Anda di halaman 1dari 15

JENIS IRIGASI Irigasi merupakan upaya yang dilakukan manusia untuk mengairi lahan pertanian.

Dalam dunia modern, saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian. Namun demikian, irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu per satu. Untuk irigasi dengan model seperti ini di Indonesia biasa disebut menyiram. Sebagaimana telah diungkapkan, dalam dunia modern ini sudah banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan irigasi dan ini sudah berlangsung sejak mesir kuno. JENIS-JENIS IRIGASI Irigasi Permukaan Irigasi Permukaan merupakan sistem irigasi yang menyadap air langsung di sungai melalui bangunan bendung maupun melalui bangunan pengambilan bebas free intake! kemudian air irigasi dialirkan secara gra"itasi melalui saluran sampai ke lahan pertanian. Di sini dikenal saluran primer, sekunder, dan tersier. Pengaturan air ini dilakukan dengan pintu air. Prosesnya adalah gra"itasi, tanah yang tinggi akan mendapat air lebih dulu. Irigasi Lokal Sistem ini air distribusikan dengan cara pipanisasi. Di sini juga berlaku gra"itasi, di mana lahan yang tinggi mendapat air lebih dahulu. Namun air yang disebar hanya terbatas sekali atau secara lokal. Irigasi dengan Penyemprotan Penyemprotan biasanya dipakai penyemprot air atau sprinkle. #ir yang disemprot akan seperti kabut, sehingga tanaman mendapat air dari atas, daun akan basah lebih dahulu, kemudian menetes ke akar. Irigasi Tradisional dengan Ember Di sini diperlukan tenaga kerja secara perorangan yang banyak sekali. Di samping itu juga pemborosan tenaga kerja yang harus menenteng ember. Irigasi Pompa Air #ir diambil dari sumur dalam dan dinaikkan melalui pompa air, kemudian dialirkan dengan berbagai cara, misalnya dengan pipa atau saluran. Pada musim kemarau irigasi ini dapat terus mengairi sawah. Fungsi Irigasi

memasok kebutuhan air tanaman menjamin ketersediaan air apabila terjadi betatan

menurunkan suhu tanah mengurangi kerusakan akibat $rost melunakkan lapis keras pada saat pengolahan tanah

Tu uan Irigasi Irigasi bertujuan untuk membantu para petani dalam mengolah lahan pertaniannya, terutama bagi para petani di pedesaan yang sering kekurangan air. %. '. (. ). &eningkatkan Produksi Pangan terutama beras &eningkatkan e$isiensi dan e$ekti$itas peman$aatan air irigasi &eningkatkan intensitas tanam buah,sayuran dan palawija &eningkatkan dan memberdayakan masyarakat desa dalam pembangunan jaringan irigasi perdesaan

!an"aat Irigasi

Untuk membasahi tanah, yaitu pembasahan tanah pada daerah yang curah hujannya kurang atau tidak menentu. Untuk mengatur pembasahan tanah, agar daerah pertanian dapat diairi sepanjang waktu pada saat dibutuhkan, baik pada musim kemarau maupun musim penghujan. Untuk men yuburkan tanah,dengan mengalirkan air yang mengandung lumpur dan zat*zat hara penyubur tanaman pada daerah pertanian tersebut, sehingga tanah menjadi subur. Untuk kolmatase, yaitu meninggikan tanah yang rendah + rawa dengan pengendapan lumpur yang dikandung oleh air irigasi Untuk penggelontoran air , yaitu dengan mengunakan air irigasi,maka kotoran + pencemaran + limbah + sampah yang terkandung di permukaan tanah dapat digelontor ketempat yang telah disediakan saluran drainase! untuk diproses penjernihan secara teknis atau alamiah. Pada daerah dingin,dengan mengalirkan air yang suhunya lebih tinggi dari pada tanah,sehingga dimungkinkan untuk mengadakan proses pertanian pada musim tersebut

#elebi$an Irigasi

&engatasi kekurangan pangan &eningkatkan produksi dan nilai jual hasil tanaman. Peningkatan kesejahteraan masyarakat Pembangkit,enaga-istrik .$ekterhadapkesehatan Supply #ir /aku Peningkatan 0omunikasi + ,ransportasi ,ransportasi #ir inland na"igation!

http1++pengairan.banyuwangikab.go.id+inde2.php3 option4com5content6"iew4article6id4')1macam*macam*

irigasi6catid4'1berita6Itemid4%(7 %RAINASE Drainase yang berasal dari kata to drain yang berarti mengeringkan atau mengalirkan air drainase, merupakan suatu sistem pembuangan air bersih dan air limbah dari daerah pemukiman, industri, pertanian, badan jalan dan permukaan perkerasan lainnya, serta berupa penyaluran kelebihan air pada umumnya, baik berupa air hujan, air limbah maupun air kotor lainnya yang keluar dari kawasan yang bersangkutan baik di atas maupun di bawah permukaan tanah ke badan air atau ke bangunan resapan buatan. Pemahaman secara umum mengenai drainase perkotaan adalah suatu ilmu dari drainase yang mengkhususkan pengkajian pada kawasan perkotaan, yaitu merupakan suatu sistem pengeringan dan pengaliran air dari wilayah perkotaan yang meliputi pemukiman, kawasan industri dan perdagangan, sekolah, rumah sakit, lapangan olahraga, lapangan parkir, instalasi militer, instalasi listrik dan telekomunikasi, pelabuhan udara, pelabuhan laut, serta tempat* tempat lainnya yang merupakan bagian dari sarana kota yang ber$ungsi mengendalikan kelebihan air permukaan, sehingga menimbulkan dampak negati$ dan dapat memberikan man$aat bagi kegiatan kehidupan manusia. Untuk mendapatkan pemahaman tentang drainase secara umum, maka kita perlu mengetahui latar belakang diperlukannya suatu drainase, tujuan dan man$aat dari pembuatan drainase tersebut, jenis drainase yang umum digunakan, sejarah perkembangan, prinsip*prinsip sistem drainase dan kebijakan*kebijakan yang diambil pemerintah berhubungan dengan pencapaian lingkungan yang baik, asri dan nyaman bagi masyarakat. Siklus keberadaan air di suatu lokasi dimana manusia bermukim, pada masa tertentu akan mengalami keadaan berlebih, sehingga dapat mengganggu kehidupan manusia. Selain itu semakin kompleksnya kegiatan manusia dapat menghasilkan limbah berupa air buangan yang dapat mengganggu kelangsungan hidupnya, dan dengan adanya keinginan untuk meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan hidup maka manusia mulai berusaha untuk mengatur lingkungannya dengan cara melindungi daerah pemukimannya dari air berlebih dan air buangan. Didalam daerah yang belum berkembang+pedesaan, drainase terjadi secara alamiah sebagai bagian dari siklus hidrologi. Drainase alami ini berlangsung tidak secara statis melainkan terus berubah secara konstan menurut keadaan $isik lingkungan sekitar. Seiring dengan berkembangnya kawasan perkotaan yang ditandai dengan banyak didirikannya bangunan* bangunan yang dapat menunjang kehidupan dan kenyamanan masyarakat kota, maka sejalan dengan itu diperlukan pula suatu sistem pengeringan dan pengaliran air yang baik untuk menjaga kenyamanan masyarakat kota. Sehingga drainase perkotaan harus saling padu dengan sampah, sanitasi dan pengendalian banjir perkotaan. Drainase perkotaan bertujuan untuk mengalirkan air lebih dari suatu kawasan yang berasal dari air hujan maupun air buangan, agar tidak terjadi genangan yang berlebihan pada suatu kawasan tertentu. 0arena suatu kota terbagi*bagi menjadi beberapa kawasan, maka drainase di masing*masing kawasan merupakan komponen yang saling terkait dalam suatu jaringan drainase perkotaan dan membentuk satu sistem drainase perkotaan. Dengan adanya suatu sistem drainase di perkotaan maka akan diperoleh banyak man$aat pada kawasan perkotaan yang bersangkutan, yaitu akan semakin meningkatnya kesehatan, kenyamanan dan keasrian daerah pemukiman khususnya dan daerah perkotaan pada

umumnya, dan dengan tidak adanya genangan air, banjir dan pembuangan limbah yang tidak teratur, maka kualitas hidup penduduk di wilayah bersangkutan akan menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketentraman seluruh masyarakat. http1++azwaruddin.blogspot.com+'887+89+pemahaman*umum*drainase.html Drainase merupakan salah satu $asilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota perencanaan in$rastruktur khususnya!. Secara umum, drainase dide$inisikan sebagai serangkaian bangunan airyang ber$ungsi untuk mengurangi dan+atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat di$ungsikan secara optimal. Drainase juga diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas, dimana drainase merupakan suatu cara pembuangan kelebihan air yang tidak diinginkan pada suatu daerah, serta cara*cara penangggulangan akibat yang ditimbulkan oleh kelebihan air tersebut. Dari sudut pandang yang lain, drainase adalah salah satu unsur dari prasarana umum yang dibutuhkan masyarakat kota dalam rangka menuju kehidupan kota yang aman, nyaman, bersih, dan sehat. Prasarana drainase disini ber$ungsi untuk mengalirkan air permukaan ke badan air sumber air permukaan dan bawah permkaantanah! dan atau bangunan resapan. Selain itu juga ber$ungsi sebagai pengendali kebutuhan air permukaan dengan tindakan untuk memperbaiki daerah becek, genangan air dan banjir. 0egunaan saluran drainase antara lain 1

&engeringkan daerah becek dan genangan air sehingga tidak ada akumulasi air tanah. &enurunkan permukaan air tanah pada tingkat yang ideal. &engendalikan erosi tanah, kerusakan jalan dan bangunan yang ada. &engendalikan air hujan yang berlebihan sehingga tidak terjadi bencana banjir.

Sebagai salah satu sistem dalam perencanaan perkotaan, maka sistem drainase yang ada dikenal dengan istilah sistem drainase perkotaan. Drainase perkotaan dide$inisikan sebagai ilmu drainase yang mengkhususkan pengkajian pada kawasan perkotaan yang erat kaitannya dengan kondisi lingkungan sosial*budaya yang ada di kawasan kota. Drainase perkotaan merupakan sistem pengeringan dan pengaliran air dari wilayah perkotaan yang meliputi 1 a. Permukiman. b. 0awasan industri dan perdagangan. c. 0ampus dan sekolah. d. :umah sakit dan $asilitas umum. e. -apangan olahraga. $. -apangan parkir. g. Instalasi militer, listrik, telekomunikasi. h. Pelabuhan udara. Standar dan Sistem Penyediaan %rainase #ota

Sistem penyediaan jaringan drainase terdiri dari empat macam, yaitu 1 %. Sistem Drainase Utama Sistem drainase perkotaan yang melayani kepentingan sebagian besar warga masyarakat kota. '. Sistem Drainase -okal Sistem drainase perkotaan yang melayani kepentingan sebagian kecil warga masyarakat kota. (. Sistem Drainase ,erpisah Sistem drainase yang mempunyai jaringan saluran pembuangan terpisah untuk air permukaan atau air limpasan. ). Sistem ;abungan Sistem drainase yang mempunyai jaringan saluran pembuangan yang sama, baik untuk air genangan atau air limpasan yang telah diolah. Sasaran penyediaan sistem drainase dan pengendalian banjir adalah 1 %. Penataan sistem jaringan drainase primer, sekunder, dan tersier melalui normalisasi maupun rehabilitasi saluran guna menciptakan lingkungan yang aman dan baik terhadap genangan, luapan sungai, banjir kiriman, maupun hujan lokal. Dari masing*masing jaringan dapat dide$inisikan sebagai berikut 1 a. <aringan Primer 1 saluran yang meman$aatkan sungai dan anak sungai. b. <aringan Sekunder 1 saluran yang menghubungkan saluran tersier dengan saluran primer dibangun dengan beton+plesteran semen!. c. <aringan ,ersier 1 saluran untuk mengalirkan limbah rumah tangga ke saluran sekunder, berupa plesteran, pipa dan tanah. '. &emenuhi kebutuhan dasar basic need! drainase bagi kawasan hunian dan kota. (. &enunjang kebutuhan pembangunan de"elopment need! dalam menunjang terciptanya scenario pengembangan kota untuk kawasan andalan dan menunjang sektor unggulan yang berpedoman pada :ancana Umum ,ata :uang 0ota. Sedangkan arahan dalam pelaksanaannya adalah 1

=arus dapat diatasi dengan biaya ekonomis. Pelaksanaannya tidak menimbulkan dampak sosial yang berat. Dapat dilaksanakan dengan teknologi sederhana. &eman$aatkan semaksimal mungkin saluran yang ada. <aringan drainase harus mudah pengoperasian dan pemeliharaannya. &engalirkan air hujan ke badan sungai yang terdekat.

Sistem Jaringan %rainase Sistem jaringan drainase perkotan umumnya dibagi atas ' bagian, yaitu 1

Sistem %rainase !ayor

Sistem drainase mayor yaitu sistem saluran+badan air yang menampung dan mengalirkan air dari suatu daerah tangkapan air hujan >atchment #rea!. Pada umumnya sistem drainase mayor ini disebut juga sebagai sistem saluran pembuangan utama major system! atau drainase primer. Sistem jaringan ini menampung aliran yang berskala besar dan luas seperti saluran drainase primer, kanal*kanal atau sungai*sungai. Perencanaan drainase makro ini

umumnya dipakai dengan periode ulang antara 9 sampai %8 tahun dan pengukuran topogra$iyang detail mutlak diperlukan dalam perencanaan sistem drainase ini.

Sistem %rainase !ikro

Sistem drainase mekro yaitu sistem saluran dan bangunan pelengkap drainase yang menampung dan mengalirkan air dari daerah tangkapan hujan. Secara keseluruhan yang termasuk dalam sistem drainase mikro adalah saluran di sepanjang sisi jalan, saluran+selokan air hujan di sekitar bangunan, gorong*gorong, saluran drainasekota dan lain sebagainya dimana debit air yang dapat ditampungnya tidak terlalu besar. Pada umumnya drainase mikro ini direncanakan untuk hujan dengan masa ulang ', 9 atau %8 tahun tergantung pada tata guna lahan yang ada. Sistem drainase untuk lingkungan permukiman lebih cenderung sebagai sistem drainase mikro. Jenis- enis %rainase &' !enurut se ara$ terbentuknya a. Drainase alamiah natural drainage!, yaitu sistem drainase yang terbentuk secara alami dan tidak ada unsur campur tangan manusia. b. Drainase buatan , yaitu sistem drainase yang dibentuk berdasarkan analisis ilmu drainase, untuk menentukan debit akibat hujan, dan dimensi saluran. (' !enurut letak saluran a. Drainase permukaan tanah sur$ace drainage!, yaitu saluran drainase yang berada di atas permukaan tanah yang ber$ungsi mengalirkan air limpasan permukaan. #nalisa alirannya merupakan analisa open channel $low. b. Drainase bawah tanah sub sur$ace drainage!, yaitu saluran drainase yang bertujuan mengalirkan air limpasan permukaan melalui media di bawah permukaan tanah pipa*pipa!, dikarenakan alasan*alasan tertentu. #lasan tersebut antara lain tuntutan artistik, tuntutan $ungsi permukaan tanah yang tidak membolehkan adanya saluran di permukaan tanah seperti lapangan sepak bola, lapangan terbang, taman, dan lain*lain. )' !enurut konstruksi a. Saluran terbuka, yaitu sistem saluran yang biasanya direncanakan hanya untuk menampung dan mengalirkan air hujan sistem terpisah!, namun kebanyakan sistem saluran ini ber$ungsi sebagai saluran campuran. Pada pinggiran kota, saluran terbuka ini biasanya tidak diberi lining lapisan pelindung!. #kan tetapi saluran terbuka di dalam kota harus diberi lining dengan beton, pasangan batu masonry! ataupun dengan pasangan bata. b. Saluran tertutup, yaitu saluran untuk air kotor yang mengganggu kesehatan lingkungan. Siste ini cukup bagus digunakan di daerah perkotaan terutama dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi seperti kota &etropolitan dan kota*kota besar lainnya. *' !enurut "ungsi a. Single Purpose, yaitu saluran yang ber$ungsi mengalirkan satu jenis air buangan saja. b. &ulty Purpose, yaitu saluran yang ber$ungsi engalirkan beberapa jenis buangan, baik secara bercampur maupun bergantian. Ara$an %alam Pelaksanaan Penyediaan Sistem %rainase #rahan dalam pelaksanaan penyediaan sistem drainase adalah 1

a. =arus dapat diatasi dengan biaya ekonomis. b. Pelaksanaannya tidak menimbulkan dampak sosial yang berat. c. Dapat dilaksanakan dengan teknologi sederhana. d. &eman$aatkan semaksimal mungkin saluran yang ada. e. <aringan drainase harus mudah pengoperasian dan pemeliharannya. $. &engalirkan air hujan ke badan sungai yang terdekat. Pengklasi"ikasian Saluran %rainase &acam saluran untuk pembuangan air dapat dibedakan menjadi 1 &' Saluran Air Tertutup a. Drainase /awah ,anah ,ertutup, yaitu saluran yang menerima air limpasan dari daerah yang diperkeras maupun yang tidak diperkeras dan membawanya ke sebuah pipa keluar di sisi tapak saluran permukaan atau sungai!, ke sistem drainase kota. b. Drainase /awah ,anah ,ertutup dengan tempat penampungan pada tapak, dimana drainase ini mampu menampung air limpasan dengan "olume dan kecepatan yang meningkat tanpa menyebabkan erosi dan kerusakan pada tapak. (' Saluran Air Terbuka &erupakan saluran yang mengalirkan air dengan suatu permukaan bebas. Pada saluran air terbuka ini jika ada sampah yang menyumbat dapat dengan mudah untuk dibersihkan, namun bau yang ditimbulkan dapat mengurangi kenyamanan. &enurut asalnya, saluran dibedakan menjadi 1 a. Saluran #lam natural!, meliputi selokan kecil, kali, sungai kecil dan sungai besar sampai saluran terbuka alamiah. b. Saluran /uatan arti$icial!, seperti saluran pelayaran, irigasi, parit pembuangan, dan lain* lain. Saluran terbuka buatan mempunyai istilah yang berbeda*beda antara lain 1

Saluran canal! 1 biasanya panjang dan merupakan selokan landai yang dibuat di tanah, dapat dilapisi pasangan batu+tidak atau beton, semen, kayu maupu aspal. ,alang $lume! 1 merupakan selokan dari kayu, logam, beton+pasangan batu, biasanya disangga+terletak di atas permukaan tanah, untuk mengalirkan air berdasarkan perbedaan tinggi tekan. ;ot miring chute! 1 selokan yang curam. ,erjunan drop! 1 seperti got miring dimana perubahan tinggi air terjadi dalam jangka pendek. ;orong*gorong cul"ert! 1 saluran tertutup pendek! yang mengalirkan air melewati jalan raya, jalan kereta api, atau timbunan lainnya. ,erowongan #ir ,erbuka open*$low tunnel! 1 selokan tertutup yang cukup panjang, dipakai untuk mengalirkan air menembus bukit+gundukan tanah.

(. Saluran #ir 0ombinasi, dimana limpasan air terbuka dikumpulkan pada saluran drainase permukaan, sementara limpasan dari daerah yang diperkeras dikumpulkan pada saluran drainase tertutup. Pola Jaringan %rainase Pola jaringan drainase terdiri dari enam macam, antara lain1

%. Siku Digunakan pada daerah yang mempunyai topogra$i sedikit lebih tinggi daripada sungai. Sungai sebagai saluran pembuangan akhir berada di tengah kota. '. Paralel Saluran utama terletak sejajar dengan saluran cabang. #pabila terjadi perkembangan kota, saluran*saluran akan dapat menyesuaikan diri. (. ;rid iron Digunakan untuk daerah dengan sungai yang terletak di pinggir kota, sehingga saluran* saluran cabang dikumpulkan dahulu pada saluran pengumpul. ). #lamiah Sama seperti pola siku, hanya beban sungai pada pola alamiah lebih besar. 9. :adial Digunakan untuk daerah berbukit, sehingga pola saluan memencar ke segala arah. ?. <aring*jaring &epunyai saluran*saluran pembuangan yang mengikuti arah jalan raya dan cocok untuk daerah dengan topogra$i datar. Pola jaring*jaring terbagi lagi menjadi ) jenis 1 %. Pola perpendicular #dalah pola jaringan penyaluran air buangan yang dapat digunakan untuk sistem terpisah dan tercampur sehingga banyak diperlukan banyak bangunan pengolahan. '. Pola interceptor dan pola zone #dalah pola jaringan yang digunkan untuk sistem tercampur. (. Pola $an #dalah pola jaringan dengan dua sambungan saluran + cabang yang dapat lebih dari dua saluran menjadi satu menuju ke sautu banguan pengolahan. /iasanya digunakan untuk sistem terpisah. ). Pola radial #dalah pola jaringan yang pengalirannya menuju ke segala arah dimulai dari tengah kota sehingga ada kemungkinan diperlukan banyak bangunan pengolahan. +angunan-bangunan Sistem %rainase dan Pelengkapnya &' +angunan-bangunan Sistem Saluran %rainase /angunan*bangunan dalam sistem drainase adalah bangunan*bangunan struktur dan bangunan*bangunan non struktur. /angunan Struktur /angunan struktur adalah bangunan pasangan disertai dengan perhitungan*perhitungan kekuatan tertentu. >ontoh bangunan struktur adalah 1 * bangunan rumah pompa * bangunan tembok penahan tanah * bangunan terjunan yang cukup tinggi * jembatan

/angunan Non struktur /angunan non struktur adalah bangunan pasangan atau tanpa pasangan, tidak disertai dengan perhitungan*perhitungan kekuatan tertentu yang biasanya berbentuk siap pasang. >ontoh bangunan non struktur adala 1 * Pasangan saluran >ecil tertutup, tembok talud saluran, manhole+bak control ususran >ecil, street inlet!. * ,anpa pasangan 1 saluran tanah dan saluran tanah berlapis rumput. (' +angunan Pelengkap Saluran %rainase /angunan pelengkap saluran drainase diperlukan untuk melengkapi suatu sisem saluran untuk $ungsi*$ungsi tertentu. #dapun bangunan*bangunan pelengkap sistem drainase antara lain 1 >atch /asin+@atershed /angunan dimana air masuk ke dalam sistem saluran tertutup dan air mengalir bebas di atas permukaan tanah menuju match basin. >atch basin dibuat pada tiap persimpangan jalan, pada tepat*tempat yang rendah, tempat parkir. Inlet #pabila terdapat saluran terbuka dimana pembuangannya akan dimasukkan ke dalam saluran tertutup yang lebih besar, maka dibuat suatu konstruksi khusus inlet. Inlet harus diberi saringan agar sampah tidak asuk ke dalam saluran tertutup. =eadwall =eadwall adalah konstruksi khusus pada outlet saluran tertutup dan ujung gorong*gorong yang dimaksudkan untuk melindungi dari longsor dan erosi Shipon Shipon dibuat bilamana ada persilangan dengan sungai. Shipon dibangun bawah dari penampang sungai, karena tertanam di dalam tanah maka pada waktu pembuangannya harus dibuat secara kuat sehingga tidak terjadi keretakan ataupun kerusakan konstruksi. Sebaiknya dalam merencanakan drainase dihindarkan perencanaan dengan menggunakan shipon, dan sebaiknya saluran yang debitnya lebih tinggi tetap untuk dibuat shipon dan saluran drainasenya yang dibuat saluran terbuka atau gorong*gorong. &anhole Untuk keperluan pemeliharaan sistem saluran drainase tertutup di setiap saluran diberi manhole pertemuan, perubaan dimensi, perubahan bentuk selokan pada setiap jarak %8*'9 m. -ubang manhole dibuat sekecil mungkin supaya ekonomis, cukup, asal dapat dimasuki oleh orang dewasa. /iasanya lubang manhole berdiameter ?8cm dengan tutup dari besi tulang. ;orong*gorong /angunan terjun /angunan got miring +entuk Saluran ,rapesium /er$ungsi untuk menampung dan menyalurkan limpasan air hujan dengan debit yang besar.

Si$at alirannya terus menerus dengan $luktuas kecil. /entuk saluran ini dapat digunakan pada daerah yang masih cukup tersedia lahan . 0ombinasi trapesium dan segi empat /er$ungsi untuk menampung dan menyalurkan limpasan air hujan dengan debit yang besar dan kecil. Si$at alirannya ber$luktuasi besar dan terus menerus tapi debit minimumnya measih cukup besar. 0ombinasi trapezium dengan setengah lingkaran Aungsinya sama dengan bentuk '!, si$at alirannya terus menerus dan ber$luktuasi besar dengan debit minimum keil. Aungsi bentuk setengah lingkaran ini adalah untuk menampung dan mengalirkan debit minimum tersebut. Segi empat /er$ungsi untuk menampung dan menyalurkan limpasan air hujan dengan debit yang besar. Si$at alirannya terus menerus dengan $luktuasi kecil. 0ombinasi segi empat dengan setengah lingkaran /entuk saluran segi empat ini digunakan pada lokasi jalur saluran yang tidak mempunyai lahan yang cukup+terbatas. Aungsinya sama dengan bentuk '6(! Setengah lingkaran /er$ungsi untuk menyalurkan limbah air hujan untuk debit yang kecil. /entuk saluran ini umum digunakan untuk saluran*saluran ruah penduduk dan pada sisi jalan perumahan padat. http1++ilustri.org+inde2.php3 option4com5content6"iew4article6id4'(?1drainase6catid4(?1dunia*teknik*sipil6Itemid4'

Fungsi %rainase Perkotaan Se,ara -mum &engeringkan bagian wilayah kota dari genangan sehingga tidak menimbulkan dampak negati$. &engalirkan air permukaan ke badan air penerima terdekat secepatnya. &engendalikan kelebihan air permukaan yang dapat diman$aatkan untuk persediaan air dan kehidupan akuatik. &eresapkan air pemukaan untuk menjaga kelestarian air tanah konser"asi air!. &elindungi prasarana dan sarana yang sudah terbangun. #lasi"ikasi +erdasarkan "ungsi layanan 1

%. Sistem Drainase lokal Bang termasuk sistem drainase lokal adalah saluran awal yang melayani suatu kawasan kota tertentu seperti komplek permukiman, areal pasar, perkantoran, areal industri dan komersial. Sistem ini melayani areal kurang dari %8 ha. Pengelolaan sistem drainase lokal menjadi tanggung jawab masyarakat, pengembang atau instansi lainnya. %. Sistem Drainase Utama Bang termasuk dalam sistem drainase utama adalah saluran drainase primer, sekunder, tersier beserta bangunan pelengkapnya yang melayani kepentingan sebagian besar warga masyarakat. Pengelolaan sistem drainase utama merupakan tanggung jawab pemerintah kota. %. Pengendalian /anjir Flood Control! Sungai yang melalui wilayah kota yang ber$ungsi mengendalikan air sungai, sehingga tidak mengganggu dan dapat memberi man$aat bagi kehidupan masyarakat. Pengelolaan pengendalian menjadi tanggung jawab Direktorat <enderal SD# +erdasarkan "isiknya1

%. Sistem Saluran Primer #dalah saluran utama yang menerima masukan aliran dari saluran sekunder. Dimensi saluran ini relati$ besar. #khir saluran primer adalah badan penerima air. %. Sistem Saluran Sekunder #dalah saluran terbuka atau tertutup yang ber$ungsi menerima aliran air dari saluran tersier dan limpasan air dari permukaan sekitarnya, dan meneruskan air ke saluran primer. Dimensi saluran tergantung pada debit yang dialirkan. %. Sistem Saluran ,ersier #dalah saluran drainase yang menerima air dari saluran drainase lokal.
http://kamilitb.wordpress.com/tag/pembangunan-drainase/

Apa Sejatinya Reklamasi itu?

Menurut pengertiannya secara bahasa, reklamasi berasal dari kosa kata dalam Bahasa Inggris, to reclaim yang artinya memperbaiki sesuatu yang rusak. Secara spesifik dalam Kamus Bahasa Inggris-Indonesia terbitan PT. ramedia disebutkan arti reclaim sebagai men!adikan tanah (from the sea). Masih dalam kamus yang sama, arti kata reclamation diter!emahkan sebagai peker!aan memperoleh tanah. Sedangkan pengertiannya secara ilmiah dalam ranah ilmu teknik pantai, reklamasi adalah suatu peker!aan"usaha memanfaatkan ka#asan atau lahan yang relatif tidak berguna atau masih kosong dan berair men!adi lahan berguna dengan cara dikeringkan. Misalnya di ka#asan pantai, daerah ra#a-ra#a, di lepas pantai"di laut, di tengah sungai yang lebar, ataupun di danau.

Apa tujuan reklamasi?


Sesuai dengan definisinya, tu!uan utama reklamasi adalah men!adikan ka#asan berair yang rusak atau tak berguna men!adi lebih baik dan bermanfaat. Ka#asan baru tersebut, biasanya dimanfaatkan untuk ka#asan pemukiman, perindustrian, bisnis dan pertokoan, pertanian, serta ob!ek #isata. $alam teori perencanaan kota, reklamasi pantai merupakan salah satu langkah pemekaran kota. %eklamasi diamalkan oleh negara atau kota-kota besar yang la!u pertumbuhan dan kebutuhan lahannya meningkat demikian pesat tetapi mengalami kendala dengan semakin menyempitnya lahan daratan &keterbatasan lahan'. $engan kondisi tersebut, pemekaran kota ke arah daratan sudah tidak memungkinkan lagi, sehingga diperlukan daratan baru. (lternatif lainnya adalah pemekaran ke arah )ertikal dengan membangun gedung-gedung pencakar langit dan rumah-rumah susun.

Apakah reklmasi itu selalu identik dengan pengurugan?


Semua peker!aan pengurugan tidak termasuk dalam kategori reklamasi danreklamasi tidak selalu berupa pengurugan. Tidak semua peker!aan pengurugan di suatu ka#asan dapat disebut reklamasi. $alam definisi di atas terdapat syarat bah#a ka#asan yang diperbaiki tersebut adalah berair. *adi untuk ka#asan yang tak berair, tak tepat !ika dikatakan ka#asan tersebut akan direklamasi. Maka untuk peker!aan penimbunan tanah di ka#asan tak berair, disebut sa!a dengan peker!aan pengurugan atau penimbunan tanah. Pen!elasan kedua, reklamasi tidak selalu berupa pengurugan. Prosesnya adalah pengeringan ka#asan berair. Proses tersebut dapat diperoleh dengan dua cara, pertama dengan pengurugan dan kedua dengan penyedotan &pembuangan' air keluar dari ka#asan tersebut. +ara pengurugan adalah cara yang paling populer dan paling mudah dilakukan, dan banyak diamalkan oleh pelaku reklamasi. Sedangkan cara penyedotan air adalah cara yang paling rumit dan memerlukan pengelolaan serta pemeliharaan (maintenance) yang teliti dan terus menerus. +ontoh negara pengamal cara kedua ini adalah Belanda.

Apa keuntungan dan kerugiannya?

+ara reklamasi memberikan keuntungan dan dapat membantu negara"kota dalam rangka penyediaan lahan untuk berbagai keperluan &pemekaran kota', penataan daerah pantai, pengembangan #isata bahari, dll. Perlu diingat bah#a bagaimanapun !uga reklamasi merupakan bentuk campur tangan (intervensi) manusia terhadap keseimbangan lingkungan alamiah yang selalu dalam keadaan seimbang dinamis. Perubahan ini akan melahirkan perubahan ekosistem seperti perubahan pola arus, erosi dan sedimentasi pantai, berpotensi meningkatkan bahaya ban!ir, dan berpotensi gangguan lingkungan di daerah lain &seperti pengeprasan bukit atau pengeprasan pulau untuk material timbunan'.

Bagaimana cara mengurangi dampak buruknya?


,ntuk mereduksi dampak semacam itu, diperlukan ka!ian mendalam terhadap proyek reklamasi dengan melibatkan banyak pihak dan interdisiplin ilmu serta didukung dengan upaya teknologi. Ka!ian cermat dan komprehensif tentu bisa menghasilkan area reklamasi yang aman terhadap lingkungan di sekitarnya. Sementara itu karena lahan berada di daerah perairan, maka prediksi dan simulasi perubahan hidrodinamika saat pra, dalam masa pelaksanaan proyek dan pascaserta sistem drainasenya !uga harus diperhitungkan. Karena perubahan hidrodinamika dan buruknya sistem drainase ini yang biasanya berdampak negatif langsung terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. -ang perlu dipikirkan lagi adalah sumber material urugan. Material urugan biasanya dipilih yang bergradasi baik, artinya secara teknis mampu mendukung beban bangunan di atasnya. Karena itulah, biasanya dipilih sumber material yang sesuai dan ini akan berhubungan dengan tempat galian (quarry). Sumber galian yang biasanya dipilih adalah dengan melakukan pengeprasan bukit atau pengeprasan pulau tak berpenghuni. .al ini tentunya akan mengganggu lingkungan di sekitar quarry. +ara lain yang relatif lebih aman dapat dilakukan dengan cara mengambil material dengan melakukan pengerukan (dredging)dasar laut di tengah laut dalam. Pilihlah ka#asan laut dalam yang memiliki material dasar yang memenuhi syarat gradasi dan kekuatan bahan sesuai dengan yang diperlukan oleh ka#asan reklamasi

http://punyathyna.blogspot.com/2009/05/pengertian-reklamasi.html

Reklamasi secara awam diartikan sebagai menciptakan daratan baru di lahan yang sebelumnya terdiri dari air. Reklamasi telah dilaksanakan oleh manusia sejak beberapa abad yang lalu.. Misalnya reklamasi Pulau Macau yang dilakukan sejak abad 17 telah berhasil merubah Macau dari sebuah pulau kecil hingga menjadi semenanjung dan dari luas pulau 15 square kilometer pada tahun 197 menjadi 1!.1 square kilometer pada tahun 19"# lalu menjadi 1.# square kilometer pada tahun 199$ hingga akhirnya menjadi #.! square kilometer pada tahun %%%. &ahkan akti'itas reklamasi juga telah dilakuka dalam rangka membangun kota (ashington )*+ yang dibangun diatas rawa,rawa. )emikian pula &endungan -swan yang

terkenal di dunia+ dibangun melalui reklamasi yang dimulai pada tahun 19% . Pengertian lain dari reklamasi yang dihubungkan dengan kegiatan pertambangan yaitu suatu usaha memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan 'egetasi dalam kawasan hutan yang rusak sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan dan energi agar dapat ber.ungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya. /stilah lain yang berkaitan dengan reklamasi yaitu rehabilitasi lahan dan re'egetasi. Rehabilitasi lahan adalah usaha memperbaiki+ memulihkan kembali dan meningkatkan kondisi lahan yang rusak 0kritis1+ agar dapat ber.ungsi secara optimal+ baik sebagai unsur produksi+ media pengatur tata air maupun sebagai unsur perlindungan alam lingkungan. Re'egetasi merupakan suatu usaha atau kegiatan penanaman kembali lahan bekas tambang. &erdasarkan keputusan menteri kehutanan dan perkebunan tentang pedoman reklamasi bekas tambang dalam kawasan hutan pada &-& P-2-3 # berisi tentang tujuan reklamasi yaitu untuk memulihkan kondisi kawasan hutan yang rusak sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan dan energi sehingga kawasan hutan yang dimaksud dapat ber.ungsi kembali sesuai dengan peruntukannya.
http://nationalinks.blogspot.com/2008/10/definisi-reklamsi.html
4paya pemulihan untuk mengembalikan kondisi bekas lahan tambang seperti semula dikenal dengan sebutan 5reklamasi6.718 -da beberapa tahapan yang bisa ditempuh+ yaitu9 penataan lahan+ pengendalian erosi dan sedimentasi+ re'egetasi 0penanaman kembali1+ dan pemeliharaan. 718
)a.tar isi
7sembunyikan8

1 Penataan 3ahan Pengendalian :rosi dan 2edimentasi # Re'egetasi $ Pemeliharaan 5 Re.erensi

Penataan Lahan[sunting]
3ahan bekas tambang ditata kembali. 3ubang,lubang yang ada ditimbun kembali ditimbun lagi dengan tanah bekas pengerukan. ;anah pun menjadi cukup datar dan tidak berlubang,lubang lagi. 718 <ika ada beberapa lubang yang tak dapat ditutup+ dapat dijadikan kolam. /kan dapat dibudidayakan di dalam kolam tersebut. 3ubang yang tak tertutup juga dapat dijadikan kolam cadangan air atau wahan

wisata air.718

Pengendalian Erosi dan Sedimentasi[sunting]


4ntuk meningkatkan kesuburan tanah dan mencegah erosi+ tanah yang telah rata dapat ditanami dengan tumbuhan penutup tanah 0co'er crop1 dari jenis kacang,kacangan =polong,polongan. >acang, kacangan dikenal sebagai 5pupuk hijau6+ karena kemampuannya untuk mengikat dan mengelola mineral dalam tanah seperti nitrogen dan .os.or.718 2elain itu+ penanaman tumbuhan penutup tanah akan membuat tanah menjadi lebih gembur. -pabila turun hujan+ akan lebih banyak air yang terserap. -gar erosi lebih terkendali+ bisa dibuat saluran air 0drainase1 dan bendungan penahan.718

Revegetasi[sunting]
2etelah dilakukan kedua tahap reklamasi tersebut+ tanah siap untuk ditanami tumbuhan lain. Pada awalnya+ bisa ditanam tumbuhan pionir+ yaitu tumbuhan yang dapat tumbuh dengan cepat. 718 2etelah ,# tahun+ lahan bekas tambang tersebut sudah dapat ditanami tumbuhan lain. ;umbuhan yang biasa ditanam antara lain sengon+ kaliandra+ johar+ trembesi+ ketapang+ angsana+ mahoni+meranti+ gaharu+ dan lain,lain.718

Pemeliharaan[sunting]
;erakhir+ agar lahan bekas tambang dapat kembali seperti semula+ perlu dilakukan pemeliharaan tanaman. 2ecara berkala dilakukan pemupukan terhadap tanah yang telah dire'egetasi. ;anah disekitar pohon juga harus senantiasa dibersihkan agar tetap subur. 718 Reklamasi yang terencana dan terorganisasi dengan baik akan mengembalikan kondisi lahan bekas tambang menjadi seperti semula.718

http://id.wikipedia.org/wiki/ eklamasi!"ambang!#atu!#ara
Reklamasi daratan+ biasanya disebut reklamasi+ adalah proses pembuatan daratan baru dari dasar laut atau dasar sungai. ;anah yang direklamasi disebut tanah reklamasi atau landfill. Pengeringan rawa untuk dijadikan pertanian adalah contoh bentuk penghancuran habitat. )i beberapa daerah di dunia+ proyek reklamasi baru dibatasi atau tidak lagi diperbolehkan karena ada ikatan hukum perlindungan lingkungan.

http://id.wikipedia.org/wiki/ eklamasi!daratan
$Kolmatasi,

yaitu menimbun tanah-tanah rendah dengan jalan mengalirkan air berlumpur dan akibat endapan lumpur tanah tersebut menjadi cukup tinggi sehingga genangan yang terjadi selanjutnya tidak terlampau dalam kemudian dimungkcinkan adanya usaha pertanian

https://sites.google.com/site/kisaranteknik/assignments/teknik-irigasi
>olmatasi+ yaitu peninggian muka tanah dengan mengendapkan lumpur dari air irigasi sehingga dengan demikian diperoleh suatu lapisan permukaan tanah yang subur

http://%idinmsira%uddin.wordpress.com/pela%aran-kuliah-ku/rekayasa-irigasi/teori-irigasi/