Anda di halaman 1dari 17

Karakteristik Mioma Uteri di Rumah Sakit Ibu dan Anak Amanda Lembang Periode Januari Desember 2013

Septi Multiarani 4001120090

Latar Belakang
Derajat kesehatan optimal Kesehatan wanita Kesehatan reproduksi

WHO : angka kesakitan reproduksi wanita sebanyak 36%, pada pria 12,5%.

Peny. Reproduksi yang banyak diderita yaitu mioma uteri menempati urutan kedua setelah mioma uteri.

Mioma uteri adalah tumor jinak pada otot rahim dan jaringan ikat sekitar nya

RSIA Amanda Lembang terdapat 36 kasus mioma uteri pada periode Januari-Desember tahun 2013

Tujuan
Umum
Untuk mengetahui karakteristik mioma uteri di RSIA Amanda tahun 2013
Khusus
Untuk mengetahui angka kejadian mioma uteri Untuk mengetahui Karakteristik mioma uteri berdasarkan usia Untuk Mengetahui karakteristik mioma uteri berdasarkan Paritas
RSIA AMANDA PERIODE JANUARI DESEMBER 2013

Landasan Teori
Mioma Uteri

Etiologi

Faktor predisposisi

Komplikasi

Penatalaksanaan

1. Estrogen 2.progesteron 3.Hormon pertumbuhan

1.Umur 2.Paritas 3.Riwayatkeluarga 4.Obesitas 5.Kehamilan

1.Degenerasi ganas 2.Torsi(Putaran tangkai)

1.Konservatif 2.Medikamentosa 3.Operatif

Metode
Metode deskriptif retrosfektif yang dikumpulkan dari rekam medis dan buku register RSIA Amanda Lembang yang dilakukan dengan untuk menggambarkan

karakteristik usia dan paritas pada ibu dengan mioma

uteri di RSIA Amanda Lembang

Kerangka Konsep
Faktor Predisposisi
1. Usia 2. Paritas Mioma Uteri

3.Riwayat Keluarga 4. Obesitas 5. kehamilan = Variable yang dibahas

Metode Analisis
Analisis yang digunakan adalah analisis univariat yang bertujuan untuk mengetahui gambaran distribusi dan frekuensi karakteristik ibu dengan mioma uteri. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dipresentasikan

kemudian dianalisa berdasarkan telaah pustaka.

Pembahasan
A. Angka kejadian mioma uteri Di Indonesia mioma uteri ditemukan 1,39%-11,7% pada semua penderita ginekologi yang dirawat. Data yang di peroleh di RSIA Amanda ditemukan 36

Kasus yang didiagnosa mioma uteri.

B. Karakteristik umur pada ibu dengan mioma uteri


Distribusi Frekuensi Umur Ibu yang mengalami Mioma Uteri
70% 60% 50% 40%
30,6% 66,6%

30%
20% 10% 0% <19 th 20-39 40-59 >60 th
2,8%

RSIA Amanda Lembang (2013) Berdasarkan data didapatkan Kelompok umur 40-49th sebanyak 66.6% mengalami mioma uteri.

Prof.Dr.Jose Alberto (2012) Penderita Mioma uteri ditemukan pada kelompok umur 40-49th sebanyak 42% dari 624 wanita.

RSUP Prof. Dr. Kandou (2012) Ditemukan 93,5% mioma uteri pada kelompok usia 34-49 tahun.

Tinggi nya kejadian mioma uteri pada umur 35-50 tahun menunjukan adanya hubungan mioma uteri dengan estrogen di usia reproduksi

Hormon tsb meningkat pada usia reproduksi

Stimulasi estrogen menyebabkan proliferasi uterus

Hormon esterogen

Perkembangan berlebihan dari garis endometrium

Terjadilah mioma uteri

Ganong (2008)

C. Karakteristik paritas pada ibu dengan mioma uteri


Distribusi Frekuensi Mioma uteri berdasarkan paritas ibu
80% 70% 60% 50% 75%

40%
30% 20% 10% 0% 19% 6%

Nullipara

Multipara

Grandemultipara

Di RSIA Amanda Ditemukan sebanyak 75% mioma uteri terjadi pada ibu multipara. Prof.Dr. Jose Alberto (2012) Ditemukan kasus mioma 38,1% pada ibu dengan paritas >2

Khaskeva (1992)
Mioma uteri lebih banyak terjadi pada wanita multipara, estrogen bukan satu-satunya penyebab mioma

Parker (2007) Peningkatan jumlah paritas akan menurunkan resiko terjadinya mioma uteri. Pada saat hamil hormon estrogen yang mempengaruhi pertumbuhan mioma akan menurun sehingga resiko mioma akan berkurang.

Menurut penulis hal tersebut dapat disebabkan

karena pada wanita nullipara sebelum memiliki


anak sudah menderita mioma uteri namun tidak terdiagnosa sejak awal atau pada saat nullipara

karena mioma uteri kadang tanpa gejala.

Kesimpulan
1. Ditemukan sebanyak 36 kasus mioma uteri di RSIA Amanda.

2. Mioma

uteri

terbanyak

ditemukan

pada

kelompok usia 40 59 tahun sebesar 66,6%. 3. Mioma uteri berdasarkan jumlah paritas

ditemukan terbanyak pada multipara 75% .

Saran
1. Wanita yang mempunyai faktor resiko untuk terjadinya mioma uteri terutama wanita berusia 40-59 tahun, agar waspada dan selalu memeriksakan diri

3.

Kepada para wanita yang telah mulai


haid untuk memeriksakan alat reproduksinya apabila ada keluhan haid.

2. Pada wanita dengan mulltipara

memeriksakan diri lebih teratur


apabila ada keluhan kepada tenaga ahli kebidanan dan kandungan.

4. Agar dapat menjadi bahan masukan untuk diteliti lebih lanjut & menambahkan variable lain seperti riw. keluarga, obesitas dan riw. genetik yang berkaitan dengan mioma uteri.

Terima Kasih