Anda di halaman 1dari 11

Konflik Dalam Wirausaha

Bagi seorang wirausahawan, konflik Yang sering dijumpai dan dipecahkan yaitu konflik organisasi, konflik itu ialah Sikap saling mempertahankan diri sekurang-kurangnya diantara dua kelompok, yang memiliki tujuan dan pandangan berbeda. ada beberapa konflik dalam kehidupan organisasi didalam kewirausahaan , 1. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksaanakannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya. 2. Konflik antarindividu, dalam organisi yang sama, dimana hal ini seing diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan kepribadian. Konflik ini juga bberasal dari adanya konflik antarperanan ( seperti antara manajer dan bawahan ) 3. Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka. 4. Konflik antarkelompok dalam organisasi yang sama, karena terjadi ppertentangan kepentingan antarkelompok. 5. Konflik antarorganisasi, yaitu timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam system perekonomian suatu Negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, dan jasa, harga-harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya lebih efisien. penanggulangan konflik atau solusi untuk mengatasi konflik-konflik tersebut . a. Tanggung jawab lini dan staf harus ditegaskan. Secara umum, para anggota lini beranggung jawab atas keputusan keputusan organisasi, atau dengan kata lain, mereka harus bebas menerima, mengubah, atu menolak saran-saran staf. Di lain pihak , para anggota staf harus bebas untuk memberikan saran bila mereka merasa hal itu diperlukan tidak hanya bila anggota lini memintanya. b. Mengintegrasikan kegiatan-kegiatan lini dan staf. Saran-saran staf akan lebih realistis bila berkonsultasi terlebih dahulu dengan anggota lini dalam proses penyusunan saran-saran mereka. Konsultasi staf lini ini juga akan membuat para anggota lini bersedia mengimplementasikan gagasan-gagasan staf. c. Mengajarkan lini untuk menggunakan staf. Manajer lini akan lebih efektif memanfaatkan keahlian staf bila mereka mengetahui kegunaan staf spesialis bagi mereka.

d. Mendapatkan pertanggung jawaban staf atas hasil-hasil. Para anggota staf lebih bersedia melaksanakan saran saran staf bila para anggota staf ikut bertanggung jawab atas kegagalan yang terjadi. Pertangungjawaban ini juga akan membuat para anggota staf lebih berhati-hati dalam menyusun saran-saran mereka.

Konflik
Pengertian:
Konflik berasal dari bahasa latin Configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologi konflik dapat didefinisikan sebagai suatu proses sosial antara 2 orang / kelompok yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya.

segala macam interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua pihak atau lebih. Proses yang timbul karena suatu pihak merasa bahwa pihak lainnya mempunyai persepsi yang tidak sejalan dengan pihaknya

Konflik organisasi adalah: ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota atau kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber-sumber daya yang terbatas dan atau karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai atau persepsi. Elemen dalam konflik: 1) adanya dua pihak atau lebih; 2) interaksi pertentangan
Contoh:

Jika dua siswa yang masing-masing ingin meraih juara kelas, dalam usaha mereka masingmasing tidak mengganggu pihak lain, merupakan persaingan. Tetapi jika dalam mencapai tujuan masing-masing siswa tersebut mengganggu pihak lain, misalnya mempermasalahkan cara pihak lain dalam mencapai tujuannya, maka akan timbul konflik.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik

a.

Secara Umum
1. Komunikasi: salah pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti, atau informasi yang mendua dan tidak lengkap, atau gaya individu manajer / pimpinan yang tidak konsisten 2. Struktur: pertarungan kekuasaan antar departemen bagian dengan kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan

3. Pribadi: ketidaksesuaian tujuan atau nilai-nilai sosial pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan jabatannya dan perbedaan dalam nilai-nilai atau persepsi

b.

Secara rinci
1. Perbedaan kepribadian: dua kepribadian yang bertentangan bila berinteraksi bisa menimbulkan konflik, karena tidak ada yang mau mengalah 2. Perbedaan cara pandang: cara pandang yang berbeda terhadap sesuatu hal bisa menimbulkan konflik. 3. Perbedaan tujuan dan kepentingan: dua organisasi yang memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda, bila tergabung dalam satu kegiatan tertentu akan menimbulkan konflik 4. Perbedaan pemahaman: komunikasi yang kurang efektif menimbulkan perbedaan pemahaman antara orang yang satu dengan yang lain, sehingga terjadi konflik

Kesimpulan:

Secara sederhana konflik terjadi karena:


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. kegagalan komunikasi karena proses komunikasi tidak berlangsung secara baik pesan sulit dipahami karena perbedaan pengetahuan perbedaan pola pikir perbedaan kepentingan nilai-nilai yang diyakini setiap pihak prosedur yang tidak jelas suasana atau situasi lingkungan yang menekan, dll

Tahap-tahap pemahaman orang terhadap konflik

Robin membagi menjadi 3 tahap:


1. Pandangan tradisional (traditional view of conflict)

Memahami konflik sebagai sesuatu peristiwa negatif yang identik dengan kekacauan destruktif (merusak) dan dianggap dapat merugikan kelangsungan organisasi perusahaan sehingga harus dicegah, berkembang sampai sekitar tahun 1940 Memahami konflik sebagai peristiwa yang wajar terjadi dalam hubungan manusia interaksi antar individu atau kelompok di dalam organisasi, berkembang antara 1940-1970 Memahami konflik sebagai instrumen untuk membuat iklim di dalam organisasi menjadi dinamis, bila tidak maka harus distimulasi dengan menciptakan konflik.

2. Pandangan hubungan manusia (human relation view of conflict) 3. Pandangan interaksionis / pluralis (interactions / pluralist view of conflict)

Perubahan pandangan tentang konflik

No 1. 2.

Pandangan lama
Konflik dapat dihindarkan

Pandangan Baru
Konflik tidak dapat dihindarkan

Konflik disebabkan oleh kesalahan- Konflik timbul karena banyak sebab, termasuk kesalahan manajemen dalam perancangan struktur organisasi, perbedaan tujuan yang dan pengelolaan organisasi atau oleh tidak dapat dihindarkan, perbedaan dalam pengacau persepsi dan nilai-nilai pribadi dan sebagainya Konflik mengganggu organisasi dan Konflik dapat membantu atau menghambat menghalanngi pelaksanaan secara optimal pelaksanaan kegiatan organisasi dalam berbagai derajat Tugas manajemen adalah menghilangkan Tugas manajemen adalah mengelola tingkat konflik konflik dan penyelesaiannya Pelaksanaan kegiatan organisasi yang Pelaksanaan kegiatan organisasi yang optimal optimal membutuhkan penghapusan membutuhkan tingkat konflik yang moderat konflik

3.

4.

5.

Peran konflik dalam suatu usaha


1. Berperan benar (functional)

Konflik mempunyai potensi untuk pengembangan Konflik menjadi pengganggu pelaksanaan kegiatan organisasi

2. Berperan salah (disfunctional)

Peran fungsional konflik


1. 2. 3. 4. 5. manajer menemukan cara penggunaan dana yang lebih baik lebih mempersatukan para anggota organisasi manajer mungkin menemukan cara perbaikan prestasi organisasi mendatangkan kehidupan baru di dalam hal tujuan serta nilai organisasi penggantian manajer yang lebih cakap, bersemangat dan bergagasan baru

PERTEMUAN II

Proses terjadinya konflik


Menurut Hendricks, proses terjadinya konflik dapat diidentifkasi menjadi 3 (tiga):
1. Tahap pertama: tahap peristiwa sehari-hari

Perasaan tidak puas yang terlupakan Mulai mengedepankan kepentingan perorangan atau kelompok Terjadi konflik terbuka atau tertutup Hardjana, mengemukakan tingkatan konflik terdiri dari 6 macam: o Konflik yang mendahului o Kemungkinan konflik yang dilihat o Konflik yang dirasa o Perilaku yang tampak o Konflik ditekan atau dikelola o Dampak konflik

2. Tahap kedua: adanya tantangan 3. Tahap ketiga: timbulnya pertentangan

Jenis jenis konflik Secara umum konflik dibedakan atas dua, yaitu konflik internal dan eksternal. Penyebab konflik internal: pertentangan antara perusahaan dengan karyawan karena sesuatu hal Penyebab konflik eksternal: kondisi atau kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan Berdasarkan pihak-pihak yang bertentangan, maka konflik bisa dibedakan atas:
1. konflik dalam diri individu

pertentangan yang dialami oleh seseorang karena apa yang dilakukan berbeda dengan hati nuraninya. konflik personal,antara orang yang satu dengan orang lainnya yang ada dalam satu organisasi

2. konflik antarindividu dalam organisasi yang sama 3. konflik antara individu dengan kelompok

konflik yang terjadi antara seorang individu yang ada dalam satu kelompok dengan orang-orang yang ada di kelompoknya pertentangan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya dalam saru organisasi, karena perbedaan kepentingan

4. konflik antarkelompok dalam organisasi yang sama 5. konflik antarorganisasi


o

terjadi karena persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian negara

Tipe-tipe masalah konflik Masalah konflik dalam usaha dapat dibagi menjadi 2 tipe:
1. konflik yang tidak bisa dikendalikan manajemen usaha / bisnis, seperti adanya penipuan, kebakaran, dsb 2. konflik yang dapat dikendalikan oleh manajemen usaha/ bisnis, seperti keuangan, SDM, pemasaraan, penjualan, promosi, produksi, operasi, dan sistem informasi

Manfaat terjadinya konflik


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. dapat meningkatkan keyakinan wirausahawan bahwa usahanya akan berhasil menjadi pandai dalam membuat keputusan dapat meningkatkan ambisinya untuk maju dalam mengembangkan usahanya menjadi pandai berkomunikasi dengan konsumen/pelanggan memiliki komitmen tinggi dalam tugasnya mau bertanggungjawab dalam usahanya merasa yakin, kreatif, dan inovatif dalam usahanya selalu toleransi dalam menghadapi resiko konflik dan ketidakpastian dalam usahanya selalu berorientasi ke masa depan dan mau belajar dari akibat konflik dapat meningkatkan kerja keras pantang menyerah dan ulet

Cara penanggulangan konflik


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. mengenali persoalan konflik usaha secara umum menentukan fakta-fakta penting yang berhubungan dengan persoalan mengidentifikasi berbagai masalah konflik usaha mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan masalah konflik usaha mencari sumber-sumber masalah konflik usaha mempertimbangkan berbagai kemungkinan jalan keluarnya memilih jalan keluar penanggulangan konflik melaksanakan cara penanggulangan masalah konflik secara tepat memeriksa, apakah cara penanggulangan sudah tepat atau belum

Dampak / akibat konflik Konflik tidak selalu berdampak negatif, tetapi juga dapat berdampak positif. Dengan demikian , tidak semua bentuk konflik harus dihindarkan, kecuali bentuk konflik yang akan menghambat kinerja perusahaan.
1. Akibat negatif konflik 1. menghambat komunikasi 2. mengganggu keeratana hubungan 3. mengganggu kerjasama 4. menggangga proses produksi, bahkan dapat menurunkan produksi 5. menumbuhkan ketidakpuasan terhadap pekerjaan 6. individu mengalami tekanan, mengganggu konsentrasi, menimbulkan kecemasan, mangkir, menarik diri, frustasi, dan apatisme 2. Akibat positif konflik 1. membuat organisasi tetap hidup dan harmonis 2. berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan 3. melakukan adaptasi , sehingga dapat terjadi perubahan dan perbaikan dalam sistem dan prosedur, mekanismeo, program, bahkan tujuan organisasi. 4. Memunculkan keputusan-keputusan yang bersifat inovatif 5. Memunculkan persepsi yang lebih kritis terhadap perbedaan pendapat
PERTEMUAN III

Cara-cara mengatasi konflik negatif


Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menunjang hubungan interpersonal adalah dengan melakukan komunikasi timbal balik. Jika terjadi konflik maka dilakukan:
1. 2. 3. 4. 5. 6. Hindari sumber konflik Netralisasi sikap Mengubah sikap kita Blending ( mengurangi perbedaan, mencari kesamaan, menuju titik tengah) Understanding ( saling pengertian) Defusi (meredakan konflik)

Komponen kunci penyelesaian konflik:


1. 2. 3. 4. kemampuan mendengar yang baik fleksibilitas kemauan untuk berubah setuju untuk ketidaksetujuan

Metode pengelolaan konflik / memanfaatkan konflik positif


1. Metode Stimulasi Konflik

Pemasukan / penempatan orang luar ke dalam kelompok Penyusunan kembali oraganisasi Penawaran bonus Pemilihan-pemilihan manajer yang tepat Perlakuan yang berbeda dengan kebiasaan

2. Metode Pengurangan Konflik

Manajer biasanya lebih terlibat dengan pengurangan konflik daripada stimulasi konflik. Adapun metode yang dapat digunakan untuk mengurangi konflik sebaqgai berikut:

mengganti tujuan yang menimbulkan persaingan dengan tujuan yang lebih bisa diterima kedua kelompok Mempersatukan kedua kelompok yang bertentangan untuk menghadapi ancaman atau musuh yang sama

3. Metode Penyelesaian Konflik

1)

Dominasi dan penekanan

Cara yang dapat dilakukan:


kekerasan (forcing): penekanan-penekanan otokratik penenangan (smoothing): dengan cara diplomatis penghindaran (avoidance): manajer / pimpinan menghindar untuk menghindar untuk mengmabil posisi yang tegas aturan mayoritas (majority rule): mencoba untuk menyelesaikan konflik antar kelompok dengan melakukan pemungutan suara (voting) melalui prosedur yang adil

2)

Kompromi

Bentuk-bentuk kompromi sebagai berikut:


pemisahan (separation): pihak-pihak yang sedang bertentangan dipisahkan sampai mereka mencapai persetujuan perwasitan (arbitrasi): pihak ketiga (biasanya manajer / pimpinan) diminta memberi pendapat kembali ke peraturan-peraturan yang berlaku: dimana kemacetan dikembalikan pada ketentuan-ketentuan tertulis yang berlaku dan menyetujui bahwa peraturan-peraturan yang memutuskan penyelesaian konflik penyuapan (briding): dimana salah satu pihak menerima kompensasi dalam pertukaran untuk tercapainya penyelesaian konflik

3)

Pemecahan masalah integratif

Konflik antarkelompok diubah menjadi situasi pemecahan masalah bersama yang dapat diselesaikan melalui teknik-teknik pemecahan masalah. Secara bersama, pihak-pihak yang bertentangan mencoba untuk memecahkan masalah yang timbul di antara mereka Ada 3 jenis metode penyelesaian konflik integratif: a) Konsensus, dimana pihak-pihak yang sedang bertentangan bertemu bersama untuk mencari penyelesaian terbaik masalah mereka, dan bukan mencari kemenangan sesuatu pihak b) Konfrontasi, dimana-mana pihak-pihak yang saling berhadapan menyatakan pendapatnya secara langsung satu sama lain, dan dengan kepemimpinan yang terampil dan kesediaan untuk menerima penyelesaian, suatu penyelesaian konflik yang rasional sering dapat diketemukan. c) Penggunaan tujuan-tujuan yang lebih tinggi (superordinate goals), dapat juga menjadi metode penyelesaian konflik bila tujuan tersebut disetujui bersama

Konflik dalam organisasi (konflik struktural)


1. Konflik Hirarki

Yakni konflik antara berbagai tingkatan organisasi. Manajemen menengah mungkin konflik dengan personalia, penyelia (pengawas / mandor), dewan direktur mungkin konflik dengan manajemen puncak, atau secara umum terjadi konflik antara manajemen dan para karyawan
2. Konflik Fungsional

Yakni konflik antara berbagai departemen fungsional organisasi. Contoh: konflij antara departemen produksi dengan pemasaran dalam satu organisasi perusahaan.
3. Konflik lini staf

Konflik yang terjadi antara lini dan staf, yang sering terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan yang melekat pada personalia lini dan staf. Lini merupakan bentuk organisasi dimana komando berdasarkan garis dari atas ke bawah. Staf adalah pembantu direktur sebagai tenaga ahli yang menasihati dan membantu dalam mengambil kebijakan atau memecahkan masalah. Staf tidak berhak memberikan komando kepada manajer-manajer, dan manajer boleh memiliki staf. Konflik terjadi karena

manajer menganggap: 1. staf melangkahi wewenangnya 2. staf tidak membri nasehat yang bermanfaat

3. staf menumpang keberhasilan lini 4. staf memiliki pandangan sempit

staf menganggap: 1. lini kurang memanfaatkan staf 2. lini menolak gagasan-gagasan baru 3. lini memberi wewenang terlalu kecil kepada staf

4. Konflik formal-informal

Merupakan konflik antara organisasi formal dan informal Organisasi formal: suatu sistem kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dan dikoordinir dengan sadar untuk mencapai suatu tujuan tertentu, dan memiliki kedudukan dan fungsi yang jelas Organisasi informal: kumpulan hubungan antar perseorangan tanpa tujuan bersama yang disadari, meskipun pada akhirnya hubungan-hubungan yan g tidak disadari itu untuk tujuan bersama, tetapi tidak memiliki kedudukan dan fungsi yang jelas.

Konflik dalam bisnis


Di dunia bisnis dapat terjadi konflik antara penjual dengan pembeli, produsen dengan pedagang perantara, pedagang besar dengan pengecer, dsb. Penyebab: pertentangan, perselisihan, percekcokan, dan ketidaksamaan pendapat dalam usaha atau bisnis. Materi konflik antara penjual dan pembeli, a.l:
1. 2. 3. 4. 5. harga barang yang diperjualbelikan kualitas barang dagang kuantitas barang dagang model barang pelayanan yang diberikan oleh penjual kepada pembeli

Mengatasi konflik antara penjual dan pembeli


Salah satu cara untuk mengetahui apakah keluhan dan tuntutan pembeli benar atau salah adalah perjanjian