Anda di halaman 1dari 10

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 120-129 Online di: http://ejournal-s1.undip.a .id/inde!.

php/jmr

Pengaruh Konsentrasi NaOH yang Berbeda Terhadaap Mutu Agar Rumput Laut Gracilaria verrucosa
a!hid "ndra Kusuma#$% &una'an idi (antosa% Rini Pramesti

"ro#ram $tudi %lmu &elautan, 'a(ultas "eri(anan dan %lmu &elautan, )ni*ersitas +ipone#oro &ampus Tem,alan#, $emaran# -02.- Telp/'a!. 02/-././091 email : dioch_gun@yahoo.com

)bstra!
2ra ilaria *erru osa merupakan jenis rumput laut merah yang mengandung a#ar dan banyak dibudidayakan di pertambakan Indonesia. 3#ar dari 2. *erru osa banyak digunakan dalam industri makanan, salah satunya digunakan sebagai pengental atau penstabil makanan. Namun, a#ar yang bermutu baik perlu dikembangkan. Tujuan dari penelitian dengan penambahan NaO sebelum diekstraksi ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan konsentrasi NaO yang berbeda terhadap mutu a#ar dari rumput laut 2. *erru osa. !enelitian ini dilaksanakan pada "# $uli sampai 1% &gustus '#1' di (aboratorium )ultur $aringan Tumbuhan, *akultas +ains dan ,atematika - .ni/ersitas 0iponegoro. !engambilan sampel dilakukan pada '1 $uli '#1'. 2. *erru osa diperoleh dari tambak daerah Tambak arjo, )rapyak, )ecamatan +emarang 1arat - +emarang. ,etode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan 2ancangan &cak (engkap 32&(4 untuk mengetahui perbedaan konsentrasi larutan NaO . asil penelitian menunjukkan bah5a konsentrasi NaO berpengaruh terhadap kekuatan gel, kadar sul6at, kadar abu dan kadar air a#ar 2. *erru osa 3p #,#74. +emakin tinggi konsentrasi larutan NaO maka kekuatan gel, kadar abu dan kadar airnya semakin tinggi, sedangkan kadar sul6atnya semakin rendah. asil terbaik diperoleh pada perlakuan dengan menggunakan larutan NaO konsentrasi % 8. Kata*!ata Kunci : 2ra ilaria *erru osa9 3#ar9 Natrium idroksida 3NaO 4

)bstract
2ra ilaria *erru osa is a type o6 red sea5eed containing agar and 5idely culti/ated in brackish 5ater ponds in Indonesian. &gar 6rom 2. *erru osa is 5idely used in the 6ood industry, one o6 5hich is used as a thickener or stabili:er o6 6ood. o5e/er, a good ;uality o6 agar 5ith high durability needs de/eloped. The purpose o6 this study 5ith the addition o6 NaO be6ore e<tracted is to determine the e66ect o6 di66erent concentrations o6 NaO on the agar ;uality o6 sea5eed 2. *erru osa. This study 5as conducted 6rom $uly "# until &ugust 1%, '#1' in !lant Tissue =ulture (aboratory, *aculty o6 +cience and ,athematics - .ni/ersity o6 0iponegoro. +ampling 5as conducted on $uly '1, '#1'. 2. *erru osa 5as obtained 6rom local ponds Tambak arjo, )rapyak, 0istrict o6 >est +emarang - +emarang. The method used 5as laboratory e<perimental methods 5ith completely randomi:ed design 3=204 to determine di66erences in the concentration o6 NaO . The results sho5ed that the e66ect o6 the concentration o6 NaO a66ected the gel strength, sulphate content, ash content, moisture content, and yield on agar 2. *erru osa 3p #,#74. The higher the concentration o6 NaO the higher gel strength, ash content, 5ater content, and yield, but lo5ering sulphate le/els. The best results obtained in the treatment 5ith NaO solution concentration o6 % 8. Key'ords : 2ra ilaria *erru osa9 &gar9 +odium ?4 "enulis penan##un# ja4a, ydro<ide 3NaO 4

Pendahuluan
2umput laut atau sea4eed adalah tumbuhan sederhana yang tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati. +eluruh bagian tubuhnya disebut thallus 3+usanto, '#1#4. 1entuk thallus rumput laut pipih, gepeng, lembaran, 6ilament, dan bulat seperti rambut 3&tmadja et al., 1@@%9 1old and >ynne, 1@A74.

2umput laut merupakan salah satu komoditas potensial Indonesia yang digunakan sebagai bahan baku berbagai industri. 2umput laut komersial yang bernilai ekonomi tinggi dan dibudidayakan di Indonesia yaitu 2ra ilaria spp. sebagai penghasil agar 3a#aro5it4, $ar#assum spp. sebagai penghasil alginat 3al#ino5it4, dan 6u heuma spp. sebagai penghasil karagenan 3(ara#ino5it4 3&nggadiredja et al., '##%9 )ordi, '#114.

1 1'#

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 120-129 Online di: http://ejournal-s1.undip.a .id/inde!.php/jmr

2umput laut merah digolongkan menjadi dua kelompok berdasarkan kemampuannya memproduksi a#ar yaitu 3#aroph7te 3kelompok rumput laut yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan a#ar4 dan 3#aroidoph7te 3mempunyai si6at seperti a#ar, tetapi mempunyai gaya gel rendah dan /iskositas yang berbeda4 3.tami, '##A4. &garo6it tersebut diantaranya adalah 2ra ilaria sp., 2elidium sp., 2ellidiella sp., 2elidiopsis sp. 3&slan, 1@@A4. +pesies lain yang merupakan agaro6it menurut 2osul/a 3'##A4 yaitu "tero ladia sp., 3 anthopelus sp., 3hn5eltia sp., H7pnea sp., dan 8eramium sp. +truktur a#ar terdiri atas dua komponen utama, yaitu agarosa 3salah satu 6raksi pembentuk a#ar4 dan agaropektin. &garosa merupakan suatu polimer netral dan agaropektin merupakan suatu polimer sul6at. &garosa adalah suatu polisakarida netral yang terdiri dari rangkaian 0galaktosa dengan ikatan B-1," dan (galaktosa dengan ikatan C-1,D. &garopektin bersi6at lebih kompleks dan mengandung polimer sul6at. 2asio kedua polimer sangat ber/ariasi dan persentase agarosa dalam ekstrak a#ar berkisar antara 7#8 sampai A#8. +ecara umum struktur agarosa dan agaropektin dapat dilihat pada Eambar 1.

&ambar -, +truktur kimia a#ar, a#ar ideal setelah diekstraksi 3&4, prekursor a#ar 3dalam rumput laut sebelum diekstraksi4 314. !enambahan alkali pada ekstraksi a#ar saat tahap perendaman perlu dilakukan karena alkali terdi6usi ke dalam jaringan sel selulosa rumput laut, dan terjadi reaksi perubahan struktur kimia prekursor 3rumput laut4 menjadi struktur a#ar ideal 30istantina et al., '##A4. +tandar mutu a#ar digunakan untuk menentukan kualitasnya. 3#ar yang dapat dipakai dalam industri adalah a#ar yang tinggi kekuatan gel dan hasil rendemennya namun rendah kadar sul6at, abu, dan air serta 5arnanya sudah menjadi putih dan terang 3>inarno, '##A4. ,enurut !oncomulyo et al. 3'##A4, rata-rata rendemen a#ar yang dihasilkan rumput laut 2. *erru osa adalah A - 1D 8. Tabel +, +tandart mutu a#ar menurut +NI 3+tandart Nasional Indonesia4 +pesi6ikasi Nilai 17-'D 8 F D8 G "# 8 0ii:inkan

&ambar +, +truktur agarosa 31,D4 -",% anhidro (-galaktosa dan 31,"4 0-galaktosa dan agaropektin 32amadhan, '#114. +truktur kimia a#ar dalam prekursor 3senya5a yang dapat mengalami perubahan untuk menghasilkan senya5a baru dan membutuhkan adanya larutan :at lain pada komposisi, konsentrasi, dan kondisi reaksi tertentu4 rumput laut dan a#ar ideal setelah perlakuan alkali ditunjukkan dalam Eambar ' berikut ini:

)andungan air )andungan abu )adar karbohidrat 3galaktosa4 )andungan logam berat 3=u, g, dan !b4 )andungan &rsen Hat !e5arna Tambahan

)ekenyalan 1aik +umber: &ngka I +uhartono 3'###4 dalam Indria5ati 3'##J4

1'1

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 120-129 Online di: http://ejournal-s1.undip.a .id/inde!.php/jmr

Tabel -, +tandart mutu salah satu jenis a#ar ekspor $epang


+pesi6ikasi >arna )eseragaman +uperior putih seragam mutu dan ukuran G %## F '' F #,7 F D,# Tingkat mutu no. 1 putih kekuningan seragam mutu dan ukuran G "7# F '' F 1,7 F D,# no. ' putih kekuningan kurang seragam G '7# F '' F ',# F D,# no. " )uning coklat tidak seragam G 17# F '' F ",# F D,#

+edangkan bahan perendam sebelum ekstraksi digunakan larutan teknis Natrium hidroksida 3NaO 4.

Metode Penelitian
,otode yang digunakan adalah metode eksperimental laboratories dengan rancangan acak lengkap 32&(4. !erlakuan yang digunakan adalah konsentrasi NaO yang berbeda 3# 8, ' 8, D 8, dan % 84 dengan 5aktu perebusan 1M jam 3dilihat Eambar "4. !ada Eambar " dapat dilihat skema ekstraksi a#ar 2. *erru osa, hasil yang didapat dianalisis secara statistik yaitu normalitas, homo#enitas, 3NOV3, dan posho test. 0ilanjutkan uji regresi linier untuk melihat persamaan yNaOb< dan bentuk hubungan antara perbedaan konsentrasi NaO terhadap kualitas a#ar 3kekuatan gel, kadar sul6at, kadar abu, kadar air, dan rendemen4.

)ekuatan gel 3gKcm'4 )adar air 384 !rotein 384 )adar abu 384 1ahan tidak leleh pada air mendidih

F #,7

F ',#

F ",#

F D,#

+umber: Tensiska 31@@'4 Lkstraksi dengan menggunakan asam asetat ber6ungsi untuk menarik a#ar keluar dari dinding sel. 1ahan perendam sebelum diekstraksi menggunakan perlakuan NaO ' 8, D 8, dan % 8 dan tanpa perlakuan NaO 3# 84. ,etode ekstraksi menggunakan modi6ikasi &mnidar 31@A@4 yang telah disesuaikan dengan +NI. 0alam industri, ost sangat diperhitungkan, sehingga perlakuan basa sebelum ekstraksi yang digunakan ber6ungsi untuk meningkatkan mutu a#ar. !engunaan NaO karena menurut +ubaryono dan ,urniyati 3'##@4 belum banyak penelitian yang menggunakan NaO dan harganya juga murah sehingga perlu dilakukan penelitian guna mengetahui seberapa pengaruh konsentrasi NaO yang berbeda terhadap mutu a#ar dari rumput laut 2. *erru osa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan konsentrasi NaO yang berbeda terhadap mutu a#ar 3kekuatan gel, kadar sul6at, kadar abu, kadar air, dan rendemen4 rumput laut 2. *erru osa.

a, Pengambilan RL G. verrucosa dan Persiapan .!stra!si


2umput laut 2. *erru osa umur P ' bulan diambil dari perairan Tambak arjo, +emarang dengan kedalaman P D# cm. 2umput laut yang diperoleh setelah dicuci dengan air tambak untuk menghilangkan kotoran beserta tanaman epi6it kemudian dijemur.

b, "dentifi!asi (ampel
Identi6ikasi dilakukan dengan pengamatan dan pengukuran menggunakan jangka sorong. 2. *erru osa yang didapatkan berumur P ' bulan, tinggi '7 "# cm, mempunyai tekstur berdaging kuat, 5arna hijau kekuningan, bentuk ujung cabang-cabang utama meruncing dengan ukuran diameter setiap cabang 1,7 - ' mm, dan bercabang berulang-ulang atau kadang-kadang berbentuk dikotomus dengan perbanyakan cabang yang berbentuk sama.

Materi dan Metode Materi Penelitian


,ateri yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumput laut jenis 2ra ilaria *erru osa yang diambil dari perairan Tambak arjo, +emarang.

c, Persiapan (ampel
2umput laut kering asin 2. *erru osa dari tambak yang sudah dibersihkan, kemudian dicuci lagi menggunakan air ta5ar yang mengalir

1''

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 120-129 Online di: http://ejournal-s1.undip.a .id/inde!.php/jmr

untuk menghilangkan kadar garam. +etelah bersih dilakukan penjemuran P " hari sampai kering 31K1# dari berat rumput laut basah dan disimpan di dalam plastik untuk proses selanjutnya.

Tahap )'al
2. *erru osa kering asin dari tambak

!encucian 7 kali dengan air mengalir

d, Proses .!stra!si Agar


Lkstraksi a#ar yang digunakan dalam penelitian ini menurut &mnidar, 31@A@4 yang telah dimodi6ikasi : +ampel 2. *erru osa yang telah kering ditimbang 1## gram dan dipotong P 7 cm, setelah itu direndam dengan larutan =aO=l' #,'78 selama ' jam untuk pemucatan. +etelah direndam lalu dicuci bersih kemudian dimasak dalam 17## m( larutan NaO ' 8 dengan suhu P A7-@# #= selama 1,7 jam untuk memecah dinding sel rumput laut. =ara yang sama dilakukan dengan perbedaan konsentrasi NaO D8, %8, dan tanpa perlakuan 3#84. !roses selanjutnya dicuci dengan air mengalir sebanyak 7 kali sampai air cucian tidak ber5arna. 0itambah 17## m( a;uades dan diblender P "# detik sampai homogen. !roses selanjutnya diekstraksi dengan menambahkan asam asetat 3= "=OO 4 hingga p menjadi % dengan suhu P @#-@7 # = selama ' jam sambil diaduk untuk mencegah timbulnya kerak di dasar. asil ekstraksi disaring, 6iltrat ditambahkan 1',7 gram )=l dan diaduk selama P 7 menit. *iltrat dibiarkan membentuk gel selama P 1A jam pada suhu ruangan. Eel yang terbentuk dibekukan dalam 5ree9er lemari es bersuhu -1' Q ## = selama P DA jam. +etelah beku, a#ar diuji kekuatan gelnya menggunakan T&-RT' &nalyser. asil a#ar yang lain dikeluarkan dari 5ree9er dan didiamkan selama P 'D jam kemudian ditiriskan dengan meletakkannya di atas kain belacu pada suhu ruangan selama P 1# menit hingga airnya tidak menetes sampai dipindahkan ke botol sampel untuk diuji kandungan sul6at, kadar air, dan kadar abunya. !engujian akan menghasilkan data untuk dianalisis supaya mengetahui perbedaan mutu yang dihasilkan.
!engeringan

Tahap .!stra!si
2. *erru osa kering 1## g

!emucatan P ' jam dengan menambahkan =aO=l' #,'78 dalam '### ml larutan, 5aktu ' jam

0irendam NaO

#89 '89 D89 dan %89 P 1,7 jam pada suhu A7-@## =

!enghancuran P "# detik dengan penambahan a;uades 17## ml

Lkstraksi menggunakan asam asetat 3= hingga p %

"=OO

0imasak pada suhu @#-@7# = selama ' jam

!enyaringan 3diperas dan disaring dengan kain belacu4

*iltrat ditambah 1',7 gram )=l diaduk selama 7 menit

!embentukan gel dalam suhu ruangan dalam P 1A

0ibekukan dalam suhu -1' Q ## = selama P DA jam

.ji kekuatan gel

!elelehan es dan pemisahan air dengan a#ar P 'D jam

0itiriskan pada kain belacu P 1# menit

0iuji kandungan sul6at, kadar abu, dan kadar air.

&ambar /, +kema pembentukan a#ar 3,odi6ikasi &mnidar, 1@A@4.

1'"

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 120-129 Online di: http://ejournal-s1.undip.a .id/inde!.php/jmr

Hasil dan Pembahasan


2umput laut 2. *erru osa yang diberi larutan NaO berbeda dengan konsentrasi ' 8, D 8, % 8 dan tanpa perlakuan NaO 3# 84 memberikan hasil yang ber/ariasi dalam pengukuran mutu a#ar 3kekuatan gel, kadar sul6at, kadar abu, kadar air, dan rendemen4, sebagaimana tercantum dalam Tabel ". Tabel /, Nilai )ekuatan Eel, )adar +ul6at, )adar &bu, )adar &ir dan 2endemen dari ,asing-,asing !erlakuan
!arameter .kur )ekuatan Eel 3g64 )adar +ul6at 384 )adar &bu 384 )adar &ir 384 2endemen 384 NaO #8 D1,J# P J,#" ',1' P #,#J J,17 P #,#7 %",#' P #,'D %,"1 P 1,DA NaO '8 %1,7@ P 1#,"D 1,J7 P #,#J J,#A P #,#7 %",D' P #,'J 1#,DD P 1,%A NaO D8 @7,7@ P "D,7A 1,71 P #,#" J,'1 P #,#D %D,#% P #,1D 11,1" P 1,%# NaO %8 1"1,A P 1#,%1 1,'% P #,#J J,DD P #,#D %D,JJ P #,"' 1",A@ P #,A1

150.000 Kekuatan Gel (gf) 100.000 50.000 0.000 0% 2% 4% 6% 8% y = 1521,6x + 37,023 ! = 0,"#$3

K%n&entra&' NaOH &ambar 1, Era6ik ubungan )ekuatan Eel 3#ar 2umput (aut 2. *erru osa dengan )onsentrasi NaO yang 1erbeda Eambar D dan 7 menunjukkan bah5a apabila konsentrasi NaO dinaikkan, maka kekuatan gel akan semakin naik. !engaruh NaO terhadap kenaikan kekuatan gel yaitu sebesar 2 N @@,'1 8 sedangkan #,J@ 8 adalah pengaruh dari 6aktor lain. &nalisis statistik 3&NOS&4, hubungan NaO terhadap kekuatan gel diketahui bah5a konsentrasi NaO berpengaruh nyata 3pF#,#74, al ini diduga NaO merupakan basa kuat yang dapat membersihkan sisasisa senya5a sul6at dari garam-garam sul6at. )arena sul6at merupakan penghambat a#ar untuk menyatu menjadi satu kesatuan ikatan sehingga apabila sul6atnya banyak maka kekuatan gelnya akan semakin rendah, begitu sebaliknya. 2endahnya nilai kekuatan gel yang diperoleh diduga masih tingginya kandungan sul6at dalam a#ar yang dihasilkan dalam penelitian ini. 0istantina 3'##A4 menyatakan, secara umum perendaman dengan alkali dapat meningkatkan kekuatan gel a#ar sedangkan perendaman dengan asam menurunkan kekuatan gel a#ar. al ini juga sesuai dengan pernyataan 2ees 31@%@4 dalam 2osul/a 3'##A4, bah5a semakin rendah nilai kadar sul6at maka kekuatan gel semakin tinggi.

)nalisis Ke!uatan verrucosa

&el

Agar

G.

1erdasarkan dari penelitian didapat hasil rata-rata kekuatan gel yang berkisar antara DJ,J# g6 - 1"1,A1 g6. 150.000 Kekuatan Gel (gf) 100.000 50.000 0.000 0% 2% 4% 6%

Perlakuan NaOH &ambar 0, Era6ik asil 2erata )ekuatan Eel 3g64 3#ar 2umput (aut 2. *erru osa pada )onsentrasi NaO 384 yang 1erbeda

1'D

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 120-129 Online di: http://ejournal-s1.undip.a .id/inde!.php/jmr

)nalisis Kadar verrucosa

(ulfat

Agar

G.

1erdasarkan dari hasil penelitian didapat rata-rata kadar sul6at berkisar antara 1,'% - ',1' 8. 2.500 2.000 1.500 1.000 0.500 0.000 0% 2% 4% 6% Ka(ar )ulfat (*)

K%n&entra&' NaOH &ambar 2, Era6ik asil 2erata )adar +ul6at 384 3#ar 2umput (aut 2. *erru osa pada )onsentrasi NaO 384 yang 1erbeda 2.500 2.000 1.500 1.000 0.500 0.000 0% 2%

y = +1$,133x + 2,0#$ ! = 0,"#"1 4% 6% 8%

air limbah industri dapat mengandung berbagai jenis bahan anorganik seperti garam anorganik dan asam anorganik. ,agnesium sul6at merupakan garam anorganik yang berasal dari kegiatan pertambangan dan industri. &sam sul6at yang merupakan asam anorganik, berasal dari industri pengolahan biji logam 3,ubarok, '##@4. Tingginya kadar sul6at diduga juga akibat masih banyaknya senya5a sul6at yang terikat dan belum terpisah dalam struktur kimia a#ar. ,enurut 2osul/a 3'##A4, bah5a untuk menurunkan kandungan sul6at dalam rumput laut, dapat dilakukan praperlakuan yaitu perendaman NaO sebelum proses ekstraksi. &rmisen 31@@749 !hillips I >illiam 3'###4 dalam Indria5ati 3'##J4 menambahkan, bah5a proses perlakuan basa sebelum diekstraksi menggunakan asam dapat mengurangi kadar sul6at, karena sul6at atau gugus sul6at pada rumput laut penghasil a#ar terakumulasi pada dinding sel dan terikat bersama-sama dengan a#ar. al ini diduga, basa dapat mengikat sul6at yang ada pada rumput laut.

Ka(ar )ulfat (*)

)nalisis Kadar )bu Agar G. verrucosa


1erdasarkan dari hasil penelitian didapat rata-rata kadar sul6at berkisar antara J,#A - J,DD 8. 7.600 Ka(ar ,-u (*) 7.400 7.200 7.000 6.800 0% 2% 4% 6%

K%n&entra&' NaOH &ambar 3, Era6ik ubungan )adar +ul6at 3#ar 2umput (aut 2. *erru osadengan )onsentrasi NaO yang 1erbeda Eambar % dan J menunjukkan bah5a apabila konsentrasi NaO dinaikkan, maka kadar sul6at akan semakin turun. !engaruh NaO terhadap penurunan kadar sul6at yaitu sebesar 2 N @@,D7 8 sedangkan #,77 8 adalah pengaruh dari 6aktor lain. &nalisis statistik 3&NOS&4, hubungan NaO terhadap kadar sul6at diketahui bah5a konsentrasi NaO berpengaruh nyata 3pF#,#74, al ini diduga bah5a bahan baku rumput laut diperoleh dari lokasi tambak yang dekat dengan industri pengolahan baja. +eperti dinyatakan ,ubarok 3'##@4,

Perlakuan NaOH &ambar 4, Era6ik asil 2erata )adar &bu 384 3#ar 2umput (aut 2. *erru osa pada )onsentrasi NaO 384 yang 1erbeda

1'7

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 120-129 Online di: http://ejournal-s1.undip.a .id/inde!.php/jmr

Ka(ar ,'r (*)

7.500 7.400 7.300 7.200 7.100 7.000 0% 2% 4%

66.000 65.000 64.000 63.000 62.000 61.000 0% K%n&entra&' NaOH 2% 4% 6%

Ka(ar ,-u (*)

y = 5x + 7.07 ! = 0.6#$ 6% 8%

&ambar 5, Era6ik ubungan )adar &bu 3#ar 2umput (aut 2. *erru osa dengan )onsentrasi NaO yang 1erbeda Eambar A dan @ menunjukkan bah5a apabila konsentrasi NaO dinaikkan, maka kadar abu akan semakin naik. !engaruh NaO terhadap kenaikan kadar abu yaitu sebesar 2 N A',J% 8 sedangkan 1J,'D 8 adalah pengaruh dari 6aktor lain. &nalisis statistik 3&NOS&4, hubungan NaO terhadap kadar abu diketahui bah5a konsentrasi NaO berpengaruh nyata 3pF#,#74, al ini diduga karena semakin tinggi kekuatan gel maka elemen mineral yang tersisa terperangkap dalam a#ar tersebut dan susah untuk keluar. )adar abu pada penelitian ini diduga juga berasal dari )=l yang ditambahkan untuk proses netralisasi. al ini sesuai dengan pendapat &mnidar 31@A@4, kadar abu dalam a#ar berasal dari garam-garam yang melekat pada rumput laut dan tidak tercuci pada saat pembersihan.

Perlakuan NaOH &ambar +6, Era6ik asil 2erata )adar &ir 384 3#ar 2umput (aut 2. *erru osa pada )onsentrasi NaO 384 yang 1erbeda 65.000 Ka(ar ,'r (*) 64.500 64.000 63.500 63.000 62.500 0% 2% 4% 6% 8% y = 2".51x + 62."3 ! = 0."#$

K%n&entra&' NaOH &ambar ++, Era6ik ubungan )adar &ir 3#ar 2umput (aut 2. *erru osa dengan )onsentrasi NaO yang 1erbeda Eambar 1# dan 11 menunjukkan bah5a apabila konsentrasi NaO dinaikkan, maka kadar air akan semakin naik. !engaruh NaO terhadap kenaikan kadar air yaitu sebesar 2 N @@,'D 8 sedangkan #,J% 8 adalah pengaruh dari 6aktor lain. &nalisis statistik 3&NOS&4, hubungan NaO terhadap kadar air diketahui bah5a konsentrasi NaO berpengaruh nyata 3pF#,#74, al ini diduga tidak dilakukan pengeringan dengan di o/en maupun dikeringkan di ba5ah sinar matahari melainkan hanya ditiriskan dan di uji dalam bentuk a#ar setelah proses pembekuan, hal ini seperti metode ekstraksi yang dilakukan sesuai +tandar Nasional Indonesia 3+NI #1DD@J-1@@A4 dalam 2asyid 3'##D49 aryanto

)nalisis Kadar )ir Agar G. verrucosa


1erdasarkan dari hasil penelitian didapat rata-rata kadar air berkisar antara %",#' - %D,JJ 8.

1'%

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 120-129 Online di: http://ejournal-s1.undip.a .id/inde!.php/jmr

3'##74 dalam >idyastuti 3'##@4 yang hanya hingga proses pendinginan. ,enurut &mnidar 31@A@4, pada saat pencairan es, tidak semua air dapat keluar dari ekstrak a#ar, sehingga jumlah air yang terba5a oleh ekstrak a#ar tergantung pada keadaan gel sebelum pembekuan dan kesempurnaan proses pembekuan.

diketahui bah5a konsentrasi berpengaruh nyata 3pF#,#74,

NaO

)nalisis Rendemen Agar G. verrucosa


1erdasarkan dari hasil penelitian didapat rata-rata kadar air berkisar antara %,"1 - 1",A@ 8. 15 en(e/en (*) 10 5 0 0% 2% 4% K%n&entra&' NaOH 6%

+emakin tingginya rendemen diduga akibat penambahan pemberian konsentrasi NaO yang menyebabkan dinding sel rusak dan a#ar yang terakumulasi pada dinding sel dapat ditarik keluar dengan mudah saat diekstraksi menggunakan asam asetat. ,enurut (inggih 31@AA4 dalam !ranata 3'##D4, golongan alkali merupakan reduktor yang kuat dan penghantar panas yang baik. Tuni:al 3'##D4 menambahkan, bah5a rendemen yang tinggi bisa dipengaruhi oleh 6aktor tingginya kadar air, kadar abu dan kadar dari selulosa. +ehingga rendemen yang didapat dalam penelitian ini belum tentu menunjukkan tingginya kadar mutu dari a#ar.

Kesimpulan
1erdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bah5a: 1. !enggunaan larutan NaO berpengaruh terhadap mutu a#ar. +emakin tinggi konsentrasi NaO maka kadar sul6at berkurang, sedangkan kekuatan gel, kadar abu, kadar air, dan rendemen a#ar bertambah. !erendaman larutan NaO dengan konsentrasi % 8 mendapatkan hasil yang baik. Nilai kekuatan gel a#ar tertinggi terdapat pada konsentrasi % 8 sebesar 1"1,A1 3g64 dan terendah pada perlakuan # 8 sebesar D1,J# 3g64. Nilai kadar sul6at a#ar tertinggi terdapat pada perlakuan # 8 sebesar ',1' 8 dan terendah pada konsentrasi % 8 sebesar 1,'% 8. Nilai kadar abu a#ar tertinggi terdapat pada konsentrasi % 8 sebesar J,DD 8 dan terendah pada konsentrasi ' 8 sebesar J,#A 8. Nilai kadar air a#ar tertinggi terdapat pada konsentrasi % 8 sebesar %D,JJ 8 dan terendah pada perlakuan # 8 sebesar %",#' 8. Nilai rendemen a#ar tertinggi terdapat pada konsentrasi % 8 sebesar

&ambar +-, Era6ik asil 2erata 2endemen 384 3#ar 2umput (aut 2. *erru osa pada )onsentrasi NaO 384 yang 1erbeda 16 14 12 10 8 6 4 2 0 0% 2% 4% K%n&entra&' NaOH &ambar +/, Era6ik ubungan 2endemen 3#ar 2umput (aut 2. *erru osa dengan )onsentrasi NaO yang 1erbeda Eambar 1' dan 1" menunjukkan bah5a apabila konsentrasi NaO dinaikkan, maka rendemen akan semakin naik. !engaruh NaO terhadap kenaikan rendemen yaitu sebesar 2 N @%,7J 8 sedangkan ",D" 8 adalah pengaruh dari 6aktor lain. &nalisis statistik 3&NOS&4, hubungan NaO terhadap rendemen

en(e/en (*)

y = 117,15x + 6,"2# ! = 0,"325

6%

8%

'.

1'J

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 120-129 Online di: http://ejournal-s1.undip.a .id/inde!.php/jmr

1",A@ 8 dan terendah pada perlakuan # 8 sebesar %,"1 8.

7capan Terima!asih
!enulis menyampaikan terimakasih kepada Ir. Euna5an >idi +antosa, ,.+c dan 0ra. 2ini !ramesti, ,.+i sebagai dosen pembimbing yang telah memberikan pengarahan dan petunjuk dalam menyelesaikan jurnal ilmiah ini serta semua pihak dan instansi yang telah memberikan bantuan dan 6asilitas dalam penulisan jurnal ilmiah ini.

,ubarok, ). '##@. !engelolaan (imbah. $urnal Teknik Industri, .ni/ersitas Trunojoyo, ,adura. +umber: https:KKkhamdiutm.6iles.5ordpress.c omK'#1'K#"Kikpil-#@pengelolaan-limbah.pd6 !oncomulyo, T., ,aryani, ., dan )ristiani, (. '##A. 1udidaya dan !engolahan 2umput (aut. &gromedia !ustaka, $akarta. %A hlm. !ranata, &.+. '##D. *aktor ,odi6ikasi (arutan 0an >aktu !erendaman oleh NaO dan konsentrasi )O Terhadap ,utu !ermen $elly &lga ,erah 3&appaph7 us al*are9ii4. +kripsi. $urusan Teknologi asil !erikanan, *akultas !erikanan dan Ilmu )elautan, Institut !ertanian 1ogor. 2amadhan, >. '#11. !eman6aatan &garagar Tepung sebagai Te<turi:er pada *ormulasi +elai $ambu 1iji ,erah 3"sidium #uaja*a (.4 (embaran dan !endugaan .mur +impannya. *akultas !erikanan dan Ilmu )elautan, Institut !ertanian 1ogor. 2asyid, &. '##D. 1ebarapa =atatan Tentang &gar. Oseana, Solume RRIR, Nomor ', Tahun '##D : 1 Q J. 3I++N #'1%-1AJJ4 sumber:555.oseanogra6i.lipi.go.id 2osul/a, I. '##A. !embuatan &gar 1akto 0ari 2umput (aut 2elidium sp. 0engan )hitosan +ebagai &bsorben. +kripsi *akultas !erikanan dan Ilmu )elautan, Institut !ertanian 1ogor. +ubaryono dan ,urniyati. '##@. !engaruh !raperlakuan &lkali 3NaO 4 pada Lkstraksi &gar-agar dari 2umput (aut 2ra ilaria sp. Terhadap )ekuatan Eel, 2endemen, dan )arbohidrat. >orkshop Nasional 1ioteknologi dan Industri 2umput (aut, !eneliti pada 1alai 1esar 2iset !engolahan !roduk dan 1ioteknologi )elautan dan !erikanan, $akarta.

8aftar Pusta!a
&mnidar. 1@A@. ,empelajari !engaruh )onsentrasi NaO dan >aktu !erlakuan &lkali Terhadap ,utu &gar-&gar dari 2umput (aut 2la ilaria *erru osa. +kripsi. *akultas Teknologi !ertanian, Institut !ertanian 1ogor. 1old, .=. and ,.$. >ynne. 1@A7. Introduction to The &lgae, +tructure and 2eproduction. 'nd ed., !rentice all Inc, $ersey, pp. '%J-'J#.

0istantina, +., 0.2. &nggraeni dan (.L. *itri. '##A. :urnal ;e(a7asa "roses, Sol. ', No. 1, '##A: 11-1%. !engaruh )onsentrasi dan $enis (arutan !erendaman terhadap )ecepatan Lkstraksi dan +i6at Eel &gar-agar dari 2umput (aut 2ra ilaria *erru osa. $urusan Teknik )imia *akultas Teknik .ni/ersitas +ebelas ,aret, +urakarta. Indria5ati, ). '##J. &nalisis )ekuatan Eel 3Eel +trength4 &gar-agar )omersial 1erdasarkan )onsentrasi +ul6at dan )onsentrasi ",%-&nhidro-(Ealaktosa. +kripsi !rogram +tudi 1iokimia *akultas ,atematika dan Ilmu !engetahuan, Institut !ertanian 1ogor. )ordi, ). ,. E. ., '#11. )iat +ukses 1udidaya 2umput (aut di (aut dan Tambak. (ily !ublisher, Togyakarta, 1"D hlm.

1'A

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 120-129 Online di: http://ejournal-s1.undip.a .id/inde!.php/jmr

+usanto, &.1. '#1#. Teknologi !engolahan 2umput (aut Indonesia. +alam: !rosiding >orkshop Nasional 1ioteknologi dan Industri 2umput (aut Tanggal 7 +eptember '##@. Tayasan 2umput (aut Indonesia, +emarang, pp. 1'#. Taylor, >.2. 1@%#. ,arine &lgae o6 The Lastern Tropical and +ubtropical =oasts o6 The &mericas. The .ni/ersity o6 ,ichigan !ress, .nited +tates o6 &merica. Sol. <<i, pp. DD1. Tensiska. 1@@'. !engaruh !emucatan Terhadap 0erajat !utih dan )ekuatan Eel &gar-agar. +kripsi *akultas Teknologi !ertanian I!1, 1ogor. .tami, (I. '##A. !engambilan ,inyak )elapa 0engan !roses *ermentasi ,enggunakan +charomyces =ere/icerae &mobil. :urnal "enelitian %lmu Te(ni( Sol.A, No.' 0esember

'##A : A%-@7, Teknik )imia *TI.!NS, $a5a Timur. >idyastuti, +. '##@. !engolahan &gar-agar dari &lga =oklat +train (okal (ombok ,enggunakan 0ua ,etode Lkstraksi. :urnal 3#rote(sos Sol. 1@ No. 1-', &gustus '##@, !rogram +tudi Teknologi asil !ertanian *akultas !ertanian .ni/ersitas ,ataram, ,ataram (ombok. >inarno *E. '##A. )imia !angan dan Ei:i. 1ogor : ,1rio !ress. al D1-77. Tuni:al, 1@@@. Teknologi Lkstraksi &lginat 0ari 2umput (aut =oklat 3!haeophyceae4. Instalasi !enelitian !erikanan (aut +lipi, 1alai !enelitian !erikanan laut, !usat !enelitian dan !engembangan !erikanan, $akarta, "# hlm.

1'@