Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah Subhanawataala atas limpahan karunianya yang telah memberikan berlimpah kasih sayang kepada umatnya. Tak lupa shalawat dan salam kepada junjungan Nabi akhir zaman Muhammad SAW, manusia yang di tunjuk sebagai panutan bagi umat muslim di seluruh jagat raya serta Nabi yang kaya akan sunnah dan hadistnya. Makalah ini di karyakan sebagai bentuk opini dari masyarakat umum di Bangka-Belitung yang sangat mencintai tanah leluhurnya. Terkhusus sebagai syarat peserta dalam kegiatan ARUNG SEJARAH BAHARI VIII. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan Yang Maha Kuasa, maka jauh dari kata sempurna pula hasil karya ini yang masih banyak kekurangan. Segala kritik dan saran yang bersifat membangun dan memperbaiki sangat diharapkan demi perbaikan mutu dan kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang. Semoga karya kecil ini dapat bermanfaat bagi para pembaca budiman.

Pangkalpinang, 15 Oktober 2013

BAB I PENDAHULUAN

a. Latar Belakang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki banyak potensi sumberdaya alam yang terdiri dari: Pertama, Perikanan dan Kelautan yang melimpah. Kedua, Potensi Sumberdaya Pesisir, Dan Ketiga,berupa potensi wisata bahari. Babel(Bangka-Belitung) mempunyai potensi sumber daya alam yang amat terkenal bahkan di kancah internasional, yakni timah. Selain timah sumber daya alam lainnya adalah sector pertanian seperti lada, karet, sawit, dll. Sebagian besar masyarakat Babel bermata pencarian dari sector tambang timah, bahkan masyarakat Babel jaya dalam kehidupannya melalui timah yang ada di Bangka Belitung. Akan tetapi kita sebagai masyarakat local perlu pengendalian dalam bermata pencarian mengingat timah adalah sumber daya alam yang tidak bisa di perbaharui dalam waktu yang singkat, bahkan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk masa pemulihan timah tersebut. Beralih mata pencarian ke sector pertanian apabila tanah tandus hasil dari pengerukkan tambang timah di jadikan lahan pertanian, maka pencapaian maksimal yang diharapkan masih di ragukan. sementara negeri julukan Serumpun Sebalai ini tidak semata-mata kaya akan hasil tambang timahnya. Masyarakat Bangka Belitung seakan-akan terlena dengan hasil tambang timah yang tidak selamanya memberikan timah untuk kemajuan daerah. Kita lupa bahwa Bangka Belitung negeri tercinta kita ini juga kaya akan hasil lautannya.

b. Rumusan Masalah dari uraian di atas dapat dsimpulkan permasalahan yang ada seperti: 1. tindakan masyarakat Bangka Belitung terhadap tanah leluhurnya sendiri 2. dampak dari sector timah yang tidak meninggalkan harta kekayaan bumi bagi anak cucunya. 3. kepedulian serta kebijakan yang tepat dalam menanggulangi kemajuan daerah akibat dari kerusakan pertambangan timah melalui sector kelautan.

c. Tujuan Pembuatan makalah tujuan dari pembuatan makalah ini adalah: 1. sebagai syarat peserta AJARI VIII 2. mendeskripsikan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam bidang pertambangan dan kelautan di Bangka Belitung 3. menilai dampak dari aktivitas mata pencarian masyarakat daerah setempat dari bidang pertambangan, pertanian, dan kelautan di wilayah Bangka Belitung. 4. mencari solusi untuk masa yang akan datang, apa yang akan kita wariskan kepada para anak cucu kita sebagai penerus generasi bangsa. 5. merumuskan kebijakan yang tepat bahwa kelautan apabila di kelola dengan baik dapat meningkatkan perekonomian Provinsi Bangka Belitung.

BAB II PEMBAHASAN

Tidak hanya dalam sector kelautan, Di darat, propinsi Bangka Belitung memiliki tanah yang subur untuk pertanian, misalnya bertanam lada, karet dan kelapa sawit. Dalam bumi propinsi Bangka Belitung terkandung jutaan ton timah yang telah lama dieksplorasi dan eksploitasi baik oleh pihak swasta (seperti PT TIMAH dan Kobatin) maupun masyarakat kita, terutama sekali sejak adanya izin penambangan inkonvensional pada tahun 1998. Kekayaan alam di darat habis-habisan dikuras untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Lahan-lahan pertanian yang semula untuk kegiatan bertani beralih fungsi menjadi lahan tambang sehingga sulit menemukan daerah yang subur. Akibat yang parah adanya kolong-kolong hampir disetiap wilayah di propinsi Bangka Belitung. Penambangan timah tidak hanya di darat, tetapi merembes ke laut, yang menjadi ekosistem biota laut hidup, serta tempat untuk kita mendapatkan protein hewani dan nabati untuk kesehatan. Penambangan di laut (TI apung) atau Tambang Inkonvensional apung menjadi alternatif baru masyarakat setelah wilayah darat tidak menjamin lagi untuk mendapatkan hasil tambang yang lebih. Adanya penambangan timah apung di laut, tentunya secara biologis dan ekologis sangat merusak ekosistem laut, terutama ekosistem terumbu karang (coral reef), ekositem padang lamun (seaweeds dan seagrass) dan

ekosistem mangrove. Penambangan biji timah oleh oleh perusahaan besar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah sejak lama dilakukan. Konsekuensi dari kegiatan penambangan timah ini adalah terbentuknya lobang bekas penambangan timah yang menurut istilah lokal wilayah Bangka Belitung adalah kolong atau lubang camuy (danau). Kolong pasca penambangan timah telah terjadi sejak penambangan timah dimulai, dan tersebar hampir di seluruh kecamatan di Provinsi ini. Tetapi tidak semua masyarakat yang rakus untuk menghabiskan kekayaan timah ini, masih ada daerah-daerah tujuan wisata yang masih alami belum terjamah oleh kegiatan penambangan, contohnya Pantai Parai yang sudah lama menjadi daearh tujuan wisatawan lokal dan asing tetap terjaga kelestariaannya. Diharapkan daerah-daerah di Bangka Belitung ini menjadi wilayah tujuan wisata lokal maupun mancanegara. Begitu juga dengan potensi Pulau-pulau kecil yang ada di Propinsi Bangka Belitung, terdapa kurang lebih 950 pulau, yang bernama maupun tak bernama memiliki peranan untuk menunjang pembangunan propinsi ini. Kepulauan Bangka Belitung ini kaya akan sumberdaya lautnya. Pantai dan karang dilaut merupakan sarang ikan yang baik untuk berkembangnya biota laut. Potensi perikanan sangat besar karena berada pada pertemuan arus dari Laut Cina Selatan, Selat Malaka, dan Samudra Hindia melalui Selat Sunda. Menurut riset yang pernah dilakukan oleh mahasiswa IPB, potensi perikanan tangkap pada tahun 2004 mencapai 449.00ton pertahun dan potensi perikanan budidaya dan hasil laut di Bangka Belitung sebesar 1.316 juta ton per tahun. Potensi budidaya tersebut baru di manfaatkan sekitar 724.65ton pada tahun 2005 atau baru sebesar 55%. Kekayaan alam lainnya yang cukup menjanjikan bagi Bangka Belitung adalah objek wisata, terutama wisata pantai. Pantai di wilayah Bangka Belitung dan pulau-pulau kecil lainnya diwilayah Provinsi Bangka Belitung tidak kalah dengan pulau-pulau lainnya di nusantara. Pasir yang putih hampir sama dengan pantai di Kuta Bali, dapat juga dikatakan pantai kita di Babel jauh lebih indah di Kuta Bali. Dengan potensi inilah, sector pariwisata bahari dapat juga menjadi andalan bagi pendapatan daerah. Oleh karena itu, jumlah wisatawan yang datang untuk menikmati wisata bahari setiap tahunnya.

Perkiraan Potensi Sumberdaya Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai 1.815.500 ton per tahun dengan nilai ekonomi Rp. 247.657,5 trilyun per tahun, Potensi perikanan budidaya tersebut yaitu terdiri dari : Pertama, potensi budidaya air payau (tambak) mencapai luas 250.000 Ha. Kedua, potensi budidaya laut, berada di perairan sepanjang sekitar 800 Km. Kegiatan budidaya ikan kerapu, rumput laut, tripang dan kerang mutiara telah dilaksanakan oleh beberapa pengusaha dan investor luar di

perairan Bangka Belitung. Ketiga, potensi budidaya air tawar, meliputi kolong bekas tambang timah yang tersebar di tiap kabupaten/kota, Potensi sumberdaya perikanan tersebut belum termasuk peluang pengembangan bioteknologi seperti industri bahan pakan alami, benih ikan dan udang, industri bahan untuk makanan dan industri bahan baku pangan, juga potensi sumber daya non hayati seperti penambangan (timah, pasir kuarsa dan pasir laut). Energi gelombang, arus laut, panas surya dan algae sebagai sumber energi (kelistrikan) baru. Ditambah lagi perhubungan dan benda-benda berharga seperti harta karun dari kapal-kapal yang karam di dasar laut Bangka Belitung. Kalau sumber daya alam timah Bangka Belitung sudah hampir habis dan tidak ekonomis lagi, maka sudah saatnya mengembangkan sector lain pemanfaatannya dapat maksimal seperti sumberdaya biota kelautan dan pariwisatanya. Hambatan yang ada dalam mengelola potensi kelautan Bangka Belitung adalah kuarangnya perhatian dari pemerintah untuk masa depan Babel di era yang akan datang, kemudian kurangnya kesadaran, kepedulian dan kemauan dari masyarakat Babel dalam mengelola tanah leluhur, termasuk untuk pengembangan sector kelautan. Sudah saatnya mengalakkan upaya serius untuk memberikan perhatian pada potensi-potensi yang belum tergarap, seperti perikanan dan pariwisata sebagai alternative aktivitas perekonomian bagi masyarakat Babel. Sumber daya alam yang bernama timah ini merupakan sumberdaya alam yang tak terperbaharukan/unrenewable, sama dengan berbagai jenis sumber daya alam fosil seperti batubara dan minyak misalnya. Itu artinya sumber daya alam ini kalau terus dieksploitasi, pada suatu saat akan habis dan tak akan timbul kembali selamanya, untuk mengatakan lamanya masa pemulihan yang mungkin mencapai jutaan tahun kemudian.

Jadi, mau dibawa kemana Negeri Serumpun Sebalai 10 tahun kedepan?

BAB III KESIMPULAN

Sumberdaya alam yang berasal dari Air, disebut Sumberdaya Perairan, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu sektor potensial untuk mendatangkan devisa negara. Menurut Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Jakarta (1998), mulai di tahun 2007 sektor perikanan merupakan salah satu sektor andalan di masa depan. Kenyataan menunjukkan keselarasan, ditinjau dari potensi yang tersedia bahwa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sektor perikanan sudah sangat bisa untuk menjadi ujung tombak pembangunan Provinsi ini dimasa mendatang. Hal ini tertuang dalam setiap program pemerintah daerah baik Provinsi maupun Kabupaten dalam usaha memajukan daerahnya. Permintaan ekspor hasil perikanan meningkat tajam sejalan dengan perdagangan luar negeri. Kini saatnya kita kembali ke laut, apalagi sejak terjadinya krisis global, masyarakat mulai meninggalkan penambangan timah dan kembali ke darat, ada yang bertani, kebun dan ada yang kembali ke laut menjadi nelayan. Meskipun harus kembali bertani, sudah banyak lahan yang rusak akibat dibukanya lahan untuk penambangan. Sebab dunia perikanan dan kelautan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung menjamin kesejahteraan untuk segera dimanfaatkan. Kita harus yakin Babel mampu mengembangkan potensi alam yang ada di daerah ini dalam rangka menunjang perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

PENUTUP

Alhamdulillahi Robbil Alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT. Berkat karunia dan nikmatNyalah telah dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Begitupun shalawat dan salam senangtiasa tercurah atas junjungan Nabi Muhammad SAW. yang telah memberi petunjuk melalui sunnahnya, sehingga menjadi pedoman bagi ummat manusia. Besar harapan dengan terselesainya makalah ini, semoga melalui makalah ini dapat menambah caakrawala wawasan dan pengetahuan serta memberikan dampak positif bagi para pembaca. Serta dapat pula memberikan sumbangsih dalam memajukan Provinsi Bangka belitung. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua elemen masyarakat.

Peserta

ISTIFARINY

DAFTAR PUSTAKA

Google search engine Id.berita.yahoo.com/mendagri- Babel Kembangkan Potensi Laut One-geo/potensi kelautan Indonesia Bangka.tribunnews.com/keadaantimahbabel Indonesia.go.id/pelayarannasionalindonesia Opportunities and Potencial Investment Of Bangka Belitung Province 2010

ARUNG SEJARAH BAHARI VIII (AJARI) Provinsi Kep.BangkaBelitung 2013


Meniti Peradaban Bangka Belitung Melalui Timah dan Lada

Mau Dibawa Kemana Bangka Belitung 10 Tahun Kedepan?

Nama Peserta NIM Perguruan Tinggi Alamat

: ISTIFARINY : 1022500013 : STMIK ATMA LUHUR PANGKALPINANG BABEL : jl. Jebung No.26 Selindung Baru, PangkalBalam, Pangkalpinang, BABEL. : Potensi, Hambatan, dan Harapan dalam Pengembangan Hasil laut.

SubTema