Anda di halaman 1dari 34

BAB II KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH

Pembangunan di Kabupaten Purwakarta dewasa ini menuntut perhatian lebih, tidak hanya untuk menghadapi permasalahan yang belum terselesaikan, namun juga untuk mengantisipasi perubahan yang muncul di masa yang akan datang. Posisi Kabupaten Purwakarta yang strategis sebagai Gerbang Pasundan dan berdekatan dengan ibukota negara, mendorong Kabupaten Purwakarta untuk berperan serta secara aktif sebagai agent of development (agen pembangunan) bagi pertumbuhan nasional. Tantangan perubahan kompetisi global yang dinamis, menuntut Kabupaten Purwakarta untuk mengimbanginya, agar dapat seiring dan sejalan dalam gerak langkah terpadu, guna memberikan pilihan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat (social

welfare). Oleh karenanya eksistensi pembangunan daerah didedikasikan untuk


membangun kompetensi daerah yang berdaya saing dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang dimiliki, yaitu meliputi sumber daya manusia, daya dukung alam, dan potensi sosial kemasyarakatan. Arah kebijakan pembangunan daerah berorientasi pada keunggulan pendidikan, kesehatan, pertanian, industri, perdagangan dan jasa, serta pengembangan infrastruktur wilayah yang berbasis religi dan nilai-nilai kearifan lokal. Disamping itu, pembangunan tersebut dilaksanakan dengan tanpa mengesampingkan peningkatan keutuhan lingkungan baik hulu maupun hilir, fisik dan sosial. Guna menuju kearah tersebut, pemerintahan daerah dituntut agar lebih mandiri, inovatif dan kreatif dengan mengembangkan struktur pemerintahan efektif yang berorientasi kepada kepuasan pelayanan publik, serta dapat
LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 1

mengembangkan potensi kewirausahaan birokrasi yang berorientasi pada kemakmuran rakyat. Sehingga jarak antara pemerintah dan masyarakat menjadi semakin dekat dan kinerja pelayanan public (public services) menjadi lebih baik. Dengan demikian, akselerasi pembangunan dan ekonomi daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan dapat tercapai. Dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan, tantangan dan peluang yang ada di Kabupaten Purwakarta serta budaya yang hidup dalam masyarakat, telah disusun Visi dan Misi Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta tahun 2008-2013. Visi dan Misi tersebut ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 1 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2008-2013 (RPJMD Tahun 20082013).

A. Visi dan Misi Kabupaten Purwakarta Tahun 20082013 (Visi Jangka Menengah)
Rumusan Visi dan Misi Pembangunan tahun 2008-2013 didasarkan atas inspirasi dan analisis terhadap lingkungan serta isu strategis lokal Kabupaten Purwakarta. harus dapat disikapi kemampuan daerah. Berdasarkan pemikiran dan tekad yang kuat untuk mewujudkan Gambaran lingkungan strategis dan isu strategis secara proporsional berdasarkan potensi dan

Purwakarta Digjaya serta didorong dengan itikad Ngawujudkeun Purwakarta Nagri Raharja, berikut Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten
Purwakarta tahun 2008-2013, sebagai arah utama pembangunan jangka menengah daerah:

1. Visi Kabupaten Purwakarta Tahun 2008-2013


Makna Visi Pembangunan: Purwakarta

Berkarakter

sesungguhnya secara sederhana merupakan pencerminan dari aspek kepribadian; ciri khas (branded); kumpulan peran; mandiri; berdaya saing; tangguh; serta maju sesuai dengan tata nilai masyarakat

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 2

Purwakarta yang berlandaskan religi keislaman dan tata nilai lokal pilemburan (local values).

2. Misi Kabupaten Purwakarta Tahun 2008-2013


Makna dari Misi dalam upaya pencapaian Visi Purwakarta Berkarakter adalah sebagai berikut: a) Mengembangkan Kearifan dan Jasa Untuk mewujudkan ekonomi Visi Pembangunan: maka untuk Lokal, Pembangunan yang Berbasis pada Religi dan Berorientasi Keunggulan

Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Industri, Perdagangan

Purwakarta
Pemerintah senantiasa kesehatan,

Berkarakter
tatanan Kabupaten yang

pada aspek kualitas sumber daya manusia dan masyarakat, misi Purwakarta pada mempunyai keunggulan

kehidupan

mengembangkan pembangunan berbasis religi dan kearifan lokal, berorientasi pendidikan, pertanian, industri, perdagangan dan jasa. Pembangunan berbasis religi dan kearifan lokal yang berorientasi pada keunggulan pendidikan, kesehatan, pertanian, industri, perdagangan dan jasa, antara lain: (1) Di bidang pendidikan, perlu dilakukannya penguatan nilai-nilai lokal (kearifan lokal, local value), baik yang bersifat geografis, teritorial maupun yang bersifat capacity-intelectual. Hal ini sebagai bagian dari upaya optimalisasi potensi domestik, baik yang bersifat kultur, regional, lokal maupun menciptakan keunggulan personal, yang memiliki kearifan intelektual, emosional dan spiritual, sehingga dapat membentuk generasi Purwakarta yang sesuai dengan tata nilai: cageur,

bageur,

bener, pinter, jeung singer.


(2) Di bidang kesehatan, perlu dibangunnya sarana pelayanan pengobatan masyarakat berupa puskesmas yang memadai di seluruh kecamatan, untuk mendekatkan fungsi pelayanan
LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 3

negara terhadap masyarakat.

Pola hubungan yang dibangun

adalah pola kemitraan yang terstruktur berdasarkan kualitas ekonomi rakyat untuk membangun dan mengintegrasikan hubungan timbal balik (feed back) antara ekonomi atas, menengah dan bawah. (3) Di bidang pertanian, perlu diupayakan penguatan basis pertanian organik, dengan mewujudkan integrasi potensi pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan pariwisata yang disebut gerakan balik ka lembur, serta membangun kekuatan lumbung pedesaan melalui penguatan jaringan ketahanan ketahanan pangan pangan desa, sebagai bagian dari menjaga Dengan masyarakat secara makro.

pengembangan upaya tersebut, diharapkan dapat terwujud swasembada pangan daerah serta sesuai dengan gambaran filosofi Sunda: bru di juru, bro di panto, ngalayah di tengah

imah, rea ketan, rea keton, buncir leuit, loba duit, di hareup undeureun, di tukang alaeun, di pipir petikeun, di kolong aya si jambrong, na parango aya si jago.
(4) Di bidang investasi dan industri, perlu dibukanya areal zona industri maupun kawasan industri yang dikuasai oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari kemudahan investor, dan simbiosis investasi antara negara dengan pelaku industri, dengan orientasi kemakmuran rakyat. Rancang bangun ini merupakan bagian dalam membangun hubungan perubahan sosialisme-kapitalisme atau dinamakan dengan istilah bumi

manjing ka langitna, ti langit seah hujana, lembur subur, kota bagja, masjid jeung diri ngahiji, harta geus ngawujud harti, hukum geus ngawujud adil, nyanding pamingpin ka rakyat, pandita ajeg wiwaha, ucap jeung lengkah sarua, pitutur ngawangun subur, ayat ngawujud adab.

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 4

(5) Di bidang ekonomi kerakyatan, optimalisasi potensi ekonomi kerakyatan perlu ditingkatkan yaitu melalui ketauladanan untuk mencintai berbagai produk rakyat, baik yang sudah tersentuh oleh pemerintah maupun yang belum tersentuh oleh pemerintah yang merupakan potensi keunggulan daerah. (6) Dibidang perdagangan dan jasa, perlu dilakukannya upaya pengembangan, proteksi dan fasilitasi terhadap pedagang kecil dan pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Pada bidang jasa pariwisata, perlu dilakukan upaya intensifikasi dan ekstensifikasi potensi pariwisata daerah, dengan lebih mengedepankan objek wisata alam dan wisata budaya sebagai wisata unggulan Purwakarta. b) Mengembangkan Infrastruktur Wilayah yang Berbasis NilaiNilai Kearifan Lokal dan Berorientasi pada Semangat Perubahan Kompetisi Global Untuk mewujudkan Visi Pembangunan:

Purwakarta

Berkarakter, maka Pemerintah Kabupaten Purwakarta mempunyai


misi untuk senantiasa mengembangkan infrastruktur wilayah yang berbasis nilai-nilai kearifan lokal dan berorientasi pada semangat perubahan kompetisi global. Pembangunan infrastruktur wilayah yang berbasis nilai-nilai kearifan lokal dan berorientasi pada semangat perubahan kompetisi global, hal ini tercermin dari upaya: (1) Mengembangkan jaringan jalan, arsitektur rumah, penataan perkantoran serta sarana dan prasarana lainnya yang berbasis nilai-nilai kearifan lokal dan berorientasi pada semangat perubahan dan kompetisi global. Sehingga kita tidak kehilangan jati diri dan orientasi masa depan sebagai

masyarakat yang berbudaya. (2) Di bidang transportasi darat dan air, perlu dioptimalkannya berbagai sarana transportasi darat dan air yang mendekatkan hubungan antar daerah. Pola hubungan yang dibangun dalam
LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 5

konteks pembangunan sarana transportasi darat adalah pola simbiosis antar-pemerintah, masyarakat dan dunia usaha mulai dari pembangunan sampai pemeliharaan, dengan prinsip

sareundeuk saigel, sabobot sapihanean, ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salogak.
c) Meningkatkan Keutuhan Lingkungan Baik Hulu maupun

Hilir, Fisik maupun Sosial


Untuk Purwakarta mewujudkan mempunyai misi Visi Pembangunan: senantiasa

Purwakarta
meningkatkan

Berkarakter pada aspek lingkungan, maka Pemerintah Kabupaten


untuk keutuhan lingkungan baik hulu maupun hilir, fisik maupun sosial. Pembangunan lingkungan dimaksud antara lain tercermin dari upaya: (1) Penegakan berbagai peraturan ataupun membuat peraturan baru, untuk melindungi berbagai areal yang menjadi kebutuhan publik secara luas, seperti: perlindungan terhadap hutan, perlindungan terhadap sumber mata air, perlindungan terhadap areal persawahan, perlindungan terhadap keanggunan gunung, dan perlindungan terhadap daerah aliran sungai. sebagai bagian dalam serta kehidupan sosial lainnya yang merupakan Hal ini upaya menjaga keutuhan lingkungan hidup

terciptanya simbiosis mutualisme antara manusia dan alam lingkungannya. (2) Mengembalikan kondisi sumber air, sungai dan danau sebagai sumber kehidupan masyarakat, menjaga kualitas airnya, menjaga kualitas lingkungannya, agar terjaga dari berbagai bentuk ambisi kepentingan ekonomi, yang pada akhirnya menghancurkan sistem nilai hayati dan nabati yang terkandung didalamnya. Karena pada hakikatnya, sumber air, sungai dan danau yang ada di Purwakarta merupakan cermin watak peradaban masyarakat Purwakarta secara keseluruhan.
LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 6

d) Mengembangkan Struktur Pemerintahan yang Efektif, yang Berorientasi kepada Kepuasan Pelayanan Publik, Mengembangkan Potensi Kewirausahaan Birokrasi yang Berorientasi Kemakmuran Rakyat Untuk Pemerintah yang mewujudkan Kabupaten Visi Pembangunan: mempunyai

Purwakarta
misi untuk publik,

Berkarakter pada aspek birokrasi dan otonomi daerah, maka


Purwakarta senantiasa mengembangkan struktur pemerintahan yang efektif, berorientasi kepada kepuasan pelayanan mengembangkan potensi kewirausahaan birokrasi yang berorientasi kemakmuran rakyat. Misi tersebut antara lain tercermin dari upaya: (1) Pengembangan tatanan birokrasi dan aparatur daerah,

sehingga mampu mewujudkan lembaga birokrasi dan aparatur daerah yang mencerminkan tata nilai dan prinsip kesundaan:

landung kandungan, laer aisan, leuleus jeujeur liat tali, hade congcot, gede bacot, someah hade ka semah.
(2) Perwujudan otonomi desa melalui penguatan otonomi kultural dan struktural masyarakat perdesaan, serta desentralisasi pembangunan desa dan desentralisasi pengelolaan anggaran perimbangan desa, yang mencerminkan semangat keadilan, atau gemah ripah, repeh rapih, sugih mukti lemah cai, wibawa

karta raharja.
(3) Membangun kekuatan hukum yang memberikan perlindungan menyeluruh terhadap masyarakat dengan berorientasi pada produk hukum yang cerdas, tanggap terhadap perubahan dan berkembang sesuai dengan nalar, lingkungan alam dan masyarakat.

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 7

B. Strategi dan Arah Kebijakan Daerah (Sesuai RPJMD Kabupaten Purwakarta Tahun 2008-2013)
Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Purwakarta tahun 2008-2013 sesuai dengan yang tercantum di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Purwakarta tahun 2008-2013 pada tataran pragmatis operasional ditempuh melalui

SEMBILAN LANGKAH MENUJU PURWAKARTA DIGJAYA, sebagai


strategi, target, sekaligus pula kerangka kerja pelaksanaan pembangunan Purwakarta tahun 2008-2013. 2008-2013: Berikut adalah strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah sesuai dengan RPJMD Kabupaten Purwakarta Tahun

1. Sembilan Langkah Menuju Purwakarta Digjaya (Program Pembangunan Purwakarta 2008-2013)


a) Pendidikan Gratis sampai Tingkat SLTA bagi Masyarakat Miskin Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang lebih berkualitas merupakan mandat yang harus dilakukan. Hal tersebut sesuai dengan tujuan negara Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, mencerdaskan

kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum dan ikut


melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pendidikan merupakan salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas manusia. Pada saat ini pendidikan merupakan syarat dalam meningkatkan kualitas SDM, dimana pendidikan berperan sebagai salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan manusia. Oleh karenanya pembangunan pendidikan di daerah harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, termasuk terhadap penduduk yang tidak beruntung pada sisi ekonomi atau berkategori
LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 8

miskin. Tanpa adanya pola terobosan untuk menjamin masyarakat miskin dapat memperoleh pendidikan secara mudah dan gratis, peningkatan pendidikan secara merata di Kabupaten Purwakarta hanya akan tetap menjadi wacana. Kesenjangan tingkat pendidikan, seperti antara penduduk kaya dan penduduk miskin, antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan, antara penduduk di perkotaan dan perdesaan menjadi penghambat tersendiri dalam mewujudkan tingkat pemerataan pendidikan masyarakat. Faktor ekonomi merupakan alasan utama anak putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan, baik karena tidak memiliki biaya sekolah maupun karena harus bekerja untuk ikut membantu ekonomi keluarga. Hal tersebut berdampak pada tingginya kesenjangan tingkat pendidikan antara penduduk miskin dengan penduduk kaya. Masyarakat miskin masih menilai bahwa pendidikan masih terlalu mahal dan belum memberikan manfaat yang signifikan atau sebanding dengan sumberdaya yang dikeluarkan. Atas dasar kenyataan tersebut, langkah strategis guna melindungi dan memberikan treatment serta perhatian yang lebih terhadap kondisi pendidikan masyarakat miskin di Kabupaten Purwakarta, yaitu melalui Pendidikan Gratis sampai dengan Tingkat

SLTA Bagi Penduduk Miskin.

Hal ini tentunya dalam rangka

mewujudkan masyarakat Purwakarta cageur, bageur, bener, tur

pinter secara merata, pada semua lapisan masyarakat. Diharapkan


dengan pola langkah yang demikian, permasalahan masih cukup rendahnya tertangani signifikan. tingkat dengan pendidikan cepat masyarakat terarah, SDM Purwakarta sehingga Purwakarta dapat mampu secara dan

mendongkrak

peningkatan

kualitas

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 9

b) Pembebasan

Biaya

Pembelian

Buku

Sekolah

dan

Pengembangan Kurikulum Pendidikan Baca Tulis Al-Quran bagi Siswa TK, SD, SLTP dan SLTA yang Beragama Islam Biaya pendidikan di Kabupaten Purwakarta sampai dengan saat ini dinilai oleh beberapa pihak masyarakat masih dirasa sangat memberatkan. telah Meskipun SPP sekolah, terutama Sekolah Dasar oleh pemerintah daerah. Tetapi pada (SD) sudah sejak tahun 2004 secara resmi melalui dukungan APBD dihapuskan kenyataannya masyarakat masih harus dibebani oleh pengeluaranpengeluaran lain di luar iuran sekolah, salah satunya berupa pembelian buku sekolah. Buku-buku mata pelajaran merupakan komponen penting unsur pengajaran. Bahan bacaan yang berkualitas mutlak harus Hanya diperoleh siswa-siswa sekolah di Kabupaten Purwakarta.

saja untuk memperoleh buku-buku bahan bacaan yang berkualitas pada semua jenjang tingkatan sekolah membutuhkan biaya yang cukup mahal, dan itu semua dibebankan kepada masyarakat. Guna menanggulangi permasalahan tersebut, diperlukan langkah strategis agar peserta didik, mulai dari tingkat TK, SD, SLTP dan SLTA, baik di Perkotaan ataupun di Perdesaan secara merata dapat memperoleh buku mata pelajaran secara mudah, merata dan seragam. Langkah strategisnya adalah pemberian buku secara gratis kepada siswa sekolah pada semua jenjang tingkatan pendidikan, mulai dari TK, SD, SLTP hingga SLTA. Kemudian guna mewujudkan masyarakat Purwakarta yang

Bener, secara normatif diperlukan pola pengembangan kehidupan


keagamaan yang dibangun sejak dini. Penanaman nilai-nilai agama sebagai kekuatan lokal kepada masyarakat terutama anak usia sekolah sejak dini harus kita lakukan. Pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran agama di kalangan peserta didik sampai dengan saat ini masih dinilai belum memuaskan. Hal ini merupakan tantangan bagi pelaksanaan pendidikan keagamaan di masa yang
LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 10

akan datang. terbatasnya

Kendala utama adalah kurangnya jumlah dan dan prasarana, serta minimnya fasilitas

rendahnya mutu pendidik dan tenaga kependidikan lainnya, sarana pendukung keagamaan. Pada sisi yang lain, derasnya arus

globalisasi terutama melalui media cetak dan elektronik yang semakin kuat mempengaruhi perilaku anak didik yang cenderung ke arah negatif, yang seharusnya dapat dicegah atau dikurangi dengan pemahaman dan penghayatan agama. Atas dasar hal tersebut, mengingat sebagian besar penduduk Purwakarta beragama Islam, maka dipandang perlu untuk dikembangkan dan terapkan Kurikulum Baca Tulis Al Quran bagi siswa sekolah TK, SD, SLTP dan SLTA yang beragama Islam, agar transformasi nilai-nilai agama dapat berjalan secara terus menerus, berjenjang dan berlangsung sejak dini. Dari strategi ini diharapkan dapat terbentuk siswa didik yang cerdas, siap pakai dan

berakhlakul karimah.
c) Pelayanan KTP, Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran Gratis bagi Seluruh Masyarakat dengan Sistim Pelayanan di Tingkat Desa dan Kelurahan Optimalisasi peran desa dan kelurahan pada masa-masa mendatang harus terus didorong. Objek-objek layanan masyarakat yang selama ini masih dilakukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tingkat kabupaten, guna lebih mendekatkan dengan masyarakat, sudah selayaknya diserahkan kepada Desa dan Kelurahan sebagai ujung tombak Otonomi Daerah.

Pola

Otonomisasi Desa dan Kelurahan yang selama ini hanya baru


berupa wacana utopis, pada kurun waktu lima tahun kedepan akan direalisasikan bersentuhan seutuhnya, langsung terutama dengan menyangkut objek-objek layanan layanan langsung masyarakat. Salah satu objek layanan yang masyarakat yaitu

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 11

administrasi kependudukan dalam bentuk layanan KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran dan layanan kependudukan lainnya. Layanan-layanan administrasi kependudukan tersebut merupakan hak masyarakat, pemerintah atau penyedia layanan diwajibkan untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya. Dengan dukungan APBD dan dukungan semua pihak, Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan mengambil langkah memberikan Pelayanan KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran dan layanan kependudukan lainnya secara Gratis Penuh bagi seluruh masyarakat Purwakarta, dengan pusat layanan di Desa dan Kelurahan. Perangkat-perangkat guna mendukung upaya ke arah tersebut, baik aturan (berupa kebijakan), sarana (berupa alat penunjang), maupun sumber daya manusia (aparatur), akan disiapkan dengan segera. d) Pembangunan Kecamatan Pembangunan memenuhi salah satu kesehatan hak dasar merupakan rakyat, upaya hak untuk untuk yaitu Puskesmas Rawat Inap di Seluruh

memperoleh pelayanan kesehatan. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kesehatan juga merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Meskipun secara umum dari waktu ke waktu kualitas kesehatan masyarakat Purwakarta berdasarkan data kuantitatif telah menunjukkan angka yang meningkat, tetapi disparitas status kesehatan antar tingkat sosial ekonomi, antar kawasan, dan antar daerah perkotaan-perdesaan masih cukup tinggi. Angka kematian bayi dan angka kematian balita pada golongan masyarakat miskin hampir empat kali lebih tinggi dari golongan masyarakat kaya. Selain itu, angka kematian bayi dan angka kematian ibu melahirkan lebih tinggi di daerah perdesaan dan pada penduduk dengan tingkat II - 12

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

pendidikan rendah.

Persentase anak balita yang berstatus gizi

kurang dan buruk di daerah perdesaan lebih tinggi dibandingkan daerah perkotaan. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih dan cakupan imunisasi pada golongan miskin lebih rendah dibanding dengan golongan masyarakat kaya. Rendahnya kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan faktor terbesarnya disebabkan kerena masih belum mencukupinya jumlah sarana dan prasarana kesehatan yang ada dibandingkan dengan jumlah penduduk dan persebarannya. Sehingga guna lebih mendekatkan layanan kesehatan masyarakat, Puskesmas-Puskesmas yang telah ada sekarang, yang tersebar di 17 Kecamatan di Kabupaten Purwakarta, pada lima tahun kedepan secara bertahap harus didorong untuk mampu memberikan layanan rawat inap. Distribusi dokter, perawat, bidan, alat kesehatan, obatobatan dan sarana prasarana penunjang lainnya akan diarahkan ke puskesmas yang tersebar di kecamatan seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta. e) Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Pegawai Melalui Insentif Kehadiran, serta Peningkatan Kesejahteraan Kepala Desa, Aparatur Desa, Bamusdes, LPM, Linmas Hansip, Kadus, RW, RT, DKM, dan Guru Ngaji Melalui Otonomi Desa dan Kelurahan Fungsi utama pemerintahan adalah fungsi pengaturan

(regulation) dan fungsi pelayanan (services). Tujuan pembentukan


pemerintahan adalah untuk menjaga suatu sistem ketertiban dimana masyarakat bisa menjalani kehidupannya secara wajar. Hakekat pemerintahan modern merupakan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah tidaklah diadakan untuk melayani diri setiap anggota masyarakat mengembangkan sendiri tetapi untuk melayani masyarakat, menciptakan kondisi yang memungkinkan

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 13

kemampuan bersama.

serta

kreatifitasnya

dalam

mencapai

kemajuan

Pemerintah Daerah di masa yang akan datang, dihadapkan pada permasalahan internal dan eksternal. Dari sisi eksternal, pemerintah daerah akan dihadapkan pada dampak globalisasi yang sarat dengan persaingan dan liberalisme arus informasi, investasi, modal, tenaga kerja, dan budaya. Di sisi internal, pemerintah daerah akan menghadapi kondisi masyarakat yang semakin cerdas

(knowledge based society) dan masyarakat yang semakin banyak


tuntutan (demanding community). Upaya untuk mewujudkan proses penyelenggaraan pemerintahan yang baik, antara lain dapat tercermin dari indikator: keterbukaan, akuntabilitas, efektivitas dan efisiensi, menjunjung tinggi supremasi hukum, dan membuka partisipasi masyarakat yang dapat menjamin kelancaran, keserasian dan keterpaduan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Untuk itu diperlukan langkah-langkah kebijakan yang terarah pada perubahan kelembagaan dan sistem ketatalaksanaan; kualitas sumber daya manusia aparatur; dan sistem pengawasan dan pemeriksaan yang efektif. Selain hal tersebut, faktor yang sering terlupakan dan luput dari perhatian semua pihak yaitu permasalahan rewards (penghargaan), remuneration (penggajian) dan punishment (penghukuman). Tuntutan terbentuknya aparatur yang profesional dengan tingkat kinerja yang tinggi, tentunya harus diikuti dengan rewards (penghargaan) dan remuneration (penggajian/pengupahan) yang memadai. meningkatkan memberikan Pada lima tahun kerja, dalam mendatang, akan diambil bentuk dalam langkah rangka untuk kepada motivasi insentif

tunjangan

pegawai dan guru di Kabupaten Purwakarta, pada semua jenjang pemerintahan daerah, atas dasar tingkat kehadiran dan kinerja masing-masing pegawai dan guru. Diharapkan melalui langkah ini
LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 14

akan terbangun motivasi kerja yang positif, sehingga peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat dapat tercapai. Selain perhatian dalam bentuk pemberian insentif kepada pegawai Pemerintah Kabupaten, elemen lain sebagai supporting

agent pembangunan di Purwakarta yang perlu diperhatikan tingkat


kesejahteraannya, Guru Ngaji. yaitu: Kepala Desa, Aparatur Desa, Bamusdes, LPM, Linmas/Hansip, Kadus, RW, RT, DKM, dan Guna menjamin kehidupan dan penghidupan para Kepala Desa, Aparatur Desa, Bamusdes, LPM, Linmas/Hansip, Kadus, RW, RT, DKM, dan Guru Ngaji, maka perlu diberikan insentif penghasilan yang wajar. Anggaran biaya untuk insentif akan teralokasikan dalam Alokasi Dana Desa (ADD) dan Kelurahan melalui optimalisasi dan pengembangan Otonomisasi Desa dan Kelurahan. f) Pengembangan dan Pelebaran Jalan Hotmix serta Listrik Sampai Cibatu, Pelosok Perdesaan, Membuat/Mengoptimalkan Pasawahan-Pondoksalam, Campaka-CibatuJalur Tembus Cikao Bandung-Babakancikao, KiarapedesPasawahan-Cibatu, Pasawahan-Purwakarta, Pondoksalam-Bojong, WanayasaPondoksalam, Sawit-Wanayasa Pembangunan infrastruktur adalah bagian integral dari keseluruhan proses pembangunan. Infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi. orang. Kegiatan sektor transportasi merupakan tulang punggung pola distribusi baik barang maupun Infrastruktur lainnya seperti sarana listrik terkait dengan upaya modernisasi dan penyediaannya merupakan salah satu aspek terpenting untuk meningkatkan produktivitas sektor ekonomi masyarakat. Bojong-Darangdan, Bungurari, Membuka Pintu Tol Sawit, serta Pelebaran Jalan

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 15

Sarana jalan merupakan modal transportasi utama yang berperan penting dalam mendukung pembangunan daerah serta mempunyai kontribusi terbesar dalam melayani mobilitas manusia maupun distribusi jalan komoditi semakin perdagangan diperlukan untuk dan industri. Infrastruktur menjembatani

kesenjangan dan mendorong pemerataan hasil-hasil pembangunan antar-wilayah, antar-perkotaan dan antar-perdesaan serta untuk mempercepat pengembangan wilayah. diletakkan pada posisi prioritas Fungsi jaringan jalan segera mendapat sebagai salah satu komponen prasarana transportasi sudah saatnya untuk penanganan. Daerah-daerah perdesaan di Kabupaten Purwakarta yang selama ini masih memiliki sarana jalan berkondisi buruk, pada kurun waktu tahun 2008 sampai dengan tahun 2013 akan ditingkatkan statusnya menjadi jalan beraspal hotmix. Area-area di Kabupaten Purwakarta yang selama ini masih terputus dan belum terkoneksi, pada lima tahun ke depan akan diupayakan untuk dilakukan pembuatan jalur tembus. Langkah terobosan ini diambil, karena masih banyak ruas-ruas jalan, yang sebetulnya memiliki nilai ekonomi tinggi tetapi belum terhubung dengan baik satu sama lain. Ruas-ruas jalan tersebut seperti misalnya: Jalur Tembus Cikao Bandung-Babakancikao, Pasawahan-Pondoksalam, Cibatu-Bungursari. Selanjutnya masyarakat dan dalam rangka meningkatkan dari sektor pendapatan pariwisata, pendapatan daerah Kiarapedes-Cibatu, Pasawahan-Cibatu, PondoksalamPasawahan-Purwakarta,

Bojong, Wanayasa-Pondoksalam, Bojong-Darangdan, Campaka-

Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan mengajukan permohonan kepada PT. Jasa Marga Persero sebagai BUMN pengelola Jalan Tol Purbaleunyi agar dapat membuka Pintu Tol Sawit. Upaya tersebut dimaksudkan agar arus wisatawan dari Jakarta dan Bandung dapat mengarah langsung ke wilayah Kecamatan Bojong dan Wanayasa, mengingat di kedua kecamatan tersebut selain didukung dengan
LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 16

suhu yang sejuk, juga terdapat area wisata agro, alam, budaya, dan wisata air (situ). Guna mendukung perkembangan pariwisata dan memperlancar transportasi dari Pintu Tol Sawit ke Wanayasa dan Bojong, langkah pertama yang akan dilakukan yaitu memperlebar dan meningkatkan kualitas jalan Ruas Bojong-Wanayasa, sehingga cukup representatif untuk dilalui arus wisatawan. g) Pengembangan Air Bersih dan Irigasi Perdesaan Secara Menyeluruh dan Mengoptimalkan Sungai Ciherang untuk Irigasi Perairan Pondoksalam-Pasawahan, Sungai Cikao untuk Irigasi Perairan Bojong-Darangdan-Jatiluhur, dan Sungai Cimunjul untuk Irigasi Perairan PurwakartaBabakancikao. Bungursari, Plered, Pengembangan Irigasi Cilamaya untuk Mengoptimalkan Sukatani, Fungsi Bendungan Jatiluhur

PertanianKiarapedes-Wanayasa-CibatuCampakaserta Cirata dan Jatiluhur untuk Pertanian Masyarakat Maniis, Tegalwaru, Sukasari, dan dengan Pola Integrasi Kehutanan, Pengairan, Perikanan, Pertanian, Peternakan dan Pariwisata Air merupakan hidup kebutuhan dan pokok manusia untuk kelangsungan meningkatkan kesejahteraan.

Pembangunan di bidang sumber daya air pada dasarnya adalah upaya untuk memberikan akses secara adil kepada seluruh masyarakat untuk mendapatkan air agar mampu berperikehidupan yang sehat, bersih, dan produktif. Meningkatnya ancaman terhadap keberlanjutan daya dukung sumber daya air, baik air permukaan maupun air tanah. Kerusakan lingkungan yang semakin luas akibat kerusakan hutan secara signifikan telah menyebabkan penurunan daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam menahan dan menyimpan air. Hal yang memprihatinkan adalah indikasi terjadinya proses percepatan laju kerusakan daerah tangkapan air. Oleh karenanya pemerintah II - 17

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

daerah akan mengambil langkah untuk menyelamatkan daerah hulu, daerah aliran sungai, daerah sekitar aliran serta daerah resapan untuk dijaga tingkat kelestariannya. Selajutnya berkaitan dengan pengembangan sumber air untuk irigasi guna memenuhi kebutuhan pertanian, langkah strategis yang akan dilakukan yaitu melalui optimalisasi peran dan fungsi sungai dan danau di Kabupaten Purwakarta yang telah ada. Sungai Ciherang akan diarahkan untuk Irigasi Perairan Pondoksalam-Pasawahan, Sungai Cikao untuk Irigasi Perairan Bojong-Darangdan-Jatiluhur, dan Sungai Cimunjul untuk Irigasi Perairan Pertanian Purwakarta-Babakancikao. Kemudian menyangkut pengembangan irigasi, Irigasi Cilamaya akan dikembangkan untuk Kiarapedes-Wanayasa-Cibatu-Campaka-Bungursari, Bendungan Cirata dan Jatiluhur akan diarahkan untuk Pertanian Masyarakat Maniis, Plered, Tegalwaru, Sukatani, Sukasari, dan Jatiluhur melalui Pola Integrasi Kehutanan, Pengairan, Perikanan, Pertanian, Peternakan dan Pariwisata. Pola Integrasi Kehutanan, Pengairan, Perikanan, Pertanian, Peternakan dan Pariwisata yang dimaksud merupakan adopsi tata nilai simbiosis mutualisme Pemikiran antar-sektor sederhananya dan antar-bidang dengan pembangunan. adalah

menyatukan peternakan, perikanan,pertanian, kehutanan, dan pengairan sebagai bagian dari komponen sistem yang tersimbiosis mutualisme satu dengan yang lain serta terhubung secara sistemik satu dengan yang lain. h) Pengembangan Kawasan Terpadu Kecamatan Bungursari, Pengembangan Beridentitas Buleud, Tata Kota dan Tata Bangunan Bangunan yang Tua, Purwakarta, Renovasi

Pengembangan Halaman Stasion, Penyempurnaan Situ Penataan serta Alun-Alun, Pemberian Integrasi Bangunan yang II - 18 Pemerintah, Perlindungan

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

Menyeluruh Terhadap Keberadaan dan Kualitas Pedagang serta Pasar Tradisional Kecamatan Bungursari, karena letaknya yang cukup strategis yaitu sebagai pintu gerbang Purwakarta, perlu mendapat treatment perhatian yang lebih. Pada aspek ekonomi, wilayah Kecamatan Bungursari dapat mendatangkan potensi untuk dikembangkan menjadi pusat area industri dan perdagangan/jasa. Guna menuju ke arah tersebut, infrastruktur dan tata ruang wilayahnya perlu ditata dengan baik, agar wilayah Bungursari dapat tampil sebagai area yang unik, berkarakter dan khas. Untuk hal tersebut, tampilan wilayah mulai dari kondisi jalan, taman kota, bentuk bangunan pemerintah, bangunan perumahan masyarakat, sarana publik, kehidupan sosial masyarakat dan aspek-aspek lainnya ke depan akan ditata, agar dapat menunjukkan karakter dan budaya lokal Purwakarta (identity factor). Pada aspek tata ruang kota kabupaten dan tata bangunan gedung pemerintah dan masyarakat akan diarahkan agar dapat menunjukkan Karakter Purwakarta. Bangunan-bangunan tua yang selama ini ada, akan ditata dan diperindah. Halaman Stasiun Purwakarta sebagai warisan sejarah, ke depan akan dikembalikan kepada kondisi semula, sehingga dapat menunjukkan kondisi tempo dulu Purwakarta. Selanjutnya aspek-aspek wilayah lainnya seperti Kawasan Situ Buleud, alun-alun, dan bangunan pemerintah daerah akan ditata, sesuai dengan karakter lokal Purwakarta. Dalam rangka mengembangkan sektor perdagangan, Pasarperlindungan terhadap pasar perlu terus dilakukan, terutama pasarpasar tradisional yang tersebar di beberapa Kecamatan. pasar tradisional tersebut, ke depan akan dikembangkan dan dioptimumkan peran dan fungsinya, terutama dalam rangka dinamisasi ekonomi perdesaan.

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 19

i)

Pengembangan Investasi dengan Menyiapkan Tanah untuk Industri dengan Sistem Sewa yang Disiapkan oleh Pemerintah Daerah Pada aspek letak, Kabupaten Purwakarta berada pada posisi pertemuan antara Jalur Jakarta-Bandung dan Jalur Jakarta-Cirebon (Pantura). Berdasar pada aspek letak yang strategis tersebut, Purwakarta berpotensi untuk berkembang menjadi daerah industri. Guna menyiapkan dan menangkap peluang yang ada, pemerintah daerah akan mengambil langkah untuk menyiapkan area/zona industri melalui sistem sewa kepada pemerintah daerah. Melalui pola ini diharapkan dapat tercapai pola hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dengan investor, serta menjadi faktor penarik masuknya investasi ke wilayah Purwakarta (insentif investasi).

2. Tujuh Belas Prinsip Kahuripan Purwakarta


Pemikiran dan penetapan Visi, Misi Strategi Dasar Pembangunan Purwakarta Tahun 2008-2013, didasarkan atas landasan filosofis yang kemudian disebut dengan istilah: Tujuh Belas Prinsip Kahuripan

Purwakarta.
(1) Di bidang pendidikan, perlu dilakukannya penguatan nilai-nilai Hal ini lokal (kearifan lokal, local value), baik yang bersifat geografis, teritorial maupun yang bersifat capacity-intelectual. yang bersifat kultur, regional, lokal maupun sebagai bagian dari upaya optimalisasi potensi domestik, baik menciptakan keunggulan personal, yang memiliki kearifan intelektual, emosional dan spiritual. Hal ini dalam perspektif falsafah Islam dinamakan

al-Insan al-Kamil atau dalam theologi kesundaan dikenal dengan


istilah congo nyurup kana puhu, ka luhur sirungan ka handap

akaran.

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 20

(2)

Integrasi pendidikan tingkat dasar dan tingkat pertama harus segera dilakukan dalam mendekatkan watak kecerdasan dengan orientasi pada efisiensi pengelolaan biaya pendidikan, tanpa mengabaikan kualitas output pendidikan yang dihasilkan. Hal ini sejalan dan sejalin dengan prinsip: cageur, bageur, bener, pinter,

jeung singer.
(3) Integrasi pendidikan kejuruan dan industri dengan membangun simbiosisme-mutualisme, antara dunia pendidikan dengan dunia industri, dengan meningkatkan profesionalisme pendidikan (pendidikan berbasis keahlian), mengurangi beban mata pelajaran yang tidak memiliki relevansi dengan kebutuhan yang dihadapi. Prinsip dasar yang terwujud dari sistem ini, lahir anak didik nu

weruh ka semuna apal ka basana, rancingeus rasana, rancage hatena.


(4) Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan

mempertimbangkan beban kebutuhan masyarakat, khususnya pendidikan tingkat dasar dan pendidikan lanjutan tingkat pertama, perlu diupayakan langkah-langkah untuk tidak mengganti buku pelajaran setiap tahun, dan dibudayakan Gerakan Wakaf Buku. Orientasi dari konsepsi ini adalah terbentuknya karakter anak didik

nu bisa ngajaga panon ku awasna, ngajaga ceuli ku dengena, ngajaga letah ku ucapna, ngajaga hate ku ikhlasna.
(5) Membangun sinergitas akademisi dan birokrasi, dalam menyusun kerangka dasar pembangunan Kabupaten Purwakarta, dari mulai perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi pembangunan, agar kualitas dan kuantitas pembangunan dapat terukur, terencana dan terarah, yang pada akhirnya dapat dicapai kondisi subur di lembur, bagja di kota. (6) Di bidang ekonomi, optimalisasi potensi ekonomi kerakyatan perlu ditingkatkan, yaitu melalui ketauladanan untuk mencintai berbagai

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 21

produk rakyat, baik yang sudah tersentuh oleh pemerintah maupun yang belum tersentuh oleh pemerintah, sebagai potensi unggulan daerah. (7) Perlu ditingkatkannya perlindungan terhadap keutuhan lingkungan baik hulu maupun hilir, dengan menegakan berbagai peraturan ataupun membuat peraturan baru, untuk melindungi berbagai areal yang menjadi kebutuhan publik secara luas. Seperti: perlindungan hutan, perlindungan sumber mata air, perlindungan areal persawahan, dan perlindungan daerah aliran sungai. Hal ini sebagai bagian dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat dan ketahanan kesehatan masyarakat serta kehidupan sosial lainnya yang merupakan upaya penciptaan simbiosis mutualisme antara manusia dan alam lingkungannya. Dengan prinsip filosofi:

heug urang teundeun di handeuleum sieum, geusan sampeureun, cag urang tunda di hanjuang siang, geusan alaeun.
(8) Penguatan basis pertanian organik, dengan mewujudkan integrasi potensi pertanian, yang peternakan, perikanan, balik ka kehutanan lembur, dan serta pariwisata disebut gerakan

membangun kekuatan lumbung pedesaan melalui penguatan jaringan ketahanan pangan desa, sebagai bagian dari menjaga ketahanan pangan masyarakat. Dengan prinsip mewujudkan tatanan ekonomi rakyat, bru di juru, bro di panto, ngalayah di

tengah imah, rea ketan, rea keton, buncir leuit, loba duit. aya si jambrong, na parango aya si jago.
(9) Membangun kekuatan teknologi tepat guna,

Di

hareup undeureun, di tukang alaeun, di pipir petikeun, di kolong

dengan

mengembangkan sumber energi alam seperti: air, matahari, angin, sampah dan limbah ternak. Sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terlayani dengan biaya murah berdasarkan potensi yang dimiliki oleh alam dan lingkungannya. Hal tersebut guna menghindarkan kita dari situasi: kawung mabur carulukna,
LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 22

samak leungiteun pandana, ciamis tinggal paitna, ciherang tinggal kiruhna, resi leungiteun ajina, pandita ilang komara, kaduruk hawa napsuna, bangkong di kongkorong kujang, ka cai mawa cameti.
(10) Mengembangkan jaringan jalan, arsitektur rumah, penataan perkantoran serta sarana dan prasarana lainnya yang berbasis nilai-nilai kearifan lokal dan berorientasi pada semangat perubahan dan kompetisi global. Sehingga kita tidak kehilangan jati-diri dan orientasi masa depan sebagai masyarakat yang beradab, Karaton manjing dangiang, Galudra ajeg wiwaha, Jatayu

tinemu semu, Sagara bareng jeung seah.


(11) Mengembangkan berorientasi mengembangkan struktur potensi pemerintahan yang efektif, publik birokrasi yang dan yang

kepada

kepuasan

pelayanan

kewirausahaan

berorientasi kemakmuran rakyat.

Sehingga, terbangun tatanan

birokrasi landung kandungan, laer aisan, leuleus jeujeur liat tali,

hade congcot, gede bacot, someah hade ka semah.


(12) Membangun kekuatan hukum yang memberikan perlindungan menyeluruh terhadap masyarakat dan lingkungannya yang berorientasi pada produk hukum yang cerdas terhadap perubahan dan berkembang sesuai dengan nalar dan lingkungan masyarakat dan alamnya, dengan filosofi: ciri sa bumi, cara sa desa, jawadah

tutung biritna, lain tepak, sejen igel.


(13) Di bidang investasi, perlu dibukanya areal zona industri maupun kawasan industri yang dikuasai oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari kemudahan investor, dan simbiosis investasi antara negara dengan pelaku usaha. Rancang bangun ini merupakan bagian dalam membangun hubungan perubahan sosialismekapitalisme, atau disebut dengan istilah bumi manjing ka langitna,

ti langit seah hujana, lembur subur, kota bagja, masjid jeung diri ngahiji, harta geus ngawujud harti, hukum geus ngawujud adil,

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 23

nyanding pamingpin ka rakyat, pandita ajeg wiwaha, ucap jeung langkah sarua, pitutur ngawangun subur, ayat ngawujud ka adab.
(14) Di bidang transportasi darat dan air, perlu dioptimalkannya berbagai sarana transportasi darat dan air yang mendekatkan hubungan antar-daerah. Hal tersebut didasarkan atas Filosofi Sunda: nu jauh urang deukeutkeun, geus deukeut urang

layeutkeun, geus layeut urang paheutkeun, geus paheut urang silih wangikeun.
Dengan tujuan meningkatkan kualitas kesejahteraan rakyat yang disertai dengan perlindungan hukum terhadap aset masyarakat. Pola hubungan yang dibangun dalam konteks pembangunan sarana transportasi darat adalah pola simbiosis antar pemerintah, masyarakat dan dunia usaha sejak pembangunan sampai pemeliharaan, dengan prinsip sareundeuk

sa igel, sa bobot sa pihanean, ka cai jadi sa leuwi, ka darat jadi sa logak.


(15) Perlu dibangunnya sarana pelayanan pengobatan masyarakat berupa Puskesmas yang memadai di seluruh kecamatan, untuk mendekatkan fungsi pelayanan pemerintah terhadap masyarakat. Pola hubungan yang dibangun adalah pola kemitraan yang terstruktur berdasarkan kualitas ekonomi rakyat untuk membangun dan mengintegrasikan hubungan timbal balik (feed-

back) antara ekonomi atas, menengah dan bawah. Prinsip dasar


dalam menjaga kesehatan masyarakat yaitu pait getih pahang

tulang, jauh tinu balai, parek kana rejeki, ginulur karahayuan, ginanjar kawilujengan.
(16) Mengembalikan kewibawaan Danau Cirata dan Jatiluhur sebagai sumber kehidupan masyarakat, menjaga kualitas airnya, menjaga kualitas lingkungannya, agar Danau Cirata dan Jatiluhur terjaga dari berbagai bentuk ambisi kepentingan ekonomi, yang pada akhirnya dapat menghancurkan sistem nilai hayati dan nabati yang dimiliki oleh Danau Cirata dan Jatiluhur. Karena pada hakikatnya,
LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 24

Danau Cirata dan Jatiluhur merupakan cermin watak peradaban masyarakat Jawa Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya, keanggunan gunung, kejernihan air harus senantiasa terpelihara sepanjang masa. Dengan prinsip caina herang, laukna beunang,

listrikna caang, sawahna ngemplang, nu ulin senang.


(17) Dalam mewujudkan otonomi desa, sudah saatnya desa menjadi sentral pembangunan. Hal ini dilakukan melalui penguatan otonomi kultural dan struktural masyarakat perdesaan, serta desentralisasi pembangunan desa dan desentralisasi pengelolaan anggaran perimbangan desa, yang mencerminkan semangat keadilan, atau gemah ripah, repeh rapih, sugih mukti lemah cai,

wibawa karta raharja.

C. Prioritas Daerah
Dengan memperhatikan permasalahan dan isu strategis daerah, penyusunan prioritas pembangunan perlu dilakukan mengingat upaya mengatasi permasalahan pembangunan daerah berdasarkan masing-masing isu strategis tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya antara lain karena kendala keterbatasan anggaran pembangunan, waktu dan sumberdaya manusia. Untuk itu prioritas pembangunan harus merupakan upaya terpilih yang diproyeksikan dapat mengatasi permasalahan pada masing-masing isu secara optimal pada tahun 2012. Sebagaimana Perencanaan dan tertuang Pelaksanaan dalam Peraturan Daerah Kabupaten rencana Purwakarta Nomor 4 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Dokumen Musrenbang Daerah bahwa pembangunan daerah diawali dengan pelaksanaan musrenbang desa, kecamatan dan kabupaten, yang hasilnya dituangkan dalam Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang tentunya mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Purwakarta tahun 2008-2013.

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 25

Berdasarkan

pertimbangan

tersebut

di

atas,

maka

prioritas

pembangunan Kabupaten Purwakarta tahun 2012 sebagaimana terdapat dalam dokumen RKPD Kabupaten Purwakarta tahun 2012, adalah sebagai berikut : 1. Penuntasan Krisis Air Bersih di Wilayah Perdesaan. 2. Pengembangan Listrik Pedesaan Bagi KK Miskin. 3. Perbaikan Infrastruktur Jalan. 4. Optimalisasi Pelayanan Publik Kepada Masyarakat Khususnya di Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Kependudukan. Dalam rangka mengimplementasikan Prioritas Pembangunan Daerah Kabupaten Purwakarta tahun 2012 maka dapat diaktualisasikan ke dalam program-program baik dalam urusan wajib dan urusan pilihan yang telah ditetapkan sebagai berikut : Transportasi Darat dan Peningkatan Kualitas

1. Program Setiap OPD


a. b. c. d. e. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran; Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur; Program Peningkatan Disiplin Aparatur; Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur; Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan;

2. Urusan Wajib
Pelaksanaan pembangunan daerah Kabupaten Purwakarta tahun 2012 berdasarkan Urusan Wajib terdiri dari berbagai program, adalah sebagai berikut: a. Pendidikan 1) 2) 3) 4) Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun; Program Pendidikan Menengah; Program Pendidikan Non Formal; Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan;

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 26

5)

Program Manajemen Pelayanan Pendidikan.

b. Kesehatan 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Program Obat dan Perbekalan Kesehatan; Program Pengawasan Obat dan Makanan; Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular; Program Perbaikan Gizi Masyarakat; Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat; Program Upaya Kesehatan Masyarakat; Program Pengembangan Lingkungan Sehat; Program Pengembangan Mutu Pelayanan Kesehatan; Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak;

10) Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin; 11) Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan; 12) Program Pengadaan, Peningkatan dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas / Pustu dan Jaringannya; 13) Program Pengadaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit / Rumah Sakit Jiwa / Rumah Sakit Paru-Paru / Rumah Sakit Mata; 14) Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit / Rumah Sakit Jiwa / Rumah Sakit Paru-Paru / Rumah Sakit MataProgram Pengembangan Sistem Informasi dan Komunikasi. c. Pekerjaan Umum 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Program Pembangunan Jalan dan Jembatan; Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan dan Jembatan; Program Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan; Program Inspeksi Jalan dan Jembatan; Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan; Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Irigasi Lainnya; Program Pembangunan Saluran Drainase / Gorong-Gorong;

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 27

8)

Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah.

d. Perumahan 1) 2) 3) 4) Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan; Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum; Program Pengembangan Perumahan; Program Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran. e. Penataan Ruang 1) 2) 3) 4) f. Program Penataan Bangunan dan Lingkungan; Program Perencanaan Tata Ruang; Program Pemanfaatan Ruang; Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang.

Perencanaan Pembangunan 1) 2) 3) 4) 5) 6) Program Pengembangan Data/Informasi; Program Perencanaan Pembangunan Daerah; Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh; Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi; Program Perencanaan Sosial Budaya; Program Perencanaan Prasarana Wilayah dan Sumber Daya Alam.

g. Perhubungan 1) 2) 3) 4) 5) Program Peningkatan Pelayanan Angkutan; Program Bermotor; Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan; Program Peningkatan dan Pengamanan Lalu Lintas; Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas. Peningkatan Kelaikan Pengoperasian Kendaraan

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 28

h. Lingkungan Hidup 1) 2) 3) 4) 5) i. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup; Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan; Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam; Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup; Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Kependudukan dan Catatan Sipil Program Penataan Administrasi Kependudukan.

j.

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 1) 2) Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan; Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak.

k.

Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera 1) 2) 3) Program Keluarga Berencana; Program Layanan Kontrasepsi; Program Pembinaan Peran Serta Masyarakat Dalam Pelayanan KB/KR yang Mandiri.

l.

Sosial 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial; Program Pembinaan Anak Terlantar; Program Pembinaan Panti Asuhan dan Panti Jompo; Program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Lainnya; Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial; Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma; Program Pembinaan Penyandang Penyakit Sosial.

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 29

m. Ketenagakerjaan 1) 2) 3) Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja; Program Peningkatan Kesempatan Kerja; Program Perlindungan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan. n. Koperasi dan Usaha Kecil Menengah 1) 2) 3) 4) Program Kondusif; Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah; Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah; Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi. Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang

o. Penanaman Modal 1) 2) 3) Program Peningkatan Mutu Pelayanan Perizinan; Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi; Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi.

p. Kebudayaan 1) 2) 3) Program Pengelolaan Keragaman Budaya; Program Pengelolaan Kekayaan Budaya; Program Pengembangan Nilai Budaya.

q. Kepemudaan dan Olah Raga 1) 2) 3) 4) r. Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan; Program Peningkatan Upaya Penumbuhan Kewirausahaan dan Kecakapan Hidup Pemuda; Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga; Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga.

Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri 1) Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan;

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 30

2) 3) 4) 5) 6) 7) s.

Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal; Program Peningkatan Pemberantasan Penyakit Masyarakat (PEKAT); Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan; Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam; Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan; Program Pendidikan Politik Masyarakat. Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi

Otonomi

Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan; Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Kabupaten / Kota; Program Pendidikan Kedinasan; Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan; Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur; Program Pengembangan Wilayah Perbatasan; Program Peningkatan Saran dan Prasarana Aparatur; Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah; Program Peningkatan Sistem Pengawasan Secara Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH; 10) Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan; 11) Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah;

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 31

12) Program Koordinasi Implementasi Pembangunan Ekonomi Daerah; 13) Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur. t. Ketahanan Pangan 1) 2) Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian/Perkebunan; Program Peningkatan Ketahanan Pangan.

u. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 1) 2) 3) 4) v. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan; Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa; Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Perdesaan; Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa.

Kearsipan 1) 2) 3) Program Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan; Program Penyelamatan dan Pelestarian Dokumen / Arsip Daerah; Program Pemeliharaan Rutin / Berkala Sarana dan Prasarana Kearsipan.

w. Komunikasi dan Informatika 1) 2) 3) x. Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi; Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa; Program Pengembangan Sistem Informasi dan Komunikasi.

Perpustakaan Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan.

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 32

3. Urusan Pilihan
a. Pertanian 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Program Peningkatan Kesejahteraan Petani; Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian / Perkebunan; Program Peningkatan Produksi Pertanian / Perkebunan; Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian / Perkebunan; Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian dan Perkebunan; Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak; Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan; Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan; Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan;

10) Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan. b. Kehutanan 1) 2) 3) c. Program Pembinaan dan Penertiban Industri Hasil Hutan; Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan; Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Hutan.

Energi dan Sumberdaya Mineral 1) 2) 3) 4) 5) 6) Program Pembinaan dan Pengawasan Bidang Pertambangan; Program Pengawasan dan Penertiban Kegiatan Rakyat Yang Berpotensi Merusak Lingkungan; Program Program Pembinaan Inventarisasi dan dan Pengembangan Survey Pemanfaatan Bidang Bahan Ketenagalistrikan; Tambang, Air Bawah Tanah dan Energi; Program Pembinaan dan Pengawasan Bidang Mineral, Air Tanah dan Panas Bumi; Program Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian Geologi.

d. Pariwisata 1) Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata; II - 33

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

2) e.

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Obyek Wisata.

Kelautan dan Perikanan 1) 2) 3) Program Pengembangan Budidaya Perikanan; Program Pengembangan Perikanan Tangkap; Program Pengembangan Kawasan Budidaya Laut, Air Payau dan Air Tawar.

f.

Perdagangan 1) 2) 3) 4) 5) Program Penataan Infrastruktur Perdagangan dan Usaha Serta Lembaga Perdagangan; Program Pembinaan Pedagang Kaki Lima dan Asongan; Program Peningkatan Efesiensi Perdagangan Dalam Negeri; Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor; Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan.

g. Industri 1) 2) 3) 4) 5) Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah; Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri; Program Pengembangan Sentra-Sentra Industri Potensial; Program Penataan Struktur Industri; Program Pengendalian Pencemaran Limbah Industri.

h. Ketransmigrasian Program Transmigrasi Regional.

LKPJ Bupati Purwakarta Tahun 2012

II - 34

Anda mungkin juga menyukai