Anda di halaman 1dari 50

SELAMAT DATANG

ANDA MEMASUKI KAWASAN



TERTIB
DISIPLIN
MANDIRI

DI DUNIA PRAKTIKUM AOMK
PRAKTIKUM ANALISIS OBAT,
MAKANAN DAN KOSMETIK
JENIS PRAKTIKKUM :
LABORATORY/EXPERIMENTAL
PRAKTIKUM MANDIRI/SEMI MANDIRI
(1-2 ORANG/KELOMPOK)
DURASI 6 JAM
TIAP KELOMPOK MEMPEROLEH MATERI :
SEDIAAN MAKANAN/MINUMAN, OBAT DAN
KOSMETIK
MAHASISWA MEMBAWA SAMPEL SENDIRI
SAMPEL DIBAWA PADA SAAT PRETES DAN
PRAKTIKUM.
TUGAS & KEWAJIBAN PRAKTIKAN
LULUS PRETES
Persiapan :
1. buat laporan sementara berupa : materi, metode, 7an
prakt, dasar teori, mekanisme reaksi ,cara kerja
skematis ( analisis kuali & kuantitatif, pembuatan larutn
maupun yg lainya, perhitungan ( sampel dibawa saat
pretes u/ memudahkan perhitungan )
2. literatur standart jangan ketinggalan. Harus di bawa !
3. Belajar & bisa jawab pertanyaan dgn benar.


PADA SAAT PRAKTIKUM:
MEMAKAI PAKAIAN YANG SESUAI
SYARI :
TIDAK KETAT, PANJANG, TIDAK
TRANSPARAN, DSB
DATANG 10 MENIT SEBELUM
PRAKTIKUM DIMULAI, TOLERANSI
KETERLAMBATAN DENGAN ALASAN
YANG DAPAT DITERIMA MAX 15 MENIT
MEMAKAI SEPATU, BUKAN SANDAL
ATAU SEPATU SANDAL
MEMAKAI JAS PRAKTIKUM
MEMBAWA SAMPEL
LANJUTAN
BERLAKU SOPAN
TIDAK MEROKOK
MEMBAWA BEKAL MAKAN/MINUMAN
SECUKUPNYA (JANGAN SAMPAI
KELAPARAN SAAT PRAKTIKUM APALAGI
SAMPAI PINGSAN KARENA LAPAR)

PRAKTIKUM YUUK
ALAT-ALAT SEDERHANA,
MISAL : PIPET TETES, TABUNG REAKSI (KALO PUNYA)
DIBAWA SENDIRI

WAJIB BAWA LAP/SERBET & TISU

SEMUA PEREAKSI DIBUAT SENDIRI OLEH
MAHASISWA. AND .

CARA BUAT & JML KEBUTUHAN DISIAPKAN DARI
RMH ( BESERTA HITUNG2ANNYA)
VOLUME PEREAKSI YANG DIBUAT SESUAI
KEBUTUHAN
LARUTAN BAKU UNTUK TITRASI MAX 250 ML
FASE GERAK UNTUK DENSITOMETRI MAX 20ML
Penimbangan :
Tablet ; hitung keseragaman bobot tablet
sesuai FI III, jumlah yang dibutuhkan
disesuaikan.
Cairan ....?
Jika lotion, salep,gel,penimbangan
menggunakan wadah langsung.
BEDA PRAKTIKUM AOMK & KA
PRAKTIKUM KA :
PROSEDUR KERJA ADA DI BUKU
PETUNJUK PRAKTIKUM
PEREAKSI DISEDIAKAN
PRAKTIKUM AOMK
PROSEDUR KERJA, MAHASISWA
MENCARI SENDIRI
PEREAKSI DIBUAT SENDIRI
REFERENSI
FARMAKOPE INDONESIA, USP, BP
EKSTRA FARMAKOPE
AOAC
SNI
NEWS BURGER (KOSMETIK)
KODEKS KOSMETIKA
KODEKS MAKANAN
JURNAL
PERSIAPAN PRETES ?
PELAJARI
TENTANG SAMPELNYA SENDIRI
(FUNGSI, SIFAT, DLL)
TENTANG SEMUA METODE PK YANG
MUNGKIN DILAKUKAN BESERTA ALASAN
METODE PK TERPILIH + ALASAN
(MENGACU PADA KRITERIA METODE)
DETAIL METODE TERPILIH
CARA KERJA
MAKSUD LANGKAH KERJA
CARA NGITUNG KADAR
REAKSI
RESPONSI ???
BERUPA PRAKTIKUM
MANDIRI (SENDIRI-SENDIRI)
SAMPEL DIUNDI
BAHAN ???
ADA 2 ALTERNATIF :
MAHASISWA BELI SENDIRI, OR MaHaSiSwA
IURAN KOLEKTIF tapi PENGADAAN DIBANTU
LAB
PENILAIAN . ???
PRAKTIKUM, HASIL (KETEPATAN)
MATA KULIAH TERKAIT
KA
KO
AOMK
KROMATOGRAFI
SPEKTRO & ELEKTROKIMIA
FTS (SEDIKIT)
Contoh sampel
Paracetamol syrup obat flu (SFL)
Curcumin dlm minuman instan (D)
Hidrokinon dalam krim pemutih (S)
Paracetamol dalam jamu (K)
Kofein dlm minuman berenergi (D)
Nitrit dalam sosis (S)
Vit C dalam suplemen (K)
Sulfametoksazol dlm tablet (K)
OMS dalam lotion (D)
Ibuprofen syrup (SFL)

BAHAN TAMBAHAN MAKANAN (BTM)
YANG DIIZINKAN
(PerMenKes No : 722/Menkes/Per/IX/88)

Antioksidan : Vitamin C, Vitamin E, PG, BHA, BHT
Antikempal : Ca-silikat, MgCO
3
, Al-silikat
Pengatur keasaman : Amonium karbonat, As asetat glasial, As sitrat
Pemanis buatan : Sakarin, Siklamat, Sorbitol, Aspartam
Pemutih dan Pematang tepung: Vitamin C, KBrO
3
, Na-stearil fumarat
Pengemulsi, Pemantap, Pengental : Pektin, Agar, Dekstrin, CMC,
Amm alginat, Karagen, Gelatin
Pengawet : Asam benzoat, Asam sorbat, K-nitrat atau nitrit, SO
2

Pengeras : Al-K-sulfat, Ca-glukonat, Ca-laktat
Pewarna : |-Karoten, Kurkumin. Karamel, Klorofil, Karmin, Titanium
dioksida, Biru berlian, Coklat HT, Tartrazin
Penyedap rasa dan aroma, Penguat rasa : L-mentol, Asam l-glutamat,
Vanilin
Sekuestran : Asam sitrat, Di-Na-edetat, Na-fosfat
+Batas maksimum
Lampiran 1 PerMenKes No : 722/Menkes/Per/IX/88
BAHAN TAMBAHAN YANG DILARANG DIGUNAKAN
DALAM MAKANAN
(Lampiran II PerMenKes No : 722/Menkes/Per/IX/88)

1. Asam borat (Boric Acid) dan senyawanya
2. Asam salisilat dan garamnya (Salicylic Acid and its salt)
3. Dietilpirokarbonat (Diethylpirocarbonate, DEPC)
4. Dulsin (Dulcin)
5. Kalium klorat (Potassium chlorate)
6. Kloramfenikol (Chloramphenicol)
7. Minyak nabati yang dibrominasi (Brominated vegetable oils)
8. Nitrofurazon (Nitrofurazone)
9. Formalin (formaldehyde)

(Lampiran II. PerMenKes No : 1168/Menkes/Per/X/1999)

Senyawa pada poin 1-9 tetap dilarang, ditambah :
10. Kalium bromat (Potassium bromate)
(Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan kalium bromat dalam
makanan dan minuman dapat membahayakan kesehatan karena
bersifat karsinogenik, oleh karena itu perlu dilarang penggunaannya)
A. BAHAN PENGAWET
Bahan pengawet

a. An-organik, antara lain : SO
2
, nitrat, nitrit
b. Organik, antara lain : asam sorbat, asam benzoat, paraben

I. Asam benzoat dan garamnya

- Analisis kualitatif
Uji dengan FeCl
3
- Analisis kuantitatif
1. Alkalimetri
Sampel : kecap, jeli, jam, ikan kering dan ikan asin
2. Spektrofotometri UV
asam benzoat diperiksa pada 265-280 nm
Sampel : kecap, produk tomat lainnya, jeli, minuman ringan
beralkohol, soft drink, dan jus buah-buahan.
Tidak dapat untuk sampel padat.
3. Kolorimetri, HPLC

II. SO
2
Digunakan dalam bentuk gas; dalam larutan sebagai sulphurous
acid, atau sebagai Na, K atau Ca-sulfit; bisulfit, dan metabisulfit

- Analisis kualitatif sulfit dan free sulfurous acid
Dapat dipelajari pada AOAC dan Pearsons Chem.An.of Foods
- Analisis kuantitatif sulfurous acid

1. SO
2
Kolorimetri

Sampel + air, diblender. Blenderan + NaOH 0,5N, dicampur, diaduk.
Tambahkan H
2
SO
4
0,5N, + reagen merkurat, dilarutkan dengan air,
diencerkan. Enceran + reagen rosanilin + formeldehid 0,015%,
dicampur, dibiarkan 30 menit. Absorbansi ditentukan pada 550 nm
vs blanko. Kurva standar dibuat dan SO
2
dikonversi dalam ppm.
Sampel : buah-buahan yang telah dikeringkan.
C NH
2
+
Cl
-
NH
2
CH
3
merah
+ SO
2
C NH
2
NH
2
CH
3
tidak berwarna
SO
3
H
HC
CH
3
OH
SO
3
H
+
pereaksi Rosanilin
(Merah)
C
H
3
C
H
O
2. Titrimetri

a. Refluks-alkalimetri

Sampel dalam labu destilasi + akuades + metanol,
dicampur.
Ke penampung destilat dimasukkan H
2
O
2
, akuades
dan indikator, + NaOH 0,01 N hingga berwarna hijau, dst..

H
2
O
2
+ SO
2
H
2
O + SO
3

+
H
2
SO
4
+
dititrasi dengan NaOH

b. Iodimetri
IV. Nitrit dan Nitrat

Garam nitrit dan nitrat umumnya digunakan pada proses
curing daging untuk memperoleh warna yang baik, dan untuk
mencegah pertumbuhan C. Butolinum

- Analisis kuantitatif

1. Nitrit titrimetri
2. Nitrit modified Griess reagent

Sampel + H
2
O bebas nitrit , dipanaskan diatas water bath,
didiamkan 2 jam, diaduk. Tambahkan larutan HgCl
2
jenuh,
dicampur, dinginkan, disaring.

Filtrat + campuran as sulfanilat dalam asam asetat dan
o-naftilamin dalam asam asetat, didiamkan 1 jam. Absorbansi
diukur pada 520 nm vs blanko.

SO
3
NH
3
NO
2
-
H
2
N
H
2
O
N
O
3
S
N
NH
2
+
+ +
+
520 nm
3. Nitrat metode xilenol (dalam daging)
II. Sakarin



- Analisis kualitatif
1. Uji organoleptis
2. Konversi menjadi asam salisilat
3. Uji fenol-asam sulfat

Uji untuk sakarin :

a. Uji dengan resorsinol

Sakarin memberikan warna hijau fluoresens jika direaksikan
dengan resorsinol dan NaOH berlebih.

b. Uji KLT

Sakarin memberikan warna jingga muda dengan o-naftilamin
di bawah sinar UV

O
NH
SO
2
- Analisis kuantitatif
1. Dengan pereaksi Nessler

khusus minuman tidak beralkohol
2. Gravimetri










3. TBA
Kadar baku pembanding untuk na-sakarin ditetapkan secara
titrasi bebas air

4. Alkalimetri
Sakarin-Na destruksi N total




5. HPTLC











Analisis pemanis buatan (campuran aspartam, sakarin dan
acesulfam)
Sediaan : lemonades (soft drinks) dan sediaan oral cair
Preparasi : soft drink yang biasanya mangandung 100 g/ml
digunakan langsung setelah dibebaskan dari CO
2
(asam karbonat).
Untuk tablet, dilarutkan, disaring. Untuk keju dan Yoghurt, sampel
disuspensi dengan air dan disaring.
Kondisi Kromatografi
Plat : silikagel 60F254 (SILG-25UV254) M & N, 20X20 cm (untuk
sejumlah besar sampel)
Tehnik : ascenden
F gerak : Xylene- asetat-n-propanol-asam formiat (45:7:6:2)
Migrasi : 45 mm, 10 menit
Deteksi : UV
Scanning densitometri (Camag Scanner II)
Mode : absorbansi
: 215/370 nm
Hasil kromatografi
HRf : Aspartam 12, acesulfam 36, sakarin 58 (calculated
from recorded chromatogram)
III. Vitamin C




Dalam keadaan kering cukup stabil
Dalam larutan cepat dioksidasi oleh udara dan
dipercepat oleh adanya ion-ion logam berat (Cu, Fe)
pengaruh sinar matahari berubah jadi coklat
O
O
HO OH
HC
H
2
C
OH
OH
1. Iodimetri
Vitamin C dlm air bebas CO2 + H2SO4 encer

Titrasi dg lar I2 0,1 N
1 ml I2 0,1 N ~ 8,808 mg Vitamin C
O
O
HO OH
HC
H
2
C
OH
OH
+ O
O
O
O O
HC
H
2
C
OH
OH
I
2
+ H
2
O 2 HI + O
Asam dehidroaskorbat
2. Dengan larutan 2,6-diklorofenol indofenol
(DCPIP)
Sifat mereduksi vitamin C thdp lar DCPIP dari biru jadi tdk
berwarna/merah jambu
Vitamin C dlm asam metafosfat 20 %, encerkan dg air ad vol
tertentu titrasi dg lar baku DCPIP ad merah jambu mantap.
Lakukan titrasi blangko
C
6
H
8
O
6
+

askorbic acid
O
Cl
Cl
N OH
Biru
asam metafosfat 20%
C
6
H
6
O
6
+

dehidroaskorbic acid
HO
Cl
Cl
H
N OH
pink/tdk berwarna
(bentuk tereduksi)
3. Kolorimetri
Vitamin C + hasil diazotasi dari 4-metoksi-2-nitro anilin

Biru

570 nm
4. Spektrofotometri
Vitamin C

265 nm

245 nm


Dalam air netral
Dalam asam mineral
Vitamin C FI Edisi IV iodimetri
Injeksi Vitamin C dan tablet DCPIP






penting untuk kosmetik
R Formula BM
Tocopherol H C29H5002 430,72
Tocopherol asetat CH3CO C31H5203 472,76

O RO
Vitamin E alami bersifat dextrorotarory (d)
Vitamin E sintetik merupakan campuran (d l)
Tocopherol , dan aktivitas biologis






Sbg -tocopherol
Penetapan Kadar
Sampel dlm alkohol refluks dg lar H2SO4
alkoholik 5 N + 3 jam, terlindung dari matahari.
Didinginkan, + alkohol absolut ad vol tertentu.
Sejumlah tertentu aliquat di atas, vol tertentu
+ H2SO4 alkoholik 0,5 N, air dan indikator 2
tetes lar difenilamin. Larutan ini dititrasi dg lar
Ce(SO4)2 0,01 N ad warna biru mantap + 10.
Lakukan titrasi blangko
1 ml larutan Ce(SO4)2 0,01 N ~ 2,363 mg C31H5203
1 ml larutan Ce(SO4)2 0,01 N ~ 2,154 mg C29H5002


Penetapan total tocopherol asetat
Dilakukan saponifikasi yakni sampel dalam alkohol
absolut direfluks dgn KOH + 20 menit terlindung dari
cahaya, + HCl pekat tetes demi tetes dinginkan

Dimasukkan dalam corong pisah + air
Ekstraksi beberapa kali dengan eter

o Fase eter dikumpulkan sisa + alkohol absolut,
encerkan ad vol tertentu dg alkohol absolut
larutan sampel
o Lar sampel vol tertentu + 1 ml FeCl3 0,2% dlm alkohol
absolut + 1 ml lar .-dipyridyl 5% dlm alkohol absolut
encerkan dg alkohol absolut ad vol tertentu
gojog ad homogen warna merah A 520
o Lar blangko A 520 (sbg koreksi)

o Total tocopherol =
asetat (mg/g)
10
10
Ak X 32,0
1 X C I X C

o Tocopherol (mg/g) =

Keterangan :
AK : A
s
520 A
B
520 (terkoreksi)
I : tebal kuvet (cm)
C : konsentrasi sampel (g/100 ml lar sampel)
Ak X 32,0
I X C
TURUNAN ANILIN DAN p-AMINOFENOL
H
N
CH
3
C
O
H
N C
CH
3
HO
O
H
N C
CH
3
O
O
C
2
H
5
Asetanilida
Parasetamol Fenasetin
I. Parasetamol
Penetapan kadar
1. N - total/Kjeldahl (FI III untuk bahan baku)
Dasar : destruksi/digesti
2. Nitrimetri

HO
H
N C
CH
3
O
Parasetamol
HO
H
N C
CH
3
O
HO
NH
2
p-aminofenol
+ H
2
O
+ CH
3
COOH
HO
N N
+
Cl
-
HO
NH
2
Diazotasi
NaNO
2
, HCl
3. Spektrofotometri UV
Untuk sediaan (tablet, sirup, eliksir) tunggal,
spektrum parasetamol di-scan pada
240-350 nm.
Kadar baku pembanding untuk parasetamol
juga dapat ditetapkan secara
spektrofotometri UV. Pelarut yang digunakan :
metanol-air.
4. HPLC atau KCKT
Untuk uji parasetamol dalam tablet, sediaan
berupa larutan dan suspensi oral
5. HPTLC
Sediaan : tablet, kapsul [parasetamol, kaffein, vit C,
fenilefrin-HCl]
Preparasi : diekstraksi dengan etanol 80 %
Kondisi Kromatografi
Plat : HPTLC pre-coated, silika gel 60 F254 glass,
10X20 cm
Tehnik : horizontal
F gerak : (i) metilen klorida-etilasetat-etanol-asam formiat
(35:20:40:5, v/v);
(ii) metilen klorida-etilasetat-etanol (50:50:10, v/v)
Migrasi : 50 mm, 25 menit
Deteksi : UV
Scanning densitometri (Camag Scanner II)
Mode : absorbansi
: parasetamol dan kaffein 254 nm; fenilefrin-HCl
274 nm; vit C 264 nm

Komentar : metode ini dapat dipakai untuk menilai stabilitas
parasetamol; produk dekomposisi utama: p-aminofenol
ASAM HIDROKSIBENZOAT
DAN TURUNANNYA
COOH
OH
COOH
OCOCH
3
COOCH
3
OH
COOR
OH
Asam salisilat Asetosal Metil salisilat
Paraben
Nipagin (R = - CH
3
)
Nipasol (R = - C
3
H
7
)
Sifat kimia
Asam yang cukup kuat digunakan sebagai standar primer
Gugus OH pada posisi ortho menaikkan ionisasi COOH
menjadi 100 X ionisasi COOH (a)
Gugus OH pada posisi meta dan para mempunyai
ionisasi seperti (a)
Substitusi pada gugus OH oleh gugus alkil atau asil tidak
berpengaruh besar pada ionisasi asam
Berdasarkan keterangan 2, 3 dan 4 dapat disimpulkan :
semua asam hidroksi benzoat dan derivat dengan gugus
karboksil tidak tersubstitusi dapat ditetapkan kadarnya
dengan cara titrasi langsung dengan basa kuat menggunakan
indikator phenophthalein (pp)
I. Asam benzoat
COOH
Asam benzoat
(a)
1. HPTLC
Sediaan : lotion, ointment [asam salisilat (AS) dan
asam benzoat (AB)]
Preparasi : diekstrak atau diencerkan dengan metanol atau benzen
Kondisi Kromatografi
Plat : HPTLC pre-coated, silikagel 60 F254, 10X10 cm
Tehnik : ascenden (menaik)
F gerak : etil asetat-aseton (9:2, v/v) 11 ml; PE-asam asetat
(9:1, v/v) 10 ml
Migrasi : -
Deteksi : UV
Scanning densitometri (Camag Scanner II)
Mode : absorbansi
: AS dan AB 267 nm; AB 223 nm, AS 295 nm

Catatan : kromatogram dapat di-scan pada 223 nm dan 295 nm
masing-masing untuk serapan maksimum AS dan AB, kendati
demikian 267 nm dipilih sebagai the iso-absorption point
Penetapan Kadar
2. HPTLC
Sediaan : kosmetik, sun screen lotion, tanning lotion,
liquid dosage form (oral), tablet, soft gelatin
capsules [methyl paraben (MP), propyl paraben (PP),
p-hydroxybenzoic acid (PHB), p-methoxycinnamic acid
(PMC)]
Preparasi : larutkan atau suspensikan sampel dalam 40 ml
aseton-etil asetat (2:1), sonikasi pada 40
o
C,
dinginkan, saring, cuci residu sampai diperoleh filtrat
50 ml
Kondisi Kromatografi
Plat : HPTLC pre-coated, silikagel 60 F254, 20X10 cm
Tehnik : ascenden (menaik)
F gerak : (i) PE-dietilketon-asam asetat (88:5:12, v/v)
(ii) Pentan-diklorometan-asam asetat (25:25:3, v/v)
Migrasi : 40 mm; (i) 10 menit (ii) 18 menit
Deteksi : UV
Scanning densitometri (Camag Scanner II)
Mode : absorbansi
: 254 nm PHB, MP dan PP; 310 nm PMC
3. TBA

Na-benzoat dititrasi dengan HClO
4
/CH
3
COOH
Na salisilat

4. Iodometri

Asam salisilat

5. Asidi-/alkalimetri

Titrasi langsung :
Asam salisilat
Asetosal

Titrasi kembali :
Asetosal
Metil salisilat
6. Spektrofotometri UV
- asetosal dalam pelarut CHCl
3
maks = 278 nm
- as salisilat dalam pelarut CHCl
3
maks = 308 nm

Asam salisilat sering terdapat dalam sampel asetosal.
Keduanya dianalisis pada daerah UV

Asetosal dalam kloroform absorbansi diukur pada
(tablet/kapsul) maks 308 dan 278

7. Bromometri

- Asam salisilat - Paraben

Untuk nipagin, gugus ester dihidrolisis sebelum dibrominasi


CH
3
OH
C
ONa
O
OH
CO
2
3 HBr
C
OCH
3
O
OH
Br
OH
Br Br
I
2
Br
2
KBr
C
OH
O
OH
NaI
KI
I
2
+ NaOH
30'
+
+
>>>
+
+
Kelebihan Br
2
+
+
+ Na
2
S
4
O
6
+ 2 Na
2
S
2
O
3
amilum
I
2
dititrasi dengan Natrium tiosulfat 0,1 N
+ HCl
- NaCl
8. Spektrofotometri Vis
as salisilat + Fe(NO
3
)
3
kompleks ferri-salisilat
(dalam etanol-air) pH tertentu (violet)
= 525 nm






C
OH
O
O
C
O
HO
O
C
O O
Fe
OH
Ferri salisilat
(Lembayung)
= 525 nm
9. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)/HPLC
Sediaan : tablet (asetosal)
Kondisi Kromatografi
Fase gerak : 2 g Na-1-heptana sulfonat dalam
- 850 ml air
- 150 ml asetonitril
+ asam asetat glasial hingga pH 3,4
Pengencer : asetonitril-asam format (99:1)
Kolom : ukuran 4,0 mm X 30 cm,
isi oktadesil silana (ODS)
Detektor : UV 280 nm
Laju alir : 2 ml/menit


DEMIKIAN SEKILAS INFO
SELAMAT BERJUANG
JUJURLAH DALAM BEKERJA
TERIMA KASIH

THANK YOU

MATUR NUWUN

KAMSYA