Anda di halaman 1dari 23

Encep Ivan Setiawan

BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG RSUD AL-IHSAN BANDUNG 2010

Uretritis gonore adalah peradangan pada uretra yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae, suatu diplokokus Gram negatif yang reservoir alaminya adalah manusia.
Gonore sendiri merupakan penyakit yang mempunyai insidensi yang tinggi di antara penyakit menular seksual

Diantara PMS, uretritis paling sering dijumpai Di Amerika Serikat abad ke-20 tercatat 200 juta kasus gonore baru per tahun Infeksi gonokokal 1,5 kali lebih banyak terjadi pada pria dibanding wanita

lebih sering terjadi pada pria yang melakukan hubungan seksual dengan sesama pria
Infeksi ini prevalensinya lebih tinggi pada kelompok usia 15 sampai 35 tahun

Faktor Risiko
Umumnya
Menular melalui : Melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi tanpa pelindung dan partner seksual yang banyak Pada anakanak infeksi terjadi akibat pelecehan seksual oleh orang yang terinfeksi Pada bayi saat melewati jalan kelahiran dari ibu yang terinfeksi.

penularan gonore melalui Pakaian hubungan Handuk kelamin yaitu : Termometer - genito-genital - oro-genital - ano-genital

Neisseria gonorrhoeae, diplokokus Gram negatif. Berbentuk biji kopi. Ukuran: lebar 0,8 m & panjang 1,6 m. Tidak tahan lama di udara bebas. Cepat mati dalam keadaan kering. Tidak tahan suhu di atas 39C. Tidak tahan zat disinfektan.

Company Logo

www.themegallery.com

Manifestasi klinis Pada pria


Komplikasi Lokal:
Infeksi pertama - Tysonitis

Asenden:
- Prostatitis

- Vesikulitis - Vasdeferentitis/funikulitis - Vas deferntitis - Epididimitis

Uretritis

- Parauretritis
- Littritis - Cowperitis

- Trigonitis

Rasa gatal, panas di bagian distal uretra di sekitar orifisium uretra eksternum Disuria Polakisuria Keluar duh tubuh dari ujung uretra yang kadang-kadang disertai darah Nyeri pada waktu ereksi.

Company Logo

www.themegallery.com

Pada pemeriksaan tampak orifisium uretra eksternum eritematosa, edematosa, dan ektropion. Tampak duh tubuh mukopurulen Pembesaran kelenjar getah bening inguinal unilateral dan bilateral.

Company Logo

www.themegallery.com

Pada wanita
Infeksi pertama
@ Uretritis @ Servisitis

Komplikasi
Lokal

Asenden:

@ Salpingitis

@ PID (Pelvic @ Parauretritis Infalmmatory Disease @ Bartholinitis

Gambaran klinis dan perjalanan penyakit pada wanita tidak sama dengan pria karena anatomi dan fisiologi alat kelaminnya berbeda. Baik penyakitnya akut maupun kronik, gejala subyektif jarang ditemukan Hampir tidak pernah didapati kelainan obyektif Umumnya wanita datang kalau sudah ada komplikasi Ditemukan pada waktu pemeriksaan antenatal atau pemeriksaan KB

kadangkadang poliuria

OUE merah dan edema

UGA

sekret mukopu rulen

disuria

Komplikasi diseminata pada pria dan wanita dapat berupa Artritis Perikarditis Miokarditis Endokarditis Meningitis

Dermatitis

Anamnesis
Coitus suspectus Disuria Duh tubuh yang bersifat mukopurulen sampai purulen Kadang disertai hematuri dan polakisuri

Pemeriksaan veneorologis
OUE : Eritema, Edema sampai ektropion, Duh tubuh mukopurulen sampai purulen

Pemeriksaan penunjang
Sediaan langsung Kultur Tes difinitif Tes Thomson

Tes betalaktamase

Kandidiasis Uretritis non gonore

Diagnosis banding dari infeksi gonokokus genitourinari pada perempuan Infeksi Trichomonas vaginalis bacterial vaginosis Infeksi Candida albicans

Umum Lacak mitra seksual Pengobatan mitra seksual langsung Edukasi Konseling

Angka kesembuhan/ kemanjuran tinggi (sekurang-kurangnya 90-95% di wilayahnya) Harga murah Toksisitas dan toleransi yang masih dapat diterima Diberikan dalam dosis tunggal Cara pemberian peroral Tidak merupakan kontraindikasi pada ibu hamil atau ibu menyusui

Siprofloksasin 500 mg per oral dosis tunggal, atau Ofloksasin 400 mg per oral dosis tunggal, atau Tiamfenikol 3,5 g per oral dosis tunggal, atau Sefiksim 400 mg per oral dosis tunggal, atau Seftriakson 250 mg injeksi intramuskular dosis tunggal, atau Spektinomisin 2 g, injeksi intramuskular, dosis tunggal, atau Kanamisin 2 g, injeksi intramuscular, dosis tunggal

Siprofloksasin 500 mg per hari, per oral, selama 5 hari, atau Ofloksasin 400 mg per hari, per oral, selama 5 hari, atau Seftriakson 250 mg per hari, injeksi intramuskular, selama 3 hari (dapat diberikan pada ibu hamil), atau Kanamisin 2 g intramuskular selama 3 hari (dapat diberikan pada ibu hamil), atau Spektinomisin 2 g, per hari, injeksi intramuskular selama 3 hari (dapat diberikan pada ibu hamil)

Kontrol 7 hari setelah kunjungan pertama Amati gejala klinis Dilakukan pemeriksaan sediaan langsung duh tubuh uretra dengan pewarnaan Gram Bila ditemukan kegagalan terapi, maka dilakukan pemeriksaan kultur dan resistensi

Memberikan penyuluhan terhadap setiap orang yang berperilaku resiko tinggi terhadap penularan penyakit untuk mengurangi resiko penularan, Mendeteksi infeksi baik yang asimtomatik maupun yang simtomatik yang tidak mau memeriksakan dirinya untuk mendapatkan pengobatan yang tepat, Penatalaksanaan yang efektif untuk mereka yang terinfeksi, Pemberian pengobatan dan penyuluhan terhadap mitraseksual dari mereka yang terinfeksi.

TERIMA KASIH