Anda di halaman 1dari 4

Nama : Rusnianti Rambu Lika (31110009) & Vivie Aprianti (31110012) Tugas Biofarmasi II : BROSUR

a. Nama dagang obat : Bodrex b. Active ingredient (Senyawa aktif) : Setiap tablet bodrex migra mengandung 350 mg parasetamol yang dikombinasikan dengan 150 mg propifenazon dan 50 mg kafein c. Senyawa Pelengkap : Parasetamol, Propifenazon, Kofein d. Dosis : dosis yang dianjurkan Dewasa dan anak diatas 12 tahun : 1 tablet 3-4 kali sehari Anak-anak 6-12 tahun : -1 tablet 3-4 kali sehari Harus sesuai petunjuk dokter

e. Metode Pemberian : Dapat diminum bersama dengan makanan atau tanpa makanan. Bodrex Migra sebaiknya diminum setelah makan. Simpan pada suhu kamar.

f. Efek Terapeutik : Efek samping yang diperkirakan : Efek farmakologi yang berlebihan (disebut juga efek toksik) dapat disebabkan karena pemberian dosis relatif yang terlalu besar bagi pasien yang bersangkutan (terutama kelompok pasien dengan resiko tinggi, seperti bayi, usia lanjut, pasien dengan penurunan fungsi ginjal atau hati) Gejala penghentian obat (withdrawal syndrome) merupakan suatu kondisi dimana munculnya gejala penyakit semula disebabkan karena penghentian pemberian obat. Tindakan pemberhentian penggunaan obat hendaknya dilakukan secara bertahap. Efek yang tidak diperkirakan : Reaksi Alergi, terjadi sebagai akibat dari reaksi imunologi. Reaksi ini tidak dapat diperkirakan sebelumnya, seringkali sama sekali tidak tergantung dosis dan bervariasi pengaruhnya antara satu pasien dengan yang lainnya. g. Kontra Indikasi : Penderita gangguan fungsi hati yang berat dan penderita hipersensitif h. Efek Samping : Dosis besar dalam jangka lama akan menyebabkan kerusakan pada fungsi hati dan akan mengakibatkan hipersensitifitas. Perhatian: Hati-hati penggunaan pada penderita porfiria. Bila setelah 5 hari rasa nyeri tidak berkurang, segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan terdekat. Penggunaan obat ini pada penderita yang mengkonsumsi alkohol, dapat meningkatkan risiko kerusakan fungsi hati. Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita penyakit ginjal.

i. News : Bodrex, itulah sebutannya dipasaran. Pertama kali mengenalnya ya di warung kelontong milik tetangga. Pada waktu itu sakit kepala tak tertahankan menyerang, tibatiba "blek..". Tanpa pikir panjang saya langsung saja pergi ke warung yang tak jauh dari

rumah untuk membeli obat sakit kepala. Ketika ditanya mau beli apa? reflek mulut ini langsung menjawab BODREX, mungkin karena sedang sakit kepala jadi jawabnya pun agak asal-asalan. Tapi asal-asalan yang kebetulan bukan asal-asalan, begitu minum obat ini rasa sakit kepala berangsur-angsur membaik. Kejadian ini yang akhirnya meyakinkan saya untuk terus dan terus mengkonsumsi obat ini. Ketika keluarga maupun sahabat saya mengalami hal yang sama, maka saya menyarankan kepada mereka untuk mengkonsumsi BODRREX sebagai obat sakit kepala yang dapat dipercaya. j. Marketing (Distribusi obat) : obat ini di jual di apotik dan tempat perbelanjaan lainnya. Distribusi obat terjadi melalui dua fase berdasarkan penyebarannya. Yaitu : Distribusi fase pertama : yaitu ke organ-organ yang perfusinya sangat baik ( jantung, hati, ginjal dan otak ), terjadi segera setelah penyerapan. Distribusi fase kedua : yaitu ke organ-organ yang perfusinya tidak begitu baik ( otot, visera, kulit, dan jaringan lemak ). Obat yang mudah larut dalam lemak akan melintasi membrane sel dan terdistribusi ke dalam sel, obat yang tidak larut dalam lemak sulit menembus membrane sel sehingga distribusinya terbatas terutama di cairan ekstrasel. Distribusi terbatasi oleh ikatan obat pada protein plasma. dan hanya obat bebas yang dapat berdifusi kedalam sel dan mencapai keseimbangan; Obat dapat terakumulasi di dalam sel jaringan karena ditransport secara aktif atau lebih sering karena berikatan dengan konponen intrasel ( protein, fosfolipid, atau nukleoprotein ) k. Topic Pembahasan : Mekanisme kerja obat yaitu : Obat dapat mengubah kecepatan kegiatan faal ( fisiologi ) tubuh Obat tidak menimbulkan suatu fungsi baru, tetapi hanya memodulasi fungsi yang sudah ada ( ini tidak berlaku bagi terapi gen ) Tujuan mempelajari mekanisme kerja obat ialah untuk : meneliti efek utama obat mengetahui interaksi obat dengan sel mengetahui respon khas yang terjadi Interaksi Obat Dengan Biopolimer .

Semua molekul obat yang masuk dalam tubuh, kemungkinan besar berikatan dengan konstituen jaringan atau biopolimer seperti protein, lemak, asan nukleat, mukopolisakari da, enzim biotransformasi dan reseptor. Pengikatan obat oleh biopolimer dipengaruhi oleh bentuk konformasi molekul obat dan pengaturan ruang dari gugus-gugus fungsional senyawa obat. Interaksi obat dapat berupa: Interaksi tidak khas dan Interaksi khas.