Anda di halaman 1dari 22

SIKLUS JANTUNG

PEMBIMBING: dr. Tjatur Bagus G, Sp.Jp PENYUSUN: Stella May Herliv (030.09.242)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT ANGKATAN LAUT DR MINTOHARDJO FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI JAKARTA PERIODE 4 NOVEMBER 2013 11 JANUARI 2014

KATA PENGANTAR Segala puji syukur saya panjatkan kepada ALLAH SWT yang telah memberikan saya semua nikmat dan karuniaNYA sehingga saya dapat menyelesaikan tugas ini. Adapun maksud dan tujuan pembuatan tugas ini tentunya tidak terlepas dari keinginan untuk menambah wawasan serta pengetahuan lebih di dalam bidang ilmu kedokteran, khususnya bidang ilmu Penyakit Dalam. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada pembimbing saya, dr. Tjatur Bagus G, Sp.Jp yang telah bersedia meluangkan waktu dan juga tenaga dalam membimbing saya, serta kepada seluruh dokter yang telah membimbing selama di kepaniteraan klinik ilmu Penyakit Dalam di RSAL Dr. Mintrohardjo Jakarta. Dan juga kepada teman-teman di kepaniteraan klinik ini, serta semua pihak yang telah memberi dukungan dan bantuan kepada saya. Saya menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan mengingat terbatasnya ilmu dan pengalaman yang saya miliki. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat saya terima. Akhir kata, semoga tugas ini bermanfaat bagi yang membacanya. Terima kasih.

Jakarta

Desember 2013

LEMBAR PENGESAHAN Nama Mahaiswa NIM Bagian : Stella May Herliv : 030.09.242 : Kepaniteraan Klinik Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Periode Kepaniteraan : 4 November 2013- 11 Januari 2014 Pembimbing : dr. Tjatur Bagus G, Sp.Jp

Jakarta, Desember 2013 Pembimbing,

dr. Tjatur Bagus G, Sp.Jp

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR LEMBAR PENGESAHAN DAFTAR ISI BAB I BAB II PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA Anatomi jantung Siklus jantung Murmur BAB III KESIMPULAN 2 3 12 17 18 i ii iii 1

DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

Jantung merupakan organ utama dalam system kardiovaskuler. Jantung dibentuk oleh organ-organ muscular, apex dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri. Ukuran jantung kira-kira panjang 12 cm, lebar 8-9 cm seta tebal kira-kira 6 cm. Berat jantung sekitar 7-15 ons atau 200 sampai 425 gram dan sedikit lebih besar dari kepalan tangan. Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu jantung memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah. Posisi jantung terletak diantar kedua paru dan berada ditengah tengah dada, bertumpu pada diaphragma thoracis dan berada kira-kira 5 cm diatas processus xiphoideus. Pada tepi kanan cranial berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa III dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum. Pada tepi kanan caudal berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa VI dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum Tepi kiri cranial jantung berada pada tepi caudal pars cartilaginis costa II sinistra di tepi lateral sternum, tepi kiri caudal berada pada ruang intercostalis 5, kira-kira 9 cm di kiri linea medioclavicularis. Jantung berfungsi memompa darah ke paru-paru dan ke seluruh tubuh. Cara jantung memompa darah adalah dengan melakukan kontraksi secara bergantian antara atrium dan ventrikel, dengan irama yang teratur dan terus menerus sepanjang hidup. Bekerjanya jantung didukung oleh dua sistem yang ada dalam jantung yaitu sistem kontraksi dan sistem konduksi.
Dalam kerja memompa darah, jantung berdenyut secara terus-menerus sejak embrio berumur 25 hari sampai seseorang meninggal dunia. Sekali denyut, mulai dari pemompaan darah hingga memompa berikutnya disebut siklus jantung. Pada setiap siklus jantung, perubahan tekanan darah terjadi karena atrium dan ventrikel secara bergantian kontraksi dan relaksasi, dan darah mengalir dari daerah bertekanan tinggi ke bertekanan rendah.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

I.

ANATOMI JANTUNG(1) Jantung merupakan pompa muscular dengan fungsi ganda dan pengaturan diri secara otomatis, dan bagian bagiannya bekerja sama untuk mengalirkan darah ke berbagai bagian tubuh. Sisi kanan jantung menerima darah yang miskin akan oksigen melalui vena cava superior dan vena cava inferior. kemudian jantung memompanya ke trunkus pulmonalis untuk oksigenasi, yang kemudian diterima di atrium kiri yang kaya akan oksigen dan ventrikel kiri memompanya kembali ke dalam aorta untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Dinding masing masing ventriculus jantung terdiri dari tiga lapisan yaitu: Endokardium, lapisan dalam yang melapisi ventriculus jantung dan katupnya Myocardium lapisan tengah yang di bentuk oleh serabut otot jantung Epikardium merupakan lapisan luar yang dibentuk oleh lamina viceralis pericardium serosum Jantung dan pangkal pembuluh darah besar menempati kantong pericardium yang disebelah ventral berhubungan dengan sternum, cartilage costalis dan ujung medial costa III sampai costa V disebelah kiri. Jantung terletak miring dengan dua pertiga bagianya di sebelah kiri dan sepertiga bagian disebalh kanan tubuh, dan mempunyai dasar (basis), ujung (apex), tiga permukaan dan empat tepi.

Fungsi utama jantung adalah memompa darh ke seluruh tubuh dimana pada saat memompa jantung otot-otot jantung (miokardium) yang bergerak. Selain itu otot jantung juga mempunyai kemampuan untuk menimmbulkan rangsangan listrik. Kedua atrium merupakan ruang dengan dinding otot yang tipis karena rendahnya tekanan yang ditimbulkan oleh atrium. Sebaliknya ventrikel mempunyai dinding otot yang tebal terutama ventrikel kiri yang mempunyai lapisan tiga kali lebih tebal dari ventrikel kanan. Aktifitas kontraksi jantung untuk memompa darah keseluruh tubuh selalu didahului oleh aktifitas listrik. Aktifitas listrik inidimulai pada nodus sinoatrial (nodus SA) yang terletak pada celah antara vena cava suiperior dan atrium kanan. Pada nodus SA mengawali gelombang depolarisasi secara spontan sehingga menyebabkan timbulnya potensial aksi yang disebarkan melalui sel-sel otot atrium, nodus atrioventrikuler (nodus AV), berkas His, serabut Purkinje dan akhirnya ke seluruh otot ventrikel. II. SIKLUS JANTUNG Siklus jantung merupakan peristiwa dari awal

jantung berdenyut sampai awal kemudian.(2) denyutan Proses

mekanisme pada jantungkontraksi, relaksasi, dan perubahan aliran darah melalui jantung yang ditimbulkannya disebabkan oleh perbahan ritmik aktivitas listrik jantung. Jantung Secara bergantian berkontraksi untuk pengosongan dan melemas utuk pengisian dirinya. Siklus jantung terdiri dari sistol ( kontraksi dan pengosongan ) dan diastol ( Relaksasi dan Pengisian ) yang bergantian.(3) Kontraksi terjadi karena penyebaran ekistasi ke seluruh jantung, sementara relaksasi mengikuti repolarisasi otot jantung, Atrium dan pentrikel melakukan siklus sistol dan diastol secara terpisah. Siklus jantung terdiri atas satu periode relaksasi yang disebut Diastole, yaitu periode pengisian jantung dengan darah, yang diikuti oleh satu periode kontraksi yang disebut sistole.(4)

Proses 1 siklus jantung(3): 1. Middiastole ventrikel Selama diastol ventrikel, atrium juga masih berada dalam diastol. Tahap ini berkorespondensi dengan interval TP pada EKG interval setelah repolarisasi ventrikel dan sebelum depolarisasi atrium berikutnya. Karena darah dari sistem vena terus mengalir kedalam atrium maka tekanan atrium sedikit melebihi tekanan ventrikel meskipun kedua rongga ini berada dalam keadaan relaksasi. Karena perbedaan tekanan maka katup AV terbuka dan darah langsung mengalir dari atrium ke dalam ventrikel pada sepanjang diastol ventrikel. Sebagai hasil dari passive filling, volume dari ventrikel perlahan-lahan meningkat bahkan sebelum kontraksi atrium terjadi. 2. Akhir diastol ventrikel Menjelang akhir diatol ventrikel, Nodus SA mencapai batas ambang dan melepaskan muatan. Impuls menyebar keseluruh Atrium yang tampak di EKG sebagai gelombang P. Depolarisasi atrium menyebabkan kontraksi atrium dan meningkatkan kurva tekanan atrium dan memeras lebih banyak darah kedalam ventrikel yang terjadi secara bersamaan dengan peningkatan tekanan atrium yang disebabkan oleh tambahan volume darah yang dimasukkan ke ventrikel oleh kontraksi atrium. Selama kontraksi atrium, tekanan atrium sedikit meningkat dibanding tekanan ventrikel sehingga katub AV tetap terbuka. 3. Akhir diastol ventrikel Diastol vetnrikel berakhir pada awitan kontraksi ventrikel. Pada saat ini, kontraksi atrium dan pengisian ventrikel telah tuntas. Volume darah pada akhir diastol disebut volume diastol akhir ( VDA ). Rata-rata sekitar 135ml. Tidak akan ada lagi darah yang diisi ke dalam ventrikel ketika fase ini. Karena itu, volume diastol akhir merupakan volume maximum darah yang dapat diisi oleh ventrikel. 4. Kontraksi ventrikel isovolumetrik Setelah tekanan ventrikel melebihi tekanan atrium dan katup AV tertutup, maka untuk membuka aorta maka tekanan ventrikel harus meningkat samapai melebihi tekanan aorta. Oleh karena itu setelah katup AV tertutup dan sebelum katup aorta terbuka maka terdapat periode singkat karena ventrikel menjadi ruang tertutup. Karena semua

ruang tertutup maka tidak ada darah yang masuk ataupun keluar dari ventrikel selama waktu itu. Periode ini dianamakan sebagai Kontraksi ventrikal isovolumetrik. Karena tidak ada lagi darah yang masuk atau meninggalkan ventrikel, volume di dalam ruang ventrikel tetap dan otot jantung tetap. Selama kontraksi ventrikel isovolumetrik, tekanan ventrikel akan terus bertambah selama volume tetap konstan. 5. Ejeksi Ventrikel Ketika tekanan vetrikel melebihi aorta maka katup aorta terbuka dan dimulailah ejeksi. Jumlah darah yang dipompa keluar dari masing masing ventrikel pada setiap kontraksi disebut Isi Sekuncup (IS) atau stroke volume. Kurva tekanan aorta meningkat sewaktu darah dipaksa masuk kedalam aorta dari ventrikel lebih cepat daripada darah yang mengalir ked alam pembuluh-pembuluh darah dii bagian ujung lain. Volume ventrikel berkurang banyak seiring cepatnya darah di pompa. Sistol ventrikel termasuk periode kontraksi ventrikel isovolumetrik dan ejeksi ventrikel. 6. Akhitr sistol vetrikal Ventrikal tidsk mengosongkan isinya secara sempurna selama masa injeksi. Dalam keadaan normal hanya separuh dari darah didalam ventrikel pada akhir diastol yang dipompa keluar selama sistol berikutnya. Jumlah darah yang masih tersisa di dalam ventrikel disebut volume akhir sistolik. (VAS) yang kurang lebih berjumlah 65 ml. ini merupakan jumlah darah minimum yang bisa terisi di ventrikel selama siklus ini. Dengan rumus VDA VAS maka didapatkan SI. 7. Relaksasi ventrikel isovolumetrik Ketika katub aorta tertutup, katup AV belum terbuka, karena tekanan ventrikel masih lebih besar dari tekanan atrium, tidak akan ada darah yang bisa masuk dari ventrikel ke atrium. Karena itu, ketika semua katub tertutup maka sekali lagi terjadi periode tertutup yang dinamakan relaksasi ventrikel isovolumetrik. Otot dan volume berada dalam keadaan konstan. Tidak ada darah yang keluar masuk ketika ventrikel terus relaks dan tekanan terus menerus turun. 8. Fase pengisian ventrikel Ketika tekanan ventrikel berada dibawah tekanan atrium katub AV terbuka, dan pengisian ventrikel terjadi lagi. Diastole ventrikel termasuk relaksasi ventrikel isovolumetrik dan fase pengisian ventrikel. Repolarisasi atrium dan depolarisasi

ventrikel terjadi bersamaan sehingga atrium dalam keadaan diastole ketika ventrikel sistol. Darah terus mengalir dari vena pulmonalis menuju atrium kiri. Bersamaan dengan masuknya darah di atrium, tekanan di atrium meningkat teerus menerus. Ketika katub AV terbuka pada saat sistol ventrikel, darah yang tadi menumpuk di atrium akan masuk ke ventrikel. Pengisian ventrikel pertama kali terjadi karena penumpukan darah di atrium. Kemudian pengisian ventrikel melambat karena darah sudah masuk ke ventrikel dan tekanan atrium sudah mulai turun. Selama periode dimana pengisian sudah mulai menurun, darah terus mengalir dari vena pulmonalis menuju atrium kiri dan melalu katub Av yang terbuka masuk menuju ventrikel kiri. Selama diastole ventrikel akhir, ketika ventrikel terisi perlahan, serabut SA muncul lagi dan siklus jantung akan dimulai lagi.

Selama Siklus Jantung secara normal dapat di dengar dua bunyi jantung utama yang dapat ditangkap oleh stetoskop. Bunyi disebabkan getaran yang terbentuk dalam dinding vetrikel dan arteri besar swaktu katup menutup dan bukan oleh katup itu sendiri.

Bunyi jantung: 1. Bunyi jantung utama bernada rendah, lembut dan relatif lama sering disebut bunyi lub Bunyi tersebut dihasilkan oleh tekanan tiba-tiba katub mitral dan trikuspid pada saat awal sistole ventrikel. Lamanya kira-kira 0,15detik dan frekuensinya 25-45 Hz. Bunyi S1 yang kencang dapat terjadi pada stenosi katub AV serta adanya pemendekan interval PR. Jika lembut dapat dicurigai adanya regurgitasi mitral, PR yang panjang serta gagal jantung. 2. Bunyi jantung kedua memiliki nada lebih tinggi serta lebih singkat dan tajam seperti dikatakan sering berbunyi Dup. Bunyi tersebut dihasilkan oleh getaran akibat Bunyi S2 kencang dapat terjadi pada hipertensi sistemik atau pulmonal Terpisahnya kedua bunyi jantung pertama dan kedua adalah karena penutupan kedua katub yang tidak bersamaan sebagai akibat dari kontraksi ventrikel yang satu terjadi setelah kontraksi dengan ventrikel yang lain. Waktu antara S1 dan S2 berhubungan dengan sistolik dan normalnya lebih pendek dari waktu dan antara S2 dan S1(diastolic). Bila frekuensi bunyi jantung meningkat diastole akan memendek.

3. Bunyi jantung Ekstra sistolik Bunyi jantung ekstra sistolik bisa muncul di awal, tengah atau akhir sistol. Bunyi sistolik awal yang tidak normal atau klik ejeksi bisa muncul secara singkat dan berbarengan terbukanya katub aorta atau katup pulmonal. Suara ini bersifat tajam, tinggi sehingga

bunyi ini terdengar paling jelas ketika di taruh di titik aorta dan pulmonal. Klik ejeksi mengindikasikan adanya stenosis katub aorta atau pulmonal atau dilatasi dari arteri pulmonalis atau aorta. Pada stenosis katub aorta atau pulmonal, suaranya muncul ketika katub mecapai level maximal dari arteri besar, ketika terjadi pemompaan darah. Ketika itu katub sudah mencapai limit dari elastisitasnya dan tiba-tiba berkurang kecepatannya, kejadian ini diperkirakan sebagai penghasil suara. Pada dilatasi dari ujung aorta atau arteri pulmonalis, suara berhubungan dengan regangan tiba-tiba dari aorta atau pulmonal ketika darah mengalir ke pembuluh darah. Bunyi klik ejeksi aorta terdengar di basal dan apex jantung. Dan tidak terpengaruh dengan pernafasan. Sebaliknya, klik ejeksi pulmonal terdengar hanya di basal dan bunyinya mengecil ketika inspirasi. Mid atau akhir bunyi jantung ekstra sistol Bunyi klik terjadi di tengah atau akhir sistol adalah hasil dari prolaps sistolik dari katub mitral dan tricuspid, dimana daun katub menonjol secara tidak normal dari ventrikel sisi atrioventrikel junction ke atrium ketika kontraksi ventrikel yang disertai regurgitasi ventrikel. Bunyi terdengar paling keras di titik tricuspid atau mitral. 4. Bunyi jantung ektra diastole Bunyi jantung ekstra diastole termasuk opening snap, bunyi jantung III dan bunyi jantung IV dan pericardial knock Opening snap terjadi pada katub mitral atau tricuspid yang stenosis. Normalnya bunyi katub mitral dan tricuspid tidak terdengar. Bunyinya terdengar tajam, tinggi, dan bunyinya tidak dipengaruhi pernafasan. Pada mitral stenosis bunyi terdengar di antara apex dan batas sisi kiri sternum setelah bunyi katub aorta menutup dan ketika tekanan ventrikel lebih rendah dari atrium kiri. Bunyi jantung III adalah bunyi jantung yang lembut tapi lambat, terdengar setelah bunyi jantung kedua, dan pada kebanyakan terjadi pada anak-anak dan beberapa pada orang dewasa muda. Hal ini terjadi karena disebabkan oleh peregangan tiba-tiba oleh katub mitral. Suara ini terdengar pada pasien yang mengalami penyakit miokard atau yang menderita gagal jantung kongestif dan yang ventrikelnya gagal menyemburkan semua darah selama sistolik. Bunyi jantung ke IV bunyi lembut yang lambat dan terdengar sebelum bunyi jantung ke I, terdengar ketika salah satu atrium berkontraksi lebih kuat dari yang

lain seperti pada hipertrofi ventrikel. Suara terdengar jelas di apex dengan posisi pasien lateral kiri dekubitus. Bunyi jantung IV biasa disebut gallop atrium. Quadruple rhythm atau kumpulan gallop Pada pasien dengan bunyi jantung III dan IV, suara-suara tersebut ditambah dengan bunyi jantung I dan II membuat suara Quadruple. Jika pasien dengan ritme quadruple muncul takikardi, diastole menjadi lebih pendek durasinya dan bunyi jantung III dan IV jadi bergabung dan menjadi kumpulan gallop. Kumpulan gallop dari bunyi jantung III dan IV terdengar sepanjang middiastolik, suara rendah bahkan sering lebih keras dari bunyi jantung I dan II. Pericardial knock Jarang ditemukan, biasanya bersifat tinggi dan muncul pada pasien dengan perikarditis konstriktif parah. Bunyi ini muncul hanya di awal diastole segera setelah bunyi jantung II dan bisa terkelabui dengan buyni jantung III. Namun bagaimanapun bunyi ketokan inii muncul lebih lambat dari opening snap dan lebih keras serta muncul lebih awal dari gallop ventrikel.

III.

MURMUR Murmur terjadi karena turbulensi. Perubahan dari hemodinamik dan atau perubahan struktur, aliran darah bisa terganggu dan menciptakan suara berisik. Murmur bisa tercipta dari mekanisme dari: 1. Melewati daerah obstruksi sebagian missal stenosis aorta 2. Aliran meningkat di struktur normal misal murmur sistolik aorta yang berhubungan dengan tingginya output misal anemia 3. Ejeksi pada ruang yang dilatasi misal pada murmur sistolik aorta yang berhubungan dengan dilatasi aneurisma aorta 4. Aliran regurgitasi yang melewati katub yang tidak adekuat misal mitral regurgitasi 5. Adanya shunt yang tidak normal dari satu ruang ke ruang lain dengan tekanan yang lebih rendah misal pada defek septal ventrikel Grading dari sistolik murmur: 1. Grade 1/6 : Intensitas terendah, sering tidak terdengar oleh pemeriksa

yang belum berpengalaman

2. Grade 2/6 : lemah, tapi berpengalaman. 3. Grade 3/6 4. Grade 4/6 5. Grade 5/6 ringan di dada.
6. Grade 6/6

biasanya dapat didengar oleh pemeriksa yang belum

: gampang terdengar : gampang terdengar biasanya berhubungan dengan thrill palpasi : Bising kuat yang dapat didengar bila stetoskop diletakkan dengan

: kedengaran tanpa stetoskop harus menempel di dada

Grading dari diastolik murmur: 1. Grade 1/4 : sulit didengar 2. Grade 2/4 : lemah tapi bisa di dengar 3. Grade 3/4 : dengan mudah di dengar 4. Grade 4/4 : sangat keras Sistolik murmur Sistolik murmur dibagi menjadi murmur ejeksi sistolik, pansistolik murmur, murmur sistolik akhir. Murmur ejeksi sistolik biasa terjadi pada stenosis katub aorta atau pulmonal. Bunyi ini dimulai setelah bunyi jantung pertama dan berakhir sebelum bunyi jantung kedua, tergantung dari berat nya dan obstruksinya di katub aorta atau pulmonal. Tipe murmurnya adalah crescendodecrescendo. Bunyi ejeksi murmur dari stenosis katub aorta mulai di systole dimana aka nada gap pemisah pendek. Gap ini terjadi karena fase kontraksi isovolumetrik dari ventrikel kiri. Stenosis aorta menyebabkan bunyi murmur dengan frekuensi tinggi. Terdengar paling jelas dititik aorta tapi sering bisa di dengar juga di daerah luas termasuk apex jantung. Murmur dari stenosis katub pulmonal juga dimulai sehabis bunyi jantung I. biasanya terdengar keras di sela iga ketiga atau kedua dekat sternum. Dewasa muda biasanya punya murmur ejeksi sistolik ringan untuk meningkatkan arus sistolik melewati katub aorta dan pulmonal. Jenis murmur ini biasanya akan ilang ketika pasien duduk tegak. Pansistolik murmur terjadi karena inkompetennya katub mitral dan tricuspid atau melalui defek septal ventrikel yang menyebabkan regurgitasi darah. Murmur karena regurgitasi mitral terdengar paling keras di apex, tinggi, intensitas tidak berubah pada saat respirasi. Murmur yang terjadi karena regurgitasi katub tricuspid terdengar paling keras sepanjang sisi sternum kiri

bawah, intensitas murmur ini ditingkatkan oleh inspirasi karena tekanan negative intratorakal ketika bernafas yang dipicu inspirasi. Murmur karena adanya defek septal ventrikel terdengar jelas di sela intercostals keempat sampai keenam di kiri, bernada tinggi dan mungkin berhubungan dengan thrill palpasi. Murmur ini tidak diperkuat oleh inspirasi tidak juga menjalar ke axial. Semakin kecil defek maka turbulence akan semakin besar dan membuat bunyi yang nyaring. Murmur sistolik akhir mulai dari mid sampai diastole akhir dan berlanjut sampai akhir sistol. Penyebab paling sering adalah regurgitasi mitral karena prolaps katub mitral.

Diastolic murmur

Dibagi decrescendo

menjadi murmur

awal dan

tengah sampai akhir diastole murmur. Awal diastolic murmur terjadi dari arus regurgitasi baik yang berasal dari katub aorta atau pulmonal dimana sering terjadi pada orang dewasa. Bila bunyi berasal dari regurgitasi aorta, murmur dimulai saat bunyi jantung aorta kedua dengan tipe decrescendo, dan berakhir sebelum bunyi jantung I. bunyi tinggi dan akan terdengar jelas dengan meletakan stetoskop sepanjang batas sisi kiri sternum dengan pasien duduk agak maju dan menghela nafas. Regurgitasi pulmonal pada dewasa biasanya disebabkan karena adanya hipertensi arteri pulmonal. Bunyi mirip dengan regurgitasi aorta namun terdengar paling jelas di titik pulmonal dan intensitas dapat bertambah ketika inspirasi. Tengah sampai akhir diastolic murmur terjadi karena adanya arus turbulen yang melalui katub mitral stenosis atau tricuspid atau yang jarang berasal dari adanya peningkatan arus yang tidak normal pada melalui katub mitral atau tricuspid.bunyinya unik, mengikuti opening snap, dimana

bunyi terdengar paling keras karena perbedaan gradient tekanan maximum antara atrium dan ventrikel. Jika stenosis berat maka bunyi akan lebih panjang.

Murmur berkelanjutan (continous murmur) Terdengar sepanjang siklus jantung tanpa ada sela diantara sistol dan diastol. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan gradient antara kedua struktur ketika sistol dan diastol yang persisten. Misal pada Patent Ductus Arteriosus dimana terjadi hubungan tidak normal pada aorta dan arteri pulmonal. Ketika sistol, darah mengalir dari tekanan aorta yang besar menuju yang arteri pulmonal melalui ductus. ketika diastole, tekanan aorta tetap besar dari arteri pulmonal dan darah mengalir melewati ductus.

BAB III KESIMPULAN

Jantung merupakan organ utama dalam system kardiovaskuler. Jantung berfungsi memompa darah ke paru-paru dan ke seluruh tubuh. Cara jantung memompa darah adalah dengan melakukan kontraksi secara bergantian antara atrium dan ventrikel, dengan irama yang teratur dan terus menerus sepanjang hidup. Bekerjanya jantung didukung oleh dua sistem yang ada dalam jantung yaitu sistem kontraksi dan sistem konduksi. Siklus jantung merupakan peristiwa dari awal jantung berdenyut sampai awal denyutan kemudian. Siklus jantung terdiri dari proses kontraksi atrium, kontraksi isovolumetrik, ejeksi cepat, isovolumetrik relaksasi, pengisian cepat dan pengisian lambat. Bunyi jantung terdiri dari bunyi jantung pertama, bunyi jantung kedua, bunyi jantung ekstra sistolik, bunyi jantung ekstra diastolic. Dapat terjadi turbulensi ketika darah mengalir sehingga menyebabkan bising jantung. Bising jantung sendiri terdiri dari bising jantung sistolik, bising jantung diastolic dan bising jantung terus menerus.

DAFTAR PUSTAKA

1. Moore LK. Anatomi Klinis Dasar. Jakarta:EGC;2002. p 58-66. 2. Bickley LS. Batess Guide to Physical Examination and History Taking. 8th Ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins, 2003 3. Sherwood L. Mechanical Events of the Cardiac Cycle. Human Physiology From Cells to Systems. 7th ed. Canada : Brooks/Cole, Cengange Learning ;2010.p.321-4 4. Guyton, A.C. & Hall, J.E. (2006) Textbook of Medical Physiology (11th ed.) Philadelphia: Elsevier Saunder

Anda mungkin juga menyukai