Anda di halaman 1dari 20

Tugas perkembangan keluarga dengan balita

Kelompok 2 Acep, deni, nurul, hegar, neng desi, jihan, wildan.

Definisi keluarga
Family (yunani)
kumpulan individu yang hidup di bawah seorang KK dan di dalam rumah terdiri dari org tua, org dewasa, anak-anak, saudara & pembantu
unit dasar dari pertumbuhan, pengalaman dan adaptasi suatu kumpulan manusia yang berdasarkan atas perkawinan & kelahiran orang yang di hubungkan, adopsi, kelahiran yang bertujuan menciptakan & mempertahankan budaya umum, meningkatkan perkembangan fisik dan mental , emosional, sosial dari tiap anggota kelompok orang yang mempunyai ikatan perkawinan keturunan / darah / adopsi yang tinggal bersama di dalam satu rumah saling berinteraksi, berkomunikasi dalam peran sosial, mempunyai kebiasaan / kebudayaan dan keunikan tersendiri.

Murray & zenter (ahli kesehatan jiwa) Faber (ahli biologi) Duvall

Berges

Fungsi keluarga (friedman)


1. 2. 3. 4. 5. Fungsi afektif Fungsi sosialisasi Fungsi reproduksi Fungsi perawatan Fungsi ekonomi

Perbedaan tahap perkembangan keluarga


Carter & McGoldrick (family therapi perspective, 1989)
1. Keluarga antara : masa bebas (pacaran) dewasa muda 2. Terbentuknya keluarga baru melalui suatu perkawinan 3. Keluarga yang memiliki anak muda (anak usia bayi sampai usia sekolah) 4. Keluarga yang memiliki anak dewasa 5. Keluarga yang mulai melepas anaknya untuk keluar rumah 6. Keluarga lansia

Duvall (sociological perspective, 1985)


Tidak diidentifikasi karena periode waktu antara dewasa dan menikah tak dapat di tentukan 1. Keluarga baru menikah 2. Keluarga dengan anak baru lahir 3. Keluarga dengan anak pra sekolah 4. Keluarga dengan anak usia sekolah 5. Keluarga dengan anak remaja 6. Keluarga mulai melepas anak sebagai dewasa 7. Keluarga yang hanya terdiri dari orang tua saja / keluarga usia pertengahan 8. Keluarga lansia

Lanjutan .
Tahap perkembangan 3. Keluarga dengan anak usia pra sekolah Tugas perkembangan Memenuhi keb anggota keluarga mis : tempat tinggal, privacy dan rasa aman Membantu anak untuk bersosialisasi Beradaptasi dengan anak yang baru lahir, sementara kebutuhan anak yang lain (tua) juga harus terpenuhi Mempertahankan hub yang sehat baik di dalam ataupun luar keluarga Pembagian waktu untuk individu, pasangan dan anak Pembagian tanggung jawab anggota keluarga Merencanakan kegiatan dan waktu untuk menstimulasi tumbang anak

Tahap2 siklus kehidupan keluarga menurut Duvall, Miller dan Carter dan McGoldrick

Tahap III: Keluarga dengan anak usia prasekolah


Tahap Siklus kehidupan Keluarga
Keluarga dengan anak usia prasekolah
1. 2. 3.

Tugas tugas Perkembangan Klg

4.

5. 6.

Memenuhi keb anggota klg Mensosialisasikan anak Mengintegrasikan anak yg baru sementara tetap memenuhi kebutuhan anak2 lain Mempertahankan hub yg sehat dalam klg dan di luar klg. Pembagian tanggung jawab Merencanakan dan waktu stimulasi tumbuh dan kembang anak

Masalah masalah kesehatan


Penyakit2 menular pd anak, jatuh, luka bakar, keracunan, dan kecelakaan2 yg lain Hubungan perkawinan Persaingan kakak adik, KB, keb pertumbuhan dan perkembangan Masalah2 pengasuhan anak

Keluarga dengan Anak Usia Prasekolah


Tahap ketiga siklus kehidupan keluarga dimulai ketika anak pertama berusia 2 tahun dan berakhir ketika anak berusia 5 tahun

Sekarang, keluarga mungkin terdiri dari 3 hingga 5 orang, dengan posisi suami-ayah, istri-ibu, anak laki-laki-saudara, anak perempuan-saudari. Keluarga lebih menjadi majemuk dan berbeda (Duvall dan Miller, 1985).

orangtua adalah arsitek keluarga, merancang dan mengarahkan perkembangan keluarga (Satir, 1983), adalah penting bagi mereka untuk memperkokoh kemitraan mereka secara singkat, agar perkawinan mereka tetap hidup dan lestari

Tugas perkembangan keluarga


Memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti rumah, ruang bermain, privasi, keamanan Mensosialisasikan anak Mengintegrasi anak yang baru sementara tetap memenuhi kebutuhan anak-anak yang lain Mempertahankan hubungan yang sehat dalam keluarga (hubungan perkawinan dan hubungan orangtua dan anak) dan di luar keluarga (keluarga besar dan komunitas)

Memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti rumah, ruang bermain, privasi, keamanan

Keluarga tumbuh baik dalam jumlah maupun kompleksitas. Perlunya anakanak usia prasekolah dan anak kecil lainnya untuk mengeksplorasi dunia sekitarnya, dan kebutuhan orangtua untuk memiliki privasi mereka sendiri menjadikan perumahan dan ruang yang adekuat sebagai masalah utama

Peralatan dan fasilitas-fasilitas juga perlu bersifat melindungi anak-anak, karena pada tahap ini kecelakaan menjadi penyebab utama kematian dan cacat. Mengkaji keamanan rumah merupakan hal yang penting bagi perawat kesehatan komunitas dan penyuluhan kesehatan perlu dimasukkan sehingga orangtua dapat mengetahui resiko yang ada dan caracara menegah kecelakaan

Karena daya tahan spesifik terhadap banyak bakteri dan penyakit virus dan paparan yang meningkat, anak-anak usia prasekolah sering menderita sakit dengan satu penyakit infeksi minor secara bergantian. Penyakit infeksi sering terjadi bolak-balik dalam keluarga

Kecelakaan, jatuh, luka bakar dan laserasi juga cukup sering terjadi. Kejadian-kejadian ini lebih sering ditemukan dalam keluarga besar, keluarga di mana pengasuh dewasa tidak ada (orangtua sering tidak di rumah), dan keluarga dengan pendapatan rendah. Keamanan lingkungan dan pengawasan anak yang adekuat merupakan kunci untuk mengurangi kecelakaan

Mensosialisasikan anak
Suami-ayah menerima lebih banyak keterlibatan dalam tanggungjawab rumah tangga selama tahap perkembangan keluarga ini daripada tahap lain, persentase terbesar dalam tahap ini digunakan untuk aktifitas perawatan anak Keterlibatan ayah dalam perawatan anak saat ini benar-benar penting, karena hubungan ini dengan anak usia prasekolah dapat membantu anak

mengindentifikasi jenis kelaminnya

Anak-anak usia prasekolah harus banyak belajar pada tahap ini, khususnya dalam hal kemadirian. Mereka harus mencapai otonomi yang cukup dan mampu memenuhi kebutuhan sendiri agar dapat menangani diri mereka sendiri tanpa campur tangan orangtua mereka dimana saja

Peran yang lebih matang juga diterima oleh anak-anak usia prasekolah, yang secara perlahan-lahan menerima lebih banyak tanggungjawab perawatan dirinya sendiri, plus membantu ibu atau ayah dlm melakukan pekerjaan rmh tg

Di sini bukan produktifitas anak yang penting, melainkan proses belajar yang berlangsung.

Peningkatan yang tajam dalam IQ dan keterampilan sosial telah dilaporkan terjadi setelah anak menyelesaikan sekolah taman kanak-kanak selama 2 tahun (Kraft et al, 1968) Persiapan keluarga untuk pisah dengan anak sangat penting dalam membantu anak menyesuaikan diri terhadap perubahan.

Donna L. Wong, 2004, Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik Edisi 4, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta\

Friedman, M. Marilyn (1998), Keperawatan Keluarga: Teori Dan Praktek Edisi 3, Jakarta: penerbit buku kedokteran EGC
Suprayitno (2004), Asuhan Keperawatan Keluarga: Aplikasi dalam keluarga Jakarta: penerbit buku kedokteran EGC http://ners-blog.blogspot.com/2011/10/tugasperkembangan-keluarga-dengan-anak.html