Anda di halaman 1dari 4

I.

Dasar Teori
Spektofotometri adalah metode dalam kimia analisis yang digunakan

untukmenentukan komposisi suatu sampel baik secara kuantitatif dan kualitatif yangdidasarkan pada interaksi antara materi dengan cahaya. Peralatan yang digunakan dalam spektrofotometri disebut spektrofotometer. Cahaya yang dimaksud dapat berupa cahaya visibel, UV dan inframerah, sedangkan materi dapat berupa atom dan molekul namun yang lebih berperan adalah elektron valensi Dilihat dari strukturnya, parasetamol mempunyai gugus kromofor dan ausokrom, yang dapat menyerap radiasi, sehingga dapat dilakukan dengan metode

spektrofotometri Cincin aromatis dari parasetamol akan dinitrasi oleh asam nitrit menjadi 2-nitro-4asetamidofenol. Produk ini kemudian dilarutkan dalam natrium hidroksida (NaOH) sehingga suasananya menjadi basa. Dalam suasana inilah larutan akan

memberikan kromofor yang kuat sehingga absorbansi dapat terbaca

II. Sifat Bahan Parasetamol

Pemerian Kelarutan

: serbuk hablur, putih; tidak berbau; rasa sedikit pahit : larut dalam air mendidih dan dalam Natrium Hidroksida(NaOH) 1N; mudah larut dalam etanol

Berat Molekul : 151,16

III. Cara Kerja


Pembuatan Baku Induk Timbang 100mg Parasetamol

Tambahkan HCl 6N ad 100ml di labu takar

Pembuatan Larutan sampel Timbang 300mg sampel

Tambahkan HCl 6N ad 25ml

Saring dan ambil filtratnya

Analisa Siapkan 7 buah labu takar 50ml Labu takar 1: 1,0 ml lar. Baku induk Labu takar 2: 2,0 ml lar. Baku induk Labu takar 3: 3,0 ml lar. Baku induk Labu takar 4: 1,0 ml lar. Sampel 1 Labu takar 5: 1,0 ml lar. Sampel 2 Labu takar 6: 1,0 ml lar. Sampel 3 Labu takar 7: 3,0 ml HCl 6N + 5,0 ml NaNO2 10% (dalam air)

Pada labu takar 1 6 tambahkan 2,0 ml HCl 6N + 5,0 ml NaNO2 10% (dalam air) Diamkan selama kurang lebih 15 menit sambil sesekali di kocok Hilangkan kelebihan asam dengan amonium sulfamat 15% secukupnya

Pada masing-masing labu takar tambahkan 15ml NaOH 10%

Dinginkan labu dengan air mengalir

Tambahkan aquadest pada masing-masing labu takar ad 50 ml

Tentukan absorbansinya menggunakan spektrofotometer U-Vis

IV. Data Dan Penimbangan


Larutan Baku 1 Baku 2 Baku 3 0,1524g Penimbangan Pengenceran 50x 25x 16,6x ppm 20,7 41,4 62,3 Serapan 0,131 0,399 0,478 a = -9,583 x 10-3 b = 8,334 x 10-3 r = 0,9531 = 50,8133 = 40,3201 = 47,3553

Sampel 1 Sampel 2 Sampel 3

0,1524 0,1565 0,1585

25x 25x 25x

243,84 250,4 253,44

0,415 0,327 0,386

% kadar

S1 = S2 = S3 = Aturan 4D 2,145 2,585 20,83-19,7575 = 1,0725

20,83% 18,6850% * 26,10%

18,6850-19,7575 = 1,07575 d = 2,145

16,10 19,7575 = 2,6575

4D = 8,58

(Data diterima) Kadar Rata-rata

Kadar sesungguhnya: 16,88% % kesalahan = 9,824%

V. Pembahasan
pada praktikum ini kami memperoleh persentase kesalahan 9,824% yang dapat disebabkan oleh: 1. Sampel yang kurang di homogenkan 2. Penimbangan bahan yang tidak tepat sesuai dengan yang kami inginkan 3. Kurang bersihnya peralatan yang dipakai sehingga mempengaruhi hasil praktikum

VI.

Kesimpulan
Dari hasil praktikum kami memperoleh kadar parasetamol dalam sampel sebagai berikut: Sampel 1: 20,83% Sampel 2: 18,6850% Sampel 3: 26,10% Dengan persentase kesalahan: 9,824%