Anda di halaman 1dari 37

FILOGENI DAN ONTOGENI SEL

SEL
Sel merupakan tingkatan struktur terendah yang mampu melakukan semua aktivitas kehidupan Semua organisme terbentuk dari sel. Sel merupakan unit dasar dari struktur dan fungsi organisme tersebut Sel merupakan kesatuan struktural, fungsional dan herediter terkecil

Tinjauan historis
Robert Hooke (1667) mengamati sayatan gabus, terdapat ruangan-ruangan kecil disebut cella (kamar kecil) Schleiden & Schwann (1839) sel merupakan struktur dasar organisme Virchow (1855) semua sel berasal dari sel yang telah ada, omnis cellula e cellula Menjelang abad 20 banyak pakar menemukan berbagai jenis atau struktur di dalam sel

Fig. 4.1, p. 52

CIRI-CIRI KEHIDUPAN
Keteraturan Kehidupan disusun sangat teratur dalam hirarki yang terdiri dari tingkatan-tingkatan struktural. Setiap tingkat merupakan pengembangan dari tingkat di bawahnya. Di dalam sel keteraturan kehidupan diatur pada tingkat molekuler. Atom makromolekul organel sel Reproduksi Organisme menghasilkan sendiri keturunannya.

CIRI-CIRI KEHIDUPAN
Pertumbuhan dan perkembangan
Program-program yang dapat diwariskan yang berbentuk DNA menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan, memproduksi organisme dengan karakteristik yang hanya dimiliki oleh spesiesnya.

Pemanfaatan energi
Organisme mengambil energi dan mentransformasinya sehingga dapat digunakan untuk melakukan berbagai pekerjaan.

Respons terhadap lingkungan


Organisme merupakan sistem terbuka yang terus-menerus berinteraksi dengan lingkungannya

CIRI-CIRI KEHIDUPAN
Homeostasis
Mekanisme-mekanisme pengatur menjaga agar lingkungan internal suatu organisme tetap berada pada batas-batas sewajarnya, walaupun lingkungan eksternalnya terus berubah-ubah.

Adaptasi evolusioner
Kehidupan terus berkembang sebagai hasil dari interaksi antara organisme dengan lingkungannya. Salah satu konsekuensi dari evolusi adalah adaptasi organisme terhadap lingkungannya

Tingkatan-tingkatan organisasi dalam kehidupan

Tingkatan-tingkatan organisasi dalam kehidupan

The Cell Theory


Use of the microscope for 150 years or so led to these basic beliefs about cells: 1. All living things are made of cells. 2. The cell is the smallest unit of life. 3. All cells arise from pre-existing cells.

Ukuran sel
Mengapa sel berukuran mikroskopik? Organisme yang lebih besar umumnya tidak memiliki sel yang lebih besar drpd organisme yg lebih kecil, tetapi memiliki lebih banyak sel. Kebutuhan akan metabolisme memberikan ukuran yang praktis untuk suatu sel tunggal Ketika ukuran sel naik ke 5 satuan panjang untuk tiap sisi, rasio luas permukaan terhadap volume akan berkurang jika dibandingkan dengan sel yang lebih kecil. Laju pertukaran kimiawi mungkin saja tidak cukup untuk memelihara sel karena sebagian sitoplasmanya relatif jauh dari membran sel. Dengan membagi sel besar menjadi banyak sel kecil didapatkan rasio luas permukaan terhadap volume yg dpt memenuhi kebutuhan setiap sel untuk memperoleh nutrien dan membuang produk limbah.

Ukuran sel

Filogeni sel
Virus Virus merupakan partikel penginfeksi yang terdiri dari asam nukleat yang terbungkus dalam lapisan pelindung. Virus merupakan parasit intraseluler obligat, hanya dapat bereproduksi di dalam sel inang. Virus yang terisolasi bersifat inert (inaktif) secara biologis, tidak dapat mereplikasi gen-gennya atau meregenerasi pasokan ATP-nya sendiri. Genom virus Genom virus dapat tersusun oleh :dsDNA, ssDNA, dsRNA , atau ssRNA. Struktur genom : linier atau sirkular. Virus terkecil hanya memiliki 4 gen, yang terbesar memiliki beberapa ratus

Filogeni sel
Kapsid dan selubung virus Genom virus diselubungi kulit protein disebut kapsid. Kapsid dapat berbentuk : batang (heliks), polihedral, atau bentuk yang lebih kompleks. Kapsid terbentuk dari subunit protein yang disebut kapsomer. Beberapa virus memiliki selubung luar yang menyelubungi kapsidnya. Selubung-selubung ini berasal dari membran sel inang, mengandung fosfolipid dan protein (dari sel inang) dan protein dan glikoprotein (dari virus). Kapsid yang paling kompleks : pada virus yang menginfeksi bakteri, disebut bakteriofaga. Kapsid tersusun oleh kepala polihedral dan perlengkapan ekor. DNA disimpan di kepala, ekor berfungsi menginfeksi bakteri.

Comparing the size of a virus, a bacterium, and a eukaryotic cell


Viral Size Millions can fit on pinhead Smaller than a ribosome!

TMV

Adenovirus

Influenza virus

Bacteriophage T4

Viral structure

Classes of Animal Viruses Grouped by Type of Nucleic Acid

Class I. dsDNA Papavavirus

Type of Nucleic Acid Papilloma (Human warts, Cervical Cancer

Adenovirus
Herpesvirus

Respiratory diseases
Herpes Simplex I (Cold sores) Herpes Simplex II (genital sores) Varicella zoster (chicken pox) Smallpox; cowpox Usually depends on co-infections w/adenovirus Diarrhea Poliovirus Rhinovirus: Common cold

Poxvirus II. ssDNA Parvovirus III. dsRNA Reovirus Picornavirus

IV. ssRNA that serves as mRNA

V. ssRNA that is a template for mRNA synthesis

Rhabdovirus Paramyxovirus Orthomyxovirus

Rabies Measles, mumps Influenza (flu)

VI. ssRNA that serves as a template for DNA synthesis Retrovirus HIV (AIDS virus) RNA tumor viruses (e.g. leukemia viruses)

Filogeni sel
Prokariota
Tidak memiliki nukleus, materi genetik terkonsentrasi pada daerah yang disebut nukleoid, tidak ada membran yang memisahkan bagian tersebut dengan bagian sel lainnya.

Eukariota
Memiliki nukleus yang sesungguhnya, yang dibungkus oleh selubung nukleus. Seluruh daerah di di antara nukleus dan membran yang membatasi sel disebut sitoplasma. Sitoplasma terdiri atas medium semi cair disebut sitosol, di dalamnya terletak organel-organel yang mempunyai bentuk dan fungsi terspesialisasi.

Virus

Eukariot Prokariot

Sistem pengaturan universal dalam sel


Transfer informasi genetik Instruksi-instruksi biologis terdapat dalam bentuk kode di dalam molekul yang disebut DNA (deoxyribonucleic acid). DNA adalah bahan penyusun gen, yaitu unit penurunan sifat yang meneruskan informasi genetik dari orangtua ke keturunannya. Seluruh bentuk kehidupan memiliki kode genetik yang pada dasarnya sama. Perbedaan antara organisme-organisme menggambarkan perbedaan urutan nukleotidanya. Transfer informasi genetik : DNA transkripsi RNA translasi protein

CENTRAL DOGMA

Sistem pengaturan universal dalam sel


Biosintesis dan penggunaan ATP Kimia kehidupan diorganisasikan ke dalam jalur-jalur metabolisme. Metabolisme merupakan kumpulan reaksi kimiawi yang terjadi dalam suatu organisme.Dibantu oleh enzim, metabolisme melalui jalur-jalur bersifat katabolik (merombak molekul kompleks, membebaskan energi) atau anabolik (membangun molekul kompleks, menyerap energi).

Sistem pengaturan universal dalam sel


Organisme hidup dengan memanfaatkan energi bebas. Dalam metabolisme seluler, reaksi eksergonik akan menggerakkan reaksi endergonik. ATP menggerakkan kerja seluler melalui pengkopelan reaksi eksergonik dengan reaksi endergonik. ATP menggerakkan reaksi endergonik dengan cara mentransfer gugus fosfat ke gugus fosfat ke reaktan spesifik, yang membuatnya menjadi lebih reaktif. Jalur katabolik, seperti respirasi seluler , menggerakkan regenerasi ATP dari ADP dan fosfat.

RESPIRASI SELULER

RESPIRASI

FOTOSINTESIS

PROKARYOTIK (bakteri, arkea)


KOMPONEN INTI SEL (BERISI DNA) TERSEBAR DI SITOPLASMA

MACAM SEL

EUKARYOTIK (EUCARYOTICS) (protista, tumbuhan, hewan)


KOMPONEN INTI SEL TERBUNGKUS MEMBRAN

BENTUK
KUBUS, PRISMA, BUNDAR, BULAT, ANGGUR, BENANG, SPIRAL UKURAN ()(1 cm= 10-2m, 1 mm=10-3m, 1m=10-6m, 1nm=10-9m) 0,1-1 M (MIKOPLASMA) 1 M (STAFILOKOKUS) 7,5 M (DARAH MERAH) 10 100 M (SEL DAUN) 60 M (SEL PIPIH MANUSIA) 3 30 CM (TELUR) SEL TUMBUHAN DAN SEL BINATANG BERBEDA (DALAM BEBERAPA HAL)

KOMPONEN UTAMA SEL


MEMBRAN PLASMA (PLASMALEMMA) NUKLEUS SITOPLASMA

MEMBRAN PLASMA
SEBAGAI PELINDUNG SEL PENGATUR BENTUK SEL PENGATUR TRANSPORTASI ZAT (OKSIGEN, NUTRIEN)

NUKLEUS
SEBAGAI PUSAT SELURUH KEGIATAN SEL

SITOPLASMA
TERDIRI ATAS CAIRAN SEL (SITOSOL / HIALOPLASMA) BERSIFAT KOLOID ORGAN SEL (ORGANEL: BENTUK DAN FUNGSI TERSPESIALISASI)

SEL PROKARIOTIK

PERBEDAAN SEL PROKARIOTIK DAN EUKARIOTIK

ORGANEL
Inti sel Ribosom RE Badan Golgi Mitokondria Lisosom Sentriol DNA

PROKARIOT
Tanpa membran: nukleoid

EUKARIOT
Bermembran:nukleus

Pada sitoplasma Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Bentuk cincin pd sitoplasma

Pada Sitoplasma dan RE Ada Ada Ada Ada pd Hewan Ada pd Hewan Bentuk spiral ganda, pd inti sel, mitokondria dan khloroplas

SEL EUKARIOTIK: SEL HEWAN

Nukleus (dibatasi membran berpori): dna+protein khromatin, berbentuk kumparan bila membelah khromosom Nukleoli (nukleolus): bagian khromatin yang saling bersambungan, terlibat produksi ribosom Sitoplasma: seluruh area antara nukleus dan membran plasma, penuh dengan organel terspesialisasi Sitosol: medium semi cairan Re (kasar, halus): membran membentuk gelembung dan kantong pipih Ribosom: produksi protein, melekat pada re maupun sitosol Vacuola: penyimpanan, metabolisme

Aparatus golgi: tumpukan kantong pipih:sintesis, penyimpanan, penyortiran, ekskresi berbagai bentuk produk Lisosom: organel berisi enzim pencernaan, hidrolisis makromolekul Peroksisom: organel berisi enzim untuk metabolisme terspesialisasi Mitokondria: respirasi selluler atp Mikrotubula dan mikrofilamen: pembentuk kerangka sel (sitoskeleton): memperkuat bentuk dan pergerakan sel Flagela (susunan mikrotubula): organel pergerakan Sentriol: terbuat dari mikrotubula, fungsi dalam pembelahan sel

SEL EUKARIOTIK: SEL TUMBUHAN

Nukleus (dibatasi membran berpori): dna+protein khromatin, berbentuk kumparan bila membelah khromosom Nukleoli (nukleolus): bagian khromatin yang saling bersambungan, terlibat produksi ribosom Sitoplasma: seluruh area antara nukleus dan membran plasma, penuh dengan organel terspesialisasi Re (kasar, halus): membran membentuk gelembung dan kantong pipih Ribosom: produksi protein, melekat pada re maupun sitosol Vacuola sentral: penyimpanan, memecah makromolekul, berperan dalam pertumbuhan tanaman

Tonoplas: membran vacuola Aparatus golgi: tumpukan kantong pipih:sintesis, penyimpanan, penyortiran, ekskresi berbagai bentuk produk Plastid: khloroplas: melaksanakan fotosintesis Peroksisom: organel berisi enzim untuk metabolisme terspesialisasi Mitokondria: respirasi selluleratp Mikrotubula dan mikrofilamen: pembentuk kerangka sel (sitoskeleton): memperkuat bentuk dan pergerakan sel Dinding sel: tebal, bentuk sel dan perlindungan dari kerusakan mekanis Sitosol: medium semi-cairan, sitosol dari dua sel yang bersebelahan dihubuingkan dengan plasmodesmata