Anda di halaman 1dari 15

Sistem Triklin Sistem triklin hanya mempunyai dua kelas simetri yang menerangkan ada tidaknya pusat simetri.

Sistem ini mempunyai 3 sumbu simetri yang satu dengan yang lainnya tidak saling tegak lurus. Demikian juga panjang masing-masing sumbu tidak sama. Pada kondisi sebenarnya, sistem kristal Triklin memiliki axial ratio (perbandingan sumbu) a b c , yang artinya panjang sumbu-sumbunya tidak ada yang sama panjang atau berbeda satu sama lain. Dan juga memiliki sudut kristalografi = 90. Hal ini berarti, pada system ini, sudut , dan tidak saling tegak lurus satu dengan yang lainnya. Pada penggambaran dengan menggunakan proyeksi orthogonal, Triklin memiliki perbandingan sumbu a : b : c = sembarang. Artinya tidak ada patokan yang akan menjadi ukuran panjang pada sumbu-sumbunya pada sistem ini. Dan sudut antar sumbunya a+^b = 45 ; b^c+= 80. Hal ini menjelaskan bahwa antara sumbu a+ memiliki nilai 45 terhadap sumbu b dan b membentuk sudut 80 terhadap c+. Sistem ini dibagi menjadi 2 kelas yaitu : Pedial Pinakoidal Jumlah unsur Simetri Jumlah unsur simetri adalah notasi-notasi yang digunakan untuk menjelaskan nilai-nilai yang ada dalam sebuah kristal, nilai sumbu-sumbunya, jumlah bidang simetrinya, serta titik pusat dari kristal tersebut. Dengan menentukan nilai jumlah unsur simetri, kita akan dapat mengetahui dimensi-dimensi yang ada dalam kristal tersebut, yang selanjutnya akan menjadi patokan dalam penggambarannya. Unsur simetri yang diamati adalah sumbu, bidang, dan pusat simetri. Cara penentuannya adalah sebagai berikut: Pada posisi kristal dengan salah satu sumbu utamanya, lakukan pengamatan terhadap nilai sumbu simetri yang ada. Pengamatan dapat dilakukan dengan cara memutar kristal dengan poros pada sumbu utamanya. Perhatikan keterdapatan sumbu simetri tambahan, jika ada tentukan jumlah serta nilainya. Menentukan nilainya sama dengan pada sumbu utama. Amati keterdapatan bidang simetri pada setiap pasangan sumbu simetri yang ada pada kristal. Amati bentuk kristal terhadap susunan persilangan sumbunya, kemudian tentukan ada tidaknya titik pusat kristal. Jumlahkan semua sumbu dan bidang simetri (yang bernilai sama) yang ada. Kelas Simetri Dalam pembagian kelas Sistem kristal, ada 2 simbolisasi yang sering digunakan. Yaitu Herman-Mauguin dan Schoenflish. Simbolisasi tersebut adalah simbolisasi yang dikenal secara umum (simbol Internasional).

kelas simetri menurut Herman-Mauguin Simbol Herman-Mauguin adalah simbol yang menerangkan ada atau tidaknya bidang simetri dalam suatu kristal yang tegak lurus terhadap sumbu-sumbu utama dalam kristal tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan mengamati sumbu dan bidang yang ada pada kristal tersebut. Pemberian simbol Herman-Mauguin ini akan berbeda pada masing-masing kristal. Dan cara penentuannya pun berbeda pada tiap Sistem Kristal. Untuk sistem ini hanya mempunyai dua kelas simetri yang menerangkan keterdapatan pusat simetri kristal. Keseluruhan bagian tersebut diatas harus diselidiki ada tidaknya bidang simetri yang tegak lurus terhadap sumbu yang dianalisa. Jika ada, maka penulisan nilai sumbu diikuti dengan huruf m (bidang simetri) dibawahnya. Kecuali untuk sumbu yang bernilai satu ditulis dengan m saja. Berikut ini adalah beberapa contoh penulisan simbol Herman-Mauguin dalam pendeskripsian kristal : 6/m : Sumbu simetri bernilai 6 dan terhadapnya terdapat bidang simetri yangtegak lurus. 6 : Sumbu simetri bernilai 3, namun tidak ada bidang simetri yang tegak lurus terhadapnya. m : Sumbu simetri bernilai 1 atau tidak bernilai dan terhadapnya terdapat bidang simetri yang tegak lurus. Kelas Simetri Triklinik menurut Schoenflish Simbolisasi Scoenflish digunakan untuk menandai atau memberi simbol pada unsurunsur simetri suatu kristal. Seperti sumbu-sumbu dan bidang-bidang simetri. Simbolisasi Schoenflish akan menerangkan unsur-unsur tersebut dengan menggunakan huruf-huruf dan angka yang masing-masing akan berbeda pada setiap kristal. Berbeda dengan Herman-Mauguin yang pemberian simbolnya berbeda-beda pada masing-masing sistemnya, pada Schoenflish yang berbeda hanya pada sistem Isometrik. Sedangkan system-sistem yang lainnya sama cara penentuan simbolnya. Sistem Tetragonal, Hexagonal, Trigonal, Orthorhombik, Monoklin dan Triklin Pada sistem-sistem ini, simbolisasi Schoenflish yang dilakukan terdiri dari 3 bagian, yaitu : Bagian 1: Menerangkan nilai sumbu lateral atau sumbu tambahan, ada 2 Kemungkinan: Kalau bernilai 2, maka dinotasikan dengan huruf D (Diedrish) Kalau tidak bernilai, maka dinotasikan dengan huruf C (Cyklich) Bagian 2 : Menerangkan nilai dari sumbu c. penulisan dilakukan dengan menuliskan nilai angka nilai sumbu c tersebut didepan huruf D atau C (dari bagian 1) dan ditulis agak kebawah. Bagian 3 : Menerangkan keterdapatan bidang simetri. Penulisan dilakukan Dengan menuliskan huruf yang sesuai sejajar dengan huruf dari bagian 1.

Jika mempunyai bidang simetri horizontal,vertical dan diagonal.Maka dinotasikan dengan hruf h Jika mempunyai bidang simetri horizontal dan vertical. Maka dinotasikan dengan huruf h. Jika mempunyai bidang simetri vertical dan diagonal. Maka dinotasikan dengan huruf v. Jika hanya mempunyai bidang simetri diagonal saja. Maka dinotasikan dengan huruf d.

Tabel 3.2. Contoh Simbolisasi Schoenflish

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Kelas Simetri Hexotahedral Ditetragonal Bipyramidal Hexagonal Pyramidal Trigonal Pyramidal Rhombik Pyramidal Rhombik Dipyramidal Rhombik Disphenoidal Domatic Pinacoidal Pedial

Notasi (Simbolisasi) Oh D4h D6h C3v C2v C2h C2 Cv C C

Penentuan bentuk Kristal Beberapa contoh mineral dengan ancer kristal Triklin ini adalah albite, anorthite, labradorite, kaolinite, microcline dan anortoclase(Pellant, chris. 1992). http://anakgeologiitm2011.blogspot.com/2011/12/cara-pendiskripsian-sistem-krista.html Sumbu-sumbu tidak membentuk sudut 900 , satu dengan yg lainnya tetapi membentuk sudut bermacam-macam. Mineral yg terpenting dalam sistem ini adalah mineral dalam kelompok plagioklas dan mineral kianit sebagai mineral metamorfik. http://www.makas.co.cc/2010/05/sistem-kristal.html

triclinic

Pinacoidal, pedial. Suatu morfologi eksternal Kristal mempunyai cirri bentuk tertentu yaitu open forms dan closed form. Open forms (bentuk terbuka) adalah dicirikan bentuk prisma dan piramida sedangkan closed form (bentuk tertutup) yaitu dicirikan bentukan piramida, trapezohedran dan scalenohedran.

Bentukan Kristal mempunyai ciri-ciri nama hubungan bidang Kristal dan jumlah bidang Kristal yang berkaitan dengan nama kelas Kristal, yaitu sebagai berikut: v Pedion, bentuk Kristal mewakili satu bidang Kristal saja yang menyatakan bahwa tidak ada bidang Kristal yang saling sejajar,contoh yaitu pedial triklin. v Pinacoidal, bentuk yang dibatasi oleh dua bidang Kristal yang parallel, contoh yaitu pinacoidal triklin. v Dome, bentuk Kristal yang dibatasi oleh dua bidang Kristal simetri yang berpotongan. v Sphenoidal , bentuk Kristal yang dibatasi oleh dua bidang Kristal tidak simetri yang berpotongan. v Sphenoidal, bentuk Kristal yang dibatasi dua bidang sphenoidal tertutup. v Prisma bentuk Kristal terbuka mempunyai bidang Kristal yang saling sejajr,dengan jumlah bidang yaitu 3,4,6,8,12 pada suatu sumbu vertical yang sama. v piramid,bentuk Kristal terbuka,mempunyai bidang segitiga saling berpotongan dibatasi oleh bidang bidang horizontal,dengan jumlah bidang yaitu 3,4,6,8,12, dengan satu sumbu Kristal yang sama. v Scalenohedron,bentuk Kristal tertutup,terdiri dari dari 8 (tetragonal scalenohedron) atau 12 (hexagonal scalenohedron) bidang segitiga saling berpotongan. v Trapezohedran, bentuk Kristal tertutup,terdiri dari 6 (trigonal trapezohedraon),8 (tetragonal trapezohedron) dan 12 (hexagonal trapezohedron) bidang trapezium yang saling berpotongan ; 24 bidang trapesium berpotongan (cube trapezohedron). v Dipiramid,bentuk Kristal tertutup,terdiri dari 6 (trigonal dipyramid), 8 (tetragonal dipyramid),12 (hexagonal dipyramid),16 (ditetragonal dipyramid), 24 (dihexagonal dipyramid), bidang segitiga simetri / refleksi yang saling berpotongan dibatasi oleh bidang horizontal

v Rhombohedron, bentuk Kristal tertutup terdiri 6 bidang Kristal yang saling berpotongan dengan posisi tidak ortogonal. Uraian-uraian eksternal Kristal

Unsur- unsur eksternal Kristal : - notasi bidang Kristal - simetri Kristal - proyeksi bidang Kristal - trigonometri bidang Kristal 1. Notasi Bidang Kristal antara lain : Bidang krtistal hanya memotong satu sumbu serta sejajar terhadap sumbu lainnya,notasinya yaitu : (100)paralel sumbu a,b ; (010) parallel sumbu a,c ; (001) parallel a,b Bidang Kristal memotong dua sumbu dan sejajar terhadap sumbu lainya notasinya : (110)memotong sumbu a,b, paralel c ; (011) memotong sumbu b,c, paralel a ; (101) memotong sumbu a,c, paralel b. Bidang Kristal memotong tiga sumbu (a,b,c), maka notasinya (111) Posisi kedudukan bidang Kristal tersebut di atas dikenal dengan nama indices miller. Adapun angka-angka tersebut diatas adalah beraasal dari parameter ratio sumbu kisi Kristal hasil ukuran dimensi jarak berdasarkan struktur susunan atom unit cell. Selain symbol indices miller dikenal untuk posisi kedudukan bidang Kristal terhadap sumbu Kristal a, b,c, yaitu bersimbol (hkl)untuk tiga sumbu sebagai berikut: - bila bidang Kristal hanya memotong satu sumbu,serta sejajar terhadap dua sumbu lainya, maka bersimbol (100,101,001) - bila bidang Kristal memotong dua sumbu,bersimbol (h,k,0 ; hok ; 0kl) - bila bidang Kristal memotong ketiga sumbu,maka simbolnya, yaitu hkl. Suatu Kristal mempunyai bidang bidang-bidang yang memotong sumbu Kristal a, b, c; contoh bidang pinacoid memotong semua sumbu,maka bidang ini dinyatakan dalam notasi symbol bidang Kristal a, b, c symbol, berposisi (100),(010) dan (001); bila bidang kristal memotong dua sumbu dan sejajar terhadap satu sumbu lainya ,bidang ini diberisimbol huruf m (110),sedangkan bila bidang Kristal memotong ketiga sumbu a, b, dan c, maka diberi symbol p (111). 2. simetri kristal dikenal 4(empat) kedudukan posisi simetri,yaitu sebagai berikut : a) simetri bidang cermin, bahwa kedudukan suatu Kristal dibelah dua menunjukan morfologi

sama bentuk berpasangan posisi bidang titik maupun ukuran sudut bidangnya ,seperti cermin (symmetry plane) b) simetri sumbu putar (symmetry line center) yang menggambarkan bahwa kedudukan posisi sama bentuk bidang-titik-sudut bidang yang berpasangan nampak berulang bila sumbu c Kristal diputar 180 (2-fold symmetry) ; diputar 120 (3-fold symmetry,trigonal) ; diputar 90 (4-fold symmetry,tetragonal); dan diputar 60 (6-fold symmetry hexagonal). c) Simetri titik pusat (symmetry point senter)yang menggambarkan bahwa kedudukan posisi simetri sama bentuk nampak pada jarak yang sama melalui titik pusat Kristal,posisi simetri ini disebut juga inversion (posisi silang). d) Simetri sumbu pusat putar inverasi/ silang(symmetry axis of rotary inversion),yang menggambarkan bahwa kedudukan posisi simetri sama betuk melalui sumbu putar inverse. Pada kedudukan posisi simetri,dikenal simbol-simbol simetri sumbu, simetri bidang, simetri rotasi inversi dan simetri pusat yang disebut sebagai simbol unsur materi, yaitu : - A n, A adalah simbol banyaknya sumbu simetri sumbu rotasi (putar) dan sumbu rotasi inverse, dengan perputaran n = 1,2,3,4,6. (1 sumbu dengan 4 putaran = 1 A) - P , adalah simetri bidang, yang menunjukan simetri bidang cermin (2 bidang cermin = 2P) - C , adalah simbol simetri pusat atau simetri titik pusat invensi ( satu simetri pusat = C ) Dapat disederhanakan melalui model simetri simbol Hermann-Mauguin, yaitu: Diposkan oleh Freedom Borneo di 04:54 Label: Tambang
http://freedom-borneo.blogspot.com/2009/10/kristalografi_12.html

Sistem Triklin Ketentuan : Sumbu a b c Sudut = = 90 = 90 Semua Sb a, b, c saling berpotongan dan membuat sudut miring tidak sama besar. Sb a disebut Sb Brachy Sb b disebut Sb Macro Sb c disebut Sb Basal/Vertikal Cara Menggambar : a+ ^ b- = 45 b+ ^ c- = 80

Penentuan Klas Simetri Sistem Triklin Menurut Herman Mauguin Sistem ini hanya mempunyai dua klas simetri, yaitu : 1. Memunyai titik simetri.............................. Klas pinacoidal 2. Tidak Meempunyai unsur simetri.............. Klas asymmetric

Kristalografi adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat geometri dari kristal terutama perkembangan, pertumbuhan, kenampakan bentuk luar, struktur dalam (internal) dan sifat-sifat fisis lainnya. Sifat Geometri, memberikan pengertian letak, panjang dan jumlah sumbu kristal yang menyusun suatu bentuk kristal tertentu dan jumlah serta bentuk luar yang membatasinya. Perkembangan dan pertumbuhan kenampakkan luar, bahwa disamping mempelajari bentukbentuk dasar yaitu suatu bidang pada situasi permukaan, juga mempelajari kombinasi antara satu bentuk kristal dengan bentuk kristal lainnya yang masih dalam satu sistem kristalografi, ataupun dalam arti kembaran dari kristal yang terbentuk kemudian. Struktur dalam, membicarakan susunan dan jumlah sumbu-sumbu kristal juga menghitung parameter dan parameter rasio. Sifat fisis kristal, sangat tergantung pada struktur (susunan atom-atomnya). Besar kecilnya kristal tidak mempengaruhi, yang penting bentuk dibatasi oleh bidang-bidang kristal: sehingga akan dikenal 2 zat yaitu kristalin dan non kristalin. 1 Suatu kristal dapat didefinisikan sebagai padatan yang secara esensial mempunyai pola difraksi tertentu (Senechal, 1995 dalam Hibbard,2002). Jadi, suatu kristal adalah suatu padatan dengan susunan atom yang berulang secara tiga dimensional yang dapat mendifraksi sinar X. Kristal secara sederhana dapat didefinisikan sebagai zat padat yang mempunyai susunan atom atau molekul yang teratur. Keteraturannya tercermin dalam permukaan kristal yang berupa bidangbidang datar dan rata yang mengikuti pola-pola tertentu. Bidang-bidang datar ini disebut sebagai bidang muka kristal. Sudut antara bidang-bidang muka kristal yang saling berpotongan besarnya selalu tetap pada suatu kristal. Bidang muka kristal itu baik letak maupun arahnya ditentukan oleh perpotongannya dengan sumbu-sumbu kristal. Dalam sebuah kristal, sumbu kristal berupa garis bayangan yang lurus yang menembus kristal melalui pusat kristal. Sumbu kristal tersebut mempunyai satuan panjang yang disebut sebagai parameter. Kimia Kristal Kristal merupakan susunan kimia antara dua atom akan terbentuk bilamana terjadi penurunan suatu energi potensial dari sistem ion atau molekul yang akan dihasilkan dengan penyusunan ulang elektron pada tingkat yang lebih rendah. Kristalografi dapat diartikan sebagai cabang dari ilmu geologi, kimia, fisika yang mempelajari bentuk luar kristal serta cara penggambarannya. Komposisi kimia suatu mineral merupakan hal yang sangat mendasar, beberapa sifat-sifat mineral / kristal tergantung kepadanya. Sifat-sifat mineral/kristal tidak hanya tergantung kepada komposisi tetapi juga kepada susunan meruang dari atom-atom penyusun dan ikatan antar atomatom penyusun kristal / mineral.

Komposisi kimia kerak bumi a. Kerak b. Mantel, dan c. Isi bumi Ketebalan kerak bumi di bawah kerak benua sekitar 36 km dan di bawah kerak samudra berkisar antara 10 sampai 13 km. Batas antara kerak dengan mantel dikenal dengan Mohorovicic discontinuity. Kimia kristal Sejak penemuan sinar X, penyelidikan kristalografi sinar X telah mengembangkan pengertian kita tentang hubungan antara kimia dan struktur. Tujuannya adalah: 1).Untuk mengetahui hubungan antara susunan atom dan komposisi kimia dari suatu jenis kristal. 2).Dalam bidang geokimia tujuan mempelajari kimia kristal adalah untuk memprediksi struktur kristal dari komposisi kimia dengan diberikan temperatur dan tekanan Perubahan energi yang dihasilkan oleh ikatan kimia yang terbentuk oleh dua macam ikatan yaitu ikatan elektrovalen dan ikatan kovalen. a.Isomorfisme Isomorfisme adalah suatu substansi yang mempunyai rumus analog serta keamanan dari pada kristalografi dalam merefleksikan struktur dari dalamnya. b.Polimorfisme Polimorfisme adalah kemampuan unsur atom untuk membentuk lebih satu macam kristal. perbedaan dari sifat fisik kristal akan membentuk substansi polimerfic sebagai morfic, trimorficdan seharusnya. Polimorfisme menunjukan bahwa struktur kristal tidak hanya ditentukan oleh unsur kimia saja akan tetapi dapat disebabkan juga oleh unsur dari susunan atom yang dibangaun kristal. 1. Enantriotrop yaitu suatu proses timbal balik 2. Monotropisme yaitu merupakan suatu proses yang tidak timbal balik Contoh : Markasit menjadi pyrite c. Pseudomorfisme Mineral dapat mengalami perubahan mineral lain tanpa merubah ikatan kimianya proses ini dikenal sebagai proses pseudomorfisme. Pseudomorfisme ini terbagi menjadi dua yaitu : 1.Tidak terjadi perubahan unsur kimianya, akan tetapi terjadi perubahan sistem dari pada kristalografinya. 2.Unsur lama diganti unsur baru. Pseudomorfisme disebabkan mineral lama tidak stabil dalam lingkungan yang baru.

Daya Ikat dalam Kristal Daya yang mengikat atom (atau ion, atau grup ion) dari zat pada kristalin adalah bersifat listrik di alam. Tipe dan intensitasnya sangat berkaitan dengansifat-sifat fisik dan kimia dari

mineral. Kekerasan, belahan, daya lebur, kelistrikan dan konduktivitas termal, dan koefisien ekspansi termal berhubungan secara langsung terhadap daya ikat Secara umum, ikatan kuat memiliki kekerasan yang lebih tinggi, titik leleh yang lebih tinggi dan koefisien ekspansi termal yang lebih rendah. Ikatan kimia dari suatu kristal dapat dibagi menjadi 4 macam, yaitu: ionik, kovalen, logam dan van der Waals. Identifikasi Kristal. Untuk dapat mengelompokan Kristal kedalam tujuh sistem serta 32 kelas, maka dipanjang perlu untuk mengrtahui cara-cara penentuan dari sistem dan kelas kristal adalah : 1.Langkah-langkah dalam penentuan sistem kristal adalah : a. Ambil sampel kristal yang akan di diskripsikan. Perkiraan letak sumbu-sumbu simetri utama dengan mengingat bahwa sumbu vertikal c adalah sumbu yang terpendek atau terpanjang, kecuali sistem cubic. Tentukan konstanta Kristalografi, meliputi : besar sudut antara sumbu dan Axial Rationya. Kelompok kristal tersebut kedalam sistemnya berdasarkan konstanta Kristalografinya. b. Langkah dalam penentuan kelas kristal adalah : Ambil sampel kristal yang akan di diskripsikan Tentukan sistem kristalnya. Tentukan unsur-unsur simetrinya, meliputi : sumbu-sumbu simetri berikut nilai sumbunya dan bidang simetrinya serta pusat simetrinya.Tentukan kelas kristalnya berdasarkan pada ciri-ciri pemilikan simetri di atas, dengan cara menyusun. Bidang simetri Kristal Bidang simetri adalah bidang bayangan yang dapat membelah kristal menjadi dua bagian yang sama, dimana bagian yang satu merupakan pencerminan dari yang lain. Bidang simetri ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bidang simetri aksial dan bidang simetri menengah. Bidang simetri aksial bila bidang tersebut membagi kristal melalui dua sumbu utama (sumbu kristal). Bidang simetri aksial ini dibedakan menjadi dua, yaitu bidang simetri vertikal, yang melalui sumbu vertikal dan bidang simetri horisontal, yang berada tegak lurus terhadap sumbu c. Bidang simetri menengah adalah bidang simetri yang hanya melalui satu sumbu kristal. Bidang simetri ini sering pula dikatakan sebagai bidang siemetri diagonal.

Sumbu simetri Kristal Ada beberapa jenis sumbu kristal, yaitu : 1. Sumbu utama, yaitu sumbu yang mempengaruhi dalam penentuan sistemkristal terdiri dari sumbu a, b, dan sumbu c. 2. Sumbu miring adalah sumbu yang mempengaruhi dari penentuan sistem kristal yang terdiri dari dua macam : Sumbu diagonal yaitu sumbu yang menghubungkan/menyatukan sudut-sudut kristal yang biasanya terletak antara sumbu a, sumbu b dan sumbu c. Sumbu oblique yaitu sumbu selain dari sumbu diagonal.

3. Sudut antara sumbu utama hal ini merupakan hal yang sangat penting dalam penentuan sistem dari kristal dimana sudut tersebut antara lain : sudut antara sumbu b dan sumbu c sudut antara sumbu a dan sumbu c sudut antara sumbu a dan sumbu b 4. Sumbu rotasi merupakan sumbu simetri apabila diputar akan menyatakan kenampakan yang sama dan sisi depan kristal, tetap tidak didapatkan kenampakan kombinasi interversi pembalikannya pada belakang sisi kristal tersebut. 5. Sumbu rotasi inversi merupakan sumbu simetri dan dapat menunjukan kenampakan kombinasi antara kenampakan ulang pada sisi depan kristal dengan kenampakan inversi/pembalikanya pada sisi yang lain. Jumlah kenampakan antara kenampakan ulang dengan kenampakan inversinya adalah nilai dari sumbu tersebut. 6. Sumbu Sekrup merupakan sumbu simetri sebagai dan bentuk kombinasi antara pemutaran dengan suatu pergeseran dimana selama pemutaran selain akan menunjukan kenampakan ulang disertai juga dengan pergeseran/translasi

Pusat simetri Kristal Suatu kristal dikatakan mempunyai pusat simetri bila kita dapat membuat garis bayangan tiap-tiap titik pada permukaan kristal menembus pusat kristal dan akan menjumpai titik yang lain pada permukaan di sisi yang lain dengan jarak yang sama terhadap pusat kristal pada garis bayangan tersebut. Atau dengan kata lain, kristal mempunyai pusat simetri bila tiap bidang muka kristal tersebut mempunyai pasangan dengan kriteria bahwa bidang yang berpasangan tersebut berjarak sama dari pusat kristal, dan bidang yang satu merupakan hasil inversi melalui pusat kristal dari bidang pasangannya. Secara umum, ikatan kuat memiliki kekerasan yang lebih tinggi, titik leleh yang lebih tinggi dan koefisien ekspansi termal yang lebih rendah. Ikatan kimia dari suatu kristal dapat dibagi menjadi 4 macam, yaitu: ionik, kovalen, logam dan van der Waals.
http://fhendymining.blogspot.com/2011/11/kristal.html

Albite
Albite atau sodium feldspar adalah sangat umum mineral dalam kelas mineral dari " silikat dan germanates ". Ini mengkristal dalam sistem kristal triklinik dengan komposisi kimia perkiraan [1] NaAlSi 3 O 8. , Komposisi yang tepat empiris Na Ca 0,95 0,05 Al Si 01:05 2.95O8 O 8. . Warnanya bervariasi tergantung pada berbagai antar berwarna, putih, abu-abu, kuning, merah, hijau dan biru

Etimologi dan sejarah


Albite pertama kali ditemukan pada tahun 1815 Finnbo fraksi kuarsa pada Falun di Swedia. Dia ilmiah dijelaskan oleh Johan Gottlieb Gahndan Jns Jakob Berzelius , yang merupakan mineral karena warnanya didominasi putih setelah Latin albus kata dinominasikan untuk "putih." Albite terbentuk baik magmatik di granit , metamorf termasuk di orthogneisses dan phylliticvena atau hidrotermal masuk Albite dapat paragenesis bersama larutan padat dan mitra kelompok masih terjadi dengan mineral yang berbeda, antara lain dengan sebagai biotit ,fluorit , muskovit , kuarsa dan berbagai tourmalines . Di seluruh dunia albite sejauh (per 2010) untuk lebih dari 4.300 daerah di sehingga antara lain Afghanistan , Mesir , Aljazair , Angola , para Antartika , Argentina , Armenia , Ethiopia ,Australia , Azerbaijan , Belgia , Bolivia , Bosnia dan Herzegovina , Botswana , Brasil ,Bulgaria , Burkina Faso , Chili , Cina , Jerman , Republik Dominika , Ekuador , El pada diInggris (UK), yang Amerika Serikat (AS), Vietnam , dan Belarus . Dalam sampel mineral dari Mid-Atlantic Ridge , India Tengah ridge dan Timur Rise Pasifikdan di luar bumi pada bulan albite dapat ditemukan. Albite mengkristal dalam triklinik grup ruang C 1 dengan parameter kisi a = 7,571 , b = 12,517 , c = [4] 6,97 , = 93,797 , = 117,448 dan = 87,508 dan empat unit rumusper sel unit .

(Albitkristall dari Greenland dengan pandangan terhadap sumbu b-)

Albite (putih) (tidak berwarna) dengan kuarsa dan verdelite (hijau

berbagai elbaite, Turmalingruppe)

http://de.wikipedia.org/wiki/Albit

Anorthite
Anorthite adalah kalsium endmember dari plagioklas feldspar . Plagioklas adalah berlimpah mineral di Bumi 's kerak . Rumus anorthite murni Ca Al 2 Si 2 O 8. Anorthite adalah kalsium kaya endmemberdari plagioklas larutan padat seri, endmember lainnya yang albite , Na ALSI 3 O 8. Anorthite juga mengacu pada komposisi plagioklas dengan lebih dari 90 molekul persen dari endmember anorthite. Anorthite adalah berbagai komposisi langka plagioklas. Ini terjadi pada mafik batuan beku .Hal ini juga terjadi pada granulite fasies batuan metamorf , dalam metamorfosa batuan karbonat dan korundum deposito.
[1]

Its daerah jenis adalah Monte Somma dan Valle di Fassa , Italia . Ini
[3]

pertama kali dijelaskan pada tahun 1823.

Hal ini lebih jarang terjadi pada batuan surficial daripada

biasanya akan karena potensi tinggi pelapukan dalam seri pembubaran Goldich . Hal ini juga membuat banyak lunar dataran tinggi, sedangkan Batu Kejadian terbuat darianorthosite , yang sebagian besar terdiri dari anorthite. Anorthite ditemukan dalam sampel dari komet Wild 2 , dan mineral merupakan konstituen penting dari Ca-Al-kaya inklusi dalam varietas langka meteorit chondritic .

Anorthite kristal dalam lava dari Miyake Island, Jepang (ukuran: 2,4 x 1,7 x 1,7 cm)

Anorthite kristal dalam vug basal dari Vesuvius (ukuran: 6,9 x 4,1 x 3,8 cm)

http://en.wikipedia.org/wiki/Anorthite

Labradorit
Labradorit (( Ca , Na ) ( Al , Si ) 4 O 8), seorang feldspar mineral , adalah anggota menengah untuk yg mengandung kapur dari plagioklas seri. Hal ini biasanya didefinisikan sebagai memiliki "% An" ( anorthite ) antara 50 dan 70. The gravitasi spesifik berkisar 2,68-2,72. Streak berwarna putih, seperti kebanyakan silikat . The indeks bias berkisar 1,559-1,573. Twinning umum. Seperti dengan semua anggota plagioklas sistem kristaltriklinik dan tiga arah dari pembelahan dua hadir di antaranya membentuk prisma sudut mendekati benar. Hal ini terjadi sebagai jelas, putih abu-abu, kuning untuk bijibijian reng berbentuk kesamaan mafik batuan beku seperti basal dan gabro , serta anorthosites . The jenis daerah geologi untuk labradorit adalah Pulau Paulus dekat kota Nain diLabrador , Kanada . Ini juga telah dilaporkan di Norwegia dan berbagai lokasi lain di seluruh dunia.
[2]

Labradorit terjadi pada mafik batuan beku dan berbagai feldspar paling umum di basaltdan gabro . Yang jarang anorthosite tubuh yang hampir seluruhnya terdiri dari labradorit.
[4]

Hal ini juga ditemukan dalam

metamorf amphibolites dan sebagai komponen detrital dari beberapa sedimen. Asosiasi mineral umum dalam batuan termasuk olivin ,pyroxenes , amfibol dan magnetit .
[1]

Ini terjadi pada massa kristal besar di anorthosite dan menunjukkan permainan warnayang disebut labradorescence . The labradorescence, atau efek Schiller, adalah hasil dari cahaya difraksi dalam intergrowths pipih yang dihasilkan dari fase larutan padat pada pendinginan di Bggild miscibility gap, An 48-An 58.
[ penjelasan lebih lanjut diperlukan ]

Gemstone varietas labradorit menunjukkan tingkat tinggi labradorescence disebutspectrolite .

Labradorit, Ylmaa , Finlandia

Dipoles labradorit 18x20cm - Madagaskar

Detail labradorit

http://en.wikipedia.org/wiki/Labradorite

Anortoclase
Anortoclase, juga disebut anortose, microcline anortoclsio atau natrium, adalah feldspar alkali , dengan rumus kimia (Na, K) ALSI 3 O 8. Campuran isomorfik rasio aluminium silikat alumino-silikat dan natrium, kalium adalah 3:1. Sistem mengkristal di triklinik , dengan putih, hijau, abu-abu atau mawar kuning, dengan kekerasan 6 dan berat jenis 2,57-2,6; gloss vitreous putih dan dasbor. Ini adalah mineral yang sangat umum, terjadi pada batuan atau natrium hipoabissais vulkanik. Namanya berasal dari bahasa Yunani untuk fraktur miring dan, mengacu pada belahan dada.

http://pt.wikipedia.org/wiki/Anortoclase

Anda mungkin juga menyukai