Anda di halaman 1dari 25

KUESIONER Instrumen pengumpul data digunakan tergantung dari macam dan tujuan penelitian serta data yang akan

diambil. Untuk penelitian ilmu eksakta tentunya berbeda dengan ilmu sosial. Salah satu alat pengumpul data adalah dengan kuesioner. Kuesioner digunakan di dalam wawancara (sebagai pedoman wawancara yang terstruktur). Kuesioner di sini diartikan sebagai daftar pertanyaan yang sudah tersusun dengan baik, sudah matang, di mana inter iewee tinggal memberikan jawaban atau dengan memberikan tanda! tanda tertentu. "entingnya kuesioner sebagai alat pengumpul data adalah untuk memperoleh suatu data yang sesuai dengan tujuan penelitian tersebut. #leh karena itu, isi dari kuesioner adalah sesuai dengan hipotesis penelitian tersebut. Kuesioner adalah bentuk penjabaran ariabel! ariabel yang terlibat dalam tujuan penelitian dan hipotesis. A. Jenis Daftar Pertanyaan $da tiga macam kuesioner% formulir isian yang sering digunakan dalam pengumpulan data, yaitu & '. Kuesioner (formulir) untuk keperluan administrasi. (aitu formulir yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui saluran! saluran administrasi. #leh karena itu jenis formulir ini lebih dikaitkan dengan keperluan! keperluan administrasi. "engisian formulir ini sepenuhnya oleh pihak responden tetapi baisanya ada petunjuk pengisian. )ontoh & formulir masuk ( application form), kartu klinik, kartu pendaftaan pasien, dan sebagainya. *. Kuesioner untuk obser asi (form of observation) $gar obser asi terarah dan dapat memperoleh data yang benar! benar diperlukan, maka sebaiknya dalam melakukan obser asi juga mempergunakan daftar pertanyaan yang lebih dikenal sebagai lembar atau daftar tilik (check list) yang disiapkan terlebih dahulu. Kuesioner ini mencakup hal! hal yang diselidiki, diamati, atau diobser asi. +. Kuesioner untuk wawancara (form of quesioning) ,enis keusioner ini digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara. $lat ini lebih digunakan unutk memperoleh jawaban yang akurat dari responden. -awancara dapat dilakukan dengan personal interview (door to door) atau telephone interview. .i samping sudah tercakupnya tujuan dari sur einya, suatu kuesioner yang baik juga harus memenuhi persyaratan sebagai berikut &

a. /ele an dengan tujuan dan hipotesis penelitian. b. 0udah ditanyakan c. 0udah dijawab d. 0udah diproses B. Masalah- masalah yang Tim !l 0asalah penting yang sering timbul dari penggunaan kuesioner dalam suatu sur ey adalah ariasi dari responden terutama menyangkut a) tingkat pendidikan , b) prejudice, c) perbedaan daerah di mana responden bertempat tinggal, d) latar belakang pekerjaan. 1agaimanapun juga baiknya pemilihan responden (sample) perbedaan! perbedaan indi idual tetap ada% muncul. #leh karena itu jauh sebelum menyusun suatu kuesioner kita harus menyadari hal! hal yang demikian. .engan adanya perbedaan% ariasi dari responden tersebut, mungkin dalam penggunaan kuesioner akan timbul antara lain hal sebagi berikut & '. /esponden tidak mengerti pertanyaan & jawaban yang diberikan tidak ada hubungannya dengan pertanyaan yang diajukan. "ewawancara tidak selalu menyadari tentang hal itu, karena nampaknya% pewawancara menganggap masih logis. 1arangkali jika pewawancara memahami benar tentang pertanyaan, dia akan menyadari tidak rele annya jawaban dengan pertanyaan. *. /esponden mengerti pertanyaannya, mempunyai informasi (datanya) akan tetapi mungkin tidak mengetahui mana informasi penting yang harus diingat. +. /esponden mengerti pertanyaan, mempunyai informasi tetapi tidak mau menjawab% memberikan informasi yang dimaksud. 2al ini umumnya menyangkut pertanyaan! pertanyaan tentang masalah pribadi misalnya mengenai gaji, kepemilikan suatu barang, dan lain! lain. 3. /esponden mengerti pertanyaannya, mau menjawab tetapi tidak mampu untuk mengemukakan. $da tiga alasan pokok yaitu pertama responden tidak mau menguraikannya. Kedua, pertanyaannya kurang tepat diajukan kepada responden. Ketiga responden tidak mengetahui jawabannya.

4. /esponden mengerti pertanyaannya dan tahu jawabannya, tetapi pertanyaannya kurang tepat diajukan kepada responden. 0isalnya respoden tidak% belum mempunyai anak, ditanyakan di mana tempat melahirkan.

". Prinsi#- #rinsi# Pem !atan K!esi$ner "embuatan kuesioner perlu memperhatikan masalah! masalah yang sering timbul sebagaimana telah diuraikan di atas. Sebagai pedoman di sini diuraikan bagaimana sebaiknya suatu kuesioner yang sedapat mungkin memanuhi syarat sebagai berikut & '. ,elas ! "ada umumnya masalah yang timbul menyangkut penggunaan kata! kata yang tepat supaya responden memahami benar pertanyaan yang diajukan. $da kalanya hanya karena satu kata yang ganji maka jawabannya berbeda dan jauh dari yang diharapkan. ! "enggunaan double negative yang merupakan kesalahan. .iusahakan menghindari membuat pertanyaan misalnya & 5idakkah sebaiknya penderita demam berdarah tidak6 ! "enggabungan beberapa pertanyaan ke dalam satu pertanyaan, misalnya & mengapa Saudara lebih sering menyenangi cara pemberantasan penyakit demam berdarah melalui "S7 dengan menggerakkan peran serta masyarakat daripada fogging atau abatisasi. ! ,angan sampai terdapat pertanyaan yang mengacu ke jawaban sebelumnya tetapi tanpa menyebutkan secara jelas yang mana. #leh karena itu sebaiknya pertanyaan! pertanyaan yang merefer ke jawaban sebelumnya perlu dicantumkan misalnya & Sewaktu Saudara melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang "S7, apakah Saudara mengalami hambatan dalam rangka menumbuhkan peran serta masyarakat. ! "ertanyaan yang terlalu luas batasannya, misalnya & 1erapa kali Saudara melakukan super ise dalam rangka kegiatan program pemebrantasan .1. di "uskesmas 8 .i sini batasan waktu terlalu luas, mungkin setahun yang lalu atau bahkan + bulan yang lalu. Sebaiknya diberikan batasan waktu misalnya & .alam + bulan terakhir ini Saudara berapa kali melakukan super ise dalam rangka program pemberantasan .1. di "uskesmas 8

*. 0embantu ingatan responden "ertanyaan harus dibuat sedemikian rupa sehingga memudahkan responden untuk mengingat kembali hal! hal yang diperlukan untuk menjawab suatu pertnyaan. )ara yang sering dipakai ialah menggunakan Time line dengan mengambil suatu peristiwa penting yang mudah diingat oleh responden. Kemudian setahap demi setahap menuju ke pertanyaan yang betul! betul diinginkan. Sebagai contoh misalnya ingin menanyakan berapa kali melakukan super isi selama + bulan terakhir ini 8 .iikuti dengan pertanyaan di "uskesmas mana melakukan super isi 8 1erapa kali melakukan super isi 8 +. 0embuat responden bersedia untuk menjawab 1agaimanapun baiknya suatu kuesioner akan tidak ada artinya jika responden tidak mau atau menolak untuk member jawaban. 2al ini bias terjadi karena susunan pertanyaan ataupun kata! katanya kurang tepat. Usahakan tidak menanyakan hal 9 hal yang sulit atau bersifat sangat pribadi pada permulaan wawancara. Susunlah pertanyaan tentang hal! hal yang sangat mudah dijawab dan menyenangkan responden. Sebaiknya pertanyaan yang sulit diberikan menjelang akhir wawancara. 3. 0enghindari bias Kadang! kadang responden mengetahui jawaban yang sebenarnya dari suatu pertanyaan tetapi dia menolak atau member jawaban yang lain. "aling sering ialah income atau pengeluaran sebaiknya meminta ditanyakan tidak jumlah tepatnya tetapi dengan menanyakan dalam bentuk range. 2al lain adalah penggunaan kata! kata yang aga muluk dan sekaligus mengundang bias misalnya & responden akan meberikan jawaban karena alasan ekonomi. "ada pertanyaan kenapa Ibu berobat ke dukun, daripada menjawab ke dukun lebih murah maka kata! kata ekonomi lebh disenangi daripada murah meskipun keduanya mempunyai arti sama. #leh karena itu dalam pertanyaan multiple choice jawaban! jawabannya harus dipikirkan agar tidak mengundag bias. 4. 0udah mengutarakan .alam banyak hal responden mengetahui jawabannya hanya saja mengalami kesulitan dalam mengutarakan. .engan bantuan gambar, responden cukup hanya menunjuk jawaban mana yang harus menerangkan dengan kata! kata yang sulit. )ontohnya adalah tentang jenis obat yang diminum. Sebaiknya inter iewer membawa berbagai

macam obat misalnya pil, kapsul, atau cairan dan warnanya untuk ditunjukkan kepada responden. /esponden tinggal memilih atau menunjuk mana yang dia telah minum daripada harus menerangkan bentuk dan warnanya dengan kata! kata. :. .apat menyaring respoden "enting sekali langkah untuk menyaring responden sebab kalau tidak pertanyaan! pertanyaan tertentu mungkin tidak bias dijawab karena ditanyakan ke responden yang salah. 0isalnya pertanyaan tentang frekuensi super isi yang dilakukan dalam rangka pelaksanaan program pemberantasan .1., ditanyakan kepada orang% responden yang tidak pernah melakukan super isi. Sudah barang tentu yang bersangkutan tidak akan% tidak bias menjawab. #leh sebab itu pertanyaan! pertanyaan khusus yang hanya ditanyakan kepada responden tertentu harus didahului dengan pertanyaan! pertnyaan penyaring. )ontoh & $pakah Saudara dalam tahun anggaran ini pernah melakukan super isi dalam kaitannya dengan pelaksanaan .1. 8 1ila jawabannya ;(a< baru ditanyakan mengenai frekuensi. Sudah berapa kali8 Selanjutnya & .i daerah mana saja 8 D. Uns!r- !ns!r %alam K!esi$ner $da empat aspek yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kuesioner antara lain jenis, bentuk, isi, dan sequences (urutan! urutan). &. Jenis Pertanyaan a. "ertanyaan mengenai fakta "ertanyaan ini menghendaki jawaban fakta! fakta dari responden. 1iasanya mengenai data! data demografi, misalnya pertanyaan tentang seks, income, pendidikan, agama, status perkawinan, jumlah anak, dan sebagainya. b. "ertanyaan tentang "engetahuan "ertanyaan ini ingin memperoleh informasi tentang apa yang diketahui oleh repsonden tentang objek, misalnya pengetahuan tantang penyakit, penyebab penyakit, cara penularan penyakit, cara pencegahan penyakit, dan sebagainya. c. "ertanyaan mengenai "endapat dan Sikap Kedua hal ini sulit untuk membedakannya. Sebab kadang! kadang sikap seseorang itu mencermikan pendapatnya. $tau pendapat seseorang itu merupakan pernyataan dari sikapnya. #leh karena itu, pertanyaan! pertanyaan mengenai sikap

dan pendapat adalah mengenali jawaban! jawaban mengenai perasaan, kepercayaan, konsepsi% pendapat% ide, dan sebagainya. d. "ertanyaan tentang "erilaku (5indakan) "ertanyaan ini ingin memperoleh informasi tentang apa yang telah dilakukan oleh resonden terhadap suatu objek misalnya & apakah responden rutin melakukan olahraga, apakah responden telah diimunisasi lengkap, dan sebagainya. "ertanyaan! pertanyaan ini bersifat recall sebenarnya melalui wawancara. e. "ertanyaan! pertanyaan informatif "ertanyaan! pertanyaan ini menghendaki jawaban! jawaban dari respoden mengenai apa yang telah diketahui, apa yang telah didengar dan seberapa jauh apa yang diketahui serta dari mana mereka tahu, dan sebagainya. '. Bent!( Pertanyaan "ada prinsipnya ada dua bentuk pertanyaan yaitu open ended =uestion dan close ended question atau structured a. 1entuk "ertanyaan 5erbuka (Open Ended) ') Free esponse !uestion ,enis pertanyaan ini jawabannya tidak terbatas dan terserah kepada responden. 1iasanya jenis pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui opini, perspesi atau motif tertentu dari responden. 0isalnya & 1agaimana pendapat Saudara tentang program pemberantasan .1. 8 "ertanyaan seperti ini membolehkan responden untuk menjawab apa yang dia piker, ketahui dan sebagainya. Kelemahan dari jenis pertanyaan semacam ini adalah sulit diolah% ditabulasi berhubung perbedaan! perbedaan interpretasi dari jawaban! jawabannya. *) "irect esponse !uestion 1erbeda sedikit dengan free response question, jenis pertanyaan ini sudah sedikit diarahkan, tidak terlalu luas misalnya untuk contoh pertanyaan tentang program pemberantasan .1.. .i sini hanya dipilih salah satu metode yaitu "S7. ,awabannya lebih terarah dan lebih mudah untuk dibandingkan antara (mengingat kembali), sehingga responden kemungkinan berbohong. Untuk mengukur perilaku yang paling baik

jawaban dari satu responden ke lainnya karena hanya menyangkut masalah yang lebih kecil dan sama. 1entuk pertanyaan ini meskipun sulit untuk ditabulasi, tetapi mempunyai keuntungan dapat menggali semua pendapat, keinginan, dan sebagainya dari responden, sehingga kualitas data yang diperoleh dapat terjamin. b. 1entuk "ertanyaan 5ertutup (#losed Ended) 1entuk pertanyaan ini mempunyai keuntungan mudah mengarahkan jawaban responden, dan juga mudah diolah (ditabulasi). 5etapi kurang mencakup atau mencerminkan semua jawaban dari responden. ') "ichotomous !uestion .i sini responden hanya diberikan kebebasan untuk memilih satu jawaban saja dari dua jawaban yang tersedia. ,enis pertanyaan ini banyak menggunakan jawaban ;(a< dan ;5idak<. 0isalnya & $pakah Saudara dalam satu bulan terakhir ini melakukan super isi dalam kaitannya dengan pelaksanaan program pemberantasan .1. 8 ,awabannya ialah ;(a< dan ;5idak< Keuntungan pertanyaan jenis ini adalah mudah dalam mengolahnya% menabulasikan. .i samping itu, menjawabnya pun tidak sulit karena hanya memilih satu dia antara dua jawaban. "ertanyaan ini dapat digunakan, bila kita sudah yakin dan tahu benar kemungkinan jawaban! jawabannya dari pertanyaan yang akan diajukan. *) $ultiple choice ,enis pertanyaan ini jawabannya sudah disediakan dan responden tinggal memilih satu jawaban yang sesuai dengan opininya. 0isalnya & 1agaimana pendapat Saudara tantang perlu tidaknya pemberantasan .1. melibatka masyarakat 8 ! ! ! 5idak tahu 5idak perlu "erlu

Keuntungan jenis pertanyaan ini ialah tidak sulit menjawabnya karena hanya memilih dan juga mudah dalam pengolahan% tabulasinya. "erlu diingat di sini

bahwa jenis pertanyaan ini baik untuk digunakan kalau kita sudah yakin dan tahu benar kemungkinan jawaban dari pertanyaann yang akan diajukan. +) #heck %ist 1entuk ini adalah modifikasi dari multiple choice. .i sini kita diberi kebebasan untuk memilih jawaban sebanyak mungkin. Sebagai contoh dalam hal ini adalah pertanyaan tentang tenpat bersarangnya nyamuk penular .1. & ! ! ! ! ! 1ak mandi 5empayan 1an bekas "ot bunga >ain! lain (sebutkan)6..

,awaban responden bisa lebih dari satu dan bahkan mungkin semua akan dicheck yang berarti responden mengetahui di mana saja nyamuk penular .1. dapat berkembang biak% bersarang. 3) anking !uestion Seperti pada check list, tetapi jawaban responden diurutkan dari jawaban! jawaban yang tersedia sesuai dengan pendapat, pengetahuan, atau perasaan respoden, biasanya menyangkut gradasi dari pendapat, sikap, dan sebagainya. ,adi responden diminta untuk mengurutkan jawaban! jawaban yang sesuai dengan pendapatnya. 0enurut Ibu% 1apak Saudara, kebutuhan apakah yang diutamakan untuk menangani stress 8 ! ! ! ! ! "ola makan #lahraga Istirahat /ekreasi >ain! lain (sebutkan)66.

). Isi Pertanyaan

Isi pertanyaan hendaknya disesuaikan dengan tujuan penelitian, serta tergantung pada dalam atau dangkalnya data yang digali. 1anyaknya pertanyaan sangat relati e, tergantung dari luasnya penelitian tersebut. 5etapi perlu diperhatikan pertanyaan yang terlalu banyak akan memakan waktu yang panjang, dapat menibulkan kebosanan dari responden. $pabila responden sudah bosan, maka jawaban! jawaban akan bias. Sebagai pegangan sementara, jumlah pertanyaan yang optimal adalah apabila pertanyaan tersebut ditanyakan akan memakan waktu '4 sampai dengan +? menit, dan paling panjang 34 menit. $pabila pertanyaan tersebut terlalu panjang sehingga memakan waktu lebih dari 34 menit, sebaiknya interviewer dating dua kali untuk responden yang sama. *. Ur!tan Pertanyaan 0odel pertanyaan dapat dibentuk dari empat bagian yaitu introduksi, pertanyaan pemanasan, pertanyaan demografi, dan pertanyaan pokok. 7amun demikian sebelum masuk dalam lembar pertanyaan, untuk kepentingan etika harus didahului dengan lembar persetujuan untuk diwawancarai dari responden. >embar ini disebut &nform #oncent atau persetujuan untuk diwawancarai. Sebelum wawancara, &nform #oncent ini dibacakan kepada responden, untuk dimintakan persetujuannya untuk diwawancarai. $pabila responden setuju, wawancara dilanjutkan, tetapi bila responden tidak setuju berarti wawancara tidak dapat dilakukan. a. Introduksi Sebelum pertanyaan dimulai biasanya dibuka dengan judul penelitian tersebut. Sesudah itu diberi semacam kalimat pengantar, yang menjelaskan kepada responden tentang maksud atau tujuan dari penelitian tersebut juga tentang identitas responden. b. "ertanyaan "emanasan $dalah pertanyaan mengenai latar belakang responden, misalnya di mana dilahirkan, dari mana asalnya, sudah berapa lama tinggal di kota tersebut, dan sebagainya. c. "ertanyaan .emografi 1iasanya pertanyaan! pertanyaan yang berhubungan dengan umur, status, pendidikan, pekerjaan, etnis, agama, seks, dan sebagainya. d. "ertanyaan! pertanyaan "okok

0erupakan jantungnya kuesioner, sebab tujuan penelitian atau data! data yang akan diperoleh akan tercakup di dalam pertanyaan! pertanyaan ini. .ari sini digali semua data yang diperlukan dalam penelitian tersebut. Setelah pertanyaan pokok selesai, maka sebaiknya kuesioner ditutup dengan pertanyaan untuk membuktikan kebenaran jawaban! jawaban sebelumnya. +. Pre "$%ing 2asil jawaban dari suatu kuesioner selanjutnya akan diproses baik melalui coding sheet atau dimasukkan ke dalam kartu kode, maupun dengan alat! alat elektronik (komputer). $gar memudahkan dalam proses ini maka sebaiknya tiap jawaban% alternatif dari tiap pertanyaan diberi kode tertentu misalnya huruf a, b, c, dan sebagainya, atau dengan angka ', *, +, dan sebagainya. "roses semacam ini diberi nama prakoding (pre coding). Untuk menjawab atas alternati e ;lain! lain< biasanya diberi kode @, ?@, atau @@. )ontoh & ;.i mana ibu memeriksakan kandungan selama kehamilan 8< '. Ke 1idan *. Ke "uskesmas +. Ke dukun 3. Ke dokter kandungan ?@. >ain! lain (sebutkan)6.. E. Pr$se%!r Menyia#(an K!esi$ner '. .alam perencanaan harus sudah ditentukan informasi% data apa yang diperlukan dan dari sumber mana data tersebut akan diperoleh. *. Informasi% data yang ingin diperoleh dari sumber tersebut harus didaftar mulai dari data pokok yang diperlukan dan seterusnya. Umumnya tidak semua data% informasi yang didaftar akhirnya benar! benar diperlukan. #leh sebab itu data% informasi yang tdaik penting perlu dihilangkan. 2al tersebut harus didasarkan pada kerangka pemikiran semula. 0odel atau kerangka dasar pemikiran akan mengarahkan pemikiran kita kea rah hipotesis. 1erdasarkan model atau hipotesis kita akan dapat menentukan data apa yang kita perlukan% perlu kita tanyakan.

+. 1erikutnya kita mencoba menempatkan diri kita dalam posisi orang! orang yang akan meberikan tersebut. $pakah dalam posisi tersebut kita mampu memberikan informasi. 2al! hal apa yang kira! kira dapat atau sulit untuk dijawab. 3. 1erikutnya adalah menentukan urutan topik. 5opik mana yang paling baik sebagai pembuka wawancara dan mana yang baik sebagai penutup dan lain sebagainya. .alam hal ini bila perlu dapat ditentukan pertanyaan! pertanyaan tertentu untk tidak ditanyakan pada kelompok responden tertentu dan lain sebagainya. 4. 5opik! topik% item! itemnya perlu diurutkan, kemudian baru kita tentukan tipe pertanyaaan apa yang harus kita gunakan untuk memperoleh informasi% data yang dikehendaki. $pakah multiple choice, free response, check list, dan lainnya. :. Setelah menentukan kira! kira pertanyaan apa yang akan digunakan, barulah kita tuliskan susunan kata! kata untuk tiap pertanyaan. "ertanyaan! pertanyaan ini harus ditulis dengan jelas agar mudah diketahui apakah pertanyaan! pertanyaan tersebut terdiri dari satu elemen atau lebih serta hubungannya dengan pertanyaan! pertanyaan sebelumnya. "enulisan pertanyaan ini biasanya diperbaiki berkali! kali agar baik susunan kata! katanya maupun urutan pertanyaan dan benar! benar telah sesuai dengan tujuan dari sur einya. A. Setelah penulisan pertanyaan selesai, tentukan formatnya. Sediakan ruangan yang cukup untuk jawabannya. Kalau ada pertanyaan multiple choice ataupun check list harus sudah disiapkan kemungkinan jawaban! jawabannya. B. Cormat kuesioner sudah selesai termasuk di dalamnya pertanyaan! pertanyaan yang telah tersusun dan jawaban yang diperlukan, tetapi kemungkinan masih terdapat kejanggalan! kejanggalan baik kata! katanya maupun susunannya. #leh karena itu setelah format tersebut selesai, kita teliti kembali dan jika perlu diperbaiki lagi. @. Kalau sudah yakin semuanya benar dan sesuai dengan yang kita maksud, tempatkan kembali diri kita sebagai responden. .apatkah kita menjawab semua pertanyaan tersebut dan hitunglah waktu yang diperlukan. Kalau ternyata waktu yang diperlukan terlalu lama perlu dipikirkan kembali apakah ada hal% pertanyaan yang dapat dihilangkan.

'?. 1erikutnya adalah menempatkan diri kita sebagai inter iewer. $pakah pertanyaan! pertanyaan tersebut sudah baik dan mudah ditanyakan. $pakah bahasanya wajar. $pakah mudah dibaca dan mudah untuk menuliskan jawabannya. ''. Sampai dengan langkah ini semua pekerjaan dilakukan oleh yang berkepentingan ataupun instansi. 0ungkin menurut pendapat kita semuanya sudah baik tetapi adalah pendapat yang keliru kalau kita berhenti di sini dan puas dengan yang telah kita capai. '*. $gar kuesioner lebih baik lagi perlu dimintakan pandapat% saran dari pihak yang banyak tahu tentang topik% masalah yang hendak kita teliti. '+. Kuesioner kemudian diuji coba di lapangan dengan beberapa responden (pretest) untuk memahami apakah mudah digunakan di lapangan atau tidak. Uji coba ini penting untuk penyempurnaan. 1erdasarkan pengalaman% hasil uji coba maka dapat diketahui mana pertanyaan yang perlu dire isi. $da baiknya setelah diperbaiki dilakukan uji coba sekali lagi jika biaya memungkinkan. '3. Setelah uji coba, kuesioner siap untuk diperbanyak dan siap untuk digunakan dalam penelitian yang sebenarnya.

,. K$m#$nen Inti K!esi$ner Dmory! )ooper ('@@@) menyatakan bahwa palingt tidak terdapat 3 komponen inti dari sebuah kuesioner. Keempat komponen itu adalah E '. Subjek, yaitu indi idu atau lembaga yang melaksanakan riset. *. $jakan, yaitu permohonan dari periset kepada responden untuk turut serta mengisi kuesioner secara aktif dan objektif. +. "etunjuk pengisian kuesioner yang mudah dimengerti dan tidak bias. 3. "ertanyaan atau pernyataan beserta tempat mengisi jawaban, baik secara tertutup, semi tertutup, ataupun terbuka. .alam kuesioner jangan dilupakan untuk identitas responden.

-. Kriteria Instr!men yang Bai(

Instrumen pengumpul data yang baik, seperti kuesioner, menurut Se illa ('@BB) minimal lima kriteria, yaitu & '. Faliditas (ang dimaksud dengan aliditas adalah pernyataan sampai sejauh mana data yang ditampung pada suatu kuesioner dapat mengukur apa yang ingin diukur. 0isalkan seorang periset akan mengukur kepuasan kepuasan kerja karyawan, maka semua pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner semuanya berkaitan dengan kepuasan kerja karyawan. 5idak ada satu pun pertanyaan atau pernyataan yang keluar dari topik itu. #leh karena itu perlu dilakukan uji aliditas kuesioner. *. /eliabilitas /eliabilitas adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran relatif konsisten apabila alat ukur tersebut digunakan berulang kali. >angkah kaki jangan dijadikan alat untuk mengukur panjang karena tiap! tiap langkah tidak sama panjangnya. Sebaiknya gunakanlah alat ukur meteran yang standar karena alat ukur ini konsisten untuk digunakan berulang kali. .alam hal kuesioner, pertanyaan! pertanyaan yang termuat di dalamnya hendaknya dibuat sedemikian rupa, sehingga jika diisi berulang kali oleh responden hasilnya masih relatif konsisten. +. Sensiti itas .alam riset, sensiti itas dijelaskan sebagai kemampuan instrumen untuk melakukan diskriminasi. 1ila reliabilitas dan aliditas suatu instrumen tinggi, atau dengan kata lain sensitif, perbedaan atas tingkat ariasi! ariasi karakteristik yang diukur dapat mempertajam. 3. #byekti itas #byekti itas mengacu pada terbebasnya data yang diisikan pada kuesioner dari penilaian 4. Cisibilitas Cisibilitas berhubungan dengan teknis pengisian kuesioner, serta penggunaan sumber daya dan waktu. $da beberapa pengisian kuesioner yang sederhana, tetapi ada juga yang subyektif, misalnya perasaan responden yang cenderung mempengaruhi obyekti itas data.

yang memerlukan waktu, tenaga, bahkan biaya yang lebih banyak. Kendala! kendala seperti ini perlu dipertimbangkan terlebih dahulu agar pelaksanaannya fisibel. E. U.i (!esi$ner se agai alat !(!r Kuesioner yang telah disusun tidak dapat langsung digunakan untuk mengumpulkan data. Kuesioner yang telah dibuat harus melalui uji aliditas dan uji reliabilitas. Untuk itu maka perlu dilakukan uji coba di lapangan yang diberikan pada responden yang memiliki ciri!ciri yang responden di tempat di mana penelitian akan dilaksanakan. Sebaiknya jumlah responden untuk uji coba minimal *? orang agar hasil pengukuran mendekati normal. Kemudian hasil dari uji coba ini digunakan untuk mengetahui apakah kuesioner sudah cukup memiliki aliditas dan reliabilitas. ,. /ali%itas Faliditas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur itu benar!benar mnegukur apa yang diukur (Soekidjo,*??B). Uji aliditas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan tugas pengukurannya (/usmini, *??@). Suatu kuesioner dikatakan alid jika pertanyaan pada suatu kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Kerlinger ('@@?) membagi aliditas menjadi tiga, yaitu content validit' ( aliditas isi), construct validit' ( aliditas konstruk), dan criterion(related validit' ( aliditas berdasar kriteria). '. Faliditas Isi (#ontent )alidit') Faliditas isi merupakan aliditas yang diperhitungkan melalui pengujian terhadap isi alat ukur dengan analisis rasional yaitu sejauh mana item!item dalam suatu alat ukur%kuesioner mencakup keseluruhan objek penelitian yang hendak diukur dari keseluruhan populasi. $rtinya bahwa alat ukur tersebut tidak harus komprehensif saja isinya, tetapi harus pula memuat hanya isi yang rele an dan tidak keluar dari batasan tujuan ukur. -alaupun isi atau kandungannya komprehensif tetapi bila suatu alat ukur mengikutsertakan pula item!item yang tidak rele an dan berkaitan dengan hal!hal di luar tujuan ukurnya, maka aliditas alat ukur tersebut tidak dapat dikatakan memenuhi ciri!ciri aliditas yang sesungguhnya. Faliditas isi terbagi menjadi dua tipe, yaitu face alidity ( aliditas muka) dan logical alidity ( aliditas logis).

a. Cace Falidity (Faliditas 0uka) Faliditas muka adalah tipe aliditas yang paling rendah signifikasinya karena hanya didasarkan pada penilaian selintas mengenai isi alat ukur. $pabila isi alat ukur telah tampak sesuai dengan apa yang ingin diukur, maka dapat dikatakan aliditas muka telah terpenuhi. .engan alasan kepraktisan, banyak alat ukur yang pemakaiannya terbatas hanya mengandalkan aliditas muka. b. >ogical Falidity (Faliditas >ogis) Faliditas logis disebut juga sebagai aliditas sampling. Faliditas tipe ini menunjuk pada sejauh mana isi alat ukur merupakan representasi dari aspek yang hendak diukur. Untuk memperoleh aliditas logis yang tinggi, suatu alat ukur harus dirancang sedemikian rupa sehingga benar!benar berisi hanya item yang rele an dan perlu menjadi bagian alat ukur secara keseluruhan. Suatu objek ukur yang hendak diungkap oleh alat ukur sebaiknya harus dibatasi lebih dahulu lingkup perilakunya secara seksama dan konkrit. Faliditas logis memang sangat penting peranannya dalam penyusunan tes presentasi dan penyusunan skala, yaitu dengan memanfaatkan blue!print atau tabel spesifikasi. *. Faliditas Konstruk (#onstruct )alidit') Faliditas konstruk adalah ketepatan pengukuran dalam menilai ciri atau keadaan subyek yang diukur, sehubungan dengan teori atau hipotesis yang melatarbelakanginya. Faliditas konstruk menggambarkan * hal sekaligus yaitu aliditas pengukuran sendiri dan kebenaran teori atau hipotesis yang melatarbelakangi penyusunan instrumen ukur tersebut. +. Faliditas 1erdasar Kriteria (#riterion(related )alidit') Faliditas kriterium ( aliditas prediksi) adalah sifat yang menggambarkan tingkat keterandalan instrumen pengukuran (prediktor) untuk meramal keadaan atau kemampuan tertentu (kriterium) subyek. "endekatan aliditas berdasarkan kriteria diharapkan akan tersedianya kriteria eksternal yang dapat dijadikan dasar pengujian suatu alat ukur. Suatu kriteria adalah ariabel perilaku yang akan diprediksikan oleh suatu alat skor. Untuk melihat tingginya aliditas berdasar kriteria, maka dilakukan komputasi korelasi antara skor alat ukur dengan skor kriteria. Faliditas berdasar kriteria menghasilkan dua macam aliditas, yaitu aliditas prediktif (predictive validit') dan aliditas konkruen (concurrent validit'). a. Faliditas prediktif (predictive validit')

Faliditas prediktif sangat penting artinya bila alat ukur dimaksudkan berfungsi sebagai prediktor bagi kinerja di masa yang akan datang. )ontoh aliditas prediktif yaitu seleksi penerimaan karyawan baru, penempatan karyawan, seleksi penerimaan mahasiswa baru )ontohnya adalah pada saat kita melakukan pengujian aliditas alat ukur kemampuan yang digunakan dalam penempatan karyawan. Kriteria yang terbaik antara lain adalah kinerjanya setelah karyawan tersebut betul!betul ditempatkan sebagai karyawan dan melaksanakan tugasnya selama beberapa waktu. Skor tersebut dapat diperoleh dengan cara menggunakan indeks produkti itas dan rating yang dilakukan oleh atasan. b. Faliditas Konkruen Faliditas konkruen tepat digunakan apabila skor alat ukur kriterianya dapat diperoleh dalam waktu yang sama, maka korelasi antara kedua skor tersebut merupakan koefisien aliditas konkruen. Untuk menguji aliditas skala, maka dapat menggunakan skala kecemasan yang telah lebih dahulu teruji aliditasnya, seperti alat ukur 50$S (T'lor $anifest *n+iet' ,cale). Faliditas konkruen merupakan indikasi aliditas yang memadai apabila alat ukur tidak digunakan sebagai suatu prediktor dan merupakan aliditas yang sangat penting dalam situasi diagnostik. 1ila alat ukur dimaksudkan sebagai prediktor, maka aliditas konkruen tidak cukup memuaskan dan aliditas prediktif merupakan keharusan .alam praktiknya, aliditas berdasarkan kriteria yang sering dilakukan oleh praktisi peneliti, yaitu dengan melakukan korelasi -earson -roduct $oment antar item kuesioner dengan jumlah skor kuesioner atau merupakan uji beda dari alat ukur tersebut, yaitu uji yang membedakan antara kelompok atas dengan kelompok bawah, dalam arti bahwa jawaban kelompok atas seharusnya mampu menjawab (nilai skor ') dan kelompok bawah seharusnya tidak mampu menjawab (nilai skor ?). $kan tetapi, uji ini tidak dapat menganalisis hubungan antar item dalam instrumen secara simultan sebagaimana metode multi ariat. Kelemahan lain menggunakan uji ini adalah apabila jumlah responden (sampel) yang digunakan cukup besar, maka akan berdampak pada tingginya koefisien korelasi rGy, sehingga berdampak pada tingginya koefisien korelsi rGy dan berdampak pada kecenderungan

untuk menjadi

alid pada item tersebut. Uji korelasi dilakukan dengan cara

mengkorelasikan item alat ukur dengan jumlah keseluruhan item alat ukur yang ada. /umus umum koefisien korelasi "earson product 0oment adalah sebagai berikut & N 0 123 4 0 1. 23 R 5 ------------------------------------------------ { N 1' 4 0 13 ' 6 7N 2' 4 0 23 ' 6 Keterangan & / & koefisien korelasi H I & jumlah skor pertanyaan H ( & jumlah skor total 7 & jumlah responden Kriteria pengujian & ,ika / J / tabel, berarti item pernyataan adalah alid ,ika / K / tabel, berarti item pernyataan adalah tidak alid )ontoh uji aliditas & Sebagai contoh kita akan mengukur pengetahuan imunisasi 55 bagi ibu hamil, maka kita susun pertanyaan!pertanyaan sebagai berikut & a. b. c. d. e. f. g. $pakah ibu pernah mendengar tentang imunisasi 55 8 $pabila pernah mendengar, untuk siapa imunisasi itu diberikan 8 $pa manfaat imunisasi itu diberikan 8 1erapa kali imunisasi tersebut harus diterima 8 "enyakit apa yang dapat dicegah dengan imunisasi 55 8 .i mana ibu dapat memperoleh imunisasi 55 tersebut 8 dst...

"ertanyaan!pertanyaan tersebut diberikan kepada sekelompok responden sebagai sarana uji coba, kemudian pertanyaan!pertanyaan (kuesioner) tersebut diberi skor atau nilai jawaban masing!masing sesuai dengan sistem penilaian yang telah ditetapkan, misalnya & ! skor * untuk jawaban yang paling benar, ! skor ' untuk jawaban yang mendekati benar, ! skor ? untuk jawaban yang salah.

Sebagai gambaran, misalnya distribusi skor untuk masing!masing pertanyaan dari '? responden adalah sebagai berikut & Res#$n%en & $ 1 ) . D C L 2 I , * * * * ' * ' * * * ' ' * ' * ' ' * * * * ) ' * * ' ' * * * * * S($r N$m$r Pertanyaan * + 8 9 * ' ' * * ' ' * ' * ? ' ? ' * ? ? ' ' ? ' * * * * * ' * ? * * * * ' ' ' * * * ' S($r : * ' * * * * * * ' * ; * ' ' * ' ' ' ' ' ' &< ' ' ? ' ? ? ' ? ? ? T$tal '3 '4 '+ ': '+ '* '+ ': '* '3

Selanjutnya kita hitung korelasi antara skor masing!masing pertanyaan dengan skor total, sehingga ada '? pertanyaan dalam kuesioner dan akan ada '? uji korelasi, yaitu skor pertanyaan nomor ' dengan total skor total masing!masing responden, skor pertanyaan nomor * dengan total skor total masing!masing responden, skor pertanyaan nomor + dengan total skor total masing!masing responden, dan seterusnya. Sebagai contoh perhitungan korelasi antara pertanyaan nomor ' dengan total skor total masing!masing responden. Res#$n%en $ 1 ) . D C L 2 I , 7 M '? 1 * * * * ' * ' * * * 'B 2 '3 '4 '+ ': '+ '* '+ ': '* '3 '+B 1' 3 3 3 3 ' 3 ' 3 3 3 +: 2' '@: **4 ':@ *4: ':@ '33 ':@ *4: '33 '@: '@*3 12 *B +? *: +* '+ *3 '+ +* *3 *B *4?

Keterangan & I M pertanyaan nomor ' ( M skor total responden I( M skor pertanyaan nomo' dikalikan dengan skor total responden

Selanjutnya dimasukkan angka!angka tersebut ke dalam rumus korelasi <product moment< seperti tertulis di atas, sebagai berikut & N 0 123 4 0 1. 23 R 5 ------------------------------------------------ { N 1' 4 0 13 ' 6 7N 2' 4 0 23 ' 6 ('? G *4?) 9 ('B G '+B) / M !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ('? G +:) 9 ('B)* ('? G '@*3) 9 ('+B)* *4?? !*3B3 ': ': / M !!!!!!!!!!!!!!!!!!! M !!!!!!!!!!!! M !!!!!!!!! M ?,'@? +: G '@: A?4: B3 Setelah dihitung semua korelasi antara masing!masing pertanyaan dengan skor totalnya, misalnya diperoleh hasil sebagai berikut & "ertanyaan nomor ' / M ?,'@? * / M ?,A*? + / M ?,:3? 3 / M ?,A'? 4 / M ?,44? : / M ?,B'? A / M ?,:@? B / M ?,A*? @ / M ?,::? '? / M ?,'4? Untuk mengetahui apakah nilai korelasi tiap!tiap pertanyaan itu signifikan, maka nilai korelasi tersebut dibandingkan dengan tabel nilai korelasi < product moment< yang ada dalam buku!buku statistik. 1erdasarkan tabel nilai korelasi <product moment< untuk jumlah responden '?, memiliki taraf signifikansi ?,:+*. #leh sebab itu, nilai korelasi dari pertanyaan! pertanyaan dalam kuesioner tersebut yang memenuhi taraf signifikansi (di atas ?,:+*) adalah pertanyaan nomor *, +, 3, :, A, B, @, sedangkan pertanyaan nomor ', 4, dan '? tidak bermakna. Selanjutnya untuk memperoleh alat ukur yang alid, maka

pertanyaan nomor ', 4, dan '? tersebut harus diganti atau dire isi, atau didrop (dihilangkan). -. Relia ilitas /eliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. 2al ini berarti menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat ukur yang sama. 0isalnya saja apabila tinggi seorang anak diukur dengan meteran kayu dan pengukuran dilakukan berulang!ulang dengan meteran yang sama, maka hasilnya tinggi anak tersebut tetap sama, tetapi apabila meteran tersebut terbuat dari plastik maka hasilnya tidak tetap tergantung bagaimana cara memegang meteran plastik tersebut, apabila memegangnya agak kendor, maka hasilnya lebih rendah dan apabila memegangnya dengan tarikan yang kuat, maka kemungkinan hasilnya akan lebih tinggi. #leh sebab itu meteran kayu menghasilkan pengukuran yang lebih reliabel dibandingkan dengan meteran plastik. 0eteran kayu hasilnya lebih konsisten (ajeg), sedangkan meteran plastik hasilnya kurang konsisten. .emikian halnya dengan kuesioner sebagai alat ukur untuk gejala!gejala sosial (non fisik) harus mempunyai reliabilitas yang tinggi. Untuk itu sebelum digunakan untuk penelitian harus dites (diuji coba) sekurang!kurangnya dua kali. Uji coba tersebut kemudian diuji dengan tes menggunakan rumus korelasi product moment. "erhitungan reliabilitas harus dilakukan hanya pada pertanyaan!pertanyaan yang sudah memiliki aliditas. .engan demikian harus menghitung menghitung reliabilitas. Salah satu metoda yang dapat digunakan adalah metoda $lpha )ronbachNs (O). 0etoda ini merupakan teknik pengujian reliabilitas suatu tes % angket yang sering digunakan karena dapat dipakai pada tes atau angket dengan jawaban atau pilihan terdiri dari dua pilihan atau lebih. )ronbachNs $lfa diperoleh dengan rumus &
* k b r'' = ' )t * k '

aliditas terlebih dahulu sebelum

Keterangan & r.. k M reliabilitas instrumen M banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal


)t *

* b

M jumlah arian butir%item M arian total

5abel tingkat reliabilitas berdasarkan nilai alfa (P) Al#ha ?,?? 9 ?,*? J?,*? 9 ?,3? J?,3? 9 ?,:? J?,:? 9 ?,B? J?,B? 9 ',?? Ting(at Relia ilitas Kurang reliabilitas $gak reliabilitas )ukup reliabilitas /eliabilitas Sangat reliabilitas

Untuk dapat lebih memahami maksud reliabilitas, maka diajukan pertanyaan (') $pakah pengukuran yang kita lakukan berkali!kali pada obyek yang sama menghasilkan skor yang sama 8 kalau jawabannya adalah ya, maka berarti pengukuran yang dilakukan tersebut reliabel (konsistensi atau stabilitas), (*) $pakah skor yang diperoleh dengan pengukuran tersebut merupakan skor yang sebenarnya 8 kalau jawabannya adalah ya, maka berarti pengukuran yang dilakukan reliabel (akurasi atau ketepatan), (+) seberapa banyak penyimpangan skor hasil pengukuran dari skor yang sesungguhnya 8 kalau jawabannya sedikit sekali atau mendekati ?, berarti reliabel (precicion, ketelitian). )iri reliabilitas yaitu '. Konsistensi atau stabilitas, *. Ketepatan +. Ketelitian. )iri kedua yaitu ketepatan dalam prakteknya tidak pernah terpenuhi secara mutlak. .ata yang diperoleh dengan pengukuran tidak pernah mencapai realitas (kebenaran) yang sesungguhnya. .engan demikian, pendekatan terhadap reliabilitas pada umumnya dilakukan dengan mempelajari kaitan antara skor sebenarnya (Ib) dengan skor yang diamati (Ia) dan kesalahan skor (Is). Secara matematis dapat dirumuskan & 1 5 1a = 1s. .ari persamaan matematis tersebut dapat dikembangkan pengertian bahwa dalam praktek, reliabilitas dapat diupayakan dengan meminimasi kesalahan skor (Is) agar skor yang diamati (Ia) mendekati skor sebenarnya. Untuk pengukuran fenomena kedokteran sosial yang sebagian berupa fenomena psiko!sosial, pada umumnya digunakan instrumen pengukuran yang berupa eksplorasi terhadap subyek penelitian dengan sejumlah pertanyaan, baik dengan teknik wawancara

maupun dengan teknik kuesioner, karena pengukuran terhadap satu fenomena tertentu (misalnya terhadap persepsi subyek) digunakan beberapa butir pertanyaan, maka ciri konsistensi reliabilitas dikenal ada * macam yaitu konsistensi dalam dan konsistensi luar. '. Konsistensu dalam )iri konsistensi dalam adalah mempermasalahkan kesesuaian antar butir!butir substansi pertanyaan dalam satu kelompok yang digunakan untuk mengeksplorasi satu fenomena atau ariabel. *. Konsistensi luar )iri konsistensi luar adalah mempermasalahkan kesesuaian antara kelompok butir! butir substansi pertanyaan tersebut dengan instrumen ukur lain yang sudah baku atau reliabel, atau dengan instrumen yang sama yang dilakukan pada pengukuran lain. $tas dasar ciri konsistensi tersebut, dikenal * cara pendekatan (pengujian) terhadap reliabilitas pengukuran, yaitu yang menguji konsistensi dalam dan yang menguji konsistensi luar. '. "engujian konsistensi dalam "engujian konsistensi dalam dengan banyak cara pengujian reliabilitas sehubungan dengan konsistensi dalamnya, tetapi pada prinsipnya adalah peneliti melakukan uji coba instrumen pada sekelompok subyek dengan satu alat ukur dan satu kali pengukuran. Skor yang diperoleh dari uji coba tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan berbagai teknik, teknik yang sering digunakan antara lain (') teknik belah dua, (*) teknik Kuder!/ichardson, dan (+) teknik 2oyt. a. 5eknik belah dua $lat ukur (kuesioner) yang telah disusun dibagi menjadi dua. #leh karena itu pertanyaan dalam kuesioner ini harus cukup banyak (memadai), sekitar 3?!:? pertanyaan. >angkah!langkah yang dilakukan antara lain & ') Kuesioner diajukan kepada sejumlah responden, kemudian dihitung aliditas masing!masing pertanyaan. "ertanyaan!pertanyaan yang sedangkan yang tidak alid dibuang, *) "ertanyaan!pertanyaan yang alid dibagi menjadi dua kelompok secara acak (random), belah tengah, ganjil!genap. Separo masuk ke dalam belahan pertama, separonya lagi masuk ke dalam belahan kedua, alid dihitung,

+) Skor masing!masing item pada tiap belahan dijumlahkan sehingga akan menghasilkan * kelompok skor total yakni untuk belahan pertama dan belahan kedua, 3) .ilakukan uji korelasi dengan rumus korelasi product moment dengan formula Spearman 1rown, formula Clanagan, atau formula /ulon antara belahan pertama dengan belahan kedua, hasil uji korelasi dibandingkan dengan angka kritis seperti pada contoh pengukuran aliditas. 1ila angka korelasinya sama atau lebih dari angka kritis pada derajat kemaknaan p ?,?4 (lihat tabel) maka alat ukur atau kuesioner tersebut reliabel, tetapi bila hasil yang diperoleh di bawah angka kritis, maka kuesioner tersebut tidak reliabel sebagai alat ukur. b. 5eknik Kuder!/ichardson (K/) 5eknik pengujian ini dipandang lebih baik daripada teknik belah dua, namun ada persyaratan tambahan yaitu butir!butir tes harus bersifat homogen. 2omogenitas diperlukan karena teknik K/ ini bukan didasarkan pada analisis korelasi tapi pada analisis butir (item analisis), dikenal ada * macam formula K/ yaitu K/!*? dan K/!*'. c. 5eknik 2oyt. 5eknik ini didasarkan pada analisis arians, dengan demikian nama lengkapnya adalah teknik analisis arians dari 2oyt. "ada analisis 2oyt ini, data hasil uji coba dianggap sebagai data dari suatu penelitian dengan rancangan faktorial yang faktor pertamanya adalah subyek dan faktor keduanya adalah butir (item). *. "engujian konsistensi luar $pabila pengujian terhadap konsistensi dalam dilakukan hanya dengan satu kali pengukuran, pengujian konsistensi luar dalam pengujian reliabilitas ini dilakukan dengan dua kali pengukuran pada sekelompok subyek yang sama. $da dua macam teknik pengujian, yaitu teknik uji%tes ulang dan teknik paralel a. 5eknik 5es%Uji Ulang .engan teknik ini satu alat ukur (kuesioner) diujikan kepada sekelompok responden yang sama sebanyak dua kali dengan inter al waktu antara uji pertama dengan uji kedua tidak terlalu jauh dan juga tidak terlalu dekat, misalnya '4!+? hari, karena apabila selang waktu terlalu pendek kemungkinan responden masih ingat denga pertanyaan!pertanyaan pada tes pertama, sedangkan apabila selang

waktu terlalu jauh maka kemungkinan pada responden sudah terjadi perubahan dalam ariabel yang akan diukur. 2asil pengukuran pertama dikorelasikan dengan hasil pengukuran kedua dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Sebagai contoh & "engukuran "ertama (skor total tiap responden) '3 '4 '+ ': '+ '* '+ ': '* '3 '3 "engukuran Kedua (skor total tiap responden) '4 '4 '+ '4 '3 '3 '+ ': '+ '+ '+

2asil pengukuran ini dihitung korelasinya dengan menggunakan rumus seperti pada contoh pengukuran aliditas. 1ila angka korelasinya sama atau lebih dari angka kritis pada derajat kemaknaan p ?,?4 (lihat tabel) maka alat ukur atau kuesioner tersebut reliabel, tetapi bila hasil yang diperoleh di bawah angka kritis, maka kuesioner tersebut tidak reliabel sebagai alat ukur. b. 5eknik "aralel Kita membuat * alat ukur (kuesioner) untuk mengukur aspek yang sama dengan dua kali pengukuran. Kedua kuesioner tersebut kemudian diujicobakan kepada sekelompok responden yang sama, kemudian masing!masing pertanyaan pada kedua kuesioner tersebut diuji aliditasnya. "ertanyaan!pertanyaan dari kedua alat ukur yang aid dihitung skor totalnya, sedangkan yang tidak alid dibuang, kemudian skor total masing!masing responden dari kedua kuesioner tersebut dihitung korelasinya dengan menggunakan teknik korelasi product moment seperti contoh di atas. .$C5$/ "US5$K$ Lulo, -. *???. $etodologi -enelitian. Lrasindo

Koentjaraningrat. '@@*. $etode( metode -enelitian $as'arakat. "enerbit "5 Lramedia dalam $rtikel >angkah! langkah 0enyusun Kuesioner oleh Kasnodiharjo 0edia >itbangkes Fol. III 7o. ?*% '@@+. Soekidjo, 7otoatmodjo, "rof. .r. *?'*. $etode -enelitian /esehatan. ,akarta & "5 /ineka )ipta Umar, 2usein. *??*. $etode iset 0isnis1 ,akarta & "5 Lramedia "ustaka Utama