Anda di halaman 1dari 7

SUSUNAN FORMAT MAKALAH/PAPER dan CARA MEMBUAT MAKALAH yang BAIK dan BENAR

HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN DAFTAR ISI HALAMAN GAMBAR/GRAFIK (JIKA ADA) BAB I : PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Berisi tentang alasan pemilihan tema dalam pembuatan paper/makalah. TUJUAN Berisi tentang tujuan yang akan dicapai dengan pembuatan makalah/paper. RUANG LINGKUP MATERI Berisi tentang ilmu atau teori yang berkaitan dengan tema yang diambil dalam makalah/paper. BAB II : DASAR TEORI/LANDASAN TEORI Berisi tentang pembahasan dan penelitian tentang ilmu ataupun teori yang sudah pernah dibahas oleh para ahli berkaitan dengan tema makalah/paper yang dipilih. Materi yang dibahas secara teoritis dikaitkan dengan aplikasi praktis teori/ilmu tersebut dalam kenyataan kehidupan keseharian. Untuk menuliskan teori yang diambil dari para ahli jangan lupa mencantumkan nama, tahun atau buku yang pernah memuat teori tersebut. Sehingga sumber/nara sumbernya jelas dan tidak diragukan. Kalau membuat kutipan harap mencantumkan pula halaman di mana kutipan tersebut diambil. BAB III : PEMBAHASAN Berisi tentang data yang diperoleh di lapangan/kenyataan dan dikaitkan dengan ilmu atau teori yang sudah ada. Jika ada kesesuaian dibahas lebih lanjut dan dapat pula dimasukkan pendapat pribadi yang berkaitan erat dengan tema/usulan/saran/gagasan/ide. Jika memang ditemukan ketidaksesuaian antara teori atau ilmu yang sudah ada dengan kenyataan di lapangan, hal ini juga perlu dibahas untuk melihat mengapa hal ini dapat terjadi.Dapat pula dimasukkan pendapat pribadi berkaitan erat dengan tema/usulan/saran/gagasan/ide sehingga antara kenyataan dengan ilmu yang ada, baik yang ada hubungannya maupun tidak, dapat dijelaskan dengan baik dan rinci. BAB IV : PENUTUP 4.1. KESIMPULAN Berisi tentang simpulan akhir dari pembahasan yang sudah dibuat. Penulisan kesimpulan singkat dan jelas, tidak panjang seperti pembahasan.

1.1. 1.2. 1.3.

4.2. USUL DAN SARAN Dapat juga dimasukkan usulan dan saran dari penulis yang sudah dimunculkan dalam pembahasan. DAFTAR PUSTAKA Berisi seluruh sumber yang digunakan dalam pembuatan makalah/paper. Daftar pustaka berupa buku, surat kabar, majalah, informasi dari situs internet dan lain-lain. Penulisannya secara lengkap dan mengikuti kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. LAMPIRAN Berisi seluruh gambar/foto ataupun grafik atau juga data yang mendukung dalam pembuatan makalah.

Paper merupakan ringkasan dari penelitian yang kita buat, dengan kata lain paper sama dengan tugas akhir, hanya saja ringkas dan tidak sedetail sebuah riset tugas akhir. Menurut standar paper biasanya ditulis hingga 6 halaman saja. Jadi semisal tugas akhir atau riset yang kita lakukan ada berhalaman-halaman, kita cukup meringkasnya menjadi 6 halaman saja, tetapi maksud dan tujuan tetap harus tersampaikan. paper biasanya ditulis dalam dua lajur (kolom) tetapi terkadang juga ditulis menjadi 1 kolom saja tergantung dari persayaratan call for paper itu sendiri. Paper biasanya ditulis dengan huruf times new roman dengan besar huruf 10, hal ini pun tergantung dari persyarat pada call for paper, namun standar yang digunakan adalah font 10. Berbicara mengenai paper, kita juga harus tahu mengenai call for paper. Call for paper adalah sebuah announcement bahwa akan diselenggarakan seminar paper, announcement ini biasanya dilakukan oleh lembaga-lembaga tertentu semisal dari universitas maupun dari lembaga yang diakui untuk menyelenggarakan paper, jadi teman teman harus cerman memilah dan memilih dimana tempat kita akan men-submit paper kita. pada call for paper dijelaskan mengenai persyaratan paper (topic, susunan dari paper, jenis huruf beserta ukuran, bahkan sampai deadline pengumpulan dan biaya pendaftaran) ada semua di call for paper. Untuk memahami lebih jauh bagaimana cara membuat sebuah paper penelitian. Berigkut ini akan dijelakskan secara general n susunan dan tata cara pembuatan paper. Susunan paper secara umum terdiri dari: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Judul paper Abstrak Pendahuluan Isi Hasil simulasi dan analisis Kesimpulan Referensi Apendiks Numenklatur (opsional :bisa dibrei atau tidak)

Kurang lebih susunan paper seperti pada poin 1-9, Kita akan membahas satu persatu mengani point-point diatas: J

1.

Judul paper: sebuah judul dibuat untuk merepresntasikan isi paper, judul tidak sepanjang abstrak isi atau kesimpulan, namum memuat maksud/tujuan, kemudian metode, dan plant (objek) yang diteliti. Sehingga dengan membaca judul paper, sesorang dapat menangkap arah/tujuan pembuatan paper. berikut ini ada beberapa contoh membuat judul yang benar: 1. MEMBUAT SAMBEL PENYET (ini contoh judul yang amat luas, sehingga kurang mencerminkan isi dari paper, jika judul seperti ini maka setiap orang dapat membuat sambel donk, tanpa harus sekolah tinggi, J). 2. 3. 4. Membuat sambel penyet berbasis teknologi (judul ini sudah bagus,tetapi kurang spesifik teknologi yang digunakan, dan tujuanya belum masuk). Membuat sambel penyet berbasis teknologi cerdas untuk meningkatkan kualitas rasa tahu goreng. (judul ini sudah semakin bagus, masih bisa diperbaiki lagi) Analisis pembuatan sambel penyet berbasis teknologi adaptive untuk meningkatkan rasa tahu goreng di kabupaten tuban. (judul ini sudah mendekati sempurna dan dapat digunakan sebagai judul sebuah paper) 5. Contoh lain : APIKASI FUZZY PIPD PADA PENGENDALI WICKET GATE PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MYCRO HYDRO

kira-kira membua judul dapat dilakukan seprti yang dicontohkan di atas. Judul pada poin d memuat maksud/tujuan dan metode yang digunakan kemudian dispesifikan lagi di kabupaten tuban. Hal ini memudahkan pengambilan data sebatas konsumen di kabupaten tuban saja. metode yang digunakan adalah teknologi cerdas (terserah apa saja boleh dan dapat ditambahkan di judul). Sehingga judul dapat mewakili isi dari paper yang kita buat. Dengan membaca judul saja, diharapkan pembaca menjadi mengerti alur dari riset yang kita lakukan. 2. Abstarak: menceritakan isi dari sebuah paper, disini kita menulis tentang latar belakang riset yang kita lakukan, problem yang sedang dihadapi, metode yang digunakan untuk memecahkan masalah, dan terakhir hasil dari riset kita sebisa mungkin kita sebutkan pada abstrak. Semua penceritraan riset dicantumkan di abstrak secara singkat padat dan jelas. Abstrak itu biasanya ditulis tidak lebih dari 300 kata, tetapi terkadang juga tergantung dari aturan pembuatan pada call of paper, dengan demikian panjag pendek dan aturan abstrak dapat bervariasi. Menurut srandar Abstrak ditulis dengan huruf miring dan font 10. Ditulis satu kolom atau dua kolom. Pada abstrak tidak boleh ada rumus matematis, hanya sebatas pada hasil yang diperoleh. Untuk lebih memahami bagaimana cara membuat abstrak yang baik dan benar, berikut ini saya berikan contoh abstrak yang dapat digunakan. 1. Tahu merupakan lauk yang amat digemari oleh penduduk tuban. variasi menu dengan bahan tahu yang tebatas mengikibatkan selera konsumen menajadi menurun. Sambel yang menjadi satu-satunya teman sambel yang paling digemari masyarakat tidak mampu menahan penurunan selera konsumen dikarenakan pembuatanya yang tidak higinis. Pencampuran bumbu sambel yang tidak proporsioal dan waktu pemngulekan yang tidak tepat semakin mebuat rasa sambal tidak sedap. Pada paper ini akan dibahas mengenai teknologi adaptive fuzzy untuk mengatur proporsi bahan dan lama pengulekan sambel sehingga diperoleh takaran dan waktu pengulekan yang tepat. Dari hasil riset yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa dengan teknolgi adaptive fuzzy takaran bahan menjadi lebih proporsional dan waktu pengulekan lebih efesient. 2. Perkembangan teknologi pengendali pada pembangkit listrik tenaga microhydro pada saat ini semakin meningkat. Pembangkit microhydro sangat diminati karena memiliki kelebihan secara teknis dan ekonomis, hal ini disebabkan microhydro adalah pembangkit listrik tenaga air skala kecil yang tidak memerlukan instalasi penyimpanan air yang luas, selain itu juga ramah lingkungan. Permasalahan

yang sering terjadipada sistem pembangkit microhydro adalah terjadinya putaran tidak konstan yang disebabkan oleh debit air maupun perubahan muka air (diversion) serta perubahan beban sehingga mengakibatkan perubahan pada frekwensi sistem. Fluktuasi frekuensi ini akan mempengaruhi pada kestabilan sistem, oleh sebab itu dalam penelitian ini akan dibahas sebuah strategi pengendali frekuensi dengan melakukan simulasi menggunakan MATLAB. Pada simulasi dibandingkan perfomansi frekuensi sistem microhydro yang dikontrol menggunakan Fuzzy PI Controller dengan Fuzzy PIPD Controller. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan penggunaan Fuzzy PIPD controller performasi frekuensi sistem yang diberi gangguan berupa perubahan beban mampu ditingkatkan, yaitu overshoot dan settling time 0 p.u , 4.365 detik pada perubahan beban 0.015 p.u, 0.0001 p.u , 4.595 detik untuk perubahan beban 0.025 p.u, dan 0.0001 p.u , 4.744 detik dengan perubahan beban sebesar 0.05 p.u. Dari dua contoh abstrak diatas teman-teman dapat membuat abstrak kalian sendiri. J, cobalah dengan menulis satu dua kalimat dan dirangkai, jika kalian belum memperoleh hasil, jangan khawatir, teman-teman dapat membuat kerangkanya terlebih dahulu. Yang diperlukan sementara adalah mengetahui hasil yang ingin dicapai terlebih dahulu, meskipun belum presisi. 3. Pendahuluan Pendahuluan sebuah paper pada dasarnya adalah perluasan dari sebuah abstrak. Sehingga ketika membuat sebuah pendahuluan sama dengan membuat abstrak, tetapi perlu di ingat bahwa pendahuluan lebih detail. Untuk membuat sebuah pendahuluan kita dpat menggunakan kerangka berfikir sama seperti membuat sebuah abstrak. Beberapa hal yang harus ada dalam sebuah pendahuluan yaitu: 1. Telaah pustaka, telaah pustaka merupakan kajian/riset pendukung yang meneliti hal yang mirip, kemudian kita mencoba untuk mengadobsinya kedalam riset yang kita lakukan sebagai penguat atau dasar ide kita dalam melakukan riset tersebut. Pada pendahuluan hal yang diteliti kemudian ditulis adalah berdasarkan riset yang telah dilakukan diwaktu yang lalu, namun kata-kata yang diadobsi tidak boleh sama persis, karena jika sama persis dengan riset yang dulu (minimal 7 kata) dapat dianggap sebagai plagiat. Telaah pustaka ditulis dengan bahasa sendiri tetapi mengandung arti yang hamper sama. Pada setiap pengambilan ide kalimat diakhiri dengan tanda [..], di titik-titik tersebut disikan angka sebagai tanda daftar reference yang kita gunakan, dengan menggunakan sitem penomoran ini, segala yang kita tulis berarti memiliki dasar dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai paper yang kita pakai. Berikut ini adalah contoh penggalan dari sebuah pendahuluan: Pendahuluan Micro hydro adalah pembangkit listrik tenaga air skala kecil yang tidak memerlukan instalasi penyimpanan air yang luas, sehingga tidak membutuhkan banyak lahan [1]. Selain itu microhydro merupakan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan murah [1,2]. Pada microhydro konvensional, output dari generator diatur oleh wicket gate yang bertugas mengatur jumlah air yang mengalir ke turbin. Proses pengaturanwicket gate ini telah banyak dikembangkan dengan menggunakan debit air atau tegangan sebagai input dan sudut pembukaan katup sebagai aksi kontrol untuk mendapatkan output generator yang diinginkan [2,3]. Pembangkit dengan kontrol konvensional tersebut mempunyai kelemahan pada pengendalian tegangan dan frekuensi karena kondisi debit air yang tidak kontinyu serta adanya perubahan beban [3,4]. Perubahan beban dan debit air berkaitan erat dengan stabilitas sistem secara keseluruhan. Pada contoh diatas angka-angka di dalam tanda kurung siku merupakan angka yang menunjukan dimana kata-kata yang kita tulis itu kita adobsi, meskipun tidak sama persis atau pengembangan. Sehingga pendahuluan ini sangat erat kaitanya dengan referensi. Selebihnya pendahuluan susunanya sama persis dengan pembuatan sebuah abstrak.

Mudah bukan teman-teman? Mudah. J. Oo iya samapai lupa, usahakan penomoran pada pendahuluan hingga isi tersebut harus urut ya, jangan sampai gak urut, hal tersebut tidak diperkenankan. Pendahuluan membicarakan penelitian yang telah lalu, dan di akhir paragraph di tunjukkan perbedaan penelitian yang terdahulu dengan penelitian yang kalian kerjakan saat ini sekecil apapun hal itu. Sehingga jelas apa yang dikerjakan di penelitian yang dahulu dan apa yang kamu kerjakan sekarang. Tidak harus berbeda sama sekali, kalian cukup memberikan tambahan atau perubahan pada plan yang diteliti. Contoh 1. 2. 3. 4. Peniltian 1: membuat sambel dengan layah batu Penelitian 2: membuat sambel dengan blender Penelitian 3: (membandingan membuat sambel dengan layah dan blender) hal ini dapat menjadi riset baru dengan menggabungkan antara penelitian 1 dan penelitia n 2. Penelitian 3: membandingakn membuat sambel denan blender dengan metode adaptive hal ini dapat juga dilakukan Dari empat contoh diatas kita dapat dengan mudah menutup sebuah pendahuluan dengan kata-kata kita sendiri, sehingga apa yang dibicarakan dalam paper, tergambar jelas pada pendahuluan dan keliahatan mengkerucut (fokus). Hal ini sangat penting, karena banyak sekali paper yang tidak mengkerucut, sehingga para pembaca menjadi semakin bingung dengan semua yang kita tulis. Pendahuluan tidak boleh menggunakan persamaan tertentu, ini merupakan aturan yang lazim digunakan. Sehingga cukup telaah pustaka saja. 4.Isi Isi merupakan bagian inti dari sebuah penelitan, , pada bab inilah nyawa dari sebuah paper. pembahasan pada isi meliputi: dimulasi dengan 1. Plant atau objek yang akan dibahas, pada poin ini dijelaskan secara singkat mengenai objek yang akan diteliti, kemudiaan bila plant atau ojek tersebut dapat domodelkan, maka akan lebih baik dilakukan pemodelan. Sehingga dapat dilihat secara jelas. Untuk memperlengkap penjelasan objek sebaiknya dijelaskan mengenai bagian bagian plant dan fungsinya 2. Metode Metode merupaka cara untuk menyelesaikan sebuah persoalan, metode ini dapat berupa desain sendiri atau meniru penelitian yang telah lalu. Metode tidak harus original tetapi mengambil dari penelitian lain yang memungkinkan untuk diaplikasikan pada karya kita (khusus untuk mahasiswa S1 dan S2, S3 harus original). Jangan menggunakan metode yang tidak sesuai untuk menyelesaikan problem pada plant kita. Karena karya kita tidak akan memperoleh hasil. Karena kebanyakan metode adalah menggunakan karya yang telah ada, atau berupa penggabungan atau pengembangan metode pada karya sebelumnya, maka pada metode harus diberikan tanda [..], sama seperti pada poin pendahuluan. 3. Aplikasi metode pada plant Pada poin ini, mulai dilakukan menggabungan, antara plant (objek) yang kita teliti dengan metode yang akan digunakan, di poin ini dijelaskan secara jelas dan padat mengenai pengimplementasian dari metode yang kita gunakan. Pada point ini dapat berupa deain pemodelan yang lengkap mengenai cara kerja metode pada plant untuk menyelesaikan persolan. Diharapkan dengan penggabungan ini, arah dari penyelesaian masalah dapat tergambar dengan jelas dan gambang. Notes: pada point isi ini, hanya pada plant dan metode saja yang diberi daftar pustaka, sedangkan pada point aplikasi adalah original dari ide kita dalam menyelesaikan persolan dengan metode yang telah disebutkan. 4. Hasil simulasi dan analisis Sebuah riset teknik sebagian besar meggunakan software atau perlatan tertentu untuk melakukan testing atau simulasi sederhana. Sebaiknya hasil simulasi dapat ditampilkan berupa gambar, tabel atau grafik untuk

menampilkan hasil dari riset kita. Penggunaan gambar, tabel atau grafik tersebut dimaksudkan untuk memperjelas hasil dan supaya lebih komunikatif. Analisis hanya terpacu pada hasil yang kita peroleh, tidak pada analisis penyelesaian. Jika pada tugas akhir dilakukan analisis (mulai dari penggunaan rumus dan penyelesaian masalah) secara detail, pada penulisan paper hal tersebut hanya dilakukan pada studi kertas saja, tidak perlu dicantumkan semua. Sebagian besar paper lebih menekankan pada analisis hasil( gambar, tabel, dan grafik), kenapa diperoleh hasil seperti itu, apakah sesuai dengan tujuan yang dinginkan. Semua dirangkai menjadi satu sebagai sebuah sebab akibat. Sehingga diperoleh sebuah hasil yang clear, dari masalah, ada solusi(metode untuk menyelesaikan) dan diperoleh hasil yang sesuai deangan telaah pustaka yang dilakaukan. Hasil dari sebuah smulasi tidak harus perfict atau mutlak benar, tetapi merupakan sebuah hasil yang valid dan tidak dibuat-buat, hal yang terpenting adalah metode yang digunakan untuk memperoleh hasil sudah benar, dan sesuai dengan prosedur yang ada pada metode. Sehingga apabila hasil yang di peroleh tidak tepat, hal itu dapat dimaklumi. 5. Kesimpulan Kesimpulan merupakan intisari dari riset yang kita buat, kita berusaha memberitahukan kepada pembaca, bahwa dari simulasi dan analisis yang kita lakukan kita memperoleh suatu hasil. Kesimpulan biasanya ditulis berupa paragraph atau poin- poin saja. pada dasarnya sebuah kesimpulan adalah ringkasan dari analisis yang menjawab tujuan. 6. Referensi Referensi merupakan hal yang sangat penting dalam sebiah riset. Karena jika kita mencantumkan referensi tetapi kenyataanya kita menggunakan atau mencuplik hasil karya orang lain, kita dapat dikenai hokum plagiat, hal ini tidak dibenarkan dalam pembuatan paper. ada banyak metode dalam menuliskan sebuah referensi, ada yang menggunakan metode alphabet, dan penulisan ala daftar pustaka (cara ini sudah tidak popular lagi) . cara seperti dafgar pustaka ini sudah ditinggalkan. Sekarang yang popular adalah menuliskan dengan metode penomoran, yaitu dengan memberi nomor referensi yang kita pakai, penomoran diurutkan sesuai paper utama yang menjadi rujukan, disusul dengan paper-paper pendukung. Usahakan refensi berasal dari jurnal nasional atau internasional yang diterbitkan oleh lembaga yang diakui contoh: IEEE, science direct, elsivier, buku dengan penerbit yang banyak memakai refensi dari jurnal internasional, jangan mengambil referensi dari website atau blog bahkan dari situs-situs yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarnya. Hal ini sangat berbahaya, dan jika ini teman-teman paksakan untuk maju mengikuti seleksi call for paper atau tugas akhir, kemungkinan besar akan ditolak, sehingga hal ini jangan sampai terjadi. Berikut ini adalah contoh penulisan referensi: [1] [2] [3] Imam Robandi, Desain Sistem Tenaga Modern, ANDI Yogyakarta.2006. S.Bannett,Developer of thr PID konreoller,IEEE contr. Syst.Mag,vol.13,pp 53-58, dec.1993. G .Chen, Convensional and fuzzy PID controller : An overview, nt.Jintell.control sys, vol 13, pp.235-

246,1996. 7. Apendiks Apendik merupakan penerang isi dari sebuah paper, misalkan kita menggunakan data parameter-paremeter tertentu dengan besar tertentu, missal konstata kecepatan cahaya, tau konstata colomb, dan parameter yang anda tentukan sendiri pada riset (trial and error), sebainya ditulis di kolom apendiks ini. Hal ini dimaksudkan untuk merpermudah pembaca membaca rumusan-rumasan dan konstata yang ada pada paper anda. Contoh apendiks: Data konstanta penguatan (gain) K1=2.3983; K2=1.4755; K3=0.1921; K4=1.3095; K5=0.5625; K6=0.0583; Data sistem eksitasi KEi =1; TEi =0.46; KAi =46; TAi=0.06; KFi =0.1; TFi=1.

8. Numenklatur Numenklatur adalah bagian yang amat penting dari sebuah paper, nomenklatur beruisi keterangan mengenai pareameter-parameter yang kita gunakan. Pada berbagai cabang ilmu kita temua berbagai macam parameter yang meiliki lambang yang sama, untuk menghidari kesalahan pesepsi pada persamaan atau lambang gambar maka nomenklatur harus diberi. Biasanya numenklatur ditulis dibagian terkahir atau dibawah abstrak sebuah penelitian. Berikut ini adalah contoh sebuah numenkaltur: KP1 Ki KP2 Kd KuPd KuPi T2,Ta,Tb = Pengutan proporsional kontrol PD = Penguatan integral Kontrol PI = Penguatan proporsional kontrol PI = Penguatan deffensial kontrol PD = Penguatan kontrol Fuzzy PD = Penguatan kontrol Fuzzy PI = Periode sampling Dengan pemberian numenklatur kesalahan persepsi terhadap lambang parameter (contoh v=volum atau kecapatan) dapat terhindarkan.