Anda di halaman 1dari 5

DIAGNOSA KEPERAWATAN NO 1.

DATA - Data Subyektif : klien mengatakan bahwa klien sulit untuk menelan - Data Obyektif : Klien terlihat sangat sulit untuk menelan. ETIOLOGI
Gangguan refleks palatum

MASALAH

pada Gangguan Menelan

dan faringeal

2.

Data subyektif : - Klien mengatakan sangat sulit bergerak

Lamanya tirah baring, menurunnya fungsi sensori.

Immobilisasi

Data obyektif : - klien masih bedrest, mobilisasi tidak dilakukan karena istri pa sien takut menambah parah penyakit.

3.

Data Subjektif: -Klien mengatakan bahwa ia sulit untuk berbicara

Menurunnya fungsi sensori.

Gangguan Komunikasi Verbal

Data Objektif: -Klien berbicara dengan sangat tidak jelas dan terlihat sulit untuk berbicara.

RENCANA INTERVENSI
NO TUJUAN 1 Agar fungsi otot KRITERIA HASIL

-Data Subjektif: Klien mengatakan bahwa ia lebih mudah untuk menelan makanannya. -Data Objektif: Klien makan dengan lancar dan aman

menelan adekuat dalam waktu 7 x 24 jam

RENCANA TINDAKAN 1. Tinjau ulang patologi atau kemampuan pasien secara individual, caat luasnya paralisis fasial, gangguan lidah. Kemampuan untuk melindungi jalan napas. Rasional: Intervensi nutrisi atau pilihan rute makan yang ditentukan. 2. Berikan makan dengan perlahan pada lingkungan yang tenang. Rasional: Pasien berkonsentrasi pada mekanisme makan tanpa adanya distraksi atau gangguan dari luar. 3. Mulai untuk memberikan makanan PO setengah cair, makanan lunak ketika pasien dapat menelan air. Pilih atau bantu pasien untuk memilih makanan yang kecil atau tidak perlu mengunya dan mudah ditelan. Cth: telur, agar-agar, makanan lunak lainnya. Rasionalnya: makanan lunak atau cairan kental lebih mudah untuk mengendalikannya di dalam mulut, menurunkan resiko terjadinya aspirasi. 4. Anjurkan pasien menggunakan sedotan untuk meminum cairan Rasionalnya: Menguatkan otot fasial, otot menelan dan menurunkan terjadinya resiko terjadinya tersedak. 5. Anjurkan orang terdekat untuk membawa makanan kesukaan pasien. Rasional: menstimulasi upaya makan dan meningkatkan menelan 6. Konsultasi dengan ahli gizi. Rasional: Untuk memenuhi kebutuhn nutrisi klien dengan efektif. 7. Berikan cairan melalui IV atau mekanan melalui selang.

Rasional: mungkin diperlukan untuk memberikan cairan pengganti dan juga makanan jika pasien tidak mampu untuk memasukkan segala sesuatu melalui mulut. 2.
Menunjukkan mobilitas fisik yang optimal dan berfungsi dalam keterbatasan fisiologis dalam waktu 10 x 24 jam.

-Data Subjektif: Klien mengatakan dapat mengerakkan perlahan-lahan anggota geraknya

-Data Objektif: Klien mampu meningkatkan mobilisasi pada tahap permulaan.

Mampu menyampaikan kebutuhan dasar dalam waktu 5x24 jam.

-Data Subjektif: Klien dapat mengatakan kalimat dengan baik dan jelas perlahan. -Data Objektif: Klien bisa mengucapkan beberapa kata dengan benar.

1. Kaji derajat ketidakmampuan pasien dalam melakukan aktivitas. Rasional: Untuk menentukan jumlah bantuan realistis yang diperlukan. 2. Pertahankan kesejajaran tubuh gunakan matras udara atau papan kaki sesuai dengan indikasi. Rasional: untuk mengurangi keletihan otot 3. Lakukan latihan rentang gerak aktif atau pasif pada semua ekstrimitas setiap 2-4 jam bila perlu. Rasional: untuk membantu meredakan sakit otot kelemahan. 4. Balikan tubuh dan ubah posisi setiap 2 jam Rasional: Untuk memfasilitasi kenyamanan. 5. Anjurkan pasien atau keluarga klien untuk menggunakan atau menggerakkan ektrimitas yang sehat. Rasional: Untuk menyokong sisi yang lemah dan meningkatkan mobilitas. 1. Anjurkan pertanyaan yang dapat dijawab dengan respons iya atau tidak. Rasional: untuk meminimalkan tingkat frustasi pasien. 2. Kaji kemampuan pasien untuk berbicara. Rasional: Untuk mengetahui batas ketidakmampuan klien dalam berkomuniasi. 3. Anjurkan pengunjung atau orang terdekat mempertahankan usahanya untuk berkomunikasi dengan pasien seperti membaca surat,

diskusi tentang hal-hal yang terjadi pada keluarga. Rasional: mengurangi isolasi sosial pasien dan meningkatkan penciptaan komunikasi yang efektif. 4. Konsultasikan dengan terapi bicara. Rasional: untuk mengidentifikasi cara komunikasi yang tepat.

IMPLEMENTASI dan EVALUASI Tanggal / Jam Selasa, 13 Maret 2012 Pukul 09.00 Diagnosa Keperawatan Gangguan menelan Implementasi 1. Meninjau ulang patologi atau
kemampuan pasien secara individual, caat luasnya paralisis fasial, gangguan lidah. Kemampuan untuk melindungi jalan napas. 2. Memberikan makan dengan perlahan pada lingkungan yang tenang. 3. Memulai untuk memberikan makanan PO setengah cair, makanan lunak ketika pasien dapat menelan air. Pilih atau bantu pasien untuk memilih makanan yang kecil atau tidak perlu mengunya dan mudah ditelan. Cth: telur, agar-agar, makanan lunak lainnya. 4. Menganjurkan pasien menggunakan sedotan untuk meminum cairan. 5. Menganjurkan orang terdekat untuk membawa makanan kesukaan pasien. 6. Mengkonsultasi dengan ahli gizi. 7. Memberikan cairan melalui IV atau mekanan melalui selang.

Evaluasi Pukul 12.00 S : Klien mengatakan masih sulit untuk menelan O : klien terlihat sulit untuk menelan A : masalah belum teratasi P : pertahankan intervensi 1-7

Selasa , 13 Maret 2012 Pukul 09.00

Gangguan imobilisasi

1. Mengkaji derajat ketidakmampuan pasien dalam melakukan aktivitas. 2. Mempertahankan kesejajaran tubuh gunakan matras udara atau papan kaki sesuai dengan indikasi. 3. Melakukan latihan rentang gerak aktif atau pasif pada semua ekstrimitas setiap 2-4 jam bila perlu. 4. Membalikan tubuh dan ubah posisi setiap 2 jam. 5. Menganjurkan pasien atau keluarga klien untuk menggunakan atau menggerakkan ektrimitas yang sehat. 1.Menganjurkan pertanyaan yang dapat dijawab dengan respons iya atau tidak. 2. Mengkaji kemampuan pasien untuk berbicara. 3. Menganjurkan pengunjung atau orang terdekat mempertahankan usahanya untuk berkomunikasi dengan pasien seperti membaca surat, diskusi tentang hal-hal yang terjadi pada keluarga. 4. Mengkonsultasikan dengan terapi bicara.

Pukul 12.00 S : klien mengatakan dapat sedikit menggerakkan anggota tubuhnya O : klien terlihat sedikit bisa menggerakkan anggota tubuhnya A : masalah sebagian teratasi P : pertahankan intervensi 1-5. Pukul 12.00 S : klien mengatakan perlahan mulai bisa berbicara O : klien terlihat perlahan sudah bisa berkomunikasi A : masalah teratasi sebagian P : pertahankan intervensi 1-4

Selasa , 13 Maret 2012 Pukul 09.00

Gangguan berbicara