Anda di halaman 1dari 13

1

Nama : Monica Juliani NPM : 14211601 Kelas : 3EA27

TUGAS 2 SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2

METODE ILMIAH
Ibu Rini Sawitri

METODE ILMIAH

1.

PENGERTIAN METODE ILMIAH Dalam memecahkan suatu masalah, hal pertama yang harus dilakukan adalah menyusun dan melakukan serangkaian proses berpikir yang saling terkait untuk mendapatkan pengetahuan, sehingga dapat memudahkan dalam hal mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, menganalisis data dan menarik suatu kesimpulan yang dilakukan secara sistematis dan bersifat objektif. Maka dapat disimpulkan bahwa proses di atas merupakan definisi dari metode ilmiah. Metode ilmiah berasal dari hasil pengamatan dan pengalaman. Dari pengamatan dan pengalaman tersebut dapat menghasilkan suatu hipotesis yang kemudain di uji secara empiris dengan melakukan eksperimen. Jika hipotesis tersebut lulus uji bertahap berulang kali, maka hipotesis tersebut berfungsi dalam memecahkan suatu masalah yang menghasilkan suatu pengetahuan baru. Secara umum metode ilmiah dapat diartikan sebagai suatu prosedur atau susunan langkah yang harus dilakukan secara sistematis dan menggunakan prinsip logis terhadap penemuan dalam menghasilkan suatu kebenaran pemecahan masalah dan menghasilkan pengetahuan. Dalam mendapatkan suatu pengetahuan pada metode ilmiah, maka perlu menggabungkan pengalaman dan pikiran berdasarkan dengan ilmu. Secara sederhana, metode ilmiah harus bersifat konsisten dengan teori sebelumnya dan harus cocok dengan

fakta empiris.

Berikut ini saya akan menjelaskan mengenai inti pengertian dari beberapa definisi meotde ilmiah yang sebelumnya telah dibahas di atas, yaitu : A. Metode ilmiah adalah kesatuan dari proses berpikir dalam memecahkan masalah. Secara sederhana, metode ilmiah tidak berasal dari sebuah asumsi seseorang tetapi berasal dari suatu masalah yang harus dicari jalan keluarnya. Kesatuan proses berpikir dalam memecahkan masalah tersebut berdasar pada masalah nyata. Langkah awal dalam memulai metode ilmiah adalah merumuskan masalah yang akan di hadapi dan mencari cara untuk memecahkan masalah tersebut. B. Suatu proses berpikir dalam metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan bertahap serta dilakukan secara terkontrol. Proses berpikir yang dilakukan secara sistematis dan bertahap diawali dari suatu masalah yang ingin ditemukan pemecahannya sehingga memperoleh suatu kesimpulan yang berisikan pengetahuan dengan langkah yang telah ditentukan. Proses berpikir juga harus dilakukan secara terkontrol maksudnya proses berpikir tersebut harus dilakukan secara sadar dan terjaga bukan dalam keadaan bermimpi atau berkhayal. C. Pada setiap metode ilmiah harus memiliki data empiris. Data empiris dalam metode ilmiah tersebut dimaksudkan bahwa masalah yang sedang dicari pemecahannya harus memiliki data dari hasil pengamatan yang bersifat objektif. Jika dalam metode ilmiah tidak memiliki data empiris, maka itu bukanlah bentuk metode ilmiah sebab data

impiris adalah kriteria terpenting sebelum melanjutkan langkah berikutnaya. D. Dalam motode ilmiah akan memperoleh kesimpulan dan pengetahuan. Kesimpulan dan pengetahuan yang diperoleh dari metode ilmiah tersebut merupakan hasil akhir dari permasalahan yang sedang dicari pemecahannya. Penarikan kesimpulan tersebut harus bersifat nyata dan benar berdasarkan penelitian dari masalah tersebut, sehingga dapat menghasilkan suatu pengetahuan yang benar keberadaannya.

2.

KARAKTERISTIK METODE ILMIAH Dalam suatu metode ilmiah harus memiliki karakteristik yang tepat dan benar. Karakteristik tersebut menjadi dasar dalam menjalankan metode ilmiah tersebut. Dalam penetuan karakteristik harus dilakukan identifikasi terhadap subjek yang ingin diteliti. Dari penelitian tersebut akan meghasilkan penentuan pengukuran yang akan dimasukkan ke dalam suatu tabel lalu digambarkan dalam bentuk grafik atau dipetakan dan diproses dengan penghitungan statistika seperti korelasi dan regresi. Berikut saya akan menjelaskan mengenai beberapa karakteristik dari metode ilmiah: a. Harus berdasarkan fakta. Data yang digunakan dalam metode ilmiah harus bersifat nyata dan benar keberadaannya baik dalam pengumpulan data atau dalam kegiatan analisa. Data dalam metode ilmiah bukan berasal dari hasil khyalan atau perkiraan. b. Harus bersifat kritis. Langkah yang digunakan dalam metode ilmiah harus memiliki proses yang tepat dalam mengidentifikasi masalah untuk mencari pemecahan dari masalah tesebut.

c.

Harus bersifat sistematik. Hal ini berarti langkah yang digunakan dalam metode ilmiah harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang paling sederhana sampai yang kompleks.

d.

Harus menggunakan prinsip analis. Prinsip analis digunakan untuk mencari asal penyebab dari masalah yang akan diteliti berdasarkan dari fakta yang ada sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan. Dalam kegiatan pencarian penyebab tersebut harus menggunakan analisa yang logis dan cermat.

e.

Harus dilakukan pengujian kembali. Suatu penelitian perlu dilakukan pengujian kembali oleh peneliti lain yang harus memberikan hasil penelitian yang sama jika dilakukan dengan langkah pengerjaan yang sama.

3.

TUJUAN METODE ILMIAH Menurut saya, tujuan utama dari kegiatan metode ilmiah adalah untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang benar dan teruji) dalam pemecahan suatu masalah. Berikut saya akan menjelaskan secara singkat mengenai tujuan dari kegiatan metode ilmiah : Menambah pengetahuan tentang tata cara penulisan ilmiah dan langkah yang tepat dalam menyusun penulisan ilmiah serta bahasa yang digunakan dalam penulisan ilmiah. Menambah keterampilan dalam menyusun data secara sistematis dan dapat mengolah fakta yang ada menjadi suatu data yang bermanfaat. Meningkatkan keterampilan dalam penarikan kesimpulan serta dalam menerapkan

prinsip dalam penulisan ilmiah. Menambah pengetahuan baru yang didapat dari proses pencarian pemecahan masalah dan penarikan kesimpulan.

4.

UNSUR UTAMA DALAM METODE ILMIAH i. Pengukuran kebenaran suatu metode ilmiah dengan menggunakan karakterisasi. Karakterisasi sangat penting dalam metode ilmiah karena jika pengukuran dalam metode ilmiah mengalami kesalahan, maka akan menghasilkan teori yang salah. ii. Metode ilmiah harus memiliki penjelasan teoritis yang merupakan dugaan dari hasil observasi dan pengukuran. Penjelasan teoritis itu disebut hipotesis. iii. Dalam metode ilmiah harus memiliki unsur prediksi, yaitu meramalkan hasil dari suatu penelitian. Prediksi dapat bersifat statistik dan probabilitas. Prediksi tersebut harus bersifat tidak diketahui tentang kebenarannya. iv. Dari ketiga unsur diatas maka harus dilakukan eksperimen. Hasil eksperimen bisa sama dengan prediksi dan hipotesis atau bahkan bisa berbeda dengan prediksi dan hipotesis.

5.

SIKAP ILMIAH DALAM METODE ILMIAH Metode ilmiah didasari oleh sikap ilmiah. Sikap ilmiah seharusnya dimiliki oleh setiap peneliti dan ilmuwan. Untuk dapat menggunakan metode ilmiah dengan baik, para ilmuwan harus memiliki beberapa sikap ilmiah. Berikut beberapa sikap ilmiah yaitu : 1. Sikap ingin tahu. Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya. 2. Sikap kritis. Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin yang berkaitan dengan penelitiannya untuk dibandingkan kelebihan dan kekurangannya, serta ketidakcocokkan, dan sebagainya. 3. Sikap objektif. Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan yang menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi. 4. Sikap ingin menemukan. Selalu memberikan saran-saran untuk penelitian yang baru dan selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya. 5. Sikap menghargai karya orang lain. Terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas, setidaknya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain. 6. Sikap tekun. Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi penelitian yang hasilnya meragukan, dan tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila penelitian tersebut belum selesai. Berusaha bekerja dengan ketelitian. 7. Sikap terbuka. Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan peneliti yang mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan dari orang lain,

walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan dari orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau sependapat.

6.

KELEBIHAN METODE ILMIAH Kegiatan metode ilmiah memiliki beberapa kelebihan. Berikut saya akan menjelaskan beberapa kelebihan metode ilmiah tersebut : Data dan analisis kesimpulan dalam metode ilmiah bersifat jelas dan dapat dibuktikan langsung melalui indra manuasia. Data dan analisis kesimpulan dalam metode ilmiah bisa dipertanggung jawabkan karena memilki bukti yang jelas dan nyata. Langkah dan prinsip yang digunakan dalam metode ilmiah dapat dijadikan tolok ukur untuk penelitian selanjutnya, jika penelitian tersebut tidak memiliki kesalahan. Pengetahuan yang didapat dari kagiatan metode ilmiah dapat digunakan sebagai pedoman dalam kehidupan keseharian.

7.

KELEMAHAN METODE ILMIAH Selain memiliki kelebihan, metode ilmiah juga memiliki kelemahan. Kelemahan dari metode ilmiah antara lain sebagai berikut : Data dan analisis kesimpulan dalam metode ilmiah terlalu bergantung pada objek yang

10

diteliti. Jika objek yang diteliti berubah maka metode ilmiah juga akan berubah. Sebagai contoh, misalnya seorang ilmuan mengatakan bahwa suhu diatas puncak kelud adalah 40 derajat celcius, namun apa yang di kemukakan oleh ilmuan akan berubah seiring berubahnya cuaca dan suhu. Hasil dari pemecahan masalah terkadang bersifat kurang tepat. Hal ini dikarenakan tidak semua hasil pemecahan masalah dari metode atau penelitian di suatu daerah bisa diterapkan untuk daerah lain. Kegiatan metode ilmiah membutuhkan biaya yang cukup besar karena penelitian tersebut memerlukan peralatan yang canggih. Kegiatan metode ilmiah juga memerlukan waktu yang cukup lama karena hasil analisis harus diuji secara berulang. Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian tersebut dapat terhapus atau tidak terpakai jika ditemukan kesalahan dan apabila muncul teori lain yang lebih berguna. Teori yang terdapat dalam metode ilmiah cenderung kaku dan tidak terpengaruh oleh rasio. 8. PERAN METODE ILMIAH DALAM PENGEMBANGAN ILMU Dengan adanya kegiatan metode ilmiah, maka ilmu pengetahuan dapat berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan tidak dapat terjadi dengan sendirinya. Secara mendasar, metode ilmiah adalah suatu upaya untuk merumuskan permasalahan yang dihasilkan dari suatu pengamatan untuk mencari pemecahan dari permasalahan tersebut dengan menggunakan fakta secara ilmiah tanpa direkayasa serta

11

memberikan penafsiran yang benar untuk memperbarui serta memperbaiki ilmu pengetahuan yang sudah ada. Menurut Cholid Narbuko dan Abu Achmadi (2007) berpendapat bahwa ilmu pengetahuan sendiri memiliki tiga sifat utama, yaitu : 1. Sikap ilmiah. 2. Metode ilmiah. 3. Tersusun secara sistematis dan runtut.

9.

LANGKAH METODE ILMIAH Kegiatan metode ilmiah harus dilakukan dengan proses yang disusun secara sistematis dan dilakukan secara berurutan serta terencana. Berikut saya akan menjelaskan mengenai langkah dari kegiatan metode ilmiah secara berurutan agar dapat dilakukan secara terkontrol dan terjaga. Penjelasannya adalah sebagai berikut : 1. Merumuskan masalah. Proses berpikir dalam metode ilmiah didasari dengan adanya pengamatan atas suatu masalah yang sedang diteliti pemecahannya. Perumusan masalah dapat dilakukan dengan membuat beberapa kalimat tanya. Dengan penggunaan kalimat tanya, maka akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data, menganalisis data, kemudian menarik kesimpulan. Permusan masalah adalah sebuah keharusan karena perumusan masalah adalah dasar dari apa saja yang ingin diteliti.

12

2.

Menyusun kerangka berpikir. Dalam langkah ini, dilakukan pengumpulan data dan informasi, baik secara teori ataupun fakta yang ada. Data dan informasi tersebut harus menjelaskan hubungan yang mungkin terdapat antara berbagai faktor yang saling mengikat sehingga membentuk permasalahan. Kerangka berpikir harus disusun secara rasional berdasrakan premis ilmiah yang teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor empiris yang sesuai dengan permasalahan.

3.

Merumuskan hipotesis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Hipotesis adalah penjelasan teoritis yang merupakan suatu dugaan dan bersifat sementara yang didapat dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Rumusan hipotesis yang jelas dapat membantu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah.

4.

Mengumpulkan data. Langkah pengumpulan data ini harus dilakukan di lapangan. Tahapan pengumpulan data ini sedikit berbeda dengan langkah sebelumnya di dalam metode ilmiah. Langkah pengumpulan data ini memiliki peran penting dalam metode ilmiah, karena berkaitan dengan pengujian hipotesis. Hipotesis dapat diterima atau ditolak bergantung pada data yang dikumpulkan.

5.

Menguji hipotesis. Setelah merumuskan hipotesis, maka langkah selanjutnya harus menguji tentang kebenaran hipotesis tersebut. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hipotesis adalah dugaan yang bersifat sementara dari suatu permasalahan yang sedang diteliti. Dalam langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut.

13

Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikan yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian. 6. Merumuskan kesimpulan. Merumuskan kesimpulan adalah langkah terakhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah. Rumusan kesimpulan harus sesuai dengan masalah yang telah diteliti sebelumnya. Kesimpulan dapat ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas.

Anda mungkin juga menyukai