Anda di halaman 1dari 4

Prerenal Gagal Ginjal Akut GGA prerenal ditandai dengan pengiriman darah berkurang untuk ginjal.

Penyebab umum adalah penurunan volume intravaskular karena kondisi seperti perdarahan, dehidrasi, atau kehilangan cairan gastrointestinal. Koreksi Prompt volume deplesi dapat mengembalikan fungsi ginjal normal karena tidak ada kerusakan struktural pada ginjal telah terjadi. Kondisi penurunan curah jantung (misalnya, gagal jantung kongestif atau infark miokard) dan hipotensi juga dapat mengurangi aliran darah ginjal, yang mengakibatkan penurunan perfusi glomerular dan prerenal ARF.With ringan sampai sedang penurunan dalam aliran darah ginjal, tekanan intraglomerular dikelola oleh pelebaran arteriol aferen (arteri yang memasok darah ke glomerulus), penyempitan arteriol eferen (arteri menghapus darah dari glomerulus), dan redistribusi aliran darah ginjal ke ginjal medulla.5 oksigen-sensitif Fungsional ARF terjadi ketika mekanisme adaptif terganggu dan sering disebabkan oleh obat-obatan. Drugs obat anti-inflamasi (NSAID) mengganggu prostaglandin-mediated dilation dari arteriol aferen. Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor dan angiotensin receptor blocker (ARB) menghambat angiotensin II-dimediasi eferen arteriol vasokonstriksi. Siklosporin dan tacrolimus, terutama dalam dosis tinggi, ginjal ampuh vasokonstriktor. Semua agen ini dapat mengurangi intraglomerular tekanan, dengan penurunan resultan GFR. Penghentian Prompt obat menyinggung sering dapat kembali fungsi ginjal normal. Penyebab lain GGA prerenal adalah obstruksi renovaskular (misalnya, stenosis arteri ginjal), Sindrom hiperviskositas (misalnya, multiple myeloma), atau sistemik vasokonstriksi (misalnya, sindrom hepatorenal). Prerenal ARF terjadi pada sekitar 10% sampai 25% dari pasien yang didiagnosis dengan ARF Intrinsik Gagal Ginjal Akut Gagal ginjal intrinsik , juga disebut sebagai ARF intrarenal , adalah disebabkan oleh penyakit yang dapat mempengaruhi integritas tubulus , glomerulus , interstitium , atau pembuluh darah . Kerusakan dalam ginjal , perubahan struktur ginjal dapat dilihat pada microscopy.7 akut tubular nekrosis ( ATN ) merupakan kondisi patofisiologis yang dihasilkan dari toksik ( aminoglikosida , agen kontras , atau amfoterisin B ) atau iskemik menghina ke ginjal . Hasil ATN di nekrosis proksimal tubulus epitel dan membran basal , penurunan permeabilitas kapiler glomerulus , dan backleak dari glomerulus

filtrat ke dalam circulation.8 Pemeliharaan vena dari ATN dimediasi oleh vasoconstriction.8 intrarenal yang paling umum penyebab gagal ginjal intrinsik adalah ATN dan menyumbang sekitar 50 % dari semua kasus ARF.6 glomerulus , interstitial , dan penyakit pembuluh darah juga dapat menyebabkan intrinsik ARF , tetapi terjadi dengan kejadian yang jauh lebih rendah . Contohnya termasuk glomerulonefritis , lupus eritematosus sistemik , interstitial nefritis , dan vaskulitis . Selain itu, GGA prerenal dapat kemajuan intrinsik ARF jika kondisi-kondisi tersebut tidak segera corrected.7

CAIRAN DAN ELEKTROLIT


Cairan Tubuh Tubuh manusia terdiri dari cairan antara 50% - 60% dari berat badan. Kebutuhan cairan dan elektrolit adalah suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespon terhadap stressor fisiologis dan lingkungan. Cairan tubuh terbagi atas 2 kompartemen yaitu 1.Cairan intraseluler Cairan intraseluler terdiri dari 40% dari berat badan orang dewasa atau 70% total dari cairan tubuh 2.Cairan ekstraseluler. Cairan ekstraseluler terdiri dari 20% dari berat badan orang dewasa atau 30% dari total dari cairan tubuh ( Metheny, 1992 dari C.Taylor, C. Lillis dan P. LeMone, 1998). Cairan ekstraseluler terdiri dari cairan intravascular dan interstisial. Cairan intravascular atau plasma merupakan cairan dari komponen darah. Cairan interstisial adalah cairan yang terdapat pada jaringan sel dan limpa. Cairan Total Tubuh ( Total Body Water) atau TBW/TBF adalah jumlah total cairan yang dikeluarkan prosentase dari berat badan. A.Elektrolit Adalah substansi ion-ion yang bermuatan listrik yang terdapat pada cairan. Ion-ion positif disebut kation dan ion-ion negative disebut anion. Satuan pengukuran elektrolit menggunakan istilah milliequivalent (mEq). Satu milliequivalent adalah aktivitas secara kimia dari 1 mg dari hidrogen Pengaturan Elektrolit Sodium ( Natrium/ Na+) Adalah elektrolit paling banyak terdapat pada cairan ekstraseluler. Natrium berfungsi mempertahankan keseimbangan air, pengatur utama volume cairan ekstraseluler, mempengaruhi volume cairan intraseluler, sebagai hantaran impuls saraf dan kontraksi otot, sebagai dasar elektrolit pada pompa Natrium Kalium. Natrium diatur oleh intake garam, aldosteron dan pengeluaran urin. Nilai normal sekitar 135145 mEq/ L (mmol/L)

Potassium ( Kalium ) Adalah kation yang paling banyak pada intraseluler Kalium berfungsi sebagai pengatur aktivitas enzim sel dan komponen dari cairan sel. Berperan vital pada proses transmisi dari impuls listrik dan kontraksi syaraf, jantung, otot, intestinal, dan jaringan paru; metabolisme protein dan karbohidrat. Membantu pada pengaturan keseimbangan asam basa karena ion K dapat diubah menjadi ion hydrogen. Pengaturan ion K oleh pompa Natrium, sekresi aldosteron merangsang ekskresi K dalam urin. Nilai normal Kalium sekitar 3,5 5 mEq/L Calsium ( Kalsium ) Berfungsi untuk transmisi impuls syaraf dan pembekuan darah, katalisatos kontraksi otot dan kekuatan kontraksi otot. Dibutuhkan untuk absorpsi vitamin B12 dan kekuatan tulang dan gigi. Kalsium dalam cairan ekstrasel diatur oleh kelenjar paratiroid dan tiroid. Hormon paratiroid mengabsorpsi kalsium melalui gastrointestinal, sekresi melalui ginjal. Hormon thyrokalsitonin menghambat penyerapan Kalsium tulang. Nilai normal 1,3 2, 1 mEq/L atau 1/3 dari jumlah plasma protein Magnesium Merupakan kation terbanyak kedua pada cairan intrasel. Berfungsi pada aktivitas enzim, metabolisme karbohidrat dan protein. Magnesium di absorpsi oleh intestinal dan diekskresi oleh ginjal. Nilai normal 1,3 2, 1 mEq/L atau 1/3 dari jumlah plasma protein Chlorida (Klorida) Merupakan cairan anion ekstraseluler ditemukan di darah, cairan intestinal, dan limpa. Berfungsi mempertahankan tekanan osmotik darah. Nilai normal klorida sekitar 95 105 mEq/L (mmol/L) Bikarbonat Bikarbonat merupakan molekul anion. Berfungsi pada keseimbangan asam basa. Di atur oleh ginjal. Nilai normal sekitar 25 29 mEq/ L (mmol/L) Fosfat Ion fosfat merupakan anion dalam sel tubuh. Berfungsi sebagai keseimbangan asam basa. Penting pada pembelahan sel dan transmisi dari herediter. Fosfat diatur oleh PTH (Parathyroidhormon) dan diaktifkan oleh vitamin D. Nilai normal sekitar 2,5 4,5 mEq/L (mmol/L) B.Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan cairan dan elektrolit a.Usia b.Suhu lingkungan c.Diet d.Stress e.Sakit C.Pergerakan Cairan Tubuh Mekanisme pergerakan melalui tiga proses: Difusi adalah proses dimana partikel yang terdapat dalam cairan bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah sampai terjadi keseimbangan Osmosis adalah bergeraknya pelarut bersih seperti air melalui membran semipermeabel

dari larutan yang berkonsentrasi lebih rendah ke konsentrasi yang tinggi yang sifatnya menarik Transport Aktif adalah bahan bergerak dari konsentrasi rendah ke tinggi karena daya aktif dari tubuh seperti pompa jantung INGAT: Cairan seimbang (balance) yaitu antara intake dan output pada orang dewasa sekitar 1500 3500 mL dalam 24 jam

D.Sumber Cairan Tubuh mendapatkan cairan dari beberapa sumber: Cairan Ingestif Cairan dalam makanan Caiaran dari oksidasi metabolik E.Pengeluaran Cairan Cairan tubuh hilang melalui ginjal dalam bentuk urin, saluran intestinal dalam bentuk feses, dan melalui keringat. Insensible Water Loss (IWL) adalah kehilangan cairan yang tidak dapat di persepsikan, sekitar 15-20 ml/24 jam Pengeluaran cairan melalui organ-organ: 1.Ginjal: Pengatur keseimbangan cairan yang menerima 170 liter darah untuk disaring setiap hari Produksi urin untuk semua usia 1 ml/kg/jam Pada orang dewasa produksi urin sekitar 1,5 lt/hari Jumlah urin yang diproduksi oleh ginjal dipengaruhi oleh ADH dan aldosteron 2.Kulit: Diatur oleh saraf simpatis Rangsangan kelenjar dapat dihasilkan dari aktivitas otot, suhu lingkungan dan demam 3.Paru-paru: Menghasilkan IWL sekitar 400 ml/hari Cairan yang hilang sebagai respon terhadap perubahan kecepatan dan kedalaman napas akibat pergerakan atau demam 4.Gastrointestinal: Pada kondisi normal cairan yang hilang sekitar 100-200/ hari IWL sekitar 10-15 cc/kg BB/24 jam dengan kenaikan 10% dari IWL pada setiap kenaikan suhu 1 derajat celcius F.Masalah Keseimbangan Cairan i.Hipovolemik Adalah suatu kondisi akibat kekurangan volume cairan ekstraseluler ii.Hopervolemi Adalah penambahan/ kelebihan cairan volume cairan ekstraseluler