kita dan menantang untuk men"ari peme"a annya. *a#ala akan lebi tera#a manakala dirumu#kan dalam bentuk pertanyaan%pertanyaan untuk kemudian dika!i apa !a'abannya dan bagainama "ara memperole !a'aban ter#ebut. Dengan demikian penelitian pada dituntut adanya anali#i# dengan menggunakan penalaran atau ra#io dan kalau perlu men"ari informa#i yang diperlukan untuk !a'abannya. *a#ala akikatnya tidak berbeda dengan ma#ala %ma#ala pada umumnya. Perbedaan terletak dalam al kelayakan ma#ala #ebagai ma#ala penelitian. *a#ala penelitian aru# dapat dirumu#kan dalam bentuk pertanyaan%pertanyaan yang !ela# dan #pe#ifik. /ela#, artinya memberikan ara bagaimana ma#ala itu #elayaknya dipe"a kan melalui pro#edur dan langka %langka penelitian. *i#alnya, apaka ma#ala atau pertanyaan yang dia!ukan ter#ebut ada manfaatnya. *anfaat ter#ebut dapat dili at bagi kepentingan pengeta uan atau bagi peme"a an ma#ala prakti# lainnya atau untuk para pengambil keputu#an dalam menetapkan kebi!ak#anaan tuga#%tuga#nya. Apaka pertanyaan yang dia!ukan memungkinkan ditemukannya !a'aban yang ada kaitannya dengan pengeta uan keilmuan4 Artinya, pertanyaan ter#ebut, !a'abannya menuntut ka!ian9anali#i# pengeta uan kailmuan bukan !a'aban tanpa argumenta#i ra#ional. Apaka pertanyaan ter#ebut menuntut adanya upaya kita untuk men"ari informa#i9data dari berbagai #umber yang rele:an dengan "ara%"ara tertentu yang dapat dipertanggung!a'abkan4
20

.edangkan pertanyaan atau ma#ala , dikatakan #pe#ifik, apaka ma#ala dan pertanyaan ter#ebtu terbata# lingkupnya, #e ingga memungkinkan untuk menemukan !a'aban yang bermakna bagi pertanyaan ter#ebut. *a#ala penelitian bi#a didekati dari dua a#pek, yakni ma#ala yang ber#ifat kuantitatif dan ber#ifat kualitatif. *a#ala kuantitatif memerlukan kuantitatif berkenaan dengan penggunaan ukuran frekuen#i dari #imbul atau atribut, atau berkenaan dengan bilangan atau numerik. *a#ala peme"a an dengan metode kuantitatif atau dalam pengertian lain memerlukan penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini, #tati#tika memegang peranan penting #ebagai alat untuk menganali#i# !a'aban ma#ala . .edangkan untuk ma#ala kualitatif, peme"a an dengan metode kulaitatif atau penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif yang diutamakan adala de#kriptif analitik untuk menemukan kon#ep%kon#ep yang terdapat di dalamnya, bukan menggunakan numerik #tati#tik. .ala #atu "ara untuk menemukan ma#ala penelitian adala mengka!i ke#en!angan antara apa yang ter!adi dengan apa yang #e aru#nya, baik yang ber#ifat kuantitatif maupun yang ber#ifat kualitatif. <onto #eder ana3 Apabila #uatu #ekola #aat ini mempunyai #i#'a #ebanyak 788 orang, #edangkan berda#arkan kondi#i dan fa#ilita# yang ada #e aru#nya perlu F78 orang, maka ma#ala nya adala 3 Bagaimana memperole tamba an #i#'a #ebanyak 178 orang4 *a#ala ini adala ber#ifat kuantitatif. Apabila pre#ta#i bela!ar yang dirai para #i#'a ma#i renda , maka ma#ala nya adala 3 Bagaimana upaya untuk menungkatkan pre#ta#i bela!ar #i#'a agar men"apai kadar yang lebi baik4 *a#ala ini terma#uk ma#ala kualitatif. *erumu#kan ma#ala yang !ela# dan #pe#ifik merupakan a#pek paling utama dalam penelitian, #ebab akan menetukan kegiatan dan pro#edur penelitian #elan!utnya. *a#ala yang tidak !ela# akan menimbulkan ke#ukaran dalam menentukan un#ur%un#ur penelitian lainnya. *a#ala penelitian pendidikan bi#a diangkat atau digali dari kon#ep% kon#ep atau teori%teori pengeta uan ilmia , dalam al ini dari Ilmu Pendidikan atau ilmu%ilmu penun!ang lainnya, #eperti P#ikologi, .o#iologi, *ana!emen dan ilmu%ilmu perilaku lainnya. <aranya melalui anali#i# kon#ep, prin#ip, model, paradigma, ukum, yang terkandung di dalam ilmu%ilmu ter#ebut, dikaitkan dengan kemungkinan pelak#anaannya dalam praktek pendidikan dan penga!aran. <onto 3 .ala #atu prin#ip dalam penga!aran menyatakan ba 'a keber a#ilan penga!aran di #ekola bergantung kepada optimalnya kegiatan bela!ar #i#'a. Per#oalan yang dapat diketenga kan antara lain3 .trategi menga!ar manaka yang paling efektif untuk mengoptimalkan kegiatan
21

bela!ar #i#'a4 <ara lain dalam menemukenali ma#ala penelitian pendidikan adala mengadakan pengamatan ter adap praktek pendidikan dan penga!aran di #ekola . *elalui "ara ini kita dapat meli at peri#ti'a, ge!ala, pro#e# dan a#il pendidikan dan penga!aran, kemudian menganali#i# perma#ala an yang ada untuk dika!i lebi lan!ut. *i#alnya, mengamati bagaimana "ara #i#'a bela!ar, bagaimana minat, per atian #i#'a ter adap penga!aran, bagaimana guru menga!ar dan menilai para #i#'anya, dan lain% lain. Di #amping pengamatan dapat pula melakukan 'a'an"ara dengan guru atau mungkin #i#'a, mengenai ma#ala %ma#ala yang di adapi. .etiap ma#ala penelitian aru# mengandung :ariabel yang !ela# #e ingga memberikan gambaran data dan informa#i apa yang diperlukan untuk meme"a kan ma#ala ter#ebut. ?ariabel adala "iri atau karakteri#tik dari indi:idu, ob!ek, peri#ti'a yang nilainya bi#a beruba %uba . <iri ter#ebut memungkinkan untuk dilakukan pengukuran, baik #e"ara kuantitatif maupun #e"ara kualitatif. <onto :ariabel antara lain, pre#ta#i bela!ar, metode penga!aran, moti:a#i, #ikap, inteligen#ia, u#ia, !eni# kelamin, tingkat pendidikan, ga!i9pendapatan, dan lain%lain. ?ariabel yang #ifat dan karakteri#tiknya tela dimiliki ole indi:idu, #eperti #ikap, moti:a#i, !eni# kelamin, u#ia, agama, inteligen#ia #ering dinamakan atribut. Dalam penelitian, :ariabel bia#anya dibuat beberapa kategori. .eperti :ariabel atribut !eni# kelamin dibedakan pria%'anita, inteligan#i dibedakan tinggi%renda , #ikap dibedakan men!adi po#itif%negatif, dan lain% lain. .edangkan :ariabel yang #enga!a diadakan atau dimanipula#i #eperti metode penga!aran, bimbingan bela!ar, penggunaan media penga!aran, #i#tem penilaian, dan lain%lain di#ebut :ariabel terikat. Dalam penelitian terdapat dua :ariabel utama, yakni :ariabel beba# atau :ariabel prediktor +independent variable- #ering diberi nota#i G adala :ariabel penyebab atau yang diduga memberikan #uatu pengaru atau efek ter adap peri#ti'a lain, dan :ariabel terikat atau :eriabel re#pon# +dependent variable#ering diberi nota#i >, yakni :ariabel yang ditimbulkan atau efek dari :ariabel beba#. <onto :ariabel beba# adala metode%metode menga!ar. /ika metode menga!ar akan dili at efeknya ter adap a#il bela!ar #i#'a, maka a#il bela!ar #i#'a di#ebut :ariabel terikat. Hubungan antara :ariabel%:ariabel pendidikan #eperti :ariabel beba# dengan :ariabel terikat banyak ditemukan dalam penelitian pendidikan. .ifat ubungan ter#ebut ada ubungan kau#al +#ebab akibat- ada !uga ubungan fung#ional. Hubungan% ubungan di#po#i#i%re#pon,
22

ubungan ter#ebut meliputi

ubungan #timulu#%re#pon,

ubungan karakteri#tik indi:idu dengan perilaku atau re#pon tertentu, ubungan "ara dengan tu!uan, dan ubungan timbal balik. b. Hipote#i# Hipote#i# atau !a'aban #ementara9dugaan #ementara ter adap pertanyaan penelitian banyak memberi manfaat bagi pelak#anaan penelitian. *anfaat ter#ebut antara lain dalam al :erifika#i data terutama dalam menetapkan in#trumen yang digunakan, teknik anali#i# data dan menetapkan #ampel penelitian. Hipote#i# dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang mengandung dua :ariabel +:ariabel aktif dan :ariabel atribut- yang diturunkan dari #uatu teori, kon#ep, prin#ip pengeta uan ilmia . Artinya, ipote#i# #ebagai !a'aban #ementara ber#umber dari k a#ana pengeta uan ilmia yang tela ada. )le #ebab itu, #ebelum merumu#kan ipote#i# dia'ali dengan mengka!i teori%teori atau telaa an pu#taka dan kerangka pemikiran yang berkenaan dengan :ariabel%:ariabel penelitian. (eori yang diturunkan dari teori yang tela mapan !au lebi baik dan lebi akurat daripada teori yang dida#arkan kepada a#um#i%a#um#i yang dibuat peneliti. .ebua "onto , menun!ukkan ipote#i# penelitian. Peneliti mengambil ma#ala penelitian dengan menga!ukan pertanyaan #ebagai berikut3 Apaka terdapat perbedaan efek metode menga!ar pada pre#ta#i bela!ar #i#'a, antara metode di#ku#i dengan metode tanya !a'ab4 .ebelum peneliti merumu#kan ipote#i# +!a'aban #ementara- ter adap pertanyaan ter#ebut, ia aru# menelu#uri terlebi da ulu atau mengka!i #e"ara ilmia berda#arkan teori, kon#ep atau prin#ip%prin#ip mengenai metode di#ku#i dan metode tanya !a'ab. Ia membandingkan keunggulan dan kelema an kedua metode ter#ebut dan menganali#i# akikat pre#ta#i bela!ar yang di"apai #i#'a, apabila kedua metode ter#ebut digunakan. Berda#arkan ka!ian ter#ebut mi#alnya #a!a peneliti #ampai kepada #uatu pemikiran ba 'a metode di#ku#i lebi unggul atau lebi bermakna bagi #i#'a, lebi banyak mengaktifkan pro#e# bela!ar #i#'a daripada metode tanya !a'ab. Ata# da#ar ka!ian ter#ebut maka ipote#i# yang mungkin bi#a dirumu#kan adala ka!ian3 1. (idak ada perbedaan efek antara metode di#ku#i dengan metode tanya !a'ab pada pre#ta#i bela!ar #i#'a. 1. Ada perbedaan efek dari metode menga!ar yang digunakan guru pada pre#ta#i bela!ar yang di"apai #i#'a. 5. Efek metode menga!ar di#ku#i pada pre#ta#i bela!ar #i#'a lebi tinggi ddaripada metode tanya !a'ab.
23

Diantara tiga kemungkinan ipote#i# di ata#, !ika memper atikan atau mengka!i telaa an teori yang di!ela#kan #ebelumnya, maka tiga. .unggu pun demikian tidak berarti ipote#i# nomor tiga #uda pa#ti benar #ebelum diadakan pengu!ian. Hipote#i# ter#ebut baru mendekati kebenaran ditin!au dari #egi teoritik, berda#arkan ka!ian ter adap kelebi an metode di#ku#i daripada metode tanya !a'ab. Hipote#i# nomor #atu di#ebut ipote#i# nol, #ebab menun!ukkan tidak ada ipote#i# penelitian, perbedaan, atau bermakna ada ke#amaan. Hipote#i# nol bukan ipote#i# yang paling tepat dan ipote#i# nomor rele:an dengan argumenta#i yang tela di#u#un peneliti di ata# adala

namun lebi ber#ifat landa#an untuk pengu!ian ipote#i#. )le #ebab itu banyak peneliti tidak menggunakan ipote#i# nol #ebagai yang di!agokan dalam penelitian. Hipote#i# nomor dua dan nomor tiga adala ipote#i# ker!a atau ipote#i# alternatif, dinamakan !uga ipote#i# penelitian yang #ering dinota#ikan H1. Hipote#i# inila yang #ebenarnya di!agokan dengan #u#a paya #iturunkan dari ka!ian teori, kon#ep, prin#ip yang ada dalam k a#ana pengeta uan ilmia . Pengu!ian diterima atau ditolaknya, ipote#i# penelitian atau ipote#i# ker!a +H1- anya bi#a dilakukan dengan "ara mengu!i ipote#i# nolnya. /ika ipote#i# nol ditolak berarti ipote#i# ker!a +H 1- diterima. Artinya, #e#uai dengan arapan dari peneliti. Demikian #ebaliknya, !ika ipote#i# nol +H8- diterima maka ipote#i# ker!a +H1- ditolak, #e ingga tidak #e#uai dengan arapan peneliti. Hipote#i# nomor dua #ekalipun terma#uk ipote#i# ker!a, #ebenarnya ma#i ipote#i# ter#ebut bi#a kurang ta!am. Hal ini di#ebabkan tidak bi#a menentukan metode menga!ar mana yang mempunyai efek ter adap pre#ta#i bela!ar. 2umu#an mengandung dua kemungkinan, yakni pertama metode di#ku#i lebi tinggi efeknya daripada metode tanya !a'ab, dan kedua bi#a !uga metode tanya !a'ab lebi tinggi efeknya daripada metode di#ku#i. Hipote#i# #eperti ini dinamakan ipote#i# yang tidak mengara . Bia#anya ipote#i# yang tidak mengara menun!ukkan peneliti kurang ta!am dalam menganalaii# teorinya #e ingga ma#i mana yang lebi ragu%ragu untuk menentukan :ariabel unggul. Peneliti baru menentukan ba 'a :ariabel ter#ebut dalam

"onto di ata# :ariabel metode menga!ar, akan memberikan efek pada pre#ta#i bela!ar. Hipote#i# nomor tiga menun!ukkan keta!aman peneliti dalam mengka!i teori, kon#ep, prin#ip, kon#ep pengeta uan ilmia nya, #e ingga dapat menentukan ba 'a :ariabel tertentu lebi unggul dari :ariabel lainnya. Dalam "onto tadi peneliti #anggup memberi argumenta#i teoritik #ampai kepada #uatu dugaan, ba 'a metode di#ku#i
24

mempunyai efek yang lebi tinggi daripada metode tanya !a'ab. Hipote#i# ini di#ebut ipote#i# yang mempunyai ara . Hipote#i# #eperti inila yang bole dikatakan lebi akurat, lebi ta!am dan lebi berbobot. ,etiga ipote#i# yang di"onto kan di ata#, maknanya bi#a dinyatakan dalam per#amaan matemati# #ebagai berikut3 Hipote#i# nol +H8- 3 A H B +tidak ada perbedaan-. Hipote#i# ker!a yang tidak mengara +H1- 3 A I B +ada perbedaan-. Hipote#i# ker!a yang mengara H1 3 A J B atau A K B. ,ebenaran #uatu ipote#i# memerlukan pengu!ian melalui data empiri# yang dierole dari lapangan, yakni data a#il pengukuran :ariabel%:ariabel penelitian, #etela menempu pro#edur penelitian. Dalam "onto di ata#, data yang diperlukan adala data pre#ta#i bela!ar dari dua kelompok yang relatif #ama, perbedaan anyala pada metode menga!ar. .atu kelompok #i#'a dia!ar dengan metode di#ku#i, #atu kelompok #i#'a dia!ar dengan metode tanya !a'ab. .emua :ariabel lainnya #eperti ba an pela!aran, 'aktu be!ar, !umla #i#'a dan taraf kemampuannya, alat penilaian, #umber%#umber bela!ar, diu#a akan #ama pada kedua kelompok ter#ebut. Dengan membandingkan pre#ta#i bela!ar #i#'a dari kedua kelompok ter#ebut kemudian mengu!i perbedaan ter#ebut dengan #tati#tika, mi#alnya u!i%t, peneliti dapat menentukan metode mana yang memberikan efek pada pre#ta#i bela!ar ter#ebut. *enyatakan ipote#i#, tidak #a!a aru# ta!am dan !ela# rumu#annya tapi !uga ba kan yang lebi penting adala makna yang terkandung dalam :ariabel%:ariabelnya. /ika ubungan kau#al maupun fung#ional, ipote#i# menyatakan ubungan, baik ubungan ter#ebut aru# logi# dan ra#ional

menurut kaida pengeta uan ilmia . Artinya, didukung dan #e#uai dengan pengeta uan keilmuan. *i#alnya, tidak ada ala#an yang ra#ional untuk menyatakan terdapat ubungan yang berarti antara tinggi badan dengan pre#ta#i bela!ar #i#'a, #ekalipun berda#arkan pengu!ian #tati#tika menun!ukkan koefi#ien korela#i "ukup tinggi. Ada beberapa "iri ipote#i# yang baik, antara lain3 1. Hipote#i# dinyatakan dalam kondi#i tertentu. *i#alnya, dalam kondi#i kemampuan #i#'a yang relati# #ama, pre#ta#i bela!ar #i#'a yang dia!ar dengan metode di#ku#i, lebi tinggi dari pada yang dia!ar dengan metode tanya !a'ab. 1. Hipote#i# tidak bertentangan dengan teori yang tela mapan. *i#alnya, #i#'a mempunyai IL tinggi menun!ukkan pre#ta#i bela!ar yang lebi renda daripada #i#'a yang mempunyai IL renda . .ekalipun data empiri# dan a#il pengu!ian
25

#tati#tika menun!ukkan bukti%bukti yang menerima 5. Hipote#i#

ipote#i# ter#ebut, #e ingga

perlu dika!i kembali agar tidak #ala dalam menarik ke#impulan. aru# mempunyai kekuatan untuk dapat men!ela#kan #uatu ge!ala. a#il pengukuran yang ob!ektif Artinya, :ariabel%:ariabelnya dapat diukur #e"ara "ermat dengan alat%alat ukur yang dibuat peneliti #erta mampu memberikan +#ebagaimana adanya-. Hal ini bi#a dilakukan apabila :ariabel yang diukur dapat dirin"i indikator%indikatornya berdapa#kan kon#ep%kon#ep yang terdapat dalam :ariabel ter#ebut. Dalam banyak al, penelitian pendidikan tidak #elalu menuntut adanya ipote#i#. *i#alnya, penelitian yang berfung#i untuk peme"a an ma#ala ataupun untuk perumu#an kebi!ak#anaan. Peneliti "ukup dengan membuat pertanyaan%pertanyaan penelitian #ebagai a"uan da#ar dalam men"ar !a'aban ter adap peme"a an ma#ala peneliti. ". *etodologi Penelitian *etodologi mengandung makna yang lebi lua# menyangkut pro#edur dan "ara melakukan :erifika#i data yang diperlukan untuk meme"a kan atau men!a'ab ma#ala penelitian, terma#uk untuk mengu!i ipote#i#. Beberapa a#pek yang aru# dima#ukkan di dalamnya meliputi metode dan di#ain penelitian, in#trumen penelitian, #ampel penelitian dan teknik pengola an dan anali#i# data. *etode dan di#ain penelitian dalam pendidikan dapat dibedakan men!adi beberapa kategori, antara lain metode ekperimen dengan beberapa ma"am di#ainnya, metode penelitian e5 post facto, metode penelitian de#kriptif dengan berbagai !eni#nya, metode penelitian i#tori#, dan lain%lain. .edangkan in#trumen adala alat pengumpul data, #eperti te#, kue#ioner, ob#er:a#i, #kala penilaian, #kala #ikap, #o#iometri, 'a'an"ara, dan lain%lain. .ampel penelitian lebi berfung#i #ebagai #umber data yang dapat diper"aya, yang merupakan #ebagian dari #umber data yang lebi be#ar9lebi banyak +popula#i-. (eknik pengola an anali#i#9data adala alat untuk mende#krip#ikan data dan untuk mengu!i ipote#i# yang dalam penelitian kuantitatif yang menggunakan teknik%teknik .tati#tika. Peranan metodologi penelitian #angat menentukan dalam upaya meng impun data yang diperlukan dalam penelitian. Dengan kata lain, metodologi penelitian akan memberikan petun!uk ter adap pelak#anaan penelitian atau petun!uk bagaimana penelitian itu dilak#anakan. Bagaimana pro#edurnya, !eni# data mana yang aru#
26

dikumpulkan, alat apa yang digunakan untuk memperole data ter#ebut, dari mana diperole nya, berapa banyak yang diperlukan, bagaimana data aru# ditampilkan, dan lain%lain. Un#ur%un#ur penelitian yang tela dipa ami dan dikua#ai ole di!ela#kan di ata# aru# terlebi da ulu para peneliti #ebelum peneliti meren"anakan dan

melak#anakan penelitian. Un#ur%un#ur ter#ebut #ebagian be#ar aru# ter"ermin dalam pelak#anaan penelitian di lapangan.

BAB III PENU(UP 5.1 .impulan *elalui pemba a#an dapat di#impulkan ba 'a3 1. Penelitian pendidikan memiliki fung#i, diantaranya adala pengembangan ilmu pendidikan, peme"a an ma#ala ilmu pendidikan, penelitian kebi!akan pendidikan dan penelitian pendidikan yang dapat menun!ang pembangunan. 1. Penelitian pendidikan dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu pendekatan po#iti:i#tik dan pendekatan naturali#ti", !uga pendekatan ilmia dan non%ilmia . 5. Dalam penelitian pendidikan terdapat un#ur%un#ur penting, yaitu ma#ala dan :ariabel penelitian, ipote#i# dan metodologi penelitian.
27

5.1 .aran Bagi peneliti atau ma a#i#'a yang akan melakukan penelitian #ebaiknya memper atikan dan mema ami dengan "ermat terlebi #e#uai arapan. Bagi peneliti atau ma a#i#'a yang akan melakukan penelitian #ebaiknya mema ami terlebi da ulu ma#ala yang akan diangkat dan :ariabel yang digunakan #upaya dapat melakukan anali#i# yang tinggi dalam penentuan ipote#i# nantinya #erta metodologi yang digunakan agar tepat dan #e#uai. Bagi ma a#i#'a yang akan melakukan penelitian #ebaiknya mema ami banyak referan#i terlebi da ulu dan tidak terpaku anya pada makala ini #a!a. da ulu pendekatan penelitian yang akan dilak#anakan agar dapat diperole peme"a an ma#ala yang

DA&(A2 PU.(A,A Al#a, A#madi. 1886. Pendekatan (uantitatif dan (ualitatif serta (ombinasinya dalam Penelitian Psikologi. >ogyakarta3 Pu#taka Pela!ar Be#t, /o n $. 1@E1. Metodologi Penelitian Pendidikan. .urabaya3 U#a a Na#ional Donald, Ary. 1@E1. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. .urabaya3 U#a a Na#ional *oleong, LaAy /., *. A. 1@@7. Metodologi Penelitian (ualitatif. Bandung3 2ema!a 2o#dakarya Na'a'i, Haradi dan *artini Hadari. 1@@7. +nstrumen Penelitian !idang )osial. >ogyakarta3 UD* Pre## .e:illa, <on#uelo D. dkk. 1@@5. Pengantar Metode Penelitian. /akarta3 Uni:er#ita# Indone#ia Pre##
28

.itoru#, /. 1@@8. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung3 (ar#ito .ud!ana, Nana dan Ibra im. 1@E@. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung3 .inar Baru .ud!ana, Nana. 1881. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung3 2ema!a 2o#dakarya .ud!ana, Nana. 188@. Metode !elajar. Bandung3 2ema!a 2o#dakarya

29

Anda mungkin juga menyukai