Anda di halaman 1dari 5

BAB 14 Kebijakan Stabilisasi Para pendukung kebijakan aktif memandang perekonomian sebagai subjek guncangan yang sering terjadi

yang akan menyebabkan fluktuasi yang tidak perlu dalam output dan kesempatan kerja kecuali jika ditanggapi oleh kebijakan fiskal dan moneter. Banyak pihak yang percaya bahwa kebijakan ekonomi berhasil menstabilakn perekonomian. Para pendukung kebijakan pasif berpendapat bahwa karena kebijakan monoter dan fiskal bekerja dengan kelambanan yang panjang dan berubah-ubah, upaya untuk menstabilkan perekonomian cenderung mendorong destabilisasi. Selain itu, mereka yakin bahwa pemahaman kita tentang perekonomian saat ini terlalu terbatas dalam merumuskan kebijakan stabilisasi yang berhasil dan kebijakan yang tidak berhasil menjadi sumber fluktuasi ekonomi. Pendukung kebijakan berdasarkan kebijaksanaan berpendapat bahwa kebijaksanaan memberi fleksibilitas yang lebih besar kepada para pembuat kebijakan dalam menanggapi berbagai situasi yang tidak terduga. Pendukung aturan kebijakan berpendapat bahwa proses politik tidak dapat dipercaya. Mereka percaya bahwa politisi sering melakukan kesalahan dalam menjalankan kebijakan ekonomi dan kadang-kadang menggunakan kebijakan ekonomi untuk tujuan-tujuan politik mereka sendiri. Selain itu, para pendukung aturan kebijakan berpendapat bahwa komitmen pada aturan kebijakan baku diperlukan untuk memecahkan masalah inkonsistensi waktu. BAB 15 Utang Pemerintah Ukuran-ukuran standar dari defisit anggaran adalah ukuran kebijakan fiskal yang tidak sempurna karena ukuran-ukuran itu tidak mengoreksi dampak inflasi, tidak mengoffset perubahan-perubahan dalam kewajiban pemerintah dalam perubahan-perubahan dalam aset pemerintah, menghapus beberapa kewajiban sekaligus, dan tidak mengoreksi dampak siklus bisnis. Menurut pandangan tradisional atas utang pemerintah, pemotongan pajak yang didanai oleh utang mendorong pengeluaran konsumen dan mengurangi tabungan nasional. Kenaikan

pengeluaran konsumen ini menyebabkan permintaan agregat yang lebih besar dan pendapatan yang lebih tinggi dalam jangka pendek, tetapi hal itu juga menyebabkan persediaan modal dan lebih kecil dan pendapatan yang lebih rendah dalam jangka panjang. Menurut pandangan Richardian atas utang pemerintah, pemotongan pajak yang didanai oleh utang tidak mendorong pengeluaran konsumen karena tidak meningkatkan keseluruhan sumber daya konsumen, pemotongan pajak itu hanya menjadwal ulang pajak dari saat ini ke masa depan. Perdebatan antara pandangan tradisional dan pandangan Richardian atas utang pemerintah pada akhirnya merupakan perdebatan tentang bagaimana konsumen berperilaku. Para ekonom kebanyakan menentang aturan baku tentang anggaran berimbang. Defisit anggaran sering kali dibenarkan atas dasar stabilisasi jangka pendek, tax smoothing, atau redistribusibeban pajak antargenerasi. Utang pemerintah berpotensi memiliki berbagai dampak tambahan. Utang pemerintah atau defisit anggaran yang besar dapat mendorong ekspansi moneter yang berlebihan dan karena itu, menyebabkan inflasi yang lebih besar. Kemungkinan menjalankan defisit anggaran dapat mendorong politisi untuk terlalu membebankan generasi masa depan ketika menetapkan pengeluaran pemerintah dan pajak. Tingkat utang pemerintah yang tinggi bisa menimbulkan risiko pelarian modal dan mengurangi pengaruh negara tersebut di seluruh dunia. Para ekonom berbeda pendapat dalam menilai dampak mana yang palin penting. BAB 16 Konsumsi Keynes menduga bahwa kecenderungan mengkonsumsi marjinal adalah antara nol dan satu, bahwa kecenderungan mengkonsumsi rata-rata turun ketika pendapatan naik, dan bahwa pendapatan sekarang adalah determinan konsumsi yang utama. Studi tentang data rumah tangga dan deret-berkala jangka pendek memperkuat dugaan Keynes. Namun studi deretberkala jangka panjang tidak menemukan adanya tendensi bagi kecenderungan

mengkonsumsi rata-rata untuk turun ketika pendapatan naik sepanjang waktu. Studi terbaru tentang konsumsi membangun model konsumen Irving Fisher. Dalam model ini, konsumen menghadapi batas anggaran antar waktu dan memilih konsumsi untuk saat ini dan masa depan guna mencapai tingkat kepuasan tertinggi. Selama konsumen dapat menabung dan meminjam, konsumsi bergantung pada sumber daya seumur hidup konsumen.

Hipotesis daur-hidup Modigliani menekankan bahwa pendapatan bervariasi dan dapat diprediksikan selama kehidupan seseorang dan konsumen menggunakan tabungan serta pinjaman untuk meratakan konsumsi selama hidup mereka. Menurut hipotesis ini, konsumsi bergantung pada kekayaan dan pendapatan. Hipotesis pendapatan-permanen Friedman menekankan bahwa individu mengalam fluktuasi permanen dan transitoris dalam pendapatan mereka. Karena konsumen dapat menabung dan meminjam, dan karena mereka ingin meratakan konsumsi, maka konsumsi tidak banyak merespons pendapatan transitoris. Konsumsi terutama bergantung pada pendapatan permanen. Hipotesis jalan acak (Random-walk) Hall mengkombinasikan hipotesis pendapatan-permanen dengan asumsi bahwa konsumen mempunyai ekspektasi rasional terhadap pendapatan masa depan. Hal ini menggambarkan bahwa perubahan konsumsi tidak dapat diprediksikan, karena konsumen mengubah konsumsinya hanya ketika mereka mendengar kabar tentang sumber daya seumur hidup mereka. Laibson berpendapat bahwa pengaruh psikologis berperan penting untuk memahamiperilaku konsumen. Biasanya, karena manusia mempunyai keinginan yang kuat atas gratifikasi instan, mereka mungkin menerapkan perilaku inkonsistensi-waktu, dan akhirnya menabung lebih sedikit dari yang ingin mereka lakukan. BAB 17 Investasi Menurut model neoklasik, perusahaan berinvestasi jika harga sewa lebih besar dari biaya modal, sebaliknya mereka melakukan disinvestasi jika harga sewa kurang dari biaya modal. Cara alternatif untuk menjelaskan model neoklasik adalah dengan menyatakan bahwa investasi bergantung pada q Tobin, yaitu rasio nilai pasar modal terpasang terhadap biaya penggantinya. Rasio ini mencerminkan profitabilitas masa kin dan masa depan yang diduga dari modal. Semakin tinggi q, semakin besar nilai pasar modal terpasang relatif terhadap biaya penggantinya, dan semakin besar intensif untuk berinvestasi. Berlawanan dengan asumsi model neoklasik, perusahaan tidak dapat selalu memperoleh dana untuk mendanai investasi. Batasan pendanaan membuat investasi snsitif terhadap arus kas perusahaan saat ini.

Perusahaan mempunyai berbagai motif untuk menyimpan persediaan: meratakan produksi, menggunakannya sebagai faktor produksi, menghindari kehabisan barang, dan menyimpan barang dalam proses. Salah satu model investasi persediaan yang bekerja dengan baik tanpa ketergantungan pada motif tertentu adalah model percepatan. Menurut model ini, persediaan bergantung pada tingkat GDP, dan investasi persediaan bergantung pada perubahan GDP. BAB 18 Jumlah Uang Beredar dan permintaan uang Uang adalah jantung analisis model-model jumlah uang beredar dan permintaan uang dapat membantu memperjelas determinan tingkat harga jangka panjang dan sebab sebab fluktuasi ekonomi jangka pendek Jumlah uang beredar bergantung pada basis moneter rasio deposito cadangan dan rasio deposito uang kartal , kenaikan basis moneter menyebakan kenaikan yang prposional dari jumlah unag yang beredar . penurunan rasio deposito cadangan atau rasio deposito uang kartal meningkatkan pengganda uang dan jumlah uang beredar. Teori portofolio permintaan uang menekan peran uang sebagai penyimpan nilai teori portofolio memprediksikan bahwa permintaan uang pengembaloan atas uang serta aset aset alternatif BAB 19 Perkembangan Teori siklus Bisnis Teori siklus bisnisriil menyatakan bahwa pengaruh pemerintah terhadap perekonomian terbatas dan bahkan kalo mampu menstabilkan perekonomian pemerintrah tidak seharusnya mencoba menrut teori ini turun naikanya siklus binis adalah tanggapan bisnis riil standar tidak mencakup jenis ketidaksempurnaan pasar apapun . Teori siklus bisnis riil adlah suatu penjelasan terhadap fluktuasi ekonomi jangka pendek yang dibangun berdasarkan asumsi model klasik termasuk dikotomi klasik termasuk flexibilitas harga dan upah. Berdasarkan teori ini fluktuasi ekonomi merupakan suatu benuk tanggapan yang wajar dan efisien terhadap perekonomian untuk mengubah lingkungan ekonomi khususnya perubahan teknologi. bergantung pada resiko dan

Riset keynesian baru tentang fluktuasi-fluktuasi ekonomi jangka pendek dibangun atas model permintaan agregat dan penawaran agregat tradisonalyang memberikan penjelasan terbaik tentang mengapa harga dan upah bersifat kaku dalam jangka pendek . Teori keynesian menyatakan bahwa biaya penyesuaian yang kecil pun mempunyai dampak yang besar terhadap makroekonomi yang besar terhadap eksternalitas permintaan agregat. Teori yang lain menyatakan resesi terjadi karena sebuah kegagaln kordinasi , teori lain menyatakan penyesuaian bertahap dalam penyesuaian harga membuat tingkat harga bereaksi lamban terhadap perubahan kondisi perekonomian.