Anda di halaman 1dari 2

ISU ARSITEKTURAL

FLEKSIBILITAS

Beberapa fleksibilitas yang terkait dengan ruang (Jonathan Hill, 2003) Fleksibilitas yang terkait dengan ruang dibedakan menjadi tiga jenis yaitu : flexibility by
technical means,flexibility by spatial redundancy,flexibility by Open Plan.

Flexibility by technical means yaitu konsep fleksibilitas sebuah bangunan yang berhubungan dengan
perlakuan secara teknis. Berbeda dengan perlakuan-perlakuan pada bentuk elemen elemen arsitektur, dengan fungsi ruangan tetap tetapi elemen-elemen dinding,atap maupun lantai dapat dibongkar pasang sesuai dengan penambahan ataupun pengurangan yang diinginkan (Jonathan Hill, 2003).

Flexibility by spatial redundancy yaitu konsep sebuah ruang yang didasarkan pada perubahan kurun
waktu.Sebuah ruangan dapat berubah sesuai dengan fungsi yang dibutuhkan. Contohnya adalah penghadiran luasan ruang yang besar seperti yang dilakukan koolhas pada penjara Arnhern (Jonathan Hill, 2003).

Flexibility by Open Plan yaitu konsep fleksibilitas pada ruang, bagaimana sebuah ruangan dapat fleksibel
dengan pengorganisasian ruang yang saling berhubungan. Sehingga disuatu waktu ada perubahan fungsi dengan meminimalkan transformasi ruang (Jonathan Hill, 2003).
.

ISU ARSITEKTURAL

FLEKSIBILITAS
Menurut (Rosi Rahadi.ST,2008), Dari segi teknik yaitu kecepatan perubahan, kepraktisan, resiko rusak kecil, tidak banyak aturan, memenuhi persyaratan ruang. Didalam desain ruang yang fleksibilitas terdapat beberapa konsep perancangan fleksibilitas, yaitu ekspansibilitas, konvertibilitas, dan versabilitas. Konsep ekspansibilitas merupakan konsep fleksibilitas yang penerapannya pada ruang atau pada bangunan yaitu bahwa ruang dan bangunan yang dimaksud dapat menampung pertumbuhan melalui perluasan. Konsep konvertibilitas adalah suatu konsep pada ruangan atau bangunan berubah karena ada perubahan tata atur pada salah satu ruang. Konsep versatibilitas, yaitu konsep ruang atau bangunan dapat yang bersifat multi fungsi (Rosi Rahadi.ST,2008). Berdasarkan beberapa pendapat diatas fleksibilitas yang terkait dalam ruang arsitektur, dapat disimpulkan bahwa jenis fleksibilitas apa yang akan diterapkan, dalam desain perancangan auditorium di pusat wisata edukasi. Jadi yang lebih cocok dalam perancangan ini adalah, Flexibility by Open Plan yaitu bagaimana mendesain fleksibilitas ruang dengan mengolah organisasi ruang yang saling berhubungan.