Anda di halaman 1dari 50

PROSES PELAKSANAAN LOAN ADMINISTRATION PADA PT. BANK TABUNGAN NENGARA (PERSERO) TBK.

DI CABANG BEKASI

Nama NIM Program Studi

: Wahyu Hidayat : 1002015083 : S1 Manajemen

LAPORAN HASIL MAGANG PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA TAHUN 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan magang dengan judul PROSES PELAKSANAAN LOAN ADMINISTRATION PADA PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) TBK. DI CABANG BEKASI Dalam penyusunan laporan magang ini banyak pihak yang telah membantu, oleh karena itu tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Budi Permana Yusuf, SE., MM. selaku Kaprodi Manajemen 2. Bapak Sunarto Suwito, SE., MM. selaku Dosen Pembimbing Magang 3. Bapak Jumiran selaku Sub Unit Head Bank BTN Cabang Bekasi 4. Bapak Yudhi Sumiaji selaku pembimbing Magang Bank BTN cabang Bekasi 5. Semua pegawai dan staff yang ada di PT. Bank Tabungan Negara di bagian Loan Administration 6. Kedua Orang Tua yang telah memberikan dukungan baik berupa moril dan materil 7. Seluruh teman-teman Mahasiswa yang tidak dapat saya sebutkan satu-persatu 8. Semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan laporan magang ini

Perlu disadari bahwa segala keterbatasan, laporan magang ini masih jauh dari sempurna. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi sempurnanya laporan ini. Akhirnya semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

Jakarta,

Desember 2013

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING.................................. ii KATA PENGANTAR.......................................................................................... iii DAFTAR ISI......................................................................................................... v BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Lokasi................................................... 1 1.2 Tujuan dan Manfaat Magang.......................................................... 4 1.2.1 Tujuan Magang................................................................... 4 1.2.2 Manfaat Magang................................................................. 5 1.3 Target Magang................................................................................ 6 1.4 Tempat dan Waktu Pelaksanaan..................................................... 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Beberapa Pengertian Pokok............................................................ 7 2.1.1 Pengertian Kredit................................................................ 7 2.1.2 Unsur-Unsur Kredit............................................................. 8 2.1.3 Prinsip-Prinsip Perkreditan................................................ 9 2.1.4 Kebijaksanaan Perkreditan............................................... 12 2.2 Kajian Pustaka............................................................................... 14 2.2.1 2.2.2 2.2.3 Pengertian Manajemen..................................................... 14 Pengertian Manajemen Pemasaran.................................. 15 Definisi Pemasaran........................................................... 16

2.2.4 2.2.5 2.2.6 2.2.7

Konsep Pemasaran............................................................ 17 Pemasaran Jasa................................................................ 18 Karakteristik & Klasifikasi Jasa....................................... 20 Pengertian Pelayanan....................................................... 21

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Sejarah Perusahaan........................................................................ 23 3.1.1 3.1.2 3.1.3 Profil PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk............ 23 Sejarah PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk......... 23 Visi & Misi PT. Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk...................................................................... 24 3.1.4 Pola Prima dan Budaya Kerja PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk..................................................................... 25 3.2 Struktur Organisasi Perusahaan................................................... 27 3.2.1 3.2.2 Deskripsi Jabatan.............................................................. 28 Aspek Kegiatan Perusahaan............................................. 30

3.3 Bisnis Utama Perusahaan dan Perkembangan Permintaan Konsumen...................................................................................... 32 BAB IV HASIL MAGANG DAN PEMBAHASAN 4.1 Kegiatan Harian Selama Magang.................................................. 35 4.2 Penerapan Teori untuk Kegiatan Harian Selama Magang............ 39 4.2.1 Penginputan Data Layak atau Tidaknya Suatu

Perumahan......................................................................... 39 4.2.2 4.2.3 Mencocokkan Nomor Sertifikat Bangunan....................... 39 Menginput Nomor Rekening Debitur Nasabah Bank BTN........................................................................... 40 4.2.4 Menyerahkan Nomor Rekening Debitur ke Bagian Accounting......................................................................... 40 4.2.5 Mencocokkan Nomor Rekening Debitur dengan yang Tertera di Data Buku Perumahan..................................... 40 4.2.6 Mengurutkan Nomer Debitur dan Kemudian di Masukkan ke dalam Bantex............................................... 41 4.2.7 4.2.8 Mendata Surat Perumahan untuk di Lelang..................... 41 Menyerahkan Surat Tugas Lelang ke Bagian Area Collection (arcoll)..................................................... 41 4.2.9 Mencopy dan Mengirim Fax Surat Tugas untuk Developer........................................................................... 41 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan................................................................................... 42 5.2 Saran.............................................................................................. 43 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Di dalam era globalisasi ini telah mendorong timbulnya persaingan yang

sangat ketat dan kompetitif dalam segala bidang usaha. Keberhasilan ini sangat ditentukan dengan melihat keadaan pasar dan tanggapan yang cepat terhadap setiap perubahan kebutuhan perilaku konsumen. Perusahaan dituntut untuk semakin kreatif dan inovatif dalam melayani kebutuhan konsumen melalui penawaran produk dengan memberikan pelayanan dan fasilitas yang semakin baik. Hal tersebut dilakukan perusahaan untuk dapat mempertahankan keberadaan perusahaan ditengah-tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Untuk dapat unggul dalam persaingan, maka perusahaan harus selalu memberikan

pengembangan atau inovasi- inovasi terbaru. Konsumen adalah seseorang yang membeli suatu barang atau jasa. Konsumen merupakan aset terbesar yang harus dijaga oleh perusahaan. Hal yang utama sebuah perusahaan dengan mengupayakan kebutuhan dan keinginan konsumen yang dapat memberikan tingkat kepuasan yang tinggi melalui cara yang efektif dan efisien dibandingkan dengan perusahaan pesaing lainnya. Konsep pemasaran yang berorientasi pada konsumen hendaknya diterapkan oleh perusahaan, di mana konsumen adalah faktor utama mengenai kepuasan dan kualitas karena dalam hal ini konsumen memegang peranan sangat penting dalam

mengukur kepuasan terhadap produk maupun pelayanan yang diberikan perusahaan. Keinginan dan kebutuhan konsumen harus terus dapat dipenuhi oleh perusahaan. Perusahaan harus mampu memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen untuk menjaga dan mempertahankan pelanggan. Pelayanan dalam perbankan adalah kunci yang membedakan suatu bank dengan pesaingnya, sehingga memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan perusahaan. Industri jasa perbankan ini sangat terkait erat dengan kepercayaan, layanan (service) dan hubungan yang terbaik kepada kosumen. Kualitas pelayanan yang diberikan, memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan kosumen. Kualitas memberikan dorongan kepada konsumen untuk menjalin hubungan yang loyal dengan perusahaan. Sebaliknya pelayanan buruk berarti reputasi atau nama baik perusahaan akan turun. Sehingga pihak bank harus terus menerus berusaha untuk meningkatkan pelayanan agar dapat memenangkan persaingan dalam memasarkan produk jasa perbankan. Dalam menjalankan usahanya sebagai lembaga keuangan kegiatan seharihari bank tidak akan terlepas dari bidang keuangan, sama halnya seperti perusahaan lain kegiatan pihak perbankan dapat dikatakan sebagai tempat melayani segala kebutuhan para nasabahnya. PT. Bank Tabungan Negara (Persero) merupakan salah satu bank badan usaha milik negara di Indonesia. Bank BTN selama ini telah memberikan dan menawarkan produk maupun fasilitas pelayanan yang bervariasi kepada pelanggannya untuk meningkatkan mutu

dengan konsumen dan untuk kemudahan konsumen dalam melakukan transaksi perbankan. Salah satu fasilitas PT. Bank Tabungan Negara (Persero) yang ditetapkan untuk melayani kebutuhan pelanggan adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kegiatan pokok utama bank adalah menghimpun dana dari masyarakat berupa tabungan, giro, deposito dan menyalurkan dana kembali pada masyarakat dalam bentuk kredit, ini diwujudkan dalam bentuk pemberian kredit, salah satunya adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kredit Perumahan ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin memiliki tempat tinggal yang bisa didapatkan dari PT. Bank Tabungan Negara. Pembangunan perumahan bagi masyarakat

berpenghasilan rendah hanya terserap rata-rata 80.000 unit/tahun Kondisi ini menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan akan perumahan rakyat masih sangat jauh sehingga perlu adanya keseriusan dari berbagai pihak untuk melakukan percepatan pembangunan perumahan rakyat yang berkelanjutan, mengingat masih adanya permasalahan dalam pembangunan perumahan rakyat tersebut antara lain yaitu: pendanaan, penyediaan lahan, perizinan, belum optimalnya dukungan dari institusi terkait dan daya beli konsumen yang masih rendah. Pendanaan atau pembiayaan merupakan faktor yang sangat penting dalam pembangunan perumahan berkelanjutan. Pembiayaan perumahan meliputi antara lain pembiayaan untuk pembangunannya (tanah, perizinan & perencanaan, infrastruktur, bangunan) dan penyediaan Kredit Perumahan bagi masyarakat (konsumen). Ketersediaan fasilitas kredit perumahan sangatlah diperlukan, hal ini mengingat bahwa kemampuan ekonomi masyarakat untuk membeli atau memiliki

rumah secara kontan (cash) masih rendah. Kredit perumahan rakyat adalah jenis kredit yang sifatnya jangka panjang, untuk itu bank pemberi kredit perumahan harus mempunyai dana yang sifatnya jangka panjang dan stabil. Memiliki rumah pribadi adalah impian semua orang. Untuk

mewujudkannya diperlukan dana yang tidak sedikit. Perbankan pun berlombalomba mengucurkan kredit ke sektor ini dengan produk andalan mereka yaitu Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Bank BTN menawarkan alternatif pembelian rumah melalui kredit perumahan. Produk ini ditujukan untuk membiayai pembelian rumah atau ruko baik dalam kondisi baru maupun bekas (second) untuk dimiliki atau ditempati sendiri serta untuk perbaikan rumah tinggal (renovasi).

1.2 1.2.1

Tujuan dan Manfaat Magang Tujuan Magang Berdasarkan latar belakang di atas maka tujuan magang adalah sebagai

berikut : 1. Untuk memenuhi SKS mata kuliah kerja profesi (magang) sebagai persyaratan untuk kelulusan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. 2. Untuk mengetahui kegiatan bagian Loan Administration di Bank Tabungan Negara dalam pemberian kredit kepada debitur dan melihat keadaan suatu perumahan layak atau tidaknya untuk dipasarkan.

3. Untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang selama ini didapat di perkuliahan kemudian dikembangkan dan disalurkan ke dalam dunia kerja yang sesungguhnya di Bank Tabungan Negara. 4. Mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang sesungguhnya di Bank Tabungan Negara serta memperluas wawasan mahasiswa tentang dunia kerja 1.2.2 Manfaat Magang Sesuai dengan tujuan magang di atas, di harapkan kegiatan magang ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut : 1. Bagi Mahasiswa : Dapat wawasan dalam pengetahuan tentang mengadministrasi di Bank Tabungan Negara, dan dapat memperoleh pengetahuan akan perbandingan antara dunia kerja dengan teori pembelajaran yang selama ini diperoleh di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. 2. Bagi Fakultas Ekonomi Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka : Meningkatkan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, dan dapat menambah pengetahuan dan informasi bagi akademik yang berkaitan dengan kuliah kerja profesi (magang). 3. Bagi Bank Tabungan Negara : Dapat meringankan dan membantu kegiatan operasional pekerjaan Bank Tabungan Negara dengan penambahan tenaga kerja untuk menutupi kekurangan tenaga kerja di Bank Tabungan Negara, serta memberi pengetahuan tentang dunia pekerjaan.

1.3

Target Magang Adapun target praktek kerja lapangan (magang) yang di dapat di bagian

Loan Administration Bank Tabungan Negara adalah: 1. Untuk mengetahui kecepatan dan ketepatan proses kredit sesuai kebijakan dan prosedur yang ada. 2. Untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu rumah untuk dipasarakan dan dihuni, serta untuk mengetahui nilai jual suatu unit rumah dilihat dari lingkungan sekitar dan luas suatu rumah yang dapat dapat dipasarkan oleh Bank Tabungan Negara. 3. Untuk mengetahui dan memastikan bahwa semua dokumen yang disimpan aman dan lengkap, baik dokumen pokok maupun dokumen pendukungnya.

1.4

Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan magang telah dilaksanakan selama 1 bulan, yaitu:

Tanggal Waktu Tempat Alamat

: 2 September 2013 30 September 2013 : 07.30 WIB - 16.30 WIB : PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Cabang Bekasi : JL. Jend Sudirman No. 19 Bekasi 17143, Telp (021) 8840649

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 2.1.1

Beberapa Pengertian Pokok Pengertian Kredit Pada umumnya orang akan mudah memberikan pemahaman atau

penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan kredit. Namun dalam memberikan batasan atau definisi mengenai istilah kredit banyak dijumpai kesulitan merumuskannya, terlebih lagi mencari perumusan yang dapat memuaskan pandangan semua pihak dalam masyarakat. Hal ini dikarenakan setiap pemberi definisi itu senantiasa mengemukakan pendapat sesuai dengan apa yang tampak olehnya melalui kacamata keahliannya masing-masing. Pengertian kredit menurut UU No. 10 Tahun 1998 tentang perbankan : Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara Bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Menurut Kasmir (2010:101) dalam bahasa latin kredit disebut Credere yang artinya percaya. Maksudnya si pemberi kredit percaya kepada si penerima kredit, bahwa kredit yang disalurkannya pasti akan dikembalikan sesuai perjanjian. Sedangkan bagi si penerima kredit berarti menerima kepercayaan,

sehingga mempunyai kewajiban untuk membayar kembali pinjaman tersebut sesuai dengan jangka waktunya. Menururt Syamsu Iskandar (2008:93) kredit merupakan piutang bagi bank, maka pelunasannya (repayment) merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh debitur terhadap utangnya, sehingga resiko kredit macet dapat dihindari. Menurut Teguh Pudjo Muljono (2007) mendefinisikan bahwa kredit adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman dengan suatu janji pembayarannya akan dilakukan pada suatu jangka waktu yang disepakati. Dari beberapa pengertian tentang kredit yang telah dikemukakan oleh para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan antara pihak bank dengan pihak peminjam dengan suatu janji bahwa pembayarannya akan dilunasi oleh pihak peminjam sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati beserta besarnya bunga yang telah ditetapkan. 2.1.2 Unsur-Unsur Kredit Menurut Kasmir (2010:98) kredit yang diberikan oleh suatu lembaga kredit merupakan pemberian kepercayaan. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka unsur-unsur kredit adalah : 1. Kepercayaan Kepercayaan merupakan suatu keyakinan pemberi kredit (bank) bahwa kredit yang diberikan berupa uang atau jasa akan benar- benar diterima kembali di masa tertentu di masa mendatang.

2. Kesepakatan Kesepakatan dituangkan dalam suatu perjanjian di mana masing- masing pihak menandatangani hak dan kewajiban masing-masing. 3. Jangka waktu Setiap kredit yang diberikan pasti memiliki jangka waktu tertentu yang mencakup masa pengembalian kredit yang disepakati. 4. Risiko Faktor risiko dapat disebabkan oleh dua hal : a. Faktor kerugian yang diakibatkan adanya unsur kesengajaan nasabah untuk tidak membayar kreditnya padahal mampu. b. Faktor kerugian yang ditimbulkan oleh unsur ketidaksengajaan nasabah sehingga mereka tidak mampu membayar kreditnya, misalnya akibat terjadi musibah bencana alam. 5. Balas jasa Merupakan atas keuntungan atas pemberian suatu kredit atau jasa tersebut yang dikenal dengan sebutan bunga. Balas jasa dalam bentuk bunga dan biaya administrasi kredit ini merupakan keuntungan bank. 2.1.2 Prinsip-Prinsip Perkreditan Menurut (Kasmir 2010:117) prinsip perkreditan dilakukan dengan analisis 5C dan 7P. Dalam melakukan penilaian kriteria-kriteria serta aspek penilaian tetap sama. Begitu pula dengan ukuran-ukuran yang ditetapkan sudah menjadi standar penilaian setiap bank. Biasanya kriteria penilaian yang umum dan harus dilakukan

oleh bank untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar layak untuk diberikan, dilakukan dengan analisis 5C dan 7P. 1. Character Penilaian character ini dapat mengetahui sejauh mana tingkat kejujuran dan tekad baik calon debitur yaitu kemauan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban dari calon debitur. 2. Capacity Penilaian capacity untuk melihat kemampuan dalam melunasi kewajibannya dari kegiatan usaha yang dilakukan atau kegiatan usaha yang akan dilakukan yang dibiayai dengan kredit dari bank. 3. Capital Penilaian terhadap prinsip capital tidak hanya melihat besar kecilnya modal yang dimiliki oleh calon debitur tetapi juga bagaimana distribusi modal itu ditempatkan. 4. Condition of Economy Pada prinsip condition (kondisi), dinilai situasi dan kondisi politik, sosial, ekonomi, dan kondisi pada sektor usaha calon debitur. Maksudnya agar bank dapat memperkecil risiko yang mungkin timbul oleh kondisi ekonomi, keadaan perdagangan dan persaingan di lingkungan sektor usaha calon debitur dapat diketahui. 5. Collateral Collateral diartikan sebagai jaminan fisik harta benda yang bernilai uang dan mempunyai harga stabil dan mudah dijual. Jika pada dari peminjam terkena

kecelakaan atau hal-hal lain yang mengakibatkan peminjam tidak mampu membayar hutangnya, maka tindakan akhir yang dilakukan oleh bank adalah melaksanakan haknya atas collateral yang diikat secara yuridis untuk menjamin hutangnya pada bank. Selanjutnya penelitian suatu kredit dapat pula dilakukan dengan analisis 7P kredit dengan unsur penilaian sebagai berikut: 1. Personality Menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya sehari-hari maupun kepribaadiannya masa lalu. Penilaian personality juga mencakup, sikap, emosi, tingkah laku, dan tindakan nasabah dalam menghadapi suatu masalah dan menyelesaikannya. 2. Party Mengklasifikasikan nasabah ke dalam klasifikasi tertentu atau golongangolongan tertentu, berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya. Nasabah yang digolongkan kedalam golongan tertentu akan mendapatkan fasilitas yang berbeda dari bank. 3. Perpose Untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit, termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah. Tujuan pengambilan kredit dapat bermacammacam sesuai kebutuhan. Sebagai contoh apakah modal kerja, investasi, konsumtif, produktif dan lain-lain.

4. Prospect Untuk menilai usaha nasabah di masa yang akan datang menguntungkan atau tidak atau dengan kata lain mempunyai prospek atau sebaliknya. Hal ini penting mengingat jika suatu fasilitas kredit yang dibiayai tanpa mempunyai prospek, bukan hanya bank yang rugi akan tetapi juga nasabah. 5. Payment Ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang telah diambil atau dari sumber mana saja dana untuk pengembalian kredit. Semakin banyak sumber penghasilan debitur makan akan semakin baik. Sehingga jika salah satu usahanya merugi akan dapat ditutupi oleh usaha lainnya. 6. Profitability Menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba.

Profitability diukur dari periode ke periode, apakah akan tetap sama atau akan semakin meningkat, apalagi dengan tambahan kredit yang akan diperolehnya. 7. Protection Tujuan adalah bagaimana menjaga agar kredit yang diberikan mendapatkan jaminan perlindungan, sehingga kredit yang diberikan benar-benar aman. Perlindungan yang diberikan oleh debitur dapat berupa jaminan barang atau orang atau jaminan asuransi. 2.1.4 Kebijaksanaan Perkreditan Menurut Teguh Pudjo Muljono (2007:20) dalam menetapkan

kebijaksanaan perkreditan tersebut harus diperhatikan 3 (tiga) asas pokok yaitu :

1. Asas Likuiditas Asas likuiditas adalah suatu asas yang mengharuskan bank untuk tetap dapat menjaga tingkat likuiditasnya, karena suatu bank yang tidak likuid akibatnya akan sangat parah yaitu hilangnya kepercayaan dari para nasabahnya atau dari masyarakat luas. Suatu bank dikatakan likuid apabila memenuhi kreteria antara lain : a. Bank tersebut memiliki cash assets sebesar kebutuhan yang akan digunakan untuk memenuhi likuiditasnya. b. Bank tersebut memiliki assets lainnya yang dapat dicairkan sewaktu-waktu tanpa mengalami penurunan nilai pasarnya. c. Bank tersebut mempunyai kemampuan untuk menciptakan cash assets baru melalui berbagai bentuk utang. 2. Asas Solvabilitas Asas solvabilitas, usaha pokok perbankan yaitu menerima simpanan dana dari masyarakat dan disalurkan dalam bentuk kredit. 3. Asas Rentabilitas Asas rentabiltas, sebagaimana halnya pada setiap kegiatan usaha akan selalu mengharapkan untuk memperoleh laba, baik untuk mempertahankan eksistensinya maupun untuk keperluan mengembangkan dirinya.

2.2 2.2.1

Kajian Pustaka Pengertian Manajemen Manajemen adalah proses untuk memperoleh tujuan organisasi melalui

upaya bersama dengan sejumlah orang atau juga sumber organisasinya. Manajemen memiliki 3 karakteristik yaitu: 1. Sebuah proses atau seri dari aktifitas yang berkelanjutan dan berhubungan. 2. Melibatkan dan berkonsentrasi untuk mendapatkan tujuan organisasi. 3. Mendapatkan hasil-hasil ini dengan bekerja sama dengan sejumlah orang dan memanfaatkan sumber-sumber dimiliki organisasi. Menurut Malayu P. Hasibuan (2005:2) manajemen adalah ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfataan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dan menurut Siagian (2006:3) mengatakan manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain. Dari pengertian manajemen menurut para ahli di atas dapat disimpulkan manajemen adalah sebuah proses dari aktifitas berhubungan yang melibatkan dan berkonsentrasi untuk mendapatkan tujuan organisasi, mendapatkan hasil-hasil dengan bekerja sama dengan memanfaatkan sumber-sumber yang dimiliki organisasi. Tanpa pengetahuan tersebut, mereka tidak dapat mengidentifikasi dan membuat informasi secara relevan.

Sejalan dengan kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, telah timbul berbagai macam spesialisasi dalam manajemen, salah satunya adalah manajemen pemasaran (management marketing). Fungsi dari manajemen pemasaran adalah kegiatan yang dilakukan suatau untuk perusahaan berkembang untuk dan

mempertahankan

kelangsungan

perusahaannya,

mendapatkan keuntungan, melalui perencanaan, pengorganisasian, pengaruh, dan pengendalian. 2.2.2 Pengertian Manajemen Pemasaran Menurut Kotler dan Armstrong (2008:10) manajemen pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan

pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran dengan maksud untuk mencapai sasaran organisasi. Menurut Kotler (2008:5) dari definisi American Marketing Association (AMA) adalah : Manajemen Pemasaran adalah perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian operasi pemasaran total, termasuk perumusan tujuan pemasaran, kebijakan pemasaran, program pemasaran, dan strategi pemasaran, yang ditujukan untuk menciptakan pertukaran yang dapat memenuhi tujuan individu maupun organisasi. Berdasarkan pengertian diatas manajemen pemasaran dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah suatu pengorganisasian di dalam perusahaan

yang menyangkut dengan strategi pemasaran perusahaan dengan menganalisis, merencanakan, mengimplementasikan dan mengawasi segala kegiatan yang telah terprogram. Tujuan dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan pemasaran perusahaan dalam rangka memperoleh pertukaran yang menguntungkan. 2.2.3 Definisi Pemasaran Menurut Kotler dan Armstrong (2008:34) pemasaran adalah proses sosial yang dengan proses itu individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan ingikan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain. Sebagai ilmu, marketing merupakan ilmu pengetahuan yang obyektif yang diperoleh dengan penggunaan instrumen-instrumen tertentu untuk mengukur kinerja dari aktivitas bisnis dalam membentuk, mengembangkan, mengarahkan pertukaran yang saling menguntungkan dalam jangka panjang antar produsen dan konsumen. Definisi pemasaran berstandar pada konsep berikut : 1. Kebutuhan (needs) 2. Keinginan (wants) 3. Permintaan (demands) 4. Kebutuhan manusia (human needs)

Di dalam uraian di atas penulis menyimpulkan bahwa pemasaran merupakan suatu proses untuk menentukan kebutuhan konsumen dan bertujuan untuk memperoleh kepuasan oleh konsumen. Pemasaran merupakan suatu proses dalam membentuk, mengembangkan dan mengarahkan suatu produknya untuk saling menguntungkan antara produsen dan konsumen untuk menjaga kesetian konsumen pada suatu produk. 2.2.4 Konsep Pemasaran Di dalam suatu organisasi perusahaan kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing. Perusahaan harus lebih efektif dalam menciptakan, menyerahkan, mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada sasaran terpilih. Konsep pemasaran menurut Kotler dan Keller (2008:7) yaitu : 1. Pasar Sasaran Perusahaan akan berhasil dan mampu apabila mereka secara cermat dalam memilih pasar sasaran dan mempersiapkan program pemasaran yang dirancang secara khusus untuk masing-masing pasar tersebut. 2. Kebutuhan Pelanggan Perusahaan dapat mendefinisikan pasar sasaran tetapi gagal memahami kebutuhan pelanggan secara akurat. Memahami kebutuhan konsumen tidak selalu mudah, beberapa pelanggan memiliki kebutuhan yang sepenuhnya

mereka tidak sadari, atau mereka tidak dapat mengungkapkan dengan kata-kata kebutuhan itu atau mereka memerlukan kata-kata yang memerlukan penafsiran. 3. Keinginan Pelanggan Perusahaan harus memahami dan mengerti apa yang diinginkan pelanggan, jika produsen dapat memahami dan mengerti apa yang diinginkan oleh konsumen, konsumen akan semakin loyal terhadap produk apa yang dipasarkan oleh produsen tersebut karena produk yang diinginkan oleh konsumen bisa dipahami oleh perusahaan. 4. Permintaan Pelanggan Permintaan pelanggan akan sebuah produk harus dipahami sebuah perusahaan. Perusahaan dapat mengerti akan kebutuhan konsumen, jika keinginan pelanggan akan kebutuhan suatu produk tersebut maka permintaan akan semakin meningkat. 2.2.5 Pemasaran Jasa Para produsen dalam menyalurkan hasil produksinya bukan saja bendabenda berwujud seperti barang, tetapi ada pula produsen yang menyalurkan benda tak berwujud seperti jasa. Adapun sifat perusahaan yang dapat menghasilkan jasa adalah bahwa itu tidak dapat ditimbun seperti barang-barang lainnya. Dalam industri jasa tidak berlaku dengan yang biasa ditemukan pada industri barang yang biasa di jumpai, contohnya: tidak ada produksi secara besarbesaran, dan tidak ada gudang penyimpanan barang. Banyak usaha kecil dibidang jasa dan minim investasi daerah kerja terbatas. Sukses usaha kebanyakan tergantung pada mutu pelayanan bukan pada besarnya investasi. Biaya opersional

paling besar untuk keperluan tenaga kerja (kecuali untuk transportasi, hotel dan lain-lain). Steinhoff dalam Buchari Alma (2009:242) pemasaran jasa adalah bahan baku untuk menghasilkan jasa adalah orang. Akan tetapi masih bnyak faktor penunjang lainnya, seperti peralatan canggih, bersih, akurat, mutakhir dan sebagainya. Menurut Bruce J. Walker dalam Danang Sunyoto (2009: 162) langkah-langkah Pemasaran Jasa yaitu Analisis Pasar Sasaran dan Perencanaan Jasa, yaitu: 1. Analisis Pasar Sasaran Pertama-tama menentapkan pasar sasaran dan memilih pasar sasaran bagaimana dalam hal pemasaran produk, maka faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan adalah: a. Bagaimana motif pembelian dilakukan b. Kapan, dimana dan bagaiman pelanggan membeli c. Siapa pembeli dan siapa yang melakukan keputusan pembelian d. Bagaiman sikap dan pandangan pribadi pembeli dan sebagainya. 2. Perencanaan Jasa Perencanaan produk dan pengembangan sangatlah penting dalam program pemasaran jasa. a. Jasa apa yang ditawarkan b. Berapa luasnya dan bagaimana jasa itu di kembangkan c. Bagaimana bentuk jasa yang dikembangkan itu.

2.2.6

Karakteristik & Klarifikasi Jasa Menurut Kotler dan Gary Amstrong ( 2008 : 92 ) sifat dan karakteristik

jasa adalah sebagai berikut : a. Jasa Tidak Berwujud (Service Intangibility) berarti bahwa jasa tidak, dirasakan, diraba, didenger, atau dibaui sebelum jasa itu dibeli. b. Jasa Tak Terpisah (Service Inseparability) berarti bahwa jasa tidak dapat dipisahkan dari penyedianya, tanpa mempedulikan apakah penyedia jasa itu orang atau mesin. c. Jasa Variabilitas (Service Variability) berarti bahwa kualitas jasa tergantung pada siapa yang menyediakan jasa itu dan kapan, dimana, dan bagaimana jasa itu disediakan. d. Jasa Dapat Musnah (Perishability) berarti bahwa jasa tidak dapat disimpan untuk dijual atau digunakan beberapa saat kemudian. Menurut Lovelock dan Wright (2005 : 28) cara-cara pengelompokan atau klasifikasi jasa adalah sebagai berikut: 1. Tingkat keberwujudan dan ketidakberwujudan proses jasa Berwujud (kata sifat): dapat diraba, dipegang, atau diawetkan dalam bentuk fisik dalam waktu lama. Tidak berwujud: karakteristik khusus jasa yang mengakibatkannya mustahil diraba atau dipegang dengan cara yang sama seperti barang-barang fisik. 2. Penerima langsung proses jasa Beberapa jasa, seperti potong rambut atau transportasi umum, ditunjukan bagi pelanggan itu sendiri. Sifat dasar pertemuan jasa antar pemasok jasa dan

pelanggan sangat bervariasi sesuai dengan sejauh mana pelanggan sendiri secara utuh terlibat dalam proses jasa tersebut. 3. Tempat dan waktu penyerahan jasa Keputusan manajerial ini melibatkan pertimbangan sifat dasar jasa itu sendiri, dimana pelanggan berada (di rumah maupun tempat kerja), preferensi mereka terkait dengan waktu membeli dan menggunakan, biaya relatif dan alternatif yang berbeda, dan dalam beberapa hal faktor musim. 4. Pelayanan khusus (customization) versus standarisasi layanan khusus (customization): penyesuaian karakteristik jasa untuk memenuhi kebutuhan khusus dan preferensi masing-masing pelanggan . Standarisasi: mengurangi variasi pengoperasian dan penyerahan jasa. 5. Bentuk hubungan dengan pelanggan Beberapa jasa melibatkan hubungan formal, dimana seluruh pelanggan dikenal oleh organisasi dan seluruh transaksi satu demi satu dan diberi ciri khas (seperti bank dan ahli mata susan). 6. Sejauh mana permintaan dan pasokan seimbang Beberapa industri jasa memiliki permintaan yang tetap atas jasa mereka, sementara yang lainnya sangat berfluktasi. Sejauh mana fasilitas peralatan dan orang-orang menjadi bagian dari pengalaman jasa. 2.2.7 Pengertian pelayanan Menurut Rambat Lupiyoadi (2005:144) kualitas pelayanan adalah sejauh mana jasa memenuhi spesifikasi-spesifikasinya. Menurut Nina Rahmayanty (2010:5) pelayanan adalah tempat berkumpulnya uang dan pekerjaan. Tanpa

pelanggan, perusahaan tidak punya apa-apa perusahaanlah yang bergantung pada konsumen dan untuk konsumenlah perusahaan bekerja. Karena konsumen sumber uang dan pekerjaan bagi perusahaan. Kualitas pelayanan jasa mempunyai definisi menurut Tjiptono (2007: 57), kualitas pelayanan dapat di artikan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta ketepatan penyampaiannya dalam mengimbangi harapan konsumen. Dengan kata lain, ada faktor utama yang memperngaruhi kualitas pelayanan jasa, yaitu expected service dan perceived service atau

kualitas jasa yang di harapkan dan kualitas jasa yang di terima atau dirasakan. Pelayanan dan kepuasan konsumen adalah merupakan tujuan utama dalam perusahaan karena tanpa konsumen, perusahaan tidak akan ada. Aset perusahaan sangat kecil nilainya tanpa keberadaan mempertahankan konsumen. Konsumen ditarik dengan tawaran yang lebih kompetitif dan dipertahankan dengan memberikan kepuasan.

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3.1

Sejarah Perusahaan

3.1.1 Profil PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Bank Tabungan Negara atau BTN adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang berbentuk perseroan terbatas dan bergerak di bidang jasa keuangan perbankan. Sejak tahun 2012, bank ini dipimpin oleh Maryono sebagai direktur utama. 3.1.2 Sejarah PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Cikal bakal BTN dimulai dengan didirikannya Postspaarbank di Batavia pada tahun 1897. Pada tahun 1942, pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, bank ini dibekukan dan digantikan dengan Tyokin Kyoku atau Chokikyoku. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia bank ini diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan diubah menjadi Kantor Tabungan Pos pada tahun 1950. Nama dan bentuk perusahaan selanjutnya berubah beberapa kali hingga akhirnya pada tahun 1998 diubah menjadi nama dan bentuk resmi yang berlaku saat ini. Sejarah Bank BTN : Tahun 1897 : Berdiri dengan nama Postpaar Bank

Tahun 1942-1945 : Berubah nama menjadi Chokin Kyoku

Tahun 1950 Tahun 1963 Tahun 1968 Tahun 1974 Tahun 1989 Tahun 1992 Tahun 1994 Tahun 2000 Tahun 2002

: Menjadi Bank Tabungan Pos : Menjadi Bank Tabungan Negara : Resmi dimiliki Pemerintah (BUMN) : Pelayanan KPR lebih difokuskan : Mendapat izin Bank Umum dan penerbitan obligasi : Bank BTN menjadi Persero : Perseroan mendapat izin sebagai Bank Devisa : Bank BTN ikut dalam program Rekapitulasi : Bank BTN sebagai Bank Umum dengan fokus pinjaman

tanpa subsidi untuk perumahan Tahun 2003 : Restrukturisasi perusahaan secara menyeluruh yang

tertuang dalam persetujuan Tahun 2008 : Bank BTN menjadi bank pertama di Indonesia yang

melakukan pendaftaran transaksi Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) di BAPEPAM yang kemudian dilakukan dengan pencatatan perdana dan listing transaksi tersebut di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009 3.1.3 Visi dan Misi PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Visi Bank BTN Menjadi bank yang terkemuka dalam pembiayaan perumahan. Misi Bank BTN Memberikan pelayanan unggul dalam pembiayaan perumahan dan industri terkait, pembiayaan konsumsi dan usaha kecil menengah.

Meningkatkan

keunggulan

kompetitif

melalui

inovasi

pengembangan produk, jasa dan jaringan strategis berbasis teknologi terkini. Menyiapkan dan mengembangkan Human Capital yang

berkualitas, profesional dan memiliki integritas tinggi. Melaksanakan manajemen perbankan yang sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan good corporate govermance untuk meningkatkan Shareholder Value. Mempedulikan kepentingan masyarakat dan lingkungannya. 3.1.4 Pola Prima dan Budaya Kerja PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

POLA PRIMA
Pelayanan Prima (Service Excellence) InOvasi (Innovation) KeteLAdanan (Role Model) PRofesionalisme (Professionalism) Intergritas (Integrity) KerjasaMA (Teamwork)

Nilai-Nilai Dasar Budaya dan 12 Perilaku Utama PELAYANAN PRIMA : Ramah, sopan dan bersahabat Peduli, pro aktif dan cepat tanggap INOVASI : Berinisiatif melakukan penyempurnaan Berorientasi menciptakan nilai tambah KETELADANAN : Menjadi contoh dalam berperilaku baik dan benar Memotivasi penerapan nilai-nilai budaya kerja PROFESIONALISME : Kompeten dan bertanggung jawab Bekerja cerdas dan tuntas INTEGRITAS : Konsisten dan disiplin Jujur dan berdedikasi KERJASAMA : Tulus dan terbuka Saling percaya dan menghargai

3.2

Struktur Organisasi Perusahaan Untuk mencapai suatu tata kerja yang teratur dan tararah dengan suatu

organisasi dengan segala aktivitasnya, harus ada hubungan diantara orang-orang yang menjalankan aktivitas tersebut, semakin banyak aktivitas yang dilakukan maka semakin kompleks hubungannya. Oleh karena itu perlu dibuat hubungan antara masing-masing kegiatan (fungsi yang dikenal dengan struktur organisasi) sebagai dasar dalam hal pembagian wewenang (Authority) dan tanggung jawab (Responsibility). Organisasi merupakan wadah dari sejumlah manusia yang melakukan aktivitas secara terencana dengan kerja sama secara penuh kesadaran dalam suatu hubungan yang terikat dan dalam suatu hubungan formal untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Tujuan dari organisasi ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mempermudah pelaksanaan tugas-tugas 2. Untuk meningkatkan efisiensi kerja 3. Untuk mempermudah pengawasan 4. Untuk menghindarkan duolikasi kerja 5. Untuk menentukan orang-orang yang diperlukan dalam organisasi. Salah satu unsur organisasi adalah struktur organisasi dan PT. Bank Tabungan Negara jelas mempunyai struktur organisasi perusahaannya. Untuk lebih jelasnya mengenai struktur organisasi pada Bank BTN Kantor Cabang Bekasi sebagai berikut :

Struktur Organisasi Bank BTN Cabang Bekasi


Sub Branch Manager

Retail Service Unit

Loan Recovery Unit

Loan Sevice Unit

Loan Acount Officer

Account Officer

Teller Service

Customer Service

Cleaning Service

Security

3.2.1

Deskripsi Jabatan Adapun struktur organisasi pada PT Bank Tabungan Negara (Persero)

antara lain : 1. Kepala Kantor Cabang (Branch Manager),bertugas : a. Melakukan koordinasi dengan kepala unit kerja dengan rutin. b. Melaksanakan pengawasan dan memberikan evaluasi terhadap tugas kerja bawahan. c. Mengkaji neraca dan laporan laba-rugi. d. Memantau pelaksanaan transaksi.

e. Mendayagunakan tenaga kerja dan peralatan/perlengkapan kerja untuk memaksimalkan kinerja kantor cabang. 2. Customer Service Head, bertugas : a. Mengkoordinasi aktivitas retail service unit, teller service. b. Menjamin semua fungsi dalam bidang retail berjalan sesuai ketentuan. c. Memastikan bahwa posisi kas selalu benar dan memadai untuk kegiatan operasional bank. 3. Loan Account Supervisor, bertugas : a. Memonitor kondisi kredit dan mengindetifikasikan kredit bermasalah. b. Memberikan usulan kepada kepala cabang tentang potensi kredit bermasalah. c. Mengkaji dan mengevaluasi rencana kerja dan target penerimaan angsuran. d. Mengusulkan penghapusan kredit. 4. Loan Service Head, bertugas : a. Memastikan analisa terhadap permohonan kredit dilakukan dengan benar. b. Menerima surat dan proposal permohonan kredit. c. Memastikan realisasi kredit dilakukan dengan benar. d. Menandatangani surat penolakan ataupun persetujuan kredit. 5. Teller Service, bertugas : a. Melakukan transaksi dengan benar. b. Memastikan bahwa kas besar selalu benar dan memadai untuk operasional. c. Mengatur proses transaksi bila off line. d. Meningkatkan kualitas pelayanan.

6. Customer Service, bertugas : a. Melakukan pelayanan yang prima kepada semua nasabah. b. Memberikan informasi kepada nasabah. c. Menyelesaikan keluhan nasabah sebaik mungkin. 7. Loan Account Officer, bertugas : a. Pembinaan terhadap debitur yang menunggak. b. Memonitor kondisi kredit dan mengidentifikasi kredit bermasalah. c. Melakukan penagihan tunggakan. d. Memberikan konsultasi penyelamatan kredit. 8. Account Officer, bertugas : a. Ikut mewawancarai calon debitur. b. Mengelola data-data debitur. c. Memantau data master debitur. 3.2.2 Aspek Kegiatan Perusahaan Bank Tabungan Negara adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa (non- manufaktur). Ruang lingkup usaha Bank BTN cukup luas, namun tetap dalam perannya sebagai agen pembangunan dengan melaksanakan tugas dan misinya yaitu menyediakan pembiayaan perumahan bagi masyarakat

berpenghasilan menengah ke bawah. Bank BTN selain sebagai salah satu bank persero milik pemerintah juga merupakan bank umum yang mengemban tugas dan misi untuk menyediakan pembiayaan perumahan rakyat dalam menunjang pembangunan Nasional.

Dalam malaksanakan tugasnya Bank Tabungan Negara melakukan pengumpulan dan melalui deposito, tabungan, dan giro. Sumber dana jangka pendek BTN selain dana yang berasal dari masyarakat adalah juga berasal dari pasar uang. Demikian pula dengan Bank BTN Kantor Cabang Bekasi, selain melakukan kegiatan utama dalam bidang KPR yang temasuk induk kredit, juga mempunyai produk dana dan produk jasa. Berikut adalah produk-produk yang terdapat pada Bank BTN Kantor Cabang Bekasi yaitu sebagai berikut : 1. Produk Dana Adapun produk dana yang terdapat pada Bank BTN Kantor Cabang Bekasi adalah sebagai berikut : a. Tabungan Batara b. Tabungan e-Batara Pos c. Tabungan Haji Nawaitu d. Tabungan Batara Prima e. Giro perorangan dan lembaga f. Deposito berjangka 2. Produk Jasa dan Layanan a. ATM Batara b. Kiriman uang (transfer) c. Pelayana jasa, seperti : Telpon dan Listrik d. Inkaso 3. Produk Kredit a. KPR Griya Utama

b. KPR Griya Multi c. Kredit Swagriya d. Kredit Swadana e. Kredit Rumah Sederhana Sehat

3.3

Bisnis Utama Perusahaan dan Perkembangan Permintaan Konsumen

Industri properti tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). KPR BTN telah menghubungkan konsumen untuk memudahkan sistem pembayaran untuk memiliki rumah layak yang

terjangkau.Kehadiran KPR terpaut dan sejarah keberadaan Bank Tabungan Negara (BTN). KPR sangat melekat dengan Bank BTN yang dikenal sebagai bank yang konsisten membantu masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah.

Bank BTN pertama kali didirikan dengan nama Post-spaarbank pada tahun 1934 yang kemudian berganti nama menjadi Bank Tabungan Pos pada tahun 1950 dan pada tahun 1968 namanya berganti menjadi Bank Tabungan Negara. Pada tahun 1974 Pemerintah mulai dengan rencana pembangunan perumahan nasional. Dalam menunjang kebijakan tersebut, Bank BTN ditunjuk sebagai Lembaga Pembiayaan untuk menyiapkan fasilitas KPR untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Bank BTN pun menjadi wadah penyaluran pembiayaan KPR terbesar di Indonesia. KPR BTN telah memberikan peran dalam meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia melalui terpenuhinya kebutuhan hunian bagi

masyarakat. Ini sekaligus menjawab kebutuhan Pemerintah dalamprogram pembangunan perumahan nasional. KPR BTN juga ikut mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan.

Besarnya peran KPR dalam membantu masyarakat memiliki hunian kian terasa setelah banyak perbankan lain juga mulai meluncurkan kredit di sektor perumahan.Masyarakat sebagai konsumen sangat diuntungkan dengan kondisi ini. Demikian juga tentang program perumahan nasional akan menjadi lebih baik jika banyak bank yang terjun pada bisnis KPR. Pemerintah dapat mengajakperbankan untuk mendukung program tersebut dan itu sangat positif untuk tujuan terpenuhinya kebutuhan rumah selama ini.

Bank BTN memiliki pangsa pasar sendiri, yang tidak dapat dimasuki oleh bank-bank lain. Dengan kekuatan infrastruktur bisnis yang dimiliki oleh Bank BTN, tidak mustahil jika bank ini akan tetap menjadi penguasa di bisnis pembiayaan perumahan, terutama KPR bersubsidi. Mahalnya biaya infrastruktur penyaluran KPR menjadi alasan bank lain tak mampu menyamai kiprah BTN di bisnis ini.

Penjualan rumah di negeri ini terus tumbuh belasan persen dalam beberapa tahun terakhir.Pasar perumahan di Indonesia memang tumbuh kuat karena masih banyak orang yang membutuhkannya untuk tempat tinggal. Selain itu, ada juga sebagian orang mulai membeli rumah sebagai investasi yang menguntungkan. Dengan demikian, industri ini benar-benar booming dalam beberapa tahun terakhir. Peran perbankan pun tak mau menyia-nyiakan pasar yang sangat

menguntungkan ini. Jadi tak heran kalau perbankan sekarang seakan saling berebut di pasar Kredit kepemilikan Rumah (KPR).

Bank Tabungan Negara (BTN) melihat pasar kredit kepemilikan rumah ini memang masih sangat lebar. Pemenuhan kebutuhan perumahan belum ideal, ratarata permintaan rumah baru 800.000 unit setiap tahun, sedangkan jumlah pasokan hanya 400.000. Bank yang bisa unggul dalam KPR adalah bank yang sudah lama terjun di bisnis ini seperti Bank BTN.

BAB IV HASIL MAGANG DAN PEMBAHASAN

4.1

Kegiatan Harian Selama Magang Kegiatan yang dilakukan selama magang di PT. Bank Tabungan Negara

Tbk. dan di tempatkan di bagian Loan Administration (LA) dari tanggal 2 September 2013 - 30 September 2013 antara lain yaitu : Kegiatan Harian Magang PT. Bank Tabungan Negara Tbk. 2 September 2013 30 September 2013 Hari/Tanggal Senin, 2 Sep 2013 Selasa, 3 Sep 2013 Rabu, 4 Sep 2013 Jam Kerja 07.30 17.00 07.30 -16.30 07.30-16.30 Kegiatan Magang Perkenalan dengan staff dan Pimpinan LA Menginput data perumahan Bank BTN Menginput data perumahan Bank BTN Mencocokkan nomor sertifikat bangunan Menginput data perumahan Bank BTN Menginput nomor rekening debitur nasabah Bank BTN Menyerahkan nomor rekening debitur untuk kemudian dicairkan Menginput data perumahan Bank BTN Mencocokkan nomor rekening debitur dengan yang tertera di data buku perumahan Mencocokkan nomor sertifikat bangunan Jumat, 6 Sep 2013 07.30-17.00 Menginput data perumahan Bank BTN Menginput nomor rekening debitur Bank BTN

Kamis, 5 Sep 2013

07.30.16.30

Senin, 9 Sep 2013

07.30-16.30

Menyerahkan nomor rekening debitur untuk kemudian dicairkan Menginput data perumahan Bank BTN Mencocokkan nomor rekening debitur dengan yang tertera di data buku perumahan

Selasa, 10 Sep 2013 Rabu, 11 Sep 2013

07.30-16.30

Menginput data perumahan Bank BTN Menginput nomor rekening debitur Bank BTN

07.45-16.30

Menginput data perumahan Bank BTN Mengurutkan nomor debitur dan kemudian dimasukkan ke dalam bantex

Kamis, 12 Sep 2013

07.30-16.30

Menginput data perumahan Bank BTN Mendata surat perumahan untuk di lelang Menyerahkan surat tugas lelang ke bagian area collection (arcoll)

Jumat, 13 Sep 2013

07.30-16.30

Senin, 16 Sep 2013 Selasa, 17 Sep 2013 Rabu, 18 Sep 2013 Kamis, 19 Sep 2013

08.00-16.30

07.30-16.30

07.30-12.30 07.30-16.30

Jumat, 20 Sep 2013 Senin, 23 Sep 2013

07.30-16.30

07.30-16.30

Menginput data perumahan Bank BTN Menginput nomor rekening debitur nasabah Bank BTN Menyerahkan nomor rekening debitur untuk kemudian dicairkan Mengcopy dan mengirim fax surat tugas untuk developer Menginput data perumahan Bank BTN Mencocokkan nomor rekening debitur dengan yang tertera di data buku perumahan Menginput data perumahan Bank BTN Menginput nomor rekening debitur Bank BTN Mencocokkan nomor sertifikat bangunan Menginput data perumahan Bank BTN Mengirim fax surat tugas kepada developer Menginput data perumahan Bank BTN Menyerahkan surat tugas lelang ke bagian area collection (arcoll) Mengirim fax surat tugas kepada developer Menginput data perumahan Bank BTN Mencocokkan nomor rekening debitur dengan yang tertera di data buku perumahan Menginput data perumahan Bank BTN

Selasa, 24 Sep 2013

07.30-16.30

Rabu, 25 Sep 2013

07.30-16.30

Kamis, 26 Sep 2013

07.30-16.30

Jumat. 27 Sep 2013

07.30-16.30

Senin, 30 Sep 2013

07.30-17.00

Menginput nomor rekening debitur nasabah Bank BTN Menyerahkan nomor rekening debitur untuk kemudian dicairkan Menginput data perumahan Bank BTN Mendata surat perumahan untuk di lelang Menyerahkan surat tugas lelang ke bagian area collection(arcoll) Menginput data perumahan Bank BTN Mengirim fax surat tugas kepada developer Mencocokkan nomor rekening debitur dengan yang tertera di data buku perumahan Menginput data perumahan Bank BTN Menginput nomor rekening nasabah Bank BTN Mencocokkan nomor sertifikat bangunan Menginput data perumahan Bank BTN Mengurutkan nomor debitur dan kemudian dimasukkan ke dalam bantex Mencocokkan nomor rekening debitur dengan yang tertera di data buku perumahan Mengirim fax surat tugas kepada developer Menginput data perumahan Bank BTN Mencocokkan nomor sertifikat bangunan Salam perpisahan dengan staff dan pimpinan LA

4.2

Penerapan Teori Untuk Kegiatan Harian Selama Magang Dalam kegiatan selama magang teori-teori yang berkaitan dengan

pembelajaran yang diajarkan di antaranya adalah penginputan data perumahan dan mengecek layak atau tidaknya suatu rumah, yaitu : 4.2.1 Penginputan Data Layak atau Tidaknya Suatu Perumahan Dalam penginputan data saya yang harus melihat kondisi fisik suatu perumahan dan melihat keadaan bangunan rumah per unitnya data yang diinput

adalah keadaan rumah per unitnya, luas dan lebar bangunan, harga tanah, harga bangunan, nomer rumah, listrik, surat tanah dan nama pembangun (developer). Data yang sudah diinput dimasukkan ke dalam komputer dan dilihat dari nama developer agar tidak terjadi kesalahan dalam pembukuan dan untuk memudahkan dalam pengecekan data. Data perumahan yang sudah jadi sangat berguna bagi masyarakat dalam memilih suatu hunian rumah yang nyaman dan terjangkau yang dikelola dengan baik oleh Bank Tabungan Negara (persero) Tbk. Cabang Bekasi. 4.2.2 Mencocokkan Nomor Sertifikat Bangunan Nomor sertifikat tanah dan bangunan sudah menjadi hal yang wajib dalam membangun bangunan dalam hal ini perumahan. Setiap perumahan dan unit rumah harus dilihat nomer sertifikatnya dan dicocokkan dari sertifikat ke buku developer yang sebelumnya sudah tertera di dalam buku developer untuk di cek ulang dan di data kembali. 4.2.3 Menginput Nomor Rekening Debitur Nasabah Bank BTN Nomor rekening nasabah Bank BTN sebelumnya sudah terdapat datanya, saya hanya memasukkan nomor rekening kemudian memastikan bahwa debitur Bank BTN sudah membayar cicilan perumahan. 4.2.4 Menyerahkan Nomor Rekening Debitur ke Bagian Accounting Saya ditugaskan dalam penyerahan file yang berisi file-file nomor rekening debitur Bank BTN ke bagian accounting dan jika sudah di data bagian

accounting dikembalikan lagi ke bagian LA dan nomor file para nasabah harus dicatat dalam buku pencatatan LA. 4.2.5 Mencocokkan Nomor Rekening Debitur dengan yang Tertera di Data Buku Perumahan Mencocokkan data nomor rekening debitur Bank BTN dengan data yang telah ada di buku perumahan untuk memudahkan tim survey Bank BTN dalam mencari alamat debitur yang ingin menjadi debitur perumahan Bank BTN.

4.2.6 Mengurutkan Nomor Debitur dan Kemudian di Masukkan ke Dalam Bantex Debitur yang sudah memiliki kerja sama dalam pengkreditan dengan Bank BTN dan sudah di survey datanya dimasukkan ke dalam bantex menurut bulan survey untuk memudahkan bila mencari data jika ingin dilihat kembali. 4.2.7 Mendata Surat Perumahan untuk di Lelang Data perumahan untuk di lelang karena debitur sudah melewati tenggat waktu pembayaran. Saya hanya melihat nama debitur dan nomer rekening debitur untuk memudahkan pelelangan. 4.2.8 Menyerahkan Surat Tugas Lelang ke Bagian Area Collection (arcoll)

Berkaitan dengan tugas mendata surat perumahan untuk dilelang, jika sudah lengkap datanya dan sudah cocok dengan nama debitur dan diserahkan ke bagian area collection (arcoll). 4.2.9 Mengcopy dan Mengirim Fax Surat Tugas untuk Developer Mengcopy surat yang perlu untuk direkap jika ada data yang pelu untuk direkap. Mengirim faksimile (fax)surat tugas kepada developer. Surat tugas yang ditujukan kepada developer agar developer mengirimkan nilai keadaan perumahan yang akan dibangun kepada Bank BTN untuk lebih cepat dalam membangun dan perjanjian kerja sama.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1

Kesimpulan Setelah selesai melaksanakan kuliah kerja profesi (magang) di Bank

Tabungan Negara (Persero) Tbk. Cabang Bekasi saya memiliki kesimpulan selama bekerja di Bank BTN adalah :

1. Penulis telah menempuh mata kuliah

kerja profesi (magang). Kegiatan

magang merupakan salah satu persyaratan kelulusan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA. 2. Selama penulis ditempatkan di bagian Loan administration (LA) dapat mengetahui proses pengkreditan rumah pada calon debitur karena dasar kredit adalah kepercayaan. Seseorang atau semua badan yang memberikan kredit (kreditur) percaya bahwa penerima kredit (debitur) di masa mendatang akan sanggup memenuhi segala sesuatu yang telah dijanjikan. 3. Penulis mendapatkan pengalaman kerja yang sangat berharga mengenai kedisiplinan dalam bekerja, ketepatan dan keterampilan di dalam mendukung pekerjaan di Bank BTN Cabang Bekasi.

5.2

Saran Saran yang dapat disampaikan oleh penulis berdasarkan kesimpulan diatas

dan diharapkan dapat memberi masukan yang bermanfaat bagi PT Bank BTN kantor Cabang Bekasi dalam perkembangan pemberian kredit rumah diantaranya: 1. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki dalam prosedur kredit perumahan perlu dipertahankan dan ditingkatkan agar bisa memberikan kelancaran administrasi bagi perusahaan. 2. Dalam pengolahan perkembangan pemberian kredit perumahan diperlukan ketelitian lagi khususnya pada bagian marketing agar tercapai target realisasi yang terpenuhi. 3. Dalam menghadapi hambatan-hambatan yang muncul akibat persaingan yang sangat ketat, dan banyaknya bank-bank yang memunculkan produk kredit rumah Bank BTN harus bisa lebih mempertahankan dan menyelesaikan permasalahan dengan membaca situasi pasar agar hambatan dapat teratasi sesuai dengan keadaan diluar perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

Buchari Alma. 2009. Manajemen Pemasaran & Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta. Danang Sunyoto. 2013. Manajemen Pemasaran Jasa. Yogyakarta: Caps. Hasibuan, Malayu. S. P. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara. Kasmir, SE., MM. 2010. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Kasmir, SE., MM. 2010. Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Kotler, Philip dan Gery Armstrong. 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Edisi 12. Jakarta: Erlangga. Kotler, Philip dan Keller. 2008. Manajemen Pemasaran. Edisi 13. Jakarta: Erlangga. Lovelock, Christoper dan Lauren K. Wright. 2005. Manajemen Pemasaran Jasa. Edisi Ke Dua. Jakarta: Salemba Empat. Rahmayanty, Nina. 2010. Manajemen Pelayanan Prima. Yogyakarta: Graha Ilmu. Rambat Lupiyoadi dan Ahmad Hamdani. 2007. Manajemen Pemasaran Jasa. Edisi Ke Dua. Jakarta: Salemba Empat. Siagian, Sondang. 2006. Filsafat Administrasi. Jakarta: Bumi Aksara. Syamsu Iskandar. (2008). Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta: PT. Semesta Asia Bersama. Teguh Pudjo Mulyono. 2007. Manejemen Perkreditan Bagi Bank Komersil. Edisi 4. Yogyakarta: BPFE. Tjiptono, Fandy. 2007. Pemasaran Jasa. Edisi Pertama. Malang: Bayumedia.