Anda di halaman 1dari 21

Pra Formulasi dan Skala Pilot

Disusun oleh Ami Solihat Fitri Sri Rahma Muhamad egi Nida Nur Farida Reni Jamilatul Fuadi Melinda Dewi Maya Erviana

PRE FORMULASI

Preformulasi adalah tahap awal dalam rangkaian proses pembuatan sediaan farmasi yang berpusat pada sifatsifat fisika kimia zat aktif dimana dapat mempengaruhi penampilan obat dan perkembangan suatu bentuk sediaan farmasi. Tujuan preformulasi Menggambarkan proses optimasi suatu obat melalui penentuan atau definisi sifat-sifat fisika dan kimia yang dianggap penting dalam menyusun formulasi sediaan yang stabil, efektif, dan aman. Data preformulasi akan sangat membantu dalam memberikan arah yang lebih sesuai untuk membuat suatu rencana bentuk sediaan.

Pengujian mikroskopik Ukuran partikel Koefisien partisi dan konstanta disosiasi Polimorfisme Tahapan preformulasi kelarutan Disolusi Permeabilitas membran Kestabilan

PENGUJIAN MIKROSKOPIK
Pengujian mikroskopik dari zat murni (bahan obat) merupakan suatu tahapan penting dalm kerja preformulasi. Memberikan petunjuk mengenai ukuran partikel dari zat murni seperti juga struktur kristal.

UKURAN PARTIKEL
Sifat sifat fisika dan kimia tertentu dari zat obat dipengaruhi oleh distribusi ukuran partikel, termasuk laju disolusi obat, bioavailabilitas, keseragaman isi, rasa, tekstur, warna dan kestabilan.

KOEFISIEN PARTISI DAN KONSTANTA DISOSIASI


Hubungan antara konstanta disosiasi, kelarutan dalamlemak, dan pH pada tempat absorpsi serta karakteristik absorpsi dari berbagai obat merupakan dasar dari teori pH-partisi. Penetuan derajat ionisasi atau harga pKa dari zat obat merupakan suatu karakteristik fisika kimia yang relatif penting terhadap evaluasi dari efek efek yang mungkin pada absorpsi dari berbagai tempat pemberian.

POLIMORFISME
Suatu formulasi yang penting adalah bentuk kristal atau bentuk amorf dari zat obat tersebut. Bentuk bentuk polimorfisme biasanya menunjukan sifat fisika kimia yang berbeda termasuk titik leleh dan kelarutan.

KELARUTAN
Suatu sifat fisika kimia yang penting dari suatu obat adalah kelarutan, terutama kelarutan sistem dalam air. Suatu obat harus mempunyai kelarutan dalam air agar manjur secara terapi.

DISOLUSI
Laju disolusi atau waktu yang diperlukan bagi obat untuk melarutkan dalam cairan pada tempat absorpsi, merupakan tahap yang menentukan laju dalam proses absorpsi.

PERMEABILITAS MEMBRAN
Data yang diperoleh dari pengkajian fisika kimia, terutama pKa, kelarutan, dan laju disolusi memberikan suatu indikasi harapan absorpsi (absorpsi yang diharapkan).

KESTABILAN
Salah satu aktivitas yang paling penting dalam kerja preformulasi adalah evaluasi kestabilan fisika dan kimia dari zat obat murni. pengkajian kestabilan yang dihubungkan dalam fase preformulasi termasuk kestabilan obat itu sendiri dalam keadaan padat. Kestabilan fase larutan, dan kestabilan dalam adanya zat penambah.

SKALA PILOT

Skala pilot adalah sistem pengolahan kimia dengan skala kecil yang dioperasikan untuk menghasilkan informasi tentang perilaku sistem untuk digunakan dalam desain fasilitas yang lebih besar.

Keuntungan pembuatan skala pilot pada hakekatnya lebih murah untuk dibangun dibanding proses skala besar. Bisnis itu tidak mengorbankan banyak modal dalam risiko di suatu proyek yang mungkin tidak efisien.

UKURAN DAN STRUKTUR SKALA PILOT


Prinsip pembuatan skala Dalam pembuatan skala perlu memperhatikan kriteria untuk menentukan ukuran dan bentuk pilot plant. Penentuan skala ini memperhatikan prinsip kesamaan yang telah diformulasikan oleh Newton. Contohnya apabila dalam pilot plant tersebut menangani cairan, maka terdapat 3 tipe kesamaan antara lain: - Kesamaan Geometrik - Kesamaan Kinematik - Kesamaan Dinamik

Selain itu, apabila proses yang disimulasikan dalam pilot plant menyangkut reaksi kimia dan biokimia, kesamaan yang harus dipertibangkan adalah: - Kesamaan Termal - Kesamaan Kimia dan Biokimia

Ukuran minimal dan maksimal Beberapa faktor dapat mempengaruhi ukuran dari skala pilot. Umumnya ukuran minimal diambil dari jumlah produk minimal yang dibutuhkan untuk analisa pengontrolan kualitas. Contohnya, apabila tujuan percobaan skala pilot untuk mempelajari pengaruh kondisi proses pada kualitas produk, maka jumlah minimal produk yang diproses pada skala pilot sebaiknya memenuhi jumlah sample yang digunakan untuk analisis fisik dan kimia untuk penentuan kualitas produk.

Sedangkan ukuran maksimal dari skala pilot ditentukan dari jumlah kebutuhan produk yang diproses untuk pengujian penerimaan pasar terhadap produk yang akan diproduksi. Untuk proses batch, desain skala pilot yang memproduksi bagian kecil dari sistem pengolahan pangan akan lebih mudah dalam pelaksanaannya. Pada prinsipnya sebuah skala pilot tidak membutuhkan sistem proses pengolahan pangan secara keseluruhan. Sebaliknya apabila pada proses continous, lebih membutuhkan ketelitian dan keseriusan dalam percobaannya. Namun data yang diperoleh akan lebih lengkap apabila dibandingkan pada proses batch.

APLIKASI DAN DESAIN


1.

2.

3.

4.

Hal-hal yang perlu dipelajari pada pembuatan pilot plant antara lain: Studi mengenai produk, meliputi karakterisasi kualitas, pengaruh kondisi proses pada kualitas produk, pengembangan produk baru, studi penerimaan pasar Studi mengenai Bahan Bau, meliputi karakterisasi bahan baku, evaluasi perencanaan dengan menggunakan materi bahan baku yang berbeda. Studi mengenai teknologi proses, meliputi kondisi proses yang paling sesuai secara segi ekonomi (biaya yang mininal) dan segi kualitas produk (mendapatkan produk berkualitas), studi mengenai alternatif peralatan proses, pengembangan teknologi baru, pengembangan peralatan baru. Studi kebutuhan pelengkap, meliputi evaluasi kesetimbangan massa dan kesetimbangan energi, studi mengenai energi, dan pengembangan dan evaluasi sebagai alternatif sistem kontrol.

Tahap skala pilot merupakan tahap pertengahan penelitian atau pembuatan produk sebelum masuk ke dalam produksi lebih besar. Tahap skala pilot ini merupakan jembatan yang dapat membantu produksi skala besar karena skala produksi besar terlalu sulit dilakukan apabila mendesain proses mulai dari skala laboratorium. Tahap skala pilot dapat mengevaluasi hasil dari laboratorium dalam pembuatan produk, mengkoreksi dan mengembangkan proses. Selain itu, tahap skala pilot juga dapat menyediakan informasi yang digunakan untuk mengambil keputusan dalam pengembangan proses skala besar.