Anda di halaman 1dari 10

DERMATITIS SEBOROIK

DIAGNOSIS
Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisis. Pada berbagai gejala dari gambaran klinis yang ditemukan pada dermatitis seboroik juga dapat dijumpai pada dermatitis atopik atau psoriasis, sehingga diagnosis sangat sulit untuk ditegakkan oleh karena baik gambaran klinis maupun gambaran histologi dapat serupa.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan yang dapat dilakukan pada pasien dermatitis seboroik adalah pemerik Dijumpai parakeratosis dan akantosis. Pada DS kronik, terjadi dilatasi kapiler dan vena pada pleksus superfisial selain dari gambaran yang telah disebutkan di atas yang hampir samadengan gambaran psoriasis.

Pada DS akut dan subakut, epidermisnya ekonthoik, terdapat infiltrat limfosit dan histiosit dalam jumlah sedikit pada perivaskuler superfisial, spongiosis ringan hingga sedang, hiperplasia psoriasiform ringan, ortokeratosis dan parakeratosis yang menyumbat folikuler, serta adanya skuama dan krusta yang mengandung netrofil pada ostium folikuler.

DIAGNOSIS BANDING
Psoriasis berbeda dengan dermatitis seboroik karena terdapat skuama-skuama yang berlapislapis, disertai tanda tetesan lilin dan Auspitz. Pada lipatan paha dan perianal dapat menyerupai kandidosis. Pada kandidosis terdapat eritema berwarna merah cerah berbatas tegas dengan satelit-satelit disekitarnya. DS yang menyerang saluran telinga luar mirip otomikosis dan otitis eksterna. Otitis eksterna menyebabkan tanda-tanda radang, jika akut terdapat pus.

PENGOBATAN
Tindakan Umum Penderita harus diberi tahu bahwa penyakit ini berlangsung kronik dan seringkambuh. Harus hindari faktor pencetus seperti stres emosional, makanan berlemakdan sebagainya.

Pengobatan Sistemik Kortikosteroid digunakan pada bentuk yang berat, dosis prednison 20-30 mg sehari. Jika ada infeksi sekunder diberikan antibiotik. Isotretinoin dapat digunakan pada kasus yang rekalsitran. Efeknya mengurangi aktivitas kelenjar sebasea. Dosisnya 0,1 0,3 mg per kg berat badan per hari, perbaikan tampak setelah 4 minggu. Sesudah itu, diberikan dosis pemeliharaan 5-10 mg per hari. Pada DS yang parah juga dapat diobati dengan narrow band UVB (TL-01). Setelah pemakaian terapi 3x seminggu selama 8 minggu, sebagian penderita mengalami perbaikan. Bila pada sediaan langsung terdapat P. Ovale yang banyak, dapat diberikan ketokonazol dengan dosis 200 mg per hari.

Pengobatan Topikal Digunakan sampo yang mengandung sulfuratau asam salisil dan seleniumsulfid 2 %, 2-3 kali seminggu selama 5-10 menit. Atau dapat diberikan sampo yang mengandung sulfur, asam salisil, zing pirition 1-2 %. Ter : misalnya likuor karbonas detergens 2-5 % atau krim pragmatar. Resorsin 1-3 % Sulfur praesipitatum 4-20% dapat digabung dengan asam salisil 3-6 %. Kortikosteroid, misalnya krim hidrokortison. Pada kasus inflamasi yang berat dapat dipakai kortikosteroid yang lebih kuat misalnya betametason-valerat. Krim ketokonasol 2% dapat diaplikasikan bila pada sediaan langsung terdapat banyak P. Ovale

PROGNOSIS
Dermatitis seboroik dapat sembuh sendiri dan merespon pengobatan topikaldengan baik. Namun pada sebagian kasus yang mempunyai faktor konstitusi,penyakit ini agak sukar untuk disembuhkan, meskipun terkontrol.

PENCEGAHAN
Sedapat mungkin penderita Dermatitis Seboroik mengamati pemicu timbulnya kekambuhan. Jika sudah mengenali pemicunya, diupayakan untuk mencegah paparan faktor pemicu. faktor-faktor pemicu dapat merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, misalnya stress, iklim dan sejenisnya.