Anda di halaman 1dari 7

Rahardian Faizal Zuhdi 0220120068 / MK 2

PEMIMPIN DILAHIRKAN ATAU DIBENTUK?

Dari pertanyaan yang dilontarkan pada judul tulisan ini telah lama menjadi perdebatan, bagamaina tidak? Banyak yang berpendapat bahwa pemimpin itu dilahirkan bukanlah dibentuk tetapi di sisi lain banyak pula yang berpendapat bahwa seorang pemimpin itu hanya bisa dibentuk tidak dilahirkan. Semua pendapat yang dikemukakan oleh kebanyakan orang tidaklah salah, semua pendapat tersebut benar. Kali ini saya akan memberikan pendapat saya mengenai apakah Pemimpin dilahirkan atau dibentuk? Sebelumnya dibawah ini ada banya teori yang menjelaskan mengenai kemunculan dari seorang pemimpin. 1. Teori Genetis (Hereditary Theory) - Leaders are born, not made. Seseorang bisa menjadi pemimpin karena kelahirannya. Sejak ia lahir, bahkan sejak ia di dalam kandungan, ia telah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin. Berbagai pengalaman dalam hidupnya akan semakin melengkapinya untuk menjadi pemimpin di kemudian hari. Teori ini mengatakan bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin karena keturunan. Karena orang tuanya menjadi pemimpin, maka anaknya juga menjadi pemimpin. Kalau orang tuanya dulu tidak menjadi pemimpin, maka dipandangnya orang tidak cakap menjadi pemimpin. Teori ini biasanya dianut dan hidup di kalangan kaum bangsawan. Misalnya di Yogyakarta yang dapat menjadi Sultan (Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta) hanyalah keturunan Sultan Yogya saja. Seseorang bisa menjadi pemimpin karena mewarisi posisi atau jabatan kepemimpinan dari orang tuanya. Teori ini biasanya berlaku pada zaman dinasti kekaisaran atau kerajaan. Kadang-kadang yang bersangkutan tidak memenuhi syarat untuk bisa menjadi pemimpin, tetapi karena ketentuan dinasti itulah, maka ia tetap bisa menjadi pemimpin. Tidak heran jika kemudian timbul berbagai masalah akibat ketidak-mampuan tersebut.

2. Teori Kejiwaan/ Sosial - Leaders are made, not born. Seseorang bisa menjadi pemimpin karena pembentukan. Jika ia memiliki keinginan yang kuat, sekalipun ia tidak dilahirkan sebagai seorang pemimpin, ia bisa menjadi seorang pemimpin yang efektif. Pemimpin yang baik mengembangkan dirinya melalui proses tiada henti baik dalam belajar mandiri, pendidikan, pelatihan, dan pengalaman. Pada hakikatnya semua orang sama dan dapat menjadi pemimpin. Tiap-tiap orang mempunyai bakat untuk menjadi pemimpin, hanya saja memiliki kesempatan atau tidak.

Rahardian Faizal Zuhdi 0220120068 / MK 2

3. Teori Ekologis Teori ini timbul sebagai reaksi terhadap teori genetis dan teori kejiwaan/ sosial yang pada intinya berarti bahwa seseorang hanya akan berhasil menjadi seorang pemimpin yang baik apabila pada waktu lahir telah memiliki bakat kepemimpinan, dan bakat tersebut kemudian dikembangkan melalui proses pendidikan yang teratur dan pengalamanpengalaman yang memungkinkan untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu. Kalau teori genetis berpendapat, bahwa orang menjadi pemimpin karena memang sudah ditakdirkan dan teori kejiwaan/ sosial mengemukakan bahwa kepemimpinan itu bukan ditakdirkan, akan tetapi dibentuk oleh pengaruh lingkungan, maka teori ekologis mengakui kedua-duanya, artinya bahwa seseorang itu hanya akan bisa menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahir telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan dan bakat-bakat itu kemudian diasah melalui pendidikan.

Semua teori di atas dapat digunakan dalam pemunculan seorang pemimpin, tergantung pada situasi dan kondisi yang ada. Seseorang yang memang ditakdirkan sebagai pemimpin pun, jika tidak bersedia mengembangkan diri dalam berbagai proses yang melengkapi dirinya, tidak akan bisa memimpin dengan baik. Tetapi semua bakat pemimpin itu tidak ada gunanya jika ia tidak diberi kesempatan untuk memimpin. Adanya kesempatan yang diberikan akan sangat menolong. Menurut Ordway Tead timbulnya seorang pemimpin itu karena: 1. 2. Membentuk diri sendiri (self constituted leader, self made man, born leader) Dipilih oleh golongan. Ia menjadi pemimpin karena jasa-jasanya, karena kecakapannya, keberaniannya dan sebagainya terhadap organisasi. 3. Ditunjuk dari atas. Ia menjadi pemimpin karena dipercayai dan disetujui oleh pihak atasan.

Rahardian Faizal Zuhdi 0220120068 / MK 2

PENDAPAT SAYA

Setelah membaca teori diatas, kini giliran saya yang mengemukakan pendapat saya. Pendapat saya lebih condong ke arah ekologis bahwa seorang pemimpin itu dilahirkan dan dibentuk. Mengapa demikian? Perhatikan baik-baik penjelasan yang akan saya berikan, pada dasarnya setiap orang itu memiliki potensi untuk menjadi pemimpin ketika dia lahir. Ya, setiap orang dilahirkan memiliki jiwa kepemimpinan. Tetapi jiwa kemimpinan yang ada sejak kita lahir itu adalah jiwa kemimpinan untuk kita memimpin diri kita sendiri. Oleh karena itu diperlukan pelatihan, usaha, untuk membentuknya menjadi PEMIMPIN yang sebenarnya. Pemimpin yang sebenarnya disini adalah kemampuan mengendalikan, mengatur dan mempengaruhi orang agar mau bekerja sesuai apa yang diinstruksikannya. Jadi seorang pemimpin itu harus mampu mengatur orang lain bukan hanya dirinya sendiri. Kemampuan itulah yang hanya bisa didapatkan melalui pembentukan. Saya memiliki ilustrasi yang akan menggambarkan pendapat saya, coba perhatikan baik-baik.

Rahardian Faizal Zuhdi 0220120068 / MK 2

Setiap orang dilahirkan dengan memiliki potensi pemimpin dalam dirinya. Potensi tersebut diilustrasikan sebagai sebuah cahaya yang dimiliki setiap orang, namun cahaya tersebut redup dikarenakan belum mengalami pelatihan untuk membentuk potensi kepemimpinan yang dimilikinya menjadi kepemimpinan yang sebenarnya

Rahardian Faizal Zuhdi 0220120068 / MK 2

Seperti yang telah saya ungkapkan sebelumnya semua tergantung pada pembentukannya, bagaimana seseorang mengembangkan potensi pemimpin yang ada dalam dirinya.

Jika dalam kehidupannya berusaha untuk mengembangkan potensi pemimpin tersebut maka akan terbentuk jiwa kemimpinan yang lebih dari sebelumnya. Tetapi jika tidak ada kemauan untuk membentuknya bukan tidak mungkin cahaya potensi pemimpin yang redup akan tetap redup atau bahkan cahaya itu hilang

Rahardian Faizal Zuhdi 0220120068 / MK 2

Jika seseorang berusaha mengembangkan potensi pemimpin yang ada dalam dirinya maka cahaya pemimpin yang tadinya redup akan menjadi terang dan berkilau.

Rahardian Faizal Zuhdi 0220120068 / MK 2

KESIMPULAN DARI PENDAPAT SAYA

Pemimpin itu dilahirkan dan dibentuk, tetapi yang terpenting adalah proses dalam pembentukan pemimpin itu. Setiap orang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin yang diilustrasikan dengan cahaya yang masih redup dimana potensi tersebut untuk memimpin dirinya sendiri. Ketika seseorang berusaha mengembangkan potensi tersebut maka akan menghasilkan cahaya yang lebih terang dan berkilau dari sebelumnya dimana cahaya tersebut adalah kepemimpinan yang sebenarnya yang terbentuk karena usaha dalam pembentukannya. Tetapi jika seseorang menyerah dan tidak ada kemauan untuk mengembangkan potensi pemimpin yang ada dalam dirinya maka cahaya yang redup tadi akan tetap redup bahkan akan hilang.