Anda di halaman 1dari 11

Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Cepat sebagai Metode Yang Efektif dan Efisien dalam Memahami Isi BB (Buku

Bacaan)
Oleh : Mariati Batma Apria Sihombing, KIMIA FMIPA Universitas Negeri Medan

A. Latar Belakang Masalah Bahasa pada dasarnya merupakan alat komunikasi yang akurat bagi

kehidupan umat manusia. Untuk dapat berkomunikasi dengan bahasa yang baik dan benar diperlukan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan berbahasa yang memadai. Keterampilan berbahasa mencakup empat aspek yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Dari keempat aspek tersebut keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan yang sangat penting dan harus dimiliki setiap orang untuk membantu proses berbahasa yang baik dan benar. Membaca merupakan aspek yang sangat erat hubungannya dengan pemahaman ilmu pengetahuan sehingga tidak jarang membaca mendapat julukan sebagai jendela pengetahuan karena dengan membaca seseorang akan banyak memperoleh berbagai informasi dari hal terkecil hingga hal terbesar yang belum terungkap di dunia ini. Membaca juga mampu memberi kita informasi ter-update untuk mengetahui perkembangan apa yang sedang terjadi dan akan terjadi. Oleh sebab itu kegiatan membaca sangatlah perlu ditanamkan dan ditingkatkan dikalangan kita terutama masyarakat Indonesia. Pesatnya perkembangan dunia, khususnya diseminasi informasi dalam

berbagai bentuk, menuntut kegigihan kita untuk terus meng-update pengetahuan dan perkembangan agar kita bisa berada di barisan depan gelombang transformasi dan inovasi yang akan menentukan kesuksesan dan kegagalan. Dan untuk bisa belajar kita tidak hanya membutuhkan media, namun juga cara. Media ada di mana-mana, baik dalam bentuk buku, majalah, jurnal, surat kabar, situs internet, radio, dan televisi. Tetapi dalam era yang serba cepat sekarang, ketika tanpa kita kehendaki tuntutan kehidupan meningkat, maka kita juga harus mensyaratkan

perilaku cerdas dalam memberdayakan sumber daya waktu yang sangat berharga namun juga terbatas.Dalam situasti seperti ini maka pembaca tidak lagi boleh hanya sebagai membawa kenikmatan, tetapi sebagai alat pencapai percepatan itu sendiri. Artinya orang wajib mengejar semua informasi. Ia harus memiliki keterampilan mengumpulkan data dengan cepat sekaligus benar. Dan di sini membaca cepat menjadi utama. Tidak ada orang yang dapat membaca cepat karena bakat. Maka itu harus dipahami bahwa membaca cepat bukanlah selalu cepat memecah kode dan segera menyelesaikan sebuah buku. Membaca cepat adalah bagaimana seseorang dapat membaca dengan pemahaman yang lebih baik dalam waktu lebih cepat serta mengingatnya dengan baik. Jika kita menilik kepada kenyataan yang ada saat ini, berdasarkan hasil survei lembaga internasional yang bergerak dalam bidang pendidikan, United Nation Education Society and Cultural Organization (UNESCO), minat baca penduduk Indonesia jauh di bawah negara-negara Asia. Indonesia tampaknya harus banyak belajar dari negara-negara maju yang memiliki tradisi membaca cukup tinggi. Jepang, Amerika, Jerman, dan negara maju lainnya adalah beberapa contoh yang masyarakatnya punya tradisi membaca buku, begitu pesat peradabannya. Masyarakat negara tersebut sudah menjadikan buku sebagai sahabat yang menemani mereka kemana pun mereka pergi, ketika antre membeli karcis, menunggu kereta, di dalam bus, mereka manfaatkan waktu dengan kegiatan produktif yakni membaca buku. Di Indonesia kebiasaan ini belum tampak. Selain itu banyak orang besar rata-rata hobi membaca dan mengakui manfaat membaca bagi kemajuan karirnya. Sebut saja Theodore Roosevelt, ia bahkan sanggup membaca tiga buku dalam sehari selama di Gedung Putih. John F. Kennedy juga sama, bahkan ia disebutkan sanggup membaca 1000 kpm (kata per menit). Bisa dibayangkan, berarti dalam satu jam bisa membaca 60 ribu kata. Sangat berbeda dengan kita di Indonesia hanya sekian persen dari

masyarakat Indonesia yang tertarik dengan hobbi membaca dan menggunakan

teknik membaca cepat dalam membantu proses pemahaman isi BB ( buku bacaan). Selainnya banyak diantara kita yang berasumsi bahwa kegaitan membaca adalah sesuatu hal yang membosankan dan membuang waktu karena ketika mereka membaca suatu BB (buku bacaaan) sering sekali yang muncul adalah rasa bosan dan rasa tidak mengerti akan isi BB tersebut yang membuat pembaca jenuh sehingga harus mengulang berkali-kali untuk dapat memahami isi dari BB tersebut. Ada juga yang merasa membaca itu penting tapi tidak menjadikan membaca sebagai suatu kebutuhan yang penting juga dalam kehidupannya. Dan beberapa orang lain justru beranggapan bahwa membaca buku yang tebal dan dalam jumlah yang relatif banyak akan menyebabkan otaknya akan kepenuhan menerima informasi yang banyak sehingga tidak akan muat untuk menyimpan isi bacaan tersebut dengan baik di kepalanya atau sebaliknya beranggapan bahwa otaknya tidak akan mampu menyimpan terlalu banyak informasi dari teks bacaan yang dibaca. Hal tersebut seharusnya tidaklah boleh terjadi, Berdasarkan fakta yang ada setiap kita umat manusia dari berbagai belahan bumi di dunia ini sebenarnya memiliki potensi yang sama luar biasanya dalam otak kita. Salah satu penelitian pada seorang pasien kanker stadium akhir di Max Planc Institute oleh Profesor Sean Adams adalah otak kita memiliki kapasitas yang akan penuh jika kita belajar 1 hal baru dalam 1 detik selama 30 juta tahun.Jadi belum ada yang namanya otak penuh dalam hidup akibat membaca. Ketidaktahuan kita tentang kemampuan otak selama ini menyebabkan kita belum bisa menggunakannya dengan baik. Albert Eisnten saja yang begitu jenius pun masih belum menggunakan potensi otaknya secara maksimal. Bayangkan jika diantara kita memaksimalkan otak dan seluruh potensi kita dengan bantuan membaca maka di otak kita akan terjadi koneksikoneksi baru di antara sel neuron otak kita yang menyebabkan banyaknya hubunganan antarsel yang terbentuk dan aktif. Semakin banyak hubungan antar sel tesebut terbentuk dan aktf, maka seseorang akan semakin pintar. Berdasarkan uraian fakta dan beberapa alasan pentingnya membaca terutama teknik metode membaca cepat yang akan membantu kita mempercepat dan

menghemat waktu yang ada dalam memahami isi BB (buku bacaan) sebagai sumber pengetahuan ke memori jangka panjang dalam otak kita maka dalam artikel ini penulis akan membahas tentang Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Cepat sebagai Metode Yang Efektif dan Efisien dalam Memahami Isi BB (Buku Bacaan). B. Kemampuan Membaca Anderson dalam tarigan (1980:8) menyangkut linguistik menjelaskan bahwa membaca merupakan suatu proses penyandian kembali (rekonding process) dan proses pembacaan sandi (dekonding process). Aspek ini menghubungkan kata-kata tulis (written words) dengan makna bahasa lisan (oral languange meaning). Hal ini mencakup pengubahan tulisan atau cetakan menjadi bunyi yang bermakna. Hudgson (Tarigan.2005) mengatakan bahwa Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis. Suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas, dan agar makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui. Apabila hal ini tidak dapat terpenuhi, maka pesan yang tersurat dan yang tersirat tidak akan tertangkap atau dipahami, dan proses pembaca itu tidak terlaksana dengan baik. Berdasarkan kutipan tersebut dijelaskan bahwa pembaca dituntut untuk mampu memperoleh pesan atau informasi yang

disampaikan oleh penulis dan dituntut memahami dengan baik makna yang tersurat dan yang tersirat secara cepat sehingga tujuan membaca dapat tercapai sesuai yang diterapkan pembacanya. Seseorang yang sedang membaca berarti ia sedang melakukan suatu kegiatan dalam bentuk berkomunikasi dengan diri sendiri melalui lambang tertulis. Makna bacaan tidak tidak terletak pada bahan tertulis saja, tetapi juga terletak pada pikiran pembaca itu sendiri. Dengan demikian makna bacaan bisa berubah-ubah tergantung pembaca dan pengalaman berbeda yang dimilikinya pada waktu membaca dan dipergunakannya untuk menafsirkan kata-kata tulis tersebut.

Seorang pembaca yang baik adalah seorang yang dapat mengambil tanggapan mengenai bahasa (ide, stye, dan kematangan pengarang) dan pengertian dengan kecepatan yang lumayan (Gusnetti, 1997:13). Menurut Agus Setiawan (2010) Membaca adalah sesuatu yang serius dan perlu dipelajari dengan seksama. Membaca tidak sekedar melihat kalimat demi kalimat yang tertera di buku. Membaca membutuhkan persiapan dan teknik yang spesifik agar bisa mencapai hasil maksimal. Agus juga berpendapat bahwa kita harus mengembangkan teknik membaca yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan kecepatan membaca, namun tetap dengan pemahaman yang tinggi. Ini adalah kondisi yang mungkin bisa dicapai bila kita tidak membaca dengan teknik konvensional tetapi teknik baca kilat atau teknik baca cepat. Berdasarkan pendapat tersebut jelas bahwa proses membaca yang efektif dan efisien dibutuhkan juga teknik atau metode membaca yang tepat dan teknik biasa atau konvesional bukanlah teknik yang baik dalam hal ini namun dapat menggunakan teknik baca kilat dan baca cepat. Membaca cepat ( speed reading) merupakan salah satu jenis membaca berdasarkan kecepatan dan tujuannya. Menurut Gani dan Semi dalam artikel Yasrul Efendi dijelaskan bahwa membaca cepat adalah membaca yang dilakukan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Biasanya dengan membaca kalimat demi kalimat dan paragaraf tetapi tidak membaca kata demi kata. Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi, gagasan utama, dan penjelasan dari suatu bacaan dalam waktu yang singkat. C. Manfaat Membaca Cepat Membaca cepat memiliki manfaat yang akan membantu kita dalam memahami isi BB( buku bacaan) diantaranya sebagai berikut : 1. Memilah informasi penting dan tidak penting Kemampuan membaca cepat berguna ketika kita hendak memutuskan apakah suatu buku, dokumen, atau bahan bacaan merupakan materi yang penting dan relevan buat kita atau tidak.

2.

Menguasai informasi dengan cepat Setelah melakukan langkah pertama, kemampuan membaca cepat akan membantu kita menguasai informasi dengan lebih cepat serta lebih baik. Jika sebelumnya kita menghabiskan waktu satu minggu untuk menyelesaikan membaca sebua BB (buku bacaan) setebal 200 halaman, maka dengan menggunakan kemampuan membaca cepat, buku yang sama dapat diselesaikan dalam 1 hari. Bahkan beberapa orang yang aktif dan terlatih menggunakan metode baca cepat ini akan mampu menyelesaikan dengan tuntas bacaan tersebut dalam tempo 1-3 jam saja.

3.

Meningkatkan pemahaman dan berpikir kritis Membaca cepat akan membuat pemahaman menjadi lebih baik. Jadi kita tidak hanya menguasai materi lebih cepat, bahkan kita bisa memahaminya dengan lebih baik.Hal ini terjadi karena membaca cepat akan mengajak kita fokus pada tujuan awal kita membaca dan fokus terhadap persoalan serta melihat lebih jernih hubungan antara bab, antar paragraf, maupun antar pemikiran yang disampaikan dalam materi bacaan. Dengan demikian otak kita juga dirangsang aktif dengan berfikir kritis menanggapi informasi yang ditangkap dari isi bacaan tersebut. Selain itu berdasarkan Depdikbud mengatakan: Ada berbagai kegunaan yang terkandung dari kemampuan membaca cepat, diantaranya adalah (1) membaca cepat menghemat waktu, (2) membaca cepat menciptakan efesiensi, (3) semakin sedikit waktu yang diperlukan untuk melakukan hal-hal rutin, maka semakin banyak waktu yang tersediauntuk mengerjakan hal penting lainnya, (4) membaca cepat memiliki nilai yang menyenangkan/ menghibur, (5) membaca cepat memperluas cakrawala mental, (6) membaca cepat membantu berbicara secara efektif, (7) membaca cepat membantu dalam menghadapi ujian, (8) membaca cepat meningkatkan pemahaman, (9) membaca cepat menjamin untuk selalu mutakhir, dan (10) membaca cepat dapat dikatakan sebagai tonikum mental. Dan yang tak kalah menarik membaca cepat juga mampu dijadikan program diet sehat karena semakin canggih perkembangan otak kita,semakin

banyak asupan energi yang dibutuhkan walau ukuran otak kita tidak lebih dari 2% dari seluruh tubuh kita, namun ia memerlukan 20% asupan glukosa dan oksigen dari keseluran yang kita butuhkan. Dan baca cepat menggunakan otak dalam meyerap informasi dengan kecepatan tinggi, megolahnya dalam pikiran kita dan akhirnya mengelompokkan informasi yang kita serap itu dengan informasi dan pengalaman yang sudah pernah kita dapatkan

sebelumnya. Oleh sebab itu semakin banyak kita menggunakan otak kita untuk keperluan baca cepat maka otak akan menggunakan banyak kalori dan dapat membantu kita mengurangi risiko penumpukan lemak dalam tubuh kita.(Setiawan, Agus.2010) D. Upaya Peningkatan Kemampuan Membaca Cepat Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya kemampuan membaca cepat bukanlah kemampuan yang diperoleh karena bakat, karena membaca cepat adalah sebuah keterampilan. Sesuai dengan pernyataan oleh Depdikbud yang menyatakan bahwa: Membaca cepat adalah sebuah keterampilan. Keberhasilan anda dalam menguasai teknik ini sangat bergantung pada sikap anda sendiri, tingkat keseriusan anda, dan kesiapan untuk mencoba melatihkan teknik tersebut. Untuk itu anda harus; 1) berkeinginan untuk memperbaiki; 2) merasa yakin bahwa anda akan dapat melakukan hal itu. Berdasarkan pernyataan di atas maka usaha peningkatan kemampuan kemampuan membaca cepat membutuhkan seragkaian latihan secara bertahap yang dirancang unuk menghilangkan kebiasaan negatif dalam membaca dan sekaligus menonjolkan positifnya. Dalam baca cepat mata sangat berperan penting sebagai jalur masuknya informasi dengan kecepatan tinggi, mata kita digunakan secara berbeda dengan berusaha menggunakan nya secara maksimal sehingga mampu menyerap informasi 100 juta bit informasi per detik. Jika kita memaksimalkan kerja mata kita maka kita akan mampu menyerap semua isi buku halaman demi halaman dan membawanya masuk ke dalam memori jangka panjang kita.

Untuk menguasai keterampilan membaca cepat, kita perlu latihan. Latihan ini meliputi latihan otot mata, pheriperial mata, dan latihan pernapasan. 1. Melatih otot mata Melatih otot mata dapat dilakukan dengan cara gerakan bola mata dalam keadaan terpejam ke atas ke bawah, lalu samping kiri dan kanan. Latihan ini harus dilakukan secara continue minimal selama 14 hari, masing-masing selama lima menit tanpa harus putus. Apabila satu hari saja tidak latihan, maka otot mata akan kembali ke keadaan sebelum latihan. 2. Melatih Pheriperal Mata Melatih pheriperal mata dapat dilakukan dengan cara pandangan mata mengikuti gerakan telunjuk di depan mata. Tujuannya agar mata kita dapat menjangkau seluruh bacaan tanpa menggeleng-gelengkan kepala, karena menggelengkan kepala itu menghambat membaca cepat. 3. Melatih Pernapasan Melatih pernapasan dapat dilakukan dengan cara tarik napas panjang keluarkan secara perlahan. Kemudian latihan konsentrasi yang berhubungan dengan sikap duduk, tegak, libatkan asosiasi dan imajinasi. Di sini usahakan seolah-olah sedang berkomunikasi dengan sang penulis. Agus Setiawan (2010) memaparkan dalam bukunya bahwa ada 4 tahapan yang dapat kita lakukan dan membantu kita dalam proses membaca cepat yaitu: Tahap pertama kita harus masuk kedalam kondisi genius. Ini adalah kondisi dimana kita harus membuat diri kita konsentrasi dan terfokus dengan tujuan membaca kita dengan membebaskan diri dan pikiran dari gangguan luar dan menjalin relasi yanag kuat dengan diri kita sendiri yang mempercepat pembelajaran kita. Riset menunjukkan 98-99% pembelajaran kondisi genius dapat dilakukan dengan pikiran tingkat bawah sadar kita. Kondisi genius ini telah diteliti di Santa West University, Minnesota sejak 1989 dan kondisi ini mampu meningkatkan IQ 20 point dengan latihan selama 25 jam. Tahapan kedua adalah melakukan tinjauan awal. Tinjauan awal adalah sebuah cara untuk mengerti sebuah BB (Buku Bacaan) dalam waktu sesingkat mungkin. Ini adalah sebuah langkah penting yang membantu anda memahami sebuah buku. Tinjauan awal

adalah peta bagi para penjelajah. Ini adalah gambaran awal dari pikiran kita untuk mengupas buku yang kita baca. Dari tinjauan awal kita dapat mengerti buku mana yang layak kita baca dan menentukan tujuan yang ingin kita capai atau raih dalam proses membacanya. Ada 3 hal yang dilakukan di tinjauan awal yaitu : 1. Mendapatkan gambaran besar, 2. Menilai kelayakan membaca, dan 3. Menyimpulkan isi buku. Hal ini dapat kita ketahui dengan membaca cermat bagian-bagian buku berikut yaitu judul dan pengarang buku, teks disampul depan dan belakang buku serta Daftar Isi buku. Dengan demikian kita telah mengetahui gambaran isi buku tersebut dan memutuskan apakah buku tersebut layak untuk dibaca secara menyeluruh atau tidak. Tahap Ketiga adalah membaca cepat yaitu dengan mengaktifkan kondisi pandangan reseptif dan menggunakan kekuatan alami mata kita untuk menyerap informasi dengan kecepatan tinggi. Kondisi mata PMR (Pandangan Mata Reseptif) akan membantu mengaktifkan sel batang mata kita untuk mengisi retina sehingga informasi yang kita baca dapat diserap baik oleh mata lalu di kirim ke otak kita. Tahap Keempat adalah mendalami buku dengan proses aktivasi, dimana kita menggunakan serangkaian membaca aktif untuk mendapatkan pemahaman yang tinggi dengan cepat dengan meninjau ulang buku dengan melihat halaman demi halaman, judul demi sub judul kemudian memulai menyerap informasi penting yang kita butuhkan dari buku, kita dapat memindai isi halaman demi halaman sambil memperhatikan kata kunci yang menarik perhatian anda dan berpikir kritis dengan memunculkan pertanyaan aktif dan menjelajahi bagian yang kita butuhkan. Kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki seseorang dalam membaca pun secara tidak sadar bisa menjadi penghambat untuk bisa membaca dengan cepat. Kebiasaan-kebiasaan yang biasanya menjadi faktor penghambat baca cepat adalah: vokalisasi atau bergumam ketika membaca,membaca dengan

menggerakkan bibir namun tidak bersuara (komat-kamit), kepala yang bergerak searah dengan arah tulisan yang dibaca, jari-jari tangan yang selalu menunjuk tulisan yang dibaca, gerakan mata yang selalu kembali ke kata-kata sebelumnya

atau mengulang membaca kalimat dari depan (regresi), dan membaca di dalam hati/batin (Subvokalisasi). Untuk mengatasi masalah-masalah ini, usahakan untuk mencegah bibir, jarijari tangan, dan kepala untuk bergerak pada saat membaca. Cara pencegahannya bisa dengan mengatupkan bibir, memasukkan tangan ke dalam saku atau memegangi kepala pada waktu membaca. Sedangkan untuk menghindari supaya tidak bersuara pada waktu membaca adalah dengan merasakan getaran suara di leher. Dengan meletakkan tangan di leher, akan diketahui apakah kita bersuara atau tidak. Membaca dalam hati memang tidak bisa dicegah, tetapi usahakan supaya tidak memerhatikan pelafalannya. Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa digunakan untuk membantu mengatasi masalah-masalah dalam membaca cepat. (1) Miliki kosakata yang luas. Jika saat ini masih memiliki kosakata yang terbatas, ada cara-cara yang bisa ditempuh untuk mengatasinya, yaitu dengan menyiapkan catatan kata-kata baru yang belum diketahui. Setelah itu, carilah artinya di dalam kamus. Perbendaharaan kata yang banyak sangat membantu dalam memahami suatu bacaan.(2) Sikap tubuh membaca cepat memang memerlukan konsentrasi yang tinggi. Tidak jarang pembaca justru berada dalam posisi tegang. Kondisi yang seperti ini justru menjadi penghambat. Untuk itu, ambilah posisi santai saat membaca.(3) Membaca sepintas lalu dengan membaca sepintas lalu, dapat mengantisipasi hal-hal yang mungkin akan terjadi.(4) Konsentrasi yang penuh menghindarkan dari melamun atau pikiran yang melayang-layang. Kesulitan dalam berkonsentrasi menunjukkan kecepatan membaca yang rendah. Untuk itu, usahakan agar selalu berkonsentrasi ketika membaca cepat.(5) Retensi/mengingat kembali informasi dari bacaaan. Mengingat kembali informasi yang baru saja dibaca bisa dilakukan dengan beberapa cara, misalnya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan, diskusi, maupun menulis kembali informasi yang sudah diterima.(6) Tujuan dari membaca itu sendiri. Dengan menentukan tujuan dari membaca, akan mengetahui apakah bacaan tersebut sesuai dengan kebutuhan atau seperti yang diinginkan. (7) Motivasi. Motivasi yang jelas dalam membaca akan memengaruhi tingkat pemahaman bacaan. Jika sudah memiliki motivasi yang

jelas dalam membaca suatu bacaan, akan lebih mudah menyerap informasi dalam bacaan tersebut. Untuk itu, tumbuhkanlah motivasi dalam membaca. E. Penutup Di atas telah dijelaskan bagaimana cara kita melakukan baca cepat yang baik dan benar. Berdasarkan uraian tersebut jelas bahwa teknik membaca cepat merupakan salah satu teknik membaca yang sangat efektif dan efisien dalam memahami isi BB(buku bacaan) dengan menyerap informasi pengetahuan yang ada di buku dengan kecepatan tinggi. Selain itu membaca cepat memberi segudang manfaat yang sangat positif bagi perkembangan otak, tubuh, IQ dan perkembangan wawasan untuk meningkatkan potensi dan kemampuan diri seseorang. Namun mengatahui tidaklah cukup sampai kita benar-benar mempraktikkannya dalam kehidupan kita. Seperti kutipan Confusius mengatakan To Know Not to Do Is Not Yet to Know ( Tahu belum melaksanakannya sama saja belum tahu) Jadi penulis sangat berharap bahwa manfaat metode baca cepat dapat menumbuhkan rasa gemar/hobbi membaca BB (buku bacaan) masyarakat Indonesia sehingga Ilmu pengetahuan akan berkembang pesat di Indonesia.