Anda di halaman 1dari 6

ARUS EDDY

Arus Eddy merupakan arus listrik yang diinduksikan ke dalam konduktor dengan mengubah medan magnet konduktor tersebut. Sirkulasi pusaran arus eddy ini memiliki induktansi dan medan magnet. Medan maget ini dapat menyebabkan tolakan, tarikan, dorongan, dan efek pemanasan.

Arus eddy terbentuk ketika terjadi perubahan letak konduktor dalam sebuah medan magnet. Konduktor yang bergerak dalam sebuah medan magnet yang tetap ataupun medan magnet yang berubah di sekitar konduktor yang diam, keduanya menyebabkan arus eddy terbentuk dalam konduktor tersebut.

Arus eddy menghasilkan / osses resistif yang dapat mengubah beberapa bentuk energi, seperti energi kinetik menjadi panas.

DISI PASI DAYA ARUS EDDY


Dengan beberapa asumsi, daya yang hilang selama ada arus eddy per-unit massa untuk lapisan tipis atau kabel dapat dihitung menggunakan rumus:

dimana :

= daya yang hilang per-unit massa (w / kg)

Bp

= puncak medan magnet (T)

= ketebalan lapisan atau diameter kabel (m)

= frekuensi (Hz)

= konstanta, 4 untuk lapisan tipis, dan 2 untuk kabel = resistifitas bahan (m) = densitas bahan (kg/m3)

Rumusan ini hanya berlaku ketika frekuensi tidak mengakibatkan skin effect, berarti gelombang elektromagnetik sepenuhnya menembus bahan.

SKIN EFFECT
Skin effect merupakan kecendrungan arus AC menjadi terdistribusi ke dalam sebuah konduktor sehingga kepadatan arus terbesarnya terdapat di dekat permukaan konduktor dan berkurang sebanding dengan kedalaman konduktor.

Dalam perubahan medan yang sangat cepat, medan magnet tidak sepenuhnya menembus bahan. Hal ini mengakibatkan terjadinya skin effect. Sehingga perhitungan tadi menjadi tidak valid. Tetapi, peningkatan frekuensi pada medan magnet yang tetap akan selalu menyebabkan peningkatan arus eddy.

Kedalaman tembus dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

Dimana :

= kedalaman penetrasi (m)

= frekuensi (Hz)

= permeabilitas magnet bahan (H / m)

= konduktifitas listrik bahan (s / m)

PENGUJIAN ARUS EDDY


Pengujian arus eddy menggunakan induksi elektromagnet untuk mendeteksi cacat dalam bahan konduktif. Dalam pengujian arus eddy yang standar, sebuah kumparan yang melingkar pembawa arus ditempatkan dekat dengan benda yang diuji sehingga menghasilkan arus eddy.

Perbedaan fasa dan magnitude arus eddy ini dapat didominator menggunakan sebuah kumparan penerima kedua atau dengan mengukur perubahan arus yang mengalir dalam kumparan eksitasi primer. Perubahan konduktifitas listrik atau permeabilitas magnet benda uji atau adanya kecacatan, dapat mengakibatkan perubahan arus eddy dan perubahan fasa dan amplitude arus yang akan diukur.

Namun, arus eddy dapat mendeteksi retak yang sangat kecil di dalam atau di dekat permukaan bahan, permukaan memerlukan persiapan yang minimal dan geometri fisik kompleks dapat diteliti. Hal ini juga berguna untuk membuat konduktivitas listrik dan pengukuran ketebalan lapisan.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESPON ARUS EDDY


Beberapa faktor di luar kecacatan, dapat mengakibatkan respon arus eddy. Beberapa faktor utamanya, antara lain :

Konduktivitas Bahan

Konduktivitas sebuah bahan memiliki efek langsung pada aliran arus eddy. Semakin baik konduktivitas bahan, maka akan semakin baik pula aliran arus eddy pada permukaan bahan.

Permeabilitas

Permeabilitas dapat digambarkan sebagai seberapa mudah sebuah bahan dapat dimagnetisasi.

Frekuensi

Respon arus eddy sangat dipengaruhi oleh frekuensi tes yang ditentukan, untungnya hal ini merupakan sesuatu yang dapat kita kendalikan.

Geometri

Struktur geometri benda juga akan berefek pada respon arus eddy. Ketebalan bahan yang lebih kecil dari pada kedalaman penetrasi efektif juga berefek pada respon arus eddy.

Kedekatan / Lift-off

Semakin dekat sebuah kumparan periksa pada permukaan, maka efek pada kumparan tersebut akan semakin baik.

KEDALAMAN PENETRASI
Densitas arus eddy dan kekuatan respon dari sebuah kecacatan. Paling besar terletak pada permukaan logam yang sedang diuji dan menurun sebanding dengan kedalamannya. Secara matematis dapat didefinisikan sebagai kedalaman standar penetrasi dimana arus eddy sebesar 37% dari nilai permukaan. Kedalaman penetrasi dapat menurun ketika adanya peningkatan frekuensi, peningkatan konduktifitas, dan peningkatan permeabilitas bahan. Kedalaman Penetrasi Efektif biasanya didefinisikan sebesar 3x kedalaman standar. Dimana densitas arus eddy menurun sekitar 3% dari nilai permukannya. Inilah kedalaman yang dianggap tidak berpengaruh pada bidang arus eddy.