Anda di halaman 1dari 5

Nama : Deamy Filianto Nugroho NIM : F0311035 demyjazzy.wordpress.com PERAN AKUNTAN DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA 1.

Pendahuluan
Korupsi dewasa ini sering kali disebut oleh media cetak, elektronik bahkan dalam obrolan kita sehari-hari. Hal itu disebabkan karena banyaknya kasus korupsi di Indonesia, sehingga menjadi suatu topik menarik untuk dibicarakan. Berbagai latar belakang korupsi dilakukan seseorang, dari sekedar ikut-ikutan, ada yang karena kondisi sampai ada yang sudah menjadi suatu tradisi, sehingga pelaku tidak menyadari bahwa dirinya melakukan korupsi. Mungkin pemerintah melakukan manipulasi dalam menyelesaikan kasus korupsi, sehingga koruptor tidak jera-jera untuk terus korupsi.Selain itu adanya opini bahwa pelaksanaan hukum di Indonesia masih dipengaruhi oleh permainan uang dan kekuasaan, terbukti adanya kasus yang sudah diputus ditingkat dan baru-baru ini tertangkapnya hakim yang membebaskan 25 terdakwa kasus korupsi dalam Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Tinggi bebas di tingkat Kasasi Mahkamah Agung. Korupsi berdampak negatif pada kehidupan bangsa, menghambat kemajuan, dan tidak efisiennya perekonomian. Korupsi dapat dibedakan menjadi korupsi keuangan dan non keuangan. Korupsi sering dikaitkan dengan penyalahgunaan atau tindakan merugikan kekayaan negara (sektor publik). Namun sebenarnya korupsi di sektor swasta pun merugikan masyarakat atau konsumen, karena konsumen dibebani biaya produksi atau jasa di atas kewajaran. Dampak buruk korupsi di swasta akan nampak jelas pada perusahaan go public, investor dan publik akan menanggung risiko negatifnya. Banyak kasus nyata yang terjadi saat ini. Contohnya pungutan liar sekolah, skandal keuangan perusahaan besar, penggelapan pajak, penyalagunaan dana bencana, penyelewengan dana kampanye, penyalahgunaan bantuan sosial, dan sebagainya. Pemberantasan korupsi tidak akan berhasil dalam waktu singkat atau prediksi lima tahunan, apalagi bila korupsi telah menjadi bagian dari budaya buruk dan sistem mendukung peluang korupsi. Pencegahan korupsi dari akar budaya dan sistem harus dibenahi agar menjadi lebih baik. Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah untuk menguranginya, mulai dari menaikkan gaji pegawai negeri, memberikan gaji ke 13, dan sebagainya sampai akhirnya dibentuklah suatu lembaga bernama Komisi Pemberantasan Korupsiatau KPK. Menurut Corruption Perception Index (CPI) yang diambil dari Transparancy International pemberantasan korupsi di Indonesia di tahun 2008 mengalami kemajuan yang cukup significant, dengan score 2,6. Meskipun masih jauh dari angka ideal yaitu score 5, akan tetapi angka ini lebih bagus dari tahun sebelumnya 2,3 (2007) dan 2.4 (2006). Sedangkan peringkat korupsi ada di posisi 126 yang juga lebih bagus dari tahun sebelumnya 143 (2007) dan 130 (2006).

Negara yang CPI-nya paling tinggi pada 2008 yaitu 9,3 adalah Denmark, Selandia Baru dan Swedia. Sedangkan yang paling rendah yaitu 1,3 atau kurang adalah Somalia, Myanmar dan Irak. Faktor penyebab terjadinya korupsi antara lain rendahnya tanggung jawab profesi, moral, dan sosial. Selain itu adalah lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan tugas serta kurangnya evaluasi yang terjadi dalam organisasi. Akuntan juga menjadi perangkat pendeteksi adanya penyimpangan dalam pengawasan dan evaluasi kinerja. Jika etika akuntan lemah, mungkin sekali penyimpangan yang sebenarnya telah ditangkap oleh akuntan akan dibiarkan. Loyalitas akan profesi akuntan juga bisa menjadi penyebab terjadinya korupsi. Jika akuntan hanya dipandang sebagai perangkat atau staf oleh atasan yang dituntut untuk selalu mengikuti petunjuk dari manajemen yang lebih tinggi, maka terjadi dilema antara mengikuti etika profesi dan mengikuti petunjuk. Rendahnya kesadaran dan kurang pengetahuan etika, mungkin akan mengakibatkan dikorbankannya etika profesi dan melakukan tindakan yang sebenarnya sangat tidak etis.

2. Peran Akuntan Dalam Pemberantasan Korupsi


Peran akuntan sangat penting dalam memastikan laporan pertanggungjawaban keuangan dan kinerja yang tepat dengan menerapkan fungsi kontrol. Akuntansi adalah proses mengkomunikasikan informasi keuangan mengenai suatu badan usaha kepada pengguna seperti pemegang saham dan manajer. Akuntansi adalah proses pencatatan, klasifikasi, dan meringkas secara signifikan dan dalam bentuk uang, transaksi dan peristiwa yang, setidaknya untuk sebagian, karakter keuangan, dan menafsirkan hasil daripadanya. Informasi yang diberikan oleh akuntan dapat bertukar proses pengambilan keputusan. Informasi ini diperlukan untuk menerapkan sistem pemerintahan di suatu organisasi. Audit memberikan kontribusi dalam strategi memerangi korupsi. kerugian Negara dapat ditemukan oleh penerapan audit yang efektif seperti audit forensik, audit investigatif atau audit jenis lainnya. Korupsi adalah "penyalahgunaan jabatan publik untuk keuntungan pribadi." Karena itu, ia melibatkan perilaku yang tidak tepat dan tidak sah pejabat publik-pelayanan, baik politisi dan pegawai negeri sipil, yang posisinya menciptakan peluang bagi pengalihan uang dan aset dari pemerintah untuk diri mereka sendiri dan mereka kaki. Salah satu contoh korupsi adalah penipuan. pelaporan keuangan sebagai melakukan kecurangan disengaja atau ceroboh, baik perbuatan atau kelalaian, yang menghasilkan laporan keuangan material yang menyesatkan. Auditor harus mencari tahu dan laporan ini kegiatan kriminal seperti yang diceritakan oleh standar auditing. Sebagai akuntan, kejujuran merupakan harga mati. Namun kadang kejujuran mesti berbagi dengan loyalitas perusahaan, sebagai contoh untuk mengurangi jumlah pajak penghasilan seringkali perusahaan meminta trik-trik akuntansi untuk menahan laju jumlah pembayaran pajak yang jumlahnya sangat besar, contoh paling sederhana dengan mengakui beberapa transaksi asset kedalam biaya perusahaan sehingga laba perusahaan berkurang hingga pajak penghasilan juga berkurang. Kasus paling luar biasa kerugian Negara yang berhasil diungkap terjadi di Pertamina yang diakibatkan kesalahan pencatatan akuntansi, jumlahnya lumayan fantastik sebesar 14 trilyun rupiah.

Dan sebagai manusia biasa tentu saya tidak bisa lepas dari dosa, namun dalam perkara kejujuran saya berusaha untuk setia. Bagai saya kejujuran merupakan kunci utama menghadang budaya korupsi, dan korupsi merupakan malapetaka yang sangat besar bagi negara.

Sebagai profesi, seseorang yang menjadi akuntan harus memenuhi prasyarat, kompeten, memiliki integritas, independen, kepribadian yang prima. Prasyarat tadi dinilai memadai sebagai modal melawan kejahatan ekonomi seperti korupsi.

Cara Kerja Akuntan


Wadah akuntan untuk melawan korupsi sangatlah luas. Akuntan bisa menjadi auditor pemerintah dengan bekerja di BPKP, inspektorat jenderal departemen/lembaga. Auditor di lembaga tinggi negara yakni BPK. Bahkan di lembaga-lembaga yang menaruh perhatian kepada pemberantasan korupsi seperti KPTPK. Kemampuan terpenting yang dimiliki akuntan dalam menjalankan profesinya adalah kemampuan melakukan pemeriksaan (audit). Dalam praktiknya audit terbagi dalam tiga jenis. Pertama audit laporan keuangan, audit ini bertujuan menentukan apakah laporan keuangan secara keseluruhan telah sesuai dengan kriteria-kriteria tertentu. Umumnya, kriteria itu adalah prinsipprinsip akuntansi yang berterima umum. Jenis yang kedua adalah audit operasional. Audit operasional merupakan penelaahan atas bagian manapun dari prosedur dan metode operasi suatu organisasi guna menilai efektivitas dan efisiensinya. Yang terakhir, audit ketaatan. Audit ini bertujuan mempertimbangkan apakah unit yang diperiksa telah mengikuti prosedur tertentu yang telah ditetapkan. Dalam melaksanakan audit laporan keuangan, pertama kali auditor biasanya melakukan penilaian risiko bawaan untuk melihat tingkat kerawanan dari tiap transaksi dan menelaah pengendalian internnya. Selanjutnya, auditor bisa melakukan pengujian substantif atas transaksi dan saldo. Prosedur yang lazim digunakan dalam pengujian substantif mencakup rekalkulasi, observasi fisik, konfirmasi yakni komunikasi langsung dengan pihak ketiga yang independen, tanya-jawab verbal, pengujian yang dimulai dari laporan keuangan kemudian ditelusuri ke bukti-bukti transaksi. Juga termasuk mereview dokumen untuk mencari hal-hal yang janggal. Dalam mengaudit lembaga-lembaga nonlaba seperti pemerintah, bagian terbesar biasanya adalah audit operasional dan ketaatan. Audit operasional tidak saja terbatas pada masalah akuntansi dan keuangan tetapi juga meliputi evaluasi terhadap struktur organisasi yang sedang berjalan.

Strategi pemberantasan korupsi dari sisi akuntan


~ Melakukan audit keuangan dan kinerja secara periodik secara profesional dan melaporkannya kepada DPR dan masyarakat. ~ Mempermudah birokasi untuk mengeluarkan dana untuk pengeluaran diluar budget namun memperketat pengawasan atas penggunaan dana negara. Ini harus dilakukan sehingga tidak ada lagi yang namanya dana nonbudgeter yang semula dibuat sebagai dana cadangan yang dapat digunakan untuk pengeluaran mendadak diluar budget namun pada prakteknya dana yang cukup besar ini menggoda para pejabat dan akhirnya digunakan untuk korupsi. ~ Memperbaiki sistem pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan. korupsi terbesar sebenarnya terjadi pada proses ini. Salah satu contoh perbaikan di sistem pengadaan barang dan jasa adalah dengan penerapan e-procurement. E-procurement adalah proses pengadaan barang dan jasa secara on-line melalui internet yang akan mendapatkan pengawasan dari masyarakat. ~ Memperbaiki sistem perpajakan nasional. Dengan sistem perpajakan yang baik, kekayaan para pejabat negara dapat ditelusuri asal-usulnya. Selain itu dengan sistem perpajakan yang baik kebocoran pajak dapat ditekan seminimal mungkin. ~ Mengisi posisi keuangan dengan akuntan yang profesional. Jika dalam waktu dekat masih belum dapat merekrut akuntan, pemerintah dapat menyewa akuntan-akuntan dari BPKP atau BPK atau bahkan dari KAP swasta untuk memberikan usul perbaikan sistem, konsultasi, pelatihan, atau bahkan penyusunan laporan keuangan. ~ Penetapan sebuah sistem evaluasi kinerja yang baru, untuk menumbuhkan orientasi positif dalam melakukan pekerjaan, yaitu sebagai lawan dari ketidakjelasan orientasi yang menyebabkan tumbuh suburnya korupsi. ~ Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilakukan baik secara internal oleh instansi/lembaga pemerintah maupun eksternal oleh akuntan publik. Dengan matriks matriks, diarahkan pada penilaian pencapaian indikator kinerja keluaran dan indikator kinerja hasil pada setiap kegiatan. ~ Integrasi sistem informasi antar departemen, instansi, di pemerintahan secara nasional. Dengan intergrasi sistem ini maka segala birokrasi menjadi lebih mudah dan dapat ditelusur jejaknya jika terjadi penyimpangan. ~ Mendorong IAI untuk aktif dalam segala tindakan pencegahan, pendeteksian, maupun penindakan tindak pidana korupsi. ~ Memberikan dukungan teknis kepada gerakan atau lembaga anti-korupsi. Dukungan teknis sangat mungkin dilakukan oleh IAI karena organisasi ini mempunyai anggota yang ahli dalam menentukan ada tidaknya penyelewengan keuangan atau korupsi, yaitu akuntan yang bertindak sebagai auditor.

3. Penutup
Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan akuntan bisa berperan dalam upaya pemberantasan korupsi karena akuntan memiliki kemampuan audit. Audit ini bisa digunakan untuk melacak kemungkinan adanya penyelewengan. Di samping itu, akuntan bisa memberikan sumbangan yang lain dalam bentuk perbaikan atas internal kontrol. Jika internal kontrol baik, maka kemungkinan timbulnya penyelewengan bisa diperkecil. Perlunya peningkatan kesadaran dan pengetahuan etika di kalangan para akuntan dan perlunya perluasan pandangan dari akuntan hanya sebagai tukang administrasi atau tukang catat menjadi akuntan yang mempunyai loyalitas profesi dan lebih independen dalam pelaksanaan tugas merupakan cara yang dapat memperkecil terjadinya korupsi. Namun jika dari sisi akuntannya sendiri tidak menanamkan moral dan etikanya sebagai seorang akuntan sesungguhnya, maka korupsi yang diharap kan berkurang dan hilang dari negeri ini tidak akan terjadi.