Anda di halaman 1dari 10

ARUNG SEJARAH BAHARI (AJARI) VIII

POTENSI, HAMBATAN DAN HARAPAN PENGEMBANGAN HASIL LAUT

DISUSUN OLEH : DEFI AHMAD BATUAH

PRODI TEKNIK INFORMATIKA STMIK ATMA LUHUR PANGKALPINANG 2013

KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat limpahan rahmat, taufik, dan Hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Potensi, Hambatan dan Harapan Pengembangan Hasil Laut, dengan baik tanpa suatu halangan yang berarti. Tidak lupa Sholawat serta Salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad S.A.W beserta keluarga, sahabat dan orang-orang yang berjuang di jalan Allah hingga akhir zaman. Dengan sepenuh hati penulis menyadari, bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna.dan memiliki banyak kekurangan. Masukan, kritik, dan saran yang membangun sangat diharapkan penulis. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat dan sumbangan ilmiah yang sebesar-besarnya bagi penulis dan pembaca.

Pangkalpinang, 16 Oktober 2013 Penulis

Defi Ahmad Batuah

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... 1 KATA PENGANTAR .................................................................................... 2 DAFTAR ISI ................................................................................................. 3 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .................................................................................. 4 B. Rumusan Masalah ............................................................................. 5 C. Tujuan Penulisan ............................................................................... 5

BAB II PEMBAHASAN A. Potensi hasil laut Indonesia dan Bangka Belitung ............................. 6 B. Hambatan dari pengembangan hasil laut .......................................... 7 C. Harapan untuk pengembangan hasil laut .......................................... 8

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ........................................................................................ 9 B. Saran ................................................................................................. 9 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 10 BIODATA PESERTA AJARI VIII ................................................................. 10

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki berbagai kekayaan alam. Dari segi pertambangan, Bangka Belitung merupakan provinsi penghasil Timah terbesar di Indonesia. Dari segi pertanian, Bangka Belitung menjadi salah satu daerah penghasil lada di Indonesia dan sekarang perkebunan kelapa sawit pun mulai marak dikembangkan oleh masyarakat di Bangka Belitung ini. Tidak cuma itu saja, Bangka Belitung yang dikenal sebagai daerah kepulauan yang memiliki perairan yang luas. Memiliki potensi hasil laut yang sangat baik. Dari statistik yang didapat dari Indonesia.go.id, Per tahun, potensi kelautan dan perikanan provinsi Bangka Belitung mencapai 499.500 ton perikanan tangkap dengan nilai Rp2.497.500.000,- . Upaya memanfaatkan potensi sumberdaya perikanan budidaya memang dapat menguntungkan bila dikelola secara baik dan rasional, namun bila diterbengkalaikan dapat memunculkan bentuk pemanfaatan SDA dengan cara irasional seperti pemboman ikan dan penambangan batu karang serta pembiusan dan lain-lain, sehingga dapat saja mengancam kelangsungan produktivitas sumberdaya dan potensi yang tersedia oleh karena itu perlu mendapat perhatian khusus dalam rangka pengembangan budidaya perikanan yang berkeadilan, berdaya saing dan berkelanjutan. Para masyarakat Bangka Belitung yang umumnya bermukim dipesisir pantai bermata pencaharian sebagai nelayan, sehingga ke asrian dari hasil laut dapat menjadi salah satu lapangan pekerjaan sehingga dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat di Provinsi ini. Dilatarbelakangi dari uraian diatas, maka dari itu penulis membuat makalah yang berjudul Potensi, hambatan dan harapan pengembangan hasil laut.

B. Rumusan Masalah Berdasarakan uraiain pada latar belakang diatas, penulis merumuskan beberapa masalah yang akan dibahas, antara lain : 1. Bagaimana potensi hasil laut Indonesia dan Bangka Belitung ? 2. Apa saja yang menjadi hambatan dalam pengembangan hasil laut Bangka Belitung ? 3. Apa saja harapan untuk pengembangan hasil laut Bangka Laut agar semakin baik ?

C. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulis membuat tulisan ini antara lain : 1. Sebagai salah satu persyaratan peserta untuk mengikuti kegiatan Arung Sejarah Bahari (AJARI) VIII. 2. Mengetahui berbagai macam hasil laut di Indonesia dan Bangka Belitung. 3. Mengetahui potensi hasil laut di Indonesia dan Bangka Belitung. 4. Mengetahui berbagai macam hambatan dalam pengembangan hasil laut di Bangka Belitung. 5. Mempunyai beberapa harapan bagaimana pengembangan hasil laut Bangka Belitung untuk sekarang dan masa yang akan datang.

BAB II PEMBAHASAN

A. Potensi Hasil Laut di Indonesia dan Bangka Belitung

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas dan banyak menyimpan kekayaan alam. Dengan luas lautan hampir 70% dari total keseluruhan luas negara Indonesia, Sebesar 14 persen dari terumbu karang dunia ada di Indonesia. Diperkirakan lebih dari 2.500 jenis ikan dan 500 jenis karang hidup di dalamnya, tetapi belum banyak dipahami betul nilainya bagi bangsa Indonesia. Hasil yang disumbang dari sektor perikanan Indonesia sangat menjanjikan. Produksi perikanan pada tahun 2007 tercatat sebanyak 14, 756,66 ton yang terdiri dari 13,283,2 ton perikanan laut dan 1.473,46 ton perikanan darat. Perikanan laut meliputi penangkapan ikan di laut dan budidaya ikan di laut. Produksi perikanan di laut tercatat hanya dari penangkapan ikan di laut sebesar 13.283,2 ton. Perikanan darat meliputi perairan umum, budidaya kolam, budidaya sawah, dan tambak. Produksi perikanan tercatat dari budidaya kolam sebesar 1.342 ton, (91,08%) dan tambak 131,46 ton (8,92%). Sedangkan pada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki perairan yang luas ini juga memiliki potensi perikanan laut yang cukup besar. Selain potensi perikanan tangkap potensi perikanan budidaya, baik budidaya ikan air payau maupun ikan air tawar, layak dikembangkan. Per tahun, potensi kelautan dan perikanan provinsi ini mencapai 499.500 ton perikanan tangkap dengan nilai Rp2.497.500.000,Rp245.160.000.000, Beragam ikan menghuni perairan Bangka Belitung antara lain Ikan tenggiri, terubuk (seperti bandeng dan sudah punah), mayong, hoile dan ribuan jenis lainnya . Ikan tersebut menghuni lautan dalam. Sedangkan di perairan dangkal serta pohon pohon bakau berenang ikan bellanak, sembilang, bedukang, uset serta ikan ulu ayam. Remis, kerang, kedimul banyak dijumpai di pasir pasir pantai yang indah di Bangka Belitung. dan 1.316.000 ton perikanan budidaya dengan nilai

B. Hambatan dari Pengembangan Hasil Laut

Pengembangan hasil laut di Indonesia dan Bangka Belitung belum berlangsung secara baik karena masih ada beberapa hambatan. Hambatan yang sering terjadi antara lain pada saat ini penangkapan ikan di laut menggunakan mesin motor yang terkadang bahan bakar menetes pada air laut yang tentu saja berdampak pada pencemaran air luat. Dan sering pula terjadi penangkapan yang cenderung melebihi batas dan merusak lingkungan seperti racun ataupun bom ikan, sementara perairan lepas pantai masih belum dikelola secara optimal oleh nelayan. Dan bahkan di perairan Bangka Belitung sempat terjadi pencurian hasil laut oleh nelayan negara tetangga yang telah melewati daerah teritorial laut mereka, seperti yang pernah dilakukan oleh nelayan dari Thailand. Masalah lain yang dihadapi oleh nelayan adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan, tingginya biaya operasional melaut dan rendahnya nilai jual ikan di tingkat produsen, karena lemahnya posisi tawar nelayan.

C. Harapan untuk Pengembangan Hasil Laut Walaupun dalam pengembangan hasil laut tidak akan mudah dan sering terjadi hambatan, diharapkan pengembangan hasil laut harus selalu diperhatikan baik dari pemerintah ataupun masyarakat sehingga hasil laut akan menjadi sumber pendapatan masyarakat sekitar pesisir pantai atau nelayan. Pemerintah memiliki peranan penting dalam pengembangan ini, nelayan sangat mengharapkan adanya perbaikan sarana prasarana produksi, pemeliharaan, penanganan hasil, pemasaran, komunikasi maupun

managemen usaha yang memadai. Dengan upaya pembinaan usaha yang senantiasa terus menerus dilakukan oleh instansi terkait baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan desa, serta didukung oleh program dari berbagai pihak, maka upaya pemanfaatan potensi sumberdaya perikanan yang diarahkan pemerintah diyakini akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat perikanan
7

Bangka Belitung sekaligus mampu menggerakkan perekonomian daerah dan nasional. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam mewujudkan pembangunan Budidaya laut di Bangka Belitung yaitu : 1 Kebijakan pemerintah yang tetap konsisten dan fokus baik pemerintah daerah kabupaten/kota dan provinsi maupun pemerintah pusat. 2 Adanya stabilitas, pola dan jaringan pemasaran produk yang mantap disertai penerapan sistim manajemen mutu yang profesional dan terkendali 3 4 5 6 7 Dukungan lembaga Keuangan /perbankan yang memadai. Ketersediaan Infrastruktur dan sarana prasarana yang mendukung. Pelibatan Litbang dan stakeholder yang cukup. Keterkaitan antar sub system dari hulu ke hilir sampai konsumen terjamin. Produksi bahan baku perlu terjamin kontinuitasnya dan stabil harga serta mutu yang terbaik.

Dengan adanya pembinaan usaha diharapkan nelayan dan para usahawan dapat mengolah sumber daya alam dari hasil laut tersebut. Salah satunya mengolah hasil laut tersebut menjadi makanan. Contohnya di Bangka Belitung hasil laut bisa diolah menjadi makanan khas Bangka Belitung seperti Terasi, Kempelang, Kricu, Krupuk, Sambel Lingkung, Otak otak, Empek empek, Lakso, Tekwan, Pantiau, dll.

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan Indonesia sejatinya merupakan negara yang kaya, kaya akan hasil alam yang melimpah dari segala bidang. Salah satunya indonesia memiliki sebuah perairan luas dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Terdapat berbagai macam potensi hasil laut dari provinsi ini. Tetapi dalam sebuah pengembangan hasil laut ini tidak lah muda, harus ada dukungan dari berbagai pihak sehingga bisa ditemukan solusi dari hambatan yang terjadi pada aktivitas ini. Solusi yang terbaik mungkin dapat menjadikan daerah ini menjadi daerah yang kaya akan hasil laut sehigga akan meningkatkan kesejahteran rakyat dan membantu menggerakan perekonomian daerah dan negara apabila dimanfaatkan dengan baik

B. Saran 1. Perlu diadakannya pembinaan untuk masyarakat atau nelayan dalam aktivitas pengembangan hasil laut Bangka Belitung. 2. Diharapkan masyarakat serta pelajar yang menjadi masa depan bangsa dan daerah Bangka Belitung mengetahui kekayaan alam yang dimiliki daerahnya dan cara memanfaatkannya. 3. Pemerintah dan Masyarakat diharapkan menindak lanjuti secara tegas atas segala aktivitas perusakan alam yang dilakukakn oknum oknum tak bertanggung jawab yang hanya mencari keuntungan pribadi saja. 4. Diharapkan Pemerintah dan Masyarakat dapat menjaga kelestarian alam tidak hanya dilaut saja, melainkan didarat juga sehingga terbentuk keseimbangan ekosistem.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.indonesia.go.id/in/pemerintah-daerah/provinsi-bangka-belitung/sumberdaya-alam http://mgi.esdm.go.id/content/sinergi-pengelolaan-sumber-kekayaan-alam-di-lautyang-diharapkan http://surantabangun.blogspot.com/2011/12/kekayaan-laut-indonesia.html http://www.anneahira.com/kekayaan-laut-indonesia.htm http://rahmadikabr.blogspot.com/2011/04/laut-bangka-belitung-yang-kaya-akan.html

BIODATA PESERTA AJARI VIII


Nama TTL Alamat NIM Semeseter Jurusan Perguruan Tinggi : Defi Ahmad Batuah : Sempan, 18 Januari 1993 : Gg. Kencana No. 1 Parit Padang Sungailiat : 1011500042 :7 : Teknik Informatika : STMIK Atma Luhur Pangkalpinang

10