Anda di halaman 1dari 11

TUGAS AKHIR BIODIVERSITAS Dosen Pengampu : Prof. Drs. Sutarno, M.Sc.,Ph.D NAMA NIM JURUSAN 1.

Jawab : Diversitas genetik dapat terbentuk melalui 2 faktor utama yaitu faktor alami dan faktor tidak alami. Faktor alami : Faktor alami yang dapat membentuk diversitas genetik antara lain adalah mutasi yang terjadi pada gen dan kromosom serta adaptasi terhadap lingkungan. utasi gen dan kromosom ini menjadi faktor utama dalam utasi merupakan perubahan struktur atau pembentukan variasi genetik. : MUHAMAD AJWAR : S831308029 : PASCA P.SAINS BIOLOGI I

a. Jelaskan bagaimana terbentuknya diversitas genetik?

sekuen D!" pada kromosom yang dapat terjadi pada tempat dimana saja pada kromosom. #enyebab terjadinya mutasi $yang spontan maupun yang terinduksi% adalah keadaan atau faktor&faktor lingkungan yang dapat dibedakan menjadi penyebab mutasi yang bersifat fisik $radiasi' suhu dan tekanan hidrostatik%' kimiawi $mutagen kimiawi%' maupun biologis $virus%. Disamping itu juga penyebab terjadinya mutasi adalah oleh keadaaan atau faktor&faktor internal materi genetik antara lain kesalahan pada replikasi D!"' penggelembungan unting di saat replikasi' perubahan kimia tertentu se(ara spontan' transposisi elemen transposable' dan efek gen mutator. Faktor tidak alami : )erbentuknya diversitas genetik se(ara tidak alami adalah melalui proses perkawinan silang $hibrididasi%. #ada perkawinan silang dimungkinkan adanya penggabungan sifat&sifat berbeda dan gen&gen yang berbeda pula sehingga menghasilkan keturunan dengan gen yang berbeda. *al tersebut akan memun(ulkan variasi genetik yang tinggi.

b. Je !"#!$ #!%&!$ !$&!'! (!'%!"% )% &%$*#!& *e$ )e$*!$ +e'!$e#!'!*!,$-! ,!#. /# .%)/0 )% )/$%! %$%. Jawab : +usunan perangkat gen pada makhluk hidup sangat banyak jumlahnya. ,arena susunan perangkat setiap makhluk hidup berbeda&beda maka setiap perkawinan akan menghasilkan kombinasi susunan perangkat gen yang baru' sehingga keanekaragaman gen semakin tinggi. isalnya' menanam tanaman yang sama di tempat yang berbeda' akan menghasilkan tanaman yang mempunyai sifat berbeda. *al ini membuktikan bahwa sifat fenotipe yang tampak dari luar dipengaruhi oleh lingkungan' berarti jika ada dua makhluk hidup yang mempunyai perangkat genetik sama belum tentu mempunyai fenotipe yang sama. -ariasi di tingkat gen dapat terjadi se(ara alami yang merupakan akibat pengaruh adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungan sehingga akan menimbulkan adanya variasi pada tumbuhan dan ras pada hewan. ,eanekaragaman hayati tingkat gen dapat pula terjadi karena perbuatan manusia' misalnya hibridisasi dan mutasi buatan. .ntuk menghasilkan hewan dan tumbuhan jenis baru dapat dilakukan dengan rekayasa genetika yaitu dengan memanipulasi gen. +usunan perangkat dasar gen setiap individu dalam satu spesies banyak kemungkinannya' sehingga tidak ada dua individu mempunyai susunan genetik yang sama. *al ini akan mendasari terbentuknya keanekaragaman makhluk hidup yang disebabkan oleh variasi di tingkat gen. (. 1!#&2'34!#&2' !0! "!5! -!$* ,e$-e+!+#!$ &e'5!)%$-! (!'%!"% *e$6 "e+/&#!$ )!$ 5e !"#!$ ,!"%$*3,!"%$*. Jawab : Faktor penyebab terjadinya variasi gen antara lain mutasi' rekombinasi gen' genetic drift, gen flow dan seleksi alam.

1%.

utasi utasi ini terjadi karena perubahan urutan basa pada D!" atau dapat dikatakan sebagai perubahan nukleotida pada D!". #erubahan struktur D!" ini memiliki berma(am&ma(am kemungkinan perubahan yaitu

polimorfisme nukleotida tunggal' misalnya 78 T A G C G A T 9 78 T A A C G A T 9 Delesi atau Defisiensi Delesi adalah peristiwa patahnya sebagian segmen kromosom. #ada peristiwa ini kromosom dapat kehilangan satu gen atau lebih. *al ini menyebabkan terjadi sintesis protein dengan perubahan pada asam aminonya. ,romosom yang tidak memiliki sentromer akan larut di dalam plasma karena gen&gennya tidak berfungsi.

Duplikasi Duplikasi adalah peristiwa penambahan patahan segmen kromosom lain yang homolog. "kibat duplikasi segmen' maka akan terdapat lebih dari satu segmen indentik di dalam satu perangkat kromosom.

/nversi /nversi ialah peristiwa membaliknya beberapa urutan gen dalam suatu kromosom. *al ini terjadi karena kromosom patah di dua tempat' yang diikuti penyisipan kembali gen&gen tetapi dengan urutan terbalik.

)ranslokasi )ranslokasi adalah pindahnya potongan segmen kromosom yang satu ke potongan kromosom lain yang bukan homolognya.

utasi pada gen dan kromosom dapat diwariskan kepada keturunannya sehingga dimungkinkan keturunan&keturunannya memiliki variasi genetik yang tinggi. 2%. 0ekombinasi gen 0ekombinasi gen yaitu penyatuan gen&gen yang dibawa oleh urutan D!". *asil dari rekombinasi gen yaitu genotip rekombinan tidak sama dengan induknya. +ehubungan dengan itu rekombinasi gen menimbulkan perubahan gen pada generasi berikutnya' sehingga menimbulkan variasi genetik. 1%. genetic drift #ergeseran genetik adalah perubahan frekuensi varian gen $alel% dalam populasi karena random sampling. #ergeseran genetik dapat menyebabkan varian gen menghilang sepenuhnya dan dengan demikian mengurangi variasi genetik.

4). gen flow "liran gen $juga dikenal sebagai migrasi gen% adalah transfer alel atau gen dari satu populasi ke populasi yang lain. igrasi masuk atau keluar dari suatu populasi dimungkinkan adanya perubahan yang nyata pada frekuensi alel $proporsi anggota populasi yang membawa varian tertentu dari gen%. /migrasi atau masuknya populasi juga dapat menyebabkan penambahan varian genetik baru ke dalam gen pada suatu spesies atau populasi tertentu. "da sejumlah faktor yang mempengaruhi laju aliran gen antara populasi yang berbeda. +alah satu faktor yang paling berpengaruh adalah mobilitas. besar pula besar. obilitas atau pergerakan individu yang lebih besar (enderung memberikan potensi migrasi yang isalnya hewan (enderung lebih mobile dibandingkan tanaman' meskipun serbuk sari dan benih dapat dilakukan jarak jauh oleh hewan atau angin. 2%. +eleksi alam +eleksi alam meningkatkan frekuensi genotipe dan membuat organisme (o(ok dengan lingkungannya. +eleksi alam didefinisikan sebagai reproduksi diferensial individu atau genotip pada suatu populasi. Diferensial reproduksi disebabkan oleh perbedaan antara individu dalam (iri seperti kematian' kesuburan' keberhasilan kawin' dan kelangsungan hidup keturunan. +eleksi alam didasarkan pada ketersediaan variasi genetik di antara individu dalam karakter yang terkait dengan keberhasilan reproduksi. +eleksi dapat menyebabkan perubahan pada frekuensi alel dari waktu ke waktu. !amun' perubahan hanya pada frekuensi alel dari generasi ke generasi tidak selalu menunjukkan seleksi yang sedang bekerja. #roses lainnya' seperti arus genetik se(ara a(ak' dapat membawa perubahan temporal dalam frekuensi alel juga. enariknya' perubahan frekuensi alel tidak selalu ekanisme seleksi menunjukkan seleksi yang sesuai dengan genotip.

alam tersebut dapat mengakibatkan variasi genetik di dalam populasi.

2.

Je !"#!$ +!*!%,!$! :!'! ,e$*/#/' (!'%!"% *e$e&%#. Jawab : 3ara mengukur variasi genetik menggunakan dua (ara yaitu marka molekuler dan reaksi #30. a. arka 4en arka 4en merupakan (ara pengukuran yang bermanfaat untuk melakukan seleksi se(ara detail dan akurat untuk mendapatkan sifat yang diinginkan. Dalam marka gen' suatu sekuen variable D!" yang terjadi se(ara bersamaan dengan variabel sifat kuantitatif' baik se(ara langsung mempengaruhi atau karena berpautan dengan sekuen D!" yg lain yang mempengaruhi suatu sifat tertentu. #enggunaan marka gen ini yaitu sifat yang memiliki nilai ekonomi tinggi umumnya bersifat kuantitatif dan dikendalikan oleh berbagai lokus pengendali sifat kuantitatif $5)6% dan juga faktor lingkungan' maka tidak dapat melakukan genotyping untuk sifat tersebut dan hanya berdasarkan pada karakter yang terlihat atau fenotip. 3ara untuk mendapatkan marka gen ini dapat melalui dua pendekatan yaitu candidate marker dan random marker approach. arka molekuler memiliki kelebihan dibandingkan dengan marka fenotipe' dapat meningkatkan efisiensi seleksi dalam pemuliaan tanaman dengan (ara seleksi se(ara tidak langsung terhadap karakter diharapkan' kareakter tersebut. yang tetapi terhadap marka molekuler yang terpaut dengan +elain itu' marka molekuler tidak diregulasi

lingkungan sehingga tidak dipengaruhi oleh kondisi dimana tanaman tersebut berada' juga marka tersebut dapat terdeteksi pada semua tahap perkembangan tanaman. b. 0eaksi #30

#ada pengukuran menggunakan prinsip #30 berbagai teknik telah dikembangkan' antara lain 0estri(tion Fragment 6ength #olymorphism $0F6#%' 0andom "mplified #olymorphi( D!" $0"#D%' dan "mplified Fragment 6ength #olymorphism $"F6#%' dan +imple +e7uen(e 0epeats $++0%. 1% 0F6# merupakan salah satu jenis analisis molekuler yang didasarkan pada pemotongan situs D!" dengan menggunakan en8im restriksi' menghasilkan fragmen& fragmen D!" dengan berba ga i ukuran. #erbedaan ukuran fragmen tersebut disebabkan adanya perbedaan jumlah dan distribusi situs restriksi yang terdapat pada D!" sehingga mempengaruhi aktivitas en8im tersebut. *al ini menyebabkan teknik 0F6# dapat digunakan sebagai penduga variasi sekuen D!"' sehingga dapat digunakan untuk menduga hubungan kekerabatan dari beberapa individu atau untuk analisis keragaman genetik "kan tetapi analisis dengan 0F6# membutuhkan D!" dalam jumlah banyak dan tingkat kemurnian D!" yang tinggi' juga sering menggunakan radio isotop sehingga teknik ini menjadi tidak e fisien. 2% 0"#D merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan penelitian pada tingkat molekuler. "nalisis 0"#D mempunyai beberapa kelebihan dibanding dengan 0F6# antara lain lebih murah' regenerasi lebih (epat' membutuhkan D!" lebih sedikit' tidak menggunakan radio isotop' dan tahapannya tidak terlalu rumit 1% )eknik "F6# merupakan kombinasi 0"#D dan 0F6# yang dapat digunakan untuk menganalisis keragaman genetik melalui penggandaan fragmen D!" yang dihasilkan dari pemotongan en8im restriksi dengan menggunakan primer spesifik.

3.

De$*!$ !)!$-! (!'%!"% )! !, "!&/ 020/ !"% ,!#. /# .%)/06 ,!#! ,!$/"%! )!0!& ,e,!$4!!&#!$$-! /$&/# ,e !#/#!$ "e e#"% !&!/ 0e,/ %!!$ +!%# &!$!,!$ !&!/ .e;!$ "e.%$**! )!0!& )%0e'2 e. (!'%!$

-!$* "e"/!% )e$*!$ #e%$*%$!$ ,!$/"%!. Je !"#!$ 0e$)e#!&!$ !0! -!$* .!'/" )% !#/#!$6 "e'&! 5e !"#!$ ,!"%$*3,!"%$* #e/$&/$*!$ )!$ #e'/*%!$ )!'% 0e$)e#!&!$30e$)e#!&!$ &e'"e+/&. Jawab : Dalam melakukan seleksi tanaman atau hewan untuk memperoleh varian yang sesuai yaitu dengan marka gen. dan random marker approach. a. Candidate marker #endekatan candidate marker didasarkan pada pengetahuan pendukung yang diketahui seperti bukti&bukti fisiologi dan biokimia yang menunjukkan bahwa gen yang bersangkutan terlibat pada sifat yang diinginkan. isal dipilihnya gen penyandi hormon pertumbuhan untuk studi gen&gen yang mempengaruhi pertumbuhan karena produk dari gen tersebut adalah sangat penting dalam pertumbuhan tubuh9somatik. #endekatan marker se(ara umum dapat dilakukan dengan langkah identifikasi lo(us9lo(i diinginkan berdasarkan bukti fisiologis dan biokimia yang berhubungan dengan sifat fenotip: identifikasi varian molekuler pada atau sekitar lo(us9lo(i tersebut' umumnya varian mole(ular dideteksi dengan teknik 0F6#' #30&0F6#' mi(rosatellite atau teknik mole(ular yang lain: -ariasi mole(ular dikelompokkan dalam klas genotipe: -ariasi nilai fenotip dikelompokkan: 4unakan uji statistik yang sesuai untuk menguji keterkaitan klas genotip dan fenotip. ,elebihan pada pendekatan (andidate marker yaitu gen yang dipelajari terlibat pada sifat fenotip yg diinginkan. #endekatan ini straightforward, hanya memfokuskan pada gen yang relevan terhadap fenotip yang diinginkan' (andidate marker dapat sebagai penentu nilai genotip' candidate marker sesuai untuk analisis yang menunjukkan kontribusi lokus kandidat terhadap variasi total fenotip' pada candidate marker' hasil yang diperoleh interpretable se(ara fisiologis dan biokimia' dan kandidat arka gen terdiri dari dua pendekatan. #endekatan yang harus dilakukan ada dua yaitu pendekatan candidate marker

gen yg diinginkan dapat dilokasikan dari produk protein dengan teknik standard. ,ekurangan pendekatan candidate marker yaitu Candidate marker dilakukan terbatas hanya pada sifat&sifat yang telah diketahui hubungan fisiologis dan biokimianya' variasi molekuler harus diperoleh pada lo(us9lo(i yang dipelajari. +ulit dilakukan pada lo(us yang belum dipelajari. b. Random marker approach #endekatan random marker approach berusaha melokalisasi marka gen dengan melakukan pengukuran genotipe pada sejumlah loki yang sangat banyak $keseluruhan genome% tanpa mengetahui pengaruh fenotipnya' dengan harapan ada lo(us9lo(i yang berpautan dengan sifat yang diinginkan. 0"#D sering digunakan dalam random marker approach. ,elebihan random marker approach tidak hanya terbatas pada sifat&sifat yang telah diketahui keterkaitan gen se(ara fisiologis dan biokimianya' #endekatan random marker approach men(ari variable marker pada keseluruhan genom sehingga lebih memungkinkan untuk diketemukannya 5)6 multiple bahkan pada daerah yang mungkin belum diketemukan sebelumnya yang berhubungan dengan sifat yang diinginkan' random marker approach sesuai untuk melokalisir 5)6 dari persilangan antar populasi yang se(ara geneti( dan fenotipe berbeda. ,elemahan utama dari pendekatan random marker approach yaitu susah untuk menginterpretasikan varian molekuler dalam hubungannya dengan sifat fenotip se(ara fisiologis dan biokimia' karena lokus yang dideteksi berasal dari daerah yang fungsinya tidak diketahui' lebih sesuai untuk mempelajari (rosses dari populasi yang divergent daripada populasi alami' pendekatan ini kurang valuable dibanding pendekatan kandidat.

<.

A0!+% ! !$)! ,e$)!0!&#!$ &/*!" /$&/# ,e$e$&/#!$ !&!/ ,e,% %. %$)%(%)/3%$)%(%)/ :! 2$ %$)/# )!'% "/!&/ 020/ !"% -!$* "!$*!& +e'(!'%!"% /$&/# "/!&/ "%4!& &e'&e$&/ -!$* ,!$! "%4!& %&/ "!$*!& 0e$&%$* +!*% #e/$&/$*!$ ,!$/"%!6 "e,e$&!'! %&/ %$42',!"% &e'#!%& )e$*!$ "e#/e$ DNA =*e$> -!$* +e'&!$**/$* 5!;!+ &e'.!)!0 "%4!& %&/ +e /, )%#e&!./%6 !$*#!. !0! -!$* )!0!& "!/)!'! !#/#!$ !*!' "e:!'! !#/'!& 0% %.!$ &e'"e+/& )!0!& ,e$*.!"% #!$ "%4!& "e0e'&% -!$* )%%$*%$#!$ )!$ )%&/'/$#!$ "e:!'! &/'/$ &e,/'/$ #e0!)! #e&/'/$!$$-!6 5e !"#!$. Jawab : 6angkah yang akan dilakukan pertama adalah menentukan sekuen D!" pada individu&individu (alon induk. #enentuan sekuen D!" memungkinkan identifikasi variasi genetik pada level D!". #enentuan sekuen D!" dapat melalui marka gen' yaitu salah satunya dengan metode #30. ;eberapa teknik #30 yang dapat digunakan untuk mendeteksi sekuen D!" diantaranya Random Amplified Polymorphic D!" $0"#D%. Random Amplified Polymorphic D!" molekuler juga yang berbasis penanda $0"#D% adalah suatu sistem deteksi #30' salah satu teknik molekuler untuk D!" yang memanfaatkan primer a(ak

mendeteksi keragaman D!" didasarkan pada penggandaan D!" . 0"#D merupakan oligonukleotida pendek $dekamer% untuk mengamplifikasi D!" genom organisme. #rinsip teknik 0"#D didasarkan pada kemampuan primer menempel pada (etakan D!". #rimer yang didesain berupa primer tunggal pendek agar dapat menempel se(ara a(ak pada D!" individu (alon induk. Dengan demikian akan terdapat banyak pola fragmen D!". ,eunggulan teknik' 0"#D terletak pada beberapa kemudahan: pengetahuan latar belakang genom individu (alon organisme tidak diperlukan' hasil 0"#D dapat diperoleh se(ara (epat. +etelah dapat mengetahui sekuen D!" individu (alon induk' maka dapat diketahui juga variasi gen yang ada pada individu tersebut. /ndividu yang memiliki variasi gen yang dibuktikan dengan sekuen D!" bervariasi'

maka dapat diketahui sifat&sifat

yang terdapat pada individu tersebut.

+elanjutnya dipilih sifat individu berdasarkan variasi gen sesuai dengan yang kita inginkan. #emilihan individu tersebut kemudian dimuliakan dengan ditanam untuk memperoleh anakan9keturunan yang sesuai dengan induknya.