Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN KELOMPOK II KASUS I TORTIKOLIS

KETUA : Bima Nazir

SEKRETARIS : Rahma Yeni ANGGOTA : Amanda Isramulniasih Dedis Sovian Sitorus Haryanti Rena Irta Yulis Sutiasih Wilda May Maghdalena Wulandari Widia Ningsih

TUTOR

: dr. Dwitia Abdillah

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS ABDURRAB PEKANBARU 2010/2011


1

DAFTAR ISI

Daftar Isi ......................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1.1 Kasus ......................................................................................................................... 1.2 Klarifikasi Term dan Konsep .................................................................................... 1.3 Mendefinisikan/Menegaskan Problem ...................................................................... 1.4 Analisis Problem (Brainstorming) ............................................................................ 1.5 Menyusun Penjelasan (Spider Web) ......................................................................... 1.6 Memformulasikan Sasaran Belajar ...........................................................................

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Melaporkan dan Mensintesa Informasi ..................................................................... BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ............................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN TORTIKOLIS Ny. Aniek (30 tahun) datang ke Puskesmas membawa bayi berumur 3 hari dengan keluhan merasakan kepala bayinya menoleh ke kiri saja terutama saat tidur, pergerakan lehernya terasa kaku, dan menangis bila di gerakkan. Ini terjadi sejak ia dilahirkan. Bila si Ibu mengolesi lehernya dengan minyak kayu putih, tangisannya berkurang, teapi dalam beberapa waktu bayinya menangis kembali. Dokter memberikan resep obat oles, penahan rasa sakit dan menasehati agar bayi Ny. Aniek dibantu menggerak-gerakkan lehernya perlahan-lahan dan fisioterapi. Dalam beberapa hari, Ny. Aniek sudah merasakan keluhan bayinya menghilang.

1.1 Klarifikasi Term dan Konsep Tortikolis adalah keadaan kontraksi otot-otot leher, sehingga menimbulkan perputaran leher dan posisi kepala yang abnormal Fisioterapi adalah. Kaku adalah.. Obat oles adalah..

1.2 Mendefinisikan/Menegaskan Problem 1. Apakah tanda dan gejala pada tortikolis? 2. Apakah penyebab tortikolis (congenital dan yang didapat)? 3. Jelaskan anatomi leher! Tulang Sendi Otot Vaskularisasi Inervasi Kelenjar

4. Jelaskan trigonum cervicalis beserta isinya! 5. Jelaskan fisiologi kontraksi dan relaksasi otot! 6. Jelaskan biokimia metabolisme otot!
3

7. Apakah tanda-tanda inflamasi otot? 8. Jelaskan mekanisme inflamasi otot! 9. Jelaskan mediator inflamasi otot!

1.3 Analisis Problem (Brainstorming) 1. Tanda dan gejala tortikolis: Wajah asimetris Hysteria

2. Penyebab tortikolis congenital adalah karena trauma pada m. sternocleidomastoideus pada satu sisi waktu lahir dan perubahannya menjadi suatu tali fibrosa yang tidak dapat memanjang bersama dengan pertumbuhan leher.

1.4 Menyusun Penjelasan (Spider Web)

Vaskularisasi Otot Sendi Tulang Anatomi Inervasi Kelenjar Trigonum

Tanda dan Gejala

Metabolisme otot Biokimia

Tortikolis

REGIO COLI

Penyebab Fisiologi Inflamasi Kontraksi dan Relaksasi Otot

Mediator Mekanisme Tanda-Tanda

1.5 Memformulasikan Sasaran Belajar 1. Mahasiswa mampu menjelaskan tanda dan gejala pada tortikolis 2. Mahasiswa mampu menjelaskan penyebab tortikolis (congenital dan yang didapat) 3. Mahasiswa mampu menjelaskan anatomi leher: Tulang Sendi Otot Vaskularisasi Inervasi Kelenjar 4. Mahasiswa mampu menjelaskan trigonum cervicalis dan isi trigonum 5. Mahasiswa mampu menjelaskan fisiologi kontraksi dan relaksasi otot 6. Mahasiswa mampu menjelaskan biokimia metabolisme otot 7. Mahasiswa mampu menjelaskan tanda-tanda inflamasi otot 8. Mahasiswa mampu menjelaskan mekanisme inflamasi otot 9. Mahasiswa mampu menjelaskan mediator-mediator inflamasi otot

1.6 Belajar Mandiri

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Melaporkan dan Mensintesa Informasi 1. Tanda dan gejala pada tortikolis Kakunya leher akibat fibrosis dan pemendekan m. sternocleidomastoideus, sehingga kepala miring Wajah asimetris, tulang belakang skoliosis untuk mengimbangi miringnya vertebra cervicalis, dan tengkorak pun akan asimetris.

2. Penyebab tortikolis (congenital dan yang didapat) Tortikolis congenital

Cedera m. sternocleidomastoideus karena terputusnya serat-serat otot sewaktu menarik kepala jabang bayi pada kelahiran yang sukar. Tortikolis yang didapat

3. Anatomi leher: Tulang Sendi Cornu inferius cartilago thyroidea bersendi dengan permukaan lateral cartilage cricoidea pada articulatio cricothyroidea. Gerak utama pada kedua sendi adalah rotasi dan gerak luncur cartilage thyroidea yang menghasilkan perubahan ukuran panjang plica vocalis. Articulatio crico-arytenoidea terletak antara basis cartilage arytenoidea dan permukaan superior lempeng cartilage cricoidea. Sendi memungkinkan gerakan cartilago arytenoidea meluncur saling mendekat atau menjauhi, menjungkit ke depan dan ke belakang, dan rotasi. Otot Vaskularisasi Inervasi Kelenjar

4. Trigonum cervicalis dan isi trigonum Trigonum cervicale posterius

Batas anterior dibentuk oleh musculus sternocleidomastoideus Batas posterior dibentuk oleh musculus trapezius Batas inferior (alas) dibentuk oleh bagian sepertiga tengah clavicula Puncak yang terdapat pada pertemuan musculus sternocleidomastoideus dan musculus trapezius pada linea nuchalis superior ossis occipitalis

Atap yang dibentuk di sebelah dalam oleh lapis penyelubung fascia cervicalis profunda

Dasar yang dibentuk oleh otot-otot yang tertutup oleh fascia prevertebralis fasciae cervicalis profundae. Trigonum cervicale posterius dibedakan menjadi sebuah trigonum supraclaviculare

dan sebuah trigonum occipitale yang dipisahkann satu dari yang lain oleh venter inferior musculi omohyoidei. Otot-otot di Trigonum Cervicale Posterius: 1) M. splenius capitis 2) M. levator scapulae 3) M. scalenus medius 4) M. scalenus posterior 5) Sebagian m. scalenus anterior menempati bagian inferomedial trigonum cervical posterior. 6) Disebelah inferior, trigonum cervicale posterius disilang oleh m. omohyoideus

Pembuluh-pembuluh di trigonum cervicale posterius: ..

Isi trigonum cervicale posterius: Nervus accessorius (nervus cranialis XI) Nodi lymphoidei cervicales Plexus brachialis (pars supraclavicularis) Bagian ketiga arteria subclavia

Trigonum cervicale anterius


7

a. Trigonum submentale Terletak di bawah dagu Batas anterior dibentuk oleh garis tengah leher Batas lateral dibentuk oleh venter anterior m. digastrici Batas inferior dibentuk oleh corpus ossis hyoidei Dasar trigonum dibentuk oleh m. mylohioideus Di dalamnya terdapat nodi lymphoidei submentales dan awal v. jugularis anterior b. Trigonum submandibulare Terletak di bawah corpus mandibulae Batas anterior dibentuk oleh venter anterior m. digastrici Batas posterior dibentuk oleh venter posterior m. digastrici dan m. stylohyoideus Batas superior dibentuk oleh margo inferior corpus mandibulae Dasar trigonum dibentuk oleh m. mylohyoideus, m. hyoglossus dan m. pharyngis superior Pada bagian anterior terdapat glandula submandibularis, dengan a. facialis di bawahnya, v. facialis dan nodi lymphoidei submandibulares di atasnya. N. hypoglossus berjalan ke m. hyoglossus di bawah kelenjar, dan saraf serta pembuluh ke m. mylohyoideus berjalan pada permukaan bawah otot. Pada bagian posterior trigonum didapatkan vagina carotica, yang membungkus a. carotis, v. jugularis interna, dan n. vagus.

c. Trigonum caroticum Terletak di belakang os hyoideum Batas superior adalah venter posterior m. digastrici Batas inferior adalah venter superior m. omohyoidei Batas posterior adalah tepi anterior m. sternocleidomastoideus Dasarnya dibentuk oleh bagian-bagian dari m. thyrohyoideus, hyoglossus, dan m. constrictor pharyngis mediusn dan inferior. Berisi vagina carotica, di dalamnya terdapat a. carotis commnuis yang bercabang menjadi a. carotis interna dan externa

d. Trigonum musculare (omotracheale)


8

Terletak di bawah os hyoideum Batas anterior adalah garis tengah leher Batas superior adalah venter superior m. omohyoidei Batas inferior adalah tepi anterior m. sternocleidomastoideus Dasarnya dibentuk oleh m. sternohyoideus dan strenothyroideus Di bawah lantai terletak glandula thyroidea, larynx, trachea, dan oesophagus.

Sumber: Keith L. Moore, Anne M. R. Agur. Anatomi Klinik Dasar. Ed. Jakarta: hipocrates, 2002

5. Fisiologi kontraksi dan relaksasi otot 6. Biokimia metabolisme otot 7. Tanda-tanda inflamasi otot Rubor (kemerahan) Kalor (panas) Dolor (rasa sakit) Tumor (bengkak) Fungsio laesa (kehilangan fungsi)

8. Mekanisme inflamasi otot 9. Mediator-mediator inflamasi otot

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan

10

DAFTAR PUSTAKA

11

Anda mungkin juga menyukai