Anda di halaman 1dari 20

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Indonesia memiliki potensi sumber daya perairan yang cukup besar untuk usaha budidaya ikan, namun usaha budidaya ikan kakap belum banyak berkembang, sedangkan di beberapa negara seperti: Malaysia, Thailand dan Singapura, usaha budidaya ikan kakap dalam jaring apung (floating net cage) di laut telah berkembang. Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch) atau lebih dikenal dengan nama seabass/Baramundi merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Produksi ikan kakap di Indonesia sebagian besar masih dihasilkan dari penangkapan di laut dan hanya beberapa saja diantarannya yang telah di hasilkan dari usah pemeliharaan (budidaya). Kebutuhan akan gizi mutlak diperlukan karena meningkatkan produktifitas manusia di segala bidang. Maka perlu dicari bahan pangan yang bermutu baik dengan harga yang relatif terjangkau dan mudah didapat. Di antaranya adalah ikan, baik dari hasil tangkapan di laut maupun hasil budidaya. Daging ikan segar ternyata cukup mengandung protein antara 16%-24%, lemak antara 0,2%-2,2%, unsur mineral, vitamin serta karbohidrat. Penderita tekanan darah tinggi sangat cocok mengkonsumsi ikan karena daging ikan tidak mengandung kolesterol. 1.2 Tujuan Praktikum Adapun tujuan dilakukannya praktikumpembesaran ikan ini, yaitu : a. Mahasiswa dapat mengetahui proses pembesaran ikan kakap putih b. Mahasiswa dapat lebih trampil dan aktif dalam kegiatan pembesaran ikan kakap putih c. Mahasiswa dapat lebih terampil dalam pemeliharaan ikan kakap putih

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Budidaya ikan dapat berjalan dengan lancar salah satunya adalah dengan mengetahui biologi biota yang akan kita pelihara. Hal tersebut bertujuan agar kita dapat memanipulasi habitat dan jenis makanan biota tersebut. Ikan tawar dapat hidup di laut, dan ikan laut dapat hidup di air tawar di karenakan manipulasi lingkungan tersebut yang berawal dari mengenal biologinya. Tetapi para pembudidaya sering mengabaikan tentang biologi tersebut karena menurutnya tidak penting. Hal demikianlah yang menyebabkan kegagalan dalam berbudidaya (Kordi, 1997). Banyak jenis ikan yang hidup di air laut atau payau dapat dibudidayakan di air tawar atau sebaliknya. Hal tersebut dapat dilakukan karena pengetahuan tentang biologi ikan tersebut telah dikuasai. Jenis ikan air laut yang dapat dibudidayakan di air tawar contohnya ikan kakap putih. Ikan kakap putih dapat dibudidayakan di air tawar karena telah dilakukan penelitian terhadap kehidupan ikan tersebut di alamnya. Ikan air tawar yang dapat dibudiayakan di air laut atau payau contohnya ikan nila. Ikan nila merupakan ikan air tawar yang cukup ekonomis. Sama halnya dengan ikan kakap, ikan nila dapat dibudidayakan di air laut atau payau karena telah dilakukan pengamatan tentang biologinya ( Said, 2007).

Gambar Ikan Kakap Putih

2.1 Klasifikasi ikan kakap putih Jenis ikan kakap di Indonesia sangat banyak. Dari begitu banyak jenis ikan kakap di Indonesia ada tiga suku yang cukup di kenal oleh masyarakat, yakni suku Lutjanidae, Labotidae, dan Centropomidae. Ketiga suku ikan kakap ini hidup di alam yang berbeda beda. Suku Lutjanidae habitatnya di air laut, suku Labotidae habitatnya di air payau dan suku Centropomidae memiliki habitat yang luas yaitu dapat hidup di air laut, payau dan tawar. Ikan kakap putih 2

termasuk ke dalam suku Centropomidae sehingga ikan kakap putih dapat dibudidayakan di KJA dan tambak (Said, 2007). Ikan kakap putih diberi nama oleh M.E Bloch pada tahun 1790. Klasifikasi ikan kakap putih tersebut yaitu : Phillum : Chordata Sub phillum : Vertebrata Klas : Pisces Subclas : Teleostei Ordo : Percomorphi Famili : Centroponidae Genus : Lates Species : Lates calcarifer

2.2 Morfologi ikan kakap putih Ikan kakap termasuk ikan buas, hal ini dapat di lihat dari bentuk mulutnya. Ikan kakap putih memiliki mulut yang lebar dengan gigi halus yang tajam. Rahang bawah ikan kakap lebih maju di bandingkan rahang atasnya. Itu membuktikan bahwa ikan kakap putih ini pemakan daging atau karnivora (Sudjiharno, 1999). Ikan kakap juga seperti ikan lainnya memiliki sirip. Sirip ekor ikan kakap putih berbentuk bulat. Ikan kakap putih memiliki sirip punggung berjari jari keras, kuat dan kaku. Jari jari siripnya terdiri dari 3 jari keras dan 7-8 jari lunak pada sirip punggungnya. Sedangkan sirip yang lainnya tidak ada menunjukkan ciri ciri khusus jika di bandingkan dengan ikan lainnya (Mulyono, 2011). Dilihat dari matanya ikan kakap juga memiliki keunikan tersendiri. Berbeda dengan ikan yang lainnya yang mempunyai mata berwarna hitam. Perbedaannya adalah warna mata ikan kakap putih ber warna merah terang. Mata ikan kakap putih lebih kecil di bandingkan ikan kakap lainnya (Chalik dkk, 2005). Tubuh ikan kakap putih memanjang dan gepeng dengan pangkal sirip ekor melebar. Tulang rahang atas melewati mata sebelah belakang sedangkan rahang bawahnya lebih menonjol ke depan dari rahang atasnya. Bentuk kepala tirus ke depan. Warna tubuhnya perak keabuabuan sewaktu dewasa, pada waktu masih burayak warnanya gelap (1-2 bulan), kemudian akan terang setelah menjadi gelondongan (3-5 bulan). Ukuran maksimalnya dapat mencapai 170 cm (Kordi, 2010).

2.3 Habitat ikan kakap putih Ikan kakap putih sebenarnya adalah ikan liar yang hidup di laut. Namun setelah di lakukan penelitian ikan kakap putih memiliki habitat yang sangat luas. Ikan kakap putih dapat hidup di daerah laut yang berlumpur, berpasir, di ekosistem mangrove. Nelayan sering mendapatkan ikan kakap putih ketika melaut. Ikan kakap yang hidup di laut lebih besar ukurannya di bandingkan yang di pelihara di air payau atau di air tawar. Hal itu mungkin di sebabkan karena makanannya banyak di habitat aslinya (Kordi, 2011). Ikan kakap juga dapat hidup di air payau. Ikan kakap akan menuju daerah habitat aslinya jiak akan memijah yaitu pada salinitas 30-32 ppt. Telur yang menetas akan beruaya menuju pantai dan larvanya akan hidup di daerah yang bersalinitas 29-30 ppt. Semakin bertambah ukuran larvanya maka ikan kakap putih tersebut akan beruaya ke air payau (Mulyono, 2011). Selain di air laut dan payau, ikan kakap putih juga dapat hidup di air tawar. Larva ikan kakap dapat di temukan di perairan tawar seperti di sawah dan danau. Pernah ditemukan ikan kakap putih di temukan di sungai Bengawan Solo sampai sejauh 200 km dari pantai. Di sungai Kattiong, Langnga, Pinrang, Sulawesi Selatan pernah di jala ikan kakap putih berukuran panjang 107 cm dan berat 40 kg. Hal ini menunjukkan bahwa ikan kakap dapat juga di pelihara di air tawar (Budi, 2009). 2.4 Makanan dan kebiasaan makan Ikan kakap putih merupakan jenis ikan buas atau predator sehingga sudah pasti makanannya adalah daging. Ikan kakap memangsa semua jenis ikan yang berukuran lebih kecil dari badannya seperti ikan teri, plankton, udang, cumi cumi, dan hewan kecil lainnya. Ikan kakap putih juga dapat di berikan pakan buatan seperti pelet. Pelet yang di berikan harus mempunyai kandungan protein yang tinggi. Menurut para petani ikan kakap yang di berikan pakan alami dagingnya lebih enak dari ikan kakap yang di berikan pakan buatan berupa pellet (Kordi, 2011). Berdasarkan penelitian yang di lakukan selama 90 hari, bobot ikan kakap dipengaruhi oleh kadar protein dalam pakan buatan. Semakin tinggi kadar proteinnya semakin efektik pengaruhnya terhadap bobot mutlak ikan kakap putih. Pada pakan berkadar protein 40% yaitu 180,2 gram bobot ikan mutlak mencapai nilai tertinggi. Kadar protein adalah terendah 25% yaitu 154,5 gram (Utojo, 1995).

Ikan kakap putih adalah salah satu ikan karnivora yang mampu mencerna protein lebih besar dari jumlahnya jika di bandingkan dengan ikan omnivora maupu herbivora untuk kelangsungan hidupnya. Kadungan pakan yang memiliki serat yang kasar mampu mempengaruhi daya cerna ikan kakap putih, sehingga pakan yang baik buat ikan kakap putih adalah pakan yang tidak memiliki serat atau mempunyai serat sedikit. Pakan yang memiliki karbohidrat yang tinggi tidak baik bagi pertumbuhan ikan karena karbohidrat bukan merupakan sumber energi utama ikan khususnya ikan karnivora seperti ikan kakap putih (Sudjiharno, 1999). Selain jenis pakan, untuk berhasi membudidayakan ikan kakap putih yaitu kita juga harus mengetahui kebiasaan makannya. Ikan kakap putih biasanya berdiam diri di dasar. Menunggu mangsa mendekat lalu menyergapnya. Sifat demikianlah yang menunjukkan kalau ikan kakap putih itu termasuk ikan buas. Sifat buas ikan kakap ini menyebabkan ikan kakap putih ini mudah di tangkap baik dengan pancing maupun jala. Iakn kakap putih mudah di tangkap di setiap waktu, baik pagi, siang, sore, maupun malam (Said, 2007). 2.5 Reproduksi ikan kakap putih Ikan kakap putih merupakan ikan hermaprodit protandry jika di lihat dari siklus hidupnya. Hermaprodit protandry adalah mampu mengubah kelamin jantan menjadi kelamin betina. Pada saat awal reproduksinya ikan kakap putih berjenis kelamin jantan, kemudian pada umur lebih dari 6-8 tahun akan berubah menjadi betina. Selain dari umurnya, ikan kakap putih juga akan berubah kelamin dari jantan menjadi betina pada ukuran 2 kg. Ikan kakap putih akan mempunyai testis pada umur 1-2 tahun. Perubahan kelamin ikan kakap jantan menjadi ikan betina setelah ikan kakap putih berumur 5-6 tahun (Chalik dkk, 2005). Ikan kakap putih sering beruaya pada akhir musim panas dan musim pemijahan yang terjadi pada awal musim penghujan. Akibat perubahan suhu dan salinitas diperiran terjadi pemijahan pada musim penghujan. Salah satu faktor yang penting dalam proses pemijahan ikan kakap putih adalah suhu dan salinitas. Bila musim penghujan terlambat maka musim pemijahan ikan kakap putih juga akan terlambat (Sudjiharno, 1999). Pada saat musim pemijahan induk ikan kakap jantan dan betina sangat mudah di kenali. Ikan kakap putih pada ukuran panjang yang sama, ikan kakap putih jantan akan kelihatan lebih kecil dan badannya paling langsing di bandingkan ikan kakap putih betina. Ikan kakap putih jantan juga dapat di ketahui dengan melakukan striping, jika yang keluar adalah sperma maka ikan

kakap tersebut adalah jantan dan jika yang keluar adalah telur maka ikan kakap tersebut adalah betina (Sudjiharno, 1999). Telur ikan kakap yang telah matang gonad biasanya jumlahnya tergantung ukuran dari kakap putih tersebut. Seekor induk yang memiliki berat 1,05 meter mampu menghasilkan telur sebanyak 7,5 juta butir telur. Telur yang telah dibuahi oleh ikan jantan akan mengapung di permukaan air. Sifat telur yang mengapung ini mempermudah dalam pengumpulannya (Kordi, 1997).

BAB III METODELOGI PERCOBAAN

3.1 Waktu dan Tempat Praktikum Pembesaran Ikan Kakap Putih ini dilakukan selama 3 bulan dan dilaksanakan di tambak Desa Lamdingin, Dusun Gano, Kecamatan Kota Alam. 3.2 Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan pada pratikum Pembesaran Ikan Kakap Putih adalah sebagai berikut : No Alat dan bahan Jumlah 1. Ikan Kakap Putih 800 ekor 2. Pisau/parang 2 Unit 3. Happa 1 Unit 4. Timbangan 1 Unit 5. Anco 1 Unit 6. Jala/pukat 1 Unit 7. pH meter 1 Unit 8. Refracktometer 1 Unit 9. Ikan rucah Adlibitum 3.3 Metode Kerja a. Persiapan lahan Persiapkan lahan diperlukan untuk meminimalisir patogen yang terdapat pada lahan, kami hanya melakukan pembalikkan tanah untuk mengatas ipatogen yang tersisa pada akibat dari budidaya sebelumnnya b. Penebaran benih sebelum menebarkan benih,kami melakukan aklimatisasi. Aklimanitasi berguna untuk untuk menanggani ikan yang baru memasuki habitat baru, diharapkan tingkat stress ikan akan berkurang. c. Pemberian pakan Pemberian pakan pada 3 minggu pertama kami memberikan jentik nyamuk, karena ukuran bukaan mulut relatif kecil. Setelah memasuki minggu ke4, kami memberikan ikan rucah.

d. Pengambilan sampel Ada beberapa alternatif saat pengambilan sampel yaitu menggunakan anco, jala , jaring pukat. Sampel ditimbang dan diukur.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Tabel 4.1 Kualitas air tambak Waktu Suhu Tanggal (WIB) (C) 06.11.2013 13.15 32 08.11.2013 15:38 30,6 26.11.2013 09:00 24 04.12.2013 09:15 24 11.12.2013 09.00 30 02.01.2014 16:00 26 16.01.2014 10.00 23 Tabel 4.2 Pertumbuhan Ikan Jumlah No HARI KEsampel 1 10 15 2 25 15 3 45 15 4 61 30 5 71 100

DO (Mg/l) 17 27.8 15 Alat rusak 11,5 13 17

pH 8,4 8,28 8,2 Alat rusak Alat rusak 8 7.2

Salinitas (Ppt) 30,19 31,6 33,6 33,3 31,3 34 33.5

Berat (Wt-W0) 5,13 17 32,2 42,5 81,69

W (gr) 11,87 15,2 10,3 71,39

SGR (%) 8 3.2 1,6 7

Pertumbuhan mutlak ikan kakap putih Wt-W0 = 81,69 - 5,13 = 76,56 gr Tabel 4.3 Biaya Investasi Pembesaran Ikan Kakap Putih Harga Satuan Total biaya Jenis Alat Jumlah (Rp) (Rp) Instalasi Listrik 500.000 500.000 Parang 2 buah 35.000 70000 Senter 1 unit 110.000 110000 Saok 1 unit 10.000 10000 Tambak 20*40m 1.500.000 1500000 Sterofoam 1 40.000 40000 Gunting 2 10.00 20.000 TOTAL 2.250.000

No 1 2 3 4 5 6 7

Penyusutan (10%) 50.000 7.000 11.000 1.000 150.000 4.000 2.000 225.000

Tabel 4.4 Biaya Operasional Pembesaran Ikan Kakap Putih Harga Total Biaya 2 Total Biaya 4 No Jenis Jumlah Satuan bulan (Rp) bulan (Rp) (Rp) 1 Bibit 800 ekor 1.200 960.000 960.000 2 Ikan Rucah disesuaikan 1.102.000 4.408.000 3 Pelet 1 kg 15.000 150.000 150.000 4 Transfortasi 400.000 700.000 700.000 5 Sewa Mesin 2 kali 300.000 600.000 6 Tali Rafia 1 gulung 15.000 15.000 15.000 7 Es Balok disesuaikan 1S.000 52.000 208.000 Lain-lain 200.000 500.000 TOTAL 3.344.000 7.541.000 Tabel 4.5 Rincian Kelayakan Usaha No ANALISIS 1 Total Biaya 2 Penerimaan 3 Laba Operasional 4 Laba Bersih Sebelum Pajak 5 Laba Bersih Dalam 1 Kali Panen 6 Arus kas 7 R/C 8 Jangka Waktu Pengembalian 9 BEP Minimum Biomassa Panen 10 BEP Minimum Harga

NILAI Rp 7.766.000 Rp 14.400.000.000 Rp 14.392.459.000 Rp 14.392.234.000 Rp 14.392.234.000 Rp 14.392.459.000 1.854 0,00068 155,32 Kg Rp. 10786,11

4.2 Pembahasan Habitat hidup Kakap Putih berada di air payau terutama yang bersuhu air cukup hangat dan bersih disekitar muara karena disinilah tempat makanan dari kakap berupa udang dan ikan ikan kecil lainnya cukup banyak didapatkan. Kakap putih juga dapat ditemui di laut yang tidak jauh dari pantai, dekat bebatuan, karang , tonggak tonggak kayu di muara-muara sungai/kali, dalam tambak atau aliran air ke tambak, DAM, Jembatan dekat muara, Tikungan sungai, banjir kanal, anak sungai, daerah pengairan sungai dekat muara, terutama dengan banyak kayu pada dasarnya, bahkan sampai wilayah pedalaman sungai serta daerah daerah lain yang masih terhubung secara langsung dengan laut dan terpengaruh oleh air pasang-surut air laut.

10

Ringkasnya kakap putih melakukan migrasi dari air tawar ke air asin untuk bertelur dan kembali berkumpul ke arah sungai karena ikan kakap berhabitat disekitar muara dan juga dapat beradaptasi dari perairan laut ke air tawar atau sebaliknya. Ikan kakap putih (Lates calcarifer)ini memiliki badan memanjang, ramping, sirip ekor lebar, mulut lebar, dan bergigi halus. Tubuh berwarna dua tingkatan yaitu kecoklatan dengan bagian sisi dan perut berwarna keperakan untuk ikan yang hidup di laut dan coklat keemasan pada ikan yang ada di lingkungan tawar. Ikan dewasa berwarna kehijauan atau keabu-abuan pada bagian dorsal dan keperakan pada bagian ventral, sedangkan pada ukuran juvenile berwarna coklat agak kehitaman pada bagian dorsal dan berwarna keperakan pada bagian ventral. Ada beberapa kendala yang kami hadapi saat dilaksanakannya pratikum pembesaran ikan ini, diantaranya yaitu pakan ikan rucah yang tidak stabil melainkan stok pakan ikan rucah yang tidak stabil ini menyebabkan pertumbuhan ikan kakap di tambak menjadi ternganggu, dimana ikan yang kami tebar kan di tambak tidak mau memakan pakan komersial (pellet). Hama Hama yang datang di malam hari tidak dapat di cegah, dikarenakan kondisi lingkungan yang mendukung banyaknya hama seperti ular dan biawak . Hal ini tidak dapat kami tanggulangi, salah satu penyebabnya karena kurangnnya pencahayaan di sekitar tambak pada malam hari, jadi hal tersebut mengurangi pandangan kami. Pada saat pengambilan data ke-1 sampai ke-3, kami menggunakan anco dan ikan yang didapat relatif kecil. Jadi, pada pengambilan data terakhir kami menggunakan jala/pukat dan mendapatkan ikan yang relatif yang besar dari pada pengambilan data sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa dalam pengambilan data sebelum nya kami kurang cermat dalam menggunakan alat-alat yang memungkinkan hasil data yang kurang tepat.

11

BAB V PENUTUP

2.6 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat kami ambil dari praktikum Pembesaran Ikan Kakap Putih ini yaitu : a. Ikan kakap putih merupakan ikan predator. Ikan kakap putih disebut ikan predator dapat di tandai dengan sifatnya yang buas dan giginya yang tajam. b. Ikan kakap putih merupakan hermaprodit protandry yaitu dapat mengubah kelamin jantan menjadi betina pada ukuran tubuh tertentu. c. Pembesaran ikan kakap di tambak harus diperhatikan manajemen pakan, kualitasa air agar budidaya ikan kakap tersebut dapat berhasil dengan baik. d. Hama dan penyakit ikan kakap sangat membahayakan ikan kakap sehingga dalam pemeliharaan ikan harus dilakukan dengan baik agar hama dan penyakit dapat terminimalisir. e. Ikan kakap putih merupakan jenis ikan buas atau predator sehingga sudah pasti makanannya adalah daging. Ikan kakap memangsa semua jenis ikan yang berukuran lebih kecil dari badannya seperti ikan teri, plankton, udang, cumi cumi, dan hewan kecil lainnya.

12

DAFTAR PUSTAKA

Budi, 2009. Perkembangan Rekayasa Teknologi Pembenihan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch) di Balai Budidaya Laut Lampung, Ditjen Perikanan, Lampung. Chalik dkk, 2005. Ikan Hias Air Tawar. Penebar Swadaya. Jakarta Kordi, 1997. Buletin Budidaya Laut seri 5 & 6. BBL Lampung, Ditjen Perikanan, Lampung. Kordi, 2010. Biologi dan Budidaya Kakap Putih (Lates calcarifer) INFISH Manual seri No. 47. Ditjen Perikanan-International Development Research Centre. Jakarta. Kordi, 2011. Pengendalian Penyakit Dalam Kurungan Apung Di Laut. Makalah Temu Tugas Pemanfaatan Sumber Daya Hayati Lautan Bagi Budidaya. Serang Mulyono, 2011. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Bina Cipta. Jakarta. Said, 2007. Petunjuk Pengoperasian Unit Sarana Pembesaran Ikan. Hak Ciptaka. Jakarta Sudjaharno, 1999. Teknik Pemijahan Kakap Putih (Lates calcarifer Bloch) Dengan Rangsangan Hormonal. Infish Manual Seri No. 26. Dirjenkan. Utojo, 1995. Sumber daya ikan kakap (Lates calcalifer) dan Bambangan (Lujtanus spp) di Indonesia. LON LIPI,

13

LAMPIRAN Lampiran 1. Sampling pengukuran Kakap Putih pada 16 November 2013


Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Total Rata-rata Panjang(cm) 8,7 7,1 7 7,5 7 8,5 7 7,1 8 7,2 8 7,2 8,3 7,1 7 112.1 7,5 Lebar (cm) 2,7 2,2 2,3 2,3 2,2 2,5 2 2,2 2,4 2,2 2,5 2,3 2,4 2,2 2,2 36.9 2,4 Berat(gram) 6 5 5 5 5 6 4,5 5 5,5 4 6 4,5 5,5 5 5 77 5,13

14

Lampiran 2. Sampling pengukuran Kakap Putih pada 01 Desember 2013


Sampel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Total Rata-rata Panjang(cm) 10 9 10,5 8,5 8,5 10,5 10,5 11 11 10,5 12 11 9 8,5 10 105,5 7,03 Lebar(cm) 3 3 3,5 2,2 3 3.2 3,5 4 3,2 3,5 4 3,5 2,7 2,6 3 44,7 2,98 Berat(gr) 12 11 16 12 14 18 18 26 20 17 25 23 15 12 16 255 17

Lampiran 3. Sampling pengukuran Kakap Putih pada 21 Desember 2013


Sampel 1 Panjang (cm) 13 Lebar (cm) 3,1 Berat (gr) 22

15

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Total Rata-rata

13,5 13 12 12 13 16 14 13 14 16 13 12 16 12 202,5 13,5

3,1 3,8 3,2 3,2 3,2 4 3,3 3,4 3,3 4 3,5 3,5 4 3 51,6 3,44

22 40 26 26 26 50 30 32 34 50 28 22 50 26 484 32,2

Lampiran 4. Sampling pengukuran Kakap Putih pada 06 Januari 2014


Sampel 1 2 3 4 Panjang ( Cm ) 16 16 13 14,5 Berat ( gr ) 50 40 35 40

16

5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

16 13 15 14 15 15 15,5 15,5 16,5 16 14 15,5 17 15 13,5 16 14,5 14 15 15,5 15 15 15

55 30 45 35 50 40 50 50 50 52 30 50 51 35 32 60 35 35 30 40 40 40 40

17

28 29 30 Total Ratarata

17 16 15 454 15,133

50 45 40 1275 42,5

Lampiran 5. Jadwal pemberian pakan


Hari/Tanggal Jumat / 8 November 2013 Sabtu / 9 November 2013 Minggu / 10 November 2013 Senin / 11 November 2013 Selasa / 12 November 2013 Rabu / 13 November 2013 Kamis / 14 November 2013 Jumat / 15 November 2013 Sabtu / 16 November 2013 Minggu / 17 November 2013 Senin / 18 November 2013 Selasa / 19 November 2013 Rabu / 20 November 2013 Kamis / 21 November 2013 Jumat / 22 November 2013 Sabtu / 23 November 2013 Minggu / 24 November 2013 Senin / 25 November 2013 Selasa / 26 November 2013 Kelompok (cewe) 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 Kelompok (cowo) 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 Jumlah Pakan (gr) Jentik Nyamuk Jentik Nyamuk Jentik Nyamuk Jentik Nyamuk Jentik Nyamuk Jentik Nyamuk Jentik Nyamuk 900 900 900 900 900 900 900 1000 1000 1000 1000

18

Rabu / 27 November 2013 Kamis / 28 November 2013 Jumat / 29 November 2013 Sabtu / 30 November 2013 Minggu / 1 Desember 2013 Hari/Tanggal Senin / 2 Desember 2013 Selasa / 3 Desember 2013 Rabu / 4 Desember 2013 Kamis / 5 Desember 2013 Jumat / 6 Desember 2013 Sabtu / 7 Desember 2013 Minggu / 8 Desember 2013 Senin / 9 Desember 2013 Selasa / 10 Desember 2013 Rabu / 11 Desember 2013 Kamis / 12 Desember 2013 Jumat / 13 Desember 2013 Sabtu / 14 Desember 2013 Minggu / 15 Desember 2013 Senin / 16 Desember 2013 Selasa / 17 Desember 2013 Rabu / 18 Desember 2013 Kamis / 19 Desember 2013 Jumat / 20 Desember 2013 Hari / Tanggal Sabtu / 21-Desember-2013 Minggu / 22- Desember -2013 Senin / 23- Desember -2013

1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 Kelompok (cewe) 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 Kelompok (cewe) 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6

7 8 1 2 3 Kelompok (cowo) 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 Kelompok (cowo) 7 8 1

1000 1000 1000 1500 1500 Jumlah Pakan (Kg) 1500 1500 1500 1500 1500 2000 2000 2000 2000 2000 2000 2000 2500 2500 2500 2500 2500 2500 Jumlah Pakan (gr) 1000 1300 900

19

Selasa / 24- Desember -2013 Rabu / 25- Desember -2013 Kamis / 26- Desember -2013 Jumat / 27- Desember -2013 Sabtu / 28- Desember -2013 Minggu / 29- Desember -2013 Senin / 30- Desember -2013 Selasa / 31- Desember -2013 Rabu / 1-Januari-2013 Kamis / 2- Januari -2013 Jumat / 3- Januari -2013 Sabtu / 4- Januari -2013 Minggu / 5- Januari -2013 Senin / 6- Januari -2013 Selasa / 7- Januari -2013 Rabu / 8- Januari -2013 Kamis / 9- Januari -2013 Jumat / 10- Januari -2013 Sabtu / 11- Januari -2013 Minggu / 12- Januari -2013 Senin / 13- Januari -2013 Selasa / 14- Januari -2013 Rabu / 15- Januari -2013 Kamis / 16- Januari 2013

1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6 1 dan 2 3 dan 4 5 dan 6

2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 1

1200 1000 800 1000 1000 1000 1000 800 900 1000 3500 3500 4000 4000 4000 4000 3500 5000 5000 4000 4000 4000

20